Anda di halaman 1dari 12

LAPORAN PRATIKUM FISIKA DASAR

HUKUM ARCHIMEDES

KELOMPOK : 4

NAMA : I Gede Dwian Julihartadi


NIM : 1613521049
DOSEN : I Gede Hendrawan, S.Si.,M.Si.,Ph.D
I Wayan Gede Astawa Karang, S.Si.,M.Si.,Ph.D
ASISTEN DOSEN : I Putu Irpan Aditanaya

PROGRAM STUDI MANAJEMEN SUMBERDAYA PERAIRAN


FAKULTAS KELAUTAN DAN PERIKANAN
UNIVERSITAS UDAYANA
2016
I. Tujuan
Adapun tujuan dari praktikum hokum Archimedes adalah sebagai berikut :
1. Untuk mengetahui massa jenis air dari suatu benda yang tercelup.
2. Untuk mengetahui volume benda yang tecelup.
3. Untuk mengetahui pengertian dari massa jenis.

II. Dasar Teori


2.1 Fluida

Dalam fisika, fluida diartikan sebagai suatu zat yang dapat mengalir.
Anda mungkin pernah belajar di sekolah bahwa materi yang kita temui
dalamkehidupan sehari-hari terdiri dari zat padat, cair dan gas. Nah, istilah
fluida mencakup zat cair dan gas, karena zat cair seperti air atau zat gas
seperti udara dapat mengalir. Zat padat seperti batu atau besi tidak dapat
mengalirsehingga tidak bisa digolongkan dalam fluida. Untuk lebih
memahami penjelasan gurumuda, alangkah baiknya jika kita tinjau
beberapa contoh dalam kehidupan sehari-hari. Ketika dirimu mandi,
dirimu pasti membutuhkan air. Untuk sampai ke bak penampung, air
dialirkan baik darimata air atau disedot dari sumur. Air merupakan salah
satu contoh zat cair.Masih ada contoh zat cair lainnya seperti minyak
pelumas, susu dan sebagainya. Semuanya zat cair itu dapat kita
kelompokan ke dalam fluida karena sifatnya yang dapat mengalir dari satu
tempat ke tempat yang lain. Selain zat cair, zat gas juga termasuk fluida.
zat gas juga dapat mengalir dari satu satu tempat ke tempat lain.
Hembusan angin merupakan contoh udara yang berpindah dari satu tempat
ke tempat lain (Paul A. Tipler, 2001).

Zat padat tidak dapat digolongkan ke dalam fluida karena zat padat
tidak dapat mengalir. Batu atau besi tidak dapat mengalir seperti air atau
udara.Hal ini dikarenakan zat pada t cenderung tegar dan
mempertahankanbentuknya sedangkan fluida tidak mempertahankan
bentuknya tetapimengalir. Selain zat padat, zat cair dan zat gas, terdapat
suatu jenis zat lagiyang dinamakan plasma. Plasma merupakan zat gas
yang terionisasi dan sering dinamakan sebagai wujud keempat dari
materi. Mengenai plasma dapat anda pelajari di perguruan tinggi. Yang
pasti, plasma juga tidak dapatdigolongkan ke dalam fluida. (Munasir,
2004). Fluida Statis adalah fluida yang berada dalam fase tidak bergerak
(diam) atau fluida dalam keadaan bergerak tetapi tak ada perbedaan
kecepatan antar partikel fluida tersebut atau bisa dikatakan bahwa partikel-
partikel fluida tersebut bergerak dengan kecepatan seragam sehingga tidak
memiliki gaya geser (Malik, 2014).

2.2 Hukum Archimedes

Archimedes dari Syracusa (sekitar 287 SM 212 SM) Ia belajar di


kota Alexandria, Mesir. Pada waktu itu yang menjadi raja di Sirakusa
adalah Hieron II, sahabat Archimedes. Archimedes sendiri adalah seorang
matematikawan, astronom, filsuf, fisikawan, dan insinyur berkebangsaan
Yunani dibunuh oleh seorang prajurit Romawi pada penjarahan kota
Syracusa, meskipun ada perintah dari jendral Romawi, Marcellus bahwa
ia tak boleh dilukai. Sebagian sejarahwan matematika memandang
Archimedes sebagai salah satu matematikawan terbesar sejarah, mungkin
bersama-sama Newton dan Gauss. Ia menemukan hukum pada sebuah
peristiwa yang disebut dengan Hukum Archimedes yang berbunyi jika
benda dimasukkan ke dalam cairan, baik sebagian atau seluruhnya, akan
mendapatkan gaya ke atas sebesar berat cairan yang dipindahkan benda
itu. Misalnya air mempunyai volume tertentu, jika sebuah benda
dimasukkan ke dalam air tersebut, maka permukaan air akan terdesak atau
naik. Dengan kata lain, berat benda seolah-olah menjadi lebih ringan. Hal
ini karena adanya gaya ke atas yang sering disebut gaya Archimedes.
Archimedes juga digolongkan sebagai salah satu ahli matematika kuno dan
merupakan yang terbaik dan terbesar di jamannya. Perhitungan dari
Archimedes yang akurat tentang lengkungan bola di jadikan konstanta
matematika untuk Pi atau (Jawett, 2009).
Hukum Archimedes adalah sebuah hukum tentang prinsip
pengapungan di atas benda cair yang ditemukan oleh Archimedes, seorang
ilmuan Yunani yang juga merupakan penemu pompa spiral untuk
menaikkan air yang dikenal dengan istilah Sekrup Archimedes. Hukum
Archimedes berhubungan dengan gaya berat dan gaya ke atas suatu benda
yang dimasukkan ke dalam air. Menurut Archimedes, benda menjadi lebih
ringan bila diukur dalam air daripada di udara karena di dalam air, benda
mendapat gaya ke atas. Sementara ketika di udara, benda memiliki berat
yang sesungguhnya. Oleh karena itu, dalam praktikum ini kamu ingin
menyelidiki perbedaan berat benda di udara dan di dalam zat cair. Kami
juga ingin menyelidiki hubungan gaya ke atas dengan berat zat cair yang
dipindahkan (Paul A. Tipler, 2001).

Secara matematis, dapat ditulis sebagai berikut:

FA= . g . V
Dimana :
FA = Gaya keatas (N)
= massa jenis fluida (kg/3 )
V = volume benda yang tercelup )
g = percepatan gravitasi (m/2 )

2.2.1 Prinsip Archimedes

Ketika kita menimbang batu di dalam air, berat batu yang terukur
pada timbangan pegas menjadi lebih kecil dibandingkan dengan ketika
kita menimbang batu di udara (tidak di dalam air). Massa batu yang
terukur pada timbangan lebih kecil karena ada gaya apung yang
menekan batu ke atas. Efek yang sama akan dirasakan ketika kita
mengangkat benda apapun dalam air. Batu atau benda apapun akan
terasa lebih ringan jika diangkat dalam air. Hal ini bukan berarti bahwa
sebagian batu atau benda yang diangkat hilang sehingga berat batu
menjadi lebih kecil, tetapi karena adanya gaya apung. Arah gaya apung
ke atas, aliassearah dengan gaya angkat yang kita berikan pada batu
tersebut sehingga batu atau benda apapun yang diangkat di dalam air
terasa lebih ringan (Malik, 2014).

Benda yang dicelupkan ke dalam zat cair akan tengggelam,


melayang, dan terapung tergantung massa jenisnya.

Gambar 1. Pengertian benda mengapung


Gaya Apung adalah gaya berarah keatas yang dikerjakan fluida
pada benda yang tercelup sebagian atau seluruhnya dalam fluida. Gaya
apung adalah selisih berat benda di udara dengan berat benda dalam
fluida (Jewett, 2009).

2.2.2 Hukum Turunan Archimedes

Hukum turunan archimedes berdasarkan bunyi dan rumus hukum


Archimedes, suatu benda yang akan terapung, tenggelam atau
melayang didalam zat cair tergantung pada gaya berat dan gaya keatas.
Maka dari itu, berdasarkan hukum diatas, terciptalah 3 hukum turunan
dari hukum Archimedes yang berbunyi (Paul A. Tipler, 2001).

1. Benda akan terapung jika massa jenis benda yang dimasukan


kedalam air lebih kecil dari massa jenis zat cairnya.
2. Benda akan melayang jika massa jenis benda yang dimasukan
kedalam air sama dengan massa jenis zat cairnya.
3. Benda akan tenggelam jika massa jenis benda yang dimasukan
kedalam air lebih besar dari pada massa jenis.
III. Alat dan Bahan
3.1 Alat
Adapun alat yang digunakan pada praktikum fisika mengenai hukum
Archimedes ini adalah sebagai berikut:
No. Nama Alat Jumlah Kegunaan
1. Tabung Reaksi 1 buah Untuk wadah percobaan
dari hk. Archimedes
2. Alat Tulis seperlunya Untuk mencatat data yang
didadapat
3. Neraca 1 buah Untuk menimbang bahan
yang digunakan
3.2 Bahan
Adapun bahan yang digunakan pada praktikum fisika mengenai hukum
Archimedes adalah sebagai berikut:
No. Nama Bahan Jumlah Kegunaan
1. Paku Kecil 0,61 gr 1 buah Sebagai objek yang diamati
2. Baut 3,40 gr 1 buah Sebagai objek yang diamati
3 Peniti 0,40 gr 1 buah Sebagai objek yang diamati
4. Batu Besar 6,22 gr 1 buah Sebagai objek yang diamati
5. Batu Sedang 2,32 gr 1 buah Sebagai objek yang diamati
6. Batu Kecil 0,86 gr 1 buah Sebagai objek yang diamati
7. Ranting Besar 0,48 gr 1 buah Sebagai objek yang diamati
8. Ranting sedang 0,30 gr 1 buah Sebagai objek yang diamati
9. Ranting kecil 0,11 gr 1 buah Sebagai objek yang diamati
10 Air 20 mL Sebagai media percobaan

IV. Prosedur Kerja


Adapun cara kerja yang dilakukan pada saat praktikum fisika mengenai
hukum Archimedes adalah sebagai berikut :
1. Ditimbang bahan benda yang akan digunakan saat praktikum.
2. Dituang air ke dalam tabung reaksi sebanyak 20 mL.
3. Dimasukkan benda yang telah ditimbang tadi diamati perubahan
kenaikan air.
4. Diulangi pekerjaan diatas dengan menggunakan benda yang lain yang
telah ditimbang.
5. Dicatat perubahan air.
6. Dihitung massa jenisnya.

V. Data Pengamatan
5.1 Data perubahan air pada praktikum
Adapun data air pada saat benda dimasukkan ke dalam tabung reaksi
adalah sebagai berikut :
Percobaan I pada besi
Volume air Keterangan
Besi Sebelum Sesudah
Paku Kecil 20 mL 20,1 mL Tenggelam
(0,61 gr)
Baut 20 mL 21 mL Tenggelam
(3,40 gr)
Peniti 20 mL 20,1 mL Tenggelam
(0,40 gr)
Percobaan II pada kayu
Volume air
Kayu Sebelum Sesudah Keterangan
Ranting Besar 20 mL 20, 5 mL Melayang
(0,48 gr)
Ranting Sedang 20 mL 20,2 mL Melayang
(0,30 gr)
Ranting Kecil 20 mL 20, 1 mL Mengapung
(0,11 gr)
Percobaan III pada batu
Volume air Keterangan
Batu Sebelum Sesudah
Batu kecil 20 mL 21 mL Tenggelam
(0,86 gr)
Batu sedang 20 mL 22 mL Tenggelam
(2,32 gr)
Batu besar 20 mL 23 mL Tenggelam
(6,22 gr)

VI. Analisa Data


6.1 Perhitungan

6.1.1 Perhitungan pada benda kayu

a. Ranting Besar dengan massa 0.48 gr dan volume benda 0.5



=
0.48
= 0.5
= 0,96 gr/mL3

b. Ranting sedang dengan massa 0,30 gr dan volume benda 0,2



=
0,30
= 0,2
= 1,5 gr/mL3

c . Ranting kecil dengan massa 0,11 gr dan volume benda 0,1



=
0.11
= 0,1
= 1,1 gr/mL3

6.1.2 Perhitungan pada benda besi


a. Paku kecil dengan massa benda 0,61 dan volume benda 0,1

=
0.61
= 0.1
= 6,1 gr/mL3
b . Baut dengan massa benda 3,40 gr dan volume benda 1

=
3,40
= 1
= 3,4 gr/mL3

c . Peniti dengan massa benda 0,40 gr dan volume benda 0,1



=
0,40
= 0,1
= 4 gr/mL3

6.1.3 Perhitungan pada benda batu


a. Batu kecil dengan massa benda 0,86 gr dan volume benda 1

=
0,86
= 1
= 0,86 gr/mL3

b. Batu sedang dengan massa benda 2,32 gr dan volume benda 2



=
2,32
= 2
= 1,16 gr/mL3

c. Batu besar dengan massa 6,22 gr dan volume benda 3



=
6,22
= 3
= 2,07 gr/mL3

VII. Pembahasan

Pada percobaan yang telah dilakukan didapat bahwa ketika benda berada
di udara terlihat lebih berat dari pada ketika berada didalam fluida. Hal ini terjadi
karena ketika benda berada didalam fluida maka fluida akan memberi gaya keatas
terhadap benda yang tercelup didalamnya. Inilah yang menyebabkan berat benda
seakan-akan berkurang, namun sesungguhnya berat benda itu tidak berkurang
karena gaya tarik bumi kepada benda yang berada di udara dan gaya tarik bumi
kepada benda yang berada didalam fluida besarnya adalah sama.

Benda yang dicelupkan kedalam fluida akan terapung jika berat benda
lebih kecil dari gaya keatas. Hal tersebut terlihat pada kelompok kayu. Ketiga
jenis kayu terapung atau muncul dipermukaan fluida. Sedangkan benda yang
dicelupkan kedalam fluida akan tenggelam jika berat benda lebih besar
dibandingkan gaya keatas. Hal tersebut dapat dilihat pada kelompok besi dan batu.
Kelompok besi dan kayu tenggelam atau berada didasar fluida.

Hubungan gaya ke atas dengan berat zat cair yang dipindahkan pada
percobaan ini terbukti karena zat cair yang dipindahkan sebesar berat benda yang
dicelupkan ke dalam fluida.
Dari perhitungan yang didapat bahwa massa jenis air yang paling besar
yaitu pada saat paku dicelupkan ke dalam air yang ada di tabung reaksi dengan
massa jenis airnya yaitu 61 kg/m3 dan massa jenis yang paling kecil yaitu pada
saat batu dicelupkan ke dalam air yang ada di tabung reaksi dengan massa jenis
air yaitu 8,6 kg/m3 .
Sehingga dari perhitungan tersebut diperoleh massa jenis ranting besar
(kayu) yaitu sebesar 0,96 gr/mL3 , ranting sedang sebesar 1,5 gr/mL3 , dan ranting
kecil sebesar 1,1 gr/mL3 . Massa jenis paku kecil (besi) yaitu sebesar 6,1 gr/mL3 ,
baut dengan massa jenis 3,4 gr/mL3 , dan peniti dengan massa jenis sebesar 4
gr/mL3 . Massa jenis dari batu kecil sebesar 0,86 gr/mL3 , batu sedang dengan
massa jenis sebesar 1,16 gr/mL3 , dan massa jenis batu besar sebesar 2,07 gr/mL3 .

VIII. Kesimpulan
Adapun kesimpulan pada praktikum fisika mengenai hukum Archimedes
ini, adalah sebagai berikut :
1. Pada praktikum ini mengetahui bahwa perhitungan massa jenis air

dengan menggunakan rumus = .

2. Dari praktikum ini, menentukan volume benda tercelup yaitu berapa
air yang naik saat benda dicelupkan dan mengurangi volume air yang
naik dengan volume awal pada saat benda belum dicelupkan.
3. Dalam pengukuran semakin tinggi massa jenis suatu benda, maka
semakin besar pula massa setiap volumenya. Massa jenis rata-rata
setiap benda merupakan total massa dibagi dengan total volumenya.
DAFTAR PUSTAKA

Jewett, 2009. Serway Fisika Untuk Sains dan Teknik, Buku 1 edisi 6 Salemba
Teknika, Jakarta

Malik, 2014. Laporan Fluida Statis. Fakultas MIPA Universitas Gajah Mada.
Yogjakarta.

Munasir, 2004. Modul Fluida Statis. Kode Fis.13. Bagian Proyek Pengembangan
Kurikulum, Dikdasmen, Departemen Pendidikan Nasional.

Tipler, Paul A, (2001), Fisika untuk Sains dan Teknik, Jilid 1, Penerbit Erlangga.
LAMPIRAN

1. Gambar tabung reaksi 2. Percobaan Archimedes Besi


(Baut)

3. Percobaan Archimedes Kayu (Ranting) 4. Percobaan Archimedes Batu


(Kerikil)