Anda di halaman 1dari 14

BAB III

METODE PENELITIAN

3.1. Desain Penelitian

Penelitian adalah suatu proses dalam mencapai sesuatu secara


sistematis dalam waktu tertentu dengan menggunakan metode ilmiah
serta aturan-aturan yang berlaku. Melalui penelitian manusia dapat
menggunakan hasilnya. Secara umum data yang telah diperoleh dari
penelitian dapat digunakan untuk memahami, memecahkan dan
mengantisipasi masalah. Memahami berarti memperjelas suatu masalah
atau informasi yang tidak diketahui dan selanjutnya menjadi tahu,
memecahkan berarti meminimalkan atau menghilangkan masalah, dan
mengantisipasi berarti mengupayakan agar masalah tidak terjadi.
Desain dari penelitian adalah semua proses yang diperlukan dalam
perencanaan dan pelaksanaan penelitian. Dalam pengertian yang lebih
sempit, desain penelitian hanya mengenai pengumpulan dan analisis data
saja. Menurut Moh.Nazir (2005:84) dalam pengertian yang lebih luas,
desain penelitian mencakup proses-proses berikut:
1. Identifikasi dan pemilihan masalah penelitian
2. Pemilihan kerangka konsepsual untuk masalah penelitian serta
hubungan-hubungan dengan penelitian sebelumnya
3. Memformulasikan masalah penelitian termasuk membuat spesifikasi
dari tujuan, luas jangkau (scope) dan hipotesis untuk diuji
4. Membangun penyelidikan atau percobaan
5. Memilih serta memberi defenisi terhadap pengukuran variabel-variabel
6. Memilih prosedur dan teknik sampling yang digunakan
7. Menyusun alat serta teknik untuk mengumpulkan data
8. Membuat coding, serta mengadakan editing dan prosesing data
9. Menganalisis data serta pemilihan prosedur statistik untuk
mengadakan generalisasi serta inferensi statistik
10. Pelaporan hasil penelitian, termasuk proses penelitian ,diskusi serta
interpretasi data, generalisasi, kekurangan-kekurangan dalam
penemuan, serta menganjurkan beberapa saran-saran dan kerja
penelitian yang akan datang.

33


Kegiatan penelitian ilmiah harus didasarkan pada metodologi yang
rasional, obyektif dan sistematis agar hasil yang diperoleh dapat
dipertanggungjawabkan. Penelitian memerlukan suatu cara pendekatan
yang tepat untuk dapat memperoleh data-data yang akurat, oleh karena
itu diperlukan adanya suatu metode panelitian yang harus ada relevansi
antara komponen satu dengan yang lainnya. Dengan melihat fokus dan
tujuan penelitian, maka dalam penelitian ini penulis menggunakan metode
penelitian deskriptif dengan pendekatan induktif.
Metode Deskriptif menurut Moh.Nazir (2005:54) adalah:
Suatu metode dalam meneliti status kelompok masyarakat, suatu
objek, suatu set kondisi, suatu sistem pemikiran ataupun suatu
kelas peristiwa masa sekarang. Tujuan dari penelitian deskriptif ini
adalah untuk membuat deskripsi, gambaran atau lukisan secara
sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat serta
hubungan antara fenomena yang diselidiki. Dari pendapat diatas
dapat diketahui bahwa penelitian deskriptif memaparkan keadaan
dilapangan berdasarkan data dan fakta yang ada.

Menurut Whitney (1960) dalam Nazir (2005:54-55) metode


deskriptif mempelajari masalah-masalah dalam masyarakat, serta tata
cara yang berlaku dalam masyarakat serta situasi-situasi tertentu,
termasuk tentang hubungan, kegiatan-kegiatan, sikap-sikap, pandangan-
pandangan, serta proses-proses yang sedang berlangsung dan pengaruh-
pengaruh dari suatu fenomena. Dengan metode deskriptif ini juga
diselidiki kedudukan (status) fenomena atau faktor dan melihat hubungan
antara satu faktor dengan faktor lain, karenanya, metode deskriptif juga
dinamakan studi status (status study)
Berdasarkan pengertian tersebut maka ciri-ciri pokok metode
deskriptif adalah metode penelitian untuk memuat gambaran mengenai
situasi atau kejadian, sehingga metode ini berkehendak mengadakan
akumulasi data dasar belaka. Peneliti bukan saja memberikan gambaran
terhadap fenomena-fenomena, tetapi juga menerangkan hubungan,
menguji hipotesis-hipotesis, membuat prediksi serta mendapatkan makna
dan implikasi dari suatu masalah yang ingin dipecahkan. Dalam

34


pengumpulan data digunakan tehnik wawancara, dengan menggunakan
schedule questionar ataupun interview guide.
Penelitian yang menggunakan pendekatan induktif harus mampu
untuk menemukan masalah-masalah yang bersifat khusus untuk menarik
kesimpulan yang bersifat umum, artinya adanya fenomena tersebut
menggambarkan secara keseluruhan dari obyek yang diteliti. Fakta atau
data khusus yang berdasarkan pengamatan empiris disusun, diolah dan
dikaji untuk kemudian ditarik kesimpulan yang bersifat umum tersebut.
Dari kedua pendekatan tersebut di atas dapat diketahui bahwa
penelitian deskriptif hanya memaparkan keadaan subjek dan objek
penelitian didasarkan pada data dan fakta yang ada tanpa terkait
keharusan membuat hipotesa yang biasanya dinyatakan dalam bentuk
hubungan antara satu variabel dengan variabel yang lain.
Kesimpulan yang dapat diambil, bahwa metode penelitian deskriptif
dengan pendekatan induktif merupakan suatu metode penelitian dengan
menggambarkan atau melukiskan keadaan obyek penelitian pada saat
sekarang terhadap fakta-fakta yang tampak secara khusus sehingga
nantinya dapat ditarik gambaran secara umum tanpa membuat
perbandingan dengan variabel lain.

3.2. Populasi dan Sampel


3.2.1. Populasi

Populasi merupakan keseluruhan aspek penelitian yang dapat


berupa manusia, gejala-gejala, benda-benda dan tingkah laku yang
berfungsi sebagai sumber data. Arikunto menyatakan bahwa Populasi
adalah keseluruhan objek penelitian. Menurut Sugiyono (2006:90) bahwa
populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek/subjek yang
mempunyai kuantitas dan karekteristik tertentu yang ditetapkan oleh
peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.
Didasarkan pada pengertian masyarakat dalam P2KP dimana
masyarakat adalah seluruh penduduk warga kelurahan/desa peserta

35


P2KP baik yang kaya maupun yang miskin kaum minoritas, pendatang
dan penduduk asli setempat yang setelah melalui proses pemberdayaan
dapat menyadari dan memahami kondisi kelurahan/desa mereka serta
persoalan kemiskinan yang masih dihadapi dan sepakat perlunya
mengorganisasi diri untuk menanggulangi persoalan kemiskinan tersebut
secara bersama, mandiri, terpadu dan sistematik.
Yang menjadi populasi adalah seluruh individu-individu kepala
keluarga miskin yang berjumlah 219 orang berdasarkan hasil skoring
kriteria miskin menurut P2KP di Kelurahan Lalang sebagai penerima dana
bantuan langsung masyarakat (P2KP).

3.2.2. Sampel

Berdasarkan populasi tersebut kemudian ditentukan sampel yang


akan diteliti. Sampel menurut Sugiyono (2006:91) adalah Sebagian dari
jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Sampel
dalam hal ini menunjukkan karakteristik yang terwakili sehingga memiliki
ciri, sifat dan bentuk yang tercermin dari populasi. Hal ini ditambah dengan
pendapat Arikunto (2006:140), pengambilan sampel ini harus sedemikian
rupa sehingga diperoleh sampel (contoh) yang benar-benar dapat
berfungsi sebagai contoh, atau dapat menggambarkan situasi yang
sebenarnya. Dengan istilah lain, sampel harus representatif.
Menurut Moh Nazir (2005:271) sebuah sampel adalah bagian dari
populasi. Survei sampel adalah suatu prosedur dimana hanya sebagian
dari populasi saja yang diambil dan dipergunakan untuk menentukan sifat
serta ciri yang dikehendaki dari populasi.
Teknik penentuan sampel yang digunakan penulis adalah teknik
cluster sampling. Menurut Sugiyono (2006:93) teknik sampling daerah
digunakan melalui 2 (dua) tahap yaitu tahap pertama menentukan sampel
daerah, dan tahap berikutnya menentukan orang-orang yang ada pada
daerah itu secara sampling juga. Sedangkan menurut Nazir (2005:277),
dalam cluster sampling:

36


Populasi dibagi dulu atas kelompok berdasarkan area atau cluster.
Anggota subpopulasi tiap cluster tidak perlu homogen, beberapa cluster
dipilih dulu sebagai sampel. Kemudian dipilih lagi anggota unit dari sampel
cluster di atas. Dalam memilih anggota unit ini, bisa saja diambil seluruh
elementary unit dari cluster atau sebagian dari unit elementer dari cluster.
Biasanya randomisasi penarikan sampel hanya di kala memilih cluster,
dan tidak di kala memilih anggota unit elementer.
Berdasarkan pengertian di atas dan menurut data kelurahan dan
data KK miskin hasil pemetaan swadaya P2KP 2008, yang menjadi
sampel dalam penelitian ini yaitu 219 KK miskin atau 1000 jiwa yang
tersebar di 4 lingkungan. Untuk menentukan jumlah sampel dengan
menggunakan rumus Taro Yamane dalam Rahmat dalam Riduwan
(2005:65) sebagai berikut :

N
n= Keterangan:
n = Jumlah sampel
N d + 1
N = Jumlah populasi dalam kluster
d = Nilai presisi
Ketidaktelitian menurut Arikunto (2006:134) bahwa jika jumlah
subjeknya besar dapat diambil antara 10% - 15% atau 20% - 25% atau
lebih. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan presisi 25% sehingga
didapatkan jumlah sampel penelitian sebagai berikut :

N 219 219
n = = = = 56,01 56
N d + 1 219 (10%)+1 3,91

= jadi jika dibulatkan menjadi 56 KK

Berdasarkan hasil perhitungan sampel di atas, penulis memperoleh


sebanyak 56 kepala keluarga yang berasal dari masyarakat yang terdapat
pada 4 lingkungan di Kelurahan Lalang Kecamatan Rambutan.
Selanjutnya untuk menentukan jumlah sampel pada tiap-tiap lingkungan,
maka diperlukan suatu satuan yang disebut sampling fraction (f) untuk

37


masing-masing sub populasi dengan jumlah disesuikan terhadap
stratanya. Niai f dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut: (Umar,
2005:89)

Keterangan:
Ni F = ukuran sampel masing-masing
f= x n Ni = jumlah penduduk sub populasi
N N = jumlah penduduk miskin
n = ukuran sampel
Berdasarkan rumus tersebut di atas dengan jumlah populasi penelitian
sebanyak 291 jiwa (N=291), dapat diperoleh ukuran sampel dari masing-
masing lingkungan sebagaimana terlihat dalam tabel berikut:
TABEL 3.1
PENYEBARAN SAMPEL PENELITIAN
NO LINGKUNGAN RUMUS JUMLAH SAMPEL
(1) (2) (3) (4)
N1 59
1 01 n1= n= 56,01 = 15,08 15 responden
N 219
N2 36
2 02 n2= n= 56,01 = 9,21 9 responden
N 219
N3 55
3 03 n3= n= 56,01 = 14,06 14 responden
N 219
N4 69
4 04 n4= n= 56,01 = 17,64 18 responden
N 219
Jumlah 56 responden

Selanjutnya dari data kelurahan terdapat jumlah penduduk dari tiap-tiap


lingkungan yang dapat dilihat dari tabel berikut:
TABEL 3.2
JUMLAH PENDUDUK PER LINGKUNGAN
JUMLAH JUMLAH JUMLAH JUMLAH
NO LINGKUNGAN PENDUDUK KK PENDUDUK KK MISKIN
MISKIN
1. 0I 1825 298 325 59
2. 02 1274 225 210 36
3. 03 860 190 90 55
4. 04 1790 380 375 69
JUMLAH 5749 1093 1000 219
Sumber: Data primer diolah, 2008

38


Guna melengkapi hasil kuisioner, maka dilakukan wawancara
dengan informan sebagai berikut:
1. PJOK (Penanggung Jawab Operasional Kegiatan) Kecamatan
Rambutan : 1 (satu) orang
2. Lurah Kelurahan Lalang : 1 (satu) orang
3. Ketua BKM di Kelurahan Lalang : 1 (satu) orang
4. Fasilitator Kelurahan Lalang : 1 (satu) orang

3.3. Variabel Penelitian

Menurut Arikunto (2006:121) variabel adalah objek penelitian atau


apa yang menjadi titik perhatian suatu penelitian. Pemecahan variabel
menjadi sub variabel ini juga disebut kategorisasi, yakni memecah variabel
menjadi kategori-kategori data yang harus dikumpulkan oleh peneliti.
Kategori-kategori ini dapat diartikan sebagai indikator variabel. Kategori
sub variabel dan indikator ini akan menjadi pedoman dalam menyusun
instrument, mengumpulkan data dan kelanjutan langkah penelitian yang
lain. Instrumen penelitian merupakan alat atau fasilitas yang digunakan
peneliti dalam mengumpulkan data agar pekerjaannya lebih mudah dan
hasilnya lebih baik.
Langkah-langkah pelaksanaan program seperti yang tercantum
dalam Pedoman Umum P2KP edisi revisi tahun 2005 meliputi: Tahap
pengelolaan, tahap pelaksanaan, tahap pengawasan dan tahap sasaran
program, yaitu social, ekonomi, lingkungan serta ditambah faktor
penghambat dan penanggulangannya secara interen dan eksteren.
Agar variabel yang masih abstrak menjadi lebih kongkrit dan mudah
diukur, maka diperlukan operasionalisasi variabel sebagai berikut:

39


TABEL 3.3
VARIABEL PENELITIAN

VARIABEL SUB VARIABEL INDIKATOR


1. Implementasi Program 1. Unsur Pelaksana 1. Pengelolaan
Penanggulangan 2. Pelaksanaan
Kemiskinan Perkotaan 3. Pengawasan
(P2KP) 2. Target Sasaran 1. Sosial
2. Ekonomi
3. Lingkungan
3. Faktor penghambat 1. Interen
dan upaya untuk 2. Eksteren
mengatasinya
Sumber: Buku Pedoman P2KP 2006

3.4. Sumber Data dan Teknik Pengumpulan Data


3.4.1. Sumber Data

Menurut Arikunto (2006:129) dan Sugiyono (2006;156)


menyatakan, yang dimaksud dengan sumber data dalam penelitian adalah
subjek dari mana data dapat diperoleh. Sumber data yang digunakan
dalam penelitian adalah sebagai berikut:
1. Data primer
Data primer adalah data yang diperoleh secara langsung dari
narasumber atau responden baik yang dilakukan dengan wawancara
atau kuesioner.
Menurut Iqbal Hasan (2002:82) mengemukakan bahwa data primer
adalah data yang diperoleh atau dikumpulkan oleh orang yang
melakukan penelitian atau yang bersangkutan yang memerlukannya.
2. Data sekunder
Data sekunder adalah data yang berguna bagi peneliti karena data ini
diperoleh dari dokumen-dokumen dan berisi informasi yang berkaitan
dengan data yang diperoleh di lapangan.

40


Sugiarto,dkk (2003:19) mengemukakan bahwa data sekunder
merupakan data primer yang diperoleh oleh pihak lain atau data primer
yang telah diolah lebih lanjut dan disajikan baik oleh pengumpul data
primer atau oleh pihak lain yang pada umumnya disajikan dalam
bentuk tabel-tabel atau diagram-diagram.
Arikunto (2006:129) membagi sumber data menjadi 3 yaitu person,
place dan paper.
1. Person, yaitu sumber data berupa orang yang dapat memberikan data
berupa jawaban lisan melalui wawancara dan jawaban tertulis melalui
kuesioner. Sesuai dengan sampel yang diambil, maka person dalam
penelitian ini adalah:
a. Kepala Keluarga Miskin Kelurahan Lalang terdiri dari 56 Kepala
Keluarga
b. Informan yang terdiri dari 4 (empat) orang antara lain :
(1) PJOK (Penanggung Jawab Operasional Kegiatan) Kecamatan
Rambutan : 1 (satu) orang
(2) Kepala Kelurahan Lalang : 1 (satu) orang
(3) Ketua BKM di Kelurahan Lalang : 1 (satu) orang
(4) Fasilitator Kelurahan Lalang : 1 (satu) orang
2. Place, yaitu sumber data yang berupa tempat yang menyajikan
tampilan keadaan diam atau bergerak melalui metode survei. Dalam
penelitian ini yang menjadi place adalah wilayah Kelurahan Lalang
sebagai tempat kegiatan petugas pelaksana program serta
masyarakat dalam pelaksanaan P2KP.
3. Paper, yaitu sumber data yang menyajikan tanda-tanda berupa huruf,
angka, gambar atau simbol-simbol lain yang cocok untuk penggunaan
metode dokumentasi. Dalam hal ini penulis menggunakan data dan
arsip yang berada di sekretariat Konsultan P2KP, sekretariat Badan
Keswadayaan Masyarakat (BKM), Kantor Kelurahan Lalang, Kantor
Kecamatan Rambutan dan Kantor Bappeda Kota Tebing Tinggi.

41


3.4.2. Teknik Pengumpulan Data

Menurut Nazir (2005:174), pengumpulan data tidak lain dari suatu


proses pengadaan data primer untuk keperluan penelitian. Dalam
pengumpulan data yang dibutuhkan, teknik yang dipakai penulis adalah:
1. Kuesioner
Sugiyono (2006:158) mengatakan bahwa kuesioner adalah, teknik
pengumpulan data dengan cara memberi seperangkat pertanyaan
atau pernyataan secara tertulis kepada responden untuk dijawabnya.
Dalam penelitian ini penulis menggunakan instrumen utama berupa
kuesioner tertutup, yang diperuntukkan bagi masyarakat miskin yaitu
56 orang Kepala Keluarga Miskin (KKM) penerima bantuan dana
bergulir Program Penanggulangan Kemiskinan di Perkotaan (P2KP).
Hal ini guna mengukur setiap item dan indikator dengan memberikan 3
(tiga) alternatif pilihan jawaban.
2. Wawancara
Menurut Sugiyono (2006:157) mengatakan bahwa wawancara
digunakan sebagai teknik pengumpul data apabila peneliti ingin
melakukan studi pendahuluan untuk menemukan permasalahan yang
harus diteliti, dan juga apabila peneliti ingin mengetahui hal-hal dari
responden yang lebih mendalam dan jumlah respondennya
sedikit/kecil. Secara singkat dapat dikatakan bahwa wawancara adalah
suatu teknik pengumpulan data dengan cara tanya jawab secara
langsung terhadap 4 orang informan yaitu, PJOK (Penanggung Jawab
Operasional Kegiatan) Kecamatan Rambutan 1 (satu) orang, Kepala
Kelurahan Lalang 1 (satu) orang, Ketua BKM di Kelurahan Lalang 1
(satu) orang, Fasilitator Kelurahan Lalang 1 (satu) orang.
3. Dokumentasi
Menurut Arikunto (2006:158) menyatakan, studi dokumentasi adalah
cara mengumpulkan data melalui peninggalan tertulis, terutama berupa
arsip-arsip dan termasuk juga buku-buku tentang pendapat, teori,
dalil/hukum-hukum dan lain-lain yang berhubungan dengan masalah

42


penyelidikan. Dari pengertian di atas penulis mengumpulkan data cara
menghimpun segala macam data yang berkaitan dengan masalah
yang akan diteliti dan dokumen-dokumen foto.

3.5. Teknik Analisis Data

Analisis adalah merupakan suatu proses penyusunan data supaya


dapat ditafsirkan. Analisis merupakan pekerjaan yang tidak mudah dan
memerlukan etos kerja dan ketelitian.
Sedangkan data merupakan hasil pencatatan peneliti, baik yang
berupa fakta maupun angka yang digunakan sebagai bahan untuk
memperoleh informasi.
Nazir (2005:346) mengemukakan bahwa analisis data merupakan
bagian yang amat penting dalam metode ilmiah, karena dengan
analisislah, data tersebut dapat diberi arti dan makna yang berguna dalam
memecahkan masalah penelitian.
Moleong (2006:38) menyebutkan bahwa peneliti kualitatif sering
menggunakan data kuantitatif, kedua pendekatan tersebut dapat
digunakan apabila desainnya adalah memanfaatkan satu paradigma
sedangkan paradigma yang lain sebagai pelengkap. Oleh karena itu
penulis menggunakan teknik analisis kualitatif yang dikuantitatifkan. Untuk
kuisioner penulis menggunakan metode kuantitatif dengan analisis
statistik deskriftif untuk pengolahan datanya. Langkah-langkah teknik
analisis data menurut Nazir (2005:347) antara lain:
1. Editing Data
Proses pengolahan data mentah yang diperoleh pada saat melakukan
penelitian. Data direduksi, dirangkum dan dipilih sesuai permasalahan
yang diteliti.
2. Klasifikasi Data
Penggolongan data yang bersifat umum guna memperoleh gambaran
yang jelas dan kesimpulan yang tepat.
3. Interpretasi Data

43


Data yang telah dimasukkan ke dalam tabel kemudian dicari makna
atau artinya yang lebih luas dari data dan diolah dengan
menghubungkan pada ilmu pengetahuan serta hasil penemuan yang
ada.
4. Tabulasi Data
Data yang telah dikelompokkan tersebut kemudian disajikan dalam
bentuk tabel sehingga mempermudah peneliti untuk menganalisis dan
mencari maknanya.
Dalam tahapan ini peneliti mentabulasikan data yang telah
diediting, kemudian diolah sesuai dengan skala likert, sebagaimana
dikemukakan oleh Nasution (2004:63) bahwa skala Likert sangat luwes
dan fleksibel, jumlah item atau pernyataan, jumlah alternatif jawaban
terserah pada pertimbangan peneliti. Untuk itu penulis menggunakan
skala Likert dengan gradasi dari sangat positif sampai dengan negatif
yang dapat berupa kata-kata. Hal ini diterapkan sebagai berikut:
1. jawaban a dengan bobot niai 3, dengan kriteria baik/positif
2. jawaban b dengan bobot niai 2, dengan kriteria cukup/sedang
3. jawaban c dengan bobot niai 1, dengan kriteria kurang/negatif
Untuk interval data maka diadakan penghitungan sehingga ada
perbedaan antara tiap kriteria. Interval dilakukan dengan mengurangi nilai
tertinggi dengan nilai terendah dibagi jumlah alternatif jawaban.
Menurut Nazir (2005:380) rumus menentukan interval sebagai
berikut

R Keterangan:
i= i = Besar interval kelas
K R = Range/jarak pengukuran (bobot tertinggi bobot
terendah)
K = jumlah interval kelas/banyaknya bobot
Berdasarkan rumus di atas dapat diperoleh interval sebagai berikut:

R 3-1
i= = = 0,66
K 1

44


Dengan demikian diperoleh skala interval sebagai berikut :
1. 1,00 1,66 dikategorikan kurang
2. 1,67 2,33 dikategorikan cukup/sedang
3. 2,34 3,00 dikategorikan baik
Untuk menghitung skor rata-rata indikator/dimensi/variabel sebagai
rekapitulasi dari beberapa gejala/dimensi dengan menggunakan rumus
(Nazir,2005:383)

xi Keterangan:
X=
n X = skor rata-rata indikator/dimensi/variabel
xi = jumlah skor rata-rata gejala/indikator/dimensi
N = jumlah gejala/indikator/dimensi
Setelah diperoleh skor rata-rata indikator/dimensi/variabel, selanjutnya
ditentukan kategori skor rata-rata tersebut berdasarkan skala interval yang
telah dijelaskan di atas.

3.6. Tempat Dan Waktu Penelitian


3.6.1. Tempat Penelitian

Penelitian dilaksanakan di Kantor Kelurahan Lalang Kota Tebing


Tinggi.

3.6.2. Waktu Penelitian

Penelitian dilaksanakan mulai tanggal 08 Januari 2008 sampai


dengan 31 Januari 2008.

45


TABEL 3.4
JADWAL PENYUSUNAN LAPORAN AKHIR
TAHUN AKADEMIK 2007/2008
TAHUN
2007 2008
NO KEGIATAN
NOV DES JAN FEB MAR APR MEI
1 Pengajuan
Judul
2 Penyusunan
dan Pengajuan
Rancangan
Penelitian
3 Pengumpulan
Data Sekunder
4 Penelitian dan
Pengumpulan
Data Primer
5 Penyusunan
Laporan Akhir
6 Ujian
Komprehensif
Sumber: Kalender Akademik Tahun 2007-2008

46