Anda di halaman 1dari 9

LAPORAN KASUS HARIAN

NSTEMI (NON ST ELEVASI MIOKARD INFARK)

PROGRAM PROFESI NERS PSIK FK UNSRI


Keperawatan Gawat Darurat & Intensif

OLEH :

ADE ERNA WIDYANI

04021481518017

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN


FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
2017
LAPORAN KASUS HARIAN
PROFESI NERS PSIK FK UNSRI
Keperawatan Gawat Darurat & Intensif

A. INITIAL ASSESSMENT
Nama : Tn. S
Umur : 78 tahun
Alamat : Jln. Merdeka, kec talang semut kecil, Palembang
Agama : Islam
Tanggal MRS : 12/10/2017
Tanggal Pengkajian : 12/10/2017
No. Medical Record : 000981991

Penanggung Jawab
Nama : Ny. A
Agama : Islam
Pekerjaan : swasta
Alamat : Jln. Merdeka, kec talang semut kecil, Palembang

Diagnosa Medis : NSTEMI

Datang ke RS dengan kendaraan :


Ambulan 118
Mobil pribadi
Lain-lain

B. PENGKAJIAN PRIMER
Keluhan Utama : Nyeri pada bagian dada sebelah kiri
Riwayat Penyakit Sekarang :
Pasien mengatakan pasien menderita hipertensi sejak 5 tahun yang lalu, pasien mengatakan
sejak 3 tahun terakhir sering merasa nyeri pada bagian dada sebelah kiri, nyeri timbul pada
saat beraktivitas dan hilang pada saat istirahat dan minum obat dibawah lidah. 1 hari SMRS
pasien mengatakan nyeri timbul pada bagian dada sebelah kiri menjalar sampai ke tangan
sebelah kiri dan menjalar hingga ke punggung bagian belakang, nyeri seperti di tusuk-tusuk,
skala nyeri 5, nyeri terasa 10-15 menit dan hilang pada saat minum obat dibawah lidah, setelah
itu nyeri timbul kembali lalu pasien dibawa ke IGD RSMH.
PENGKAJIAN DIAGNOSA TINDAKAN
KEPERAWATAN KEPERAWATAN KEPERAWATAN
A. Airway Tidak ada Tidak ada
Paten
Tidak paten
Pangkal lidah jatuh
Sputum
Darah
Spasme
Benda asing
Suara nafas
Normal
Stidor
Tidak ada suara nafas
Lain-
lain

B. Breathing Ketidakefektifan pola 1. Memonitor tanda-tanda


nafas vital
1. Pola Nafas
Apnea 2. Memposisikan pasien
Dyspnea untuk memaksimalkan
Bradipnea
ventilasi
Takipnea
Orthopnea 3. Mengauskultasi suara
Eupnea nafas, catat adanya suara

2. Bunyi Nafas nafas tambahan


Vesikuler 4. Berkolaborasi pemberian
Whezing
oksigen 6 L dan monitor
Stidor
Ronchi aliran oksigen

3. Irama Nafas
Teratur
Tidak teratur

4. Frekuensi nafas 24 x/menit

5. Penggunaan otot bantu nafas


Pernafasan dada
Pernafasan perut

Lain-lain:
C. Circulation
1. Akral
Hangat
Dingin
2. Pucat : Ya Tidak
3. Cianosis: Ya Tidak
4. Pengisian Kapiler
< 2 detik
> 2 detik
5. Nadi
Teraba
Tidak teraba
6. Tekanan darah: 110/90
mmHg
7. Pendarahan
Ya Tidak
Jika Ya :
Lokasi pendarahan:

8. Kelembaban Kulit
Lembab Kering

9. Turgor:
Elastis Tidak elastis

Lain-lain:

10. Adanya riwayat kehilangan


cairan dalam jumlah besar
Diare
Frek.x/hari
Jumlah..
Muntah
Frek 2x/hari
Luka Bakar
Luas luka:
Grade:
Lain-lain

D. Disability Tidak ada Tidak ada

1. Tingkat Kesadaran :
Composmentis
Nilai GCS : 15
a. Dewasa
E: 4 M: 6 V:5
2. Pupil
a. Respon cahaya: +/+
b. Ukuran Pupil
Isokor
An isokor
c. Diameter
1mm 2mm
3mm 4mm

3. Penilaian ekstremitas
Sensorik ya tidak
Motorik Ya tidak
Kekuatan otot : 5 5

5 5

E. Exposure Nyeri akut 1) Mengukur TTV


2) Mengkaji karakteristik nyeri
Trauma pasien secara komprehensif
Lokasi Trauma: dengan PQRST (P : faktor
penambah nyeri, Q : kualitas
atau jenis nyeri, R : region
Adanya jejas/luka atau daerah yang mengalami
Lokasi: nyeri, S : skala nyeri, T :
waktu dan frekuensi)
3) Mengobservasi reaksi non
Ukuran verbal dan ketidaknyamanan
Luascm2 4) Mengatur posisi yang nyaman
Kedalaman luka.cm dan aman
5) Mengajarkan penggunaan
Keluhan Nyeri teknik manajemen nyeri
Lokasi: Nyeri pada bagian dada (relaksasi nafas dalam, hand
sebelah kiri massage)
6) Menganjurkan pasien untuk
istirahat
Intensitas: Hilang timbul 7) Berkolaborasi dalam
memberikan obat analgesik
sesuai indikasi
Skala Nyeri : 5

Lain-lain:
PRIORITAS MASALAH ANALISA MASALAH PEMBAHASAN
KEPERAWATAN
Nyeri akut berhubungan DS : Kelainan metabolisme
Pasien mengatakan nyeri pada
dengan iskemia jaringan bagian dada sebelah kiri, Aterosklerosis
seperti ditusuk-tusuk Akumulasi/penimbunan
DO : atheroma/plak di intima arteri
Tampak lemas
Pasien berbaring ditempat Rupture plaque
tidur Aktivasi factor dan pembekuan dan
Ekspresi wajah tampak
meringis platelet
P : Nyeri timbul pada saat
Pengeluaran tissue factor
beraktivitas ringan
Q : Nyeri seperti ditusuk-tusuk Produksi thrombin meningkat
R : dada sebelah kiri dan
menjalar ke tangan kiri Terjadi adhesi dan agregasi
S : Skala nyeri 5
Pembentukan thrombus
T : Hilang timbul
TD : 110/90 mmHg Penurunan aliran darah coroner
HR : 86 x/menit
RR : 24 x/menit Iskemia
T : 36, 1C NSTEMI
Kebutuhan O2 meningkat
Metabolism anaerob
Produksi asam laktat meningkat
Merangsang nosiseptor
Angina pectoris
Nyeri akut

Saat dilakukan pengkajian


didapatkan data, pasien datang dengan
keluhan nyeri pada bagian dada
sebelah kiri dan pasien mengatakan
menjalar sampai ke bagian tangan kiri.
Pada saat dikaji pasien mengatakan
skala nyeri 5, dimana sebelumnya
pasien sudah minum obat dibawah
lidah sehingga nyeri yang dirsakan
berkurang.
Pasien mengatakan sudah lama
menderita hipertensi sehingga
beberapa tahun terakhir pasien
mengeluh sering mengalami nyeri pada
bagian dada mendadak.
Nyeri pada bagian dada pasien
yang dengan diagnose medis NSTEMI
dikarenakan kurangnya suplai oksigen
ke miokard sehingga sering terjadi
nyeri pada pasien dengan NSTEMI,
pasien dengan NSTEMI sering
mengeluh nyeri pada bagian dada
sebelah kiri, terasa kaku pada bagian
tangan kiri sampai menjalar kebagian
punggung belakang. Pasien dengan
NSTEMI sering terjadi nyeri secara
mendadak, skala nyeri 6 sampai 8,
tergantung dengan respon individu
terhadap nyeri bahkan sampai pasien
mengatakan nyeri skala 10. Nyeri
hilang tidak langsung dengan tindakan
nonfarmakologi biasanya nyeri akan
hilang pada saat diberikan farmakolgi
atau obat dibawah lidah (ISDN).
Prioritas masalah keperawatan
utama yang diangkat adalah nyeri akut
berhubungan dengan iskemia jaringan
miokard. Nyeri akut adalah nyeri yang
kurang dari 6 bulan yang ditandai
dengan adanya perubahan tekanan
darah, nadi, suhu, perilaku atau
ekspresi yang menunjukkan nyeri,
gangguan istirahat tidur dan
melaporkan nyeri secara verbal
(Nanda, 2015)
Implementasi yang telah dilakukan
untuk diagnosa keperawatan nyeri akut
berhubungan dengan iskemia jaringan
adalah memberikan tindakan
keperawatan teknik non farmakologi
yaitu relaksasi nafas dalam dan
handmassage, mengkaji karakteristik
nyeri pasien, mengobservasi reaksi non
verbal pasien terhadap
ketidaknyamanan, membantu pasien
menemukan posisi yang nyaman,
menganjurkan pasien untuk berbaring
ditempat tidur dan berkolaborasi dalam
memberikan analgesik yaitu pemberian
ISDN pada saat nyeri timbul.
Ketidakefektifan pola DS : NSTEMI
Pasien mengatakan sesak nafas
nafas Kontraktilitas miokard menurun
DO : Vasokontriksi pembuluh darah
- Pasien tampak sesak
nafas Penurunan perfusi jaringan
- Terdapat penggunakan
otot pernafasan dada Suplai 02 ke paru
- Terpasang oksigen Kebutuhan O2 meningkat
binasal 6 L
- Posisi pasien Kompensasi RR meningkat
semifower
- RR : 24 x/menit
Takipnea/ dyspnea
- Tidak ada suara Ketidakefektifan pola nafas
tambahan Pada pasien dengan diagnosa
NSTEMI biasanya disertai dengan
pola nafas tidak efektif dikarenakan
adanya penurunan perfusi jaringan
yang mengakibatkan suplai O2
keparu menurun sedangkan
kebutuhan akan O2 meningkat,
sehingga kompensasi pernafasan
meningkat lalu terjadinya dyspnea
pola nafas tidak efektif.
Pada saat pengkajian
ditemukan bahwa pasien
mengalami sesak afas dimana saat
dikaji pernafasan pasien 24x/ menit,
tampak adanya pergerakan otot
dada untuk bernafas namun tidak
ditemukannya suara yanga
bnormlaa tau suara tambahan, tidak
adanya hambatan jalan nafas.
Implementasi yang telah
diberikan pada diagnosa
ketidakefektifan pola nafas pada
pasien ini dengan mengatur posisi
pasien semifower untuk
memaksimalkan saat bernafasdan
mengatur posisi pasien senyaman
mungkin, dan pemberian oksigen
binasal 6L untuk memenuhi
kebutuhan oksigen dalam tubuh dan
juga untuk mencegah terjadinya
iskemik yang lebih luas pada
jaringan.
DAFTAR PUSTAKA
1. Nanda International Inc. Diagnosa Keperawatan : Definisi dan Klasifikasi 2015-2017.

Jakarta : EGC

2. Kalim Harmani, dkk (2004), Tatalaksana Sindrom Koroner Akut Tanpa ST Elevasi,
PERKI
3. Pratanu Sunoto (2000), Kursus EKG, PT Karya Pembina Swajaya, Surabaya
4. Ruhyanudin Faqih (2006), Asuhan Keperawatan Pada Klien dengan Gangguan Sistem
Kardiovaskuler, UMM Press, Malang
5. Smeltzer, C. S & Bare, G. B. 2006. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah. Jakarta :
EGC