Anda di halaman 1dari 10

MASYARAKAT

MULTIKULTURAL
DISUSUN OLEH :
TEGARSITOGA
&
AJIBUDIN
MasyarakatMultikultural
Pada hakikatnya masyarakat multikultural
adalah masyarakat yang terdiri atas berbagai
macam suku yang masing-masing mempunyai
struktur budaya (culture) yang berbeda-beda.
Dalam hal ini masyarakat multikultural tidak
bersifat homogen, namun memiliki karakteristik
heterogen di mana pola hubungan sosial
antarindividu di masyarakat bersifat toleran
dan harus menerima kenyataan untuk hidup
berdampingan secara damai (peace co-
exixtence) satu sama lain dengan perbedaan
yang melekat pada tiap etnisitas sosial dan
politiknya.

Ciri-Ciri Masyarakat
Multikultural
Terjadi segmentasi, yaitu masyarakat yang terbentuk oleh bermacam-
macam suku, ras, dll tapi masih memiliki pemisah. Yang biasanya
pemisah itu adalah suatu konsep yang disebut primordial.
Memilki struktur dalam lembaga yang non komplementer, maksudnya
adalah dalam masyarakat majemuk suatu lembaga akam mengalami
kesulitan dalam menjalankan atau mengatur masyarakatnya.
Konsensus rendah, maksudnya adalah dalam kelembagaan pastinya
perlu adanya suatu kebijakan dan keputusan. Keputusan
berdasarkan kesepakatan bersama itulah yang dimaksud consensus.
1.
Relatif potensi ada konflik, Dalam teorinya semakin banyak
perbedaan dalam suatu masyarakat, kemungkinan akan terjadinya
konflik itu sangatlah tinggi dan proses peng-integrasianya juga
susah.
Integrasi dapat tumbuh dengan paksaan, seperti yang sudah saya
jelaskan di atas, bahwa dalam masyarakat multikultural itu susah
sekali terjadi pengintegrasian, maka jalan alternatifnya adalah
dengan cara paksaan, walaupun dengan cara seperti ini integrasi itu
tidak bertahan lama.
Adanya dominasi politik terhadap kelompok lain, karena dalam
masyarakat multikultural terdapat segmen-segmen yang berakibat
pada ingroup fiiling tinggi maka bila suaru ras atau suku memiliki
suatu kekuasaan atas masyarakat itu maka dia akanmengedapankan
kepentingan suku atau rasnya.

Penyebab Terciptanya
Masyarakat Multikultural
Faktor geografis, faktor ini sangat mempengaruhi apa dan bagaimana
kebiasaan suatu masyarakat. Maka dalam suatu daerah yang
memiliki kondisi geografis yang berbeda maka akan terdapat
perbedaan dalam masyarakat (multikultural).
Pengaruh budaya asing, mengapa budaya asing menjadi penyebab
terjadinya multikultural, karena masyarakat yang sudah mengetahui
budaya-budaya asing kemungkinan akan terpengaruh mind set
mereka.
Kondisi iklim yang berbeda, maksudnya hampir sama denga
perbedaan letak geografis suatu daerah.

Keanekaragaman Suku Bangsa, Indonesia adalah salah satu negara di


dunia yang memiliki kekayaan budaya yang luar biasa banyaknya. Yang
menjadi sebab adalah keberadaan ratusan suku bangsa yang hidup dan
berkembang di berbagai tempat di wilayah Indonesia.
Keanekaragaman Agama, letak kepulauan Nusantara pada posisi silang di
antara dua samudra dan dua benua,Dengan didukung oleh potensi
sumber alam yang melimpah, maka Indonesia menjadi sasaran
pelayaran dan perdagangan dunia. Apalagi di dalamnya telah terbentuk
jaringan perdagangan dan pelayaran antarpulau. Dampak interaksi
dengan bangsa-bangsa lain itu adalah masuknya beragam bentuk
pengaruh agama dan kebudayaan.
Keanekaragaman Ras, salah satu dampak terbukanya letak geografis
Indonesia, banyak bangsa luar yang bisa masuk dan berinteraksi dengan
bangsa Indonesia. Bangsa-bangsa asing itu tidak saja hidup dan tinggal di
Indonesia, tetapi juga mampu berkembang secara turun-temurun
membentuk golongan sosial dalam masyarakat kita.

Konflik yang Muncul


Akibat
Keanekaragaman
Sebagaimana telah dijelaskan di depan bahwa keragaman suku
bangsa yang dimiliki Indonesia adalah letak kekuatan bangsa
Indonesia itu sendiri. Selain itu, keadaan ini menjadikan Indonesia
memiliki nilai tambah di mata dunia. Namun, di sisi lain realitas
keanekaragaman Indonesia berpotensi besar menimbulkan konflik
sosial berbau sara (suku, agama, ras, dan adat). Oleh karena itu,
kemampuan untuk mengelola keragaman suku bangsa diperlukan
guna mencegah terjadinya perpecahan yang mengganggu kesatuan
bangsa. Konflik-konflik yang terjadi di Indonesia umumnya muncul
sebagai akibat keanekaragaman etnis, agama, ras, dan adat, seperti
konflik antaretnis yang terjadi di Kalimantan Barat, Sulawesi Tengah,
Papua, dan lain-lain.

PemecahanMasalahKeanekaragaman
Menggunakan Kearifan Lokal
Ada sisi positif dan negatif dari kehadiran ratusan suku bangsa di
Indonesia. Selain bisa memperkaya khazanah kebudayaan nasional,
juga menjadi pemicu munculnya disintegrasi sosial. Sering kita dengar
terjadinya perang antarsuku atau konflik sosial antaretnis di Indonesia.
Ada banyak alasan yang mendasarinya. Tetapi, yang menarik adalah
ternyata banyak suku bangsa yang mempunyai mekanisme atau cara di
dalam menyelesaikan permasalahan itu
Menggunakan Kearifan Nasional
Pada saat kita dihadapkan pada beragam konflik dan sengketa
yang terjadi di antara etnis atau suku bangsa yang ada di Indonesia,
belajar dari sejarah adalah cara yang paling tepat. Pada masa
penjajahan Belanda kita merasakan betapa sulit merangkai nilai
persatuan untuk sama-sama menghadapi bangsa penjajah. Hingga
ketika kita mulai menyadarinya di tahun 1928. Saat itu kita mengakui
Indonesia sebagai identitas bersama, yang mampu mengatasi sejumlah
perbedaan kebudayaan di antara suku bangsa yang ada. Nasionalisme
Indonesia pun terbentuk dalam wujud pengakuan bahasa, tanah air,
dan kebangsaan. Dampaknya adalah perjuangan menghadapi
kolonialisme Belanda semakin menampakkan hasilnya.

Beri Nilai