Anda di halaman 1dari 16

Berdasarkan Silabus

Kurikulum 2013

Kelas XI

Oleh :
Ridho Ananda, S.Pd.

SMA IBNU HAJAR BOARDING SCHOOL


JAWA BARAT
1

BAB 1
SUKU BANYAK (POLINOM)
1. Definisi Suku Banyak, Nilai Suku Banyak, dan Operasi Antar Suku
Banyak

A. Pengertian Suku Banyak (Polinom)


Suku banyak (polinom) dalam x yang berderajat n, dengan n bilangan cacah dan an
0 dituliskan dalam bentuk :
+ 1 1 + 2 2 + + 1 + 0
Derajat suatu suku banyak dalam x adalah pangkat tertinggi dari x dalam suku
banyak itu. Bilangan ak disebut koefisien dari variabel xk dan a0 merupakan bilangan real.
Jika suku banyak dalam variabel x dengan koefisien bilangan real dianggap suatu fungsi
maka penulisannya berbentuk :
= + 1 1 + 2 2 + + 1 + 0
Jika suku banyak dalam variabel x dengan koefisien bilangan real dianggap suatu
persamaan maka penulisannya berbentuk:
+ 1 1 + 2 2 + + 1 + 0 = 0
Bentuk tersebut sering disebut persamaan rasional integral derajat n dalam variabel x.
B. Nilai Suku Banyak
Apabila suku banyak dinyatakan dengan f(x) dan x diganti dengan bilangan tetap h
maka bentuk f(h) merupakan nilai suku banyak tersebut untuk x = h. Cara ini disebut
cara substitusi.
Cara lain untuk menghitung nilai suku banyak adalah dengan metode horner.
a B c d
2
h * ah ah + bh ah3+bh2+ch +
2 3 2
a ah+b ah +bh+c ah +bh +ch+d = f(h)
C. Operasi Antar Suku Banyak
Penjumlahan dan pengurangan suku banyak () dan suku banyak () dapat
dilakukan dengan menjumlahkan atau mengurangkan suku-suku sejenisnya.
Aturan perkalian suku banyak () dan suku banyak () dapat ditentukan dengan
cara mengalihkan suku-suku dari kedua suku banyak itu.

A. Contoh Soal

1. Bentuk 3 5 2 + 7 + 3 adalah suku banyak dalam variabel yang berderajat 3.


Sebutkan koefisien pangkat tertinggi, koefisien pangkat terendah, dan koefisien 2 !
2. Hitunglah nilai suku banyak = 4 10 3 + 8 untuk = 10 dengan
menggunakan cara subtitusi dan metode horner!
3. Diberikan dua buah suku banyak () dan () yang ditentukan oleh
= 3 + 2 3 + 1 dan = 3 2 2 + 2 1. \
tentukan
a. + () serta derajatnya
b. () serta derajatnya
c. . () serta derajatnya

Jawaban :
1. Bentuk 3 5 2 + 7 + 3 mempunyai:
2

Koefisien pangkat tertinggi = 1 dengan pangkat tertinggi 3


Koefisien pangkat terendah = 3 yang merupakan suku tetap (konstanta)
Koefisien 2 adalah -5
2. Nilai suku banyak = 4 10 3 + 8 untuk = 10.
a. Metode substitusi
10 = 104 10. 103 + 10 8 = 104 104 + 10 8 = 2
b. Metode horner
4 3 2 1 0
1 -10 0 1 -8
10 * 10 0 0 10 +
1 0 0 1 2
3. Diketahui = 3 + 2 3 + 1 dan = 3 2 2 + 2 1.
a. + = 3 + 2 3 + 1 + 3 2 2 + 2 1
= 3 + 3 + 2 2 2 3 + 2 + 1 1
= 2 3 2 berderajat 3
b. = 3 + 2 3 + 1 3 2 2 + 2 1
= 3 + 2 3 + 1 3 + 2 2 2 + 1
= 3 3 + 2 + 2 2 3 2 + 1 + 1
= 3 2 5 + 2 berderajat 2
c. . = 3 + 2 3 + 1 3 2 2 + 2 1
= 3 3 2 2 + 2 1 + 2 3 2 2 + 2 1 3 3 2 2 + 2 1 +
1 3 2 2 + 2 1
= 6 2 5 + 2 4 3 + 5 2 4 + 2 3 2 3 4 + 6 3 6 2 + 3 + 3
2 2 + 2 1
= 6 2 5 + 5 + 2 4 2 4 3 4 3 + 2 3 + 6 3 + 3 2 6 2 2 2 +
3 + 2 1
= 6 5 3 4 + 8 3 9 2 + 5 1 berderajat 6

B. Latihan Soal Kompetensi 1


Petunjuk: Pilih salah satu jawaban yang tepat
1. Koefisien dari 4 dari bentuk 3 5 b. -2 e. 4
5 3 + 2 2 adalah . . . . c. 0
a. -5 d. 2 5. Nilai (2, ) dari suku banyak
b. -2 e. 3 , = 2 + 2 + 3 + 2 + 2 +
c. 0 3 adalah . . . .
2. Koefisien 5 dari bentuk aljabar a. 8 2 7 6 d. 8 2 + 7 6
3 + 3 2 2 + 5 adalah . . . . b. 8 2 7 + 6 e. 8 2 7 6
a. -36 d. -12 c. 8 2 + 7 + 6
b. -27 e. -6 6. Jika = 7 97 6 199 5 +
c. -18 4
99 2 + 190 maka nilai dari (99)
3. Koefisien 4 dengan n = 8 dari suku sama dengan . . . .
banyak 3 5 2 2 + 1 4 3 2 + 2 a. 16 d. -2
adalah. . . . b. 10 e. -8
a. -9 d. 7 c. 4
b. -7 e. 9 7. Diketahui suku banyak : = 3 4
c. 0 2 3 + 2 + 8. Jika (2) = 0 dan
4. Nilai suku banyak 5 + 3 2 8 + 2 1 = 0 maka nilai A + B = . . . .
untuk = 2 adalah . . . . a. -73 d. 7
a. -4 d. 2 b. -19 e. 26
3

c. 3 b. -1 dan 3 e. 3 dan 1
8. Diberikan suku banyak = 4 3 c. 1 dan -3
2 + 8 1 dan = 4 3 + 2 2 10. Nilai a, b, dan c yang memenuhi
10. Koefisien variabel berpangkat 6 2 +1
kesamaan = 1 + +1
tertinggi dari () adalah . . . . 3
berturut-turut adalah. . . .
a. -10 d. 0
a. 1, 3, dan -4 d. 3, 1, dan -4
b. -5 e. 3
b. 3,2, dan -5 e. 1, 2, dan -3
c. -3
c. 1, -3, dan -1
9. Nilai dan dari kesamaan 1 +
42
1 2 adalah . . . .
+1
a. -1 dan -3 d. 1 dan 3

2. Pembagian Suku Banyak

Definisi pembagian dua suku banyak yaitu : suatu suku banyak () berderajat
dibagi () berderajat (dengan < ) menghasilkan hasil bagi () berderajat ( )
dan sisa () maksimal berderajat ( 1), dapat dituliskan :
() ()
. + () atau () = + ()

A. Pembagian Sukubanyak dengan


Pembagian sukubanyak () dengan pembagi = menghasilkan hasil
bagi () dan sisa () berderajat nol atau () = konstanta, dituliskan sebagai berikut:
+ ()
Penentuan hasil bagi () dan sisa () dari pembagian () dengan ( )
dapat dilakukan dengan cara pembagian bersusun, metode horner, dan koefisien tak tentu.
Pada modul ini hanya akan dijabarkan cara metode horner karena cara tersebut adalah
cara yang paling sederhana dan mudah untuk diaplikasikan.
Misalkan = 3 + 2 + + dibagi dengan , hal ini dapat
dilakukan dengan metode horner seperti pada saat kita mencari nilai dari (). Dengan
menganggap = 0 maka = , diperoleh:

a B c d
h * Ah ah2 + bh ah3 + bh2 + ch +
a ah +b ah2 + bh + c ah3 + bh2 + ch + d

2
Sisa = () = = ah3 + bh2 + ch + d
= + + + 2 + +

B. Pembagian Sukubanyak dengan


Pada pembagian ( ) maka kita peroleh + ().

Misalkan = maka

. +

. +


= . +

4

()
Hal ini menunjukkan bahwa jika () dibagi dengan maka hasil baginya =

dan sisanya , dengan () adalah hasil bagi dari pembagi () dengan .
C. Pembagian Sukubanyak dengan 2 + +
Metode pembagian sintetik atau metode horner dapat digunakan untuk menentukan
hasil bagi dan sisa dari pembagian suatu sukubanyak dengan pembagi berbentuk apapun
asalkan pangkat pembagi pangkat yang dibagi. Pembagian suku banyak dengan
pembagi ( 2 + + ) dinamakan metode (bagan) Horner-Kino. Untuk memahami
metode horner kino, maka akan dijabarkan oleh secara jelas oleh guru matematika kalian.

A. Contoh Soal
1. Tentukan hasil bagi () dan sisa () pada pembagian () = 3 + 2 2 + 3
dengan + 2!
2. Tentukan hasil bagi dan sisa apabila = 2 2 + 5 1 dibagi 2 3!
3. Tentukan hasil bagi dan sisa dari pembagian sukubanyak = 4 3 2 + 2 1
dengan 2 2!
4. Tentukan hasil bagi dan sisa dari pembagian sukubanyak = 5 1 dibagi dengan
2 2 + + 3!
5. Tentukan hasil bagi dan sisa dari pembagian sukubanyak = 4 5 3 + 2 2
4 + 5 dibagi oleh 3 3 6 2 12 + 3!

Jawaban :
1. Hasil bagi () dan sisa () pada pembagian () = 3 + 2 2 + 3 dengan + 2.
Maka dengan menganggap + 2 = 0 = 2.
3 2 1 0
1 2 -1 3
-2 * -2 0 2 +
1 0 -1 5
2
Jadi = 1 dan = 5.

2. Hasil bagi dan sisa apabila = 2 2 + 5 1 dibagi 2 3


3
Dengan menganggap 2 3 = 0 maka = 2.
2 1 0
3 2 5 -1
2 * 3 12 +
2 8 11
() 2+8
Jadi = = = + 4 dan Sisa = 11.
2 2

3. Hasil bagi dan sisa dari pembagian sukubanyak = 4 3 2 + 2 1 dengan


2 2
Pembaginya adalah 2 2 = 2 + + jadi = 1, = 1 dan = 2.

4 3 2 1 0
1 0 -3 2 -1

= 2 * * 2 2 0


= 1 * 1 1 0 * +

1 1 0 4 -1
5

Jadi Hasil Bagi = 2 + dan sisa pembagian = 4 1

4. Hasil bagi dan sisa dari pembagian sukubanyak = 5 1 dibagi dengan 2 2 +


+3
Pembagi sukubanyak 2 2 + + 3 = 2 + + dengan = 2, = 1, dan = 3.
5 4 3 2 1 0
1 0 0 0 0 -1
3 * * 3 3 21 39
= 2 2 4 8 16
1 1 1 7 13
= 2
* 2 4 8 16
* +

1 7 13 55 23
1 2 4 8 16 16
1 7 13
() 3 + 2 + + 1 1 7 13
Jadi hasil bagi = = 2 4 8
= 2 3 4 2 8 16
2
55 23
Sisa pembagian = 16 + 16

5. Hasil bagi dan sisa dari pembagian sukubanyak = 4 5 3 + 2 2 4 + 5


dibagi oleh 3 3 6 2 12 + 3
Pembagi suku banyak 3 3 6 2 12 + 3 = 3 + 2 + +
4 3 2 1 0
1 -5 2 -4 5
-1
= * * * -1 3

4
= * * 4 -12 *

2
= * 2 -6 * * +

1 -3 0 -17 8

B. Latihan Soal Kompetensi 2


Petunjuk: Pilih salah satu jawaban yang tepat

1. Hasil bagi pembagian = 3 3 + e. 3 3 2 6 + 18


2 2 5 8 dengan + 2 adalah . . . . 4. Jika sukubanyak 2 5 4 + 2 7
a. 3 2 + 4 + 3 d. 4 2 3 + 4 dibagi ( 1) bersisa 2 dan dibagi
b. 3 2 + 4 3 e. 4 2 3 4 ( 2) bersisa 61 maka diperoleh . . . .
c. 3 2 4 + 3 a. = 9 dan = 2
2. Sisa dari pembagian = 4 b. = 2 dan = 9
100 3 + 97 2 + 200 197 dengan c. = 2 dan = 9
99 adalah . . . . d. = 2 dan = 9
a. -2 d. 1 e. = 9 dan = 2
b. -1 e. 2 5. Apabila sukubanyak = 4
c. 0 2 2 5 dibagi dengan (2 + 1) maka
3. Hasil bagi dari pembagian 4 3 2 1 hasil baginya adalah . . . .
oleh 3 adalah. . . . a. 1 3 1 2 7 + 7
2 4 8 16
a. 3 + 3 2 + 6 + 18
b. 1 3 1 2 + 7 7
b. 3 + 3 2 + 6 18 2 4 8 16
c. 3 + 3 2 6 + 18 c. 3 1 2 7 + 7
2 4 8
d. 3 3 2 + 6 + 18
6

d. 3 + 1 2 + 7 7 a. = 3 dan = 3
2 4 8
b. = 1 dan = 5
e. 2 3 1 2 7 + 7
2 4 8 c. = 1 dan = 5
6. Polinomial: 2 3 + 2 + 4 + 4 dan d. = 1 dan = 5
2 3 + 2 + 2 + dibagi dengan e. = 3 dan = 3
2 3 bersisa sama. Nilai sama 9. Dari hubungan di bawah ini:
dengan . . . . 3 4 2 + + 2 3 +
a. -6 d. 7 2+ 63) nilai dan yang
b. 1 e. 19 memenuhi adalah . . . .
16
c. 3 a. = 2 dan = 2
7. Hasil kali antara hasil bagi dan sisa dari b. = 2 dan = 4
pembagian 3 + 2 2 + 10 6 c. = 4 dan = 4
2
dengan + 2 1 adalah . . . . d. = 2 dan = 4
a. 2 + 6 + 8 d. 2 6 8 e. = 4 dan = 2
b. 2 6 + 8 e. 2 6 + 8 10. Sukubanyak 7 7 4 + 3 dibagi oleh
c. 2 + 6 8 3 4, sisanya adalah . . . .
8. Jika sukubanyak = 2 3 2 + a. 28 2 + 67 d. 28 2 7
4 + habis dibagi oleh 2 2 + 1 b. 28 + 67 e. 2 28 + 67
2

maka . . . . c. 28 2 67

3. Teorema Sisa

Dengan memperhatikan cara di atas dapat dituliskan kesamaan dasar berikut ini. =
. + . dengan () : sukubanyak yang dibagi, ( ) : pembagi, : hasil
bagi, dan S : sisa.

a. Teorema 1 : Pembagi berbentuk ( )


Jika sukubanyak () berderajat dibagi ( ) maka sisa pembagiannya adalah ().
Bukti :
Pandang = . +
Dengan mensubstitusikan = 0 atau = diperoleh:
= . + substitusikan =
= . +
= 0. +
=
= () terbukti
Penentuan sisa pembagian sukubanyak dapat menggunakan cara substitusi, yaitu mencari
nilai () atau pembagian bersusun maupun cara sintetik (bagan Horner).

b. Teorema 2 : Pembagi berbentuk ( )


Jika sukubanyak berderajat dibag ( ) maka sisa pembagiannya adalah

= .
Bukti :

= . + substitusikan =

= . . +

7


= 0. +


=


= Terbukti

c. Teorema 3 : Pembagi berbentuk 1 ( 2 )


Jika sukubanyak () berderajat dibagi 1 ( 2 ) maka sisa pembaginya adalah :
1 2 . . 1
= . + 1 2 2
1 2 1 2
dengan 1 2 0.
Bukti :
Pembagi 1 ( 2 ) berderajat 2, maka sisanya maksimum berderajat 1. Misalkan
sisanya berbentuk + dan hasil baginya (). Hal ini berarti :
= 1 2 . + ( + )
Substitusikan : 1 = 0 = 1 , diperoleh :
1 = 1 1 + = 1 . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . (1)
Substitusikan : 2 = 0 = 2 , diperoleh :
2 = 2 2 + = 2 . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . (2)
Eliminasi-substitusi persamaan (1) dan (2), diperoleh :
1 2 1 . 2 2 . 1
= dan =
1 2 1 2
Jadi, sisa pembagiannya:
1 2 1 . 2 2 . 1
= . + terbukti
1 2 1 2

A. Contoh Soal

1. Tentukan sisa dari pembagian sukubanyak = 2 6 8 dengan + 1!


2. Tentukan sisa dari pembagian sukubanyak 3 4 2 2 + 5 12 dengan (3 1)!
3. Jika sukubanyak () dibagi ( 1) bersisa 2 dan () dibagi dengan ( + 2) bersisa -1,
tentukan sisanya jika () dibagi 1 ( + 2)!
Jawaban :
1. Sisa dari pembagian sukubanyak = 2 6 8 dengan + 1
misalkan + 1 = 0 = 1
a. Dengan substitusi
jadi 1 = 1 2 6 1 8 = 1 + 6 8 = 1
Sisa pembagian adalah S = -1
b. Dengan horner
2 1 0
1 -6 -8
-1 * -1 7 +
1 -7 -1
Sisa pembagian adalah S = -1

2. Sisa dari pembagian sukubanyak 3 4 2 2 + 5 12 dengan 3 1


1
misalkan 3 1 = 0 = 3
a. Dengan substitusi
1 1 4 1 2 1 14
Jadi = 3. 2. + 5. 3 12 = 10 27
3 3 3
8

14
Sisa pembagian adalah S = 10 27
b. Dengan Horner
4 3 2 1 0
3 0 -2 5 -12
1 1 5 40
= 3 * 1 -9
3 27 +
5 40 284 14
3 1 -3 - 27 = 10 27
9
14
Sisa pembagian adalah S = 10 27

3. Jika sukubanyak () dibagi ( 1) bersisa 2 dan () dibagi dengan ( + 2) bersisa -1


tentukan sisanya jika () dibagi 1 ( + 2).
Jawaban :
Jelas = 1 + 2 + +
Untuk pembagi ( 1) sisanya 2 1 = 2
Misalkan 1 = 0 = 1, jadi 1 = 1 1 1 + 2 1 + (. 1 + )
1 = + + = 2 . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . (1)
Untuk pembagi ( + 2) sisanya -1
Misalkan + 2 = 0 = 2,jadi 2 = 1 1 2 + 2 1 + (. (2) + )
2 = 2 + 2 + = 1 . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . (2)
Eliminasi persamaan (1) dan (2) maka diperoleh = 1 dan = 1.
Jadi, ()dibagi 1 ( + 2) bersisa ( + 1).

B. Latihan Soal Kompetensi 3


Petunjuk: Pilih salah satu jawaban yang tepat

1. Jika () dibagi ( + 2) bersisa 14 dan 10. Jika () dibagi ( 2) dan ( + 2)


dibagi ( 4) bersisa -4, maka () sisanya 2 dan 2. Sisa pembagian ()
dibagi ( 2 2 8)bersisa . . . . oleh 2 4 adalah . . . .
a. 3 + 8 d. 2 + 4 a. 16 2 d. 2 + 16
b. 3 8 e. 8 + 3 b. 2 16 e. 16 + 2
c. 2 4 c. 2 + 16
2. Suatu sukubanyak (), jika dibagi 5. Diketahui suku banyak (), apabila
( 2) sisanya 5 dan dibagi ( + 3) dibagi 2 + 4 + 3 bersisa 2 + 17
sisanya -10. Jika () dibagi ( 2 + dan apabila dibagi ( 2 4) bersisa
6) sisanya adalah . . . . 3 5. Sisa pembagian () oleh
a. 3 + 11 d. 5 + 5 ( 2 + 6) adalah . . . .
b. 3 1 e. 10 15 a. 3 + 17 d. 2 + 5
c. 5 5 b. 3 17 e. 3 + 17
3. Jika () dibagi oleh ( 2 2) dan c. 2 5
( 2 3) masing-masing bersisa 6. Jika sukubanyak () dibagi dengan
(2 + 1) dan (5 + 2). Maka () ( 1), + 1 , dan ( 3) maka
dibagi ( 2 5 + 6) bersisa . . . . sisanya berturut-turut adalah 12, 4, dan
a. 22 + 49 d. 12 19 16. Jika () dibagi dengan 2
b. 12 + 29 e. 22 39 13, sisanya adalah . . . .
c. 12 + 19 1 1
a. 2 2 + 4 + 8 2
4. Diketahui = . . jika () 1 1
dibagi ( 2) dan ( + 2) sisanya 6 dan b. 2 2 + 4 8 2
9

1 1
c. 2 2 4 8 2 b. + ()
1 1
d. 2 2 + 4 + 8 2 c. ()
1 1 d. ()
e. 2 2 + 4 8 2
e. + ()
7. Jika suku banyak () dibagi 9. Sukubanyak () habis dibagi + 1
() dengan maka sisa dan dibagi ( 2 4) bersisa 4 + 16. Sisa
pembagiannya adalah . . . . pembagian () oleh 2 4 ( + 1)

a. + () adalah . . . .

b. + () a. 4 2 + 4 d. 2 + 4

b. 4 2 + 4 e. 2 + 4 + 4
c. + () 2
c. + 4
10. Sisa pembagian sukubanyak () dengan
d. + ()
1 ( 2) adalah . . . .
e. + () a. 1 1 + 2 (2)
8. Jika polinom () dibagi oleh ( ) b. 1 1 2 (2)
memberikan hasil bagi () maka nilai c. 1 2 + 2 (1)

adalah . . . . d. 1 2 2 (1)
e. 1 2 (2 )(1)
a. ()

4. Teorema Faktor
A. Pengertian Faktor dan Teorema Faktor
Misalkan () suatu suku banyak, ( ) merupakan faktor dari () jika dan hanya jika
= 0. Jadi dari definisi di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa faktor berarti sisa
pembagian sama dengan nol.
Teorema faktor erat kaitannya dengan penentuan akar-akar suatu persamaan. Manakala
seseorang dapat mengetahui akar-akar dari suatu polinom maka faktor dari polinom tersebut
tentunya mudah untuk diketahui, begitu pula sebaliknya.
Berikut ini algoritma penentuan akar-akar rasional persaman polinom :
1. Selidiki apakah jumlah koefisien-koefisien () adalah nol
Bila ya, maka = 1 merupakan akar dan 1 merupakan faktornya.
Bila tidak, lakukan langkah yang kedua
2. Selidiki apakah jumlah koefisien-koefisien variabel berpangkat genap sama dengan
jumlah koefisien-koefisien berpangkat ganjil!
Bila , maka = 1 merupakan akar dari = 0.
Bila tidak, lakukan langkah (3)

3. Tentukan faktor-faktor dari , lakukan dengan cara coba-coba

Teorema akar-akar Vieta


Persamaan suku banyak berderajat :
+ 1 1 + 2 2 + + 0 = 0
Mempunyai akar-akar : 1 , 2 , 3 , , , maka :

o 1 + 2 + 3 + + = 1

2
o 1 . 2 + 1 . 3 + 2 . 3 + + 1 . =

3
o 1 . 2 . 3 + 1 . 2 . 4 + + 2 . 1 . =
10


o 1 . 2 . 3 . = (1) . 0

B. Pembagian Istimewa
Pada saat mempelajari teorema faktor, pembagian yang dipakai berbentuk umum. Dalam
pasal ini akan dijelaskan pembagian sukubanyak istimewa dengan pembagian yang
berbentuk sukubanyak istimewa pula.
Aturan pembagian istimewa :
1
1. = =1 dengan suku ke- dari hasil bagi = 1 .

+1
2. = =1(1) 1 dgn suku ke- dari hasil bagi = (1)+1 1 .
+
+ +1
3. = =1(1) 1 dgn suku ke- dari hasil bagi = (1)+1 1 .
+

C. KPK dan FPB antar suku banyak


KPK kependekan dari Kelipatan Persekutuan Kecil dan FPB kependekan dari Faktor
Persekutuan Besar.
Cara untuk menentukan FPB dari dua sukubanyak yaitu dengan memfaktorkan masing-
masing polinom.Cara untuk menentukan KPK dari dua suku banyak yaitu dengan ketentuan
sebagai berikut:

1. KPK dari dua sukubanyak =
2. Untuk sebarang sukubanyak () dan (), maka:
. = (FPB dari kedua suku banyak). (KPK dari kedua sukubanyak)

A. Contoh Soal

1. Carilah faktor-faktor dari 2 2 3 2.


2. Carilah nilai dan agar () = 3 5 2 22 + mempunyai faktor 2 4 5!
2 7+
3. Carilah nilai yang mungkin agar pecahan 2 3+2 dapat disederhanakan!
4. Tentukan hasil bagi sukubanyak untuk setiap pembagian istimewa berikut ini.
a. 3 3 : ( ) c. 5 5 : ( + )
4 4
b. : +
807+289 2 + 807289 2
5. Hitunglah nilai dari !
807 2 +2892
6. Tentukan FPB dan KPK dari polinom-polinom berikut ini!
a. 8( 3 2 + ) dan 28( 3 + 1) c. (2 2 3 2) dan ( 3 4 2 + 4)
4 4 6 6
b. ( ) dan
7. Tentukan akar-akar dari persamaan suku banyak berikut ini!
a. 3 + 3 2 3 = 0 c. 4 15 2 10 + 24 = 0
3 2
b. 2 + 5 4 3 = 0 d. 2 3 9 2 + 2 + 1 = 0
8. Jika akar-akar persamaan sukubanyak 3 + 2 2 5 6 = 0 adalah 1 , 2 , dan 3 maka
hitunglah :
a. 1 + 2 + 3 d. 1 2 + 2 2 + 3 2
b. 1 2 + 1 3 + 2 3
c. 1 2 3
9. Diketahui , , dan adalah akar-akar dari persamaan sukubanyak 3 + 3 1 = 0.
carilah nilai eksak dari ( 3 + 3 + 3 )!
11

Jawaban :
1. Misalkan = 2 2 3 2. Perhatikan faktor-faktor dari 2, yaitu 1 dan 2. Jadi
1
kemungkinannya adalah 0 yaitu 1, 2, 2.

Pilih = 2 2 = 0, maka
2 1 0
2 -3 -2
x=2 * 4 2 +
2 1 0
Jadi polinom 2 2 3 2 = 2 2 + 1 + 0
Jadi faktor dari 2 2 3 2 adalah ( 2) dan (2 + 1)

2. Nilai dan agar () = 3 5 2 22 + mempunyai faktor 2 4 5.


Ingat, dikatakan faktor berarti sisa pembagian sama dengan nol.
Dengan menggunakan horner-kino kita peroleh:
3 2 1 0
-5 -22
5 * * 5 20 25
=5
1
4 * 4 16 20 * +
=4
1
4 5 21 42 20 + 25
karena sisa pembagian sama dengan nol, maka:
21 42 + 20 + 25 = 0 + 0
Sehingga 21 42 = 0 = 2, dan = 15.
Jadi, nilai dan masing-masing adalah 2 dan -15.

3. Perhatikan bagian penyebut pecahan: 2 3 + 2 = 1 ( 2)


Hal itu berarti pecahan itu dapat disederhanakan manakala ( 1) atau ( 2)
merupakan faktor dari sukubanyak pembilang 2 7 + . Berdasarkan teorema faktor
dengan menggunakan substitusi diperoleh :
o 1 = 0 12 7.1 + = 0 = 6
o 2 = 0 22 7.2 + = 0 = 10
Jadi pecahan tersebut dapat disederhanakan manakala bernilai 6 atau 10.

4. Hasil bagi sukubanyak untuk setiap pembagian istimewa nomor 4 adalah:


a. 3 3 = 2 + + 2
b. 4 4 + = 3 2 + 2 3
c. 5 + 5 + = 4 3 + 2 2 3 + 4

807+289 2 + 807289 2
5. Nilai dari !
807 2 +2892
Misalkan 807 = dan 289 = maka akan diperoleh :
+ 2 + 2 2 +2 + 2 + 2 2 + 2 2 2 +2 2 2 2 + 2
= = = =2
2 + 2 2 + 2 2 + 2 2 + 2

6. FPB dan KPK dari polinom-polinom berikut ini!


a. 8( 3 2 + ) dan 28( 3 + 1)
Pemfaktoran masing-masing polinom:
8 3 2 + = 23 . . 2 + 1
28 3 + 1 = 7. 22 . + 1 ( 2 + 1)
12

Jadi, FPB = 22 . 2 + 1 = 4 2 + 1
KPK = 23 . 7. . + 1 ( 2 + 1) = 56 4 +
b. ( 4 4 ) dan 6 6
4 4 = 2 + 2 2 2 = 2 + 2 ( )( + )
6 6 = 3 + 3 3 3 = + 2 + 2 ( 2 + + 2 )
Jadi, FPB = + = 2 2
KPK = + 2 + 2 ( 2 + + 2 ) 2 + 2
c. (2 2 3 2) dan ( 3 4 2 + 4)
2 2 3 2 = 2 + 1 ( 2)
3 4 2 + 4 = ( 2)( 2)
Jadi, FPB = ( 2)
KPK = (2 + 1)( 2)2

7. Tentukan akar-akar dari persamaan suku banyak berikut ini!


a. 3 + 3 2 3 = 0
Langkah pertama
jumlah koefisien-koefisien = 1 + 3 1 3 = 0, jadi = 1 merupakan akar
dari ()
berdasarkan bagan horner maka diperoleh:
3 2 1 0
1 3 -1 -3
=1 * 1 4 3 +
1 4 3 0
2
Diperoleh akar = 1 dan hasil bagi = + 4 + 3
Langkah kedua
Karena merupakan fungsi kuadrat, maka tinggal difaktorkan. Sehingga
2 + 4 + 3 = 0
+1 +3 =0
Jadi, 1 = 1 dan 2 = 3
Langkah ketiga, kesimpulan:
Jadi akar-akar dari polinom 3 + 3 2 3 = 0 adalah:
1 = 1, 2 = 1, dan 3 = 3.
b. 2 + 5 2 4 3 = 0
3

Langkah pertama
Jumlah koefisien-koefisien = 2 + 5 4 3 = 0, jadi = 1 merupakan akar
dari ().
Berdasarkan bagan horner maka diperoleh

3 2 1 0
2 5 -4 -3
=1 * 2 7 3 +
2 7 3 0
Diperoleh akar = 1 dan hasil bagi = 2 2 + 7 + 3
Langkah kedua
Karena () merupakan fungsi kuadrat, maka tinggal difaktorkan. Sehingga
2 2 + 7 + 3 = 0
2 + 1 + 3 = 0
1
Jadi, 1 = 2, dan 2 = 3.
13

Langkah ketiga, kesimpulan


Jadi akar-akar dari polinom 2 3 + 5 2 4 3 = 0 adalah :
1
1 = 1, 2 = 2, dan 3 = 3.
c. 4 15 2 10 + 24 = 0
Langkah pertama
Jumlah koefisien-koefisien : 1 15 10 + 24 = 0.
Jadi, = 1 merupakan akar dari = 0.
Berdasarkan bagan Horner:
4 3 2 1 0
1 0 -15 -10 24
=1 * 1 1 -14 -24 +
1 1 -14 -24 0
Hasil bagi, = 3 + 2 14 24
Langkah kedua
Jumlah koefisien-koefisien : 1 + 1 14 24 = 36 0, jadi = 1 bukan
akar dari ().
Jumlah koefisien-koefisien variabel berpangkat genap : 1 24 = 23
Jumlah koefisien-koefisien variabel berpangkat ganjil: 1 14 = 13
Karena 23 13 maka = 1 bukan akar dari ().
Langkah ketiga
Misalnya 3 3 + 2 2 + 1 + 0 = 3 + 2 14 24 .
Faktor 3 = 1
Faktor 0 = 24, 12, 8, 6, 4, 3, 2, 1

Akar-akar yang mungkin adalah hasil bagi dari faktor-faktor 0
3
Karena 1 dan -1 bukan merupakan akar-akar dari () (telah diuji pada langkah
kedua) jadi tidak perlu diuji.
Coba = 2 dengan bagan Horner, diperoleh :
3 2 1 0
1 1 -14 -24
= 2 * -2 2 24 +
1 -1 -12 0
Jadi = 2 merupakan akar dari () dan hasil bagi = 2 12.
Karena hasil bagi merupakan persamaan kuadrat maka cukup difaktorkan:
2 12 = 4 + 3
Jadi 1 = 4 dan 2 = 3.
Jadi kesimpulan akar dari 4 15 2 10 + 24 = 0 adalah :
1 = 1, 2 = 2, 3 = 4, dan 2 = 3
d. 2 9 2 + 2 + 1 = 0
3

Misalkan 3 3 + 2 2 + 1 + 0 = 2 3 9 2 + 2 + 1 dengan 3 = 2 dan 0 = 1.


Faktor dari 3 = 1, 2
Faktor dari 0 = 1

Akar-akar yang mungkin adalah hasil bagi faktor-faktor dari 0 .
3
1
Misalkan = 2, dengan bagan horner diperoleh :
3 2 1 0
2 -9 2 1
= 1/2 * 1 -4 -1 +
2 -8 -2 0
14

1
Jadi, = 2 merupakan akar rasional dengan hasil bagi = 2 2 8 2.
Bentuk persamaan kuadrat pada hasil bagi tidak dapat difaktorkan, sehingga untuk mencari
akar yang lain dapat dilakukan dengan rumus ABC berikut ini:
(4) 164.1.(1) 42 5
1,2 = = =2 5
2.1 2
2+ 5
=
2 5
Jadi , persamaan sukubanyak 2 3 9 2 + 2 + 1 = 0 mempunyai sebuah akar yaitu :
1
1 = 2 , 2 = 2 5 dan 3 = 2 + 5.

8. Akar-akar persamaan sukubanyak 3 + 2 2 5 6 = 0 adalah 1 , 2 , dan 3 .


Misalkan 3 3 + 2 2 + 1 + 0 = 3 + 2 2 5 6
2
a. 1 + 2 + 3 = 2 = = 2
3 1
1 5
b. 1 2 + 1 3 + 2 3 = = = 5
3 1
(6)
c. 1 2 3 = 0 = =6
3 1
d. 1 2 + 2 2 + 3 2 = 1 + 2 + 3 2
2 1 2 + 1 3 + 2 3
= (2)2 2. 5 = 14

9. Pada persamaan 3 3 1 = 0, karena , , dan akar-akar persamaan di atas, maka:


3 + 3 1 = 0 3 = 1 3
3 + 3 1 = 0 3 = 1 3
3 + 3 1 = 0 3 = 1 3 +
3 + 3 + 3 = 3 3 + + = 3 3.0 = 3
Jadi nilai eksak dari 3 + 3 + 3 = 3.

B. Latihan Soal Kompetensi 4


Petunjuk: Pilih salah satu jawaban yang tepat

1. Jika ( 1) dan ( 2) keduanya b. 1 e. + 4


merupakan faktor dari polinom = c. + 1
3 3 2 + 2 4 maka nilai harus 4. Jika sukubanyak 3 + + habis dibagi
sama dengan . . . . oleh 2 + + 1 maka ( + ) sama
a. 0 d. 3 dengan . . . .
b. 1 e. 4 a. -2 d. 1
c. 2 b. -1 e. 2
2
2. Jika 2 merupakan faktor dari c. 0
polinom = 2 4 3 3 + 2 + + 5. Hasil bagi dari pembagian polinom
6 maka nilai dan berturut-turut adalah. . 3 + 3 : ( + ) adalah . . . .
.. a. 2 + 2 d. 2 + + 2
a. 18 dan -21 d. 5 dan -6 b. 2 2 e. 2 2
2 2
b. 16 dan -17 e. -6 dan 5 c. +
c. 6 dan -7 817 817 81798 98 98
3
6. 817 817+98 98 817 98 = .
3. Jika 12 + habis dibagi oleh
a. 1.329 d. 719
( 2), maka 3 12 + juga habis
b. 915 e. 617
dibagi dengan . . . .
c. 805
a. 3 d. + 2
15

7. Suku kelima dari pembagian istimewa: 20 + 12 = 0, himpunan penyelesaian dari


28 28 ( ) adalah . . . . akar yang lain adalah. . . .
a. 23 . 4 d. 25 . 3 1
a. 2 , 2, 3
b. 24 . 3 e. 23 . 5 1
25 4
c. . b. 3, 2, 2
8. Suku kesepuluh dari pembagian istimewa: 1
c. 2, 2 , 3
14 14 ( + ) adalah . . . . 1
a. 4 10 d. 4 10 d. 3, 2, 2
b. 4 9 e. 3 10 1
e. 2, 2 , 3
4 9
c.
15. Banyaknya akar-akar rasional bulat dari
9. FPB dari 3 + 2 + + 1 dan 4 1
persamaan polinom 5 5 3 + 6 2
adalah . . . .
14 + 12 = 0 adalah . . . .
a. 2 1 2 + 1
a. 5 d. 2
b. + 1 ( 2 + 1)
b. 4 e. 1
c. + 1 ( 2 1)
c. 3
d. 2 + 1 + 1 ( 3 + 1)
16. Persamaan polinom: 3 2 32 + =
e. 2 1 + 1 ( 3 + 1)
0 memiliki sebuah akar = 2. akar-akar
10. FPB dari 4 2 25 dan 8 3 125 yang lain adalah . . . .
adalah . . . . a. -6 dan 2 d. 2 dan 5
a. (2 25) d. (2 + 25) b. -6 dan 3 e. 3 dan 5
b. (2 5) e. (2 + 5)2 c. -5 dan 6
c. (2 + 5) 17. , , dan merupakan akar-akar
11. KPK dari sukubanyak P dan Q dengan persamaan 3 12 2 + 28 + = 0. jika
= + 3 2 ( 2) + 1 2 dan = = + maka nilai sama dengan . . . .
1 2 + 3 ( + 4) ditentukan oleh . . a. 54 d. 24
.. b. 48 e. 12
a. 2 ( + 4) + 3 2 + 1 2 c. 36
b. 2 + 1 + 3 2 ( + 4) 18. , , dan merupakan akar-akar
c. 2 + 1 2 + 3 ( + 4) persamaan 3 + 2 + + = 0. Hasil
d. 1 2 + 3 ( + 4) 2 + 2 + 2 = .
e. + 1 2 + 3 ( + 4) a. 2 + 2 d. 2 + 2
12. KPK dari 3 2 2 dan 3 + 2 b. 2 2 e. 2 2
adalah . . . . 2
c. 2
a. ( 2) d. ( 3 2 2) 19. Sepasang akar-akar persamaan 2 3 +
b. ( + 2) e. ( 4 3 2 2 ) 2 13 = 6 saling berkebalikan.
c. ( 2 + ) Jumlah akar-akarnya adalah . . . .
13. Banyaknya akar real dari persamaan a. 2 d. -1/2
polinom: 5 + 4 2 3 + 2 + 2 = 0 b. 1 e. -1
adalah . . . c. 1/2
a. 5 d. 2 20. Jumlah akar-akar dari persamaan 3 3 +
b. 4 e. 1 4 2 4 = 0 adalah . . . .
c. 3 a. 4 d. -3/4
14. Jika = 2 merupakan salah satu akar dari b. 4/3 e. -4/3
persamaan sukubanyak 2 4 + 5 3 2 c. 0