Anda di halaman 1dari 12

Perbedaan Proyeksi Amerika dan

Proyeksi Eropa
Gambar proyeksi, proyeksi amerika, proyeksi eropa

Di bawah ini ilustrasi yang menggambarkan perbedaan antara proyeksi Amerika dan Eropa
dalam gambar teknik. Perlu diketahui bahwa proyeksi Amerika disebut juga proyeksi sudut
ketiga/kwadran ketiga dan proyeksi Eropa disebut juga proyeksi Sudut pertama/kwadran
pertama.

Dalam video berikut akan diterangkan secara gamblang, bagaimana cara membuat proyeksi
amerika bagi anda yang mungkin masih bingung menggambar proyeksi gambar 3 dimensi ke
gambar 2 dimensi ( karena dalam tulisan ini saya tidak akan menjelaskannya secara detil
melainkan hanya menerangkan letak perbedaan penempatan gambar proyeksi pada gambar ):

http://www.youtube.com/watch?v=PXgkBadGHEE&feature=player_embedded

Saya sengaja memberikan ilustrasi video dengan proyeksi amerika, karena proyeksi amerika
adalah proyeksi yang paling masuk akal untuk dibayangkan. Nah! kalau kita telah mengetahui
cara menyusun Gambar pada proyeksi amerika maka otomatis kitapun dapat menyusun gambar
pada proyeksi Eropa dengan benar. Kenapa? karena ternyata peletakan posisi gambar pada
proyeksi amerika hanya merupakan kebalikan dari proyeksi Eropa tanpa merubah isi gambar.
Klo bingung lihat Ilustrasi gambar di bawah.

Ini adalah gambar benda kerja yang akan diproyeksi

Gambar 1
Dari gambar di atas

A merupakan pandangan dari depan

B merupakan pandangan dari kiri

C merupakan pandangan dari kanan

D merupakan pandangan dari atas

E merupakan pandangan dari bawah

Maka Susunan proyeksi Amerika dari gambar 1 tersebut seperti di bawah ini :

Proyeksi Amerika

Nah, jika Anda sudah memahami letak dan posisi proyeksi Amerika, maka dengan mudah anda
akan mengetahui letak penempatan proyeksi Eropa dimana View C yang terletak di sebelah
kanan tinggal ditukar dengan View B yang terletak di sebelah kiri, demikian pula Gambar View
D yang berada di sebelah atas dipertukarkan dengan View E yang berada di bagian bawah. View
A tetap pada posisi semula. Maka akan diperoleh gambar proyeksi Eropa sebagai berikut :
Proyeksi Eropa

Gimana, Mudahkan.

O..ya..nih satu hal yang penting untuk di taruh di etiket gambar, yakni lambang proyeksi
Amerika dan Eropa supaya gak ketukar-tukar simbolnya.
Simbol proyeksi Amerika dan Eropa

Proyeksi

Gambar proyeksi merupakan dasar mengambar teknik untuk menyatakan bentuk dan
ukuran suatu objek atau benda. Secara garis besar proyeksi pada gambar kerja dibagi menjadi dua
bagian yaitu proyeksi aksonometri dan proyeksiorthogonal

Proyeksi aksonometri

Aksonometri adalah sebutan umum untuk pandangan yang dihasilkan oleh garis-garis
proyeksi suatu benda. Dalam penggambaran ini garis-garis pemroyeksi ditarik tegak lurus terhadap
bidang proyeksi. Aksonometri merupakan salah satu modifikasi pemggambaran satu bentuk yang
berskala. Gambar aksonometri berguna untuk dapat menjelaskan bentuk suatu bangunan, baik itu
bangunan seutuhnya, potongan bangunan yang memperlihatkan struktur atau interiornnya, detail
bagian bangunan atau sampai menunjukan skema utilitas suatu bangunan.
Proyeksi aksonometri adalah proyeksi menggambar benda dengan ketentuan sudut
proyeksi dan skala pemendekan yang telah di tetapkan meliputi proyeksi isometri, dimetri, dan
trimetri.

Proyeksi isometri

Proyeksi isometri merupakan proyeksi aksonometri dimana pandangan yang dipilih dari
objek diletakan sedemikian rupa terhadap bidang proyeksi dimana masing-masing bidang
membentuk sudut 30 dan skala yang di gunakan pada setiap bidang adalah sama atau sudut antara
sumbu satu terhadap sumbu lainya 120.

Gambar 2.1 Gambar Sudut Yang Terbentuk Dari Sumbu Proyeksi Isometrik (Sumber : http://lgp-
unhas.blogspot.com/2011/08/proyeksi-aksonometri.html:2014)

Pada gambar di bawah ( gambar a ) diperlihatkan sebuah tampakan atas dan depan dari
sebuah kubus ABCDEFGH. Sisi panjang AB, AD, AE ketiganya sama dan saling berpotongan
pada sudut yang sama yaitu 120. Pada posisi seperti itu ( gambar a), ketika bidang horisontal
dinaikan sebesar 35,16 maka dari depan akan tampak rusk HE dan FE membentuk sudut 30 (
gambar b). Sehingga dalam penggambaran, terjadi pemendekan panjang rusuk AE dari panjang
sebenarnya dengan skala pendekatan 0,82:1 yang didapat dari sin 5444 ( Gambar c ). Sedangkan
untuk panjangn rusuk AB dan AD juga terjadi pemendekan panjang rusuk dengan skala
pemendekan 0,82:1 yang didapat dari cos 3516. Sehingga skala perbandingan antar rusuk
AB:AD:AE = 0,82:0,82:0,82 = 1: 1:1.
Gambar 2.2 Gambar Skala Pemendekan Proyeksi Isometri (Sumber : http://lgp-
unhas.blogspot.com/2011/08/proyeksi-aksonometri.html:2014 )

Proyeksi isometri lingkaran

Contoh gambar proyrksi sebuah lingkaran berdiamter 50 satuan panjang ditunjukan pada
gambar 2.3. sedangkan lingkaran dapat digambarkan dalam proyeksi isometri dengan bantuan
sebuah segiempat bujur sangkar yang mengitarinya. Dengan offset method, dari sejumlah titik
pada lingkaran di cari titik-titk bantu pada bujursangkar yang mengelilinginya.

Gambar 2.3 Gambar Lingkaran Dalam Isometri (Sumber : http://lgp-


unhas.blogspot.com/2011/08/proyeksi-aksonometri.html:2014)
Proyeksi isometri bola

Contoh gambar proyeksi isometri sebuah bola berdiameter 50 satuan panjang yang
diletakan diatas bidang horizontal ditujukan oleh gambar dibawah ini.

Gambar 2.4 Gambar Bola Dalam Proyeksi Isometri (Sumber : http://lgp-


unhas.blogspot.com/2011/08/proyeksi-aksonometri.html:2014)

Proyeksi Dimetri

Proyeksi dimetri merupakan bagian dari proyeksi aksonometri. Proyeksi dimetri artinya
skala pemendekan untuk kedua sumbunya adalah sama, sedangkan sudut proyeksi boleh sama atau
berbeda.

Gambar 2.5 Proyeksi Dimetri (Sumber : http://lgp-unhas.blogspot.com/2011/08/proyeksi-


aksonometri.html:2014)

Suatu benda digambarkan kedalam proyesi isometri kadang kadang-kadang sering


didapatkan beberapa buah garis menjadi benimpitan atau beberapa buah bidang sering
diproyeksikan sebagai garis lurus, sehingga bentuk keseluruhan benda tersebut menjadi tidak
jelas,maka untuk mengatasi hal tersebut benda tersebut bisa di gambarkan dengan proyeksi dimetri
seperti gambar 2.5 di atas.

Tabel dibawah menunjukan sudut proyeksi dan skala perpendekan untuk dimetri. Aturan
yng mendasar untuk proyeksi dimetri adalah terdapat skala pemendekan yang sama terhadap dua
sumbu dan dua sudut. Jadi untuk proyeksi isometri bisa dikatakan proyeksi dimetri karena telah
memenuhi skala perpendekan yang sama untuk dua sumbu dan dua sudut proyeksi yang sama.

Tabel 2.1 Sudut Proyeksi Dan Data Skala Pemendekan Proyeksi Dimetri

(Sumber : Basics Gambar Teknik: 2010 )

Proyeksi Trimetri

Proyeksi trimetri adalah proyeksi dengan skala pendekatan tiga sudut tidak sama. Proyeksi
ini dapat dilihat pada gambar dibawah.

Gambar 2.6 Proyeksi Trimetri (Sumber : http://lgp-unhas.blogspot.com/2011/08/proyeksi-


aksonometri.html:2014)

Tabel 2.2 Sudut Proyeksi Dan Data Skala Pemendekan Proyeksi Trimetri
(Sumber : Basics Gambar Teknik: 2010 )

Proyeksi Miring

Proyeksi miring adalah semacam proyeksi sejajar tetapi garis-garis proyeksinya miring
terhadap bidang proyeksi. Gambar yang dihasilkan dengan cara ini disebut proyeksi miring.
Gambar proyeksi miring merupakan gambar gabungan dari gambar othogonal dan gambar
isometri. Sudut yang menggambarkan kedalaman biasanya 30, 45 dan 60terhadap sumbu
horisontal skala pemendekannya di tentukan yaitu 1/3, dan tergantung sudut yang di gunakan.

Gambar 2.7 Proyeksi Miring (Sumber : http://lgp-unhas.blogspot.com/2011/08/proyeksi-


aksonometri.html:2014)

Proyeksi orthogonal

Proyeksi orthogonal sering disebut sebagai gambar proyeksi saja atau gambar tampak. Jika
sebuah benda digambarkan dengan cara proyeksi orthogonal akan menghasilkan sebuah bidang
saja yang tampak pada bidang. Teori gambar proyeksi orthogonal secara garis besar terbagi
menjadi
Proyeksi eropa

Proyeksi ini beranggapan bahwa objek atau benda yang akan digambar atau diproyeksikan
seolah-olah berada dalam suatu kubus. Setiap pandangan menunjukan benda yang terlihat pada
bidang proyeksi dengan melihat sisi benda yang terdekat dengan pengamat. Urutan proyeksi
eropa : pengamatan, objek, dan bidang proyeksi ( garis proyeksi ditarik menjauhi pengamat ).

Gambar 2.8 UrutanProyeksi Eropa ( Sumber : http://fendy-


automotive.blogspot.com/2013/04/proyeksi-model-eropa-dan-amerika.html:2014)

Gambar 2.9 Format tampak proyeksi eropa ( Sumber : http://fendy-


automotive.blogspot.com/2013/04/proyeksi-model-eropa-dan-amerika.html:2014)
Gambar 2.10 Contoh gambar proyeksi eropa ( Sumber : http://fendy-
automotive.blogspot.com/2013/04/proyeksi-model-eropa-dan-amerika.html:2014)

Proyeksi Amerika

Proyeksi cara ini beranggapan sebaliknya, yaitu seolah-olah objek atau benda berada di
luar kubus. Asas proyeksi amerika ; bidang gambar ( bidang proyeksi ) diletakan diantara mata
dan benda yang digambar, sedangkan gambar tersebut adalah bidang gambar yang bening, seperti
kaca. Setiap pandangan menunjukan benda yang terlihat pada proyeksi dengan melihat sisi benda
yang terjauh dengan pengamatan. Urutan proyeksi amerika ; pengamatan, bidang proyeksi, dan
objek (garis proyeksi ditarik menuju pengamat ).

Gambar 2.8 Urutan proyeksi amerika ( Sumber : http://fendy-


automotive.blogspot.com/2013/04/proyeksi-model-eropa-dan-amerika.html:2014)