Anda di halaman 1dari 28

BAB I

PENDAHULUAN

1. LATAR BELAKANG
Rumah sakit sebagai suatu lembaga sosial yang memberikan pelayanan kesehatan
kepada masyarakat, memiliki sifat sebagai suatu lembaga yang tidak ditujukan untuk
mencari keuntungan atau non profit organization. Walaupun demikian kita tidak dapat
menutup mata bahwa dibutuhkan sistem informasi di dalam intern rumah sakit. Rumah
Sakit sebagai salah satu organisasi pelayanan di bidang kesehatan telah memiliki
otonomi,sehingga pihak rumah sakit dituntut untuk memberikan pelayanan yang sebaik
baiknya dengan manajemen yang seefektif mungkin. Hal ini disebabkan oleh setiap
pengambilan keputusan yang tidak tepat akan berakibat pada inefisiensi dan penurunan
kinerja rumah sakit. Hal tersebut dapat menjadi kendala jika informasi yang tersedia tidak
mampu memberikan informasi yang dibutuhkan dalam pengambilan keputusan.
Kecanggihan teknologi bukan merupakan suatu jaminan akan terpenuhinya informasi,
melainkan system yang terstruktur, handal dan mampu mengakodomodasi seluruh
informasi yang dibutuhkan yang harus dapat menjawab tantangan yang dihadapi.
Lingkungan bisnis pada saat ini telah mengalami perubahan secara cepat seiring dengan
globalisasi dibidang usaha, perkembangan teknologi, perubahan sosial dan politik, dan
meningkatnya kepedulian dan permintaan dari konsumen. Perubahan ini menghasilkan
lingkungan kompetisi dimana banyak organisasi tidak dapat bertahan.
Integrasi Sistem Informasi Rumah Sakit merupakan applikasi yang di develop
untuk kebutuhan management Rumah Sakit baik swasta maupun negeri, dimana sistem
ini sudah di dukung dengan fitur dan modul yang lengkap untuk operasional Rumah Sakit
Dengan adanya applikasi ini di harapkan dapat membantu operasional rumah sakit dan
dapat meningkatkan pelayanan rumah sakit. Rumah Sakit sebagai salah satu organisasi
pelayanan di bidang kesehatan telah memiliki otonomi dan bersifat swadana, sehingga
pihak rumah sakit dituntut untuk memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya dengan
manajemen yang seefektif mungkin. Dengan adanya tuntutan swadana maka rumah sakit
harus bekerja keras agar dapat memenuhi kebutuhan pembiayaan operasional rumah
sakit. Hal ini disebabkan oleh setiap pengambilan keputusan yang tidak tepat akan
berakibat pada inefisiensi dan penurunan kinerja rumah sakit. Hal tersebut dapat menjadi
kendala jika informasi yang tersedia tidak mampu memberikan informasi yang

Pedoman Pelayanan IT| 1


dibutuhkan dalam pengambilan keputusan. Kecanggihan teknologi bukan merupakan
suatu jaminan akan terpenuhinya informasi, melainkan sistem yang terstruktur, handal
dan mampu mengakodomodasi seluruh informasi yang dibutuhkan yang harus dapat
menjawab tantangan yang dihadapi. Kenyataan yang dihadapi dilapangan menunjukkan
lemahnya sistem informasi manajemen yang dimiliki oleh pihak rumah sakit yang
berakibat pada terjadinya inefisiensi pengelolaan rumah sakit.

Lemahnya sistem informasi manajemen membawa pengaruh secara langsung pada


kinerja sistem pengendalian manajemen, yang akan berakibat pada melemahnya
perencanaan dan sekaligus berkurangnya kontrol atas pelaksanaan operasional rumah
sakit. Bagi pihak manajemen keakuratan pengambilan keputusan akan sangat
berpengaruh pada tingkat keberhasilan pengelolaan, dimana suatu sistem informasi
manajemen yang handal akan menjadi sarana strategis guna menyajikan informasi yang
diperlukan oleh pihak manajemen dalam mengambil keputusan baik bersifat strategis
maupun taktis. Jika perencanaan dan pengawasan atas kegiatan manajerial telah
berkurang, maka dapat dipastikan inefisiensi dan penurunan kinerja rumah sakit akan
terjadi, dan ini akan dibuktikan dengan terjadinya kerugian pada pihak rumah sakit
sebagai akibat lemahnya manajemen rumah sakit.

2. TUJUAN
Tujuan dari Sistem informasi Rumah Sakit adalah :
1. Memberikan laporan yang cepat, tepat dan akurat
2. Meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit
3. Meningkatkan ketepatan dan kecepatan pengambilan keputusan
4. Perawatan dan pengembangan hardware dan software

3. SASARAN
Sasaran dari Sistem Informasi Rumah Sakit meliputi:
1. Tercatatnya data data unsur manajemen dan data data program dengan benar dan
akurat
2. Perawatan hardware dan software dengan baik
3. Siapnya perangkat hardware pada saat dibutuhkan
4. Terlaksananya analisa data sehingga sistem informasi rumah sakit menjadi baik

4. RUANG LINGKUP
Ruang lingkup Sistem Informasi RSIA Putri antara lain sebagai berikut
1. Pengelolahan dan pengembangan software/modul rumah sakit

Pedoman Pelayanan IT| 2


2. Perawatan website rumah sakit
3. Pengelolaan database
4. Perawatan dan pengembangan hardware dan networking
5. Pengelolaan koneksi internet dan wifi di rumah sakit.

5. LANDASAN HUKUM
a. Pasal 52 ayat (1) Undang Undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah
Sakit,setiap rumah sakit wajib melakukan pencatatan dan pelaporan tentang semua
kegiatan penyelenggaraan rumah sakit dalam bentuk sistem informasi manajamen
rumah sakit.
b. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor
1171/MENKES/PER/VI/2001, tentang Sistem Informasi Rumah Sakit.
c. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 1410/MENKES/SK/X/2003, tentang Sistem
Informasi Rumah Sakit (Sistem Pelaporan Rumah Sakit) Revisi V.
d. Undang Undang Nomor 11 Tahun 2008, tentang Informasi dan Transaksi Elektronik
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 58).
e. Undang Undang Nomor 14 Tahun 2008, tentang Keterbukaan Informasi Publik
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 61).
f. Undang Undang Nomor 36 Tahun 2009, tentang Kesehatan (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 144).

BAB II
TATA LAKSANA PELAYANAN
ALUR PEMBUATAN MODUL BILLING UMUM RUMAH SAKIT

Permintaan Modul dari Inst. lain

Pedoman Pelayanan IT| 3


Survei proses bisnis ditiap Inst
& inventarisir permasalahan

Mengusulkan pembuatan modul ke direktur

Direktur memerintahkan IT
Utk membuat modul

Membuat rancangan database

Membuat / revisi modul

Ujicoba modul yang dibuat


tidak

modul sesuai yg diminta?

Ya
Implementasi modul

Uraian :
1. Perencanaan pembuatan modul berdasarkan permintaan dari tiap-tiap Inst.
Inst meminta untuk dibuatkan modul, diantaranya :

Inst. Pendaftaran pasien, modul yang diminta :


Registrasi pasien baru
Pasien Aktif(msh belum KRS)
Pasien History(pasien sudah KRS)

Inst. Rawat Inap Ibu, modul yang diminta :


Entry,update,hapus pemakaian pasien
Cetak Surat Keterangan Lahir Pasien

Inst. Kamar Bersalin (VK)


Entry,update, hapus pemakaian pasien

Inst. Kamar Operasi (OK)


Entry,update,hapus pemakaian pasien

Inst. Kamar Bayi


Rgistrasi Pasien baru
Entry,update,hapus pemakaian pasien
Cetak Surat Keterangan Lahir

Inst. Kamar NICU


Registrasi Pasien baru
Entry,update,hapus pemakaian pasien

Pedoman Pelayanan IT| 4


Inst. Kamar ICU (RR)
Entry,update,hapus pemakaian pasien

Komite Medis
Billing JKN

Komite Rekam Medis


Modul Rekam medis Online (tidak disetujui)

Laboratorium
Modul Pemeriksaan Pasien
Radiologi
Modul pemeriksaan Pasien
Kasir
Modul Pembayaran Pasien
Bag. Keuangan
Modul Laporan Keuangan
Modul Akuntansi

1. IT Melakukan survei ke unit-unit untuk mengetahui proses bisnis yang


ada di unit tersebut dan meninventarisir permasalahan. Adapun
permasalahan yang ditemukan adalah proses pencatatan data
pemakaian pasien masih dilakukan dengan manual, kurang cepat
didalam pembuatan laporan, data pasien belum tersentral,masih sering
terjadi kesalahan di dalam pencatatan pemakaian pasien.

2. IT mengusulkan ke direktur untuk pembuatan modul billing system.

3. Direktur memerintahkan IT untuk pembuatan modul billing system.

4. IT membuat rancangan database dan relasi tiap table data

5. Setelah membuat rancangan database, mulai membuat coding sesuai


dengan proses bisnis yg ada di tiap unit.

6. Setelah coding selesai, dilakukan ujicoba ke tiap unit untuk


memastikan apakah sudah sesuai dengan permintaan dan untuk
mengetahui apakah terdapat error pada modul.

7. Apabila modul yang diminta telah sesuai dengan yang diminta unit-
unit, tahap berikutnya instalasi modul dan pembelajaran cara
pemakaian modul, apakabila modul masih ada error atau tidak sesuai
dengan yang diminta, akan dilakukan pembetulan / coding ulang untuk
mendapatkan hasil yang diinginkan.

Pedoman Pelayanan IT| 5


ALUR MODUL PENDAFTARAN PASIEN

Unit pendaftaran pasien menanyakan apakah pasien


pernah MRS

ya
pernah MRS ? unit pendaft px mencari
data px di modul
pendaft px
tdk

Pasien diberikan form isian data pasien


& kamar yg dipesan

Unit pendaftaran px mengentry-kan data pasien ke modul


Pendaftaran pasien

Uraian :
Unit pendaftaran pasien menanyakan, apakah pasien pernah
dirawat di RSIA putri,apabila pasien belum pernah MRS ke
RSIA PUTRI, unit pendaftaran memberikan form pengkajian
identitas untuk diisi oleh pasien, dan apabila pasien sudah
pernah MRS di RSIA PUTRI, unit pendaftaran dapat mencari
data pasien tersebut pada modul pendaftaran untuk di daftarkan
lagi di modul pendaftaran pasien.

Tampilan pencarian nama pasien pada modul pendaftaran pasien :

Pedoman Pelayanan IT| 6


Keterangan :

Pada combo box di pilih pencarian berdasarkan no RKM, nama


px,alamat px, atau nama suami,
Misalkan pencarian berdasarkan nama px, setelah itu ketik
nama px yang dicai pada kotak isian disamping tombol GO,
Setelah itu tekan ENTER atau klik tombol GO untuk mencari
data pasien yang sudah pernah MRS.

Tampilan form entry data pendaftaran pasien baru pada modul


pendaftaran pasien :

Pedoman Pelayanan IT| 7


Keterangan :

Untuk proses pendaftaran pasien, langkah-langkahnya adalah:

Unit Informasi & pendaftaran pasien memberikan form


pengkajian identitasdata pasien dan kamar yang akan
ditempati,Setelah pasien mengisi form, unit informasi meng-
entry data pasien tersebut ke dalam modul pendaftaran pasien.

ALUR MODUL RAWAT INAP IBU, KMR BERSALIN, RUANG


OPERASI,RR, RUANG BAYI, NICU

Petugas mencari data px di daftar px modul billing system yang sudah


dientry oleh unit pendaft px

Petugas me-registrasi data px selanjutnya entry data pemakaian px

Petugas meng-entrykan pemakaian px berdasarkan advis dari dokter/


buku status px

Pedoman Pelayanan IT| 8


Tampilan modul rawat inap ibu
Daftar pasien yang terdaftar di rawat inap ibu

Keterangan :
Petugas entry mencari nama pasien di daftar pasien yang sudah
di daftarkan oleh unit pendaftaran pasien

Entry pemakaian pasien

Keterangan :
Untuk menambahkan pemakaian pasien, tekan tombol Add

detail,setalah itu tekan F6 utntuk menampilkan nama obat/alkes

yang digunakan pasien, masukkan jumlah pemakaian

Pedoman Pelayanan IT| 9


Tekan tombol save untuk menyimpan pemakaian, maka akan

otomatis daftar pemakaian akan ppindah di kolom kanan yg

artinya, pemakaian pasien sudah bias dilayani oleh depo obat.


Setelah dilayani oleh depo obat,otomatis pemakaian pasien

tersebut sudah menjadi tagihan untuk pasien

ALUR PEMBUATAN MODUL BILLING JKN RUMAH SAKIT

Direktur merencanakan kerjasama antara BPJS


dengan RSp

Direktur meminta persetujuan dengan komisaris

Direktur memerintahkan IT untuk membuat


modul JKN

IT Membuat rancangan database&


coding

Membuat / revisi modul

Ujicoba modul yang dibuat


tidak

modul sesuai yg diminta?

Ya
Implementasi modul JKN

Uraian :
Direktur merencanakan bekerjasama dengan BPJS untuk pelayanan rawat
jalan dan rawat inap
Direktur meminta persetujuan dengan komisaris
Komisaris utama menyetujui kerjasama antara RS dengan BPJS
Direktur meminta IT untuk membuat modul rawat jalan & rawat inap
IT membuat modul rawat jalan & rawat inap
ALUR MODUL RAWAT JALAN JKN

Pedoman Pelayanan IT| 10


ALUR MODUL REKAM MEDIS JKN

Modul Rekam Medis JKN

Modul ini digunakan untuk memasukkan identitas pasien baru yang masuk ke Rumah Sakit
Umum Haji Surabaya baik dari IGD maupun Rawat Jalan, adapun satu pasien mempunyai
satu nomor rekam medik, sedangkan pasien lama yang masuk melalui IGD maupun Rawat
jalan cukup dimasukkan nomor rekam medik dan secara otomatis komputer akan
menampilakan identitas pasien baik nama, alamat, tanggal lahir dll.
Didalam modul rekam medik juga tersedia fasilitas searching / pencarian bagi pasien yang
lupa membawa kartu berobat, fasilitas Informasi tempat tidur yang masih tersedia,
keberadaan atau posisi pasien berada.
Modul Rekam Medik terdiri dari beberapa menu, yaitu :
1. Berkas

Pedoman Pelayanan IT| 11


2. Inventory
3. Informasi
4. Pengaturan
5. Bantuan

Melalui lingkup manajemen pasien tersebut dapat diperoleh laporan laporan

mengenai:
a. Modul Registrasi Pasien, terdiri dari:
1. Jumlah pendaftaran pasien perjenis pasien (harian, bulanan dan tahunan)
2. Jumlah pasien baru/lama (harian, bulanan dan tahunan)
3. Jumlah pasien perjenis kelamin (harian, bulanan dan tahunan)
4. Jumlah pasien BPJS-JKN (harian, bulanan dan tahunan)

b. Modul Rekam Medik, terdiri dari:


1. Data riwayat pasien
2. Data Morbiditas pasien rawat jalan
3. Data diagnosa pasien pertindakan
4. Data operasi besar (harian, bulanan dan tahunan)
5. Data operasi kecil (harian, bulanan dan tahunan)

c. Modul Rawat Inap, terdiri dari:


1. Jumlah pasien rawat inap (harian, bulanan dan tahunan)
2. Data pasien rawat inap perdokter konsul
3. Data pasien rawat inap perdokter operator
d. Modul Kasir, terdiri dari:
1. Penerimaan kasir rawat inap (harian, bulanan dan tahunan)
2. Penerimaan kasir rawat jalan (harian, bulanan dan tahunan)
3. Penerimaan kasir rawat inap pasien jaminan

e. Modul Gudang Obat, terdiri dari:


1. Data pembelian obat, alkes dan lain-lain (harian, bulanan dan tahunan)
2. Data retur barang (harian, bulanan dan tahunan)
3. Data pengeluaran obat, alkes dan lain-lain (harian, bulanan dan tahunan)
4. Data stock barang

f. Modul Executive Summary, terdiri dari :


1. Laporan jumlah pasien rawat jalan (harian, bulanan dan

tahunan)
2. Laporan pasien operasi besar dan operasi kecil (harian, bulanan

dan tahunan)
3. Laporan jumlah pasien rawat inap (harian, bulanan dan

tahunan)
4. Laporan jumlah pasien jaminan (harian, bulanan dan tahunan)
5. Laporan penerimaan kasir (harian, bulanan dan tahunan)

Pedoman Pelayanan IT| 12


6. Laporan validasi data
7. Laporan BOR, LOS dan TOI

Untuk memudahkan penyajian informasi tersebut, maka laporan laporan tersebut

dapat diekpor ke berbagai macam format antara lain:

a) Jasper Report (*.jrprint)


b) Adobe Reader PDF (*.pdf)
c) HTML (*.htm, *.html)
d) Singgel Sheet XLS (*.xls)
e) Multiple Sheets XLS (*.xls)
f) CSV (*.csv)
g) XML (*.jrpxml, *.xml)
h) Embedded Imege XML (*.jrpxml, *.xml)

1. PERAWATAN WEBSITE DAN EMAIL RUMAH SAKIT


Website atau situs dapat diartikan sebagai kumpulan halaman yang menampilkan
informasi data teks, data gambar diam atau gerak, data animasi, suara, video dan atau
gabungan dari semuanya, baik yang bersifat statis maupun dinamis yang membentuk
satu rangkaian bangunan yang saling terkait dimana masing-masing dihubungkan
dengan jaringan-jaringan halaman (hyperlink)
Domain : www.rsputri.com
Email : rs_putri@yahoo.co.id/rs_putri@gmail.co.id
Facebook : Rsia Putri
a. Penanggung Jawab
Kepala Seksi IT
Programer
Marketing
b. Perangkat Kerja
Telepon
Komputer
Koneksi Internet
c. Tata Laksana
Mengecek layanan internet baik dari web hosting dan domain website rumah
sakit. Jika terjadi kerusakan web hosting dan domain konfirmasi dengan pihak
ketiga (pelayanan web server)
Update informasi terbaru rumah sakit yang ada di website, informasi atau draf
diberikan kepada penanggung jawab website kemudian diapload kedalam
website.
Pengecekan email server tentang informasi dan surat masuk.

Pedoman Pelayanan IT| 13


2. DATABASE (penyimpanan data)
Database merupakan sekumpulan informasi yang saling berkaitan pada suatu subjek
tertentu pada tujuan tertentu pula. Database adalah susunan record data operasional
lengkap dari suatu organisasi atau perusahaan, yang diorganisir dan disimpan secara
terintegrasi dengan menggunakan metode tertentu dalam komputer sehingga mampu
memenuhi informasi yang optimal yang dibutuhkan oleh para pengguna. Semua data
terpusat pada server sehingga memudahkan untuk perawatan dan keamanan data.
Klasifikasi database terbagi 2 yaitu:

1. Database eksternal
Database ini menyediakan akses secara online (internet) dimaksudkan untuk
mencari infomasi atau data pembanding. Rumah sakit dapat membandingkan
kinerja dengan rumah sakit yang sejenis. Database eksternal variasinya sangat
luas, dari database asuransi hingga yang dikelola perhimpunan profesi.
Dengan database eksternal rumah sakit dapat mencari informasi yang
dibutuhkan seperti : literature ilmiah dan manajemen, temuan penelitian dan
metode pendidikan lain.

2. Database Internal
Database internal yaitu database yang digunakan untuk menunjang kinerja
Sistem Informasi Manajeman Rumah Sakit, yang memuat data-data pasien.
Database internal terakses secara offline yang terkoneksi dengan modul SIRS.
Pemanfaatan database internal diperuntukkan dalam proses pengambilan
keputusan manajeman dan klinis seperti : laporan 10 penyakit terbanyak,
morbiditas, jumlah pasien dll. Untuk keamanan database, data tersimpan
didalam server dan terprotek mengunakan password dan terproteksi dari akses
luar sehingga pihak diluar tidak dapat mengakses kecuali atas ijin dari kepala
IT.

Deskripsi database Rumah Sakit Ibu & Anak Putri Surabaya :

Database : Microsoft SQL SERVER 2008 R2


Connector DB : Navicat Premium 8.2
Report : Crystal Report
Pemrograman VB Net 2010

Pedoman Pelayanan IT| 14


IP Server : 192.168.1.5
b. Penanggung Jawab
Kepala Seksi IT
Programer
c. Perangkat Kerja
Komputer
Koneksi jaringan lokal (LAN)
Server
d. Tata Laksana
Menentukan kebutuhan input dari sistem yang baru Input yang akan dirancang
ditentukan dari Data Flow Diagram (DFD) sistem baru yang telah dibuat.
Menentukan parameter dari input Setelah input input dari data telah dapat
dirancang maka parameter dari input selanjutnya dapat ditentukan. Parameter
ini meliputi :
1. Bentuk dari input dan dokumen dasar
2. Sumber input
3. Volume input
4. Periode input
Dalam perawatan database rutin tiap 1 minggu sekali.

3. HAK AKSES
Kewenangan yang diberikan oleh root/administartor kepada pihak tertentu, untuk
memanfaatkan suatu obyek. Setiap user memiliki akses sendiri sendiri sesuai dengan
wewenang dan unit kerjanya. Adapun pembagian hak akses yang terdapat pada modul
rumah sakit :
a) Admin
Hak khusus yang dapat mengakses semua modul yang ada di rumah sakit. Hak
ini diberikan kepada administrator/penanggung jawab software/modul.
b) Rekam Medik
Hak yang hanya diperuntukkan oleh unit Rekam Medis, Registrasi dan
polilinik. Hak akses ini hanya untuk modul rekam medik saja
c) Penunjang
Hak yang hanya diperuntukkan oleh unit Penunjang Medik, laboratorium dan
kamar operasi. Hak akses ini hanya untuk modul penunjang
d) Rawat Inap
Hak yang hanya diperuntukkan oleh kamar inap. Hak akses ini hanya untuk
modul rawat inap.
e) Kasir
Hak yang digunakan oleh Kasir rawat inap dan Kasir rawat jalan. Hak akses ini
hanya untuk modul kasir

4. SCURITY DATABASE

Pedoman Pelayanan IT| 15


Database didefinisikan sebagai suatu kumpulan data yang saling terhubung dan
terbagi (shared) yang bertujuan untuk memelihara informasi yang dibutuhkan oleh
rumah sakit. Keamanan database merupakan suatu proteksi terhadap pengrusakan data
dan pemakaian data oleh pemakai yang tidak punya kewenangan
e. Penanggung Jawab
Kepala Seksi IT
Programer
f. Perangkat Kerja
Komputer
Server
Koneksi jaringan (LAN)
g. Tata Laksana
Otorisasi :

- Pemberian wewenang atau hak istimewa untuk mengakses sistem atau


obyek database hak tersebut diberikan kepada Kepala Seksi IT
- Kendali otorisasi (=kontrol akses) dapat dibangun pada perangkat
lunak/software
- Mengendalikan sistem atau obyek yang dapat diakses
- Mengendalikan bagaimana pengguna menggunakannya
- Memberikan hak akses dengan membuat account pengguna (pemberian
paswword untuk semua user).
Backup data secara periodik untuk membuat duplikat dari database dan
melakukan logging file (atau program) ke media penyimpanan eksternal,
proses backup dilakukan setiap 1 minggu sekali.

5. PERAWATAN HARDWARE
Hardware merupakan perangkat keras seperti komputer, laptop, monitor, switch hub,
printer, keyboard dan mouse.
a. Penanggung Jawab
Kepala Seksi IT
b. Perangkat Kerja
Komputer
Obeng
c. Tata Laksana
Sebisa mungkin tegangan listrik yang dikonsumsi komputer harus stabil.
Tegangan listrik yang terlalu rendah dan terlalu tinggi dua-duanya merusak

Pedoman Pelayanan IT| 16


perangkat keras komputer. Oleh karena itu gunakanlah Stabilizer dan UPS
untuk menjaga hal tersebut.
Hidup matikan komputer sesuai prosedur. Jangan sekali-sekali langsung
mencabut kabel listrik komputer pada saat komputer sedang beroperasi.
Tindakan ini sangat berbahaya bagi kestabilan Power Suply komputer.
Komputer harus terhindar dari sengatan matahari secara langsung.
Jangan menaruh gelas yang berisi air demi menghindari siraman air terhadap
perangkat keras.
Bersihkan heatsink dan fan cooler CPU dengan kuas halus atau pompa udara
Buka memory RAM dengan hati-hati dan bersihkan dengan lap halus terutama
pada bagian kakinya.
Bersihkan semua port eksternal yang ada pada Mainboard, terutama port USB.

6. KONEKSI INTRANET / LAN (Local Area Network)


Local Area Network biasa disingkat LAN adalah jaringan komputer yang jaringannya
hanya mencakup wilayah kecil. Ethernet menggunakan perangkat switch, yang
mempunyai kecepatan transfer data 10, 100, atau 1000 Mbit/s. LAN mempunyai
karakteristik sebagai berikut :
1. Mempunyai pesat data yang lebih tinggi
2. Meliputi wilayah geografi yang lebih sempit
3. Tidak membutuhkan jalur telekomunikasi yang disewa dari operator
telekomunikasi
Pada Rumah Sakit Ibu & Anak Putri Surabaya semua komputer terkoneksi dengan
LAN dan terhubung pada server. Sehingga sangat penting penmggunaan dan
pemanfaatan LAN untuk komunikasi dan penggunaan modul RS.
a. Penanggung Jawab
Kepala Seksi IT
Administartor Network (teknisi jaringan)
b. Perangkat Kerja
Komputer server
Tang Krimping
Konektor RJ 45
Kabel bellden (kabel jaringan)
Testter jaringan
c. Tata Laksana
Menganalisa kebutuhan atau topologi jaringan yang sesuai dengan letak
geografis rumah sakit
Instalasi jaringan dan pemasangan switch hub untuk komunikasi antar jaringan
ke server
Penggunaan LAN hanya untuk jaringan local saja.

Pedoman Pelayanan IT| 17


7. KONEKSI INTERNET DAN WIFI
Internet adalah sistem global dari seluruh jaringan komputer yang saling terhubung
menggunakan standar Internet Protocol Suite (TCP/IP) untuk melayani miliaran
pengguna di seluruh dunia. Penggunaan fasilitas internet di rumah sakit sangatlah
perlu dari pengiriman surat via email, promosi via website dan facebook hingga
pencarian artikel artikel tentang kesehatan
a. Penanggung Jawab
Kepala Seksi IT
b. Perangkat Kerja
Komputer
Telepon
Switch hub & wifi
Modem ADSL
c. Tata Laksana
Ruangan yang terkoneksi dengan internet ruang administrasi (kantor), ruang
SIRS, ruang personalia dan marketing.
Pemasangan dan penambahan koneksi wifi.

8. PENGUMPULAN DATA
Pengumpulan data adalah bahan keterangan yang berupa himpunan fakta-fakta,
angka-angka, huruf-huruf, suatu objek, kondisi,dan juga kebenaran sementara dalam
kondisi tertentu yang merupakan bagian dari fakta yang menjadi sumber pengamatan
dalam penelitian. Data-data yang dikumpulkan dalam suatu organisasi berfungsi untuk
mengetahui atau memperoleh gambaran tentang suatu masalah yang telah dirumuskan
dan untuk membuat keputusan atau memecahkan masalah yang dihadapinya. Data
yang akan diteliti adalah data internal dimana data yang menggambarkan keadaan di
dalam suatu organisasi. Proses pengumpulan data dilakukan dalam dua proses, yaitu
proses entry data ke dalam modul dan proses verifikasi data oleh penanggung jawab
data di setiap unit. Dalam proses verifikasi data, penanggung jawab harus mencocoki
dengan cara membandingkan data manual dengan data yang ada didalam modul. Ada
pun pelaksanaan pengumpulan data yang harus dilakukan :

a. Penanggung Jawab
Setiap unit pelayanan harus memiliki penanggung jawab data entry yang telah
dipilih oleh kepala unit.
b. Perangkat Kerja
Komputer yang terhubung dengan server SIRS
Spidol merah

Pedoman Pelayanan IT| 18


Bolpoin
c. Tata Laksana
1) Yang memasukkan data adalah petugas entry data dari tiap-tiap unit pelayanan.
2) Data harus dimasukkan 1x24 jam.
3) Petugas hanya diperbolehkan merubah/menghapus data dalam waktu 1x24
jam.
Pelaksanaan pengumpulan data di unit pelayanan :
1) Adanya penanggung jawab ke absahan data.
2) Penanggung jawab harus mengverifikasi data yang telah dimasukkan
oleh petugas entry dalam waktu 1x24 jam.
3) Penanggung jawab data harus mencetak laporan tiap hari dari data
data yang telah di entry (dengan format laporan).
4) Data yang sudah diverifikasi adalah data yang sesuai dengan data
manual.
5) Apabila ada ketidak sesuian atau masalah dari data, penanggung jawab
harus lapor kepada Kepala Seksi IT, data hanya dapat diperbaiki oleh
Kepala Seksi IT saja.
6) Perubahan/penghapusan data harus dilakukan oleh penanggung jawab
unit kerja dan Kepala Seksi IT dilakukan dalam waktu 1x24 jam dan
dilaporkan kepada wadir umum & keuangan.

9. ANALISIS DATA

Analisis data diartikan sebagai upaya mengolah data menjadi informasi, sehingga
karakteristik atau sifat-sifat data tersebut dapat dengan mudah dipahami dan
bermanfaat untuk menjawab masalah-masalah yang berkaitan dengan kegiatan
penelitian. Dengan demikian, teknik analisis data dapat diartikan sebagai cara
melaksanakan analisis terhadap data, dengan tujuan mengolah data tersebut menjadi
informasi, sehingga karakteristik atau sifat-sifat datanya dapat dengan mudah
dipahami dan bermanfaat untuk menjawab masalah-masalah yang berkaitan dengan
kegiatan penelitian, baik berkaitan dengan deskripsi data maupun untuk membuat
induksi, atau menarik kesimpulan tentang karakteristik populasi (parameter)
berdasarkan data yang diperoleh dari sampel (statistik).

a. Penanggung Jawab
Kepala unit kerja
b. Perangkat Kerja
Komputer yang terhubung dengan server SIRS
Printer
Bolpoint

Pedoman Pelayanan IT| 19


10. HAK AKSES
Untuk hak akses billing dibedakan menjadi :
Administrator
Administrator diberikan kepada staf IT atau programmer yang
bisa mengakses semua aplikasi yang ada di dalam billing
system termasuk aplikasi untuk tracking data apabila ada error.
Apotik
Apotik diberikan kepada petugas apotik dimana aplikasi yang
bisa diakses hanya modul apotik saja.
Gudang Obat
Apotik diberikan kepada petugas gudang obat dimana aplikasi
yang bisa diakses hanya modul gudang obat saja.
Perawatan Bayi, L1, L2, NICU,RR,OK, VK
Diberikan kepada petugas yang dinas pada ruangan tersebut.

Staf Management\
Diberikan untuk pengambil keputusan, yaitu direktur

Billing system / modul hanya bisa diakses oleh petugas yang sudah
ditentukan hak aksesnya oleh IT/programmer.

BAB III
LOGISTIK

1. Denah Ruangan

Pedoman Pelayanan IT| 20


Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS) berlokasi di lantai IV yang terdiri dari ruang
kerja staf SIRS, dan ruang server. Ruangan dilengkapi dengan 2 unit server, 1 unit
komputer, dan 1 unit printer Di ruangan SIRS sebagai ruang control server dan
perbaikan peralatan SIRS seperti : computer, printer, switch hub dll

2. Peralatan
a. CPU (Central Processing Unit)

Jumlah /Unit
No Nama Bagian Pentium Pentium Dual Core 2 Xeon
Core i3
III IV Core Duo (Server)

Registrasi (Pendaftaran) PX
1 umum & JKN 1 2

2 Poli JKN 1 1

3 Kasir 1 1

4 Rawat Inap (Lt.2) 1

5 Penunjang Medik 1

6 Laboratorium 1 1

7 Rekam Medis 1

8 Rawat Jalan Poliklinik 1

9 Gudang Obat dan Farmasi 1 1

10 Apotik VIP 1

11 Marketing 1

Pedoman Pelayanan IT| 21


14 Ka.Keperawatan 1

15 IPS dan Sanitasi 1

17 Personalia/HRD 1

19 Direktur 1

20 Tata Usaha 1

21 Sekretaris 1

22 Keuangan 1

23 Ferivikator 1

25 SIRS 1 2

Jumlah 0 3 17 7 7 2

b. Printer

Jumlah/Unit
No Nama Bagian Printer Printer Printer Printer
Pita Deskjet Laser Kartu

1 Registrasi (Pendaftaran) 1 1 1

2 Loket (Poliklinik) 1

3 Kasir 1 1

4 Rawat Inap (Lt.2) 1

7 Penunjang Medik 1

8 Laboratorium 2

9 Rekam Medis 1

Gudang Obat dan


11 Farmasi 1

12 Apotik VIP 1

13 Marketing 1

14 Ka.Keperawatan 1

15 IPS dan Sanitasi 1

Pedoman Pelayanan IT| 22


16 Gizi 1

17 Personalia 1

18 Direktur 1

19 Sekretaris

20 Keuangan 2

21 SIRS 1

Jumlah 4 18 1

c. Laptop

Jumlah/Unit
No Nama Bagian Core Core
Pentium IV Dual Core 2 Duo i3

1 Sekretaris Direktur 1

2 Kamar Operasi (OK) 1

Jumlah 1 1

BAB IV
KESELAMATAN PASIEN

1. Ketepatan identifikasi pasien


Proses pendaftaran pasien
Pasien dilakukan dengan cara pasien memberikan Kartu Tanda Penduduk
(KTP) setiap kali melakukan pendaftaran. Sehingga tidak ada duplikat data dalam
proses pendaftaran

Pemberian label identifikasi di setiap status dan gelang pasien


Pada modul SIRS sudah dilengkapi dengan print label yang memudahkan
petugas dalam proses pemberian identitas pasien.

Pedoman Pelayanan IT| 23


2. Meningkatkan komunikasi yang efektif
Pengunaan komunikasi internal (telepon) dalam proses perubahan data dilakukan
pengecekan ulang terhadap data yang akan dirubah.

3. Meningkatkan keamanan obat obatan yang perlu diwaspadai


Pada modul farmasi (gudang obat) dilengkapi dengan system penandaan terhadap
obat obatan yang beresiko tinggi mengakibatkan kerugian/bahaya/cidera yang fatal
apabila terjadi kesalahan dalam penatalaksaan obat.

4. Kepastian tepat lokasi, tepat prosedur, tepat pasien operasi


Untuk tepat lokasi, prosedur dan tepat operasi pasien di tandai dengan nomor rekam
medic. Sehingga setiap memasukkan kedalam modul tindakan petugas entry hanya
memasukkan nomor rekam medic. Dengan system satu nomor rekam medic hanya di
miliki oleh satu pasien dapat memngurangi resiko salah memasukkan tindakan.

5. Pengurangan resiko infeksi terkait pelayanan kesehatan


SIRS mendukung upaya pengurangan resiko infeksi dengan cara:
- Membuang jarum suntik tinta ke dalam tempat sampah medis
- Ikut serta program cuci tangan dengan program yang telah ditampilkan melalui
banner, website dan video.

6. Pengurangan resiko pasien jatuh


- System pengkabelan yang sesuai standar
- Peletakan peralatan/perlengkapan computer jauh dari akses jalan pasien
- Pembuatan tanda resiko jatuh di setiap kamar pasien

BAB V
KESELAMATAN KERJA

Keselamatan yang berkaitan dengan tenaga kerja, pekerjaan dan lingkungan kerja yang
meliputi segala upaya untuk mencegah dan menanggulangi segala sakit dan kecelakaan
akibat kerja :

1. Pengunaan APD sesuai standar


Menggunakan sepatu jika melakukan pemasangan alat atau kabel, dapat terhindar
kornsleting listrik (kesetrum).

2. Pembuangan limbah sesuai dengan jenisnya

Pedoman Pelayanan IT| 24


Pembuangan limbah padat dengan limbah cair harus dibuang sesuai dengan jenisnya.
Contohnya seperti: sisa pembuangan tinta di printer sebagai limbah cair, pembuangan
alat suntikan tinta sebagai limbah padat

3. Pemasangan kabel sesuai dengan prosedur


Apabila pemasangan kabel harus sesui dengan prosedur yaitu :
- Pemasangan kabel harus tersembunyi dan jauh dari akses jalan
- Penyambungan kabel harus di tutup rapat dengan isolasi
- Setiapan pemasangan kabel harus rapid an tertutup oleh clem

BAB VI
PENGENDALIAN MUTU

1. Monitoring
- Validasi data
Vlidasi data adalah tindakan mengoreksi atau pembetulan data dengan cara
menyesuaikan data entry pada SIRS RSIA Putri yang telah dimasukan oleh
unit pelayanan dengan data manual yang dipunyai verifikator, baik pada rawat
inap maupun rawat jalan.

- Backup data server


Memindahkan atau menyalin kumpulan informasi (data) yang tersimpan di
dalam hardisk komputer yang biasanya dilakukan dari satu lokasi/perangkat ke
lokasi/perangkat lain.

- Keamanan data (kerahasiaan data)


Kewenangan yang diberikan oleh root/administartor kepada pihak tertentu,
untuk memanfaatkan suatu obyek. Setiap user memiliki akses sendiri sendiri
sesuai dengan wewenang dan unit kerjanya

- Pengelolaan data
Ruang lingkup Aplikasi Sistem Informasi Rumah Sakit, mencangkup
pengelolahan informasi dalam lingkup manajemen pasien (front office
management). Yang dimaksud dengan pengelolaan data yaitu modul modul
yang sudah diterapkan.

Pedoman Pelayanan IT| 25


2. Evaluasi
- Laporan akuntabilitas tahunan
- Laporan validasi data bulanan kepada direktur
- Laporan kegiatan pengumpulan data bulanan kepada direktur

ALUR PENGGUMPULAN DATA

Pedoman Pelayanan IT| 26


BAB VII
PENUTUP

Sistem Informasi Rumah Sakit merupakan applikasi yang di develop untuk kebutuhan
management Rumah Sakit, dimana sistem ini sudah di dukung dengan fitur dan modul yang
lengkap untuk operasional Rumah Sakit dengan adanya applikasi ini di harapkan dapat
membantu operasional rumah sakit dan dapat meningkatkan pelayanan rumah sakit.
Hardware dan software adalah aplikasi pendukung kinerja sehingga dapat meningkatkan
mutu pelayanan RSIA PUTRI.

Pada Pedoman Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS) diharapkan unit SIRS dapat
meningkatkan kinerja sesuai dengan standar operasional yang sudah disesuaikan dan
ditetapkan. Sehingga dapat tercipta keseragaman dalam melakukan tindakan.

Kami menyadari bahwa Buku Pedoman ini masih jauh dari kesempurnaan, sehingga
kritik dan saran sangat kami harapkan untuk penyempurnaan dari waktu ke waktu.

Mengetahui

dr. Herminiati HB, MARS


Direktur Utama

Pedoman Pelayanan IT| 27


Pedoman Pelayanan IT| 28