Anda di halaman 1dari 7

Metode bagi-dua

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Beberapa langkah metode bagi-dua yang diterapkan terhadap kisaran awal [a1;b1]. Titik merah
yang lebih besar adalah akar fungsi.

Dalam matematika, metode bagi-dua adalah algoritma pencarian akar yang membagi dua
selang, lalu memilih bagian selang yang berisi akar seharusnya berada untuk diproses lebih
lanjut. Metode ini sangat sederhana dan tangguh, tetapi juga sangat lambat.

Metode
Metode ini berlaku ketika kita ingin memecahkan persamaan f(x) = 0 untuk variabel skalar x, di
mana f merupakan fungsi kontinu.

Metode bagi-dua mensyaratkan dua titik awal a dan b sedemikian sehingga f(a) dan f(b)
memiliki tanda berlainan. Ini dinamakan kurung dari sebuah akar. Menurut teorema nilai antara,
fungsi f mestilah memiliki paling tidak satu akar dalam selang (a, b). Metode ini kemudian
membagi selang menjadi dua dengan menghitung titik tengah c = (a + b) / 2 dari selang tersebut.
Kecuali c sendiri merupakan akar persamaan, yang mungkin saja terjadi, tetapi cukup jarang,
sekarang ada dua kemungkinan: f(a) dan f(c) memiliki tanda berlawanan dan mengapit akar, atau
f(c) dan f(b) memiliki tanda berlawanan dan mengapit akar. Kita memilih bagian selang yang
mengapit, dan menerapkan langkah bagi-dua serupa terhadapnya. Dengan cara ini selang yang
mungkin mengandung nilai nol dari f dikurangi lebarnya sebesar 50% pada setiap langkah. Kita
meneruskan langkah ini sampai kita memiliki selang yang dianggap cukup kecil.

Secara eksplisit: jika f(a) f(c) < 0, maka metode ini menetapkan b baru sama dengan c, dan bila
f(b) f(c) < 0, maka metode ini menetapkan a baru sama dengan c. Dalam kedua kasus, f(a) dan
f(b) baru memiliki tanda berlawanan, sehingga metode ini dapat diterapkan pada selang baru
yang lebih kecil ini. Implementasi metode ini harus berjaga-jaga terhadap kemungkinan bahwa
titik tengah ternyata merupakan pemecahan.

Contoh Soal dan Pembahasan Metode bagi


Dua (Metode Numerik)
Bisection Method atau dikenal dengan metode bagi dua cara yang digunakan untuk menentukan akar
sebuah fungsi yang berada di antara dua titik pada sumbu hoizontal (sumbu x). Seperti akan dicari akar /
penyelesaian /solusi dari f(x)= x2 + 3x - 6.

Cara Mencari Solusi Persamaan dengan Metode Bagi Dua


Langkah yang harus dilakukan dalam mencari solusi eksak dari sebuah fungsi dengan metode bagi dua
ini adalah :

1. Menentukan 2 titik, misalkan a dan b pada sumbu x. Syaratnya a < b.


2. Bila f(a) * f(b) > 0, maka pencarian akar gagal.
3. Bila f(a)*f(b)< 0,
4. nilai untuk r = c = (a+b)/2. Ini karena c berada diantara a dan b. dilanjutkan dengan b=c atau a=c
5. Proses ini dilanjutkan hingga nilai |b-a| < dari toleransi yang telah diberikan di awal.

Sebagai pemahaman tambahan, c = (a+b)/2. Bila dalam hal ini bila f(c)=0 maka, akar persamaan yang
dicari adalah c atau r=c. Kemungkinan lain adalah jika f(c) bukan 0, maka r bukanlah c atau akar yang
dicari bukan c. Berikutnya harus diuji. Jika f(a).f(c) < 0 maka akar persamaan ada di antara a dan c.
Sebaliknya jika f(a).f(c)>0 maka akar persamaan berada di antara a dan b. Langkah seperti ini dilakukan
hingga ditemukan penyelesaian eksak.

Contoh Soal dan Pembahasan


Diketahui f(x)= x2 + 3x - 6. Akan dicari solusi persamaan tersebut dengan toleransi 0,01.

Langkah pertama kita akan tetapkan dua nilai batas sebagai interval. kita akan ambil 0 dan 1. Jika di cari
f(1) = -2 dan f(0)=-6. f(1)*f(0) = 12 > 0. Artinya pencarian akar pada selang ini gagal. Untuk itu kita ambil
interval lain yaitu 1 dan 2.
Untuk inerval [1,2] : f(1) = -2, f(2) = 4. f(1)*f(0) = -8 <0 - (*memenuhi syarat 3). Dengan demikian ini bisa
dilanjutkan dengan menggunakan nilai c = (a+b)/2 = (1+2)/2 = 1,5. f(c)= f(1,5) = 0,4. Karena nilai |f(c) | >
Toleransi maka dilanjutkan dengan menguji f(a)*f(c).

f(a) = -2, f(c) = 0,4. Karena f(a)*f(c)= -2*0,4 = -0,8 < 0 , Maka akar yang dicari berada diinterval baru [a,c]
= [ 1, 1.5]. Disini nilai b digantikan oleh c. Lanjutkan lagi mencari c yang baru.

c = (a+b)/2 = (1+1,5)/2 (ingat nilai b sudah digantikan oleh c). Lakukan lagi seperti langkah sebelumnya. c
= 1,375. Lalu cari f(c), bila ditemukan nilai | f(c) | > Toleransi, maka lakukan perulangan. Perhitungan
akan dihentikan saat nilai |f(c)| < Toleransi.

Jika anda melanjutkan hingga 8 kali maka baru akan diperoleh nilah |f(c)| <0. Saat itu nilai |f(c)| = 0,006.
Kemudian lihatlah nilai c pada saat itu. Nilai c saat itu adalah 1,367. Maka solusi eksak dari fungsi
tersebut adalah : 1,367.

Kelebihan dan Kekurangan Metode Bagi 2


Kelebihan melakukan metode bagi dua (bisection method) ini adalah karena kesederhanaannya.
Kemudian ini termasuk konvergen (selalu). Sayangnya ketika menggunakan ini agak lama, karena harus
menebak dua titik dan dilakukan perulangan. Dengan perulangan tersebut pastinya untuk menemukan
keknvergenan terolong lambat. Kemudian, bila dalam interval terdapat akar yang sama metoda ini
dirasa kurang akurat.
Metode Bagi-Dua (Bisection Method)

10 Votes

Metode Bagi-Dua adalah algoritma pencarian akar pada sebuah interval.


Interval tersebut membagi dua bagian, lalu memilih dari dua bagian ini
dipilih bagian mana yang mengandung akar dan bagian yang tidak mengandung
akar dibuang. Hal ini dilakukan berulang-ulang hingga diperoleh akar
persamaan atau mendekati akar persamaan. Metode ini berlaku ketika ingin
memecahkan persamaan f(x) = 0 dengan f merupakan fungsi kontinyu.

Prosedur Metode Bagi-Dua :

Misal dijamin bahwa f(x) adalah fungsi kontinyu pada interval [a, b] dan
f(a)f(b) < 0. Ini artinya bahwa f(x) paling tidak harus memiliki akar pada
interval [a, b]. Kemudian definisikan titik tengah pada interval [a, b] yaitu
c := . Dari sini kita memperoleh dua subinterval yaitu [a, c] dan [c, b].
Setelah itu, cek apakah f(a)f(c) < 0 atau f(b)f(c) < 0 ? Jika f(a)f(c) < 0
maka b = c (artinya titik b digantikan oleh titik c yang berfungsi sebagai
titik b pada iterasi berikutnya), jika tidak maka a = c. Dari iterasi pertama
kita memperoleh interval [a, b] yang baru dan titik tengah c yang baru.
Kemudian lakukan pengecekan lagi seperti sebelumnya sampai memperoleh error
yang cukup kecil.

Contoh :

Carilah akar dari x3 + 4x2 10 = 0 pada interval [1, 2].

Penyelesaian :
Dalam penyelesaian ini saya akan menggunakan sampai iterasi ke-10 dan
menggunakan 5 angka dibelakang koma.

f(x) = x3 + 4x2 10

f(1) = (1)3 + 4(1)2 10 = -5

f(2) = (2)3 + 4(2)2 10 = 14

f(1.5) = (1.5)3 + 4(1.5)2 10 = 2.375

f(1.25) = (1.25)3 + 4(1.25)2 10 = -1.79687

f(1.375) = (1.375)3 + 4(1.375)2 10 = 0.16210

f(1.3125) = (1.3125)3 + 4(1.3125)2 10 = -0.84838

f(1.34375) = (1.34375)3 + 4(1.34375)2 10 = -0.35098

f(1.35938) = (1.35938)3 + 4(1.35938)2 10 = -0.09632

f(1.36719) = (1.36719)3 + 4(1.36719)2 10 = 0.03239

f(1.36329) = (1.36329)3 + 4(1.36329)2 10 = -0.03200

f(1.36524) = (1.36524)3 + 4(1.36524)2 10 = 0.000016

f(1.36426) = (1.36426)3 + 4(1.36426)2 10 = -0.01601

f(1.36329) = (1.36329)3 + 4(1.36329)2 10 = -0.00784

n a B c = (a + b)/2 f(a) f(b) f(c) f(a)f(c) f(b)f(c)


1 1 2 1.5 + + +

2 1 1.5 1.25 + +

3 1.25 1.5 1.375 + + +

4 1.25 1.375 1.3125 + +

5 1.3125 1.375 1.34375 + +

6 1.34375 1.375 1.35938 + +

7 1.35938 1.375 1.36719 + + +

8 1.35938 1.36719 1.36329 + +


9 1.36329 1.36719 1.36524 + + +

10 1.36329 1.36524 1.36426 + +

Jadi akar yang diperoleh dari f(x) = x3 + 4x2 10 menggunakan 10 iterasi


adalah 1.36426

B. Alogaritma Metode Biection


Langkah 1 :
Pilih taksiran nilai a sebagai batas bawah interval dan taksiran nilai b sebagai batas atas interval.
Jika terpenuhi kondisi :
f(a) x f(b) < 0 ; maka ada akar dalam interval, selanjutnya ke langkah 2.
f(a) x f(b) > 0 ; maka tidak ada akar dalam interval. Geser posisi interval.
f(a) x f(b) = 0 ; maka a dan b, salah satu merupakan akar.
Langkah 2 :
Taksiran akar yang pertama c dimana, c = (a + b )/2
Langkah 3 :
Evaluasi keberadaan akar, apakah dalam subinterval pertama (antara a dan c ) atau dalam
subinterval kedua (antara c dan b). Jika diperoleh :
f(a) x f(c) < 0 ; akar berada dalam subinterval pertama, maka b = c. selanjutnya ke langkah 4.
f(a) x f(c) > 0 ; akar berada dalam subinterval ke dua, maka a = c. Selanjutnya ke langkah 4.
f(a) x f(c) = 0 ; c adalah akar.

http://reyditz-tya.blogspot.co.id/2013/09/metode-bagi-dua-pada-sistem-persamaan.html

http://rahmannurh.blogspot.co.id/2016/02/metode-numerik-dalam-c-metode-bagi-dua.html

http://dokumen.tips/documents/materi-metode-numerik-akar-akar-persamaan-metode-grafis.html

https://www.scribd.com/doc/178674009/Makalah-2-metode-sMetode-Penyelesaian-Akar-akar-
Persamaan-Kuadratelain-Iterasi-docx

https://elearning-masasep.blogspot.co.id/2014/12/metode-bisection-atau-biseksi-atau-bebas.html

https://www.scribd.com/doc/52166204/Metode-Bagi-Dua