Anda di halaman 1dari 3

INTOLERANSI MAKANAN

No. Kode :
Terbitan :1
SOP No. Revisi :0
Tgl. Mulai Berlaku :
KABUPATEN Halaman : 1-4 UPT
PEMALANG PUSKESMAS
PADURAKSA

Ditetapkan Oleh : dr Ali Jamaluddin


Plt. Kepala UPT Puskesmas NIP. 197709112009031 002
Paduraksa

1. Pengertian No. ICPC-2 : D29 Digestive syndrome/complaint other


No. ICD-X : K90.4 Malabsorption due to intolerance
Tingkat Kemampuan 4A
Masalah Kesehatan
Intoleransi makanan adalah gejala-gejala yang terjadi akibat
reaksi tubuh terhadap makanan tertentu. Intoleransi bukan
merupakan alergi makanan. Hal ini terjadi akibatkekurangan
enzim yang diperlukan untuk mencerna makanan tertentu.
Intoleransi terhadap laktosa gula susu, penyedap Monosodium
Glutamat (MSG), atau terhadap antihistamin yang ditemukan di
keju lama, anggur, bir, dan daging olahan. Gejala intoleransi
makanan kadang-kadang mirip dengan gejala yang ditemukan
pada alergi makanan
2. Tujuan Petugas dapat mendiagnosa, memberikan pengobatan dan
perawatan sesuai dengan prosedur pelayanan klinis
3. Kebijakan Kebijakan Kepala Puskesmas Warungpring No 440 /SK.119/ VI /
2016 Tentang Standart Operasional Prosedur Puskesmas
Warungpring

4. Referensi Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor


HK.02.02/MENKES/514/2015 Tentang Panduan Praktik Klinis Bagi
Dokter Di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama
5. Prosedur Hasil Anamnesis (Subjective)
Gejala-gejala yang mungkin terjadi adalah tenggorokan terasa
gatal, nyeri perut, perut kembung, diare, mual, muntah, atau
dapat disertai kram perut.
Faktor predisposisi
Makanan yang sering menyebabkan intoleransi, seperti:
1. Terigu dan gandum lainnya yang mengandung gluten
2. Protein susu sapi
3. Hasil olahan jagung
4. MSG

1 /3
Hasil Pemeriksaan Fisik dan Penunjang Sederhana
(Objective)
Pada pemeriksaan fisik dapat ditemukan nyeri tekan abdomen,
bising usus meningkat dan mungkin terdapat tanda-tanda
dehidrasi.
Pemeriksaan Penunjang : -

Penegakan Diagnostik (Assessment)


Diagnosis Klinis
Diagnosis ditegakkan berdasar anamnesis dan pemeriksaan
fisik.

Diagnosis Banding
Pankreatitis, Penyakit Chrons pada illeum terminalis, Sprue
Celiac, Penyakit whipple, Amiloidosis, Defisiensi laktase,
Sindrom Zollinger- Ellison, Gangguan paska gasterektomi,
reseksi usus halus atau kolon

Komplikasi
Dehidrasi

Penatalaksanaan Komprehensif (Plan)


Penatalaksanaan dapat berupa
1. Pembatasan nutrisi tertentu
2. Suplemen vitamin dan mineral
3. Suplemen enzim pencernaan

Rencana Tindak Lanjut


Setelah gejala menghilang, makanan yang dicurigai diberikan
kembali untuk melihat reaksi yang terjadi. Hal ini bertujuan
untuk memperoleh penyebab intoleransi.

Konseling dan Edukasi


Memberi edukasi ke keluarga untuk ikut membantu dalam hal
pembatasan nutrisi tertentu pada pasien dan mengamati
keadaaan pasien selama pengobatan.

Kriteria Rujukan
Perlu dilakukan konsultasi ke layanan sekunder bila keluhan
tidak menghilang walaupun tanpa terpapar.
Peralatan
2 /3
Laboratorium rutin

Prognosis
Pada umumnya, prognosis tidak mengancam jiwa, namun
fungsionam dan sanasionamnya adalah dubia ad bonam
karena tergantung pada paparan terhadap makanan
penyebab.
6. Diagram Alir

7 Unit Terkait R. Pemeriksaan Umum,R. KIA-KB-Imunisasi, R. Gizi

8 Rekaman Historis No Yang diubah Isi Perubahan Tanggal mulai


diberlakukan

3 /3