Anda di halaman 1dari 27

Misalnya dilakukan pengujian perbedaan hasil belajar ketiga kelas yang diajar dengan

metode diskusi, demonstrasi dan eksperimen. Hasil pengamatan diperoleh data sebagai

berikut:

Hasil Produksi

Hari diskusi demonstr Eksperimen

asi

1 69 49 68

2 50 34 64

3 30 45 42

4 50 49 53

5 54 40 43

6 58 29 69

7 55 49 79

Ujilah hipotesis yang menyatakan bahwa ada perbedaan yang signifikan hasil belajar

siswa pada ketiga kelompok

gunakan taraf = 0,05.

Penyelesaian:

Langkah-langkah pengujian hipotesis

1. Rumusan hipotesis

Ho : X1 = X2 = X3 = 0 Tidak ada perbedaan yang signifikan hasil belajar siswa pada

ketiga kelompok
Ha : X1 = X2 = X3 = 0 Minimal satu pasang kelompok mempunyai perbedaan yang

signifikan hasil belajar siswa

Taraf nyata 5% ( = 0,05)

Nilai Ftabel ( = 0,05 ; db = 2:18) = 3,55 (lihat tabel distribusi F)

2. Kriteria pengujian:

Ho ditolak jika nilai Fhitung > Ftabel atau probabilitas < 0,05

Ho diterima jika nilai Fhitung Ftabel atau probabilitas 0,05

3. Menghitung nilai F:

Untuk mencari nilai Fhitung maka diperlukan perhitungan dengan tabel bantu sebagai

berikut:

Tabel 5.2. Tabel Bantu Anova Satu Jalan (Uji F)

N X1 X2 X3 X12 X22 X3 2

1 69 49 68 4.761 2.401 4.624

2 50 34 64 2.500 1.156 4.096

3 30 45 42 900 2.025 1.764

4 50 49 53 2.500 2.401 2.809

5 54 40 43 2.916 1.600 1.849

6 58 29 69 3.364 841 4.761

7 55 49 79 3.025 2.401 6.241

366 295 418 19.966 12.825 26.144

Berdasarkan perhitungan pada tabel penolong diperoleh nilai-nilai:


n1 = 7 ; n2 = 7 ; n3 = 7 ; N = 21

X1 = 366 ; X2 = 295 ; X3 = 418

X = 366 + 19.966 + 12.825 = 1.079

X12 = 19.966 ; X22 = 12.825 ; X32 = 26.144

X2 = 19.966 + 12.825 + 26.144 = 58.935

Nilai-nilai pada tabel tersebut selanjutnya dimasukkan pada rumus sebagai berikut:

(X1 ) 2 (X 2 ) 2 (X k ) 2 (X) 2
JKA = .......
n1 n2 nk N

(366) 2 (295) 2 (418) 2 (1.079) 2


=
7 7 7 21

= 19.136,57 + 12.432,14 + 24.960,57 55.440,05

= 1.089,238

(X) 2
JKT = X 2 -
N

(1.079) 2
= 58.935 -
21

= 58.935 55.440,05

= 3.494,952

JKD = JKT - JKA

= 3.494,952 - 1089,238

= 2.405,714

Untuk mempercepat perhitungan, langkah selanjutnya dapat menggunakan tabel

ringkasan, masukkan hasil perhitungan kuadrat tersebut pada tabel :

Tabel 5.3. Rekapitulasi Hasil Anova Satu Jalan


Jumlah
Rata-rata Kuadrat
Sumber variasi Kuadrat db F
(RK)
(JK)

Antar Kelompok JKA dbA = (k-1) RKA = JKA/dbA RK A


RK D
Dalam Kelompok JKD dbD = dbT-dbA RKD = JKD/dbD

Total JKT dbT = (N-1)

Jumlah
Rata-rata
Sumber variasi Kuadrat db F
Kuadrat (RK)
(JK)

Antar Kelompok 1.089,238 2 544,619 4,075

Dalam Kelompok 2.405,714 18 133,651

Total 3.494,952 20

Jadi berdasarkan hasil perhitungan diperoleh nilai F = 4,075

4. Kesimpulan

Hasil perhitungan nilai Fhitung tersebut selanjutnya dibandingkan dengan nilai Ftabel pada

taraf = 0,05. Ternyata nilai Fhitung (4,075) > Ftabel (3,55) maka Ho ditolak, artinya

minimal ada satu pasang kelompok yang memiliki perbedaan signifikan antara hasil

belajar ketiga kelompok tersebut.


Contoh :
Seorang dosen bahasa Indonesia hendak melakukan penelitian berkenaan dengan efektivitas
empat macam teknik membaca yang bisa dipergunakan mahasiswanya. Untuk keperluan itu,
dipilih masing-masing 10 mahasiswa untuk menerapakan setiap teknik membaca tersebut. dari
penelitian tersebut, data skor kecepatan efektif membaca)KEM) tertera pada tabel berikut ini.
Teknik Membaca
A B C D
90 70 40 50
80 50 60 30
70 60 50 60
50 70 50 40
60 50 70 50
80 70 60 40
80 70 60 50
70 80 60 60
90 60 40 40
80 70 60 30
1. Merumuskan Hipotesis

H0 Menyatakan tidak ada perbedaan di antara rata-rata beberapa populasi yaitu H0 : 1 = 2 = 3


= ...

H1 Menyatakan satu atau lebih rata-rata populasi tidak sama dengan rata-rata populasinya yaitu :

H1 : 1 2 = 3 = ... = n atau

H1 : 1 = 2 3 ... n atau

H1 : 1 = 2 = 3 ... n atau

H1 : 1 2 3 ... n atau

Pada contoh di atas, hipotesisnya dirumuskan :

H1 :efektivitas keempat teknik membaca tersebut tidak berbeda satu sama lain.

H1 : efektivitas keempat teknik membaca tersebut berbeda satu sama lain(paling sedikit antara
dua teknik membaca).
Atau : H0 : A = B = C = D

H0 : A B C D

1. Menguji homogenitas varians


Jika hasilnya menunjukkan varians-varians yang homogen, dilanjutkan pada perhitungan
ANAVA. Jika homogen, perbedaan/kesamaan rata-rata keempat variabel tersebut diuji
sepasang demi sepasang dengan uji T, yaitu pasangan AB, AC, AD, BC, BD, dan CD(ada
enam pasangan).
2. Apabila diketahui gasil perhitungan memperlihatakan varians-varians yang homogen,
dilanjutkan dengan menguji ANAVA satu jalur.
a. Tabel persiapan harga-harga N, X, X2, dan

Statistik A B C D Total(T)

N 70 10 10 10 NT = 40

X 750 650 550 450 XT = 2400

X2T =
X 2
57700 43100 31100 21300 153200

75 65 55 45
Tabel Ringkasan ANAVA satu jalur

Sumber Varian Jumlah Kuadrat Derajat Kebebasan Renta Kuadrat


F
(SV) (JK) (DK) (RK)

Antar kolom (a) JKa dba RKa RKa

Residu (R) JKd dbd RKd RKd

Total (T) JKT -

( )2
= 2 ; :

24002
Maka = 153200 = 9200
40
(
)2 ( )2
=[ ]

7502 6502 5502 4502 24002


= ( + + + )( ) = 5000
10 10 10 10 40

=
= 9200 5000 = 4200
= 1 =
= 4 1 = 3
= = 40 4 = 36
= 1
= 40 1 = 39
5000
= = = 1666,7
3
4200
= = = 116,7
36

Menghitung F

1666,7
= = = 14,28
116,7
= 14,28
c. Menentukan
= () ( / )

Untuk = 0,05 dan = 0,01


= = 3
= = 36
Maka = (0,05)( 3 )=2,80
36

= (0,01)( 3 )=4,38
36
d. Menguji hipotesis
Kriteria pengujian:
Jika > , 0 di tolak dan jika < , 0 di terima.
Karena di peroleh = 14,28 dan masing masing untuk = 0,01 dan = 0,05
adalah 4,38 dan 2,80 , Jelas bahwa > , Sehingga H0 ditolak (H1 diterimaa).
Artinya efektivitas keempat teknik membaca tersebut berbeda secara signifikan.
Apabila ingin diketaui perlakuan yang paling efektif (baik) dari tempat perlakuan tersebut,
hitunglah perbedaan rata-rata maksimum untuk yang tidak singnifikan.
Rumusnya:
2
1. = 0,975 ( )

Bila n masing masing sama untuk tiap kelompok.


1 1
2. = 0,975 ( ) [ + 2
]
1

Bila n masing-masing tidak sama dan di hitung sepasang sepasang.


Dengan:
(1 1) 1 + (2 1) 2
= =
1 + 2 2
=

perhitungannya adalah:
t(0,975)(dbd) = t(0,975)(36) dengan interpolasi menjadi
6
t = (0,975)(30) = 2,04 t (0,975)(36) = 2,04 (0,02) = 2,03
10

t = (0,975)(40) = 2,02
2
PTS = 0,975( ) , sebab n1 = n2 = n3 = n4 = 10

2(116,7)
= 2,03 10

= 9,81
Membuat tabel perbedaan rata-rata:

A B C D
A | | | | | |
B | | | | | |
C | | | | | |
D | | | | | |

Sehingga menjadi:

A B C D
A 10 20 30
B 10 10 20
C 20 10 10
D 30 20 10

Menentukan urutan keefektifan (baik-kurang, tinggi-rendah)


Bandingkan semua perbedaan setiap dua rata-rata pada tabel diatas dengan harga PTS
= 9,81. Ternyata semuanya lebih dari nilai PTS. Artinya, efektivitas keempat teknik
membaca yang diteliti itu berbeda secara signifikan. Dengan demikian, bisa langsung
diurutkan dari tabel persiapan yang memuat , , , pada awal bab ini yaitu:

Teknik membaca nomor urut 1 : A


2:B
3:C
4:D
Seandainya perbedaan dua rata-rata suatu pasangan (mis, ) adalah lebih
kecil atau sma dengan PTS, efektivitas A dan B adalah sama.
Misal: = 9,81.
Maka urutannya menjadi:
Ke-1 : C
Ke-2 : D
Ke-3 : A dan B

Contoh soal:

Kita bermaksud menguji perbedaan nilai ujian mata kuliah statistik untuk mahasiswa asal lulusan

SMU dan SMK sekaligus dibedakan berdasarkan jenis kelamin laki-laki dan perempuan. Untuk

itu diajukan 3 hipotesis penelitian yaitu:

H1 : Ada perbedaan yang signifikan kemampuan statistik mahasiswa yang berasal dari lulusan

SMU dan SMK

H2 : Ada perbedaan yang signifikan kemampuan statistik mahasiswa laki-laki dan perempuan

H3 : Ada perbedaan yang signifikan kemampuan statistik antara mahasiswa laki-laki lulusan

SMU dengan mahasiswa laki-laki lulusan SMK, dengan mahasiswa perempuan lulusan

SMU dengan mahasiswa perempuan lulusan SMK.

Langkah-langkah pengujian hipotesis sama seperti ANOVA pada pembahasan sebelumnya.

1. Rumusan hipotesis

Hipotesis 1:

Ho : X1 = X2

Ha : X1 X2

Hipotesis 2

Ho : Y1 = Y2

Ha : Y1 Y2

Hipotesis 3

Ho : XY = XY
Ha : XY XY

2. Taraf = 0,05

Nilai Ftabel ( = 0,05 ; db = 1:36) = 4,11 (lihat tabel distribusi F)

3. Kriteria pengujian

Ho ditolak jika nilai Fhitung > Ftabel atau probabilitas < 0,05

Ho diterima jika nilai Fhitung Ftabel atau probabilitas 0,05

4. Menghitung nilai F:

Data yang diperoleh dari hasil penelitian sekaligus dilakukan perhitungan disajikan pada

tabel berikut:

Tabel 5.5. Tabel Bantu Anova Dua Jalan

Asal lulusan
Jenis
SMU SMK X12 X22 Total
Kelamin
X1 X2

Putra 80 76 6400 5776

80 74 6400 5476

78 72 6084 5184

78 70 6084 4900

75 70 5625 4900

75 68 5625 4624

75 65 5625 4225

70 60 4900 3600

70 55 4900 3025
65 50 4225 2500

Jumlah 746 660 55.868 44.210 1.406

Asal lulusan
Jenis
SMU SMK X12 X22 Total
Kelamin
X1 X2

Putri 82 75 6724 5625

80 75 6400 5625

78 70 6084 4900

75 68 5625 4624

75 68 5625 4624

75 65 5625 4225

70 65 4900 4225

70 60 4900 3600

65 60 4225 3600

60 55 3600 3025

Jumlah 730 661 53.708 44.073 1.391

Total 1.476 1.321 109.576 88.283

Berdasarkan tabel tersebut dapat diketahui nilai:

X1.1 = 746 X1.2 = 730 X2.1 = 660 X2.2 = 661

X1 = 1.476 X2 = 1.321

X = 2.797

Y1 = 1.406 Y2 = 1.391
X12 = 109.576 X22 = 88.283

X2 = 197.859

Selanjutnya dapat dihitung ANOVA melalui perhitungan sebagai berikut:

(X1 ) 2 (X 2 ) 2 (X) 2
JKAF1 =
n k1 n k2 N

(1.476) 2 (1.321) 2 (2.797) 2


=
20 20 40

= 108.928,8 + 87.252,05 195580,225

= 600,625

(Y1 ) 2 (Y2 ) 2 (X) 2


JKAF2 =
n b1 n b2 N

(1.406) 2 (1.391) 2 (2.797) 2


=
20 20 40

= 98.841,8 + 96.744,05 195580,225

= 5,225

(X1.1 ) 2 (X1.2 ) 2 (X 2.1 ) 2 (X 2.2 ) 2 (X) 2


JKA =
n k1.b1 n k1.b2 n k2.b1 n k2.b2 N

(746) 2 (730) 2 (660) 2 (661) 2 (2.797) 2


=
10 10 10 10 40

= 55.651,6 + 53.290 + 43.560 + 43.692,1 195580,2

= 613.475

JKInter = JKA (JKAF1 + JKAF2)

= 613.475 (600,625 5,225)

= 7,225
(X) 2
JKT = X 2 -
N

(2.797) 2
= 197.859 -
40

= 2.278,77

JKD = JKT (JKAF1 + JKAF2 + JKInt)

= 2.278,77 (600,625 + 5,225 + 7,225)

= 1.665,3

Contoh:
Seorang guru matematika ingin mengetahui efektivitas pemberian latihan soal berupa PR
dengan menggunakan perangkat dan buku paket terhadap dua kelompok siswa, yaitu
dengan pengujian efektivitasnya berdasarkan hasil/skor latihan soal dibuat oleh yang
siswa. Untuk kepentingan penelitian, guru tersebut mengambil/memilih masing-masing
10 siswa pandai untuk diberi dua perlakuan

Tabulasi 10 siswa yang kurang pandai untuk dua perlakuan berbeda pula.
Hasil penelitiannya ditunjukan oleh data berikut ini.
LKS Buku Paket
Siswa pandai Siswa lemah Siswa pandai Siswa lemah
Nama Skor Nama Skor Nama Skor Nama Skor
A1 82 B1 45 C1 63 D1 40
A2 82 B2 50 C2 63 D2 50
A3 73 B3 60 C3 63 D3 60
A4 73 B4 50 C4 55 D4 50
A5 82 B5 45 C5 65 D5 42
A6 60 B6 50 C6 73 D6 53
A7 60 B7 45 C7 55 D7 43
A8 73 B8 60 C8 55 D8 42
A9 85 B9 45 C9 65 D9 35
A10 75 B10 60 C10 55 D10 50

Mengetes Homogenitas Dua Varians


Homogenitas LKS dan buku paket
Varians semua skor LKS = 14,242 = 203,04
Varians semua skor buku paket = 9,752 =95,08
203,04
F= = 2,14. Jadi Fhitung = 2,14
95,08

Menentukan derajat kebebasan:


db = n 1, db LKS = 20 1 =19 = db1
db buklu paket = 20 1 = 19 db2
Menentukan Ftabel
Ftabel = F()(db1/db2) = F(0,01)(19/19) =
Dengan interpolasi
F(0,01)(16/19) = 3,12
3
F(0,01)(19/19) = 3,12 - (0,12) = 3,03
4

F(0,20)(19/19) = 3,00
Jadi, Ftabel = 3,03

Kriteria homogenitas
Karena Fhitung < Ftabel varians perlakuan LKS dan buku paket homogeny
Homogenitas Skor Siswa Pandai dan Siswa Lemah

Varians semua skor siswa pandai = 10,052 = 101,19


Varians semua skor siswa lemah = 7,572 = 57,36
Dengan cara seperti di atas diketahui Fhitung < Ftabel, maka kedua varians juga homogeny

Homogenitas pasangan LKS Siswa Pandai, LKS Siswa Lemah, Buku Paket - Siswa Pandai,
Buku Paket - Siswa Lemah.

LKS Siswa Pandai: 82, 82, 73, 73, 82, 60, 60, 73, 85 (1)

LKS Siswa Lemah: 45, 50, 60, 50, 45, 50, 45, 60, 45, 60 (2)

Buku Paket - Siswa Pandai: 63, 63, 63, 55, 65, 73, 55, 55, 65, 55 (3)

Buku Paket - Siswa Lemah: 40, 50, 60, 50, 42, 53, 43, 42, 35, 50 (4)

Varians varians:
V1 = 78,5
V1 = 43,3
V1 = 36,8
V1 = 74,3
Varians Gabungan:

(9 78,5) +(9 43,3)+ (9 36,8)+ (9 74,3)


Vgabungan = 9+9+9+9

Selanjutnya dengan menggunakan Uji Kai Kuadrat disimpulkan bahwa keempat varians di atas
adalah homogeny (lihat perhitungan yang lenkap pada anlisis Kai Kuadrat)

statistik n x X2
LKS-siswa pandai (A1B1) 10 745 56209 74,5
LKS-siswa lemah (A2B2) 10 510 26400 51,0
A. Paket Siswa Pandai (A2B1) 10 612 37786 61,2
B.Paket Siswa Pandai (A2B2) 10 485 24191 48,5
Total 40=nt 2352=xt 144586=x2

Statistik N y Y2
LKS A1 20 1255 56209 74,5
B.Paket (A2) 20 1098 26400 51,0
Siswa Pandai B1 20 1357 37786 61,2
Siswa Lemah (B2) 20 995 24191 48,5
Total 80=nt 4704 289172

b. Tabel Ringkasan dari ANAVA


Sumber Jumlah Kuadrat Derajat Rerata Kuadrat
F
Varians (SV) (JK) Kebebasan(db) (RK)
Antar kolo (a) JKa dba RKa RKa
Residu (d) JKd dbd RKd RKd
Total JKt -
Ketentuan:
(Xt)
JKT = x2T -
23522
Maka JKT= 144586 - = 6288,4
40

(Xa )2 (XT )2
JKA= ( )
Na NT

12552 10972 23522


Maka JKA = ( + ) = 624,1
20 20 40

(XB )2 (XT )2
JKB= ( )
NB NT

13572 9952 23522


Maka JKB= ( + ) = 3276,1
20 20 40
(XAB )2 (XT )2
JKAB= ( ) - JKA- JKB
NAB NT

Maka JKAB=
7452 5102 6122 4852 23522
=( + + + ) - 624,1 3276,1
10 10 10 10 40

= 291,6
JKd= JKT-JKA-JKB-JKAB
Maka JKd =6288,4 624,1 3276,1 291,6 = 2096,6
dbA = baris -1 =2-1=1
dbB = kolom -1 =2-1=1
dbAB = (dbA)(dbA) =1x1=1
dbd = nT (baris x kolom)=40-4=36
dbb=nT 1 = 40 -1 = 39

RKA = JKA : dbA


624,1
Maka RKA = =624,1
1

RKB = JKB : dbB


3276,1
Maka RKB = =3276,1
1

RKAB = JKAB : dbAB maka RKAB = 291,6 : 1 = 29,1


RKd = JKd : dbd maka RKd = 291,6 : 1 = 29,1

RK 624,1
FA= RKA maka FA = = 10,72
d 58,2
RK 3276,1
FB= RKB maka FB = = 56,3
d 58,2
RKAB 291,6
FAB= maka FAB = = 5,0
RKd 58,2
FA(tabel) FA()(dbA)(dbd) = F (0,01)(1/36)
=F (0,05)(1/36)
FB(tabel) = FB()(dbB/dbd) = F (0,01)(1/36)
=F (0,05)(1/36)
FAB(tabel) = FAB()(dbB/dbd) = F (0,01)(1/36)
=F (0,05)(1/36)
F(0,01)(1/36) = 7,39 dan F(0,05(1/36)

Tabel penilaiaan ANAVA

Sumber Variabel Jumlah Derajat Rrata F


(SV) Kuadrat Kebebasan kuadrat
(JK) (db) (RK)
LKS (A) 624,1 1 624,1 10,27
B. Paket (B) 3276,1 1 3276,1 56,3
LKA B. Paket (AB) 291,6 1 291,6 5,0
D 2096,6 -36 58,2
Total 6288,4 39

c . pengujian hipotesis
Kriteria L jika F Hitung > F Tabel, terdapat perbedaan rata-rata.
1. F Hitung = 10,72 adalah Fhitung yang menun jukkan kesamaan /Perbedaab evektifitas hasil
belajar anrata LKS (A1) dan buku Paket (A2). Karena F Hitung > F Tabel. Maka disimpulkan
bahwa efektivitas pemberian latihan soal berbeda secara signifikan antara LKS dan Buku
Paket.
2. F Hitung = 56,3 adalah F Hitung yang meliputi kesamaan/ perbedaan kemammpuan
melakukan latihan soal angtara siswa pandai dan siswa lemah, dengan F Hitung = 56,3 yang
lebih besar dari F Tabel, dapat disimpulkan bahwa kemampuan siswa pandai dan siswa
lemah dalam melakukan latihan soal jelas berbeda secara signifikan.
F Hitung =5,0 memperlihatkan kesamaan /perbedaan interaksi yang terjadi pada setiap kombinasi
cara pemberian latian soal dengan siswa. Untuk = 0,01 = 1% atau pada

3. tingkat kepercayaan 99% F Hitung < F Tabel. Ini menunjukkan tidak adanya perbedaan pada
setiap interkasi pemberian latihan soal dengan siswa. Jadi, LKS diberikan pada siswa
pandai = LKS bdiberikan pada siswa lemah = Buku paket siswa pandai = Buku Paket
siswa lemah.
Tetapi, pada = 0,05 terlihat bahwa F hitung > F tabel. Ini menunjukkan pada tingkat
kepercayaan 95% jelas terjadi perbedaan yang signifikan antar setiap kombinasi interaksi
perlakuan yang diberikan.

Contoh:
Seorang guru matematika ingin mengetahui efektivitas pemberian latihan soal berupa PR
dengan menggunakan perangkat dan buku paket terhadap dua kelompok siswa, yaitu
dengan pengujian efektivitasnya berdasarkan hasil/skor latihan soal dibuat oleh yang
siswa. Untuk kepentingan penelitian, guru tersebut mengambil/memilih masing-masing
10 siswa pandai untuk diberi dua perlakuan

Tabulasi 10 siswa yang kurang pandai untuk dua perlakuan berbeda pula.
Hasil penelitiannya ditunjukan oleh data berikut ini.
LKS Buku Paket
Siswa pandai Siswa lemah Siswa pandai Siswa lemah
Nama Skor Nama Skor Nama Skor Nama Skor
A1 82 B1 45 C1 63 D1 40
A2 82 B2 50 C2 63 D2 50
A3 73 B3 60 C3 63 D3 60
A4 73 B4 50 C4 55 D4 50
A5 82 B5 45 C5 65 D5 42
A6 60 B6 50 C6 73 D6 53
A7 60 B7 45 C7 55 D7 43
A8 73 B8 60 C8 55 D8 42
A9 85 B9 45 C9 65 D9 35
A10 75 B10 60 C10 55 D10 50

Mengetes Homogenitas Dua Varians


Homogenitas LKS dan buku paket
Varians semua skor LKS = 14,242 = 203,04
Varians semua skor buku paket = 9,752 =95,08
203,04
F= = 2,14. Jadi Fhitung = 2,14
95,08

Menentukan derajat kebebasan:


db = n 1, db LKS = 20 1 =19 = db1
db buklu paket = 20 1 = 19 db2
Menentukan Ftabel
Ftabel = F()(db1/db2) = F(0,01)(19/19) =
Dengan interpolasi
F(0,01)(16/19) = 3,12
3
F(0,01)(19/19) = 3,12 - (0,12) = 3,03
4

F(0,20)(19/19) = 3,00
Jadi, Ftabel = 3,03

Kriteria homogenitas
Karena Fhitung < Ftabel varians perlakuan LKS dan buku paket homogeny
Homogenitas Skor Siswa Pandai dan Siswa Lemah

Varians semua skor siswa pandai = 10,052 = 101,19


Varians semua skor siswa lemah = 7,572 = 57,36
Dengan cara seperti di atas diketahui Fhitung < Ftabel, maka kedua varians juga homogeny

Homogenitas pasangan LKS Siswa Pandai, LKS Siswa Lemah, Buku Paket - Siswa Pandai,
Buku Paket - Siswa Lemah.

LKS Siswa Pandai: 82, 82, 73, 73, 82, 60, 60, 73, 85 (1)

LKS Siswa Lemah: 45, 50, 60, 50, 45, 50, 45, 60, 45, 60 (2)

Buku Paket - Siswa Pandai: 63, 63, 63, 55, 65, 73, 55, 55, 65, 55 (3)

Buku Paket - Siswa Lemah: 40, 50, 60, 50, 42, 53, 43, 42, 35, 50 (4)

Varians varians:
V1 = 78,5
V1 = 43,3
V1 = 36,8
V1 = 74,3
Varians Gabungan:

(9 78,5) +(9 43,3)+ (9 36,8)+ (9 74,3)


Vgabungan = 9+9+9+9

Selanjutnya dengan menggunakan Uji Kai Kuadrat disimpulkan bahwa keempat varians di atas
adalah homogeny (lihat perhitungan yang lenkap pada anlisis Kai Kuadrat)

statistik n x X2
LKS-siswa pandai (A1B1) 10 745 56209 74,5
LKS-siswa lemah (A2B2) 10 510 26400 51,0
B. Paket Siswa Pandai (A2B1) 10 612 37786 61,2
B.Paket Siswa Pandai (A2B2) 10 485 24191 48,5
Total 40=nt 2352=xt 144586=x2

Statistik N y Y2
LKS A1 20 1255 56209 74,5
B.Paket (A2) 20 1098 26400 51,0
Siswa Pandai B1 20 1357 37786 61,2
Siswa Lemah (B2) 20 995 24191 48,5
Total 80=nt 4704 289172

c. Tabel Ringkasan dari ANAVA


Sumber Jumlah Kuadrat Derajat Rerata Kuadrat
F
Varians (SV) (JK) Kebebasan(db) (RK)
Antar kolo (a) JKa dba RKa RKa
Residu (d) JKd dbd RKd RKd
Total JKt -
Ketentuan:
(Xt)
JKT = x2T -
23522
Maka JKT= 144586 - = 6288,4
40

(Xa )2 (XT )2
JKA= ( )
Na NT

12552 10972 23522


Maka JKA = ( + ) = 624,1
20 20 40

(XB )2 (XT )2
JKB= ( )
NB NT

13572 9952 23522


Maka JKB= ( + ) = 3276,1
20 20 40
(XAB )2 (XT )2
JKAB= ( ) - JKA- JKB
NAB NT

Maka JKAB=
7452 5102 6122 4852 23522
=( + + + ) - 624,1 3276,1
10 10 10 10 40

= 291,6
JKd= JKT-JKA-JKB-JKAB
Maka JKd =6288,4 624,1 3276,1 291,6 = 2096,6
dbA = baris -1 =2-1=1
dbB = kolom -1 =2-1=1
dbAB = (dbA)(dbA) =1x1=1
dbd = nT (baris x kolom)=40-4=36
dbb=nT 1 = 40 -1 = 39

RKA = JKA : dbA


624,1
Maka RKA = =624,1
1

RKB = JKB : dbB


3276,1
Maka RKB = =3276,1
1

RKAB = JKAB : dbAB maka RKAB = 291,6 : 1 = 29,1


RKd = JKd : dbd maka RKd = 291,6 : 1 = 29,1

RK 624,1
FA= RKA maka FA = = 10,72
d 58,2
RK 3276,1
FB= RKB maka FB = = 56,3
d 58,2
RKAB 291,6
FAB= maka FAB = = 5,0
RKd 58,2
FA(tabel) FA()(dbA)(dbd) = F (0,01)(1/36)
=F (0,05)(1/36)
FB(tabel) = FB()(dbB/dbd) = F (0,01)(1/36)
=F (0,05)(1/36)
FAB(tabel) = FAB()(dbB/dbd) = F (0,01)(1/36)
=F (0,05)(1/36)
F(0,01)(1/36) = 7,39 dan F(0,05(1/36)

Tabel penilaiaan ANAVA

Sumber Variabel Jumlah Derajat Rrata F


(SV) Kuadrat Kebebasan kuadrat
(JK) (db) (RK)
LKS (A) 624,1 1 624,1 10,27
B. Paket (B) 3276,1 1 3276,1 56,3
LKA B. Paket (AB) 291,6 1 291,6 5,0
D 2096,6 -36 58,2
Total 6288,4 39

c . pengujian hipotesis
Kriteria L jika F Hitung > F Tabel, terdapat perbedaan rata-rata.
4. F Hitung = 10,72 adalah Fhitung yang menun jukkan kesamaan /Perbedaab evektifitas hasil
belajar anrata LKS (A1) dan buku Paket (A2). Karena F Hitung > F Tabel. Maka disimpulkan
bahwa efektivitas pemberian latihan soal berbeda secara signifikan antara LKS dan Buku
Paket.
5. F Hitung = 56,3 adalah F Hitung yang meliputi kesamaan/ perbedaan kemammpuan
melakukan latihan soal angtara siswa pandai dan siswa lemah, dengan F Hitung = 56,3 yang
lebih besar dari F Tabel, dapat disimpulkan bahwa kemampuan siswa pandai dan siswa
lemah dalam melakukan latihan soal jelas berbeda secara signifikan.
F Hitung =5,0 memperlihatkan kesamaan /perbedaan interaksi yang terjadi pada setiap kombinasi
cara pemberian latian soal dengan siswa. Untuk = 0,01 = 1% atau pada

6. tingkat kepercayaan 99% F Hitung < F Tabel. Ini menunjukkan tidak adanya perbedaan pada
setiap interkasi pemberian latihan soal dengan siswa. Jadi, LKS diberikan pada siswa
pandai = LKS bdiberikan pada siswa lemah = Buku paket siswa pandai = Buku Paket
siswa lemah.
Tetapi, pada = 0,05 terlihat bahwa F hitung > F tabel. Ini menunjukkan pada tingkat
kepercayaan 95% jelas terjadi perbedaan yang signifikan antar setiap kombinasi interaksi
perlakuan yang diberikan.