Anda di halaman 1dari 87

BAB I EDIT 16/17

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan merupakan kurikulum operasional yang
disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan Pendidikan. Sesuai dengan
amanat Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah mengacu pada standar isi, standar
kompetensi lulusan, standar proses, standar penilaian dan standar pengelolaan, serta
berpedoman pada panduan dari Badan Standart Nasional Pendidikan.

Dalam penyususan kurikulum tingkat satuan pendidikan SD Negeri 17 Cegek tahun


Pelajaran 2016/2017 mengacu pada pengembangan 8 Standar Nasional pendikan.Untuk
Kelas II,III,V dan VI.Sesuai dengan amanat dari kurikulum 2013, maka terjadi perubahan
SDNegeri 17Cegek juga melaksanakan Kurikulum 2013 untuk Kelas I dan IVmelalui 4
Standar Nasional pendidikan yaitu standar kelulusan, standar isi, standar proses dan
standar penilaian.

Untuk penyusunan kurikulum tingkat satuan pendidikan dan Kurikulum 2013 tahun
2016/2017 perlu mendekripsikan hasil analisis kontek dari standar kelulusan, standar isi,
standar proses , standar penilaian dan pengeloaan.

. 1 . STANDAR KOMPETENSI LULUSAN (SKL)


Permendiknas No. 23 tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Berdasarkan
analisis konteks SDN 17 Cegek, secara riil standar kompetensi lulusan berdasarkan BNSP
.tahun ajaran 2015/2016,telah dilaksanakn berdasarkan kisi-kisi ujian sekolah yang disusun
secara nasional,namun hasilnya secara umum telah tercapai berdasarkan target yang telah
ditentukan oleh SDN 17 Cegek.
Hasil ujian sekolah kelas VI tahun pelajaran 2015/2016 SDN 17 Cegek sebagai berikut :
1.Pendidikan Agama ,rata-rata = 7,29
2.Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, rata-rata = 8,57
3.Bahasa Indonesia,rata-rata = 7,67
4.Matematika, rata-rata = 7,53
5.Ilmu Pengetahuan Alam ,rata-rata = 7,70
6.Ilmu Pengetahuan Sosial,rata-rata = 7,67
7.Pendidikan Olah Raga dan Kesehatan,rata-rata = 8,18
8. Budaya Alam Minangkabau,rata-rata = 8,00
9.Seni Budaya dan Keterampilan ,rata-rata = 8,47
10.Bahasa Inggris,rata-rata = 7.47

1
Berdasarkan Standar Kompetensi Lulusan Idealnya hasil perolehan pada setiap mata
pelajaran mencapai rata-rata yang telah ditargetkan (8,50), pada kenyataannya masih belum
mencapai target yang ditentukan sekolah.
Berdasarkan Permendikbud no 54 tahun 2013 tentang Standar Kompetensi Lulusan
Pendidikan dasar dan Menengah.
Standar Kompetensi Lulusan adalah kriteria mengenai kualifikasi kemampuan lulusan yang
mencakup siap, pengetahuan,dan keterampilan.Standar Kompetensi Lulusan digunakan
sebagai acuan utama pengembangan standar isi,standar proses,standar penilaian
pendidikan,standar pendidik dan tenaga kependidikan,standar sarana dan prasarana,standar
pengelolaan,dan standar pmbiayaan.
Untuk mengetahui ketercapaian dan kesesuaian antara standar kompetensi lulusan dan
lulusan dari masing-masing satuan pendidikan dan kurikulum yang digunakan pada satuan
pendidikan tertentu perlu dilakukan montioring dan evaluasi secara berkala dan berkelanjutan
dalam setiap periode.Hasil yang diperoleh dari monitoring dan evaluasi digunakan sebagai
bahan masukan bagi penyempurnaan standar kompetensi lulusan dimasa yang akan datang
yang diharapkan memiliki:
Sikap prilaku yang mencerminkan sikap orang beriman,beraklak mulia,berilmu,
percaya duri dan bertanggung jawab dalam berintegrasi secara efektif dengn lingkungan
sosial dan alam dilingkungan rumah,sekolah dan tempat bermain.
Memiliki pengetahuan faktual dan konseptual berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu
pengetahuan,teknologi,seni,dan budaya dalam wawasan kemanusiaan,
kebangsaan,kenegaraan,dan peradaban terkait fenomena dan kejadian di lingkungan
rumah,sekolah,dan tempat bermain.
Keterampilan
Memiliki kemampuan fikir dan tindak yang produktif dan kreatif dalam ranah absrak dan
kongkrik sesuai dengan yang ditugaskan kepadanya.
Upaya untuk mencapai kondisi ideal sesuai dengan tuntutan yang diamanatkan
permendiknas No. 23 tahun 2006 , sekolah berupaya melakukan pembinaan terhadap tenaga
pengajar melalui KKG, workshop. Pelatihan untuk membedah SKL dan berupaya
menyediakan sarana prasarana pendukung.Dlam proses pembelajaran sekolah berupaya untuk
menambah jam pembelajaran diluar jam efektif seperti belajar sore,masuk jam nol,belajar
malam serta mendatangkan nara sumber pada pembedahan SKL. . Sekolah akan memyusun
visi dan misi mengacu pada tujuan pendidikan dasar dan SKL satuan pendidikan.sekolah
perlu meningkatkan proses pembelajaran dengan seoptimal mungkai supaya dapat
mempersiapkan peserta didik untuk melanjutkan kesekolah yang diinginan.
Selanjutnya upaya mencapai tuntutan yang diamanatkan Permendikbud no 54 tahun
2013,Sekolah berupaya untuk melaksanakan kegiatan ekstra korikuler keagamaan seperti

2
melakukan solat berjemaah,melakukan kegiatan keagamaan lainya baca
alquran,pildacil,pesantren kilat serta meningkat pembiasaan berkarakter.
Meningkatkan proses pembelajaran yang mengacu kepada pembelajaran yang
terpadu,terintegrasi dengan pendekatan sainstifik ,serta pembelajaran PAKEM,Meningkatkan
kompetensi guru dalam kontek proses pembelajaran yang berhubungan dengan implementasi
kurikulum 2013,serta meningkatkan ketermpilan guru serta kreatifitas guru dalam proses
pembelajaran terutama menciptakan media pembelajaran yang sederhana dan memakai media
yang tersedia..

2. STANDAR ISI
Permendiknas no 22 Tahun 2006 Tentang Standar Isi.
Sesuai analisis konteks yang dilakukan di SDN 17 Cegek,Secara riil berdasarkan standar
isi telah melaksanakan pembelajaran sesuai dengan BNSP yang meliputi Standar Kompetensi
(SK),Kompetensi Dasar (KD) .Sekolah Dasar 17 Cegek dalam kegiatan pembelajaran
mempedomani struktur mata pelajaran,dan guru telah mengajar sesuai dengan tuntukan beban
belajar yang terdapat dalam standar isi,dan telah melaksanakan delapan mata pelajaran.
. Idealnya menurut Permendiknas no 22 Tahun 2006 Tentang Standar Isi.Kurikulum
SD memuat 8 mata pelajaran, muatan lokal dan pengembangan diri. Muatan lokal merupakan
kegiatan kurikuler mengembangkan kompetensi yang disesuaikan dengan ciri khas dan
potensi daerah.untuk tahun 2016/2017 bahasa ingris yang termasuk muatan lokal ditiadakan
karena belum mempunyai kekuatan hukum,sedangkan jam pelajaran bahasa ingris
ditambahkan untuk mapel matematika.Sesuai PERMENDIKBUD No.21 Tahun 2016 tentang
standar Isi Kurikulum 2013.Kurikulum dikembangkan oleh Tim Pengembang kurikulum
sekolah berpedoman pada standar isi dan standar lulusan serta panduan penyusunan KTSP
dan Kurikulum 2013 yang disusun BNSP.
Substansi mata pelajaran IPA dan IPS pada SD merupakan IPA terpadu dan IPS
terpadu. Pembelajaran kelas II, III menggunakan pendekatan tematik, sedangkan pada kelas
V,VI pendekatan mata pelajaran. Untuk KUR 2013 Kelas I dan IV Menggunakan Pendekatan
Tematik .sesuai Minggu efektif dalam satu minggu
Kurikulum dikembangkan oleh sekolah dan komite berpedoman pada standar isi dan
standar kompetensi lulusan dan panduan penyusunan kurikulum. Pelaksanaan kurikulum
didasarkan pada potensi, perkembangan dan kondisi peserta didik, dalam hal ini peserta didik
harus mendapatkan pelayanan pendidikan yang bermutu, serta memperoleh kesempatan
untuk mengekspresi dirinya secara bebas, dinamis, dan menyenangkan. Kurikulum
dilaksanakan dengan menegakkan lima pilar belajar, peserta didik mendapat pelayanan yang
bersifat perbaikan, pengayaan dan percepatan sesuai dengan potensi, perkembangan dan
kondisi peserta didik, antara pendididik dan peserta didik saling menerima dan menghargai,
akrab, terbuka,dan hangat.

3
Kurikulum dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan multistrategi, multi media,
dan memanfaatkan sumber belajar alam sekitar. Kurikulum dilaksanakan dengan
mendayagunakan kondisi alam, sosial dan budaya serta kekayaan daerah.Kurikulum
mencakup seluruh komponem kompetensi mata pelajaran , muatan lokal dan pengembangan
diri diselenggarakan dalam keseimbangaan, keterkaitan dan kesinambungan yang cocok dan
memadai.
Menurut Permendikbud no 64 tahun 2013 tentang Standar Isi Pendidikan Dasar dan
Menengah.Kurikulum 2013 bertujuan untuk mempersiapkan manusia Indonesia agar
memiliki kemampuan hidup sebagai pribadi dan warga negara yang beriman
,produktif,kreatif ,inovatif dan efektif serta mampu berkontribusi pada kehidupan
masyarakat,berbangsa,bernegara, dan peradaban dunia.Kurikulum 2013 terdiri dari 4
kompetensi inti yaitu:
1.Kometensi Inti-1( KI-1) untuk kompetensi inti sikap spiritual.
2.Kompetensi Inti-2 (KI-2) untuk kompetensi inti sikap sosial.
3.Kompetensi Inti -3(KI-3) untuk kompetensi inti pengetahuan;
4.Kompetensi Inti -4(KI-4) untuk kompetensi inti keterampilan.
Berdasarkan Kompetensi Inti inilah disusun mata pelajaran dan alokasi waktu yang
sesuai dengan karakteristik satuan pendidikan.
Susunan Mata Pelajaran terdiri dari 2 kelompok :
Kelompok A
1.Pendidikan Agama dan Budipekerti
2.Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan.
3.Bahasa Indonesia
4.Matematika
5.Ilmu Pengetahuan Alam
6.Ilmu Pengetahuan Sosial.
Kelompok B
1.Seni budaya Dan Prakarya
2. Pendidikan jasmani,olah raga,dan kesehatan.
Dalam pelaksanaan kurikulum 2013 sekolah akan berupaya menerapkan
implementasinya sesuai dengan kerangka dasar dan struktur kurikulum dengan cara
mempelajari petunjuk ,melalui pelatihan,worshop dan KKG.
Upaya untuk mencapai kondisi ideal sesuai tuntutan yang diamanahkan pada
permendiknas 22 th 2006 kelompok mata pelajaran agama melalui pendidikan/ kegiatan
ekstra kurikuler, kelompok mata pelajaran kewarganegaraan melalui pendidikan karakter,
kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan tehnologi melalui pembelajaran ekstra
kurikuler dan estetika, serta kelompok mata pelajaran olah raga dan kesehatan.

4
Diadakan revisi tehadap dokumen KTSP sehingga memenuhi setiap prinsip
pengembangan kurikulum, untuk memenuhi tuntutan kurikulum diadakan pelatihan bagi
guru, serta mengadakan pelatihan melalui kegiatan KKG. Khusus untuk penggembangan diri
dilaksanakan dalam kegiatan eksrakurikuler.Menerapkan 10 mata pelajaran, melaksanakan
muatan lokal sesuai dengan kondisi daerah, pelaksanaannya disesuaikan dengan alokasi
waktu yang tertera pada stuktur kurikulum, dan sesuai dengan kalender pendidikan, serta
dilaksanakan secara terpadu.
Upaya yang dilakukan berdasarkan tuntutan permendikbud no 64 tahun 2013 adalah
menerima,menjalankan,ajaran agama yang dianutnya.Menunjukkan prilaku
jujur,disiplin,tanggung jawab,santun,peduli,dan percaya diri.Memahami pengetahuan faktual
dan konseptual,Menyajikan pengetahuan faktual dan konseptual dalam bahasa yang
jelas,sistematis,logis,dan kritis,dalam karya yang estetis.

3. STANDAR PROSES
Menurut Permen Diknas No. 41 tahun 2007 dan Permendikbud No 22 tahun 2016 yang
berisikan standar proses. Berdasarkan kondisi riilnya pada SDN 17 Cegek untuk realisasi
standar proses tersebut diawali dengan pembuatan atau pengembangan silabus, pada
umumnya guru sudah memiliki silabus, tetapi masih berpedoman kepada pengembangan
silabus yang lama,mengadopsi silabus yang dimiliki orang lain dan sebagian ada yang
mengambil dari internet,silabus yang digunakan pada umumnya pembelajaran tidak sesuai
dengan standar isi (rancu),indikator terlalu luas,sumber belajar tidak mendukung dengan
lingkungan siswa.
Dalam pelaksanaan proses pembelajarn di SDN 17 Cegek sebahagian guru sudah
memiliki RPP,tetapi belum memahami isi dari permen NO 41 tahun 2007 dan Permendikbu
No 22tahun 2016 tentang Standar Proses. RPP yang dibuat belum sesuai dengan langkahnya.
Idealnya silabus yang dibuat guru telah mengacu kepada standar proses,dimana pembelajanya
sudah terarah,indikator sudah sesuai dengan SK,KD dan KI 1,KI 2,KI 3,KI 4 sesuai dengan
perkembangan siswa dan lingkungan siswa,sumber belajar jaga memanfatkan alam
lingkungan siswa.
Guru seharusnya membuat RPP setiap kali pertemuan pembelajaran yang mengacu kepada
permen 41 tahun 2007,yang memuat langkah-langkah seperti berikut:Identitas
,SK,KD,Indikator,Tujuan,Metode,kegiatan pembelajaran :kegiatan ,awal,keg
inti(ekslorasi,elaborasi,konfirmasi).keg akhir.
. Dalam pelaksanaan pembelajaran di kelas rendah (I,II,III) umumnya guru sudah
melaksanakan secara tematik.tetapi dalam proses pembelajaran masih kelihatan menurut mata
pelajaran. Seharusnya pembelajaran tematik sudah terintegrasi untuk beberapa mata pelajaran
dalam satu pertemuan,tidak kelihatan lagi mata pelajarannya.
Secara idealnya pelaksanaan proses pembelajaran yang di tuntut pada Permendiknas

5
No. 41 tahun 2007 pembuatan Silabus memuat langkah langkah yang tertera pada standar
proses seperti: SK, KD, Materi Pokok, Kegiatan Pembelajaran, Indikator , Alokasi Waktu,
Sumber/ Bahan / Alat. Peyusunan silabus ini berdasarkan hasil hasil pemetaan standar isi dan
di tulis oleh masing- masing guru yang bersangkutan.
Dilihat dari pembuatan RPP secara idealnya memuat: Identitas MP, SK, KD, Indikator,
Tujuan Pembelajaran, Materi Pembelajaran,Metode Pembelajaran,Kegiatan Pembelajaran
yang terdiri dari : Pendahuluan,kegiatan inti ( eksplorasi, elaborasi, konfirmasi),dan penutup
yang mengacu pada prisip penyusunan RPP. Pembuatan RPP yang idealnya di buat oleh
masing- masing guru, baik guru kelas maupun guru mata pelajaran untuk setiap kali
pertemuan dalam mengajar.Intinya dalam proses pembelajaran semua guru wajib mengajar
mempedomani RPP(skenario pembelajaran).
Penilaian dilaksanakan setelah indikator dalam satu KD telah terajarkan ,bagi kelas I-III
setelah berkhir satu tema, untuk mengukur tingkat pencapaian kompetensi peserta didik,serta
digunakan sebagai bahan penyusunan laporan kemajuan hasil belajar,dan memperbaiki proses
pembelajaran
Sekolah Dasar Negeri 17 Cegek berupaya meningkatkan agar semua guru mau dan
mampu menyusun silabus ,menyusun RPP (skenario pembelajaran)setiap kali pertemuan
dalam proses pembelajaran.Tidak ada lagi yang mengadopsi silabus dan RPP dari
internet,guru mampu menggunakan alat bantu (peraga) dalam proses pembelajaran,
Penyusunan silabus berdasarkan hasil pemetaan standar isi .RPP sudah memuat
hasil pembelajaran untuk mengukur tingkat pencapaian kompetensi peserta didik
digunakan sebagai bahan penyusunan laporan kemajuan hasil belajar, dan yang sering
dilupakan kita jarang menggunakan hasil penilaian memperbaiki proses pembelajaran, yang
ada cuma pengulangan pelaksanaan penilaian.
Upaya untuk mencapai kondisi ideal sesuai dengan tuntutan yang diamanatkan
Permendiknas No. 41 tahaun 2007, bahwa setiap sekolah perlu meningkatkan proses
pembelajaran berstandar nasional, dan meningkatkan club-club mata pelajaran, membatasi
jumlah maksimal peserta didik, mengusahakan tidak ada siswa yang tinggal kelas agar tidak
ada penumpukan siswa pada satu kelas. Melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan urutan
sebagaimana mestinya seperti:pendahuluan(penyampaian tujuan ,motivasi),kigiatan
inti(ekslorasi,elaborasi,konfirmasi),penutup(rangkuman,penilaian/refleksi,umpanbalik,tugas).
susebagaimana mestinya. Melakukan penilaian untuk mengukur tingkat pencapaian
kompetensi peserta didik dan bahan penyusunan laporan kemajuan hasil belajar dan
memperbaiki proses pembelajaran.
Berdasarkan Permendikbud no 65 tahun 2013,tentang standar proses pendidikan
dasar dan menengah,idealnya belum penyusunan RPP terlebih dahulu analisis buku siswa
dengan mempedomani buku guru dengan memahami strategi menggunakan buku guru dan
buku siswa untuk kegiatan pembelajaran,menganalisis kesesuaian isi buku guru dan buku

6
siswa dengan tuntutan SKL,KI,dan KD.Menganalisis buku guru dan buku siswa dilihat dari
aspek kecukupan dan kedalaman materi.
Tujuan menganalisis buku guru dan buku siswa ,untuk menentukan kesesuaian isi
buku guru dan buku siswa dengan SKL,KI,dan KD,merencanakan tindak lanjut dari hasil
analisis,serta menganaliis kesesuaian isi buku dengan konsep pendekatan saintifik dan
penilaian autentik.
Fomat lembaran kerja analisis buku guru dan buku siswa yang terdiri dari judul
buku,kelas,jenjang,tema dan topik,Kemudian aspek yang dianalisis dari buku guru,hasil
analisis ( tidak sesuai,sesuai sebagian,sesuai ) dan tindak lanjut dari hasil analisis.
Analisis KI,KD pada Tema,Sub Tema dan Pembeajaran yang memuat identitas
Tema ,Sup tema,muatan mata pelajaran dan,KD,dan pembelajaran.
Analis RPP memuat rambu rambu yaitu:
a. RPP dijabarkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan belajar peserta didik dalam
upaya mencapai KD
b. Setiap guru pada satuan pendidikan berkewajiban menyusun RPP secara lengkap dan
sistematis.
c. RPP disusun untuk setiap KD yang dapat dilaksanakan dalam satu kali pertemuan
atau lebih.
d. Guru merancang penggalan RPP untuk setiap pertemuan yang disesuaikan dengan
penjadwalan disatuan pendidikan.
Dalam penyusunan RPP yang harus diperhatikan adalah prinsip penyusunan RPP.
Komponem RPP menurut standar proses no 65 thun 2013 yang terdiri dari:
Identitas Sekolah
Identitas mata pelajaran
Kelas/ semester
Materi pokok
Alokasi waktu
Tujuan pembelajaran
Kompetensi Dasar (KD-KI 1. KD-KI 2, KD-KI 3(indikator) KD-KI4(indikator)) dan
Indikator Pencapaian Kompetensi.
Materi pembelajaran
Alokasi waktu
Metode pembelajaran
Media pembelajran
Sumber belajar
Langkah-langkah pembelajaran
Penilaian hasil pembelajaran.
Langkah Langkah pnyusunan RPP yang memuat:

7
Kegiatan Pendahuluan
o Orientasi
Memusatkan perhatian peserta didik pada materi yang akan dibelajarkan, dengan
cara menunjukkan benda yang menarik, memberikan ilustrasi, membaca berita di
surat kabar, menampilkan slide animasi, fenomena alam, fenomena sosial, atau
lainnya.
o Apersepsi
Memberikan persepsi awal kepada peserta didik tentang materi yang akan
diajarkan.
o Motivasi
Guru memberikan gambaran mamfaat mempelajari materi yang akan diajarkan.
o Pemberian Acuan
Berkaitan dengan kajian ilmu yang akan dipelajari
Acuan dapat berupa penjelasan materi pokok dan uraian materi pelajaran secara garis
besar
Pembagian kelompok belajar
Penjelasan mekanisme pelaksanaan pengalaman belajar (sesuai dengan rencana
langkah-langkah pembelajaran)
Kegiatan Inti
Menggunakan model pembelajaran, metode pembelajaran, media pembelajaran, dan
sumber belajar yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik dan mata
pelajaran
Menggunakan pendekatan tematik dan/atau tematik terpadu dan/atau saintifik
dan/atau inkuiri dan penyingkapan (discovery) dan/atau pembelajaran yang
menghasilkan karya berbasiskan pemecahan masalah (projeck based learning)
disesuaikan dengan karakteristik kompetensi dan jejang pendidikan
Memuat pengembangan sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang terintegrasi pada
pembelajaran
Kegiatan penutup
Seluruh rangkaian aktivitas pembelajaran dan hasil-hasil yang diperoleh untuk
selanjutnya secara bersama menemukan mamfaat langsung maupun tidak langsung
dari hasil pembelajaran yang telah berlangsung
Memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran
Melakukan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pemberian tugas, baik tugas
individual maupun kelompok
Menginformasikan rencana kegiatan pembelajaran untuk pertemuan berikutnya
Analisis indikator, tujuan pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan penilaian
A. Analisis Indikator

8
Analisis indikator terdiri dari: kompetensi dasar, indikator pada buku, indikator hasil
analisis.
B. Analisis Tujuan Pembelajaran
Tujuan pembelajaran terdiri dari: tujuan pembelajaran pada buku dan tujuan
pembelajaran hasil analisis
C. Analisis Penilaian
Penilaian terdiri dari: penilaian (sikap, keterampilan, pengetahuan), sesuai, tidak
sesuai, keterangan, dan saran.
Analisis kegiatan pembelajaran
Analisis Kegiatan pembelajaran
Kegiatan pembelajaran terdiri dari: kegiatan pembelajaran pada buku, kegiatan
pembelajaran dengan menerapkan model-model pembelajaran (Pjbl, PBI,DL),
kegiatan pembelajaran yang memunculkan HOTS (Keterampilan Berfikir Tingkat
Tinggi), keterangan dan saran kegiatan pembelajaran.
Dalam proses pembelajaran guru menggunakan pendekatan scientific. Langkah-
langkah pembelajaran pada pendekatan scientifik menyentuh tiga ranah yaitu: sikap,
pengetahuan, dan keterampilan.
Ranah Sikap
Ranah sikap menggamit transpormasi substansi atau materi ajar agar peserta didik
tahu mengapa
Ranah Keterampilan
Ranah keterampilan menggamit transpormasi substansi atau materi ajar agar peserta
didik tahu bagaimana
Ranah Pengetahuan
Ranah pengetahuan menggamit transpormasi substansi atau materi ajar agar peserta
didik tahu apa
Hasil akhirnya adalah peningkatan dan keseimbangan antara kemampuan untuk
menjadi manusia yang baik (soft skills) dan manusia yang memiliki kecakapan an
pengetahuan untuk hidup secara layak (hard skill) dari peserta didik yang meliputi
aspek kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan .
Kurikulum 2013 menekankan pada dimensi pedagogik moderen dalam
pembelajaran,yaitu menggunakan pendekatan ilmiah.
Pendekaran ilmiah(scientific approach) dalam pembelajaran sebagaimana dimaksud
meliputi:
Mengamati
Menanya
Menalar
Mencoba

9
Mengkomunikasikan.

4. STANDAR PENILAIAN
Peraturan mentri pendidikan Nasional No. 20 Tahun 2007,Permendikbud No.23 Tahun
2016 Tentang Standar Penilaian. Berdasarkan analisis kontek SDN 17 Cegek, riilnya
penilaian yang dilakukan guru masih ada yang belum sahih, masih dipengaruhi unsur
subjektifitas. Sebagian guru belum adil dalam melaksanakan penilaian, penilaian masih
bersifat tertutup.
Pada umumnya guru belum lagi melakukan prinsip penilaian secara menyeluruh dan
berkesinambungan, sistematis, dan akuntabilitas.
Instrumen penilaian yang digunakan oleh satuan pendidikan dalam bentuk ujian sekolah
kurang memenuhi persyaratan substansi, konstruksi, dan bahasa, serta memiliki bukti
validitas empiric.
Kegiatan ujian sekolah telah dilaksanakan sesuai dengan langkah-langkah yang telah
ditetapkan tetapi pelaksanaannya belum sempurna, terutama penyusunan kisi-kisi dan
pengembangan instrument penilaiaian
Idealnya Menurut peraturan mentri pendidikan Nasional No. 20 Tahun
2007,Permendikbud No.23 tahun 2016 tentang standar penilaian K13, bahwa penilaian hasil
belajar peserta didik pada jenjang pendidikan dasar dan menengah di dasarkan pada prinsip-
prinsip penilaian, seperti sahih, objektif, adil, terpadu, terbuka, menyeluruh dan
berkesinambungan, sistematis, beracuan criteria, dan akuntabel.
Penilaian hasil belajar oleh pendidik menggunakan berbagai teknik penilaian berupa tes
lisan, praktek atau kinerja, teknik observasi, penugasan perorangan atau kelompok dan
bentuk lain yang sesuai dengan karakteristik, kompetensi dan tingkat perkembangan peserta
didik.
Instrumen yang digunakan pendidik dalam menilai hasil belajar harus memiliki
persyaratan seperti substansi, kontruksi dan bahasa, serta memiliki bukti validitas empiric
serta menghasilkan scor yang dapat diperbandingkan antar sekolah dan antar daerah
Penilaian hasil belajar dilaksanakan oleh pendidik, satuan pendidikan, dan pemerintah.
Penilaian oleh pendidik dilakukan dengan cara menginformasikan silabus, mengembangkan
indicator KD, mengembangkan instrument dengan cara menyusun kisi-kisi soal,
melaksanakan tes, mengolah dan melaporkan hasil penilaian. Selain itu penilaian oleh satuan
pendidikan dilakukan dengan cara menentukan KKM, criteria kenaikan kelas, kriteria
kelulusan,menerbitkan SKHU,dan ijazah.
Berdasarkan kondisi ideal dan kondisi riil perlu diadakan tindak lanjut seperti
mengadakan pembinaan dan pelatihan yang mengacu pada pedoman penilaian terutama
tentang prinsip-prinsip penilaian, teknik penilaian, cara menyusun instrument penilaian, serta

10
mekanisme dan prosedur penilaian. Pembinaan dan pelatihan diadakan melalui KKG Gugus
dan mendatangkan nara sumber.
Berdasarkan Permendikbud no 66 tahun 2013 tentang Standar Penilaian Pendidikan.
Penilaian dilakuan untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik yang mencakup :
Penilaian otentik adalah penguuran yang bermakana secara signifikan atas hasil belajar
peserta didik untuk ranah sikap,keterampiln,dan pengetahuan,penilaian diri.Penilaian autentik
merupakan penilaian asli,nyata,valid,atau reliabel.Penilaian autentik lebih bermakna
dibandingkan dengan tes pilihan ganda,terstandar sekalipun.Penilaian autentik sangat relevan
dengan pendekatan tematik terpadu dalam pembelajaran,khususnya jenjang sekolah dasar
atau untuk mata pelajaran yang sesuai.
Jenis-Jenis Penilaian Autentik:
Penilaian Kinerja
Penilaian Projek
Penilaian Portofolio
Penilaian Tertulis.
Cara merekam hasil penilaian berbasis kinerja.
Daftar cek (checklist)
Catatan anekdot /narasi.
Skala penilaian
Memori atau ingatan.
Yang perlu diperhatikan guru dalam penilaian proyek:
Keterampilan peserta didik dalam memilih topik,mencari dn mengumpulkan
data,mengolah dan menganalisis,memberilan makna atas informasi yang diperoleh
,dan menulis laparan.
Keaslian sebuah proyek pembelajaran yang dikerjakan atau dihasilkaan oleh peserta
didik,
Langkah Langkah Penilaian Portofolio
Peserta didik ,baik sendiri maupun kelompok,mandiri atau dibawah bimbingan
guru menyusun portofolio pembelajaran.
Guru menilai portofolio peserta didik dengan kriteria tertentu.
Guru memberi umpan balik kepada peserta didik atas hasil penilaian portofolio.
Penilaia Tertulis berbentuk uraian atau esay menuntut peserta didik mampu
mengingat
,memahami,mengorganisasikan,menerapkan,menganalisis,mensintesis,mengevalua
si atas materi yang sudah dipelajari,sehingga mampu menganbarkan ranah
sikap,pengetahuan,dan keterampilan peserta didik.

11
5. STANDAR PENGELOLAAN

Peraturan Mentri pendidikan nasional No. 19 Tahun 2007dan tentang standar


pengelolaan. Berdasarkan analisis kontek SDN 17 Cegek riilnya belum ada program
pengelolaan pendidik dan tenaga kependidikan .Khusus di SDN 17 Cegek pengawasan dan
evaluasi telah terlaksana, namun evaluasi pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan
belum dapat ditindaklanjuti, sudah ada aturan pengelolaan tertulis namun belum sempurna,
sudah ada rencana tahunan tetapi belum sesuai dengan rencana yang sudah ditetapkan. SDN
17 Cegek sudah memiliki KTSP tetapi belum sesuai dengan standar nasional pendidikan,
sekolah belum melakukan evaluasi diri terhadap kinerja sekolah, proses pembelajaran dan
proses kerja tahunan sesuai SNP.
Idealnya menurut peraturan mentri pendidikan Nasional No. 19 Tahun 2007 pengelolaan
pendidikan pada jenjang pendidikan dasar yang menerapkan manajemen berbasis sekolah
yang dipimpin oleh seorang kepala sekolah dan dibantu oleh seorang wakil kepala sekolah
untuk pengambilan keputusan di satuan pendidikan dilakukan dalam rapat dewan pendidik
yang dipimpin oleh kepala satuan pendidikan. Sedangkan pengambilan keputusan dibidang
non akademik dilakukan oleh komite sekolah atas dasar mufakat/ musyawarah yang
berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan. Dalam satuan pendidikan harus memiliki
pedoman yang mengatur tentang kurikulum, kalender pendidikan, struktur organisasi,
pembagian tugas pendidik serta peraturan lainnya.
Pendidikan dikelola atas dasar kerja jangka menengah meliputi kalender pendidikan,
jadwal mata pelajaran, pembagian tugas pendidik, buku teks pelajaran, serta penggunaan
sarana dan prasarana. Pelaksanaan satuan pendidikan dilaksanakan sacara mandiri , efisien,
efektif,dan akuntabel serta pengawasan meliputi pemantawan, suverpisi, evaluasi, dan
pelaporan tindak lanjut.

Untuk mencapai kondisi ideal sesuai tuntutan yang diamanatkan permendiknas No. 19
tahun 2007, setiap warga sekolah perlu memahami visi,misi dan tujuan sekolah.Memiliki
pedoman yang mengatur berbagai aspek pengelolaan secara tertulis seperti:pedoman sekolah
dan pedoman pengelolaan KTSP. Adanya peraturan akademik yang disusun melalui rapat
dewan pendidik, menyusun pedoman pengelolaan biaya investasi dan operasional sesuai
standar pembiayaan. Melakukan evaluasi diri terhadap kinerja sekolah proses pembelajaran
dan program kerja tahunan sesuai SNP. Sekolah akan melakukan sosialisasi tentang visi,misi
dan tujuan sekolah. Sekolah akan menyusun program pengelolaan pendidik dan tenaga
kependidikan, melakukan telaah terhadap bermacam- macam standar pengelolaan yang
berstandar nasional dari berbagai sumber, sekolah juga akan mengadopsi dan mengadaptasi
model-model standar pengelolaan yang dipandang relevansi serta berwawasan nasional
.Sekolah akan membuat uraian tugas sesuai standar agar pengelolaan sekolah lebih
efektif. Pengelolaan pada jenjang pendidikan dasar menerapkan manajemen berbasis sekolah
yang dipimpin seorang kepala sekolah dan pengambilan keputusan pada satuan pendidikan

12
dilakukan oleh rapat dewan guru dan pengambilan keputusan non akademik yang dilakukan
oleh komite sekolah. Dalam pengaturan satuan pendidikan yang dimiliki yaitu kurikulum
satuan pendidikan, kalender pendidikan, struktur organisasi, pembagian tugas serta aturan
lain yang dibuat sekolah.
Pendidikan dikelola atas dasar rencana kerja tahunan yang meliputi kalender pendidikan,
jadwal mata pelajaran ,surat pembagian tugas pendidik ,serta melengkapi buku teks pelajaran
dan sarana lain.
Pengelolaan satuan pendidikan dilaksanakan secara mandiri dan pelaporan dilakukan oleh
pendidik , pimpinan , pengawas yang ditunjukkan kepada pimpinan satuan pendidikan dan
orang tua murid.
2. POTENSI DAN KARAKTERISTIK SDN 17 Cegek
- Tenaga pendidik dan tenaga kependidikan
DAFTAR TENAGA GURU DAN KARYAWAN
SDN 17 CEGEK
KECAMATAN KAMANG MAGEK
KEC.KAMANG MAGEK
TAHUN AJARAN 2016/2017

Juml
N Pangkat / Pendi Jenis Tugas/ K
NAMA NIP ah
O Gol dikan Guru Mengajar et
Jam
1. Jon heri,S.Pd 196111211982021001Pembina/ IVa S1 Kep sek V,VI 6
Guru
2. Dra. Nini Hartati 196308071992102001 Pembina/ IVa S1 V 26
Kelas
19660504198708200 Pembina/ IVa Guru
3. Tismayetti,S.Pd 1
S1
Kelas
VI 26
Penata Tk I/ Guru
4. Atmawati,S.Pd 197405201999122001 S1
Kelas
IV 33
IIId
19700813200801200 Penata/ IIIa Guru
5. Ely Hayati,S.Pd.SD 2
S1
Kelas
I 26
Pengatur Muda Guru
6. Melia Novita,S.Pd 198511292014082003 S1
Kelas
III 25
/IIa
Guru
7. Devi Angraini,S.Pd.I S1
Kelas
II 25
Guru
8. Lisa,S.Pd.I S1
Agama
I VI 28
Guru
9. Rita Yuliana,S.Pd S1
Mulok
III,V,VI 6
10. Nofialdi SMK Operator/T U
11. Marnis SD Penjaga
201

Idealnya tenaga pendidik dan kependidikan di SDN 17 Cegek berdasarkan rombongan


belajar adalah:
a. 1 orang kepala sekolah
b. 6 orang guru kelas
c. 1 orang guru pendidikan agama Islam

13
d. 1 orang guru pendidikan jasmani dan kesehatan
e. 1 orang guru pustaka
f. 1 orang tenaga administrasi
g. 1 jaga sekolah
Berdasarkan data tenaga pendidik PNS dapat disimpulkan bahwa sekolah dasar 17 Cegek
masih kekurangan tenaga guru,tenaga jaga sekolah,tenaga perpustakaan,tenaga administrasi,
untuk mengatasi hal tersebut pihak sekolah bersama komite mengangkat guru honorer sesuai
kebutuhan sekolah, yaitu:
a. 1 orang guru kelas
b. 1 orang guru Mulok
c. 1 orang tenaga TU
b. 1 orang tenaga jaga sekolah
Semua tenaga honorer, honornya dibayar dengan mempergunakan dana BOS
Ditinjau dari segi kualifikasi pendidikan tenaga pendidik dan kependidikan yang ada di
SD Negeri 17 Cegek dapat dipaparkan sebagai berikut :
1. Kwalifikasi strata 1 < S1> 1 orang Kepala sekolah

2. Kwalifikasi stara I < SI > 5 orang guru PNS

3. Kwalifikasi strata I < SI > 3 orang guru honorer

4. Kwalifikasi SLTA 2 orang Tenaga Administrasi/TU dan Jaga Sekolah Honorer

- Komite sekolah

STRUKTUR KEPENGURUSAN
KOMITE SEKOLAH DASAR 17 CEGEK
PERIODE 2016 / 2017

I PELINDUNG CAMAT KAMANG MAGEK


II PENASEHAT UPT Pendidikan TK/SD dan PLS Kamang
Magek Wali Nagari Kamang Hilir
III PENGURUS

1. Ketua Drs.DENDI RINALDI


Wakil Ketua H.DT. KANDANG DALAM

2. Sekretaris HASBI S.sos DT BAGINDO

3. Bendahara ZETRIA ERMA

4. Seksi Keuangan / Dana 1. Z.ST SARI ALAM


2. H.H KARI MUDO
3. YUHELMI
4. SEPTINAR JULIS

5. Seksi Pendidikan 1. M.MALIN SUTAN


2. UNI MAR

14
3. ASNIDAR
4. ZUL HASMI

6. Seksi Pembangunan 1. ST.PAMENAN


2. TS.ST BAGINDO
3. A.ST BATUAH
4. ZARDI

- Sarana dan prasarana

Dilihat dari segi ketersediaan sarana dan prasarana yang ada pada SD Negeri 17
Cegek,Mobiler seperti bangku dan meja murid,ruang pustaka,ruang UKS,Mushalla belum
memenuhi standar.SD Negeri 17 Cegek sudah memiliki WC yang permanen sebanyak 4
unit,2 buah kamar mandi , WC dipergunakan untuk buang air besar bagi siswa.
Pengadaan buku dan sumber belajar lainnya, orang tua murid merasa terbantu sekali dengan
adanya BOS buku dan BOS regular, dan Bantuan Pamsimas pengadaan air bersih sehingga
kelihatan sekali partisipasi orang tua murid untuk mendorong anak mereka belajar di rumah
ataupun di sekolah.
- Karakteristik SDN 17 Cegek
Secara geografis SDN 17 Cegek terletak di Kenagarian Kamang Hilir , Jorong Dalam
Koto. Sekolah tersebut berbatas sebelah Utara dengan Jajaran Bukit Barisan, Selatan berbatas
dengan areal persawahan, Timur berbatas jalan/perkampungan , sebelah Barat berbatasan
dengan perkampungan. SDN 17 Cegek berdiri di atas tanah seluas 1820 meter persegi
dengan banyak ruangan belajar 6 ruang ,1 ruang majelis guru dan 1 ruang Kepala Sekolah,, 4
unit WC, dan 1 unit perumahan guru( dimodifikasi menjadi ruang pustaka dan ruang UKS, 1
unit Rumah KepSek(dijadikan Gudang).Jumlah siswa adalah 90 yang terdiri dari 53 orang
laki-laki dan 37 orang perempuan.
Ditinjau dari peserta didik, Jumlah peserta didik pada awal tahun pelajaran 2016 / 2017
berjumlah 90 orang peserta didik, yang terdiri dari 6 rombongan belajar . Jika ditinjau dari
prestasi akademik dan non akademik yang telah diperoleh selama ini dapat digolongkan
sudah baik.

Untuk lebih meningkatkan proses pembelajaran SDN 17 Cegek belum mempunyai alat
peraga yang cukup untuk semua mata pelajaran, untuk mengantisipasinya guru selalu
menggunakan dan menjadikan sumber belajar yang ada dilingkungan sekolah ataupun
dilingkungan siswa.
Berdasarkan kenyataan di atas sekolah tidak akan mampu bergerak sendiri tanpa adanya
dukungan yang maksimal dari komite, orang tua murid dan masyarakat. Peran aktif komite
dan orang tua murid, serta masyarakat.Peran aktif komite dan kepedulian orang tua, serta
masyarakat memang sudah dirasakan konstribusinya oleh sekolah, semoga hal ini dapat
dipertahankan dan ditingkatkan dimasa-masa mendatang. Orang tua murid berjumlah 66

15
orang dengan latar belakang pendidikan S1,SLTA,SLTP,danSD. Dari segi pekerjaan pada
umumnya wali murid bekerja sebagai Petani,Sopir, Tukang, Tukang ojeg, Buruh, Dagang.
Pada akhirnya kurikulum SD Negeri 17 Cegek ini tetap menjadi sebuah dokumen, dan
akan menjadi sebuah kenyataan apabila dilaksanakan di lapangan dalam proses pembelajaran
aktif / kreatif serta menyenangkan.
Pembelajaran di kelas maupun di luar kelas hendaknya berlangsung secara efektif, dan
mampu membangkitkan aktifitas dan kreatifitas anak didik. Para pendidik hendaknya juga
mampu menciptakan pembelajaran yang menyenangkan nyaman dan mengasyikkan bagi
siswa, sehingga siswa betah berada di sekolah, sekolah menjadi tempat yang tentram dan
damai bagi anak. Atas dasar kenyataan itu, maka pembelajaran di SD Negeri 17 Cegek
hendaknya bersifat mendidik, mencerdaskan, membangkitkan aktifitas dan kreatifitas siswa,
efektif,inovatif, demokratif, menantang, menyenangkan, dan mengasyikkan.

B. DASAR HUKUM
a. Undang-undang No 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
b. PP No 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.
c. Peraturan Mentri Pendidikan Nasional No 22 tahun 2006 tentang Standar Isi
d. Permendikbud No 64 Thun 2013 tentantang Standar ISI
e. Peraturan Mentri Pendidikan Nasional No 23 tahun 2006 tentang Standar Kompetensi
Lulus
f. Peraturan Mentri Pendidikan Nasional No 24 tahun 2006 tentang pelaksanaan Standar
Isi dan Standar Kelulusan
g. Peraturan Mentri Pendidikan Nasional No 6 tahun 2007 tentang perubahan Peraturan
Mentri Pendidikan No 24 tahun 2006
h. Peraturan Mentri Pendidikan Nasional No 19 tahun 2007 tentang Standar
Pengelolaan.
i. Peraturan Mentri Pendidikan Nasional No 20 tahun 2007 tentang Standar Penilai
j. Peraturan Mentri Pendidikan Nasional No 41 tahun 2007 tentang Standar proses
k. Inpres No.1 tahun 2010 tentang percepatan pembangunan nasional tahun 2010.
l. Permendikbud no 160 tahun 2014 tentang pemberlakuan KTSP ( Kurikulum 2006 dan
2013 )
m. Permendikbud No.23 tahun 2015 tentang penumbuhan Budi Pekerti
n. Permendikbud no 67 tahun 2013 tentang Kerangka Dasar Kurikulum SD
o. Permendikbud no 79 tahun 2014 tentang Muatan lokal Kurikulum 2013
p. Permendikbud No 20 Tahun 2016 Tentang SKL kur 2013
q. Permendikbud No. 21 Tahun 2016 tentang standar ISI Kur 2013
r. Permendikbud No. 22 Tahun 2016 tentang standar Proses Kur 2013

16
s. Permendikbud No 23 Tahun 2016 tentang standar Penilaian K13
t. Permendikbud No 24 Tahun 2016 Tentang Kompetensi Dasar dan Kompetensi Inti
K 13

C. VISI DAN MISI SDN 17 CEGEK


Visi Terwujudnya Peserta didik yang Cerdas,berprestasi,beriman,bertaqwa dan
Berbudaya
Misi:

a. Meningkatkan keprofesionalan pendidik dan tenaga kependidikan

b. Melaksanakan pembelajaran PAIKEM yang berkarakter

c. Menanamkan nilai-nilai agama dan budaya untuk menjawab tantangan dimasa datang

d. Menjalin kerja sama warga sekolah dengan lingkungan masyarakat

e. Membina bakat dan minat siswa melalui kegiatan pengembangan diri dan
Ekstrakurikuler.
Tujuan :
a. Menjadikan pendidik dan tenaga kependidikan yang profesional melalui
pelatihan,diskusi,seminar,KKKS,dan KKG.
b. Menjadikan peserta didik memiliki akhlak mulia,berbudi pekerti luhur yang tercermin
dalam pola pikir,perkataan,dan perbuatan.
c. Memiliki daya saing dibidang akademik dan kecakapan hidup (life skill)berupa lomba
mata pelajaran,olympiade,olah raga,dan keagamaan
d. Terlaksananya tugas dan kewajiban yang merupakan tanggung jawab masing-masing
warga sekolah
e. Terciptanya kebersihan,keindahan,ketertiban,kekeluargaan dan kenyamanan sekolah
f. Terciptanya sistem dan pola kerja yang efektif dan efisien serta tertib di berbagai
bidang
g. Tumbuh dan berkembangnya bakat dan minat siswa melalui kegiatan pembinaan
bakat dan ektra kurikuler.

BAB II
MUATAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN

A. MUATAN KURIKULUM TINGKAT NASIONAL


1. DaftarMata Pelajaran

17
DAFTAR PELAJARAN SD NEGERI 17 CEGEK
TAHUN PELAJARAN 2016/ 2017
SEMESTER GANJIL
Nama Guru
Kelas Hari Jam Mata Pelajaran Nama Guru Kelas Kelas Mata Pelajaran Nama Guru Kelas Kelas Mata Pelajaran Nama Guru Kelas Kelas Mata Pelajaran Kelas Mata Pelajaran Nama Guru Kelas Kelas Mata Pelajaran Nama Guru Kelas
Kelas
07.30-
UPACARA BENDERA UPACARA BENDERA UPACARA BENDERA UPACARA BENDERA UPACARA BENDERA UPACARA BENDERA
08.05
08.05-
TEMATIK ELY HAYATI TEMATIK DEVI ANGRAINI,S.Pd.I TEMATIK MELIA NOVITA,S.Pd PAI LISA,S.Pd.I MATEMATIKA Dra. NINI HARTATI IPS JON HERI,S.Pd
08.40
08.40-
TEMATIK ELY HAYATI TEMATIK DEVI ANGRAINI,S.Pd.I TEMATIK MELIA NOVITA,S.Pd PAI LISA,S.Pd.I MATEMATIKA Dra. NINI HARTATI IPS JON HERI,S.Pd
09.15
09.15-
TEMATIK ELY HAYATI TEMATIK DEVI ANGRAINI,S.Pd.I TEMATIK MELIA NOVITA,S.Pd TEMATIK ATMAWATI,S.Pd MATEMATIKA Dra. NINI HARTATI IPS JON HERI,S.Pd
09.50
I Senin II III IV V VI
09.50-
Istirahat Istirahat Istirahat Istirahat Istirahat Istirahat Istirahat Istirahat Istirahat Istirahat Istirahat Istirahat
10.20
10.20-
TEMATIK ELY HAYATI,S.Pd.SD TEMATIK DEVI ANGRAINI,S.Pd.I TEMATIK MELIA NOVITA,S.Pd TEMATIK ATMAWATI,S.Pd IPS JON HERI,S.Pd IPA TISMAYETTI,S.Pd
10.55
10.55-
TEMATIK ELY HAYATI,S.Pd.SD TEMATIK DEVI ANGRAINI,S.Pd.I PAQ LISA,S.Pd.I TEMATIK ATMAWATI,S.Pd IPS JON HERI,S.Pd IPA TISMAYETTI,S.Pd
11.30
11.30-
- - TEMATIK DEVI ANGRAINI,S.Pd.I PAQ LISA,S.Pd.I TEMATIK ATMAWATI,S.Pd SBK PENJASKES TISMAYETTI,S.Pd
12.05
12.05-
- - - - - - TEMATIK ATMAWATI,S.Pd SBK PENJASKES TISMAYETTI,S.Pd
1240
Nama Guru
Kelas Hari Jam Mata Pelajaran Nama Guru Kelas Kelas Mata Pelajaran Nama Guru Kelas Kelas Mata Pelajaran Nama Guru Kelas Kelas Mata Pelajaran Kelas Mata Pelajaran Nama Guru Kelas Kelas Mata Pelajaran Nama Guru Kelas
Kelas
07.30-
TEMATIK ELY HAYATI TEMATIK DEVI ANGRAINI,S.Pd.I PAI LISA,S.Pd.I TEMATIK ATMAWATI,S.Pd IPA Dra. NINI HARTATI MATEMATIKA TISMAYETTI,S.Pd
08.05
08.05-
TEMATIK ELY HAYATI TEMATIK DEVI ANGRAINI,S.Pd.I PAI LISA,S.Pd.I TEMATIK ATMAWATI,S.Pd IPA Dra. NINI HARTATI MATEMATIKA TISMAYETTI,S.Pd
08.40
08.40-
TEMATIK ELY HAYATI TEMATIK DEVI ANGRAINI,S.Pd.I PAI LISA,S.Pd.I TEMATIK ATMAWATI,S.Pd B. INDONESIA MATEMATIKA TISMAYETTI,S.Pd
09.15
09.15-
TEMATIK ELY HAYATI TEMATIK DEVI ANGRAINI,S.Pd.I TEMATIK MELIA NOVITA,S.Pd TEMATIK ATMAWATI,S.Pd B. INDONESIA B. INDONESIA TISMAYETTI,S.Pd
I Selasa 09.50 II III IV V VI
09.50-
Istirahat Istirahat Istirahat Istirahat Istirahat Istirahat Istirahat Istirahat Istirahat Istirahat Istirahat Istirahat
10.20
10.20-
TEMATIK ELY HAYATI TEMATIK DEVI ANGRAINI,S.Pd.I TEMATIK MELIA NOVITA,S.Pd TEMATIK ATMAWATI,S.Pd PAI LISA,S.Pd.I B. INDONESIA TISMAYETTI,S.Pd
10.55
10.55-
TEMATIK ELY HAYATI TEMATIK DEVI ANGRAINI,S.Pd.I TEMATIK MELIA NOVITA,S.Pd TEMATIK ATMAWATI,S.Pd PAI LISA,S.Pd.I BAM RITA YULIANA,S.Pd
11.30
11.30- - - - - - - TEMATIK ATMAWATI,S.Pd PAI LISA,S.Pd.I BAM RITA YULIANA,S.Pd

18
12.05
Nama Guru
Kelas Hari Jam Mata Pelajaran Nama Guru Kelas Kelas Mata Pelajaran Nama Guru Kelas Kelas Mata Pelajaran Nama Guru Kelas Kelas Mata Pelajaran Kelas Mata Pelajaran Nama Guru Kelas Kelas Mata Pelajaran Nama Guru Kelas
Kelas
07.30-
TEMATIK ELY HAYATI TEMATIK DEVI ANGRAINI,S.Pd.I TEMATIK MELIA NOVITA,S.Pd TEMATIK ATMAWATI,S.Pd MATEMATIKA Dra. NINI HARTATI PAI LISA,S.Pd.I
08.05
08.05-
TEMATIK ELY HAYATI TEMATIK DEVI ANGRAINI,S.Pd.I TEMATIK MELIA NOVITA,S.Pd TEMATIK ATMAWATI,S.Pd MATEMATIKA Dra. NINI HARTATI PAI LISA,S.Pd.I
08.40
08.40-
TEMATIK ELY HAYATI TEMATIK DEVI ANGRAINI,S.Pd.I TEMATIK MELIA NOVITA,S.Pd TEMATIK ATMAWATI,S.Pd PKN PAI LISA,S.Pd.I
09.15
09.15-
TEMATIK ELY HAYATI TEMATIK DEVI ANGRAINI,S.Pd.I TEMATIK MELIA NOVITA,S.Pd TEMATIK ATMAWATI,S.Pd PKN MATEMATIKA
09.50
I Rabu II III IV V VI
09.50-
Istirahat Istirahat Istirahat Istirahat Istirahat Istirahat Istirahat Istirahat Istirahat Istirahat Istirahat Istirahat
10.20
10.20-
PAI LISA,S.Pd.I TEMATIK DEVI ANGRAINI,S.Pd.I TEMATIK MELIA NOVITA,S.Pd TEMATIK ATMAWATI,S.Pd BAM RITA YULIANA,S.Pd MATEMATIKA TISMAYETTI,S.Pd
10.55
10.55-
PAI LISA,S.Pd.I TEMATIK DEVI ANGRAINI,S.Pd.I TEMATIK MELIA NOVITA,S.Pd TEMATIK ATMAWATI,S.Pd BAM RITA YULIANA,S.Pd SBK TISMAYETTI,S.Pd
11.30
11.30-
- - TEMATIK DEVI ANGRAINI,S.Pd.I TEMATIK MELIA NOVITA,S.Pd TEMATIK ATMAWATI,S.Pd PENJAS Dra. NINI HARTATI SBK TISMAYETTI,S.Pd
12.05
Nama Guru
Kelas Hari Jam Mata Pelajaran Nama Guru Kelas Kelas Mata Pelajaran Nama Guru Kelas Kelas Mata Pelajaran Nama Guru Kelas Kelas Mata Pelajaran Kelas Mata Pelajaran Nama Guru Kelas Kelas Mata Pelajaran Nama Guru Kelas
Kelas
07.30-
PAI LISA,S.Pd.I TEMATIK DEVI ANGRAINI,S.Pd.I TEMATIK MELIA NOVITA,S.Pd TEMATIK ATMAWATI,S.Pd IPA Dra. NINI HARTATI MATEMATIKA TISMAYETTI,S.Pd
08.05
08.05-
PAI LISA,S.Pd.I TEMATIK DEVI ANGRAINI,S.Pd.I TEMATIK MELIA NOVITA,S.Pd TEMATIK ATMAWATI,S.Pd IPA Dra. NINI HARTATI MATEMATIKA TISMAYETTI,S.Pd
08.40
08.40-
TEMATIK ELY HAYATI TEMATIK DEVI ANGRAINI,S.Pd.I TEMATIK MELIA NOVITA,S.Pd TEMATIK ATMAWATI,S.Pd PENJAS LISA,S.Pd.I IPA TISMAYETTI,S.Pd
09.15
09.15-
TEMATIK ELY HAYATI TEMATIK DEVI ANGRAINI,S.Pd.I TEMATIK MELIA NOVITA,S.Pd TEMATIK ATMAWATI,S.Pd PENJAS LISA,S.Pd.I IPA TISMAYETTI,S.Pd
09.50
I Kamis II III IV V VI
09.50-
Istirahat Istirahat Istirahat Istirahat Istirahat Istirahat Istirahat Istirahat Istirahat Istirahat Istirahat Istirahat
10.20
10.20-
TEMATIK ELY HAYATI TEMATIK DEVI ANGRAINI,S.Pd.I BAM RITA YULIANA,S.Pd TEMATIK ATMAWATI,S.Pd PAQ Dra. NINI HARTATI PKN TISMAYETTI,S.Pd
10.55
10.55-
TEMATIK ELY HAYATI TEMATIK DEVI ANGRAINI,S.Pd.I BAM RITA YULIANA,S.Pd PAI LISA,S.Pd.I PAQ Dra. NINI HARTATI PKN TISMAYETTI,S.Pd
11.30
11.30-
- - - - - - PAI LISA,S.Pd.I IPS JON HERI,S.Pd SBK TISMAYETTI,S.Pd
12.05
Nama Guru
Kelas Hari Jam Mata Pelajaran Nama Guru Kelas Kelas Mata Pelajaran Nama Guru Kelas Kelas Mata Pelajaran Nama Guru Kelas Kelas Mata Pelajaran Kelas Mata Pelajaran Nama Guru Kelas Kelas Mata Pelajaran Nama Guru Kelas
Kelas
07.30-
TEMATIK ELY HAYATI PAI LISA,S.Pd.I TEMATIK MELIA NOVITA,S.Pd TEMATIK ATMAWATI,S.Pd MATEMATIKA Dra. NINI HARTATI B. INDONESIA TISMAYETTI,S.Pd
08.05
I Jumat 08.05- II III IV V VI
TEMATIK ELY HAYATI PAI LISA,S.Pd.I TEMATIK MELIA NOVITA,S.Pd TEMATIK ATMAWATI,S.Pd MATEMATIKA Dra. NINI HARTATI B. INDONESIA TISMAYETTI,S.Pd
08.40
08.40- TEMATIK ELY HAYATI PAI LISA,S.Pd.I TEMATIK MELIA NOVITA,S.Pd TEMATIK ATMAWATI,S.Pd B. INDONESIA Dra. NINI HARTATI B. INDONESIA TISMAYETTI,S.Pd

19
09.15
09.15-
Istirahat ELY HAYATI Istirahat Istirahat Istirahat Istirahat Istirahat Istirahat Istirahat Istirahat Istirahat Istirahat
09.30
09.30-
TEMATIK ELY HAYATI TEMATIK DEVI ANGRAINI,S.Pd.I TEMATIK MELIA NOVITA,S.Pd TEMATIK ATMAWATI,S.Pd B. INDONESIA Dra. NINI HARTATI PAQ LISA,S.Pd.I
10.05
10.05-
- - TEMATIK DEVI ANGRAINI,S.Pd.I TEMATIK MELIA NOVITA,S.Pd TEMATIK ATMAWATI,S.Pd B. INDONESIA Dra. NINI HARTATI PAQ LISA,S.Pd.I
10.40
Nama Guru
Kelas Hari Jam Mata Pelajaran Nama Guru Kelas Kelas Mata Pelajaran Nama Guru Kelas Kelas Mata Pelajaran Nama Guru Kelas Kelas Mata Pelajaran Kelas Mata Pelajaran Nama Guru Kelas Kelas Mata Pelajaran Nama Guru Kelas
Kelas
07.30-
TEMATIK ELY HAYATI PAQ LISA,S.Pd.I PAQ MELIA NOVITA,S.Pd TEMATIK ATMAWATI,S.Pd SBK Dra. NINI HARTATI SBK TISMAYETTI,S.Pd
08.05
08.05-
TEMATIK ELY HAYATI PAQ LISA,S.Pd.I PAQ MELIA NOVITA,S.Pd TEMATIK ATMAWATI,S.Pd SBK Dra. NINI HARTATI PENJASKES TISMAYETTI,S.Pd
08.40
08.40-
TEMATIK ELY HAYATI TEMATIK DEVI ANGRAINI,S.Pd.I TEMATIK MELIA NOVITA,S.Pd TEMATIK ATMAWATI,S.Pd PENJAS Dra. NINI HARTATI PENJASKES TISMAYETTI,S.Pd
09.15
I Sabtu II III IV V VI
09.15-
Istirahat Istirahat Istirahat Istirahat Istirahat Istirahat Istirahat Istirahat Istirahat Istirahat Istirahat Istirahat
09.30
09.30-
Pembiasaan ELY HAYATI Pembiasaan DEVI ANGRAINI,S.Pd.I Pembiasaan MELIA NOVITA,S.Pd Pembiasaan ATMAWATI,S.Pd Pembiasaan Dra. NINI HARTATI Pembiasaan TISMAYETTI,S.Pd
10.05
10.05-
Pembiasaan ELY HAYATI Pembiasaan DEVI ANGRAINI,S.Pd.I Pembiasaan MELIA NOVITA,S.Pd Pembiasaan ATMAWATI,S.Pd Pembiasaan Dra. NINI HARTATI Pembiasaan TISMAYETTI,S.Pd
10.40

Dalam Koto, 18 Juli 2016


Kepala Sekolah

J O N H E R I,S.Pd
Nip. 19611121 198202 1 001

20
DAFTAR TEMA KURIKULUM 2013

KELAS I KELAS II KELAS III KELAS IV KELAS V KELAS VI


1. Diriku 1. Hidup 1. sayangi 1. indahnya 1. 1.
Rukun hewan dan kebersamaan bermain selamatkan
tumbuhan di dengan makhluk
sekitar benda- hidup
benda di
sekitar
2. Keg 2.bermain 2.pengalaman 2.selalu 2.peristiwa 2.persatua
ema di yang berhemat dalam n dalam
rank lingkungan mengesankan energi kehidupanku perbedaan
u ku
3.kegiatan 3.tugasku 3.mengenal 3.peduli 3.hidup rukun 3. tokoh
ku sehari-hari cuaca dan terhadap dan
musim makhluk penemu
hidup
4.keluarga 4.aku dan 4.ringan sama 4.berbagai 4.sehat itu 4.globalisa
ku sekolahku dijinjing berat pekerjaan penting si
sama dipikul

5.pengala 5.hidup 5.mari kita 5.menghargai 5.bangga 5.wirausah


manku bersih dan bermain dan jasa pahlawan sebagai a
sehat berolahraga bangsa
indonesia
6.lingkung 6.air, bumi 6.indahnya 6.indahnya 6.kesehata
anku dan persahabatan negeriku n
matahari masyarakat
7.benda, 7.merawat7.mari kita 7.cita-citaku
binatang hewan danhemat energi
dan tumbuhan untuk masa
tanaman di depan
sekitarku
8.peristiwa 8.keselama 8.berperilaku 8.daerah
alam tan di baik dalam tempat
rumah dan kehidupan tinggalku
perjalanan sehari-hari
9. menjaga 9.makanan
kelestarian sehat dan
lingkungan bergizi

21
Sesuai dengan Permendikbud No 67 Tahun2013, tentang Kerangka Dasar danStruktur
Kurikulum Sekolah Dasar/ Madrasah Ibtidaiyah merupakan pengorganisasian kompetensi inti
mata pelajaran, beban belajar, kompetensi dasar dan muatan pembelajaran pada setiap
SD/MI.
Struktur Kurikulum 2013 memuat Kompetensi Inti yang terdiri dari:
1. Kompetensi Inti-1 (KI-1) untuk kompetensi inti sikap spiritual;

2. Kompetensi Inti-2 (KI-2) untuk kompetensi inti sikap sosial;

3. Kompetensi Inti-3 (KI-3) untuk kompetensi inti pengetahuan; dan


4. Kompetensi Inti-4 (KI-4) untuk kompetensi inti keterampilan.

Uraian tentang Kompetensi Inti untuk jenjang Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah


dapat dilihat pada Tabel berikut.
Tabel 1: Kompetensi Inti Kelas I dan IV Sekolah Dasar/Madrasah

KOMPETENSI INTI KOMPETENSI INTI KOMPETENSI INTI


KELAS I KELAS II KELAS III

1.Menerima dan 1.Menerima dan menjalankan 1.Menerima dan


menjalankan ajaran ajaran agama yang menjalankan ajaran
agama yang dianutnya dianutnya agama yang dianutnya

2. Memiliki perilaku jujur, 2.Menunjukkan perilaku 2. Menunjukkan perilaku


disiplin, tanggung jujur, disiplin, tanggung jujur, disiplin, tanggung
jawab, santun, peduli, jawab, santun, peduli, dan jawab, santun, peduli,
dan percaya diri dalam percaya diri dalam dan percaya diri dalam
berinteraksi dengan berinteraksi dengan berinteraksi dengan
keluarga, teman, dan keluarga, teman, dan guru keluarga, teman, guru,
guru dan tetangganya

3. Memahami pengetahuan 3.Memahami pengetahuan 3. Memahami pengetahuan


faktual dengan cara faktual dengan cara faktual dengan cara
mengamati [mendengar, mengamati [mendengar, mengamati [mendengar,
melihat, membaca] dan melihat, membaca] dan melihat, membaca] dan
menanya berdasarkan menanya berdasarkan rasa menanya berdasarkan
rasa ingin tahu tentang ingin tahu tentang dirinya, rasa ingin tahu tentang
dirinya, makhluk ciptaan makhluk ciptaan Tuhan dirinya, makhluk ciptaan
Tuhan dan kegiatannya, dan kegiatannya, dan Tuhan dan kegiatannya,
dan benda-benda yang benda-benda yang dan benda-benda yang
dijumpainya di rumah dijumpainya di rumah dan dijumpainya di rumah
dan di sekolah di sekolah dan di sekolah
4. Menyajikan pengetahuan 4. Menyajikan pengetahuan 4.Menyajikan pengetahuan
faktual dalam bahasa faktual dalam bahasa yang faktual dalam bahasa
yang jelas dan logis, jelas dan logis, dalam yang jelas, sistematis
dalam karya yang karya yang estetis, dalam dan logis, dalam karya
estetis, dalam gerakan gerakan yang yang estetis, dalam
yang mencerminkan mencerminkan anak sehat, gerakan yang
anak sehat, dan dalam dan dalam tindakan yang mencerminkan anak

22
tindakan yang mencerminkan perilaku sehat, dan dalam
mencerminkan perilaku anak beriman dan tindakan yang
anak beriman dan berakhlak mulia mencerminkan perilaku
berakhlak mulia anak beriman dan
berakhlak mulia

Tabel 2: Kompetensi Inti Kelas IV, V, dan VI Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah

KOMPETENSI INTI KOMPETENSI INTI KOMPETENSI INTI


KELAS IV KELAS V KELAS VI

1. Menerima, menjalankan, 1. Menerima, menjalankan, 1.Menerima,menjalankan,d


dan menghargai ajaran dan menghargai ajaran an menghargai ajaran
agama yang dianutnya agama yang dianutnya agama yang dianutnya

2. Menunjukkan perilaku 2. Menunjukkan perilaku 2.Menunjukkan perilaku


jujur, disiplin, tanggung jujur, disiplin, tanggung jujur, disiplin, dan
jawab, santun, peduli, jawab, santun, peduli, dan tanggung jawab, santun,
dan percaya diri dalam percaya diri dalam peduli, dan percaya diri
berinteraksi dengan berintegrasi dengan dalam berintegrasi
keluarga, teman, guru, keluarga, teman, guru, dan dengan keluarga, teman,
dan tetangganya tetangganya serta cinta guru, dan tetangganya
tanah air serta cinta tanah air
3. Memahami pengetahuan 3.Memahami pengetahuan 3.Memahami pengetahuan
faktual dengan cara faktual dan konseptual faktual dan konseptual
mengamati dan dengan cara mengamati, dengan cara mengamati,
menanya berdasarkan menanya, dan mencoba menanya, dan mencoba
rasa ingin tahu tentang berdasarkan rasa ingin berdasarkan rasa ingin
dirinya, makhluk tahu tentang dirinya, tahu tentang dirinya,
ciptaan Tuhan dan makhluk ciptaan Tuhan makhluk ciptaan Tuhan
kegiatannya, dan dan kegiatannya, dan dan kegiatannya, dan
benda-benda yang benda-benda yang benda-benda yang
dijumpainya di rumah, dijumpainya di rumah, di dijumpainya di rumah,
di sekolah dan tempat sekolah, dan tempat di sekolah, dan tempat
bermain bermain bermain

4. Menyajikan pengetahuan 4. Menyajikan pengetahuan 4.Menyajikan pengetahuan


faktual dalam bahasa faktual dan konseptual faktual dan konseptual
yang jelas, sistematis dalam bahasa yang jelas, dalam bahasa yang jelas,
dan logis, dalam karya sistematis dan logis, dalam sistematis,logis dan
yang estetis, dalam karya yang estetis, dalam kritis, dalam karya yang
gerakan yang gerakan yang estetis, dalam gerakan
mencerminkan anak mencerminkan anak sehat, yang mencerminkan
sehat, dan dalam dan dalam tindakan yang anak sehat, dan dalam
tindakan yang mencerminkan perilaku tindakan yang
mencerminkan perilaku anak beriman dan mencerminkan perilaku
anak beriman dan berakhlak mulia anak beriman dan
berakhlak mulia berakhlak mulia
Berdasarkan kompetensi inti disusun mata pelajaran dan alokasi waktu yang
sesuai dengan karakteristik satuan pendidikan. Susunan mata pelajaran dan alokasi waktu
untuk SD/MI sebagaimana berikut:
Kelompok A
a. Pendidikan Agama dan Budi Pekerti

23
b. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
c. Bahasa Indonesia
d. Matematika
e. Ilmu Pengetahuan Alam
f. Ilmu Pengetahuan Sosial
Kelompok B
a. Seni Budaya dan Prakarya
b. Pendidikan Jasmani, Olah Raga dan Kesehatan
Muatan Lokal

A. Budaya Alam Minang Kabau


B. Pendidikan Alquran

Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan


pasal 6 ayat 1 menyatakan bahwa struktur dan muatan Kurikulum Tingkat satuan Pendidikan
pada jenjang pendidikan dasar dan menengah meliputi lima kelompok mata pelajaran sebagai
berikut :
1) Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia.
2) Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian
3) Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi
4) Kelompok mata pelajaran estetika
5) Kelompok mata pelajaran jasmani olahraga dan kesehatan
Cakupan setiap kelompok mata pelajaran untuk jenjang SD/MI/SDLB disajikan pada
tabel 1.
Kelompok Mata
No Cakupan
Pelajaran
1 Agama dan akhlak Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia
mulia dimaksudkan untuk membetuk pesera didik
menjadi manusia yang beriman dan betaqwa
kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak
mulia. Akhlak mulia mencakup etika, budi pekerti
atau moral sebagai perwujudan dari pendidikan
agama.
2 Kewarganegaraan Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan
dan kepribadian kepribadian dimaksudkan untuk peningkatan
kesadaran dan wawasan termasuk wawasan
kebangsaan, jiwa patriotism bela Negara,
penghargaan terhadap hak-hak azazi manusia,
kemajemukan bangsa, pelestarian lingkungan

24
hidup, kesetaraan jender, demokrasi, tanggung
jawab sosial, ketaatan pada hukum, ketaatan
membayar pajak, dan sikap serta perilaku anti
korupsi, kolusi dan nepotisme.
3 lmu pengetahuan Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan
dan teknologi teknologi pada SD/MI/SDLB/ Paket A
dimaksudkan untuk mengenal dan menyikapi dan
mengapresiasikan ilmu pengetahuan dan teknologi
serta menanamkan berpikir dan berperilaku ilmiah
yang kritis, kreatif dan mandiri.
4 Estetika Kelompok mata pelajaran estetika dimaksudkan
untuk meningkatkan sensitifitas, kemampuan
mengepresikan dan kemampuan mengapresiasikan
keindahan dan harmoni. Kemampuan
mengapresiasi dan mengepresikan keindahan serta
harmoni mencakup apresiasi baik dalam
lingkungan individual sehingga mampu menikmati
dan mensyukuri hidup, maupun dalam kehidupan
bermasyarakat sehingga mampu menciptakan
kebersamaan yang harmonis.
5 Penjaskes Kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga dan
kesehatan SD/MI/SDLB/Paket A dimaksudkan
untuk meningkatkan potensi fisik serta
menanamkan sportifitas dan kesadaran hidup sehat.
Budaya hidup sehat termasuk kesadaran, sikap dan
perilaku hidup sehat yang bersifat individual
ataupun yang bersifat kolektif kemasyarakatan
seperti keterbatasan dan perilaku sesual bebas,
kecanduan narkoba, HIV/AIDS, demam berdarah,
muntaber, dan penyakit lain yang potensial untuk
mewabah.

Selanjutnya dalam pasal 7 PP No 10 tahun 2005 tentang standar nasional pendidikan


dijelaskan pula bahwa :
1. Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia pada SD/MI/SDLB/Paket A
dilaksanakan melalui muatan dan atau kegiatan agama, kewarganegaraan, kepribadian
ilmu pengetahuan dan teknologi estetika, jasmani olahraga dan kesehatan.

25
2. Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian pada SD/MI/SDLB/Paket A
dilaksanakan melalui muatan dan atau kegiatan agama, akhlak mulia, kewarganegaraan,
bahasa Indonesia, seni dan budaya dan pendidikan jasmani.
3. Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi pada SD/MI/SDLB/Paket A
dilaksanakan melalui kegiatan bahasa, matematika, IPA, IPS, keterampilan dan kejujuran
dan muatan local yang relevan.
4. Kelompok mata pelajaran estetika pada SD/MI/SDLB/Paket A dilaksanakan melalui
muatan dan atau kegiatan bahasa, seni dan budaya, keterampilan muatan local yang
relevan.
5. Kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga dan kesehatan pada SD/MI/SDLB/Paket A
dilaksanakan melalui muatan dan atau kegiatan jasmani, olahraga, pendidikan kesehatan,
IPA, dan muatan local yang relevan.
Berdasarkan ketentuan tersebut di atas, maka kegiatan pembelajaran yang harus
dilaksanakan di SDN 17 Cegek berlaku untuk kelas III dan VI adalah sebagai berikut :
Mata Pelajaran
a. Agama
b. Pendidikan Kewarganegaraan
c. Bahasa Indonesia
d. Ilmu Pengetahuan Sosial
e. Ilmu Pengetahuan Alam
f. Matematika
g. Seni Budaya dan Keterampilan
h. Pendidikan Olah Raga Kesehatan
Muatan Lokal
Budaya Alam Minangkabau
Pendidikan Alquran
Pengembangan Diri
Pramuka
Olah Raga
Kesenian

A. Pendidikan Agama Islam


Latar belakang.
Agama memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan umat manusia. Agama
menjadi pemandu dalam upaya mewujudkan suatu kehidupan yang bermakna, damai dan
bermatabat. Menyadari betapa pentingnya peran agama bagi kehidupan umat manusia maka
internalisasi nilai-nilai agama dalam kehidupan setiap pribadi menjadi sebuah keniscayaan,

26
yang ditempuh melalui pendidikan, baik kehidupan di lingkungan keluarga, sekolah maupun
masyarakat.
Pendidikan agama dimaksudkan untuk meningkatkan potensi spiritual dan
membentuk peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan
Yang Maha Esa dan berakhlak mulia. Akhlak Mulia mencakup etika, budi pekerti, dan moral
sebagai perwujudan dari pendidikan agama. Peningkatan potensi spiritual mencakup
pengenalan, pemahaman, dan penanaman nilai-nilai keagamaan serta pengalaman nilai-nilai
tersebut dalam kehidupan individual ataupun kolektif kemasyarakatan. Peningkatan potensi
spiritual tersebut pada akhirnya bertujuan pada optimalisasi berbagai potensi yang dimiliki
manusia yang aktualisasinya mencerminkan harkat dan martabatnya sebagai Makhluk Tuhan.
Pendidikan Agama Islam diberikan dengan mengikuti tuntunan bahwa agama
diajarkan kepada manusia dengan visi untuk mewujudkan manusia yang bertaqwa kepada
Allah swt dan berakhlak mulia, serta bertujuan untuk menghasilkan manusia yang jujur, adil,
berbudi pekerti, etis, saling menghargai, disiplin, harmonis, dan produktif baik personal
maupun sosial. Tuntutan visi ini mendorong dikembangkan standar kompetensi sesuai
dengan penunjang persekolahan yang secara nasional ditandai dengan cirri-ciri :
1. Lebih menitik beratkan pencapaian kompetensi secara utuh selain penguasaan materi
2. Mengakomodasikan keragaman kebutuhan dan sumber daya pendidikan yang tersedia.
3. Memberikan kebebasan yang lebih luas kepada pendidik dilapangan untuk
mengembangkan strategi dan program pembelajaran sesuai dengan kebutuhan dan
ketersediaan sumber daya pendidikan.
Pendidikan Agama Islam diharapkan menghasilkan manusia yang selalu berupaya
menyempurnakan iman, taqwa dan akhlak serta aktif membangun peradaban dan
keharmonisan kehidupan khususnya dalam memajukan peradaban bangsa yang bermatabat.
Manusia seperti diharapkan tangguh dalam menghadapi tantangan, hambatan dan perubahan
yang muncul dalam pergaulan masyarakat baik dalam lingkup lokal, regional, maupun global.
Pendidik diharapkan dapat mengembangkan metode pembelajaran sesuai dengan
standar kompetensi dan kompetensi dasar. Pencapaian seluruh kompetensi dasar perilaku
terpuji dapat dilakukan tidak beraturan. Peran semua unsur sekolah, orang tua siswa dan
masyarakat sangat penting dalam mendukung keberhasilan pencapaian tujuan Pendidikan
Agama Islam.

Tujuan
Pendidikan Agama Islam di SD/MI bertujuan untuk :
1. Menumbuh kembangkan akidah melalui pemberian, pemupukan, dan pengembangan
pengetahuan, penghayatan, pengalaman, pembiasaan serta pengalaman peserta didik
tentang agama islam sehingga menjadi manusia muslim yang terus berkembang
keimanan dan ketaqwaan kepada Allah swt.

27
2. Mewujudkan manusia Indonesia yang taat beragama dan berakhlak mulia yaitu manusia
yang berpengatahuan, rajin beribadah, cerdas, produktif, jujur, adil, etis, berdisiplin,
bertoleransi, menjaga keharmonisan secara personal dan social serta mengembangkan
budaya agama dalam komunitas sekolah.
Ruang Lingkup
Ruang lingkup Pendidikan Agama Islam meliputi aspek-aspek sebagai berikut :
1. Alquran dan hadist
2. Aqidah
3. Akhlak
4. Fiqih
5. Tarikh dan kebudayaan Islam
Pendidikan Agama Islam menekankan keseimbangan, keselarasan dan keserasian
antara hubungan manusia dengan Allah swt, hubungan manusia dengan sesame manusia,
hubungan manusia dengan diri sendiri dan hubungan manusia dengan alam sekitarnya.

Arah Pengembangan
Standar kompetensi dan kompetensi dasar menjadi arah dan landasan untuk
mengembangkan materi pokok, kegiatan pembelajaran dan inkator pencapaian kompetensi
untuk penilaian.
Dalam merancang kegiatan pembelajaran dan penilaian perlu meperhatikan Standar
Proses Dan Standar Penilaian.

B. Pendidikan Kewarganegaraan
Latar Belakang
Pendidikan di Indonesia diharapkan dapat mempersiapkan peserta didik menjadi
warga Negara yang memiliki komitmen kuat dan konsisten untuk mempertahankan Negara
Kesatuan Republik Indonesia. Hakikat Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah Negara
kebangsaan modern. Negara kebangsaan modern adalah Negara yang pembentukannya
didasarkan pada semangat kebangsaan atau nasionalisme yaitu pada tekad suatu masyarakat
untuk membangun masa depan bersama dibawah satu Negara yang sama walaupun warga
masyarakat tersebut berbeda-beda agama, ras, etnik atau golongannya. (Risalah siding badan
penyelidik usaha-usaha kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dan Panitia Persiapan
Kemerdekaan Indonesia (PPKI), Jakarta : Sekretariat Negara Republik Indonesia, 1998)
Komitmen yang kuat dan konsisiten terhadap prinsip dan semangat kebangsaan dalam
kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang berdasarkan Panacasila dan
Undang-Undang Dasar 1945, perlu ditingkatkan secara terus menerus untuk memberikan
pemahaman yang mendalam tentang Negara Kesatuan Republik Indonesia. Secara historis,
Negara Indonesia telah diciptakan sebagai Negara Kesatuan dengan bentuk Republik.

28
Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah Negara yang berkedaulatan rakyat dengan
berdasarkan kepada Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan berada,
Persatuan Indonesia dan Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam
permusyawaratan atau perwakilan, serta mewujudkan suatu keadilan social bagi seluruh
rakyat Indonesia. (Pembukaan Undang-Undang Dasar Republic Indonesia 1945).
Dalam perkembangan sejak proklamasi 17 Agustus 1945 sampai dengan penghujung
abad ke-20 rakyat Indonesia telah mengalami berbagai peristiwa yang mengancam keutuhan
Negara. Untuk itu diperlukan pemahaman yang dalam dan komitmen yang kuat serta
konsisten terhadap prinsip dan semangat kebangsaan dalam kehidupan bermasyarakat,
berbangsa dan bernegara yang berdasarkan pada pancasila dan UUD 1945. Konstitusi Negara
Republik Indonesia perlu ditanamkan kepada seluruh komponen bangsa Indonesia khususnya
generasi muda sebagai generasi penerus .
Indonesia harus menghindari system pemerintahan otoriter yang memasung hak-hak
warga Negara untuk menjalankan prinsip-prinsip demokrasi dalam kehidupan
bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, kehidpan yang demokratis didalam kehidupan
sehari-hari dilingkungan keluarga, sekolah, masyarakat, pemerintahan, dan organisasi-
organisasi non pemerintahan perlu dikenal, dipahami, diinternalisasi dan diterapkan demi
terwujudnya pelaksanaan prinsip-prinsip demokrasi. Selain itu perlu pula ditanamkan
kesadaran bela Negara, penghargaan terhadap hak azazi manusia, kemajemukan bangsa,
pelestarian lingkungan hidup, tanggung jawab social, ketaatan pada hukum, ketaatan pada
membayar pajak, serta sikap dan perilaku anti korupsi, kolusi dan nepotisme.
Mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan merupakan mata pelajaran yang
menfokuskan pada pembentukan warga Negara yang memaham dan mampu melaksanakan
hak-hak dan kewajibannya untuk menjadi warga Negara Indonesia yang cerdas, terampil dan
berkarakter yag diamanatkan oleh Pancasila dan UUD 1945.
Tujuan
Mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan bertujuan agar peserta didik memiliki
kemampuan sebagai berikut :
1. Berfikir secara kritis dan kreatif dalam menganggapi isu kewarganegaraan.
2. Berpatisipasi secara aktif dan bertanggung jawab, dan bertindak secara cerdas dalam
kegiatan bermasyarakat, bebangsa dan bernegara secara anti korupsi.
3. Berkembang secara positif dan demoktaris untuk membentuk diri berdasarkan karakter-
karakter masyarakat Indonesia agar hidup bersama dengan bangsa-bangsa lainnya.
4. Berinteraksi dengan bangsa-bangsa lain dalam percaturan dunia secara langsung atau
tidak langsung dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi.

Ruang Lingkup

29
Ruang lingkup mata pelajaran Pendidikan kewarganegaraan meliputi aspek-aspek sebagai
berikut :
1. Persatuan dan kesatuan bangsa meliputi hidup rukun dalam perbedan, cinta lingkungan,
kebangsaan sebagai bangsa Indonesia, Sumpah Pemuda, Keutuhan Negara Kesatuan
Republik Indonesia, partisipasi dalam pembelaan Negara, sikap positif terhadap Negara
Kesatuan Republik Indonesia, keterbukaan dan jaminan keadilan.
2. Norma, hukum dan peraturan meliputi tertib dalam kehidupan keluarga, tata tertib
disekolah, norma yang berlaku dimasyarakat, system hukum dan peradilan social,
hukum dan peradilan social.
3. Hak azazi manusia meliputi : hak dan kewajiban anak, hak dan kewajiban anggota
masyarakat, intrumen nasional HAM, dan Internasional HAM, pemajuan,
penghormatan dan perlindungan HAM. Kebutuhan warga Negara meliputi : hidup
gotong royong, harga diri sebagai warga masyarakat, kebebasan berorganisasi,
kemerdekaan mengeluarkan pendapat, menghargai keputusan bersama, prestasi diri,
persamaan kedudukan warga Negara.
4. Konstitusi Negara meliputi : proklamasi kemerdekaan dan konstitusi yang pertama
konstitusi-konstitusi yang pernah digunakan di Indonesia, hubungan dasar Negara
dengan konstitusi.
5. Kekuasaan dan politik meliputi : pemerintahan desa dan kecamatan, pemerintahan
daerah dan otonomi pemerintahan pusat, demokrasi dan system politik, budaya politik,
budaya demokrasi menuju masyarakat madani, system pemerintahan, pers, dalam
masyarakat demokrasi.
6. Pancasila meliputi : kedudukan pancasila sebagai dasar Negara dan ideology Negara.
Proses perumusan Pancasila sebagai dasar Negara, pengalaman nilai-nilai pancasila
dalam kehidupan sehari-hari, pancasila sebagai ideology terbuka.
Arah Pengembangan
Standar kompetensi dankompetensi dasar menjadi arah dan landasan untuk
mengembangkan materi pokok, kegiatan pembelajaran dan indikator pencapaian kompetensi
untuk penilaian. Dalam merancang kegiatan pembelajaran dan penilaian perlu
memperhatikan standar proses dan standar penilaian

C. Bahasa Indonesia
Latar belakang
Bahasa memiliki peran sentra dalam perkembangan intelektual, sosial dan emosional
peserta didik dan merupakan penungkang keberhasilan dalam mempelajari semua mata
pelajaran.

30
Pembelajaran bahasa diharapkan membantu peserta didik mengenal dirinya, budaya
nya, buadaya orang lain, mengemukakan gagasan dan perasaan, berpatisipasi dalam
masyarakat yang menggunakan bahasa tersebut dan menemukan serta menggunakan
kemampuan analitis dan imajinatif yang ad dalam dirinya.
Pembelajaran bahasa Indonesia diarahkan untuk meningkatkan kemampuan peserta
didik untuk berkomunikasi dalam bahasa Indonesia dengan baik dan benar, baik secara lisan
maupun tulisan serta menumbuhkan apresiasi terhadap hasil karya kesastraan manusia
Indonesia.
Standar kompetensi mata pelajaran Bahasa Indonesia merupakan kualifikasi
kemampuan minimal peserta didik yang menggambarkan penguasaan pengetahuan,
keterampilan berbahasa dan sikap positif terhadap bahasa dan sastra Indonesia. Standar
kompetensi ini merupakan dasar bagi peserta didik untuk memahami dan merespon situasi
local, regional, nasional dan global.
Dengan standar kompetensi mata pelajaran Bahasa Indonesia ini diharapkan :
1. Peserta didik dapat mengembangkan potensinya sesuai dengan kemampuan, kebutuhan
dan minatnya, serta dapat menumbuhkan penghargaan terhadap hasil karya kesastraan
dan hasil intelektual bangsa sendiri.
2. Guru dapat memusatkan perhatian kepada pengembangan kompetensi bahasa peserta
didik dengan menyediakan berbagai kegiatan berbahasa dan sumber belajar.
3. Guru lebih mandiri dan leluasa dalam menentukan bahan ajar kebahasaan dan kesastraan
sesuai dengan kondisi lingkungan sekolah dan kemampuan peserta didiknya.
4. Orang tua dan masyarakat dapat secara aktif terlibat dalam pelaksanaan program
kebahasaan dan kesastraan disekolah.
5. Sekolah dapat menyusun program pendidikan tentang kebahasaan dan kesastraan sesuai
dengan keadaan peserta didik dan sumber belajar yang tersedia.
6. Daerah dapat menentukan bahan dan sumber belajar kebahasaan dan sastra sesuai
dengan kondisi dan kekhasan daerah dengan tetap memperhatikan
7. kepentingan nasional.

Tujuan
Mata pelajaran bahasa Indonesia bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan
sebagai berikut :
1. Berkomunikasi secara efektif dan efisien sesuai dengan etika yang berlaku baik secara
lisan maupun tulis.
2. Menghargai dan bangga menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan dan
bahasa Negara.
3. Memahami bahasa Indonesia dan menggunakannya tepat dan kreatif untuk berbagai
tujuan.

31
4. Menggunakan bahasa Indonesia untuk meningkatkan kemampuan intelektual serta
kematangan emosional dan social.
5. Menikmati dan memanfaatkan karya sastra untuk memperluas wawasan, memperhalus
budi pekerti serta meningkatkan pengetahuan dan kemampuan berbahasa.
6. Menghargai dan membanggakan sastra Indonesia sebagai khazanah budaya dan
inteletual manusia Indonesia.

Ruang Lingkup
Ruang lingkup mata pelajaran bahasa Indonesia mencakup komponen kemampuan
berbahasa dan kemampuan bersastra yang meliputi aspek-aspek sebagai berikut :
1. Mendengarkan
2. Berbicara
3. Membaca
4. Menulis
Pada akhirnya pendidikan di SD/MI peserta didik telah membaca sekurang-kurangnya
9 buku sastra dan nonsastra.

Arah Pengembangan
Standar kompetensi da kompetensi dasar menjadi arah dan landasan untuk
mengembagkan materi pokok, kegiatan pembelajaran dan indikator pencapaian kompetensi
untuk penilaian. Dalam merancang kegiatan pembelajaran dan penilaian perlu
memperhatikan standar proses dan standar penilaian.

D. Matematika
Latar belakang
Matematika merupakan ilmu universal yang mendasari perkembangan teknologi
modern, mempunyai peran pening dalam berbagai disiplin ilmu dan memajukan daya pikir
manusia. Perkembangan pesat di bidang teknologi informasi dan komunikasi dewasa ini
dilandasi oleh perkembangan matematika dibidang teori bilangan, aljabar, analisis, teori
peluang dan matematika diskrit. Untuk menguasai dan menciptakan teknologi dimasa depan
diperlukan penguasaan matematika yang kuat sejak dini.
Mata pelajaran matematika perlu diberika kepada semua peserta didik mulai dari
sekolah dasar untuk membekali peserta didik dengan kemampuan berpikir logis, analisis,
sistematis, kritis, dan kreatif serta kemampuan bekerja sama. Kompetensi tersebut diperlukan
agar peserta didik dapat memiliki kemampuan memperoleh, mengelola dan memanfaatkan
informasi untuk bertahan hidup pada keadaan yang selalu berubah, tidak pasti dan
kompetetif.

32
Standar kompetensi dan kompetensi dasar matematika dalam dokumen ini disusun
sebagai landasan pembelajaran untuk mengembangkan kemampuan tersebut diatas. Selain itu
dimaksudkan pula untuk mengembangkan kemampuan menggunakan matematika dalam
pemecahan masalah dan mengkomunikasikan idea tau gagasan dengan menggunakan symbol,
table, diagram, dan media lainnya.
Pendekatan pemecahan masalah merupakan focus dalam pemebelajaran matematika
yang mencakup masalah tertutup dengan solusi tunggal, masalah terbuka dengan solusi ganda
dan masalah dengan berbagai cara penyelesaian. Untuk meningkatkan kemampuan
memecahkan masalah perlu dikembangkan keterampilan memahami masalah, membuat
model matematika, menyelesaikan masalah dan menafsirkan solusinya.
Dalam setiap kesempatan pembeljaran matematika hendaknya dimulai dengan
pengenalan masalah yang sesuai dengan situasi atau contextual problem. Dengan mengajukan
masalah kontekstual peserta didik secara bertahap dimbimbing untuk menguasai konsep
matematika. Untuk meningkatkan keefektifan pembelajaran sekolah diharapkan
menggunakan teknologi informasi dan komunikasi seperti komputer, alat peraga atau media
lainnya.

Tujuan
Mata pelajaran matematika bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai
berikut :
1. Mamahami konsep matematika, menjelaskan keterkaitan antar konsep dan
mengaplikasikan konsep atau algoritma, secara luwes, akurat, efisien dan tepat dalam
pemecahan masalah.
2. Menggunakan penalaran pada pola dan sifat, melakukan manipulasi matematika
dalam membuat generalisasi, menysusub bukti, atau menjelaskan gagasan dan
pernyataan matematika.
3. Memacahkan masalah yang meliputi kemampuan memahami masalah, merancang
model matematika, menyelesaikan model dan menafsirkan solusi yang diperoleh.
4. Mengkomunikasikan gagasan dengan symbol, table, diagram atau media lain untuk
memperjelas keadaan atau masalah
5. Memiliki sikap menghargai kegunaan matematika dalam kehidupan yaitu memiliki
rasa ingin tahu, perhatian dan minat dalam mempelajari matematika serta sikap
percaya diri dalam pemecahan masalah.

Ruang lingkup
Mata pelajaran matematika pada satuan pendidikan SD/MI meliputi aspek-aspek
sebagai berikut :
1. Bilangan

33
2. Geometri dan pengukuran
3. Pengolahan data

Arah pengembangan
Standar kompetensi dan kompetensi dasar menjadi arah dan landasan untuk
mengembangkan materi pokok, kegiatan pembelajaran dan indikator pencapaian kompetensi
untuk penilaian. Dalam merancang kegaiatan pembelajaran dan penialian perlu
memperhatikan standar proses dan penilaian

E. Ilmu Pengetahuan Alam


Latar belakang
Ilmu penngetahuan alam berhubungan dengan cara mencari tahu tentang alam secara
sistematis. Sehingga Ilmu penngetahuan alam bukan hanya penguasaan kumpulan
pengetahuan berupa fakta-fakta, konsep-konsep atau prinsip-prinsip saja tetapi juga
merupakan suatu proses penemuan.
Pendidikan Ilmu penngetahuan alam diharapkan dapat menjadi wahana peserta didik
untuk mempelajari diri sendiri dan alam sekitar pada prospek pengembangan lebih lanjut
dalam menerapkannya didalam kehidupan sehari-hari. Proses pembelajarannya menekankan
pada pemberian pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensi agar menjelajahi
dan memahami alam sekitar secara ilmiah. Pendidikan Ilmu penngetahuan alam diarah untuk
inkuiri dan berbuat sehingga dapat membantu peserta didik untuk memperoleh pemahaman
yang lebih mendalam tentang alam sekitar.
Ilmu penngetahuan alam diperlukan dalam kehidupan sehari-hari untuk memenuhi
kebutuhan manusia melalui pemecahan masalah-masalah yang dpat di identifikasikan.
Penerapan Ilmu penngetahuan alam perlu dilakukan secara bijaksan agar tidak berdampak
buruk terhadap lingkungan. Ditingkat SD/MI diharapkan ad penekanan pembelajaran saling
temas (sains, lingkungan, teknologi dan masyarakat) yang diarahkan pada pengalaman belajar
untuk merancang dan membuat suatu karya melalui penerapan konsep Ilmu penngetahuan
alam dan kompetensi bekerja ilmiah secara bijaksana.
Pembelajaran Ilmu penngetahuan alam sebaiknya dilaksanakan secara ilmiah dan
scientific inquiry untuk menumbuhkan kemampuan berfikir, bekerja dan bersikap ilmiah
serta mengkomunikasikannya sebagai aspek penting kecakapan hidup. Oleh karena itu
pembelajaran Ilmu penngetahuan alam menekankan pada pemberian pengalaman belajar
secara langsung melalui penggunaan dan pengembangan keterampilan proses dan sikap
ilmiah.
Standar kompetensi dan kompetensi dasar Ilmu penngetahuan alam di SD/MI
merupakan standar minimum yang secara nasional harus dicapai oleh peserta didik dan
menjadi acuan dalam pengembangan kurikulum disetiap satuan pendidikan. Pencapaian SK

34
dan KD didasarkan pada pemberdayaan peserta didik untuk membangun kemampuan.
Bekerja ilmiah dan pengetahuan sendiri yang di fasilitasi oleh guru.
Tujuan
Mata pelajaran Ilmu penngetahuan alam di SD/MI memiliki tujuan sebagai berikut :
1. Memperoleh keyakinan terhadap Tuhan Yang Maha Esa berdasarkan keberadaan,
keindahan dan keteraturan alam ciptaanNya.
2. Mengembangkan pengetahuan dan pemahaman konsep-konsep Ilmu penngetahuan
alam yang bermanfaat dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
3. Mengembangkan rasa ingin tahu, sikap positif dan kesadaran tentang adanya hubungan
yang saling mempengaruhi antara Ilmu penngetahuan alam, lingkungan, teknologi dan
informasi.
4. Mengembangkan keterampilan proses untuk menyelediki alam sekitar, memecahkan
masalah dan membuat keputusan.
5. Meningkatkan kesadaran untuk berperan serta dalam memelihara, menjaga dan
melestarikan lingkungan alam.
6. Meningkatkan kesadaran untuk menghargai alam dan segala keteraturannya sebagai
salah satu ciptaan Tuhan.
7. Memperoleh bekal pengetahuan, konsep dan keterampilan Ilmu penngetahuan alam
sebagai bahan dasar untuk melanjutkan pendidikan ke SLTP.
Ruang lingkup
Ruang lingkup bahan kajian Ilmu penngetahuan alam untuk SD/MI meliputi aspek-
aspek sebagai berikut :
1. Makhluk hidup dan proses kehidupan yaitu manusia, hewan, tumbuhan dan
interaksinya dengan lingkungan serta kesehatan.
2. Benda, materi, sifat-sifat dan kegunaannya meliputi cair, padat dan gas.
3. Energy dan perubahannya meliputi gaya, bunyi, panas, magnet, listrik, cahaya
dan pesawat sederhana.
4. Bumi dan alam semesta meliputi tanah bumi, tata surya dan benda-benda langit
lainnya.
Arah pengembangan
Standar kompetensi dan kompetensi dasar menjadi arah dan landasan untuk
mengembangkan materi pokok kegiatan pembeljaran dan indikator pencapaian kompetensi
untuk penilaian. Dalam merancang kegiatan pembelajaran dan penilaian perlu
memperhatikan standar proses dan penilaian.

F. Ilmu Pengetahuan Sosial


Latar belakang

35
Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) meruapakan salah satu mata pelajaran yang diberikan
mulai dari SD/MI sampai SLTP. IPS mengkaji seperangkat peristiwa, fakta konsep dan
genaralisasi yang berkaiatan dengan ide sosial. Pada jenjang SD/MI mata pelajaran IPS
memuat materi geografi, sejarah, sosiologi dan eonomi. Melalui mata pelajaran IPS peserta
didik diarahkan untuk dapat menjadi warga Negara Indonesia yang demokratis, bertanggung
jawab serta warga dunia yang cinta damai.
Dimasa yang akan datang peserta didik akan menghadapi tantangan berat karena
kehidupan masyarakat global selalu mengalami perubahan setiap saat. Oleh karena itu mata
pelajaran IPS dirancang untuk mengembangkan pengetahuan, pemahaman dan kemampuan
analisis terhadap kondisi sosial masyarakat dalam memasuki kehidupan bermasyarakat yang
dinamis.
Mata pelajaran IPS disusun secara sistematis, komprehensif dan terpadu dalam proses
pembelajaran menuju kedewasaan dan keberhasilan dalam kehidupan dimasyarakat dengan
pendekatan tersebut diharapkan peserta didik akan memperoleh pemahaman yang lebih luas
dan mendalam pada bidang ilmu yang berkaitan.

Tujuan
Mata pelajaran IPS bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut :
1. Mengenal konsep-konsep yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat dan
lingkungannya.
2. Memiliki kemampuan dasar untuk berfikir logis dan kritis, rasa ingin tahu, inkuiri,
memecahkan masalah dan keterampilan dalam kehidupan sosial.
3. Memiliki komitmen dan kesadaran terhadap nilai-nilai sosial dan kemanusiaan.
4. Memiliki kemampuan berkomunikasi, bekerjasama dan berkompetisi dalam masyarakat
yang majemuk ditingkat local, nasional, dan global.

Ruang lingkup
Ruang lingkup mata pelajaran IPS meliputi aspek-aspek sebagai berikut :
1. Manusia, tempat dan lingkungan
2. Waktu keberlanjutan dan perubahan
3. System sosial dan budaya
4. Perilaku ekonomi dan kesejahteraan.
Arah pengembangan
Standar kompetensi dan kompetensi dasar menjadi arah dan landasan untuk
mengembangkan materi pokok kegiatan pembelajaran dan indikator pencapaian kompetensi
untuk penilaian. Dalam merancang kegiatan pembelajaran dan penilaian perlu
memperhatikan standar proses dan penilaian.

36
G. Seni Budaya dan Keterampilan
Latar belakang
Muatan seni budaya dan keterampilan sebagaimana yang diamanatkan dalam
Pemerintah Republik Indonesia no 19 tahun 2005 tentang standar nasional pendidikan tidak
hanya terdapat dalam suatu mata pelajaran karena budaya itu sendiri meliputi segala aspek
kehidupan. Dalam mata pelajaran seni budaya dan keterampilan aspek budaya tidak dibahas
secara tersendiri tetapi terintegrasi dengan seni. Karena itu mata pelajaran seni budaya dan
keterampilan pada dasarnya merupakan pendidikan seni yang berbasis budaya.
Pendidikan seni budaya dan keterampilan diberikan disekolah karena keunikan,
kebermaknaan dan kebermanfaatan terhadap kebutuhan perkembangan peserta didik, yang
terletak pada pemberian pengalaman estetik dalam bentuk kegiatan berekpresi/berkreasi dan
berapresiasasi melalui pendekatan belajar dengan seni, belajar melalui seni dan belajar
tentang seni. Peran ini tidak dapatdiberikan oleh mata pelajaran lain.
Bidang seni rupa, music, tari, dan keterampilan memiliki kekhasan tersendiri sesuai
dengan kaidah keilmuan masing-masing. Dalam pendidikan seni dan keterampilan, aktivitas
berkesenian, harus menampung kekhasan tersebut yang tertuang dalam pemberian
pengalaman mengembangkan konsepsi, apresiasi dan kreasi. Semua ini diperoleh melalui
upaya eksplorasi elemen, prinsip, proses dan teknik berkarya dalam konteks budaya
masyarakat yang beragam.

Tujuan
Mata pelajaran seni budaya dan keterampilan bertujuan agar peserta didik memiliki
tujuan sebagai berikut :
1. Memahami konsep dan pentingnya seni budaya dan keterampilan.
2. Menampilkan sikap apresiasi terhadap seni budaya dan keterampilan.
3. Menampilkan kreatifitas melalui seni budaya dan keterampilan.
4. Menampilkan peran serta dalam seni budaya dan keterampilan ditingkat lokal, regional
maupun global.

Ruang lingkup
Mata pelajaran seni budaya dan keterampilan memiliki aspek-aspek sebagai berikut :
1. Seni rupa mencakup pengetahuan, keterampilan, nilai dalam menghasilkan karya seni
berupa lukisan, patung, ukiran, cetak mencetak dan sebagainya.
2. Seni musik mencakup kemampuan untuk menguasai olah vokal, memainkan alat musik
dan apresiasi karya musik.
3. Seni tari mencakup keterampilan gerak berdasarkan olah tubuh dengan dan tanpa
rangsangan bunyi, apresiasi terhadap gerak tari

37
4. Seni drama mencakup keterampilan pementasan dengan memadukan seni musik, seni
tari dan peran.
5. Keterampilan mencakup segala aspek kecakapan hidup (life skills) yang meliputi
keterampilan personal, keterampilan sosial, keterampilan vokasional dan akedemik.
Diantara keempat bidang seni yang ditawarkan, minimal diajarkan satu bidang seni
sesuai dengan kemampuan sumber daya manusia serta fasilitas yang tersedia. Pada sekolah
yang mampu menyelenggarakan pembelajaran lebih dari satu bidang seni peserta didik diberi
kesempatan untuk memilik bidang seni yang akan di ikutinya. Pada tingkat SD/MI mata
pelajaran ditekankan pada keterampilan vokasional khusus kerajinan tangan.

Arah pengembangan
Standar kompetensi dan kompetensi dasar menjadi arah dan landasan untuk
mengembangkan materi pokok kegiatan pembelajaran dan indikator pencapaian kompetensi
untuk penilaian. Dalam merancang kegiatan pembelajaran dan penilaian perlu
memperhatikan standar proses dan penilaian.
Keterangan
1. Sumber bunyi yang dihasilkan alat musik konpensional adalah melalui pukulan,
tekanan, gesekan atau tiupan.
2. Symbol adalah makna yang dikandung : merah symbol keberanian, dan atau makna
yang dikandung tarian yang ditunjukkan oleh kostum, property (peralatan) tat arias
gerakan.
3. Gambar dekoratif adalah gambar yang dimaksud sebagai hiasan, biasanya
menggunakan motifadal (tumbuhan, hewan, manusia) yang bentuknya diubah
tetapi masih dikenal cirri khasnya.
4. Gambar imajinatif adalah gambar yang bersifat khayalan. Misalnya
menggambarkan diri memiliki sayap sehingga bisa terbang diangkasa (imajinatif
diri)
5. Gambar ilustri adalah gambar yang menceritakan tentang suatu benda, hal atau
peristiwa
6. Symbol nada adalah tanda atau lambang yang telah disepakati, misalnya
penggunaan notasi balok atau angka dalam menyuarakan bunyi nada (1 dibaca
sebagai nada do )
7. Keartistikan adalah keindahan karya seni rupa yang tercermin pada berbagai faktor
antara lain keserasian warna, proporsi bentuk kerapian.
8. Alat musik ritmis adalah alat music yang tidak memiliki nada misalnyaringbel,
taburin, gedang.
9. Alat music melodis adalah alat musik yang memiliki nada, misalnya seruling,
pianika, recorder, dsb.

38
10. Tari nusantara adalah tari yang hidup dan berkembang diseluruh nusantara identik
dengan tari tradisional.
11. Relief adalah lukisan timbul yang diciptakan dengan cara memahat atau
membentuk, menempel, memijit, dsb
12. Pola motif hias adalah motif geometris, tumbuhan, atau manusia yang dijadikan
sebagai pola hiasan.
13. Bahan plastic adalah bahan yang lunak mudah dibentuk missal kan plastisin
14. Maronce adalah teknik membuat beda pakai/hias dari bahan manic-manik, biji-
bijian yang dirangkai dengan benang.
15. Macram adalah membuat benda pakai/hias dari bahan tali memali dengan teknik
simpul.

H. Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan


Latar belakang
Pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan merupakan bagian integral dari pendidikan
secara keseluruhan, bertujuan untuk mengembangkan aspek kebugaran jasmani, keterampilan
gerak, keterampilan berfikir kritis, keterampilan sosial, penalaran, stabilitas emosional,
tindakan moral, aspek pola hidup sehat dan pengenalan lingkungan bersih melalui aktifitas
jasmani, olah raga dan kesehatan terpilih yang direncanakan secara sistematis dalam rangka
mencapai tujuan pendidikan nasional.
Pendidikan sebagai suatu proses pembinaan manusia yang berlangsung seumur hidup,
Pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan yang diajarkan disekolah memiliki peranan
sangat penting yaitu memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk terlibat langsung
dalam berbagai pengalaman belajar melalui aktifitas Pendidikan jasmani, olahraga dan
kesehatan yang terpilih dilakukan secara sistematis. Pembekalan pengalaman belajar itu
diarahkan untuk membina pertumbuhan fisik dan pengembangan psikis yang lebih baik,
sekaligus membentuk pola hidup sehat dan bugar sepanjang hayat.
Pendidikan memiliki sasaran pedagogis, oleh karena itu pendidikan kurang lengkap
tanpa adanya Pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan, karena gerak sebagai aktifitas
jasmani adalah dasar bagi manusia untuk mengenal dunia dan dirinya sendiri yang secara
alami berkembang searah dengan perkembangan zaman.
Selama ini telah terjadi kecendrungan dalam mendirikan makna mutu pendidikan
yang hanya dikaitkan dengan aspek kemampuan koqnitif. Pandangan ini telah membawa
akibat terabaikannya aspek-aspek moral, akhlak, budi pekerti, seni , psikomotor serta life
skills.
Dengan diterbitkannya Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang System
Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar

39
Nasional Pendidikan akan memberikan peluang menyempurnakan kurikulum yang
komprehensif dalam rangka mencapai tujuan Pendidikan Nasional.
Pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan merupakan media untuk mendorong
pertumbuhan fisik,perkembangan psikis, keterampilan motorik, pengetahuan dan penalaran
penghayatan nilai-nilai (sikap, mental emosional, sportifitas, spiritual, sosial) serta
pembiasaan pola hidup sehat yang bermuara untuk meransang pertumbuhan dan
perkembangan kualitas fisik dan psikis yang seimbang.
Tujuan
Pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan bertujuan agar peserta didik memiliki
kemampuan sebagai berikut :
1. Mengembangkan keterampilan pengelolaan diri dalam upaya pengembangan dan
pemeliharaan kebugaran jasmani serta pola hidup sehat melalui berbagai aktivitas
jasmani dan olahraga yang terpilih.
2. Meningkatkan pertumbuhan fisik dan pengembangan psikis yanglebih baik.
3. Meningkatkan kemampuan dan keterampilan gerak dasar
4. Meletakkan landasan katakter moral yang kuat memalui internalisasi nilai-nilai yang
terkandung didalam Pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan.
5. Mengembangkan sikap sportif, jujur, disiplin, bertanggung jawab, kerjasama percaya
diri dan demokratis.
6. Mengembangkan keterampilan untuk menjaga keselamatan diri sendiri, orang lain dan
lingkungan.
7. Memahami konsep aktivitas jasmani dan olahraga dilingkungan yang bersih sebagai
informasi untuk mencapai pertumbuhan fisik yang sempurna, pola hidup sehat dan
kebugaran, terampil, serta memiliki sikap yang positif.

Ruang lingkup
Ruang lingkup mata pelajaran Pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan meliputi
aspek-aspek sebagai berikut :
1. Permainan dan olahraga meliputi olahraga tradisional, permainan eksplorasi gerak,
keterampilan lokomotor, non lokomotor, dan manipulative, atletik, kasti, rounders,
kippers, sepak bola, bola basket, bola voli, tenis meja, tenis lapangan, bulu tangkis, dan
beladiri serta aktivitas lainnya.
2. Aktivitas pengembangan meliputi mekanika sikap tubuh, komponen kebugaran
jasmani, dan bentuk postur tubuh serta aktivitas lainnya.
3. Aktivitas senam meliputi ketangkasan sederhana, ketangkasan tanpa alat, ketangkasan
dengan alat, dan senam lantai serta aktivitas lainnya.
4. Aktivitas ritmik meliputi gerak bebas, senam pagi, SKJ, dan senam aerobic serta
aktivitas lainnya.

40
5. Aktivitas air meliputi permainan di air, keselamatan air, keterampilan bergerak di air,
dan renang serta aktivitas lainnya.
6. Pendidikan luar kelas meliputi piknik/karyawisata, pengenalan lingkungan, berkemah,
menjelajah dan mendaki gunung.
7. Kesehatan meliputi penanaman budaya sehat dalam kehidupan sehari-hari, khususnya
yang terkait dengan perawatan tubuh agar tetap sehat, merawat lingkungan yang sehat,
memilih makanan dan minuman yang sehat, mencegah dan merawat cidera, mengatur
waktu istirahat yang tepat dan berperan aktif dalam kegiatan P3K dan UKS. Aspek
kesehatan merupakan aspek tersendiri, dan secara implicit masuk kedalam semua
aspek.

Keterangan
1. *) diajarkan sebagai kegiatan pilihan, disesuaikan dengan situasi dan kondisi
sekolah.
2. **) materi pilihan, disesuaikan dengan fasilitas dan peralatan yang tersedia.
3. ***) diajarkan sebagai kegaiatan yang dapat dilakukan dalam semester I (satu) dan
atau semester II (dua)
4. Untuk pembinaan peserta didik yang berminat terhadap salah satu atau beberapa
cabang tertentu dapat dilakukan melalui kegiatan ektra kurkuler.

Arah pengembangan
Standar kompetensi dab kompetensi dasar menjadi arah dan landasan untuk
mengembangkan materi pokok, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi
untuk penilaian. Dalam merancang kegaiatan pembelajaran dan penilaian perlu
memperhatikan standar proses dan standar penilaian.

2. Pengaturan Alokasi Waktu


Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan no 67 tahun 2013 tentang
kerangka dasar dan struktur kurikulum 2013 serta berdasarkan kompetensi inti disusun mata
pelajaran dan alokasi waktu yang sesuai dengan karakteristik satuan pendidikan. Berdasarkan
ketentuan tersebut di atas di SDN 17 Cegek, susunan mata pelajaran dan alokasi waktu kelas
I, IV adalah sebagai berikut:

Alokasi Waktu Per Minggu


No Mata Pelajaran
I IV
A Kelompok A
1 Pendidikan Agama dan Budi Pekerti 4 4

41
2 Pendidikan Pancasila dan Kewarga 5 5
Negaraan
3 Bahasa Indonesia 8 7
4 Matematika 5 6
5 Ilmu Pengetahuan Alam - 3
6 Ilmu Pengetahuan Sosial - 3
B Kelompok B
1 Seni Budaya dan Prakarya 4 5
2 Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan 4 4
Kesehatan

JUMLAH 30 36

Keterangan:
Selain kegiatan intrakurikuler SDN 17 Cegek juga melaksanakan kegiatan
ekstrakurikuler yaitu pramuka dalam rangka mendukung pembentukan
kompetensi sikap sosial peserta didik, terutama sikap peduli. Di samping itu juga
dapat digunakan sebagai wadah dalam penguatan pembelajaran berbasis
pengamatan maupun dalam usaha memperkuat kompetensi keterampilan dalam
ranah konkrik
Matapelajaran kelompok A dikembangkan oleh pusat, sementara matapelajaran
kelompok B dikembangkan oleh pusat dan pemerintah daerah
Durasi setiap satu jam pembelajaran adalah 35 menit
Pada kurikulum 2013 setiap kelas melaksanakan pembelajaran tematik terpadu
dan prosesnya dengan pendekatan saintifik
Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia no 22 tahun
2006 tentang standar isi untuk satuan pendidikan dasar dan menengah, pengaturan alokasi
waktu untuk setiap mata pelajaran pada kelas II,III,V dan kelas VI di SDN 17 Cegek adalah
sebagai berikut:

Kelas danAlokasi Waktu


N
Komponen
o
II III V VI
A Mata Pelajaran
1 Pendidikan Agama T 3 3
2 Pendidikan Kewarganegaraan 2 2
3 Bahasa Indonesia E 5 5
4 Matematika 5 5
5 Ilmu Pengetahuan Alam M 4 4
6 Ilmu Pengetahuan Sosial 3 3
7 Seni Budaya Dan Keterampilan A 4 4

42
8 Pendidikan Jasmani Olahraga 4 4
Dan Kesehatan T
B Muatan Lokal
a. Budaya Alam Minangkabau I 2 2
b. Pendidikan Al Quran 2 2
c. Bahasa Ingris K 2 2
C Pengembangan Diri 2*) 2*)
JUMLAH 31 31 36 36
*) 2 jam pelajaran

B. MUATAN KURIKULUM TINGKAT DAERAH


1. a. Jenis dan strategi pelaksanaan muatan lokal yang dilaksanakan sesuai
dengan kebijakan daerah.
Muatan lokal yang diajarkan di SDN 17 Cegek adalah Budaya Alam Minangkabau
dan Pendidikan Alquran, pada kurikulum 2006 muatan lokal merupakan mata pelajaran,
untuk kurikulum 2013 muatan lokal merupakan penambahan jam pelajaran yang disesuaikan
dengan kebutuhan daerah.. Kegiatan pembelajaran ini bertujuan untuk mengembangkan
kompetensi yang sesuai dengan ciri khas dan potensi daerah.
Menurut keputusan kepala kantor Wilayah Departemen Pendidikan Dan
Kebudayaan Propinsi Sumatera Barat no 011.08.C.1994 Tanggal 1 Februari 1994
pelaksanaan muatan lokal adalah sebagai berikut :
a) Budaya Alam Minangkabau diajarkan di kelas III,V dan kelas VI
b) Baca tulis Al quran diajarkan dikelas III,V dan kelas VI.
c) Bahasa Ingris diajarkan dikelas V,VI

b. Jenis dan strategi pelaksanaan muatan lokal yang dilaksanakan sesuai dengan
kekhasan sekolah.
a) Budaya Alam Minangkabau
Tujuan
Mengenal konsep-konsep kebudayaan yang berkaitan dengan kehidupan
masyarakat Minangkabau
Memiliki komitmen dan kesadaran terhadap nilai-nilai budaya Minangkabau
Memiliki kemampuan berkomunikasi dengan menggunakan bahasa daerah
Minangkabau
Mengenal sejarah/tambo yang berkaitan dengan Minangkabau
Memiliki rasa tanggung jawab untuk melestarikan budaya
Minangkabau sebagai salah satu unsure kebudayaan Nasional

b) Pendidikan Al Quran
Tujuan

43
Siswa mampu membaca dan menulis huruf hijaiyah sesuai dengan kaidah yang
benar
Siswa mampu membaca dan menulis bacaan yang memakai tanda vocal fatah,
kasrah, dan dhommah
Siswa mampu membaca dan menilis huruf bersambung dan tanda vocal panjang
atau mad
Siswa mampu mengenal dan membaca tanda-tanda harkat rangkap atau tanwin
dan (Nun, Mim, Hamzah,ain, qaf) sukun serta Qolqolah
Siswa mengetahui tanda-tanda wakaf, bacaan panjang lima dan enam harkat,
bacaan dengung, aliflam samsiah, dan komariah serta tanda tasdik

2. Latar Belakang, tujuan, ruang lingkup, SKL, SK, atau KI, dan KD

a. Budaya alam minangkabau


Latar Belakang
Budaya Alam Minangkabau merupakan salah satu muatan lokal pada sekolah dasar dimana
muatan Budaya Alam Minangkabau meliputi segala aspek kehidupan masyarakat .Dalam
materi BAM aspek sejarah minang kabau, keadaan alam,adat sopan santun,budaya dan seni
minangkabau yang harus dimiliki dan dihayati serta dilaksanakan oleh putra putri kita dalam
kehidupan sehari-hari.Karena itu,BAM pada dasarnya merupakan pendidikan yang
kepribadian berbasis adat Minang Nan BasandiSyarak,Syarak basandi Kitabbullah. Karena
mayoritas peserta didik di SDN 17 Cegak ini adalah Orang Minangkabau, maka
sepantasnyalah Budaya Alam Minangkabau diajarkan di sekolah
Tujuan :
1. Mengenal konsep-konsep kebudayaan yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat
minangkabau
2. Memiliki komitmen dan kesadaran terhadap nilai-nilai budaya minangkabau
3. Memiliki kemampuan berkomunikasi dengan menggunakan bahasa daerah
minangkabau
4. Mengenal sejarah / tambo yang berkaitan dengan minangkabau
5. Memiliki rasa tanggung jawab untuk melestarikan budaya minangkabau sebagai salah
satu unsur kebudayaan nasional.

Ruang Lingkup
Bahan kajian mata pelajaran BAM untuk sekolah dasar meliputi adat alam
minangkabau.Bahan kajian ini tidak dipilah pilah secara tajam karena bahan yang satu
dengan yang lain saling berhubungan dan saling mendukung.Bahan kajian dikembangkan
dengan mrmperhatikan kedalaman dan keluasan materi menurut tingkat kelas.

44
b. Pendidikan Al Quran
Latar Belakang
Masyarakat minangkabau mempunyai kecerdasan yang mendasar,yaitu cerdas agama
dan cerdas adat, hal ini terungkap dalam menuntut ilmu ( surau) dulunya yaitu ilmu adat dan
ilmu agama(alquran).Ilmu adat telah masuk dalam pelajaran muatan lokal yaitu pelajaran
BAM ,sedangkan ilmu kitabbullah( alquran) dimasukkan kedalam kurikulum muatan lokal
yaitu Pendidilan alquran.
Belum sempurna masyarakat minangkabau sebelum memiliki pendidikan
alquran,Penyusunan kurikulum pendidikan alquran dilaksanakan disetiap satuan pendidikan
dengan tujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang
beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT,cerdas,trampil,pandai baca tulis alquran,beraklak
mulia mengerti dan memahami serta mengamalkan kandungan alquran, di samping itu tidak
cukup rasanya pendidikan Al Quran ini diajarkan pada materi agama, oleh sebab itu
pendidikan Al Quran berdiri sendiri

Tujuan :
1. Siswa mampu membaca dan menulis huruf hijaiyah sesuai dengan kaidah yang benar.
2. Siswa mampu membaca dan menulis bacaan yang memakai tanda fokal fatah, kasrah,
dan dhomah.
3. Siswa mampu membaca dan menulis huruf bersambung dan tanda vocal panjang atau
mad.
4. Siswa mampu mengenal dan membaca tanda-tanda harkat rangkap atau tanwin dan
(nun, mim, hamzah, ain, qaf) sukun serta qolqolah.
5. Siswa mengetahui tanda-tanda wakaf, bacaan panjang lima dan enam harkat, bacaan
dengung, alim samsiah dan komariah serta tanda tasdik.

Ruang Lingkup
Ruang linkup pendidikan alquran tingkat SD Sumatera Barat yaitu kepada peserta
didik diajarkan dan dididik menulis,membaca,menghafal ayat-ayat pendek serta
mencontohkan nilai-nilai dalam Alquran sekaligus melatih dan membiasakan membaca
Alquran bagi peserta didik dalam kehidupan sehari-hari.

Daftar SK dan KD muatan lokal yang dikembangkan di sekolah

45
a. Budaya alam minangkabau (BAM)
Kelas III, Semester 1
Standar Kompetensi Kompetensi Dasar
1. Sopan Santun Menurut Adat 1.1 Sopan santun pada waktu berbicara dan
Minangkabau menjawab pertanyaan
1.2 Sopan santun pada waktu duduk
1.3 Sopan santun pada waktu makan
1.4 Sopan santun berpakaian
1.5 Sopan santuan berpergian
1.6 Sopan santun bertamu
1. Sifat-sifat terpuji menurut 2.1 Saling mencintai dan saling menghormati
adat Minangkabau Sesama Manusia
2.2 Suka Menolong
2.3 Rendah Hati

Standar Kompetensi Kompetensi Dasar


2. Sifat-sifat terpuji menurut adat 2.4 Hemat
Minangkabau 2.5 Jujur dan Bertanggung Jawab
2.6 Tenggang Rasa
2.7 Rasa Malu
2.8 Sifat-sifat yang harus dihindari menurut Adat
Minangkabau

3. Bahasa Dalam Pergaulan 1.1 Kato Mandaki


menurut Adat Minangkabau 1.2 Kato Malereng
1.3 Kato Manurun
1.4 Kato Mandata
Kelas V, Semester 1
Standar Kompetensi Kompetensi Dasar
1. Mengenal, pengetahuan dan1.1 Mendeskripsikan Menhir
memahami makna1.2 Membedakan Balai Saruang dan Balai Nan
peninggalan sejarah Panjang
Minangkabau melalui cerita,
1.3 Menjelaskan Prasasti Kubu Rajo I dan II
bacaan dan diskusi 1.4 Mendeskripsikan Batu Batikam
1.5 Mengidentifikasikan Prasasti Pagaruyung
1.6 Menjelaskan Prasasti Saruaso I dan II
1.7 Menjelaskan Prasasti Rambatan
2. Mengenal, mengetahui dan 2.1 Mendeskripsikan Upacara Adat Minangkabau
menghayati macam-macam
upacara adat dalam Adat
Minangkabau

Kelas V, Semester 2
Standar Kompetensi Kompetensi Dasar
3. Mengenal, mengetahui dan 2.2 Mendeskripsikan Pengangkatan / Melewakan
menghayati macam-macam Gala
upacara adat dalam Adat 2.3 Menjelaskan Cara Batagak Rumah
Minangkabau 2.4 Mendeskripsikan Upacara Perkawinan
4. Mengenal, mengetahui dan 3.1 Mendeskripsikan upacara kelahiran, Turun mandi,
menghayati macam-macam dan akikah
upacara adat Minangkabau 3.2 Mendeskripsikan upacara sunat rasul, mengaji ke

46
Standar Kompetensi Kompetensi Dasar
surau, dan tamat kaji
3.3 Menjelaskan upacara kematian
3.4 Mengidentifikasikan seni tradisional
Kelas VI, Semester 1
Standar Kompetensi Kompetensi Dasar

1. Menghargai ,memahami 1.1 Mendeskripsikan nilai-nilai hubungan


nilai-nilai yang terkandung kekeluargaan yang ada dilingkungan masyarakat
dalam tatanan/ susunan adat Minangkabau
kekerabatan masyarakat 1.2 Meneladani hubungan kekeluargaan dalam
adat Minang Kabau kehidupan sehari-hari sesuai dengan alur adat
Minangkabau
1.3 Memahami aturan-aturan/tatakrama pergaulan
menurut adat istiadat di Minangkabau
1.4 Membandingkan dengan budaya lain

2. Memahami sistim 2.1 Mendeskripsikan tentang tata cara perkawainan


perkawinan di menurut adat minangkabau
Minangkabau beserta nilai- 2.2 Memehami tentang syarat syahnya sebuah
nilai yang terkandung dari perkawinan di Minangkabau
sebuah perkawinan
2.3 Menjelaskan proses perkawinan menurut adat
Minangkabau

3. Memahami petran urang 3.1 Menjelaskan fungsi dan peran urang sumando
sumando di Ranah Minang 3.2 Menjelaskan kategori urang sumando

4. Memahami hubungan 4.1 Menjelaskan peranan mamak menurut adat


mamak dan kemenakan Minangkabau
menurut kaidah adat 4.2 Mendeskripsikan kewajiban kemenakan
Minangkabau
4.3 Menjelaskan tali kekerabatan mamak dan
kemenakan di Minangkabau

Kelas VI, Semester 2


Standar Kompetensi Kompetensi Dasar

5. Memahami asal usul harta dan 5.1 Mengenal harta menurut adat Minangkabau
kepemilikannya menurut adat 5.2 Menyebutkan fungsi harta menurut adat
Minangkabau Minangkabau

6. Menghargai dan memahami 6.1 Menjelaskan asal usul harta pusako tinggi
asal usul harti pusako tinggi di dalam kaum
Minangkabau 6.2 Menjelaskan tentang hak, fungsi dan manfaat
dari harta pusako kaum di Minangkabau

7. Memahami harta pusako 7.1 Memperkenalkan harta pusako rendah dan


rendah di Minangkabau sistim pewarisannya, menurut syarak dan adat

8. Memahami hak pewarisan 8.1 Menjelaskan hak pewarisan harta pencarian


harta pencarian menurut

47
Standar Kompetensi Kompetensi Dasar
agama Islam dan adat menurut syarak
Minangkabau 8.2 Menjelaskan asal-usul lahirnya istilah harta
pencarian di Minangkabau

9. Memahami harta suarang 9.1 Mengenal kekuasaan kepemilikan masing-


menurut adat Minangkabau masing harta suarang suami istri dalam rumah
tangga

10. Siswa mengenal dan 10.1 Mengenal harta adat sako dan sang sako di
mengetahui harta adat Minangkabau.
Minangkabau yang tidak 10.2 Menyebutkan fungsi harta sako dan sang sako
berwujud/non materi namun adat Minangkabau
mempunyai nilai tinggi dan
luhur bagi kaun masyarakat 10.3 Mengidentifikasigelar sako dan sang sako
Minangkabau menurut adat Minangkabau
10.4 Mengenal harta ulayat kaum , nagari di
Minangkabau

11. Menghargai dan memahami 11.1 Menjelaskan arti sang sako adat alam
tata cara pemberian gelar Minangkabau
sang sako adat alam 11.2 Memberikan contoh sang sako adat alam
Minangkabau Minangkabau
11.3 Menyimpulkan fungsi sang sako menurut
adat alam Minangkabau

12. Memahami asal- usul harta 12.1 Menjelaskan harta warisan menurut asal
warisan dan tanah ulayat usulnya di Minangkabau
nagari di Minangkabau
12.2 Membandingkan jenis-jenis harta pusaka
menurut adat alam Minangkabau
12.3 Mengenal jenis-jenis tanah ulayat di
Minangkabau

Arah Pengembangan
Standar kompetensi dan kompetensi dasar menjadi arah dan landasan untuk
mengembangkan materi pokok, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi
untuk penilaian. Dalam merancang kegiatan pembelajaran dan penilaian perlu
memperhatikan Standar Proses dan Standar Penilaian.

b. Baca Tulis Al-Quran


Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar
Kelas I, Semester 1

Standar Kompetensi Kompetensi Dasar

48
Standar Kompetensi Kompetensi Dasar

1. Mendiskripsikan tulisan 1.1. Melafalkan dan menuliskan huruf hiujaiyah dari


dan bacaan makharijul alif sampai ha yang berbaris fathah, kasroh dan
huruf yang berbaris dhammah dengan makhraj yang benar.
fathah, kasroh dan 1.2. Melafalkan dan menuliskan huruf hijaiyah dari
dhammah serta kha sampai sin yang berbaris fathah, kasroh dan
penulisannya dhammah dengan makhraj yang benar
1.3. Melafalkan dan menuliskan huruf hijaiyah dari
syin sampai ain yang berbaris fathah, kasroh dan
dhammah dengan makhraj yang benar
1.4. Melafalkan dan menuliskan huruf hijaiyah dari
ghain sampai mim yang berbaris fathah,
kasrohdan dhammah dengan makhraj yang benar
1.5. Melafalkan dan menuliskan huruf hijaiyah dari
nun sampai ya yang berbaris fathah, kasroh dan
dhammah dengan makhraj yang benar.

Kelas I, Semester 2
Standar Kompetensi Kompetensi Dasar

2. Mendiskripsikan tulisan 1.1 Melafalkan dan menuliskan huruf hiujaiyah dari


alif sampai ha yang berharkat fathahtain,
dan bacaan makharijul
kasrohtain dan dhammahtain dengan makhraj
huruf yang berharkat
yang benar.
fathahtain, kasrohtain dan
dhammahtain serta 1.2 Melafalkan dan menuliskan huruf hijaiyah dari
penulisannya kha sampai sin yang berharkat fathahtain,
kasrohtain dan dhammahtain dengan makhraj
yang benar.

1.3 Melafalkan dan menuliskan huruf hijaiyah dari


syin sampai ain yang berharkat fathahtain,
kasrohtain dan dhammahtain dengan makhraj
yang benar.
1.4 Melafalkan dan menuliskan huruf hijaiyah dari
ghain sampai mim yang berharkat fathahtain,
kasrohtain dan dhammahtain dengan makhraj
yang benar.
1.5 Melafalkan dan menuliskan huruf hijaiyah dari
nun sampai ya yang berharkat fathahtain,
kasrohtain dan dhammahtain dengan makhraj
yang benar.

Kelas II, Semester 1


Standar Kompetensi Kompetensi Dasar

1. Mengklasifikasikan tulisan 1.1. Melafalkan dan menulis nama-nama huruf


dan bacaan makharijul hijaiyah alif sampai ya dengan makhraj serta
huruf dalam berbaagai penulisan yang benar
bentuk tulisan yang 1.2. Melafalkan dan menulis huruf hijaiyah berharkat
memakai tanda baca dari alif sampai ya dalam berbagai bentuk

49
Standar Kompetensi Kompetensi Dasar
dengan makhraj serta penulisan yang benar
1.3. Melafalkan dan menuliskan huruf hijaiyah ba
sampai dhad bertanda sukun yang didahului huruf
hijaiyah berharakat dengan makhraj serta
penulisan yang benar
1.4. Melafalkan dan menulis huruf hijaiyah tho sampai
ya bertanda sukun yang didahului huruf hijaiyah
berharakat dengan makhraj serta penulisan yang
benar

Kelas II, Semester 2


Standar Kompetensi Kompetensi Dasar

2. Mengklasifikasikan 2.1. Melafalkan dan menulis huruf hijaiyah ba sampai


tulisan dan bacaan serta dhad bertanda tasydid yang didahului huruf
mampu mempraktekkan hijaiyah berharakat dengan makhraj yang benar
makharijul huruf dalam 2.2. Melafalkan dan menulis huruf hijaiyah tho
berbaagai bentuk tulisan sampai ya bertanda tasydid yang didahului huruf
yang bertanda baca dan hijaiyah berharakat dengan makhraj yang benar
ahkamul mad dan qashar
2.3. Melafalkan dan menulis huruf hshli/thabiiy (
alif saksi, waw sukun dan ya sukun )
dengan makhraj yang benarr.
2.4. Melafalkan dan menulis huruf-huruf hijaiyah
yang bertanda baris tegak dan baris depan
terbalik dengan makhraj yang benar

Kelas III, Semester 1


Standar Kompetensi Kompetensi Dasar

1. Mengklasifikasikan tulisan 1.1 Melafalkan dan menuliskan kata-


dan bacaan sifatul huruf kataberharakat fathah, kasrah, dhammah
(qalqalah) dan kata-kata dengan makhraj yang benar.
yang bertanda baca 1.2 Melafalkan dan menulis kata-kata ada
(fathah, kasrah, didalamnya huruf bertanda sukun dengan
dhammah, sukun dan makhraj yang benar.
tasydid)
1.3 Melafalkan dan menulis kata-kata ada
didalamnya huruf bertanda tasydid dengan
makhraj yang benar.
1.4 Melafalkan dan menulis kata-kata ada
didalamnya huruf-huruf qalqalah dengan
makhraj yang benar

Kelas III, Semester 2


Standar Kompetensi Kompetensi Dasar

2 Mengklasifikasikan cara 1.1. Membunyikan dan menulis nun dan mim


menulis dan membaca nun bertanda tasydid, yang terdapat dalam kata-
dan mimbertasydid, nun

50
Standar Kompetensi Kompetensi Dasar
mati dan tanwin serta mim katadengan bacaan yang benar
mati 1.2. Membunyikan dan menulis nun bertanda mati,
yang terdapat dalam kata-kata dengan bacaan
yang benar
1.3. Membunyikan dan menulis huruf berharkat
tanwin yang terdapat dalam kata-kata dengan
bacaan yang benar
1.4. Membunyikan dan menulis mim bertanda mati,
yang terdapat dalam kata-kata dengan bacaan
yang benar

Kelas IV, Semester 1


Standar Kompetensi Kompetensi Dasar

1.Mengklasifikasikan 1.1 Membunyikan dan menulis nun mati dan tanwin


mempraktekkan ahklamul secara izhar dan ikhfa
huruf dan praktik 1.2 Membunyikan dan menulis nun mati dan tanwin
membaca ayat-ayat Al- secara idgham dan iglab
Quran 1.3 Membunyikan dan menulis mim mati secara izhar
syafawi dan ikhfa syafawi
1.4 Membunyikan bacaan idgham mimi
1.5 Membaca dan menulis surat pendek pilihan (QS
An-Nas : 114 : 1-6)
1.6 Mengartikan, menghafal dan memahami surat
pendek pilihan (QS an-Nas : 114 ; 1-6)
1.7 Membaca dan menulis surat pendek pilihan (QS
al-Falaq; 113 : 1-5)
1.8 Mengartikan, menghafal dan memahami surat
pendek pilihan (QS al-Falaq; 113 : 1-5)

Kelas IV, Semester 2


Standar Kompetensi Kompetensi Dasar

2.Mengklasifikasikan 1.9 Membunyikan dan menulis bacaan ra secara


mencontohkan sifatul tafkhim dan tarqiq
huruf dan praktik 1.10 Membunyikan dan menulis lafal jalalah secara
membaca ayat-ayat Al tafkhim dan tarqiq
Quran
1.11 Membunyikan dan menulis bacaan alif lam ketika
bertemu huruf syamsiyah dan qomariyah
1.12 Membunyikan dan menulis macam-macam
idgham (mutamatsilain, mutaqaribain dan
mutajanisain)
1.13 Membaca dan menulis surat pendek pilihan (QS
Quraisy; 106 ; 1-4)
1.14 Mengartikan, menghafal dan memahami isi surat
pendek pilihan (QS Quraisy, 106 : 1-4)
1.15 Membaca dan menulis surat pendek pilihan (QS
al-Humazah, 104 : 1-9)
1.16 Mengartikan, menghafal dan memahami isi
surat pendek pilihan (QS al-Humazah, 104 : 1-

51
Standar Kompetensi Kompetensi Dasar
9)

Kelas V, Semester 1
Standar Kompetensi Kompetensi Dasar

1.Mengklasifikasikan 1.1 Membunyikan dan menulis mad thabii


membunyikan ahkamul 1.2 Membunyikan dan menulis mad fari panjangnya
mad dan qashar serta satu alif
praktik membaca ayat-ayat
al Quran 1.3 Membunyikan dan menulis mad fari panjangnya
satu sampai tiga alif (mad wajib mutthasil, jaiz
munfashil, shilah thawiiylah dan aridh lis sukun)
1.4 Membunyikan dan menulis mad fari panjangnya
tiga alif (mad lazim mutsaqqal kalimi, mad lazim
mukalaf kalimi, mutsaqqal harfi, mukafaf harfi
dan farqi)
1.5 Membaca dan menulis surat pendek pilihan (QS
at-Takatsur 102 : 1-8)
1.6 Mengartikan, menghafal dan memahami isi surat
pendek pilihan (QS at-Takatsur 102 : 1-8)
1.7 Membaca dan menulis surat pendek pilihan (QS
al-Qoriah 101 : 1-11)
1.8 Mengartikan, menghafal dan memahami isi surat
pendek pilihan (QS al-Qoriah 101 : 1-11)

Kelas V, Semester 2
Standar Kompetensi Kompetensi Dasar

2. Mengklasifikasikan 2.1 Memprakktikkan cara waqaf dalam membaca


membunyikan dan ayat-ayat AlQuran
mengartikan serta 2.2 Memprakktikkan waqaf pada tanda-tanda waqaf
mempraktekkan ayat-ayat dalam ayat-ayat AlQuran
al Quran dan ahkamul 2.3 Mempraktikan ibtida pada hamzah washal
waqaf ibtida
2.4 Membaca dan menulis surat pendek pilihan (QS
Al-Aadiyaat 100 : 1-11
2.5 Mengartikan, menghafal, dan memahami isi surat
pendek pilihan (QS Al-Aadiyaat 100 : 1-11)
2.6 Membaca dan menulis surat pendek pilihan (QS
Al-Zalzalah; 99 : 1-8)
2.7 Mengartikan, menghafal, dan memahami isi surat
pendek pilihan (QS Al-Zalzalah; 99 : 1-8)

Kelas VI, Semester 1


Standar Kompetensi Kompetensi Dasar

1.Mendefenisikan dan 1.6 Membaca dan menulis surat pendek pilihan (QS
mengartikan dan At-Tiin; 95 : 1-8)

52
Standar Kompetensi Kompetensi Dasar
menyimpulkan kandungan 1.7 Mengartikan, menghafal, dan memahami isi surat
surat-surat pendek pilihan pendek pilihan (QS At-Tiin; 95 : 1-8)
dan ayat-ayat pendek 1.8 Membaca dan menulis surat pendek pilihan (QS
pilihan Al-Insyirah; 94 : 1-8)
1.9 Mengartikan, menghafal, dan memahami isi surat
pendek pilihan (QS Al-Insyirah; 94 : 1-8)
1.10 Membaca dan menulis surat pendek pilihan (QS
Ad-Dhuha; 93 : 1-11)
1.11 Mengartikan, menghafal, dan memahami isi surat
pendek pilihan (QS Ad-Dhuha; 93 : 1-11)
1.12 Membaca dan menuliskan ayat Al-Quran
tentang Akhlak Mahmudah (QS Ali Imran; 3 :
133-135 dan 159)
1.13 Mengartikan dan memahami ayat Al-Quran
tentang Akhlak Mahmudah (QS Ali Imran; 3 :
133-135 dan 159)
1.14 Membaca dan menulis tentang akhlah
mazmumah (QS. An;Nisa;4 : 142-145)
1.15 Mengartikan dan memahami ayat-ayat Al-Quran
(QS. An-Nisa;4 : 142-155)

STANDAR KOMPETENSI LULUSAN

BUDAYA ALAM MINANGKABAU


1. Peserta didik dapat mengenal dan melakukan sifat-sifat terpuji menurut adat
Minangkabau dalam kehidipan sehari-hari melalui peragaan dan latihan.

2. Peserta didik dapat mengenal sopan santun dalam pergaulan dan dapat melakukannya
dalam kehidupan sehari-hari melalui peragaan dan latihan

3. Peserta didik dapat mengenal dan memahami adat sopan santun menurut adat
Minangkabau dan mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari melalui
peragaan dan latihan.

4. Peserta didik dapat mengenal, mengetahui dan menghayati seni budaya Minangkabau
melalui kegiatan membaca,mendengar dan diskusi.

5. Peserta didik dapat mengenal dan mengetahui harta menurut adat Minangkabau
melalui kegiatan membaca dan diskusi dalam kehidupan sehari-hari melalui peragaan
dan latihan.

PENDIDIKAN ALQURAN
1. Peserta didik mampu membaca Alquran dengan baik, lancar dan benarmenurut kae-
dah limu tajwid ( tajwid yang dimaksud meliputi: makhraj huruf, sifatul huruf, ahka-
mul mad wal qashar, dan ahkamul wakaf wal ibtida )
2. Peserta didik mampu menuliskan ( menyalin ) ayat-ayat alquran sesuai kaedahnya.
3. Peserta didik hafal 10 surat pendek pilihan dalam juz amma

53
4. Peserta didik mampu menyimpulkan isi surat-surat dan ayat-ayat pilihan
5. Peserta didik berperilaku sesuai dengan kandungan surat dan ayat yang telah dipela-
Jari

Uraian Tentang Jenis dan Strategi Pelaksanaan Muatan Lokal

Kelasa / Alokasi Waktu


No Komponen Ket.
I II III IV V VI

1 Budaya Alam Minangkabau - - 2 - 2 2

2 Baca Tulis Al-Quran - 2 2 - 2 2

PENGEMBANGAN DIRI

Pada kurikulum 2006 untuk pengembangan diri hanya dilaksanakan pada kelas
II,III,Vdan Kelas VI , pada kurikulum 2013 tidak ada pengembangan diri yang ada
hanya ekstrakurikuler.
1. Uraian tentang jenis dan strategi pelaksanaan program layanan konseling,
pengembangan bakat, minat, dan prestasi peserta didik
Kegiatan pengembangan diri adalah kegiatan yang bertujuan memberikan kesempatan
kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan
kebutuhan, bakat, dan minat. Kegiatan pengembangan diri dapat dilakukan dalam bentuk
bimbingan konseling dankegiatan ekstrakurikuler.Pengembangan diri terdiri atas 2 (dua)
bentuk kegiatan, yaitu terprogram dan tidak terprogram.
1. Kegiatan pengembangan diri secara terprogram dilaksanakan dengan perencanaan
khusus dalam kurun waktu tertentu untuk memenuhi kebutuhan peserta didik secara
individual, kelompok, dan atau klasikal melalui penyelenggaraan kegiatan sebagai
berikut ini.
Kegiatan Pelaksanaan
Layanan dan kegiatan Individual
pendukung konseling Kelompok: tatap muka guru Kelas
masuk ke kelas
Ekstrakurikuler Kepramukaan
UKS
Olah raga

54
Kegiatan Pelaksanaan
Kerohaniaan
Kesenian
Bahasa Inggeris

2. Kegiatan pengembangan diri secara tidak terprogram dapat dilaksanakan sebagai


berikut.

Kegiatan Contoh
Rutin, yaitu kegiatan yang Piket kelas
dilakukan terjadwal Ibadah
Berdoa sebelum dan sesudah
pembelajaran di kelas
Bakti sosial
Spontan, adalah kegiatan tidak Memberi dan menjawab salam
terjadwal dalam kejadian Meminta maaf
khusus Berterima kasih
Mengunjungi orang yang sakit
Membuang sampah pada tempatnya
Menolong orang yang sedang dalam
kesusahan
Melerai pertengkaran

Keteladanan, adalah kegiatan Performa guru


dalam bentuk perilaku sehari- Mengambil sampah yang berserakan
hari Cara berbicara yang sopan
Mengucapkan terima kasih
Meminta maaf
Menghargai pendapat orang lain
Memberikan kesempatan terhadap
pendapat yang berbeda
Mendahulukan kesempatan kepada
orang tua
Penugasan peserta didik secara bergilir
Menaati tata tertib (disiplin, taat waktu,
taat pada peraturan)
Memberi salam ketika bertemu
Berpakaian rapi dan bersih
Menepati janji
Memberikan penghargaan kepada
orang yang berprestasi
Berperilaku santun
Pengendalian diri yang baik
Memuji pada orang yang jujur
Mengakui kebenaran orang lain
Mengakui kesalahan diri sendiri
Berani mengambil keputusan
Berani berkata benar

55
Kegiatan Contoh
Melindungi kaum yang lemah
Membantu kaum yang fakir
Sabar mendengarkan orang lain
Mengunjungi teman yang sakit
Membela kehormatan bangsa
Mengembalikan barang yang bukan
miliknya
Antri
Mendamaikan

Jenis Pengembangan Diri yang ditetapkan SD. Negeri 17 Cegek adalah sebagai berikut

Nilai-nilai yang
Jenis Pengembangan Diri Strategi
ditanamkan
A. Bimbingan Kemandirian Pembentukan
Konseling (BK) Percaya diri karakter atau
Kerja sama kepribadian
Demokratis Pemberian motivasi
Peduli sosial Bimbingan karier
Komunikatif
Jujur
B. Kegiatan Demokratis Latihan terprogram
Ekstrakurikuler: Disiplin (kepemimpinan,
1. Kepramukaan Kerja sama berorganisasi)
Rasa
Kebangsaan
Toleransi
Peduli sosial
dan lingkungan
Cinta damai
Kerja keras
2. UKS Peduli social Latihan terprogram
Toleransi
Disiplin
Komunikatif

3. Olahraga Sportifitas Melalui latihan rutin


Menghargai (antara lain: bola
prestasi voli, catur, tenis
Kerja keras meja, bola kaki)
Cinta damai Perlombaan olah
Disiplin raga
Jujur

4. Kerohanian Religius Beribadah rutin


Rasa Peringatan hari
kebangsaan besar agama
Cinta tanah air Kegiatan
keagamaan

56
Nilai-nilai yang
Jenis Pengembangan Diri Strategi
ditanamkan
5. Kesenian Disiplin Latihan rutin
Jujur Drumband
Peduli budaya Berkompetisi
Peduli sosial internal dan
Cinta tanah air eksternal
Semangat Pagelaran seni
kebangsaan

Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa

Pada prinsipnya, pengembangan pendidikan budaya dan karakter bangsa tidak


dimasukkan sebagai pokok bahasan tetapi terintegrasi ke dalam mata pelajaran dan
dilaksanakan sesuai dengan kegiatan yang sudah di pengembangan diri dan budaya sekolah.
Guru dan sekolah perlu mengintegrasikan nilai-nilai yang dikembangkan dalam pendidikan
budaya dan karakter bangsa ke dalam KTSP, silabus dan RPP yang sudah ada. Indikator
nilai-nilai budaya dan karakter bangsa ada dua jenis yaitu (1) indikator sekolah dan kelas, dan
(2) indikator untuk mata pelajaran.

Indikator sekolah dan kelas adalah penanda yang digunakan oleh kepala sekolah, guru
dan personalia sekolah dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi sekolah
sebagai lembaga pelaksana pendidikan budaya dan karakter bangsa. Indikator ini berkenaan
juga dengan kegiatan sekolah yang diprogramkan dan kegiatan sekolah sehari-hari (rutin).
Indikator mata pelajaran menggambarkan perilaku afektif seorang peserta didik berkenaan
dengan mata pelajaran tertentu. Perilaku yang dikembangkan dalam indikator pendidikan
budaya dan karakter bangsa bersifat progresif, artinya, perilaku tersebut berkembang semakin
komplek antara satu jenjang kelas dengan jenjang kelas di atasnya, bahkan dalam jenjang
kelas yang sama. Guru memiliki kebebasan dalam menentukan berapa lama suatu perilaku
harus dikembangkan sebelum ditingkatkan ke perilaku yang lebih kompleks.

Pembelajaran pendidikan budaya dan karakter bangsa menggunakan pendekatan


proses belajar aktif dan berpusat pada anak, dilakukan melalui berbagai kegiatan di kelas,
sekolah, dan masyarakat. Di kelas dikembangkan melalui kegiatan belajar yang biasa
dilakukan guru dengan cara integrasi. Di sekolah dikembangkan dengan upaya pengkondisian
atau perencanaan sejak awal tahun pelajaran, dan dimasukkan ke Kalender Akademik dan
yang dilakukan sehari-hari sebagai bagian dari budaya sekolah sehingga peserta didik
memiliki kesempatan untuk memunculkan perilaku yang menunjukkan nilai-nilai budaya dan
karakter bangsa. Di masyarakat dikembangkan melalui kegiatan ekstra kurikuler dengan
melakukan kunjungan ke tempat-tempat yang menumbuhkan rasa cinta tanah air dan
57
melakukan pengabdian masyarakat untuk menumbuhkan kepedulian dan kesetiakawanan
sosial.

Adapun penilaian dilakukan secara terus menerus oleh guru dengan mengacu pada
indikator pencapaian nilai-nilai budaya dan karakter, melalui pengamatan guru ketika seorang
peserta didik melakukan suatu tindakan di sekolah, model anecdotal record (catatan yang
dibuat guru ketika melihat adanya perilaku yang berkenaan dengan nilai yang
dikembangkan), maupun memberikan tugas yang berisikan suatu persoalan atau kejadian
yang memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menunjukkan nilai yang
dimilikinya.
Dari hasil pengamatan, catatan anekdotal, tugas, laporan, dan sebagainya guru dapat
memberikan kesimpulannya/pertimbangan yang dinyatakan dalam pernyataan kualitatif
sebagai berikut ini.
BT: Belum Terlihat (apabila peserta didik belum memperlihatkan tanda- tanda awal
perilaku yang dinyatakan dalam indikator).
MT : Mulai Terlihat (apabila peserta didik sudah mulai memperlihatkan adanya tanda-
tanda awal perilaku yang dinyatakan dalam indikator tetapi belum konsisten)
MB :Mulai Berkembang (apabila peserta didik sudah memperlihatkan berbagai tanda
perilaku yang dinyatakan dalam indikator dan mulai konsisten)
MK : Membudaya (apabila peserta didik terus menerus memperlihatkan perilaku yang
dinyatakan dalam indikator secara konsisten)

C. MUATAN KEKHASAN SATUAN PENDIDIKAN


1. Uraian Tentang Penerapan Pendidikan Kecakapan Hidup
Pendidikan kecakapan hidup bukan mata pelajaran, tetapi substansinya merupakan
bagian integral dari semua matapelajaran, tidak masuk ke dalam struktur kurikulum secara
khusus tetapi dapat disajikan secara terintegrasi berupa paket/model yang direncanakan
secara khusus
Pendidikan kecakapan hidup meliputi kecakapan personal, social, akademik dan atau
vokasional. Untuk kecakapan vokasioanal dapat diperoleh dari satuan pendidikan yang
bersangkutan antara lain malalui mata pelajaran SBDP.

2. Uraian tentang penyelenggara pendidikan berbasis keunggulan lokal


Sesungguhnya untuk SDN 17 Cegek ada satu keunggulan lokal yang dapat dan pantas
untuk dikembangkan yaitunya keterampilan bertani, karena pada umumnya warga Dalam
Koto memiliki usaha pertanian. Sekolah akan berupaya melaksanakan pendidikan berbasis
keunggulan local (bertani) dengan cara terintegrasi dengan pembelajaran Seni Budaya dan
Prakarya

58
3. Uraian tentang upaya sekolah dalam menuju pendidikan berwawasan global
Dalam hal mengupayakan menuju pendidikan berwawasan global, SDN 17 Cegek memang
belum dapat berbuat apa-apa. Hal ini disebabkan karena untuk memberikan perhatian yang
maksimal terhadap pendidikan dari kalangan orang tua dan masyarakat masih sangat jauh.
Masyarakat dan orang tua murid pada umumnya belum lagi memandang pendidikan
sebagai kebutuhan, sehingga kepedulian mereka terhadap pendidikan anak-anak mereka
masih minim, jangankan untuk melebihkan, untuk memenuhi kelengkapan belajar standar
saja masih belum biasa.
Dengan demikian upaya untuk menuju pendidikan berwawasan global masih sulit
untuk diwujudkan, tetapi sekolah secara perlahan-lahan akan berusaha menerapkan
pendidikan berwawasan global dengan cara terintegrasi dengan mata pelajaran.

D. EKSTRAKURIKULER (wajib & pilihan)


1. Fungsi dan Tujuan Ekstrakurikuler
a. Fungsi
Kegiatan ekstrakurikuler pada SDN 17 Cegek memiliki fungsi pengembangan,
sosial, rekreatif, dan persiapan karir.
a). Fungsi pengembangan, yakni bahwa kegiatan ekstrakurikuler berfungsi untuk
mendukung perkembangan personal peserta didik melalui perluasan minat,
pengembangan potensi, dan pemberian kesempatan untuk pembentukan karakter
dan pelatihan kepemimpinan.

b). Fungsi sosial, yakni bahwa kegiatan ekstrakurikuler berfungsi untuk


mengembangkan kemampuan dan rasa tanggung jawab sosial peserta didik.
Kompetensi sosial dikembangkan dengan memberikan kesempatan kepada peserta
didik untuk memperluas pengalaman sosial, praktek keterampilan sosial, dan
internalisasi nilai moral dan nilai sosial.

c). Fungsi rekreatif, yakni bahwa kegiatan ekstrakurikuler dilakukan dalam suasana
rileks, menggembirakan, dan menyenangkan sehingga menunjang proses
perkembangan peserta didik. Kegiatan ekstrakurikuler harus dapat menjadikan
kehidupan atau atmosfer sekolah lebih menantang dan lebih menarik bagi peserta
didik.

d). Fungsi persiapan karir, yakni bahwa kegiatan ekstrakurikuler berfungsi untuk
mengembangkan kesiapan karir peserta didik melalui pengembangan kapasitas.

b. Tujuan
Tujuan pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler pada SDN 17 Cegek:

59
a). Kegiatan ekstrakurikuler harus dapat meningkatkan kemampuan kognitif, afektif,
dan psikomotor peserta didik.

b). Kegiatan ekstrakurikuler harus dapat mengembangkan bakat dan minat peserta
didik dalam upaya pembinaan pribadi menuju pembinaan manusia seutuhnya.

2. Prinsip Pelaksanaan
Kegiatan ekstrakurikuler pada SDN 17 Cegek dikembangkan dengan prinsip sebagai berikut.
a. Bersifat individual, yakni bahwa kegiatan ekstrakurikuler dikembangkan sesuai
dengan potensi, bakat, dan minat peserta didik masing-masing.

b. Bersifat pilihan, yakni bahwa kegiatan ekstrakurikuler dikembangkan sesuai dengan


minat dan diikuti oleh peserta didik secara sukarela.

c. Keterlibatan aktif, yakni bahwa kegiatan ekstrakurikuler menuntut keikutsertaan


peserta didik secara penuh sesuai dengan minat dan pilihan masing-masing.

d. Menyenangkan, yakni bahwa kegiatan ekstrakurikuler dilaksanakan dalam suasana


yang menggembirakan bagi peserta didik.

e. Membangun etos kerja, yakni bahwa kegiatan ekstrakurikuler dikembangkan dan


dilaksanakan dengan prinsip membangun semangat peserta didik untuk berusaha
dan bekerja dengan baik dan giat.

f. Kemanfaatan sosial, yakni bahwa kegiatan ekstrakurikuler dikembangkan dan


dilaksanakan dengan tidak melupakan kepentingan masyarakat.

3. Jenis Kegiatan Wajib dan Pilihan


A. Kegiatan ekstrakurikuler Wajib
Pramuka
Jenis Kegiatan Wajib
Ekstrakurikuler wajibmerupakan program ekstrakurikuler yang harus diikuti oleh seluruh
peserta didik, terkecuali peserta didik dengan kondisi tertentu yang tidak memungkinkannya
untuk mengikuti kegiatan ekstrakurikuler tersebut.
Dalam Kurikulum 2013, Kepramukaan ditetapkan sebagai kegiatan ekstrakurikuler
wajib dari sekolah dasar (SD/MI) hingga sekolah menengah atas (SMA/SMK), dalam
pendidikan dari sekolah dasar hingga sekolah menengah atas. Pelaksananannya dapat bekerja
sama dengan organisasi Kepramukaan setempat/terdekat, dengan demikian ekstra kurikuler
wajib di SDN 17 Cegek adalah Pramuka.
B, Ekstakirikuler Pilihan
1.Bidang Agama
2.Bidang Kesenian

60
3.Bidang Olah Raga.
Jenis Kegiatan pilihan
Ekstrakurikuler pilihanmerupakan kegiatan yang antara lain OSIS, UKS, dan PMR. Selain
itu, kegiatan ini dapat juga dalam bentuk antara lain kelompok atau klub yang kegiatan
ekstrakurikulernya dikembangkan atau berkenaan dengan konten suatu mata pelajaran,
misalnya klub olahraga seperti klub sepak bola atau klub bola voli.
Berkenaan dengan hal tersebut, satuan pendidikan (kepala sekolah, guru, dan tenaga
kependidikan) perlu secara aktif mengidentifikasi kebutuhan dan minat peserta didik yang
selanjutnya dikembangkan ke dalam kegiatan ekstrakurikuler yang bermanfaat positif bagi
peserta didik. Ide pengembangan suatu kegiatan ekstrakurikuler dapat pula berasal dari
peserta didik atau sekelompok peserta didik. Pada SDN 17 Cegek kegiatan ekstrakurikuler
pilihan yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan, bakat, dan minat peserta didik adalah: olah
raga, kesenian, dan keagamaan

4. Teknis Pelaksanaan Kegiatan Ekstrakurikuler


Peserta didik harus mengikuti program ekstrakurikuler wajib (kecuali bagi yang
terkendala), dan dapat mengikuti suatu program ekstrakurikuler pilihan baik yang terkait
maupun yang tidak terkait dengan suatu mata pelajaran di satuan pendidikan tempatnya
belajar.
Penjadwalan waktu kegiatan ekstrakurikuler sudah harus dirancang pada awal tahun
atau semester dan di bawah bimbingan kepala sekolah atau wakil kepala sekolah bidang
kurikulum dan peserta didik. Jadwal waktu kegiatan ekstrakurikuler diatur sedemikian rupa
sehingga tidak menghambat pelaksanaan kegiatan kurikuler atau dapat menyebabkan
gangguan bagi peserta didik dalam mengikuti kegiatan kurikuler.
Kegiatan ekstrakurikuler di SDN 17 Cegek dilaksanakan di luar jam pelajaran
kurikuler yang terencana setiap hari. Kegiatan ekstrakurikuler dapat juga dilakukan setiap
hari atau waktu tertentu (blok waktu). Kegiatan ekstrakurikuler seperti olahraga, kesenian,
dan keagamaan mungkin saja dilakukan setiap hari setelah jam pelajaran usai.
Khusus untuk Kepramukaan, kegiatan yang dilakukan di luar sekolah atau terkait
dengan berbagai satuan pendidikan lainnya, seperti Jambore Pramuka, ditentukan oleh
pengelola/pembina Kepramukaan dan diatur agar tidak bersamaan dengan waktu belajar
kurikuler rutin

5. Tata Cara Penilaian dan Pelaporan Kegiatan Ekstrakurikuler


Penilaian perlu diberikan terhadap kinerja peserta didik dalam kegiatan
ekstrakurikuler. Kriteria keberhasilan lebih ditentukan oleh proses dan keikutsertaan peserta
didik dalam kegiatan ekstrakurikuler yang dipilihnya. Penilaian dilakukan secara kualitatif.

61
Peserta didik diwajibkan untuk mendapatkan nilai memuaskan pada kegiatan
ekstrakurikuler wajib pada setiap semester, nilai yang diperoleh pada kegiatan ekstrakurikuler
wajib kepramukaan berpengaruh terhadap kenaikan kelas peserta didik. Nilai di bawah
memuaskan dalam dua semester atau satu tahun memberikan sanksi bahwa peserta didik
tersebut harus mengikuti program khusus yang diselenggarakan bagi mereka.
Persyaratan demikian tidak dikenakan bagi peserta didik yang mengikuti program
ekstrakurikuler pilihan. Meskipun demikian, penilaian tetap diberikan dan dinyatakan dalam
buku rapor. Penilaian didasarkan atas keikutsertaan dan prestasi peserta didik dalam suatu
kegiatan ekstrakurikuler yang diikuti. Hanya nilai memuaskan atau di atasnya dicantumkan
dalam buku rapor
Satuan pendidikan dapat dan perlu memberikan penghargaan kepada peserta didik
yang memiliki prestasi sangat memuaskan atau cemerlang dalam satu kegiatan
ekstrakurikuler wajib atau pilihan. Penghargaan tersebut diberikan untuk pelaksanaan
kegiatan dalam satu kurun waktu akademik tertentu: misalnya pada setiap akhir semester,
akhir tahun, atau pada waktu peserta didik telah menyelesaikan seluruh program
pembelajaran. Penghargaan tersebut memiliki arti sebagai suatu sikap menghargai prestasi
seseorang. Kebiasaan satuan pendidikan memberikan penghargaan terhadap prestasi baik
akan menjadi bagian dari diri peserta didik setelah mereka menyelesaikan pendidikannya.

BAB III

PENGATURAN BEBAN BELAJAR

Merupakan keseluruhan kegiatan interaksi pembelajaran yang terjadi di sekolah


antara pendidik-peserta didik dan harus diikuti oleh peserta didik dalam satu minggu, satu
semester, dan satu tahun pelajaran. Adapun beban belajar tatap muka pada setiap jenjang
berbeda sesuai dengan karakteristik perkembangan usia peserta didik dan muatan
pembelajaran yang dipelajarinya. Adapun beban belajar tatap muka setiap jenjang satuan
pendidikan adalah sebagai berikut:

A.Beban Belajar Sekolah Dasar


1. Uraian Tentang Pengaturan Alokasi Waktu

a. Beban belajar di Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah dinyatakan dalam jam


pembelajaran per minggu
b. Beban belajar satu minggu Kelas I adalah 30 jam pembelajaran
c. Beban belajar satu minggu Kelas II adalah 31 jam pembelajaran
d. Beban belajar satu minggu Kelas III adalah 32 jam pembelajaran
e. Beban belajar satu minggu Kelas IV, V, dan VI adalah 36 jam pembelajaran
f. Durasi setiap satu jam pembelajaran adalah 35 menit

62
g. Beban belajar di Kelas I, II, III, IV, dan V dalam satu semester paling sedikit
18 minggu dan paling banyak 20 minggu
h. Beban belajar di Kelas VI pada semester ganjil paling sedikit 18 minggu dan
paling banyak 20 minggu
i. Beban belajar di Kelas VI pada semester genap paling sedikit 14 minggu dan
paling banyak 16 minggu
j. Beban belajar dalam satu tahun pelajaran paling sedikit 36 minggu dan
paling banyak 40 minggu.
2. Uraian tentang pengaturan beban belajar tatap muka (TM)
Penugasan Terstruktur(PT) dan Kegiatan Mandiri tidak Terstruktur(KM)

Satuan pendidikan SD/MI menggunakan sistim paket. Sistem paket adalah penyelenggaran
program pendidikan yang peserta didiknya diwajibkan mengikuti seluruh program
pembelajaran dan beban belajar yang sudah ditetapkan untuk setiap kelas sesuai dengan
struktur kurikulum yang ditetapkan SD/MI. beban belajar setiap mata pelajaran pada sistim
paket dinyatakan dalam satuan jam pelajaran.
Beban belajar dalam satuan waktu yang dibutuhkan oleh peserta didik untuk mengikuti
program pembelajaran melalui:
1. Sistim tatap muka
Beban belajar yang digunakan adalah sistem paket sebagaimana tertera dalam struktur
kurikulum, yaitu :
Satu jam Jumlah jam Minggu Waktu
Kelas Pembelajaran pembelajaran per- Efektif Per- Pembelajaran/Jam
Tatap muka/menit minggu tahun Ajaran Per-tahun
1 35 30 36 1.050
2 35 31 36 1085
3 35 32 36 1120
4 35 36 36 1260
5 35 36 36 1260
6 35 36 36 1260

2. Uraian Tentang Pengaturan Beban belajar Tatap Muka (TM), Penugasan


Terstruktur (PT), dan Kegiatan Mandiri Tidak Terstruktur (KM).
Beban belajar penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur ( PR ) bagi
peserta didik maksimum 40 % dari jumlah waktu kegiatan tatap muka dari mata pelajaran
yang bersangkutan sebagai berikut :
1) Beban kerja yang terstruktur seperti latihan waktunya paling banyak 40 % dari 35
menit masing-masing mata pelajaran.

63
2) Beban kerja yang tidak terstruktur ( KMTT ) diberikan tidak melebihi dari 40 %
tatap muka misalnya : setiap 2 jam tatap muka diberikan PR dengan beban 30 menit
kerja siswa.
Waktu penugasan mandiri dan terstruktur dalam seminggu pelajaran maksimal 40%
dari Jumlah tatap muka dengan rincian sebagai berikut :
Penjabaran TM,PT,KMTT Kurikulum 2013 sebagai berikut:
No Mata Pelajaran Jumlah jam tatap Jumlah jam penugasan Ket
muka/minggu mandiri dan terstruktur
1 Pend.Agama dan budi 4x35 menit (140 menit) 56 menit
pekerti
2 Pend. Pancasila dan 5x35 menit ( 175 menit) 70 menit
Kewarganegaraan (kls I,II,IV,V,VI)
6x35menit (210 menit) 84 menit
Kls III

3 Bahasa Indonesia 8x35 menit (280 menit) 112 menit


(I)
9x35 menit(315 menit) 126 menit
(kls II)
10x35 menit (350) 140 menit
(klsIII)
7x35 menit(245 menit) 98 menit
(kls IV,V,VI)
No Mata Pelajaran Jumlah jam tatap Jumlah jam penugasan Ket
muka/minggu mandiri dan terstruktur
4 Matematika 5x35 menit (175 menit) 70 menit
(klsI)
6x35 menit (210 menit) 84 menit
(klsII-VI)
5 Ilmu Pengetahuan Alam 3x35 menit (105 menit) 42 menit
(IV-VI)
6 Ilmu Pengetahuan Sosial 3x35 menit (105 menit) 42 menit
(IV-VI)
7 Seni Budaya dan 4x35 menit ( 140 menit) 56 menit
Prakarya (klsI-III)
5x35 menit(175 menit) 70menit
(klsIV-VI)
8 Pendidikan Jasmani, olah 4x35 menit ( 140 menit) 56 menit
Raga dan Kesehatan (I-VI)
9 Budaya Alam 2x35 menit ( 70 menit) 28 menit

64
Minangkabau
10 Pendidikan Alquran 1x35 menit ( 35 menit) 14 menit

Penjabaran TM, PT,KMTT Kurikulum 2006 sebagai berikut:


No Mata Pelajaran Jumlah jam tatap Jumlah jam penugasan Ket
muka/minggu mandiri dan terstruktur
1 Pend.Agama Islam 3x35 menit (105 menit) 42 menit
2 Pend. Kewarganegaraan 2x35 menit ( 70 menit) 28 menit
3 Bahasa Indonesia 6x35 menit (210 menit) 84 menit
No Mata Pelajaran Jumlah jam tatap Jumlah jam penugasan Ket
muka/minggu mandiri dan terstruktur
4 Matematika 6x35 menit (210 menit) 84 menit
5 Ilmu Pengetahuan Alam 5x35 menit (175 menit) 70 menit
6 Ilmu Pengetahuan Sosial 3x35 menit (105 menit) 42 menit
7 Seni Budaya dan 4x35 menit ( 140 menit) 56 menit
Keterampilan

2. Penugasan terstruktur
3. Kegiatan mandiri tidak terstruktur
Pengaturan beban belajar dimaksudkan untuk mencapai standar kompetensi lulusan
dengan memperhatikan tingkat perkembangan peserta didik. Kondisi SD/MI, sumber dana
dan sumber daya SD/MI.
Contoh pengaturan beban belajar adalah sebagai berikut:
1. Beban belajar kegiatan tatap muka perjam pembelajaran SD/MI berlansung selama 35
menit
2. Beban belajar kegiatan tatap muka perminggu SD/MI
a. Kelas I II dan III adalah masing-maasing 30,31dan 32 jam pembelajaran
b. Kelas IV s/d VI adalah 36 jam pembelajaran
Pemanfaatan 40% dari jumlah waktu tatap muka
Penugasan terstruktur adalah kegiatan pembelajaran yang berupa pendalaman materi
pembelajaran oleh peserta didik yang dirancang oleh pendidik untuk mencapai standar
kompetensi. Waktu penyelesaian penugasan terstruktur ditentukanoleh pendidik.
Kegiatan mandiri tidak terstruktur adalah kegiatan pembelajaran yang berupa
pendalaman materi pembelajaran oleh peserta didik yang dirancan oleh pendidik untuk
mencari standar kompetensi. Waktu penyelesaiannya diatur sendiri oleh peserta didik.
a. Beban belajar penugasan terstruktur bagi peserta didik pada SD/MI maksimum 40% dari
jumlah waktu kegiatan tatap muka dari mata pelajaran yang bersangkutan
1. Beban belajar kegiatan tugas terstruktur dari kegiatan mandiri dan kegiatan mandiri
tidak terstruktur setiap mata pelajaran ditetapkan 15 menit.
2. Beban kegiatan tatap muka perminggu SD/MI
a. Kelas I s/d II adalah 11 s/d 13 jam pembelajaran

65
b. Kelas IV s/d VI adalah 14 s/d 16 jam pembelajaran

B. Beban Belajar Tambahan

2. Rasional pemanfaatan penambahan jam pelajaran/minggu berdasarkan hasil analisis


standar isi dan kebutuhan sekolah, serta aturan yang berlaku
Menurut keputusan kepala kantor Wilayah Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan
Propinsi Sumatera Barat no 011.08.C.1994 Tanggal 1 Februari 1994 pelaksanaan muatan lokal
adalah sebagai berikut :
a.Budaya Alam Minangkabau diajarkan dikelas III, IV, V, dan VI
b.Baca tulis Al quran diajarkan dikelas I sampai dengan kelas VI
c.Bahasa Ingris di ajarkan dikelas IV,V,VI

3. Tabel penambahan jam


Berdasarkan keputusan kepala kantor Wilayah Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan
Propinsi Sumatera Barat no 011.08.C.1994 Tanggal 1 Februari 1994 pelaksanaan muatan lokal
di SD adalah sebagai berikut :

Kelasa / Alokasi Waktu


No Komponen I II III IV V VI Ket.

1 Budaya Alam Minangkabau - - 2 - 2 2

2 Baca Tulis Al-Quran - 2 2 - 2 2

C. Pengaturan Ketuntasan Belajar,Kenaikan kelas, UjiKompetensi dan Kelulusan

1.Ketuntasan Belajar
a. Daftar Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) untuk semua mata pelajaran
pada setiap tingkatan kelas.
1) Kelas II,III,V dan VI
Kriteria Ketuntasan Belajar Minimal
SDN 17 Cegek
Tahun Pelajaran 2016/2017

Kelas Rata-
rata
II III V VI
No Komponen
S M T II

S M T II

S M T II

S M T II
SMTI

SMTI

SMTI

SMTI

1 Pendidikan Agama 7 7 7 75
75 75 75 75 75
5 5 5
2 PKN 7 7 7 75
75 75 75 75 75
5 5 5
3 Bahasa Indonesia 75 75 75 75 7 7 7 75 75

66
5 5 5
4 Matematika 7 7 7 70
70 70 70 70 70
0 0 0
5 IPA 7 7 7 70
70 70 70 70 70
0 0 0
6 IPS 7 7 7 70
70 70 70 70 70
0 0 0
7 SBK 7 7 7 75
75 75 75 75 75
5 5 5
8 Penjaskes 7 7 7 75
75 75 75 75 75
5 5 5
9 BAM 7 7 7 75
75 75 75 75 75
5 5 5
10 Pendidikan Alquran 7 7 7 70
70 70 70 70 70
0 0 0

Rata- Rata 7 7 7 73
73 73 73 73 73
3 3 3

2) Untuk kelas I, dan IV ( Kur 2013 ) KKM untuk seluruh KD Pengetahuan


minimal
2,67 ( B-)
b.Uraian tentang mekanisme dan prosedur penentuan KKM ( Kelas III dan VI)
Unsur- Unsur Penetapan KKM :
1. Kompleksitas
Kesulitan dan kerumitan setiap indikator /KD yang harus dicapai oleh siswa
Tingkat kompleksitas tinggi bila dalam pelaksanaannya menuntut SDM,
waktu, penalaran dan kecermatan
2. Daya Dukung
Yaitu ketersedian tenaga, sarana dan prasarana pendidikan yang sangat dibutuhkan,
BOP, manajemen sekolah, kependidikan stake holder sekolah
3. Intake Siswa
Tingkat kemampuan rata-rata siswa didasarkan pada hasil seleksi PSB, rapor dan
psikotes.
Mekanisme/ langkah KKM ( Kelas III dan VI)
KKM (Indikator) KKM (KD) KKM (SK) KKM (MP)

Ketuntasan belajar peserta didik ditetapkan oleh musyawarah guru kelas,


guru mata pelajaran berdasarkan acuan yang ditetapkan oleh SDN 17 Cegek. Masing-
masing kriteria ketuntasan minimal pada tiap mata pelajaran berbeda-beda setelah
diperhitungkan tingkat kompleksitas, daya dukung dan intake siswa. Hasil dari
perhitungan KKM dari setiap mata pelajaran di SDN 17 Cegek di tetapkan SKBM /
KKM sebagai berikut:
Ketuntasan belajar setiap indikator yang telah ditetapkan dalam suatu

67
Kompetensi Dasar berkisar antara 0 100
Rambu-rambu Penetapan KKM
Rambu-rambu penetapan KMM di SDN 17 Cegek adalah:
1. KKM ditetapkan pada awal tahun pelajaran
2. KKM ditetapkan oleh forum Guru di sekolah
3. Nilai KKM dinyatakan dalam bentuk bilangan bulat dengan rentang 0-100
4. Nilai ketuntasan belajar maksimal adalah 100, minimal 70
5. Sekolah dapat menetapkan KKM di bawah nilai ketuntasan belajar maksimal
6. Nilai KKM harus dicantumkan dalam laporan hasil belajar siswa (LHBS)

Untuk kelas I dan IV KKM untuk seluruh KD Pengetahuan 2,67 ( B-) sesuai tabel
berikut :

RENTANG NILAI KOMPETENSI PENGETAHUAN


No Rentang Nilai Keterangan Predikat
1 0 < D 1,00 Nilai D = lebih dari 0 dan kurang dari D
( 0-45) atau sama dengan 1
2 10,0< D 1,33 Nilai D+ = lebih dari 1 dan kurang dari D+
( 46-50 ) atau sama dengan 1,33
3 1,33<C 1,67 Nilai C- = lebih dari 1,33 dan kurang C-
(51-55) dari atau sama dengan 1,67
4 1,67<C 2,00 Nilai C = lebih dari 1,67 dan kurang C
(56-60) dari atau sama dengan 2,00
5 2,00 <C 2,33 Nilai C+ = lebih dari 2,00 dan kurang C+
(61-65) dari atau sama dengan 2,33
6 2,33<B 2,67 Nilai B- = lebih dari 2,33 dan kurang B-
(66-70) dari atau sama dengan 2,67
7 2,67<B 3,00 Nilai B = lebih dari 2,67 dan kurang B
(71-75) dari atau sama dengan 3,00
8 3,00 <B 3,33 Nilai B+ = lebih dari 3.00 dan kurang B+
(76-80) dari atau sama dengan 3,33

68
9 3,33<A 3,67 Nilai A- = lebih dari 3,33 dan kurang A-
(81-85) dari atau sama dengan 3,67
10 3,67 <A 4,00 Nilai A = lebih dari 3,67 dan kurang A
( 86-100) dari atau sama dengan 4,00

Untuk penghitungan nilai pengetahuan dilakukan dengan cara


menggunakan skala nilai 0 sd. 100, selanjutnya dikonversi pada skala 1 4
Contoh pengolahan nilai aspek pengetahuan dari tema-1 :
Nama Rekap Nilai Harian Tema 1
Siswa UH 1 UH2 UH3 UH4 Rata-rata
Ani 78 76 78 80 78
Ali 84 86 88 86 86

Contoh Rekap nilai aspek pengetahuan Semester I:


Nama Rekap Nilai Setiap Tema Nilai
UTS UAS
Siswa Tema1 Tema2 Tema3 Tema4 Akhir
Ani 78 88 70 79 89 68 79
Ali 86 88 90 88 98 90 92

Rekap diatas, untuk tema 1,2,3, dan 4 angkanya ditetapkan hanya debagai contoh.
Nilai aspek pengetahuan
1. Ani
. NH = 78+88+70+79 = 78,75
4
. NUTS= 89
. NUAS = 68
Nilai RAPOR Ani = 79+89+86= 236 = 79

Nilai Konversi =79/100 x 4 = 3,16(B+)


Kesimpulan: Nilai Ani untuk mata pelajaran tersebut sudah tuntas
C. Uraian Tentang Upaya Sekolah dalam meningkatkan KKM untuk mencapai KKM
ideal (100%)
1. Menciptakan suasana yang kondusif dalam pelaksanaan pendidikan
2. Seluruh tenaga pendidik dan tenaga kependidikan disekolah konsisten
melaksanakan tugas yang diampunya
3. Meningkatkan keprofesionalan guru dan tenaga kependidikan lainnya
4. Menambah jam pelajaran pada pelajaran tertentu sesuai dengan Permen nomor 22
tahun 2006

69
5. Mengalokasikan jam tambahan belajar siswa di luar jam efektif yang tercantum
pada struktur kurikulum
6. Meningkatkan disiplin dalam proses pembelajaran
7. Meninngkatkan kegiatan ekstra kurikuler terutama bidang akademik pada mata
pelajaran tertentu seperti pendidikan agama, PKn, bahasa Indonesia, Matematika,
IPA dan IPS
8. Melaksanakan program perbaikan bagi siswa yang belum mencapai batas
ketuntasan belajar secara optimal sehingga tercapai KKM yang ideal
9. Meningkatkan serta melaksanakan program pengayaan bagi peserta didik yang
telah tuntas
10. Menghadirkan nara sumber dalam upaya meningkatkan mata pelajaran
Matematika
11. Memperbanyak memberikan tugas-rugas secara terstruktur dengan merata setiap
kelas
12. Membangun komunikasi yang lancar dengan orang tua siswa, komite sekolah dan
masyarakat
13. Mematuhi aturan /tata tertib sekolah

2.Kenaikan Kelas
. a.Kriteria Kenaikan Kelas sesuai dengan kebutuhan sekolah dengan
. mempertimbangkan ketentuan yang berlaku.
Kenaikan kelas dilaksanakan setiap akhir tahun pelajaran, setelah pembahasan
dalam rapat dewan guru dengan mempedomani SK Dirjen Mendikdasmen No.12/ c/
kep/ TU/ 2008 sekolah mempertimbangkan kriteria
berikut:

1. Kelas II,III,V dan VI


a). Peserta didik dinyatakan naik kelas minimal 80 % telah menyelesaikan program
pembelajaran dan kehadirannya juga minimal 80 % pada dua semester dikelas
yang diikutinya
b. Memiliki nilai baik untuk aspek kepribadian pada semester yang diikuti
c. Memiliki nilai baik untuk pengembangan diri
d. Tidak memiliki nilai dibawah KKM lebih dari dua.(3 tidak Naik)
e. Nilai rapor mata pelajaran Pendidikan Agama, PKn, dan Bahasa Indonesia tidak
di bawah KKM
f. Kehadiran peserta didik sekurang-kurangnya 90% tidak termasuk sakit
g. Berakhlak, berbudi pekerti dan berperilaku baik
h. Nilai Rata- rata untuk mata pelajaran minimal 7,00

70
KRITERIA KENAIKAN KELAS
NAIK KE
NO KRITERIA
KELAS
Pandai tulis baca,
1. II Pandai berhitung dasar
Tuntas 75% dari seluruh mata pelajaran yang diajarkan
Pandai tulis baca sesuai EYD
Pandai berhitung
2. III
Hafal perkalian
Tuntas 75% dari seluruh mata pelajaran yang diajarkan
Pandai tulis baca sesuai EYD
Pandai berhitung
3. IV Hafal perkalian
Lancar KABATAKU sesuai materi
Tuntas 75% dari seluruh mata pelajaran yang diajarkan
Pandai tulis baca sesuai EYD
Pandai berhitung
Hafal perkalian
4. V
Lancar KABATAKU sesuai materi
Tuntas materi Matematika dan IPA
Tuntas 75% dari seluruh mata pelajaran yang diajarkan
Pandai tulis baca sesuai EYD
Pandai berhitung
Hafal perkalian
5. VI
Lancar KABATAKU sesuai materi
Tuntas materi UN Matematika, IPA dan Bahasa Indonesia
Tuntas 75% dari seluruh mata pelajaran yang diajarkan

b. Uraian tentang Pelaksanaan Penilaian Hasil Belajar Siswa


1. Penilaian hasil belajar meliputi: Ulangan harian, Ulangan tengah semester,
ulangan akhir semester, ulangan kenaikan kelas, ulangan sekolah/ madrasah.

71
2. Ulangan harian adalah kegiatan yang dilakukan secara priodik untuk mengukur
pencapaian kompetensi peserta didik setelah menyelesaikan satu Kompetensi
Dasar ( KD ) atau lebih.
3. Ulangan tengah semester adalah kegiatan yang dilakukan oleh pendidik untuk
mengukur pencapaian kompetensi peserta didik setelah melaksanakan delapan
sampai sembilan minggu kegiatan pembelajaran. Cakupan ulangan meliputi
seluruh indikator yang merepresentasikan seluruh KD pada priode tersebut.
4. Ulangan akhir semester adalah kegiatan yang dilakukan oleh pendidik untuk
mengukur pencapaian kompetensi peserta didik di akhir semester. Cakupan
ulangan meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan semua KD pada
semester tersebut.
5. Ulangan kenaikan kelas adalah kegiatan yang dilakukan oleh pendidik diakhir
semester genap untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik diakhir
semester genap pada satuan pendidikan yang menggunkan sistem paket. Cakupan
ulangan meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan KD pada semester
tersebut.
6. Ujian sekolah/ madrasah adalah kegiatan pengukuran pencapaian kompetensi
peserta didik yang dilakukan oleh satuan pendidikan untuk memperoleh
pengakuan atau prestasi belajar dan merupakan salah satu persaratan kelulusan
dari satuan pendidikan. Mata pelajaran yang dijujikan adalah mata pelajaran
kelompok mata pelajaran Ilmu Pengetahuan dan teknologi yang tidak diujian
dalam ujian nasional dan aspek kognitif dan/ atau psikomotorik kelompok mata
pelajaran agama dan akhlak mulia serta kelompok mata pelajaran kewarganegaran
dan kepribadian yang akan di atur dalam POS Ujian Sekolah/ Madrasah.

Uraian Penilaian pada Kurikulum 2013 ( kelas I dan IV )adalah sebagai berikut
:
a. Karakteristik Penilaian :
1. Belajar Tuntas ,artinyapeserta didik mencapai kompetensi yang ditentukan
asalkan mereka dapat bantuan yang tepat dan diberi waktu sesuai dengan yang
dibutuhkan.
2. Otentik ,artinya memandang penilaian dan pembelajaran adalah merupakan dua
hal yang saling berkaitan
3. Berkesinambungan , artinyadilaksanakan secara terus menerus dan berkelanjutan
selama pembelajaran berlangsung
4. Menggunakan teknik penilaian yang bervariasi ; tertulis, lisan, produk,
portofolio, unjuk kerja, projek , pengamatan dan penilaian diri

72
5. Berdasarkan acuan kriteria,kemampuan peserta didik tidak dibandingkan
dengan kelompoknya tetapi dibandingkan
terhadap kriteria yang ditetapkan.
b. Jenis Penilaian :
Penilaian pendidikan sebagai proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk
mengukur pencapaian hasil belajar pesertA didik mencakup penilaian otentik,
penilaian diri, penilaian berbasis portofolio, ulangan, ulangan harian, ulangan tengah
semester, dan ulangan akhir semester yang diuraikan sebagai berikut :
1. Penilaian otentik merupakan penilaian yang dilakukan secara konprehensif untuk
menilai aspek sikap pengetahuan, keterampilan mulai dari masukan ( INPUT),
Proses,sampai keluaran output pembelajaran.Penilaian otentik bersifat alami apa
adanya, tidak dalam suasana tertekan.
2. Penilaian diri merupakan penilaian yang dilakukan oleh peserta didik secara
reflektif untuk membandingkan posisi relatifnya dengan kriteria yang telah
ditetapkan.
3. Penilaian berbasis portofolio merupakan penilaian yang dilaksanakan untuk
menilai keseluruhan entitas proses belajar peserta didik termasuk penugasan
perseorangan dan atau kelompok didalam dan/atau diluar kelas dalam kurun
waktu tertentu.
4. Ulangan merupakan proses yang dilakukan untuk mengukur pencapaian
kompetensi peserta didik secara berkelanjutan dalam proses pembelajaran untuk
memantau kemajuan dan perbaikan hasil belajar peserta didik.
5. Ulangan Harian merupakan kegiatan yang dilakukan secara periodik untuk
menilai kompetensi peserta didik setelah menyelesaikan satu sub tema.Ulangan
harian terintegrasi dengan proses pembelajaran lebih untuk mengukur aspek
pengetahuan, dalam bentuk tes tulis,tes lisan, dan penugasan.
6. Ulangan Tengah Semester merupakan kegiatan yang dilakukan oleh pendidik
untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik setelah melaksanakan
delapan/sembilan minggu kegiatan pembelajaran.
7. Ulangan Akhir Semester merupakan kegiatan yang dilakukan oleh pendidik
untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik diakhir smester.

c.Teknik Penilaian
Penilaian utuk kelas I, IV dikategorikan dalam 3 aspek
Yaitu sikap, pengetahuan dan keteampilan .
1. Sikap
Penilaian aspek sikap dilakukan melalui observasi, penilaian diri, penilaian antar
teman,dan jurnal
2. Pengetahuan

73
Aspek pengetahuan dapat dinilai dengan cara :
a. Tes tertulis; pilihan ganda, isian, benar salah , menjdohkan dan uraian
b. Tes Lisan
c. Penugasan
3. Keterampilan
Aspek keterampilan dapat dinilai dengan cara:
a. Kinerja atau Performance,
b. Projek
c. Portofolio

3. Uraian Mekanisme dan Prosedur Pelaporan Hasil Belajar peserta didik.


Melaporkan hasil penilaian mata pelajaran pada setiap akhir semester kepada
pimpinan satuan pendidikan dalam bentuk satu nilai prestasi belajar peserta didik disertai
deskripsi singkat sbagai cerminan kompetensi utuh.
Melaporkan hasil penilaian akhlak kepada guru pendidikan agama dan hasil penilaian
kepribadian kepada guru pendidikan kewarganegaraan sebagai informasi untuk
menentukan nilai akhir semester akhlak dan kepribadian peserta didik dengan kategori
sangat baik, baik, atau kurang baik
Hasil US disampaikan kepada satuan pendidikan untuk dijadikan salah satu
pertimbangan dalam seleksi masuk ke jenjang pendidikan berikutnya.
Melaporkan hasil penilaian mata pelajaran untuk semua kelompok mata pelajaran
pada setiap akhir semester kepada orang tua/ wali peserta didik dalam bentuk buku laporan
pendidikan.
Pada akhir semester (rapor)Untuk Kelas II,III,V dan VI
Dengan cara: UH + (tugas, lat, PR, FP)+UTS + SM1
4
Sedangkan untuk nilai rapor kurikulum 2013 dihitung dengan rumus sbb:
Nilai rapor = Rata- rata NH+NUTS+ NUAS
3
Contoh :
. NH = 78+88+70+79 = 78,75
4
. NUTS= 89
. NUAS = 68
Nilai RAPOR = 79+89+86= 236 = 79
3 3
Nilai Konversi =79/100 x 4 = 3,16 (B+)

Pemberian laporan hasil belajar siswa (LHBS) dilakukan pada:

74
a. Pertengahan Oktober (UTS 1)
b. Akhir Desember (SMTR 1)
c. Pertengahan Maret (UTS 2)
d. Akhir Juni (SMTR 2/NAIK Kelas)

4. Uraian Tentang Pelaksanaan Program Remedial dan Pengayaan


Pelaksanaan program remedial dan pengayann di SDN 17 Cegek adalah:
1. Program remedial dilaksanakan setelah ujian UH, jika peserta didik tidak mencapai
ketuntasan belajar (batas KKM)
2. Program remedial klasikal dilaksanakan diluar jam efektif (sore) hari apabila
ketuntasan belajar 50%
3. Program remedial dilaksanakan pada proses pembelajaran setelah UH selesai
apabila yang belum tuntas hanya 50 % dilaksanakan secara individual bukan
klasikal
4. Program pengayaan dilaksanakan apabila peserta didik mencapai nilai ketuntasan /
sama dengan KKM, pengayaan dilaksanakan secara individual memperbanyak
soal-soal serta memberika tugas-tugas tetentu sesuai dengan kompetensi dasar/
materi
5. Pemberiaan pengayaan pada peserta didik yang tuntas dilakukan dengan cara
pengayaan biasa dan pengayaan tingkat tinggi.

4.Kelulusan ( Ujian Sekolah )


A. Kriteria Kelulusan
Kriteria kelulusan berdasar pada ketentuan PP 19 /2005 pasal 72 ayat 1,
Permendiknas No.20 tahun 2016 dan POS US yang berlaku.Seorang siswa dinyatakan lulus
apabila memenuhi dua aspek yaitu aspek akademik dan aspek non akademik
1. Aspek Akademik meliputi:
a. Memenuhi standar kelulusan 4.50 Memenuhi pada mata pelajaran
UN
b. Nilai rata-rata UN minimal 5.00
c. Memenuhi standar kelulusan 5.00 pada mata pelajaran UAS
d. Nilai rata-rata UAS minimal 6.00
e. Mengikuti ujian praktek pada mata pelajaran agama, Bahasa
Indonesia, IPA, Penjaskes, dan SBK
f. Telah memiliki nilai ujian untuk seluruh mata pelajaran yang
diujikan, baik ujian sekolah maupun ujian nasional
g. Memiliki nilai baik untuk empat kelompok mata pelajaran yakni :
- Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia

75
- Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian
- Kelompok mata pelajaran estetika dan
- Kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga dan kesehatan
2.Aspek Non akademik
a. Nilai rata-rata kepribadian (kelakuan, kerajinan dan kerapian) pada semester II kelas
VI minimal baik
b. Kehadiran di SD/MI pada semester I dan II kelas VI minimal 90% dari jumlah hari
efektif.

Bagi siswa yang tidak memenuhi Kriteria Kelulusan aspek akademik dan non akademik
tersebut diatas dinyatakan Tidak Lulus
B. Uraian tentang pelaksanaan Ujian SekolahS

Ujian sekolah adalah kegiatan pengukuran pencapaian kompetensi pserta didik yang
dilakukan oleh satuan pendidikan untuk memperoleh pengakuan atas prestasi belajar dan
merupakan salah satu persyaratan kelulusan dari satuan pendidikan. Mata pelajaran yang
diujikan adalah mata pelajaran kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi
yang tidak diujikan dalam Ujian Sekolah Berstandar Nasional dan aspek kognitif dan/ atau
psikomotorik kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia serta kelompok mata
pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian yang akan diatur dalam POS ujian sekolah
Pelaksanaan US di SDN 17 Cegek 2016/2017 sebelum pelaksanaan UN maka terlebih
dahulu diadakan sosialisasi tentang pelaksanaan UN kepada:
1. Seluruh warga sekolah
2. Seluruh orang tua wali murid termasuk wali murid kelas VI
3. Kepada masyarakat yang berada di sekitar sekolah
Setelah diadakan sosilisasi maka disusunlah program-program untuk melaksanakan
UN antara lain:
1. Menyususn program sukses UN tahun 2016/2017
2. Mengembangkan indikator-indikator yang telah ditetapkan oleh Permendiknas
sesuai dengan standar kompetensi lulusan
3. memprediksi model soal UN terutama untuk mata pelajaran matematika, IPA dan
Bahasa Indonesia
C. Target Kelulusan yang akan dicapai
Berdasarkan kelulusan siswa SDN 17 Cegek tahun pelajaran 2015/2016
peserta didiknya lulus 100%, maka musyawarah dewan guru menargetkan lulusan
peserta didik tahun pelajaran 2016/2017ini sama dengan tahun lalu,dengan berupaya
meningkatkan hasil nilai lulusan sebagai berikut:

76
Nilai rata-rata
Target nilai rata-rata
NO Mata Pelajaran Tahun Pelajaran
Tahun 2016/2017
2015/2016
1 Bahasa Indonesia 76,71 85.00
75,00
2 Matematika 85.00
3 IPA 76,79 85.00
4 Agama 85.00
72,90
5 PKN 85,70 85.00
76,70
6 IPS 85.00

Rata-rata 77,30 85.00

C. Jadwal US Praktek

Hari Mata Pelajaran


I Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan
II Seni Budaya dan Keterampilan
III Praktek Agama
D. Ruang US

1. Ruang kelas yang digunakan aman dan memadai untuk pelaksanaan US.
2. Setiap ruang ujian ditempel kertas yang bertulisanDilarang masuk selain
peserta ujian
3. Setiap ruang ujian ditempati paling banyak 20 peserta dan dua meja untuk
pengawas US.
4. Setiap meja diberi nomor peserta US
5. Denah tempat duduk peserta /denah lokasi ujian
6. Tempat duduk peserta US ditempati satu orang setiap bangku
7. Media/alat peraga yang berkaitan dengan US dikeluarkan daridalam ruangan.
8. Penempatan tempat duduk pesertaUS disesuaikan dengan urutan nomor
peserta ujian.

E. Pengawas ruang UN/US

77
1. Pengawas US adalah guru yang memiliki sikap dan prilaku
disiplin,jujur,bertanggungjawab,telitidanmemegangteguh kerahasiaan
2. Pengawas US di usahakan berasal dari guru yang berasl dari luar sekolah
gugus yang bersangkutan
3. Setiap ruangan diawasi oleh dua orang pengawas
4. Tata tertib Pengawas ruang US
5. Tata tertib peserta US
F. Uraian tentangProgram Sekolah dalam meningkatkan kualitas lulusan
Dalam rangka meningkatkan kualitas lulusan di SDN 17 Cegek tahun
pelajaran 2016/2017 menyelenggarakan program :
a. Meningkatkan program sukses US 2016/2017
b. Mengadakan rapat koordinasi wali murid dengan pihak sekolah
c. Memaksimalkan proses pembelajaran pada waktu pagi
d. Mengadakan jam tambahan belajar sore Senin-Kamis dengan mata pelajaran yang
di US semenjak dari bulan Januari s/d April 2017.
e. Meningkatkan partisipasi orang tua siswa
f. Melaksanakan Try out sekolah,gugus,Kecamatan,kabupaten.
g. Membahas materi materi yang akan diujikan ,membedah SKL.
Program Pasca Ujian Akhir Sekolah
1. Kesiswaan.
1. Siswa tetap hadir disekolah mengikuti kegiatan sekolah diluar PBM.
2. Mempersipkan mental siswa terhadap kemungkinan hasil dari UN/ US
3. Memotivasi siswa untuk melanjutkan kejenjang pendidikan SLTP sederajat
4. Bagi yang belum lulus ujian akhir dimotivasi untuk mengulang tahun depan dan
atau mengikuti ujian paket
2. Sekolah.
a. Pengumpulan hasil US.
b. Pengolaan hasilUS
c. Penetuan kelulusan US berdasarkan kriteria kelulusan
d. Mengumumkan peserta US yang lulus / tidak lulus.
e. Menerbitkan Surat Keterangan Hasil Ujian (SKHU).
f. Evaluasi dan pelaporan US
g. Mendata peserta didik yang melanjutkan pendidikan
h. Pengisian ijazah.
i. Memberikan ijazah.

78
BAB IV

79
KALENDER PENDIDIKAN

80
A. KELENDER PENDIDIKAN T.P 2016 / 2017

81
KELENDER PENDIDIKAN
SEKOLAH DASAR NEGERI 06 KAM ANG SARI
TAHUN PELAJARAN 2016 / 2017

J U L I 2016 AGUSTUS 2016 SEPTEMBER 2016 OKTOBER 2016


Minggu - 3 10 17 24/31 Minggu - 7 14 21 28 Minggu - 4 11 18 25 Minggu - 2 9 16 23/30
Senin - 4 11 18 25 Senin 1 8 15 22 29 Senin - 5 12 19 26 Senin - 3 10 17 24/31
Selas a - 5 12 19 26 Selas a 2 9 16 23 30 Selas a - 5 13 20 27 Selas a - 4 11 18 25
Rabu - 6 13 20 27 Rabu 3 10 17 24 31 Rabu - 7 14 21 28 Rabu - 5 12 19 26
Kamis - 7 14 21 28 Kamis 4 11 18 25 - Kamis 1 8 15 22 29 Kamis - 7 13 20 27
Jumat 1 8 15 22 29 Jumat 5 12 19 26 - Jumat 2 9 16 23 30 Jumat - 7 14 21 28
Sabtu 2 9 16 23 30 Sabtu 6 13 20 27 - Sabtu 3 10 17 24 - Sabtu 1 8 15 22 29

NOVEMBER 2016 DESEMBER 2016 JANUARI 2017 PEBRUARI 2017


Minggu - 6 13 20 27 Minggu - 4 11 18 25 Minggu 1 8 15 22 29 Minggu - 5 12 19 26
Senin - 7 14 21 28 Senin - 5 12 19 26 Senin 2 9 16 23 30 Senin - 6 13 20 27
Selasa 1 8 15 22 29 Selas a - 6 13 20 27 Selas a 3 10 17 24 31 Selas a - 7 14 21 28
Rabu 2 9 16 23 30 Rabu - 7 14 21 28 Rabu 4 11 18 25 - Rabu 1 8 15 22 -
Kamis 3 10 17 24 - Kamis 1 8 15 22 29 Kamis 5 12 19 26 - Kamis 2 9 16 23 -
Jumat 4 11 18 25 - Jumat 2 9 16 23 30 Jumat 6 13 20 27 - Jumat 3 10 17 24 -
Sabtu 5 12 19 26 - Sabtu 3 10 17 24 31 Sabtu 7 14 21 28 - Sabtu 4 11 18 25 -

M A R E T 2017 A P R I L 2017 M A I 2017 J U N I 2017


Minggu - 5 12 19 26 Minggu - 2 9 16 23/30 Minggu - 7 14 21 28 Minggu - 4 12 19 26
Senin - 6 13 20 27 Senin - 3 10 17 24 Senin 1 8 15 22 29 Senin - 6 13 20 27
Selasa - 7 14 21 28 Selas a - 4 11 18 25 Selas a 2 9 16 23 30 Selas a - 7 14 21 28
Rabu 1 8 15 22 29 Rabu - 5 12 19 26 Rabu 3 10 17 24 31 Rabu - 8 15 22 29
Kamis 2 9 16 23 30 Kamis - 6 13 20 27 Kamis 4 11 18 25 - Kamis 1 9 16 23 30
Jumat 3 10 17 24 31 Jumat - 7 14 21 28 Jumat 5 12 19 26 - Jumat 2 10 17 24 -
Sabtu 4 11 18 25 - Sabtu 1 8 15 22 29 Sabtu 6 13 20 27 - Sabtu 3 11 18 25 -

KETERANGAN Dangau Baru,18 Juli 2016


Kepala SDN 06 Kamang Sari
: Libur Umum /Hari Besar : Try Out Kabupaten : Libur Puasa / Hari Raya

: Ulangan Semester : Libur Semester : Try Out Propinsi


: Ulangan tengah Semester : Pra UASBN / UAN : Pembagian Rapor Drs.ADRI
NIP.196606181986031004

82
B. Pengaturan Tentang Permulaan Tahun Pelajaran
Permulaan tahun pelajaran 2016/2017 dimulai pada hari Senin tanggal 18 Juli
2016. Berturut-turut selama tiga hari sampai dengan hari Rabu tanggal 20 Juli 2016
adalah hari pertama sekolah yang diisi dengan kegiatan pengenalan lingkungan sekolah
bagi siswa baru kelas I dan persiapan untuk belajar bagi siswa kelas II sampai kelas VI.
Secara rinci kegiatan pada permulaan tahun pelajaran 2016/2017 adalah sebagai
berikut :
1. Senin 18 Juli 2016 diisi dengan rapat majelis guru dalam rangka persiapan
menghadapi proses belajar mengajar tahun 2016/2017 dan perkenalan dengan siswa
baru kelas I
2. Selasa 19 Juli 2016 diisi dengan kegiatan masing-masing guru membuat dan
menyiapkan segala bentuk perangkat administrasi kelas dan pengajaran, pengenalan
lingkungan bagi siswa baru serta pembenahan ruangan kelas dan pekarangan oleh
masing-masing murid pada tingkatannya yang dibimbing oleh guru kelas masing-
masing.
3. Kamis 21 Juli 2016 dimulai kegiatan belajar mengajar secara efektif dan
dilaksanakan di setiap tingkat kelas berdasarkan jadwal atau daftar pelajaran yang
telah disusun.
Kegiatan pembelajaran itu berjalan berpedoman kepada kalender pendidikan
yang disusun oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Agam.

83
Pengaturan Waktu Belajar Efektif
1. Rincian Minggu Efektif
2. Rincian Waktu Pembelajaran Efektif

ANALISIS HARI BELAJAR EFEKTIF


SEMESTER I ( SATU )
TAHUN PELAJARAN 2016 / 2017
Semester

Jumlah
Kamis

Jum'at
Selasa
Senin

Sabtu
Rabu

Hari
Bulan Kegiatan

1 s/d 16 Juli 2016 Libur


akhir tahun 2015/2016 dan
Libur Awal Ramadhan
Juli 2016 2 2 2 1 2 2 11
1437 H
28 Juli 2016 libur
Peresmiaan ktr UPT
13 s/d 16 Agustus 2016
Keg.HUT RI,17 Agustus
Agustus 2016 4 4 4 4 4 3 23
2016

12 September 2016 Hari


Raya Aidul Adha 1437 H
September
3 4 4 5 5 4 25
2016
semester I

3 s/d 8 Oktober 2016 Ujian


Oktober 2016 3 3 3 3 3 4 19 Tengah Semester

12 s/d 16 November 2016


November Lomba O2sn,Osn,Fl2sn.
3 4 4 4 4 3 22
2016

5 s/d 10 Desember 2016


Ulangan semester
ganjil
12 Desember 2016 Maulid
Nabi Muhamad
Desember
1 2 2 3 3 2 13 24 Desember 2016
2014
Penyerahan Rapor
25 Desember 2016 Hari
Natal
26 s/d 31 Desember 2016
Libur semester ganjil
Jumlah Hari
JUMLAH
16 19 19 20 21 18 113 EfektifSemester I TP 2016
/ 2017

84
ANALISIS HARI BELAJAR EFEKTIF
SEMESTER II ( DUA )
TAHUN PELAJARAN 2016 / 2017

Semester

Jumlah
Jum'at
Kamis
Selasa

Sabtu
Senin

Rabu

Hari
Bulan ktif Kegiatan

1 Januari Tahun Baru 2017 M


2 Januari 2017 Awal Semester
genap 2016/2017
3 Januari Maulid Nabi SAW
Jan. 2017 4 4 4 4 4 3 23 28 Januari 2017 Tahun Baru
Imlek

Febr 2017 4 4 4 4 4 4 24

13 s / d 18 Maret 2017 UTS


genap Tp 2016/2017
Maret 2017 3 2 4 4 4 3 20
28 Maret 2017 Hari raya nyepi
Semester II

April 2017 4 4 4 4 3 5 24 14 April 2017 Wafat Yesus

8 s/d 13 Mei 2017 Prediksi


US SD
15 s.d 20 Mei 2017 Ujian
Mei 2017 2 2 1 1 1 1 8
Kenaikan Kelas
24 s/d 31 Mai 2017 Libur awal
Ramadhan 1438 H

1 s/d 14 Juni 2017


Pembelajaran/Keg Ramadhan
1438 H
15 Juni 2017 Penyerahan rapor
semester genap
Juni 2017 - - - - - - -
19 s.d 30 Juni 2017 libur
akhir Tahun Pelajaran

Jumlah Hari Efektif


JUMLAH 17 16 17 17 16 16 99
Semester II TP 2014 / 2014

85
A. Pengaturan Waktu Libur

Juli 2016 1-6 Libur akhir semester /awal puasa


7-9 Hari pertama sekolah dan masa orientasi siswa
10-24 Hari efektif sekolah
6,13,20,27 Hari mingu
25-31 Libur sebelum dan sesudah 1 syawal 1437 H

Agustus 2016 1-2 Libur sesudah 1 syawal 1435 H


17 HUT RI ke 69
4-30 Hari efektif sekolah
3,10,17.24,31 Hari minggu

Sept. 2016 1-30 Hari efektif sekolah


7, 14, 21, 28 Hari minggu
19-25 Ulangan tengah semester I
Oktober 2016 1-31 Hari efektif sekolah
4-6 Hari raya idul adha 1435 H
25 Tahu baru Hijriyah
5, 12, 19, 26 Hari minggu

November 2016 1-29 Hari hari efektif sekolah


2, 9, 16, 23, 30 Hari minggu

Desember 2016 1-13 Hari efektif sekolah


15-20 Ulangan semester ganjil
22-26 Penampilan bakat dan minat siswa
7,14,21,28 Hari Minggu
27 Penyerahan rapor
25 Hari raya natal
29-31 Libur semester ganjil

Januari 2017 1 Tahun baru 2015 masehi


2-3 Libur semester 1
5-31 Hari efektif sekolah

86
4, 11, 18, 25 Hari minggu
Februari 2017 2-28 Hari efektif sekolah
9-12 Ulangan tengah semester II
1, 8, 15, 22 Hari minggu

Maret 2017 2-31 Hari efektif sekolah


1, 8, 15, 22, 29 Hari minggu

April 2017 1-30 Hari efektif sekolah


5,12, 19.26

Mai 2017 1 Hari buruh Internasional


2-31 Hari efektif sekolah
4-7 Prediksi ujian nasional dan ujian akhir sekolah
14 Hari kenaikan Yesus Kritus
16 Israk Mikraj Nabi Muhammad SAW
2-31 Hari efektif sekolah
4-7 Prediksi ujian sekolah/UN
18-23 Prediksi ujian akhir sekolah
3,10, 17, 24,31 Hari minggu
Juni 2017 1-6 UTK/UMTK
8-13 Ulangan akhir semester 2
16-19 Penampilan bakat dan minat siswa
20 Pembagian rapor
22-30 Libur akhir semester
7, 14, 21, 28 Hari minggu

87