Anda di halaman 1dari 2

Analisis Program (Jelang Sahur) TVRI berdasarkan KPI No 3 Tahun 2007

1. BAB IV PENGHORMATAN PADA SUKU, AGAMA, RAS DAN


ANTARGOLONGAN
Standar Program Siaran menentukan bahwa standar isi siaran yang
berkaitan dengan :
Pasal 7 : Lembaga penyiaran dilarang menyajikan program dan isi siaran
yang merendahkan suku, agama, ras dan antargolongan.
Bagian Pertama Agama Pasal 8 : Materi agama dapat tampil pada program
acara agama, non-agama, dan drama/fiksi dengan ketentuan sebagai berikut:
a. lembaga penyiaran dilarang menyiarkan program yang mengandung
serangan, penghinaan atau pelecehan terhadap pandangan dan keyakinan
keagamaan tertentu
b. Siaran agama harus menghargai etika hubungan antar agama

Penlanggaran yang dilakukan oleh program ini adalah dalam


tayangan Ramadhan 'Jelang Sahur' yang disiarkan Televisi Republik
Indonesia (TVRI) pada Sabtu (11/6) memicu kontroversi di tengah-tengah
masyarakat karena menampilkan dua pengisi acara berjilbab dengan busana
bertanda salib yang cukup jelas. Dengan mengenakan pakaian tersebut,
program acara tersebut dinilai melecehkan umat Muslim.

2. BAB V KESOPANAN DAN KESUSILAAN


Standar Program Siaran menentukan bahwa standar isi siaran yang
berkaitan dengan :
Pasal 11
1. Lembaga penyiaran harus memperhatikan norma kesopanan dan
kesusilaaan yang dijunjung oleh keberagaman khalayak baik dalam agama,
suku, budaya, usia, dan latar belakang ekonomi.
2. Lembaga penyiaran harus berhati-hati agar program isi siaran yang
disiarkan tidak merugikan dan menimbulkan efek negatif terhadap norma
kesopanan dan kesusilaan yang dianut oleh keberagaman khalayak tersebut.
Pelanggaran : Program Jelang Sahur TVRI telah melanggar Bab V tentang
Kesopanan dan Kesusilaan Pasal 11 bahwa pada acara tersebut

Tayangan tersebut dianggap telah melanggar mengenai


penghormatan terhadap nilai kesopanan dan kesusilaan dalam Agama.
Dengan berpakaian seperti itu apalagi ditayangkan ketika menjelang sahur
Bulan Suci Ramadhan sehingga menimbulkan efek negatif melecehkan umat
Islam. Selain itu, sebagai TV publik, TVRI harusnya menyampaikan
tayangan secara hati-hati, khususnya yang berkaitan dengan SARA.