Anda di halaman 1dari 50

LAPORAN KEGIATAN HARIAN DAN MINGGUAN

PELAYANAN BIMBINGAN KONSELING

MINGGU KE BULAN ..SEMESTER TAHUN ..

KELAS :

Hari/Tanggal No Jenis kegiatan Paaraf


GP/Konselor

Senin

Selasa

Rabu

Kamis

Jumaat

Sabtu

Mengetahui mataram, 7 Desember 2009


Kepala SMPN 14 Mataram Guru Pembimbing

SYAHTUM,S.Si SRI AGUSTINI,S.Pd


Nip.195412311977112005 Nip.196908172007012042
LAPORAN LAYANAN KONSELING INDIVIDU
PELAYANAN BIMBINGAN KONSELING

BULAN . SEMESTER.KELAS..TAHUN..
Nama Guru Pembimbing :
Hari/Tanggal No Nama Siswa permasalahan Tindak Paraf Guru
Lanjut pembimbing

Mengetahui mataram, 7 Desember 2009


Kepala SMPN 14 Mataram Koordinator Bimbingan Konseling

SYAHTUM,S.Si SRI AGUSTINI,S.Pd


Nip.195412311977112005 Nip.196908172007012042
DEPARTEMEN PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAH RAGA
KOTA MATARAM
SMP NEGERI 14 MATARAM
Jl.Brawijaya No.23 ( 0370 ) 633199 Cakranegara Kota Mataram ( 83234 )

KARTU KONSULTASI

KELAS : TAHUN PELAJARAN : WALI KELAS :

Hari/Tanggal Nama Masalah Laporan Tindakan Tindakan Paraf


siswa dari wali selanjutnya Kep
kelas sek
1 2 3 4 5 6 7
DEPARTEMEN PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAH RAGA
KOTA MATARAM
SMP NEGERI 14 MATARAM
Jl.Brawijaya No.23 ( 0370 ) 633199 Cakranegara Kota Mataram ( 83234 )

KARTU OBSERVASI

Nomor :

Hal : Observasi Peserta Didik

Kepada
Yth. : Bapak/Ibu Guru

Dengan hormat

Sehubungan dengan kegiatan Bimbingan dan Konseling dalam


membina
Peserta didik :
Nama :
Kelas :

Maka mohon bantuan Bapak/Ibu untuk mengadakan observasi


{pengamatan}
Terhadap peserta didik yang bersangkutuan, sebagai bahan
pelengkap
Bimbingan.
Setelah diisi harap diserahkan kepada guru BK

Atas bantuan Bapak/Ibu, kami ucapkan terimah kasih.

Observer

.
DEPARTEMEN PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAH RAGA
KOTA MATARAM
SMP NEGERI 14 MATARAM
Jl.Brawijaya No.23 ( 0370 ) 633199 Cakranegara Kota Mataram ( 83234 )

LAPORAN OBSERVASI
No Nama Siswa Tanggal Wali Kelas Pristiwa
Kejadian

Mengetahui Kuripan, ,,2009


Kepala Guru Pembimbing
SMPN 14 Mataram

Sahtum,S.Si Sri Agustini,S.Pd


Nip. 195412311977112005 Nip. 196908172007012042
DEPARTEMEN PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAH RAGA
KOTA MATARAM
SMP NEGERI 14 MATARAM
Jl.Brawijaya No.23 ( 0370 ) 633199 Cakranegara Kota Mataram ( 83234 )

Nomor :
Lampiran :
Hal : Home Visit

Kepada
Yth.Bapak/Ibu/Orang tua wali dari :
__________________________________

Di

Tempat

Sehubungan permasalahan putra/putrid kita :


Nama :
Kelas :
Berupa :

Kami mengutus salah satu Bapak/Ibu Guru :

Nama :

Nip :

Jabatan :

Untuk mengunjungi guna melihat dan mengetahui kondisi dari putra/putrid kita.
Atas koordinasi yang baik kami ucapkan terima kasih.

Mataram 2009
Kepala
SMPNegeri 14 Mataram Guru Pembimbing

Sahtum,S.Si Sri Agustini,SPd


Nip.195412311977112005 Nip.196908172007012042
DEPARTEMEN PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAH RAGA
KOTA MATARAM
SMP NEGERI 14 MATARAM
Jl.Brawijaya No.23 ( 0370 ) 633199 Cakranegara Kota Mataram ( 83234 )

KARTU KONSULTASI

KELAS : TAHUN PELAJARAN : WALI KELAS :

Hari/Tanggal Nama Masa Laporan Tindakan Tindakan Paraf


siswa lah dari wali kelas selanjut
1 2 3 4 5 6 7
DEPARTEMEN PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAH RAGA
KOTA MATARAM
SMP NEGERI 14 MATARAM
Jl.Brawijaya No.23 ( 0370 ) 633199 Cakranegara Kota Mataram ( 83234 )

PETA MASALAH

K E LA S WALI KELAS
No Nama siswa Nama Pekerjaan Alamat Masalah Ket
Orang Tua Orang
Tua

DEPARTEMEN PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAH RAGA


KOTA MATARAM
SMP NEGERI 14 MATARAM
Jl.Brawijaya No.23 ( 0370 ) 633199 Cakranegara Kota Mataram(83234)
LAPORAN KONSELING

NO NAMA SISWA KELAS MASALAH TINDAKAN KESIMPULAN


SELANJUTNYA HASIL
KONSELING

KEPALA SEKOLAH GURU PEMBIMBING

Sahtum,S.Si Sri Agustini,S.PdNip.


195412311977112005 Nip. 196908172007012042
BEBAN TUGAS GURU PEMBIMBING /KONSELOR

Sesuai dengan ketentuan Surat Keputusan Bersama Menteri


Pendidikan dan Kebudayaan dan Kepala Badan Administrasi
Kepegawaian Nomor : 0433/P/1993 dan Nomor : 25 tahun 1993
diharapkan pada setiap sekolah ada petugas yang melaksanakan layanan
bimbngan yaitu guru pembimbing / Konselor dengan rasio satu orang
guru pembimbing/Konselor untuk 150 0rang peserta didik.

Oleh karena itu kehususan bentuk tugas dan tanggung jawab guru
pembinbing/Konselor sebagai suatu profesi yang berbeda dengan bentuk
tugas guru mata pelajaran , maka beban tugas atau penghargaan jam kerja
guru pembinbg/Konselor ditetapkan 36 jam /Minggu.

Beban tugas guru pembimbing/Konselor ialah :


1. Menyusun program layanan dalam bidang bimbingan pribadi
social,bimbingan belajar ,bimbingan karier, serta semua jenis
layanan termasuk kegiatan pendukung yang dihargai sebanyak
12 jam..
2. Melaksanakan layanan dalam bidang bimbingan
pribadi,bimbingan belajar ,bimbingan karier serta semua jenis
layanan termasuk kegiatan pendukung yang dihrgai sebanyak 6
jam.
3. Kegiatan evalusi pelaksanaan pelayanan dalam bimbingan
pribadi social, bimbingan belajar,bimbingan karier serta semua
jenis layanan termasuk kegaiatan pendukung yang dihargai
sebanayak 18 jam.
4. Sebagai mana guru mata pelajaran guru pembimbing/Konselor
yang membimbing 150 orang peserta didik dihargai sebanayak
18 jam, selebihnya dihargai sebagai bonus dengan ketentuan
sebagai berikut :
a. 10 15 peserta didik = 2 jam
b. 16 30 peserta didik = 4 jam
c. 31 45 peserta didik = 6 jam
d. 46 60 peserta didik = 8 jam
e. 61 75 peserta didik = 10 jam
f. 76 90 peserta didik = 12 jam
g. 91 105 peserta didik = 14 jam
h. 106 atau lebih = 18 jam
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR iii
DAFTAR ISI V

I PENDAHULUAN 1
A. Kurikulum 1
B. Perkembangan Peserta Didik 2

II. KONSEP DASAR BIMBINGAN DAN KONSELING.


A. Wawasan Bimbingan dan Konseling..................................................... .4
1. Pengertian BImbingan dan Konseling ........ .4
2. Tujuan Bimbingan dan Konseling 5
3. Fungsi BImbingan dan Konseling. 5.
4. Prinsip Bimbingan dan konseling.. 6.
5. Azas Bimbingan dan Konseling 6.
6. Bidang Bimbingan dan Konseling 7.
7. Sifat Bimbingan dan Konseling.... 8.
B. Arah Kegiatan Bimbingan dan Konseling.. 9.
C. Kegiatan Pokok Pelayanan Bimbingan dan Konseling.` 10

III. JABARAN KEGIATAN DAN PROGRAM BIMBINGAN KONSELING


A. Kegiatan Layanan dan Pendukung
B. Materi perkembangan Layanan dan Kegiatan pendukung.
..................................... 12
C. Program Bimbingan dan Konseling... 14
D. Penilaian Program Bimbingan dan Konseling... 16

IV. PENGELOLAAN PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING


A..Organasasi 17.
B. Personil. 18
. C. Fasilitas. 19
D. Pengawas.. 20
E. Akuntabilitas. 21
F. Penilaian. 22
G. Pendanaan. 23
H. Mekanisme....................... 24

V. PELAPORAN EVALUASI DAN TINDAK LANJUT.


A. Pelaporan. 26
B. Evaluasi dan tindak lanjut.... 28

VI PENGEMBANGAN.
A. Pengembangan system dan program. 30
B. Pembinaan dan pengembangan personil 31
C. Pengembangan sarana 32

LAMPIRAN-LAMPIRAN.
DAFTAR ACUAN.
BAB I
PENDAHULUAN
A. Kurikulum

Kurikulum Sekolah Pendidikan Pertama (SMP) merupakan seluruh kegiatan


pengalaman pembelajaran peserta didik baik yang dilaksanakan didalam maupun di
luar kelas untuk mencapai tujuan pendidikan. Tujuan pendidikan SMP adalah
menyiapkan peserta didik untuk melanjutkan ke jejang pendidikan sekolah yang lebih
tinggi dan/atau bekerja atau menjadi anggauta masyarakat. Menurut kurikulum
berbasis konpetensi ( KBK ) tujuan pendidikan dinyatakan dalam bentuk kemampian
atau kompetensi yang harus dimilik oleh peserta didik.

Kopetensi merupakan kemampuan yang dapat ditampilkan oleh setiap lulusan


dari proses pendidikan. Lulusan SMP mestinya memiliki kemampuan untuk
memenuhi tuntutan tujuan pendidikan di SMP tersebut. Ini berarti bahwa Kurikulum
berbasis Kompetensi di SMP mampu memberikan pengalaman belajar sehingga
luluasan mampu melanjutkan dan/atau bekerja atau menjsdi warga masyarakat yangs
sesuai dengan lingkungannya.

Pelayanan Bimbingan dan Konseling merupakan bantuan yang mempasilitasi


perkembangan peserta didik daalam menjalanai pengalaman pembelajaran di sekolah.
Dengan demikian usaha pelayanan Bimbingan dan Konseling perlu dilaksanakan
secara optimal agar perkembangan peserta didik dapat memenuhi tuntutan tujuan
pendidikan.

B. Pengembangan peserta didik

Peserta didik SMP didik adalah peserta didik yang berada pada tahap
perkembangan masa ahir kanak-kanak dan muai menginjak masa remaja, pada
umumnya mereka berusia anatara 12/13-14/15 tahun. Pada setiap tahap
perkembangan,individu memiliki tugas perkembangan yang adalah : tugas yang dapat
diselesaikan dalam hidupnya sesuai dengan situasi dan kondisinya. Tugas
perkembangan peseta didik SMP/MTS pada pokonya adalah sebaagai berikut :
1. Mencapai perkembangan diri sebagai remaja yang beriman dan bertaqwa
kepada Tuhan Yang Maha Esa.
2. Mempersiapkan diri, menerima dan bersikap positif serta dinamis terhadap
perubahan fisik dan psikis yang terjadi pad diri sendiri.
3. Mencapai pola hubungan yang baik dengan tenman sebaya dalam perananya
sebagai pria dan wanita.
4. Memantapkan cara-carat bertoingkah laku yang dapat diterima dalam
kehidupan social.
5. Mengenal kemampuan,bakat dan minat, serta arah dan kecenderungan
karier.

6. Mengembangkan pengetahuan dan keterampilan sesuai denhgan kebutuhannya


untuk melanjutkan pendidikannya dan atau berperan serta dalam kehidupan
masyarakat.
7. Mengenal gambaran dan mengembangkan sikap tentang kehidupan mandiri,
baik secara emosional maupun social ekonomis.
8. Mengenal seperangkat system etika dan nilai nilai bagi pedoman hidup
sebagai pribadi,anggota masyarakat,warga Negara dan anggota ummat
manusia.

Pada prinsipnya peserta didik dalam tugas perkembangannya akan berhasil bila
peseta didik dapat menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa tehadap Tuhan Yang
Maha Esa,memiliki sikap positif dan dinamis terhadap perkembangan pisik dan
psikisnya, memiliki sikap mandiri secara social, dan sisial ekonomi memilki pola
hubungan social yang baik didalam keluarga, sekolah, dan masyarakat, memiliki
perestasi belajar yang baik dan dapat merencanakan dan mengembangkan karierny

BAB II
KONSEP DASAR BIMBINGAN DAN KONSELING

A. Wawasan Bimbingan dan konseling.


1. Pengertian Bimbingan dan Konseling.
Bimbingan dan Konseling adalah pelayanan bantuan untuk peserta didik
baik secara perorangan maupun kelompok, agar mandiri dan berkembang
secara optimal, dalam bimbingan pribadi,social,belajar,dan karir. Melalui
berbagai jenis layanan dan kegiatan pendukung berdasarkan norma-norma
yang berlaku.
Dalam pengertian tersebut tersimpul hal-hal pokok sebagai berikut :
a. Bimbingan merupakan pelayanan bantuan.
b. Pelayanan bimbingan dan konseling dilakukan melalui kegiatan secara
perorangan dan secara kelompok.
c. Arah kegiatan bimbingan dan konseling ialah membantu peserta didik
untuk dapat melaksanakan kehidupan sehari-hari secara mandiri dan
berkembang secara optimal.
d. Ada empat bidang bimbingan ialah bimbingan pribadi, social, belajar dan
karir.
e. Pelayanan bimbingan dan konseling dilaksanakan melalui jenis-jenis
layanan, dan ditunjang sejumlah kegiatan pendukung.
f. Pelayanan bimbingan harus didasarkan pada norma-norma yang berlaku
2. Tujuan Bimbingan dan Konseling.
a. Tujuan Bimbingan dan Konseling ialah memandirikan peserta didik
dan menge,bangkan potensi mereka secara optimal.
b. Tujuan umum tersebut dijabarkan kedalam tujuan yang mengarah
kepada keefektifan hidup sehari-hari dengan memperhatikan potensi
peserta didik.
c. Lebih khusus lagi tujuan-tujuan tersebut dirumuskan dalam bentuk
kompetensi.

3. Bimbingan dan Konseling.


Pelayanan bimbingan dan konseling, mengemban fungsi pemahaman,
pencegahan, pengentasan termasuk kedalam fungsi advokasi, pemeliharaan
Dan pengembangan
1. Fungsi Pemahaman yaitu fungsi bimbingan dan konseling yang memiliki
pemahaman tentang sesuatu oleh pihal-pihak tertentu sesuai dengan
kepentingan pengembangan peserta didik yang meliputi :
a. Pemahaman tentang diri peserta didik ,terutama oleh peserta didik itu
sendiri, orang tua, guru pada umunya dan guru pembimbng.
b. Pemahaman tentang lingkungannya yaitu lingkungan keluarga dan
lingkungan sekolah.
c. Pemahaman tentang lingkunganyang lebih luas termasuk informasi
jabatan/pekerjaan social budaya dan nilai-nilai terutama oleh peserta didik.
2. Fungsi Pencegahan yaitu menghasilkan tercegahnya atau terhindarnya
peserta didik dari berbagai permasalahan yang timbul dan menghambat
proses perkembangannya.

3. Fungsi Pengentasan yaitu terentaskannya atau teratasinya berbagai


permaslahan yang dialami peserta didik..
4. Fungsi pemeliharaan dan pengembangan yaitu terpeliharanya dan
berkembangnya bebagai potensi dan kondisi positip peserta didik dalam
perkembangan diri secara mantap dan berkelanjutan.

4. Prinsip-Prinsip Bimbingan dan Konseling.


Prinsip-prinsip bimbingan dan konseling berkenaan dengan sasaran layanan,
Permasalahan yang dialami individu, program pelayanan bimbingan dan
konseling ,tujuan dan pelaksanaan layanan:
a. Sasaran layanan : (1) melayani semua individu tanpa memandan usia,jenis
kelamin agama, dan status social, (2).memperhatikan tahap perkembangan
individu, (3). Dan memperhatikan adanya perbedaan individu Individu
Deffernciees dalam layanan.
b. Permasalahan yang dialami individu : (1). Menyangkut pengaruh kondisi
mental, maupun fisik individu terhadap pengaruh lingkungan baik di sekolah
dirumah dan masyarakat sekitar.(2). Timbulnya masalah pada individu
karena adanya kesenjangan social, ekonomi dan budaya.
c. Program pelayanan bimbingan dan konseling: (1).merupakan bagian
intrgral dari upaya pendidikan dan pengembangan individu,(2). Program
harus fleksibel disesuaikan dengan kebutuhan individu, masyarakat, dan
kondisi sekolah. (3).disusun secara berkelanjutan dari jenjang pendidikan
yang terendah sampai tertinggi,dan mempertimbangkan tahap perkembangan
.
d. Tujuan dan pelaksanaan pelayanan : (1).Diarahkan untuk pengembangan
individu yang akhirnya mampu membimbing dirinya sendiri dalam
menghadapi permasalahannya.(2).dalam proses konseling keputusan
hendaknya ditentukan oleh individu itu sendiri,(3).permasalahan individu
ditangani oleh tenaga yang ahli,,(4).pengembangan proram pelayanan
melalui pemanfaatan yang maksimal dari hasil pengukuran dan penilaian.

4. Azas-Azas Bimbingan dan Konseling.


Azas-azas bimbingan dan konseling dalam pelaksanaan layanan yaitu :
a. Kerahasiaan: yaitu.menuntut kerahasian segenap data dan keterangan
tentang diri klien, guru pembimbing/konselor berkewajiban penuh
memelihara dan menjaga semua data dari klien itu terjaga
kerahasiaannya.
b. Kesukarelaan : Menghendaki adanya kesukaan dan kerelaan klien
menjalani layanan yang diperuntukkan bagi dirinya. Guru
pembimbing/konselor berkwajiban membina dan mengembangkan
kesukarelan tersebut.
c. Keterbukaan : Menghendaki klien bersikap terbuka dan tidak berpura-
pura dalam mengemukakan/memberikan keterangan dan dalam
menerima informasi dan materi dari luar yang berguna bagi
pengembangan dirinya.
d. Kekinian : Menghendaki permasalahan klien baru/dalam konndisi
sekarang
e. Kemandirian : klien menjadi individu yang mandiri dengan cirri-ciri
mengenal dan menerima dirinya dan lingkungan,mampu mengambil
keputusan dan mengarahkan diri serta mewujudkan diri secara mandiri.
f. Kegiatan : Menghendaki agar klien aktif dalam kegiatan layanan dan
guru pembimbing/konselor perlu mendorong klien beraktifitas dalam
layanan.
g. Kedinamisan : Menghendaki isi layanan dan sasaran layanan ( klien )
sama-sama bergerak maju dan berkembang dari waktu ke waktu.
h. Keterpaduan : Menghendaki adanya keharmonisan saling menunjang
dan terpadu dalam kerja sama pihak-pihak yang berperan dalam
memberikan layanan.
i. Kenormatifan : Menghendaki kesesuaian antara layanan yang diberikan
dengan norma norma yang ada, nilai dan norma agama,adapt istiadat,
ilmu pengetahuan dan kebiasaan yang berlaku.
j. Keahlian :Menghendaki supaya layanan yang diberikan kepada klien
berdsarkan kaidah-kaidah professional,baik dalam layanan maupun
penegakan kode etik.
k. Alih Tangan (Referal) : Menghendaki supaya pihak-pihak yang tidak
berkewenangan dan tidak mampu oleh karena permasalahan klien dialih
tanganjan kepada ahli yang berkewenangan dan mampu, sehingga klien
memperoleh bantuan yang tepat dan tuntas.
l. Tutwuri Handayani : Menghendaki secara keseluruhan rangkaian
layanan dapat menciptakan suasana yang dapat memberikan rasa
aman,mengembangkan keteladanan,dorongan serta kesempatan yang
seluas-luasnya kepada peserta didik/siswa untuk maju.

5. Bidang-Bidang Bimbingan dan Konseling


Pelayanan bimbingan dan konseling di SMP sepenuhnya memperhatikan
Karakteristik, tujuan pendidikan, kurikulum, dan perkembangan peserta didik
yang mencakup bidang bimbingan pribadi, bimbingan social, bimbingan
belajar, dan bimbingan karir.
a. Bimbingan Pribadi yaitu bimbingan bertujuan membantu peserta didik
mengenal, menemukan, dan mengembangkan pribadi yang beriman dan
bertakwa kepada Yang Maha Esa,mandiri serta sehat jasmani dab rohani.
b. Bimbingan Sosial yaitu bertujuan membantu individu memahami diri
dalam kaitannya dengan lingkungan dan etika pergaulan social yang
dilandasi budi pekerti luhur dan tanggung jawab social.
c. Bimbingan Belajar yaitu bertujuan membantu peserta didik mengenal,
menumbuhkan dan mengembangkan diri, sikap dan kebiasaan belajar di
SMP dalam rangka menyiapkan melanjutkan pendidikan kejenjang yang
lebih tinggi dan berperanserta dalam masyarakat.
d. Bimbingan Karir yaitu bimbingan yang bertujuan membantu peserta didik
mengenal, dan mengembangkan potensi diri melalui penguasaan
pengetahuan dan keterampilan, lingkungan pendidikan dan sector
pekerjaan, dan berperanserta dalam masyarakat.

6. Sifat Bimbingan dan Konseling.


Pelayanan bimbingan dan konseling mengemban sejumlah sifat-sifat yang
hendak dipenuhi melalui pelaksanaan kegiatan bimbingan dan konseling
yaitu :
a. Pencegahan yaitu sifat bimbingan yang menghasilkan tercegahnya atau
terhindarnya peserta didik dari berbagai permasalahan yang mungkin
timbul akan dapat mengganggu, menghambat, dalam proses
perkembangannya.
b. Penyembuhan yaitu sifat bimbingan dan konseling yang menghasilkan
terentasnya berbagi permasalahan yang dialami oleh peserta didik.
c. Perbaikan yaitu sifat bimbingan dan konseling untuk memperbaiki
kondisi individu dari permasalahan yang dihadapi sehingga bias
berkembang secara optimal.
d. Pemeliharaan yaitu sifat bimbingan dan konseling untuk menjaga
terpeliharanya kondisi positif individu agar tetap baik.
e. Pengembangan yaitu sifat bimbingan dan konseling untuk
mengembangkan berbagai potensi dan kondisi positif peserta didik
dalam perkembangan dirinya secara mantap dan berkelanjutan.

B. Arah Bimbingan dan Konseling.

1.Kegiatan bimbingan dan konseling diarahkan kepada :


a. Terpenuhinya tugas-tugas perkembangan peserta didik dalam setiap tahap
usia perkembangan
b. dalam upaya mewujudkan tugas-tugas perkembangan itu, kegiatan
bimbingan dan konseling mendorong peserta didik mengenal diri dan
lingkungan, mengembangkan diri sikap positif, mengembangkan arah
karir, dan masa depan.
c. kegiatan bimbingan dan konseling meliputi bimbingan pribadi, bimbingan
sosial, bimbingan belajar, dan bimbingan karir
2. Pelayanan bimbingan dan konseling di sekolah secara konkrit diarahkan
kepadaa pengembangan berbagai kompetensi peserta didik. Kompetensi yang akan
dikembangkan itu dirumuskan melalui langkah-langkah sebagaiman tergambar
dalam diagram berikut :

Tugas
Perkembanga
n

Bimbingan Bimbingan Bimbingan Bimbingan


Pribadi Sosial Belajar Karir

Kompetens
i

Materi
Bimbingan
Konseling

Kegiatan
Bimbingan dan
konseling
Layanan
Pendukung
Penilaian

Penerapan langkah-langkah tersebut untuk peserta didik di Sekolah Menengah


Pertama / Madrasah Tsanawiyah serta sederajat diuraikan pada Bab III.
C. Kegiatan Pokok Bimbingan dan Konseling.
1. Kegiatan Layanan
Kegiatan bimbingan dan konseling disekolah siselenggarakan melalui
layanan orientasi, informasi,penempatan dan
penyaluran,pembelajaran,konseling perorangan,bimbingan kelompok dan
konseling akan diuraikan pada Bab IV.
2. Kegiatan pendukung
Ada sejumlah kegiatan yang dapat mendukung kelancaran dan
keberhasilan layanan bimbingan dan konseling, yaitu aplikasi
instrumen,himpunan data, konfrensi kasus, kunjungan rumah, dan alih
tangan kasus. Penjelasan tentang kegiatan pendukung bimbingan dan
konseling akan diuraikan pada Bab IV
3. Program Bimbingan dan Konseling
a. Program bimbingan dan konseling di sekolah yang perlu disusun
adalah program tahunan yang mencakup program semesteran dan
laporan bulanan. Laporan bulanan mencakup rekap agenda mingguan
yang selanjutnya dijabarkan menjadi agenda kegiatan harian.
b. Unsur-unsur program bimbingan dan konseling meliputi : kebutuhan
peserta didik,jumlah siswa yang menjadi tangging jawab guru
pembimbing,bidang-bidang bimbingan,jenis layanan dan dan kegiatan
pendukung,volume dan frekwensi layanan,waktu ( kapan dan
lamanya )kegiatan,serta perkiraan dana dan prasarana.
c. Tahap=tahap pelaksanaan program adalah tahap
perencanaan,pelaksanaan,penilaian,analisis hasil penilaian dan tindak
lanjut.
4. Alokasi waktu dan jadwal kegiatan
a. Kegiatan bimbinga dan konseling disekolah dilaksanakan dalam
suasana (1) kontak langsung dan (2) tanpa kontak langsung dengan
siswa,untuk kegiatan melalui kontak langsung dengan siswa secara
klasikal perlu dilaokasikan waktu terjadwal 1-2 jam pelajaran perkelas
perminggu.
b. Kegiatan kontak untuk pelaksanaan layanan dapat digunakan waktu
diluar jam pelajaran di sekolah ini dimungkinkan sampai 50% dari
seluruh kegiatan bimbingan dan konseling.
c. Kegiatan bimbingan dan konseling tanpa kontak langsung dapat
dilaksanakan oleh guru pembimbing pada jam-jam pelajaran sekolah,
seperti pengelolaan himpunan data, pengelolaan hasil instrumentasi,
konferensi kasus, kunjungan rumah, pengelolaan bimbingan dan
konseling pada umumnya, termasuk alih tangan kasus/referal.
d. Untuk kegiatan yang memerlukan kontak langsung dengan siswa,
selain terjadwal pada jam pelajaran guru pembimbing memiliki hak
panggil terhadap siswa asuh yang menjadi tanggung jawabnya dan
pelaksanaannya tidak merugikan siswa dalam mengikuti pelajaran.

5. Penilaian dalam bimbingan dan konseling.


a. Hasil layanan bimbingan dan konseling perlu dinilai untuk mengetahui
efektifitas layanan dan dampak positif yang diperoleh siswa yang
dilayaniM
b. Fokus penilaian hasil layanan adalah diperolehnya pemahaman baru,
berkembangnya perasaan positi, dan rencana kegiatan yang akan
dilaksaanakan pasca layanan demi terentaskannya masalah secara
tuntas.
c. Penilaian hasil layanan meliputi tiga jenis, yaitu penilaian segera,
jangka pendek, dan jangka panjang, yang masing-masing dapat
dilaksanakan, baik melalui format lisan maupun tertulis.
d. Selain penilaian hasil layanan, penilaian proses juga perlu
dilaksanakan, yang hasilnya dimanfaatkan untuk meningkatkan
kualitas proses layanan tersebut.
e. Pada kegiatan kontak langsung guru pembimbing membuat penilaian
yang dapat menjadi sajian utama laporan individu
f. Hasil penilaian dilaporkan dalam laporan individu setiap akhir
semester.

6. Muatan pendidikan Budi Pekerti dalam bimbingan dan konseling


Secara langsung pelayanan bimbingan dan konseling memuat materi
pendidikan budi pekerti sebagai berikut
a. Budi pekerti diperlukan dalam semua bidang kehidupan, yaitu
kehidupan pribadi, sosial, bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,
serta beragama.
b. Setiap layanan bimbingan dan konseling mengintegrasikan di
dalamnya materi pendidikan budi pekerti, berupa suasana yang
menjunjung tinggi harkat dan martabat kemanusiaan dan suasana
normatif dalam proses pelyanan. Disamping itu, layanan tertentu dalam
bimbingan dan konseling dapat dimuat secara khusus materi
pendidikan budi pekerti yang dikehendaki. Lebihjauh, pelaksana
bimbingan dan konseling di sekolah harus menjadi teladan bagi peserta
didiknya
.
7. Pengelolan bimbingan dan konseling.
a. Manajmen bimbingan dan konseling di sekolah diselenggarakan oleh
suatu organisasi dengan guru pembimbing ( di SMP dan SMA ) dan
guru kelas (di SD) sebagai pelaksana utamanya.Dalam Organisasi
tersebut selain ada guru pembimbing /guru kelas,ada pula pimpinan
sekolah,koordinator bimbingan dan konseling,guru mata
pelajaran,walikelas,dan staf administrasi yang masing-masing memiliki
perannya sendiri.
b. Pengelolaan bimbingan dan konseling diengkapi dengan fasilitas yang
diperlukan yaitu ruang kerja, peralatan instrumentasi, dan sarana
pendukung lainnya.
c. Karena bimbingan dan konseling merupakan sumber /bang data yang
mendukung semua kegiatan pembelajaran di sekolah maka da[at di
bantu dengan tenaga adminstratsi.
d. Dalam pengelolaan bimbingan dan konseling kegiatan pengawasan
secara khusus diselenggarakan secara khusus oleh pengawas sekolah
bidang bimbingan dan konseling.
e. Pengelolaan yang efektif diarahkan kepada terujudnya akuntabilitas
yang tinggi dari kegiatan bimbingan dan konseling secara menyeluruh
dan pengembangananya.
BAB III
JABARAN KEGIATAN BIMBINGAN DAN KONSELING

Kegiatan bimbingan dan konseling disekolah didasarkan pada kondisi dan


kebutuhan peserta didik.

A. Kegiatan layanan dan layanan pendukung.

1. Layanan Bimbingan dan Konseling


Layanan bimbingan dan konseling dilakukan melalui kontak langsung
dengan siswa, dan .secara langsung bserkenaan dengan permasalahan
ataupun kebutuhan tertentu yang dirasakan siswa, layanan-layanan tersebut
adalah sebagai berikut :
a. Layanan orientasi, merupakan layanan yang memungkinkan
siswa memahami lingkungan baru, terutama lingkungan sekolah
dan obyek-obyek yang dipelajari, untuk mempermudah dan
memperlancar berperannya dalam lingkungannya yang baru.
b. Layanan informasi, merupakan layanan yang memungkinkan
siswa menerima dan memahami berbagai informasi ( seperti
informasi belejar, informasi pergaulan, karir/jabatan, pendidikan
lanjutan, dll )
c. Layanan penempatan dan penyaluran, merupakan layanan yang
memungkinkan siswa memperoleh penempatan, dan penyaluran
yang tepat ( misalnya penempatan dan penyaluran didalam kelas,
kelompok belajar, jurusan program studi, kegiatan eksrakurikuler )
d. Layanan penguasaan konten/pembelajaran, merupakan layanan
yang memungkinkan siswa mendapatkan pengembangan sikap dan
kebiasaan belajar yang baik dalam menguasai materi pelajaran
yang cocok dengan kemampuan dirinya serta berbagai aspek tujuan
dan kegiatan belajar lainnya.
e. Layanan konseling perorangan/individu, merupakan layanan
yang memungkinkan siswa mendapatkan layanan langsung tatap
muka (secara perorangan) untuk mengentaskan permasalahan yang
dihadapi dan perkembangan dirinya.
f. Layanan bimbingan kelompok, merupakan layanan yang
memungkinkan sejumlah siswa secara bersama-sama melalui
dinamika kelompok memperoleh bahan dan membahas pokok
bahasan ( topik ) tertentu untuk menunjang pemahaman dan
pengembangan kemampuan sosial, serta untuk pengambilan
keputusan/tindakan tertentu melalui dinamika kelompok.
g. Layanan konseling kelompok, merupakan layanan yang
memungkinkan siswa (masing-masing anggota kelompok)
memperoleh kesempatan untuk pembahasan dan pengentasan
permasalahan pribadi melalui dinamika kelompok
h. Layanan konsultasi, merupakan layanan yang memungkinkan
seseorang memperoleh wawasan, pemahaman, dan cara-cara yang
perlu dilaksanakan dalam menangani kondisi dan permasalahan
peserta didik
i. Layanan mediasi, merupakan layanan yang memungkinkan
peserta didik atau fihak-fihak yang sedang dalam keadaan saling
tidak menemukan kecocokan ( bertikai ) menyelesaikan
permasalahan dan memperbaiki hubungan mereka

2. Kegiatan Pendukung.
Kegiatan tersebut diatas akan dipermudah dan ditingkatkan kelancaran dan
keberhasilannya oleh kegiatan pendukung. Kegiatan ini pada umumnya
dapat dilaksanakan tanpa kontak langsung dengan siswa. Kegiatan
pendukung yang perlu dilaksanakan adalah sebagai berikut :
a. Aplikasi Instrumentasi, merupakan kegiatan untuk
mengumpulkan data dan keterangan tentang siswa dan lingkungan
siswa dan lingkungan lainnya. Pengumpulan data ini dapat
dilakukan dengan berbagai instrumen, baik tes maupun non tes.
b. Himpunan Data, merupakan kegiatan untuk menghimpun
seluruh data dan keterangan yang relavan dengan keperluan
pengembangan siswa . Himpunan data diselenggarakan secara
berkelanjutan, sistematik, komprehensif, terpadu, dan sifatnya
tertutup.
c. Komferensi Kasus, merupakan kegiatan untuk membahas
permaslahan siswa dalam suatu pertemuan yang dihadiri oleh
fihak-fihak tertentu yang dapat memberikan keterangan,
kemudahan, dan komitmen bagi terentaskannya permaslahan siswa
itu, Pertemuan konfrensi kasus bersifat terbatas dan tertutup.
d. Kunjungan Rumah ( Home Visit ), merupakan kegiatan untuk
memperoleh data, keterangan, kemudahan , dan komitmen bagi
tertentaskannya permaslahan siswa melalui kunjungan ke
rumahnya, Kerja sama dengan orang tua sangat diperlukan.
e. Alih Tangan Kasus, merupakan kegiatan pendukung untuk
mendapatkan penanganan yang lebih tepat dan tuntas atas masalah
yang dialami siswa dengan memindahkan penanganan kasus ke
pihak lain, misalnya kepada guru mata pelajaran, konselor,
psikolog, sesuia dengan permasalahan siswa.
f. Tampilan Kepustakaan, kegiatan menyediakan berbagai bahan
pustaka yang dapat digunakan peserta didik dalam pengembangaan
pribadi, kemampuan sosial, kegiatan belajar, dan karir/jabatan.

Kegiatan pelayanan konseling tersebut kesemuanya saling terkait dan


saling menunjang baik langsung maupun tidak langsung. Guru
Pembimbing wajib menyelenggarakan jenis-jenis pelayanan konseling
tersebut penyesuaian sepenuhnya terhadap karakteristik siswa yang
dilayani. Penyelenggaraan layanan itu dibantu oleh kegiatan
pendukung. Perlu diingat bahwa kegiatan pendukung hanyak sekedar
pendukung, yang ketidakterlaksananya tidak boleh mengurangi
pelaksanaan jenis-jenis peleyanan yang sifatnya lebih utama.

B. MATERI PENGEMBANGAN LAYANAN DAN PENDUKUNG


1. Layanan Orientasi :
a. Obyek-obyek pengembangan bidang pribadi ;
Fasilitas olah raga (bola basket,bola volly. Dll)
Sanggar seni dan budaya.
Tempat peribadatan.
Rehabilitasi penderita narkoba.
b. Obyek-obyek pengembangan bidang sosial seperti;
Kegiatan gotong royong.
Penjamuan.
Seminar,lokakarya,diskusi, dan kegiatan kelompok lainnya.
Rapat besar.
c. Obyek-obyek pengembangan bidang belajar seperti;
Lembaga bimbingan belajar.
Fasilitas belajar disekolah.
Sekolah-sekolah lanjutan.
Perguruan tinggi.
d. Obyek-obyek pengembangan bidang karir seperti;
Kursus=kursus ketrampilan.
Bengkel.
Perusahaan industri,pabrik dll.
Kantor.
Perkebunan,pertanian,perikanan,pertambangan.

2. Layanan Informasi :
a. Informasi tentang perkembangan potensi kemampuan dan kondisi
pribadi seperti :
Kecerdasan
Bakat
Minat
Karakteristik pribadi,pemahaman diri
Tugas perkembangan,tahap perkembagan
Gejala perkembangan tertentu
Perbedaan individu,keunikan diri
b. Informasi tentang potensi kemampuan,kondisi hubunbgan sosial
Pemahaman terhadap orang lain
Kiat berteman
Hubungan antar remaja
Hubungan dalam keluarga
Hubungan dengan guru,orang tua,pompinan masyarakat
Data sosiogram, sosiometri
c. Informasi tentang potensi,kemampuan, kegiatan,dan hasil belajar
Kiat-kiat belajar
Kegiatan belaja dikelas
Belajar kelompok
Belajar Mandiri
Hasil Belajar mata pelajaran
Persiapan ulangan
Persiapan UAS, dan UAN
d. Informasi tyentang kemampuan potensi arah dan
kondisi karier
Hubungan antar bakat,minat,pekerjaan dan pendidikan
Persyaaratan karier
Informasi karier ,pekerjaan dan pendidikan
Pendidikan umum dan pendidikan kejuruan

3. Layanan Penempatan dan Penyaluran.


Layanan penempatan dan penyaluran untuk pengembangan kemampuan
pribadi, sosial, belajar dan karir dapat dilakukan melalui penempatan
didalam kelas(berkenaan dengan tempat duduk), pada kelompok belajar;
diskusi, magang; krida, latihan keberbakatan/potensi, kegiatan lapangan,
kepanitiaan, serta kegiatan layanan bimbingan,dan konseling kelompok.
Masing-masing penempatan dan penyaluran itu dapat dimaksudkan untuk
mengembangkan satu atau lebih kemampuan peserta didik : kemampuan
pribadi, sosial, belajar, dan karir.

4. Layanan Penguasaan Konten.


a. Kompetensi dan kebiasaan dalam bidang pribadi;
Mengatur jadwal kegiatan sehari-hari; dirumah, disekolah,diluar
sekolah.
Menyampaikan kondisi diri sendiri kepada orang lain.
Mengambil keputusan.
Menggunakan waktu senggang/luang.
Memperkuat keperibadatan/agama.
Mengendalikan diri.
Berfekir dan bersifat positif, apresiatif.
Mematuhi peraturan lalu lintas.
b. Kompetensi dan kebiasaan dalam kehidupan sosial:
Cara berbicara dengan orang lain ( teman sebaya, anggota keluarga,
orang yang lebih tua.
Kemampuan pidato.
Menyampaikan pendapat secara lugu(asertive) kepada orang lain.
Mendengar, memahami dan merespon secara tepat dan positif
pendapat oarang lain.
Melihat kebaikan orang lain dan mengekspresikannya.
Menulis surat persahabatan.
Mengucapkan salam, terimah kasih, dan minta maaf.
Memampuan berdiskusi dan musyawarah.
c. Kompetensi dan kebiasaan dalam kegiatan penguasaan bahan
belajar :
Menyusun jadwal belajar.
Bertanya dan menjawab di dalam kelas.
Meringkas materi bacaan.
belajar.
Menyusun makalah. Menyusun kalimat efektif dalam faragraf.
Menyusun laporan kegiatan/ tugas
d. Kompetensi dan kebiasaan dalam pengembangan karir:
Menyalur bakat, minat kegemaran yang mengarah ke karir tertentu.
Memelihara perabotan rumah tangga,pakaian, perabot,dll.
Memperbaiki peralatan sederhana.
Menyusun lamaran pekerjaan;currikulum vitae.
Mempertimbangkan dan memeilih pekerjaan.
Mempertimbangkan dan memilih pendidikan sesuai dengan arah
karir.
5. Layanan Konseling Perorangan.
Materi yang dibahas dalam layanan konseling perorangan tidak dapat
ditetapkan terlebih dahulu, melainkan akan diungkapkan oleh klien ketika
layanan dilaksanakan. Apapun masalah yang diungkapkan oleh klien
( masalah pribadi, sosial,belajar,ataupun karir ), maka masalah itulah yang
akan dibahas dalam layanan konseling perorangan. Dalam hal ini guru
Pembimbing/konselor sekolah dapat memanggil peserta
didik (yang menjadi tanggung jawab asuhannya) untuk diberikan layanan
konseling un tuk masalah tertentu (masalah pribadi,sosial, belajar, karir),
namun guru pembimbing/konselor sekolah harus lebih mengutamakan
masalah yang dikemukakan sendiri oleh peserta didik yang menerima
layanan konseling perorangan.
6. Layanan Bimbingan Kelompok.
a. Materi topik kemampuan dan kondisi pribadi, seperti ;
Potensi diri.
Kiat menyalurkan bakay, minat, kegemaran, hobi.
Kebiasaan sahari-hari dirumah, kegiatan rutin, membantu oarang
tua,belajar.
Sikap terhadap narkoba, KKN, pembunuhan, perkosaan, perang.
Sikap terhadap bencana alam, kecelakaan, HAM, kemiskinan, anak
terlantar.
Perbadaan individu.
b. Materi topik tentang kemampuan dan kondisi hubungan sosial, sepeti ;
Hubungan muda-mudi.
Suasana hubungan di sekolah; antar siswa, guru-siswa, antar
personil sekolah lainnya.
Peristiwa sosial di masyarakat ; demo brutal, bentrok antar warga.
Peranan RT/RW.
Toleransi, solidaritas.
c. Materi topik tentang kemampuan kegiatan dan hasil belajar, seperti ;
Kiat-kiat belajar ; belajar sendiri, belajar kelompok.
Sikap terhadap mata pelajaran, tugas/PR, suasana belajar
disekolah,perpustakaan, dan lab.
Sikap terhadap hasil ulangan, ujian.
Masalah menyontek dalam ulangan/ujian.
Pemanfaatan buku pelajaran.

d. Materi topik tentang pengembangan arah karir, seperti ;


Hidup adalah untuk bekerja.
Masa depan kita ; masalah pengangguran, lowongan pekerjaan,
PHK.
Memilih pekerjaan, memilih pendidikan lanjutan.
Masalah TKI/TKW.

7. Layanan Konseling Kelompok.


Pelaksanaan layanan konseling Kelompok, materi yang akan dibahas tidak
dapat ditetapkan terlabih dahulu oleh para guru pembimbing/ koselor sekolah,
melainkan akan dikemukakan oleh masing-masing anggota kelompok. Apapun
masalah yang diungkapkan oleh anggota kelompok tersebut, akan terpilih
untuk dibahas/dibicarakan (apakah masalah, pribadi, sosial, belajar dan karir),
itulah yang dibahas melalui layanan konseling kelompok yang didalamnya
terdapat dinamika kelompok.

8. Layanan Konsultasi.
Seperti layanan konseling perorangan, materi yang dibahas dalam layanan
konsultasi tidak dapat ditetapkan terlebih dahulu oleh guru pembimbing/
konselor sekolah, melainkan akan dikemukakan oleh konsulti ketika layanan
berlangsung. Apapun maslah yang diungkapkan oleh konsulti tentang peserta
didik yang hendak dibantunnya (apakah masalah pribadi, masalah sosial,
belajar, dan karir ) itulah yang dibahas dalam layanan konsultasi. Guru
pembimbing/konselor sekolah dapat memperkirakan apa yang hendak
dikemukakan oleh konsulti untuk dibahas dalam layanan konsultasi, namun
guru pembimbing/konselor sekolah harus mengutamakan pembahasan
masalah yang dikemukakan sendiri oleh konsulti.

9. Layanan Mediasi.
Masalah yang menyebabkan perselisihan adalah pada dasarnya adalah masalah
sosial. Dalam hal ini layanan mediasi pertama-tama menangani hubungan
sosial diantara pihak-pihak yang berselisih. Dalam pelaksanaan layanan
mediasi bolehjadi akan muncul masalah pribadi, masalah belajar, masalah
sosial, dan masalah karir, yang perlu ditangani oleh guru
pembimbing/konselor sekolah.

Layanan/kegiatan pendukung
1. Aplikasi Instrumentasi
Instrumen tes dan non tes untuk mengungkapkan kondisi dan masalah
pribadi,sosial,belajar,dan karier.bentuk dan isinya bermacam-macam seperti ;
Tes Intlegensi
Tes bakat
Inventori minat karier
Inventori kreatifitas
Inventori kepribadian ; self-esteem, locus of control
Inventori hubungan social
Inventori tahap perkembangan
Sosiometri
AUM (alat ungkap masalah)
Tes hasil belajar
Tes diagnostic
Masing-masing instrument diatas ada yang mengukur atau mengungkapkan
satu atau lebih kondisi diri peserta didik : kondisi diri pribadi, hubungan
social, kemampuan belajar, dan atau arah karir.

2. Himpunan Data :
g. Data perkembangan, kondisi dan lingkungan diri pribadi seperti :
Identitas diri
Potensi dasar; intlegensi, bakat, mninat.
Identitas keluarga
Riwayat kesehatan
Catatan Anekdot (kejadian khusus)
Masalah diri prinadi.
h. Data perkembangan,kondisi hubungan dan lingkungan sosial, seperti :
Sosiogram
Teman dekat
Data hubungan sosial
Masalah sosial.
i. Data kemampuan kegiatan dalam belajar, seperti :
Nilai hasil belajar
Data kegiatan be;ajar
Riwayat pendidikan
Masalah belajar
j. Data kemampuan, kearah dam persiapan karir,seperti :
Pekerjaan orang tua/ keluarga.
Bakat-minat karir : jurusan yang diambil
Masalah karir.

3. Konferensi Kasus :
a. Masalah pribadi, seperti ;
Serimg absen, membolos.
Mengganggu teman.
b. Masalah Sosial,seperti ;
Suka menyendiri
Mengganggu teman
c. Masalah Belajar,seperti ;
Mengganggu suasa kelas ketika sedang belajar
Lalai mengerjakan PR
Nilai pelajaran rendah
Sulit mengikuti pelajaran
Kurang konsentrasi dalam belajar
d. Masalah Karier,seperti :
Masalah penempatan kelas
Pilihan karir
Kegiatan praktek, magang.

4. Kunjungan Rumah ( Home Visit ) :


Kegiatan kunjungan rumah dapat membawa satu atau lebih masalah
peserta didik ( masalah pribadi, sosial, belajar, dan karir ) untuk
dibicarakan dengan orang tua/keluarga.

5. Tampilan Kepustakaan :
a. Materi bacaan,film, rekaman vidio dam audio tentang perkembangan dan
kehidupan pribadi seperti
Tahap-tahap perkem,bangan
Tugas-tugas perkembangan
Penampilan dan pengembangan bakat, minat, kegemaran.
Kehidupan keagamaan
Bahan relaksasi
Motovasi berprestasi
Oto Biografi : kisah orang-orang sukses.
b. Materi bacaan, film, rekaman vidio, tetang kemampuan hubungan
sosial;seperti;
Suasana hubungan Saya Oke kamu juga Oke
Kiat bergaul
Kepemimpinan
Mengatasi Konflik dengan Win-Win Solution.
c. Materi bacaan,film,rekaman vidio dan audio tentang kemampuan dan
kegiatan belajar,seperti ;
Kiat belajar disekolah
Panduan menulis makalah
Bagaimana menyiapkan diri untuk ulangan/ujian
Belajar secara mandiri
Belajar kelompok
Diskisi kelompok.
d. Materi bacaan, film, rekaman vidio, dam audio tentang arah karir dan
kehidupan karir,seperti ;
Apa bakat dan Karir anda
Informasi karir
Panduan penempatan kerja
Panduan memilih sekolah lanjutan
Lowongan Pekerjaan
Keselamatan kerja
Kiat sukses dalam karir

6. Alih Tangan Kasus :


Materi alih tangan kasus merupakan pendalaman terhadap masalah pribadi,
sosial, belajar, dan karir bagi peserta didilk yang semula ditangani oleh
guru mata pelajaran, wali kelas, direferal kepada guru
pembimbing/konselor sekolah, dan masalah yang ditangani oleh guru
pembimbing yang selanjutnya memerlukan penanganan oleh pihak-pihak
lain yang berkeahlian/berwewenang.

C. Program Bimbingan dan Konseling.

Program bimbingan dan konseling merupakan rencana kegiatan layanaam


yang akan dan kegiatan pendukung yang akan dilaksanakan pada priode
tertentu. Program bimbingan yang perlu dibuat oleh guru pembimbing guna
merencanakan kegiatan bimbingan antara lain :

1. Jenis Program.:
a.Program tahunan yaitu program yang dilaksanakan secara penuh
untuk kurun waktu satu tahun tertentu dalam satu jenjang sekolah.
b.Program semester yaitu program yang akan dilaksanakan secara
penuh untuk kurun waktu satu semster tertentu dalam satu tahun
ajaran.
c.Program bulanan yaitu program yang akan dilaksanakan secara
penuh untuk kurun waktu satu bulan tertentu dalam satu semester.
d.Program mingguan yaitu program yang akan dilaksanakan sacara
penuh untuk kurun waktu satu minggu tertentu dalam satu bulan.
e.Program harian yaitu program yang akan dilaksanakan pada hari-hari
tertentu dalam satu minggu.

2. Unsur unsur program pelayanan konseling

Program pelayanan konseling untuk setiap priode disusun dengan


memperhatikan hal hal sebagai berikut :
a.Kebutuhsn siswa yang dolketahui melalui pengungkapan masalah dan
data yang terdapat di dalam himpunan data

b. Jumlah siswa asuh yang wajib dibimbing :


Guru pembimbing 150 orang ( Minimal ) samapai 225 orang
( maksimal ) sesuai SKB Mendikbud dan Kepala BAKN
no,0443/p/1993 dan No.25 tahun 1993.Kepala sekolah yang berasal
dari guru pembimbing 40 orang,dan wakil kepala sekolah yang berasal
dari guru pembimbing 75 orang

c.Bidang-bidang bimbingan : Pribadi,sosial,belajar dan karier

d. Jenis-jenis layanan : Layanan Orientasi,informasi,penempatan


dan penyaluran penguasaan konten,konseling perorangan,bimbingan
kelompok,konsultasi dan mediasi.

e.Kegiatan pendukung : aplikasi instrumentasi,himpunan data, konfrensi


kasus, kunjungan rumah, dan allih tangan kasus, tampilan kepustakaan

f. Volume kegiatan yang diperkirakan antara 4% s.d. 25% pada kegiatan


berikut diatur secara porfosinal : Kegiatan layanan terdiri dari :
Layanan Orientasi, Layanan Informasi,layanan penempatan dann
penyaluran, layanan pembelajaran, layanan konseling perorangan,
layanan bimbingan kelompok, layanan konsultasi dan layanan mediasi
dan kegiatan pendukung terdiri dari : aplikasi instrumnetasi,humpunan
data, konfrensi kasus,kunjujungan rumah, dan alih tangan kasus.

g. Frekuensi layanan : setiap siswa mendapatkan berbagai layanan


minimal delapan kali dalam setiap semester,Baik layanan dalam format
perorangan, kelompok, maupun klasikal.

h. Lama kegiatan : setiap kegiatan ( kegiatan layanan dan


pendukung ) berlangsung sekitar dua jam.
i. Waktu kegiatan : kegiatan layanan dan pendukung dilaksanakan pada :
1. jam pelajaran sekolah; dan

2.diluar jam pelajaran sekolah ,sampai 50% dari seluruh kegiatan


bimbingan dan konseling.
j.Kegiatan khusus : pada semester pertama setiap tahun ajaran baru
diselenggarakan layanan orientasi kelas/sekolah dan himpunan data
bagi siswa baru

5. Tahap-tahap Pelaksanaan Program Satuan Kegiatan.

Pelaksanaan program kegiatan yaitu ; Kkegiatan layanan dan kegiatan


pendukung merupakan ujung tombak kegiatan bimbingan dan konseling
secara keseluruhan. Tahap tahap yang perlu ditempuh adalah :
a. Tahap prencanaan : program satuan layanan atau kegiatan pendukung
yang direnacanakan secara tertulis dengan memuat
sasaran,tujuan,materi metode,waktu, tempat dan rencana penilaian.
b. Tahap pelaksanaan : program terulis satuan layanan kegiatan ( Layanan
atau pendukung ) dilaksanakan sesuai dengan yang direncanakan.
c. Tahap penilaian : Hasil kegiatan diukur dan dinilai.
d. Tahap analisis hasil : Hasil penilaian dianalisis untuk mengetahui aspek
aspek yang perlu mendapat perhatian lebih lanjut.
e. Tahap tindak lanjut : Hasil kegiatan yang ditindak lanjuti berdasarkan
hasil analisis Yang dilakukan sebelumya, melalui layanan atau kegiatan
pendukung yang relevan.

6. Alokasi waktu dan jadwal kegiatan.

Kegiatan bimbingan dan konseling dilaksanakan dalam suasana (a) kontak


langsung dengan siswa ( kegiatan terjadwal dalam kegiatan kelas ) dan (b)
tanpa kontak langsung dengan siswa ( kegiatan tidak terjadwal ) . Kegiatan
tersebut perlu dijadwalkan.
Kegiatan yang memerlukan kontak langsung dengan siswa
a. Semua kegiatan layanan memerlukan kontak langsung dengan siswa,
baik kontak secara perorangan,kelompok, klasikal.
b. Kegiatan aplikasi intrumen , seperti pengisian angket atau inventori
Testring sosiometri dan juga observasi memerlukan kontak langsung
dengan siswa .
c. Untuk kegiatan kontak langsung dengan siswa diperlukan waktu
tersendiri dengan catatan siswa tidak boleh dirugikan dalam kegiatan
belajarnya dengan guru mata pelajaran. Untuk ini perlu dialokasikan
waktu tersendiri minimum satu jam dan maksimum dua pelajaran satu
minggu/kelas jam pelajaran yang dsediakan itu digunakan untuk
melaksanakan :
Kegiatan aplikasi instrumentasi
Layanan informasi klasikal
Layanan penguasaan konten/pembelajaran
Layanan penempatan dan penyaluran klasikal
Evaluasi klasikal kegiatan bimbingan dan konsenling minggu
sebelumnya serta perencanaan kegiatan minggu berikutnya.
c. Kegiatan layanan orientasi,konseling perorangan bimbingna
kelompok,konseling kelompok,layanan mediasi, dan layanan
konsultasi dilaksanakan diluar jam pelajaran. Kegiatan ini dapat
memcapai 50% dari seluruh kegiatan bimbingan dan konseling
disekolah
.
Kegiatan tanpa kontak langsung dengan siswa:
a. Kegiatan sepetti pengelolaan himpunan data ,pengelolaan hasil aplikasi
instrumentasi penyiapan alat /bahan bimbingan konfrensi kasus
,kunjungan rumah ,pengolahan hasil belajar siswa sebagai bahan
bimbingan ,pengelolaan administrasi bimbingan dan konseling ,aloh
tangan kasus serta penyusunan rencana dan laporan kegiatan bimbingan
dan konseling sehari-hari dilaksnakan tanpa kontak langsung dengan
siswa.
b. Kegiatan tanpa kontak langsung dilaksnakan pada luar jam pelajaran
sekolah
Hak panggil
Untuk melaksanakan bimbingan dan konseling guru pembimbing
mempunyai hak panggil terhadap siswa asuh yang menjadi tanggung
jawabnya denga catatan siswa yang dipanggil tidak boleh dirugikan
dalam mengikuti mata pelajarannya.
Jadwal kegiatan :
a. Kegiatan baik diluar maupun didalam jam pelajaran disekolah dan
kegiatan non kontak didalam maupun diluar jam pelajaran
disekolah oleh guru pembimbing dijadwalkan dan rencana
kegiatannya disusun secara terulis dan disetujui oleh kepala
sekolah
b. Kegiatan di dalam dan dluar pelajaran di sekolah diatur dengan
sedemikian rupa dengan meperhattikan
Jam wajib pekerja guru pembimbing
Keseimbangan kehadiran guru pembimbing di sekolah pada
saat jam pelajaranm sekolah dan luar jam pelajaran sekolah
Kegiatan kontak dan non kontak serta rencana-rencana kegiatannya
disampaikan oleh guru pembimbing kepada para siswa secara jelas serta
diketahui dan mendapat peneguhan dari kepala sekolah.

D. Penilaian program bimbingan dan konseling

Sebagai upaya pendidikan,khususnya dalam rangka pengembangan


konpetensi siswa,hasil-hasil layanan bimbingan dan konseling harus dinilai
,baik melalui penilaian hasil layanan maupun proses layanannya,penilainan
ini selanjutnya dapat diapakai untuk melihat keefektifan layanan disatu
sisi,dan sebagai dasar pertimbangan bagi pengembangannya disisi lain.
1. Penilaianan hasil layanan
a. Untuk mengetahui hasil keberhasilan layanan dilakukan
penilaian , dengan penilaian ini dapat diketahui apakah layanan
tersebut efektif dan membawa dampak positif terhadap siswa
yang mendapat layanan.
b. Penilaian ditujukan kepada perolehan siswa yang menjalani
layanan, perolehan ini diorientasikan kepada :
1. Pengentasan masalah siswa : Sejauh manakah perolehan
siswa menunjang bagi penuntasan masalahnya ? perolehan
itu diharapkan dapat lebih menunjang terbinanya tingkah
laku positif,khususnya berkenaan dengan permasalahan dan
perkembangan siswa;dan
2. Perkembangan aspek-aspek kepribadian siswa,seperti
sikap,motivasi,kebiasaan,keterampilan dan keberhasilan
belajar ,konsep diri,kemampuan
berkomunikasi,kreatifitas,apresiasi terhadap nilai dan
moral.
c. Secara khusus fokus penilaian diarahkan kepada
berkembangnya :
1. Pemahaman baru yang diperoleh melalui layanan ,dalam
kaitannya dengan masalah yang di bahas.
2. Perasaan positif sebagai dampak dari proses dan materi
yang dibawakan melalui layanan dan
3. Rencana kegiatan yang akan dilaksanakan oleh siswa
sesudah pelaksanaan layanan dalam rangka mewujudkan
upaya lebih lanjut pengentasan masalah yang alaminya.
Semua fokus penilaian itu ,hususnya rencana kegiatan
secara jelas mengacu kepada konpetensi yang diaplikasikan
siswa untuk pengentasan masalah yang dihdapinya dalam
rangka kehidupan sehari-hari yang lebih efektif
d. Penilaian dapat dilakukan melalui :
1. Format individual,kelompok, dan atau klasikal;
2. media lisan dan atau tulisan dan
3. Penggunaan panduan dan atau instrumenbaku dan /atau
yang disusun sendirioleh guru pembimbing.
e. Tahap-tahap penilaian meliputi :
1. Penilaian segera ( Laiseg ) menrupakan penilaian tahap
awal yang dilakukan segera setelah menjelang diakhirinya
layanan yang dimaksud.
2. Penilaian jangka pendek ( Laijapen ) merupakan penilaian
lanjutan yang dilakukan setelah satu ( lebih ) jenis layanan
dilaksanakan selang beberapa hari sampai paling lama satu
bulan dan
3. Penilaian jangka panjang ( Laijapang ) merupakan
penilaian lebih menyeluruh setelah dilaksanakannya
layanan dengan selang satu waktu tertentu ,seperti satu
semester.
2. Penilaian proses Kegiatan
a. Penilaian dalam bimbingan dan konseling dilakukan juga
terhadap ;
1. Kegiatan layanan bimbingan dan konseling;
2. Kegiatan pendukung bimbingan dan konseling
3. Mekanisme dan instrumentasi yang digunakaan dalam
kegiatan dan
4. Pengolahan dan administrasi kegiatan
b. Hasil penilaian proses digunakan untuk meningkatkan kualitas
kegiatan bimbingan dan konseling secara menyeluruh
Dari kedua penilaian baik dari segi hasil maupun proses diharapkan
agar peserta didik mengalami perubahan dalam hal UCA ;
Understending ( Pemahaman )
Camfort ( Perasaan )
Action ( Tindakan ).
BAB IV
PENGELOLAAN PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING

A. Organisasi.
Organisasi pelayanan bimbingan dan konseling di sekolah meliputi berbagai unsur
dengan organigram berikut :

Kadis pendidikan

pengawas sekolah
Bidang BK
Komite sekolah Kepala Sekolah

Wakasek Koordinator BK

Kepala Tata Usaha

Guru Mapel Kepala Sekolah Guru Pembimbing

S I SWA
Keterangan :
1. Unsur Kantor Dinas Pendidikan ( Tingkat II dan Kecamatan )
adalah personil yang bertugas melakukan pengawasan dan
pembinaan terhadap penyelenggaraan pelayanan bimbingan dan
konseling di sekolah.
2. Kepala Sekolah ( bersama wakil kepala sekolah ) adalah
penanggung jawab pendidikan di sekolah secara keseluruhan
,termasuk pelaksanaan pelayanan bimbingan dan konseling.
3. Koordinator Bimbingan dan konseling ( bersama guru pembimbing
), adalah pelaksana utama pelayanan bimbingan dan konseling
disekolah.
4. Guru Mata pelajaran adalah : pelaksana pengajar berdasarkan
kurikulum yang berlaku.
5. Wali kelas adalah Guru yang ditugasi secara husus menge;lola satu
kelas siswa tertentu
6. Siswa adalah peserta didik yang menerima pelayanan
pengajaran,latihan, bimbingan dan konseling di sekolah
7. Tata Usaha adalah pembantu kepala sekolah dala penyelenggaraan
administrasi dan ketta usahaan sekolah
8. Pengawas sekolah bidang BK adalah pejabat fungsional yang
bertugas menyelenggarakan pengawasan dan pembinaan terhadap
pelaksanaan bimbingan dan konseling di sekolah
9. Komite sekolah adalah Badan yang secara husus di bentuk utnuk
menjadi mitra sekolah dalam pembinaan dan pengembangan
sekolah.

B. Personil Pelaksana.

Personil pelaksana pelayanan bimbingan dan konseling adalah segenap unsur yang
terkait di dalam organisasian pelayanan bimbingan dan konseling, dengan
koordinator dan guru pembimbing sebagai pelaksana utamanya. Uraian tugas
masing-masing personil tersebut, khusus dalam kaitan dengan pelayanan
bimbingan dan konseling adalah sebagai berikut :

1. Kepala Sekolah.
Sebagai penanggung jawab kegiatan pendidikan secara menyuluruh,
khususnya pelayanan bimbingan dan konseling, tugas kepala sekolah
adalah sebagai berikut.
a. Mengkoordinir segenap kegiatan yang diprogramkan dan berlangsing
disekolah, sehingga pelayanan pengajaran, latihan, bimbingan dan
konseling merupakan suatu kesatuan yang terpadu, harmonis, dan
dinamis.
b. Menyediakan prasarana, tenaga, dan berbagai kemudahan bagi
terlaksananya pelayanan bimbingan dan konseling yang efektif dan
efisein.
c. Melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap perencanaan dan
pelaksanaan program, penilaian dan tindak lanjut pelayanan bimbngan
dan konseling.
d. Mempertanggungjawabkan pelaksanaan pelayanan bimbingan dan
konseling di sekolah kepada Dinas Pendidikan yang menjadi atasannya
e. Menyediakan fasilitas, kesempatan, dan dukungan dalam kegiatan
kepengawasan yang dilakukan oleh pengawas bidang bimbingan dan
konseling.

2. Wakil kepala sekolah.


Sebagai pembantu kepala sekolah, wakil kepala sekolah membantu kepala
sekolah dalam melaksanakan tugas-tugas kepala sekolah.

3. Koordinator Bimbingan dan Konseling..


Tugas koordinator bimbingan dan konseling adalah sebgai berikut :
a. Mengkoordinasikan para Guru Pembimbing dalam:
Memasyarakatkan pelayanan bimbingan dan konseling kepada
segenap warga sekolah ( siswa, guru, dan personil sekolah
lainnya ), orang tua siswa, dan masyarakat
Menyusun program kegiatan bimbingan dan konseling (program
satuan layanan, dan kegiatan pendukung , agenda mingguan,
laporan bulanan, program semester, dan program tahunan).
Melaksanakan program bimbingan dan konseling.
Mengadministrasikan program kegiatan bimbingan dan konseling.
Menilai hasil pelaksanaan program kegiatan bimbingan dan
konseling.
Menganalisis hasil penilaian pelaksanaan bimbingan dan konseling
Memberikan tindak lajut terhadap analisis hasil penilaian
bimbingan dan konseling.
b.. Mengusulakan kepada kepala sekolah dan mengusahakan bagi
terpenuhinya tenaga, sarana dan prasarana, alat, dan perlengkapan
pelayan bimbingan dan konseling.
c. Mempertanggungjawabkan pelaksanaan pelayanan bimbingan dan
konseling kepada kepala sekolah.
d. Berpartisipasi aktif dalam kegiatan kepengawasan oleh pengawas
sekolah bidang bimbingan dan konseling.
e. Mengatur keikutsertaan guru pembimbing dalam kegiatan MGP
(Musyawarah Guru Pembimbing)

3. Guru Pembimbing.

Sebagai pelaksana utama, tenaga inti dan ahli, guru pembimbing bertugas :
a. Memasyarakatkan pelayanan bimbingan dan konseling.
b. Merencanakan program bimbingan dan konseling (terutam program-
program satuan layanan dan satuan kegiatan pendukung) untuk satuan-
satuan waktu tertentu, program-program tersebut dikemas dalam
agenda harian,rekap bulanan, program semesteran dan program
tahunan.
c. Melaksanakan segenap program satuan layanan bimbingan dan
konseling, dan kegiatan pendukung.
d. Menilai proses dan hasil pelaksanaan satuan layanan dan kegiatan
pendukung bimbingan dan konseling.
e. Menganalisis hasil penilaian layanan dan kegiatan pendukung
bimbingan dan konseling.
f. Melaksanakan tindak lanjut berdasarkan hasil penilaian layanan dan
kegiatan pendukug bimbingan dan konseling.
g. Mengadministrasikan kegiatan satuan layanan kegiatan pendukung
bimbingan dan konselingbyang dilaksanakan.
h. Mempertanggungjawabkan tugas dan kegiatan dalam pelayanan
bimbingan dan konseling secara menyeluruh kepada koordinator BK
serta Kepala Sekolah.
i. Mempersiapkan diri menerima dan berpartisifasi aktif dalam kegiatan
kepengawasan oleh pengawas.
j. Berpartisipasi aktif dalam kegiatan MGP.

4. Guru Mata Pelajaran.


Sebagai tenaga ahli pengajaran dan / atau praktek dalam bidang studi atau
program latihan tertentu, dan sebagai personil yang sehari-hari langsung
berhubungan dengan siswa, peranannya dalam pelayanan bimbingan dan
konseling adalah :
a. Membantu memasyarakatkan pelayanan bimbingan dan konseling
kepada siswa.
b. Membantu guru pembimbing mengidentifikasikan peserta didik yang
memerlukan pelayanan, dan pengumpulan data tetang siswa.
c. Mereferal peserta didik yang memerlukan pelayanan bimbingan dan
konseling
d. Menerima siswa alih tangan dari guru pembimbing yaitu siswa
menurut guru pembimbing memerlukan pelayanan pengajkaran seperti
program pengayaan latihan perbaikan.
e. Membantu mengembangkan suasna kelas ,hubungan guru siswa dan
hubungan siswa-siswa yang menunjang pelaksanaan pelayanan
bimbingan dan konseling
f. Memberikan kesempatan dan lemudhan kepada siswa yang memerlkan
pelayanan bimbingan dan konsl;ing
g. Barpartisifasi dalam kegiatan husus penanganan mas;ah siswa seperti
konfrensi kasus
h. Membantu pengumpulan informasi yang diperlukan dalam rangka
penilaian pelayanan bimbingan dan konseling

7. Wali Kelas
Sebagai pengelola tertentu dalam pelyanan bimbingan da konseling wali kelas
berperan :
a. Membantu guru pembimbing melaksanakan tugas-tugasnya,khusunya
kelas yang menjadi tanggung jawabnya
b. Membantu guru pembimbig untuk mengidentifikasi peserta didik yang
memerlukan layanan bimbingan dan konseling
c. Merefral peserta didik yang memerlukan pelayanan bimbingan dan
konseling kepada guru pembimbing
d. Menerima siswa alih tangan dari guru pembimbing yaitu siswa yang
memerlukan pelayanan pengajaaran , latiha perbakan, program
pengayaan
e. Membantu memebrikan kesempatan dan kemudahan bagi siswa
hususnya yang menajdi tanggung jawabnya utnuk mengikuti
/menjalanai layanan bimbingan dan konseling, berfartisifasi aktif
dalam kegiatan husus bimbingan dan konseling.

C. Fasilitas

Fasilitas pokok yang diperlukan dalam kegiatan layanan pendukung bimbingan


dan konseling di sekolah adalah :
1. Tempat kegiatan
Masing-masing guru pembimbing memiliki ruangan tersendiri
dalam kesatua ruang pelayanan bimbinga dan koseling yang ada
disekolah.
Ruang pelayanan yaitu ruang khusus untuk konseling perorangan
dan ruangan bimbingan/konseling kelompok.
Secara umum dalam ruang konseling hendaknya :
a. Dapat disimpan berbagai perlengkapan data kegiatan bimbingan
dan konseling.
b. Dapat disimpan format-format pelaksanaan layanan bimbingan dan
konseling, instrumen BK, informasi-informasi umum tentang
pendidikan dan pekerjaan.
c. Dapat disediakan berbagai bahan seperti ; buku-buku rujukan untuk
pengembangan diri, kegiatan ekstrakurikuler, penampilan
kepustakaan tentang; kesempatan pendidikan, sekolah lanjutan,
berita-berita hangat , dan sebagainya.

2. Instrumen Bimbingan dan konseling.


Untuk mengungkapkan berbagai data diperlukan berbagai instrumen, baik
berupa tes dan inventori standar maupun instrumen yang dapat disusun sendiri
oleh guru pembimbing.
a. Tes standar, seperti tes inteligensi, tes bakat.
b. Inventori standar, seperti AUM, skala sikap, skala minat, dan skala
penilaian diri.
c. Instrumen yang dapat disusun sendiri, seperti berbagai jenis angket, dan
daftar isian, pertanyaan untuk sosiometri, format penilaian, dll.
d. Instrumen diagnostik untuk berbagai bidang studi.

3. Perangkat Elektronik
Kelengkapan bimbingan dan konseling meliputi :
a. Komputer untuk mengolah data hasil aplikasi instrumen;
b. Program-program khusus pengolahan layanan bimbingan dan konseling
melalui komputer seperti; Bimbingan Belajar.
4. Buku-buku panduan
Di sekolah hendaknya tersedia berbagai panduan tentang kegiatan bimbingan
dan konseling seperti;
a. Surat-surat keputusan dan peraturan tentang kegiatan bimbingan
dankonseling di sekolah.
b. Panduan pelaksanaan kegiatan bimbingan dan konseling di sekolah.
c. Panduan kegiatan kepengawasan bimbingan dan konseling di sekolah.

5. Kelengkapan Administrasi
Untuk kegiatan bimbingan dan konseling perlu disediakan kelengkapan
administrasi, terutama untuk format-format satuam layanan dan kegiatan
pendukung, himpunan data, angket, laporan, serta surat-menyurat.

D. Pengawasan.
1. Pengawasan bimbingan dan konseling di sekolah diselenggarakan oleh
pengawas sekolah sesuai SK Menpan N0.118/1995 dan Petunjuk
Pelaksanaannya.
2. Kegiatan pengawas bimbingan dan konseling di sekolah melibatkan guru
pembimbing dan pengawas sekolah dengan koordinasi oleh kepala sekolah.
3. Kepala sekolah mendorong dan memberikan fasilitas bagi terlaksananya
kegiatan pengawas secara obyektif dan dinamis demi meningkatnya mutu
bimbingan dan konseling.

E. Akuntabilitas.
Melalui penilaian hasil layanan dan penilaian proses , serta program pengawasan
keseluruhan kegiatan bimbingan dan konseling dipertanggungjawabkan kepada
pemilik (stakeholders) pelayanan bimbingan dan konseling di sekolah, yaitu :
Siswa;
Orang tua siswa;
Personil sekolah;
Masyarakat, organiasasi profesi (ABKIN); dan
Pemerintah

F. Pembinaan
1. Pembinaan diarahkan kepada semakin meningkatnya mutu pelayanan
bimbingan dan konseling kepada siswa, dengan indikator meningkatnya :
a. kemampuan guru pembimbing;
b. fasilitas untk pelayanan;
c. kerja sama antar personil sekolah;
d. pemanfaatan pelayanan oleh peserta didik;
e. jumlah guru pembimbing (bagi sekolah yang masih memerlukan
penambahan)

2. Pembinaan dilaksanakan melalui :


a. kerja sama antar guru pembimbing;
b. kerja sama antar personil sekolah ;
c. kegiatan pengawasan oleh pengawas sekolah bidang BK;
d. pengembangan fasilitas pelayanan;
e. pertemuan MGP, penataran, lokakarya, pertemuan ilmiah, dll
G. Pendanaan
Kegiatan bimbingan dan konseling akan berjalan dengan baik bila didukung
dengan dana yang memadai sesuai program yang dibuat Guru Pembimbing. Untuk
itu pimpinan sekolah perlu mengalokasikan hal tersebut di dalam RAPBS.

H. Mekanisme Kerja Pelayanan Bimbingan dan Konseling.


Program pelayanan Bimbingan dan Konseling merupakan rencana kegiatan
layanan dan kegiatan pendukung yang akan dilaksanakan pada priode tertentu.
Program ini mengumpulkan seluruh kegiatan satu tahun dan dipecah menjadi
program semesteran, program bulanan, mingguan, dan harian. Untuk pelaporan,
dihimpun dari agenda harian dalam mingguan, bulanan, semester, dan tahunan.
Tahap pelaksanaan program terdiri dari; (a) Perencanaan, (b) Pelaksanaan, (c)
Penilaian, (d) Analisis hasil, (e) Evaluasi, (f) Tindak lanjut. Dalam pelayanan BK
ada hal panggil terhadap siswa asuh yang menjadi tanggung jawabnya.
Ada alur mekanisme yang diawali dengan ditemukannya kasus/permasalahan
siswa, baik didalam kelas maupun di luar kelas baik sifatnya akadmis maupun non
akadmis oleh personil sekolah terutama guru mata pelajaran, konfirmasi kepada
wali kelas, bilamana belum terselesaikan permasalahannya dan membutuhkan
peran Bimbingan dan Konseling, maka guru pembimbing/konselor memberikan
layanan kepada siswa, untuk tindak lanjut dari layanan; kembali bersama wali
kelas dan sepengetahuan kepala sekolah dalam hal ini dapat dibantu oleh wakil
kepala sekolah.

I. Pola pelayanan kegiatan Bimbingan dan Konseling :


1. Di dalam ruang bimbingan dan konseling sifatnya layanan individual ;
> Layanan untuk konseling individu/perorangan.
> Menemui orang tua, wali kelas, guru mata pelajaran, instansi terkait;
> Layanan konseling kelompok dan kegiatan pendukung seperti konferensi
kasus

2. Di dalam rangan bimbingan dan konseling yang sifatnya administrasi yaitu


melaksanakan aplikasi instrumen ,himpunan data bimbingan dan konseling
> Melaksanakan aplikasi instrumentasi, himpunan data bimbingan dan
konseling
> Melaksanakan evalusi/pelaporan kegiatan pelayanan bimbingan
> Melaksanakan MGP sekolah
3. Di dalam kelas yaitu memberikan pelayanan bimbingan dan konselimg yaitu
layanan informasi,layanan penempatan dan penyaluran, layanan kontens
4. Di luar kelas memberikan layanan yaitu layanan orientasi,layanan konseling
perororang,konseling kleompok,bbimbingan kelompok,layanan konsultasi dan
layanan mediasi
5. Di luar sekolah ,sifatnya kegiatan pendukung yaitu
> Melaksanakan kunjunga rumah dan eferal
> Melaksanakan MGP tingkat kecamatan,tingkat wilayah ,dan tingkat profinsi
> Kegiatan lain-lainnya

BAB V
PENGEMBANGAN

Pelayanan bimbingan dan konseling di sekolah dapat lebih ditingkatkan


dengan mengembangkan para pelaksananya ( guru pembimbing ) program-
programnya ,sarana dan prasarana, kerjasama dan dukungan moril dan materil dari
kepala sekolah dalam suasana kerjanya. Pengembangan para pelasama baik dalam
pengetahuan,pemahaman dan mutunya bertujuan agar penanganan pelayanan
bimbingan ddan konseling dapat ditingkatkan kefektipan dan keefisiensinya
.
Pengembanagan para pelaksana perlu diikuti oleh pengembangan sarana dan
pra sarana . Prasarana yang sangat terbatas ,apalagi dibarengi dengan dana yang
langka akan menjadi kendala yang cukup berat bagi gerak langkah para pelaksana
meskipun mutu dan kemampuan sudah ditingkatkan. Apabila mutu para pelaksana
sudaah lebih berkembang, demikian pula prasarana sarana dan dananya maka program
layanan akan lebih mudah ditingkatkan peningkatan tersebut akan ditunjang lagi oleh
berkembangnya kerjasama dan suasana profesional.

Pengembangan tenaga pelaksana dapat dilakukan melalui kerjasma dengan


LPTK, MGP, P4TK, penataran ( pendidikan dalam jabatan ) maupun kegiatan lain
seperti seminar,loka karya bimbingan dan konseling,dll dalam hal ini organisasi
profesi bimbingan dan konseling dapat memberikan peranan yang sangat besar untuk
pengembangan tenaga pelaksana bimbinga dan konseling
.
Terselengaranya semua layanan bimbingan dan konseling di sekolah dengan
baik perlu didukung oleh pengenalan dan pemahaman akan pentingnya layanan
bimbingan dan konseling oleh berbagai pihak yang terkait ( Kepala Dinas Pendidikan,
Kepala Cabang,Pengawas,Kepala sekolah, dan guru-guru dan personil sekolah ).
Karena itu semua pihak bertanggung jawab atas pengemabngan pelayanan bimbingan
dan konseling di sekolah.
LAMPIRAN-LAMPIRAN

CONTOH-CONTOH FORMAT PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING :

1. Program Tahunan Bimbingan dan Konseling.

2. Program Semester Bimbingan dan Konseling.

3. Program Bulanan Bimbingan dan Konseling

4. Program Mingguan Bimbingan dan Konseling

5. Program Harian Pelayanan Bimbingan dan Konseling.

6. Agenda Kerja Pelaksanaan Bimbingan dan Konseling

7. Laporan Kegiatan Harian / Mingguan Bimbingan dan Konseling.

8. Laporan Bulanan Kegiatan Bimbingan dan Konseling

9. Laporan Layanan Konseling Individu/Perorangan.

10. Kartu Konsultasi.

11. Kartu Observasi.

12. Laporan Observasi.

13. Kegiatan Pendukung Home Visit.

14. Peta Siswa/Daftar Konseli

DAFTAR ACUAN

Depdikbud. 1995. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta : Depdikbud Balai Pustaka.
Poerwodarminto, W.J.S. 1985. Kamus Besar Bahasa Indonesi.Jakarta: Balai Pustaka.

Prayetno. 1997. Buku II Pelayanan Bimbingan dan Konseling SMP. Jakarta.

Retno Widajati. 1999. Kegiatan Pendukung Pelayanan Bimbingan dan Konseling.


Jakarta.

Puskur. 2003. Panduan Pelayanan Bimbingan dan Konseling, Jakarta: Balibang


Depdiknas. 2003.

Puskur. 2004. Kerangka Kurikulum 2004 (Draft), Jakarta : Depdiknas.

Sunaryo Kartadinata, 2003. Kebijakan, Arah, dan Strategi Pengembangan Profesi


Bimbingan dan Konseling di Indonesia, Konvensi Nasional ABKIN,
Bandung.

Mungin Eddy Wibowo. 2003. Konseling dalam Sistem Pendidikan Nasional,


Konvensi Nasional, ABKIN, Bandung.

Mohamad Surya. 2004. Peluang dan Tantang Global bagi Profesi Bimbingan dan
Konseling: Implikasinya bagi Strategi Organisasi dan Standarnisasi
Bimbingan dan Konseling : Konvensi Nasional ABKIN.Bandung.2003.

Sunaryo Kartadinata. 2003. Pengembangan Perangkat Lunak Analisis Tugas


Perkembangan Siwa dalam Upaya Meningkatkan Mutu layanan dan
Manajmen Bimbingan dan Konseling di Sekolah : Kementrian Riset dan
Teknologi RI, LIPI. Jakarta.

Syamsu Yusuf LN. 1998. Model Bimbingan dan Konseling dengan Pendekatan
Ekologis. Disertasi. Bandung : PPs UPI.

Naharus surur. 2009. Penyusunan Program Bimbingan dan Pelayanan Konseling di


Sekolah, Bahan diklat Region V, Bimbingan dan Konseling, P4TK.
Bogor.2009.

KATA PENGANTAR
Syukur Alhamdulillah selalu dipamjatkan kehadirat Allah atas segala nikmat,
karunia dan maunah-Nya, sehingga kita senantiasa dapat menjalankan tugas
dan amanah sebagai wujud pengabdian kita krpada-Nya.

Sejalan dengan dilaksanakannya kurikulum tahun 2004 yang mengacu pada


standard kompetensi,maka diperlukan berbagai pedoman pendulung yang dapat
menunjang pelaksanaan kurikulum tersebut dilapangan. Salah satu kebutuhann para
guru pembimbing guna memperlancar proses pelaksanaan pelayanan Bimbingan dan
Konseling disekolah sehingga kami mencoba menyusun buku Pedoman
Pelaksanaan dan Penyusunan Program Bimbingan Konseling disekolah

Pedoman ini merupakan salah satu referensi,untuk memberikan pemahaman


yang sama dalam pelaksanaan pelayanan bimbingan dan konseling disekolah, yang
pada dasarnya sekolah diberikan keleluasaan untuk mengembangkan sebagaimana
diatur dalam undang-undang, semangat otonami pendidikan,dan kebijakan School
Besed Managemen ( Pengembangan Mutu Pendidikan Berbasis Sekolah )

Akhirnya., kami berharap agar pedoman ini dapat menjadi pedoman bagi para
guru Pembimbing dalam pelaksanaan pelayanan Bimbingan dan
Konselingndisekolah.Kami menyadari bahwa buku pedoman ini masih banyak
kekurangan dan kelemahan, untuk itu kritik dan saran yang sifatnya membangun
berupa pemikiran yang konstruktif untuk perbaikan dimasa mendatabg. Atas kritik
dan saran yang disampaikan,kami mengucapkan terimah kasih, Semoga Allah SWT
senantiasa mencurahkan bimbingan, lindungan dan ridho-Nya kepada kita semua,
sehingga buku pedoman ini dapat bermanfaat bagi kemajuan ilmu terutama dalam
Bimbingan dan Konseling.Semoga karya kecil ini menjadi amal sholeh di sisi-Nya,
Amin ya Robbal Alamiin.

Mataram, 3 Januari 2010

Penyusun.
LAPORAN PELAKSANAAN PELAYANAN BIMBINGAN
DAN KONSELING

BULAN : OKTOBER-DESEMBER

NAMA PETUGAS : SRI AGUSTINI, S.Pd

KELAS ASUHAN : 6 KELAS :

1. KELAS VIIIC

2. KELAS VIIID

3. KELAS VIIIE

4. KELAS VIIIF

5. KELAS VIIIG

6 KELAS VII G
LAPORAN ABSENSI SEMESTER GANJIL

N NAMA KEL TANGGAL WALI KET


O SISWA AS KELAS
1 2 3 4 5 6
1 Furqon VIII 9 1 1 1 1 2 2 2 2 Drs.Soedi Alpa/b
Azmi C 0 2 3 4 3 4 7 8 ro olos
Hamda
ni
2 Razy VIII 1 1 1 1 2 3 3 Drs.Soedi Alpa/b
C 2 3 4 9 0 0 1 ro olos
3 Ronni VIII 1 2 9 1 2 3 Widie Alpa/b
hariant D 0 9 1 Widiyant olos
o i,SE
4 Muhsin VIII 2 3 5 1 1 2 2 L.Artanis, Alpa
Raneta E 2 6 2 3 S.Ag
5 Mulyo VIII 1 2 3 5 6 7 8 9 1 1 Kusnadin Alpa/b
Harton F 0 2 ,SPd olos
o
6 Titin VIII 7 8 9 1 2 2 Kusnadin Alpa
Dwi F 9 2 3 ,SPd
Apriant
i
7 Wahyu VIII 1 2 3 5 6 7 1 2 2 3 Hamim,S. Alpa/b
di G 9 0 3 0 Ag olos
Ramda
n
8 Rudi VIII 1 2 3 6 8 9 1 1 3 3 Hamim,S. Alpa/b
Hariant G 6 7 0 1 Ag olos
o
9 Riyan VII 1 2 3 7 8 9 1 1 3 3 Setyo Alpa/b
Rinaldi G 6 7 0 1 Nugroho, olos
S.Si
10 Rizky VII 1 2 3 7 8 9 1 1 3 3 Setyo Alpa/b
Aprian G 6 7 0 1 Nugroho, olos
Saputra S.Si
11 Andra VII 1 2 3 7 8 9 1 1 3 3 Setyo Alpa/b
Agustia G 6 7 0 1 Nugroho, olos
wan S.Si
12
13
REKAP PENANGANAN MASALAH SISWA ASUH

Nomor Kelas Jlh Jml kasus Jumlah Home Panggilan Jenis kas
siswa bimb rutin konseling visit ortu/wali ditang
asuh
1 VIII C 40 4 - 2 2 > pelajara
> sekolah
> kebiasa
belajar
> Keluarg
2 VIII D 39 2 - 1 2 > pelajara
> Sekolah
3 VIII E 40 3 - 1 1 > pelajara
> Kebiasa
belajar
> Tatib
sekolah
4 VIII F 38 3 1 2 3 >pelajara
>kebiasaa
Belajar
>Tatib se
>keluarga
5 VIII G 38 3 2 3 >pelajara
>kebiasaa
Belajar
>Keluarg
>pergaula

6 VII G 39 3 3 3 >pelajara
>Kebiasa
Belajar
>pergaula
>keluarga
Jumlah 234 18 1 11 14 5

DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAH RAGA


KOTA MATARAM
SMP NEGERI 14 MATARAM
Jl. Brawijaya no 23 telp.(0370)633119Cakra Negara Kota Mataram ( 83234 )
JENIS MASALAH DAN FAKTOR YANG MENIMBULKAN

No Nama siswa kls Jenis Jenis masalah


kela
min
L P 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

1 Furqon Azmi Ramdani VIII C V V V V


2 Razy V V V V V
3 Rony Hariyanto V V V V
4 Muazim Rameta V V V V
5 Mulyo Hartono V V V V V
6 Titin Dwi Apriyanti V V V V V
7 Wahyudi Ramdan V V V V
8 Rudi Harianto V V V V
9 Riyan Rinaldi V V V V
10 Riski Aprian.S. V V V V
11 Andra Agustin V V V V

II. KEGIATAN BIMBINGAN DAN KONSELING


NO HARI/TANGGAL KELAS JENIS MASALAH
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

1 SELASA
( 27/10/09 ) VIII F V V V V
DATA MASALAH SISWA
SMP NEGERI 14 MATARAM
KELAS : VIII F
Nomor Nama siswa/nama panggilan Nama orang tua alamat
Nama Panggilan
1 Titin Dwi Titin
Apriyanti

LAPORAN HASIL KONSELING


SMP NEGERI 14 MATARAM

Nomor Nama Siswa kelas Kesimpulan hasil konseling

1 Titin Dwi Apriyanti VIII F Maslah Keluarga : Oran


Bercerai
Ekonomi Lemah
Sering nginap di rumah
Hasil nilai Mid kurang
Kurang Konsentrasi da
menerima Pelajaran
Tidak punya jadwal pe
Kurangnya sarana bela
rumah
Sering tidak mengerjak

Mataram, 2009
Kepala Sekolah
Guru Pembimbing

S Y A H T U M,S.Si
SRI AGUSTINI,S.Pd
NIP.195412311977112005
NIP.1969

LEMBAR PENGESAHAN PEDOMAN KHUSUS PELAYANAN BIMBINGAN


DAN KONSELING SMP/MTS DALAM KTSP

Anda mungkin juga menyukai