Anda di halaman 1dari 25

PENYAJIAN KASUS

I. IDENTITAS PASIEN

Nama : Nn. US
Jenis Kelamin : Perempuan
Usia : 18 tahun
Agama : Islam
Suku : Melayu
Pendidikan : SMP
Pekerjaan : Tidak Bekerja
Status Pernikahan : Belum Menikah
Status pasien : Baru
Ruang : Melati
Masuk pertama ke RSJD : 18 Juni 2014
Masuk RSJD : 18 Juni 2014

II. RIWAYAT PSIKIATRIK

Data diperoleh dari autoanamnesis dengan pasien pada tanggal 21 dan


22 Juni 2014. Alloanamnesis pada keluarga dilakukan pada tanggal 21 Juni
2014.

A. Keluhan utama

Menurut pasien, ia dibawa ke Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD)


Alianyang karena stres.
Menurut keluarga, pasien di bawa ke RSJD Alianyang karena
marah-marah dan mengamuk kepada ayah, nenek, anggota keluarga
lainnya sampai hendak memukul serta membanting semua barang-
barang didekatnya.

1
B. Riwayat gangguan sekarang
Autoanamnesis
Autoanamnesis Tanggal 21 dan 22 Juni 2014

Pasien mengatakan bahwa dia dibawa ke RSJD Alianyang 3 hari


yang lalu oleh ayahnya. Ia dibawa karena dia stres dan emosi,
kemudian marah-marah kepada ayahnya dan sambil mengatakan Pak
acep kau mau sadar ke ndak kalau ndak ya udah aku tak maapkan,
pasien mengatakannya sambil memukul meja. Pak acep adalah
panggilan pasien kepada ayahnya. Kemudian pasien mengaku
ayahnya mengatakan Kau tak kasian ke dengan pak acep? lalu
pasien mengatakan Aku tak butuh kasian yang aku butuhkan kasih
sayang. Pasien mengatakan ia dibawa ke RSJD Alianyang oleh
ayahnya dan ada 4 orang membawanya dengan mobil sambil diikat.
Pasien mengaku baru pertama kali masuk ke RSJD Alianyang.
Pasien mengaku sering mendapatkan bisikan. Bisikan ini pertama
kali ada sejak setelah dia mengalami kecelakaan 2 tahun yang lalu.
Bisikan semakin sering pada saat 3 hari sebelum masuk ke RSJD.
Bisikannya menyebutkan tetangga-tetangganya mengatainya dan
menjelek-jelekannya dan mengatakan pasaran kau berapa sih,?
Badan kecilpun, lalu pasien marah dan mengatakan Oi tetangga
yang suka ngatain uci, biar bangkai walaupun disembunyikan tetap
kecium. Bisikan yang menjelek-jelekkannya berulang-ulang didengar
oleh pasien.
Pasien mengaku sering mengamuk di rumah karena bapak yang
baru pulang kemudian pergi lagi, sampai-sampai dia menyimpan
kunci rumah agar ayahnya tidak bisa keluar. Pasien mengaku sering
mengamuk sama setiap orang yang mencelakakan dan menjelekkan
namanya, dia mengatakan akan meninju setiap orang yang
menjelekkannya. Pasien mengamuk karena ada bisikan yang
mengatakan cobalah untuk kekerasan jangan mau diremehkan sama

2
orang, selain itu pasien mengaku mendengar suara nabi yang datang
ke bumi sabarlah biarlah orang berkata apa yang penting kamu sabar
dalam diri kamu sendiri, selain itu juga mengatakan bersabarlah jika
ini hidup akan terlalu lama lagi dan kamu ingatlah jangan pernah takut
akan musibah nanti suatu saat akan terbukti mana yang benar suara
ini bergema dan bisikan ini selalu berulang-ulang didengarkannya.
Karena banyaknya suara bisikan yang didengar, pasien mengaku
menjadi susah tidur pada malam hari terutama pada saat 3 hari
sebelum masuk RSJD Alianyang. Pada saat ditanyakan apakah
sekarang masih mendengar suara bisikan, pasien menjawab masih
namun suara tersebut dirasakan sangat jauh darinya.
Pasien mengaku sering melihat hantu yang menjulurkan lidah di
dinding kemudian turun dan menimpanya, kadang melihat pocong dan
banyak setan di rumahnya. Beberapa hari sebelum masuk RSJD
Alianyang dia mengaku melihat pocong di kamar neneknya dan
merasa ketakutan, serta takut nenek akan meninggal kemudian dirinya
menjadi tidak bisa tidur. Pasien mengaku sering melihat hantu juga
sejak setelah kecelakaan 2 tahun yang lalu.
Pasien merasa punya kembaran. Kemudian saat pemeriksa
menanyakan kembali kembarannya itu siapa, pasien menjawab
kembarannya itu jahat dan memasuki tubuhnya pada saat kerasukan.
Pasien mengatakan lagi kembarannya tersebut jahat dan membuat dia
rusak , dia juga mengaku sering dibisikkan oleh kembarannya untuk
menghancurkan diri. Selain itu kembaran yang memasuki tubuhnya
tersebut juga mengendalikan dirinya untuk menampar orang.
Pasien menyebutkan dirinya tidak gila tapi stres karena dari kecil
butuh kasih sayang dan mengatakan hingga saat ini dia tidak tau
dimana ibunya berada. Pasien tau sedang berada di rumah sakit jiwa
tempat orang gila tapi tidak merasa gila.

3
Pasien merasa dibenci oleh orang , orang- orang itu syirik dan iri
dengan keadaanya seperti ini. Sedangkan dia tidak iri dan syirik pada
orang lain. Pasien sering merasa bahwa banyak orang yang mengatai
dan mengejeknya dan bilang dirinya lebay. Kemudian pada saat
sedang mengobrol dengan pasien tiba-tiba pasien merasa tidak mau
ditinggal oleh pemeriksa dan merasa bahwa akan ada yang menampar
pasien.
Pasien mengatakan orang-orang tidak tau pikirannya yang tau
hanyalah dirinya dan Allah, tapi dia kadang tau pikiran orang lain
kemudian sambil melihat teman sekamarnya dan mengatakan orang
itu minta tolong dikeluarkan.
Pasien tidak merasa pikirannya disedot keluar. Pasien tidak percaya
yang begitu . Pasien merasa dirinya adalah dirinya, memang dari kecil
dirinya bisa baca pikiran orang. Dulu dirinya disebut paranormal
banyak orang yang minta diramal olehnya dan menyebutnya
peranormal, namun dia tidak mau dibilang seperti itu dan tidak pernah
mau membaca pikiran orang lagi.
Pasien mengaku punya kekuatan untuk menyembuhkan adiknya,
suatu saat adiknya pilek batuk dengan tenaganya sendiri caranya
dengan mengatakan Ya allah sembuhkan lah adik ku ya Allah,
hamba tidak menginginkan dia sakit lebih baik hamba yang sakit ya
Allah sambil mengoleskan minyak tanah di hidung adiknya dan tidak
lama kemudian langsung sembuh itupun karena adiknya percaya akan
keberadaannya, jika adiknya tidak percaya maka tidak akan sembuh.
Selain itu pasien mengaku tidak memiliki kekuatan apapun dan
berkata dia hanyalah orang biasa dan hanya percaya kepada Allah.
Pasien mengaku sering bicara sendiri, biasanya sama kembarannya,
kadang kembarannya mengatakan jangan lawan orang itu orang itu
lebih bahaye dari kamu, pasien mengatakan sering bicara sendiri
setelah kecelakaan. Pasien mengaku sering diajak bicara dimana saja.

4
Pasien merasa sering mencium bau-bau stanggi yang menurutnya
stanggi itu untuk mayat, dimana stanggi itu tidak pernah terlihat, tetapi
jika terlihat dia mengaku akan menghancurkannya.
Pasien mengaku sering bertengkar dengan teman-teman yang tidak
bisa memahaminya dan suka mengatainya dan dia merasa benci tapi di
mulut saja tapi tidak sampai ke hati.
Pada saat ditanyakan pernah sampai mencoba melakukan ingin
bunuh diri pernah pertama kali waktu dijawa dan sudah lama , yang
kedua kalinya beberapa hari sebelum masuk rumah sakit dan sambil
memegang pisau dan berkata kalau pak acep tak sayang sama uci
bunuh uci .
Pasien merasa sayang sama pak acep dan neneknya serta ibunya,
dan sangat ingin bertemu dengan ibunya yang berada di singkawang ,
kemudian dia bernyanyi lagu yang membuatnya sangat sedih dan
membuatnya teringat pada ibunya.
Pasien mempunyai cita-cita mempunyai jadi artis dan orang
terkenal, pada saat ditanyakan apa itu artis, artis adalah kisah sinetron
dan anjing kritis, kemudian mengatakan tidak tau apa itu artis.
Kemudian pada saat ditanya apa itu koma, koma itu artinya koe makin
canteek.

Alloanamnesis
Alloanamnesis tanggal 21 Juni 2014

Aloanamnesis dilakukan pada ayah kandung yang berusia 40 tahun


dan nenek pasien yang berusia 62 tahun.

Menurut ayahnya, pasien dibawa ke RSJD Alianyang karena sering


emosi dan marah-marah pada orang orang disekelilingnya tanpa
sebab yang jelas dan tidak mau tidur dan sering ketakutan di
kamarnya karena ada suara bisikan. Pasien marah-marah dan tidak
tidur sejak 3 hari sebelum masuk ke RSJD Alianyang.

5
Sebelum dibawa kerumah sakit ngamuk-ngamuk dan hendak
memukul nenek dan ayahnya, dan memecahkan barang-barang.
Menurut keluarga, dia marah-marah karena nenek dan ayahnya suka
memarahinya karena perbuatannya. Nenek sering memberikan nasehat
tapi tidak didengarkan dan kembali marah pada neneknya. Nenek suka
marah masalah apa saja misalnya jangan pergi pulang malam, kalau
pergi harus bilang ke neneknya.
Selain ngamuk-ngamuk tidak tidur selama 3 hari 3 malam, pasien
juga menghidupkan musik house keras-keras sambil joget di ruang
tamu sampai tengah malam. Pasien sering ngamuk pada semua orang
yang berbicara keras padanya atau membuatnya tersinggung.
Menurut ayah dan nenek selama 3 hari 3 malam sering berbicara
sendiri, tapi dulunya juga pernah tapi tidak sesering sekarang.
Pasien dibawa oleh 4 orang ke RSJD Alianyang sambil diikat dan
dibawa menggunakan mobil. Keluarga berencana ingin merukiyah
pasien tapi tidak sempat dilakukan karena terlanjur ngamuk-ngamuk
di rumah.

C. Riwayat gangguan dahulu


1. Riwayat gangguan psikiatri
Pasien belum pernah mengalami hal yang sama sebelumnya
dan belum pernah masuk ke RSJD Alianyang.

2. Kondisi medis umum


Pasien tidak pernah sakit malaria, demam berdarah , tapi
sering demam. Waktu kecil pernah demam panas tinggi sampai
kejang sebanyak 3 kali.
Pasien memiliki riwayat kecelakaan menggunakan sepeda
motor dan mengenai kepalanya 2 tahun yang lalu dan
menyebabkan pasien koma 1 minggu, hilang ingatan 3 minggu.
Pasien dirawat selama 1 bulan di RSUD Dokter soedarso dan

6
suka mengamuk di rumah sakit hingga diikat selama 2 minggu.
Menurut dokter yang merawatnya pasien harus dioperasi, namun
tidak bisa dilakukan di RSUD Dokter Soedarso, sehingga harus
berobat ke Jakarta, namun hal ini tidak dilakukan oleh
keluarganya.

3. Riwayat penggunaan zat psikoaktif


Menurut ayah dan neneknya, pasien merokok di rumah dan
menggunakan obat-obat terlarang seperti sabu, ineks yang dia
sebutkan pada saat dia sedang bicara sendiri. Semenjak habis
kecelakaan pasien sudah mulai merokok. Di rumah tidak pernah
minum alkohol.
Menurut pasien dia merokok dan sering menghabiskan satu
bungkus rokok minimal 3 hari. Pasien pertama kali merokok
pada saat kelas 6 SD dan diajarkan oleh Kak Ayu teman 1
gangnya. Di rumah juga pasien mengaku merokok biasanya di
kamar, tapi juga pernah merokok di depan orang tua dan
neneknya. Selain itu pasien juga mengaku pernah nyimeng
menggunakan ganja, ineks, sabu, heroin bahkan MT code 15
juga pernah dicoba oleh pasien namun tidak pernah
menggunakan suntikan. Pasien mengaku diajarkan oleh teman-
temannya anak-anak gang.Busri dan anak-anak Kapuas. Pasien
mengaku 1 minggu sekali nyabu, biasanya di bayar oleh om-om
kenalannya atau pacarnya. Pasien juga mengaku pernah minum
alkohol di tempat karoke pada saat menemani om-om
kenalannya. Pasien mengaku dibayar oleh om-om tersebut
sebesar 200.000 rupiah pada saat menemani karoke.

D. Riwayat kehidupan pribadi


1. Prenatal dan perinatal
Pasien merupakan anak tunggal dari istri pertama ayahnya.

7
Pasien dilahirkan secara normal dan dibantu oleh bidan di dekat
tempat tinggalnya. Selama hamil, menurut ayah dan nenek
pasien ibu pasien tidak pernah sakit atau mengonsumsi jamu,
maupun obat obatan dari dokter. Pasien menangis spontan
setelah lahir. Pasien pernah mengalami kejang demam pada saat
berumur 7 bulan dan dirawat di rumah sakit.

2. Masa kanak-kanak awal (1-3 tahun)


Tumbuh kembang pasien pada masa ini baik dan normal
sesuai anak seumurnya dan biasa saja namun keluarga lupa
kapan pastinya pasien bisa berbicara, berjalan, dan BAB/BAK
di toilet.

3. Masa kanak pertengahan (3-11 tahun)


Pasien mulai memasuki Sekolah Dasar ketika berusia 6
tahun. Ia merupakan anak yang biasa saja, tidak pernah dapat
ranking di kelas, tapi selalu naik kelas. Pada saat duduk di
sekolah dasar, pasien tergolong anak yang ramah dan mudah
bergaul.

4. Riwayat masa kanak akhir dan remaja


Pasien hanya sampai SMP kelas 2 dan tidak melanjutkan
lagi pendidikannya, namun dia tidak pernah tinggal kelas.
Pasien mengalami kecelakaan pada saat kelas 2 SMP dan
dirawat 1 bulan di rumah sakit. Setelah kecelakaan pasien
melanjutkan sekolahnya, namun pada saat sekolah pasien sering
mengamuk sampai merusak pintu sekolah sehingga diantar
pulang oleh guru-gurunya. Menurut keluarga, semenjak
kecelakaan pasien menjadi sering emosi, tidak bisa diberi
nasehat dan merasa pikirannya paling benar. Sebelumnya pasien
tidak pernah seperti itu.

8
Pada suatu hari pasien tiba-tiba meminta berhenti dari
sekolahnya, dan permintaannya dikabulkan oleh ayah dan
neneknya dengan pertimbangan banyak keluhan yang muncul
dari sekolahnya karena dirinya yang sering mengamuk dan
memukul teman-temannya.
Keluarga pasien mengaku bahwa pasien tidak memiliki
pacar saat sekolah sebelum kecelakaan, tapi jadi mempunyai
banyak pacar dan sering dikenalkan pada ayahnya sejak setelah
kecelakaan. Pasien mengaku memiliki banyak pacar dan lebih
dari 20 orang, selain itu pasien mengaku sudah sering
berhubungan seksual dengan pacarnya ataupun om-om yang
menyewanya. Pasien mengatakan sudah pernah berhubungan
seksual dengan 6 orang, jika berhubungan dengan om-om yang
menyewanya biasanya dibayar 500.000 rupiah untuk sekali
berhubungan.

E. Riwayat masa dewasa


1. Pendidikan
Pasien sekolah hanya sampai kelas 2 SMP.
2. Pekerjaan
Pasien pernah mempunyai keinginan untuk bekerja di sebuah
toko di dekat rumahnya pada saat kelas 1 SMP dengan alasan
bosan tidak ada yang dilakukannya di rumah, namun dilarang
oleh ayahnya dan ayahnya memberi tawaran untuk bekerja di
rumah saja membantu neneknya mengerjakan pekerjaan rumah
seperti mencuci piring, membersihkan rumah dan mencuci
pakaian dan digaji oleh ayanya sebanyak 600.000 rupiah. Diakui
keluarga pasien, pekerjaan ini tidak lama dilakukannya karena
bosan.

9
3. Perkawinan
Pasien belum menikah.

4. Agama
Pasien beragama Islam, menurut pasien sebelum
kecelakaan dirinya sering sholat 5 waktu, namun setelah
kecelakaan tidak pernah mengerjakan sholat lagi.

5. Aktivitas sosial
Menurut keluarga sebelum kecelakaan pasien merupakan
anak yang baik, ramah, mudah bergaul. Ia tidak pernah memiliki
masalah dengan orang-orang di sekitarnya. Hubungan dengan
keluarga dan tetangga baik-baik saja. Namun setelah kecelakaan
pasien jadi sering berkelahi dengan teman-teman sebayanya dan
tetangganya.
Menurut pasien dia memiliki banyak masalah dengan
teman-temannya sampai menampar dan meninju temannya. Dia
merasa sudah terkenal nakalnya di SMP tempat sekolahnya.
Tetapi dia punya teman dekat sebanyak 6 orang dan merasa
hanya ini temannya sedangkan yang lainnya adalah musuh.

6. Riwayat militer
Tidak ada keterlibatan dalam militer.

7. Riwayat pelanggaran hukum


Pasien tidak pernah melanggar hukum dan tidak pernah
masuk penjara.

8. Riwayat psikoseksual
Pasien belum pernah menikah. Namun menurut keluarga
pasien sudah sering berpacaran dan pernah melakukan hubungan

10
seksual, yang diketahui oleh ayahnya pada saat pasien sedang
berbicara sendiri, namun ayahnya tidak yakin.

F. Riwayat keluarga
Pasien merupakan anak tunggal dari istri pertama ayahnya. Ayah
pasien memiliki 4 orang istri. Ayahnya bercerai dengan istri
pertamanya yang merupakan ibu pasien sejak dia berumur 3 bulan,
sejak saat itu pasien diasuh oleh neneknya (ibu dari ayah) yang pada
saat itu sang nenek juga sudah lama bercerai dengan sang kakek. Dari
kecil pasien menganggap sang nenek adalah ibunya dan memanggil
nenek dengan sebutan mamak. Sejak kecil pasien hanya tinggal
dengan neneknya. Sejak kecil pasien sering ditinggal oleh ayahnya
karena ayahnya bekerja di kapal, sering keluar kota untuk bekerja, dan
hanya sesekali pulang ke rumah, sehingga pasien lebih dekat dengan
neneknya dibanding ayahnya.
Ayah pasien memiliki 3 orang saudara dan ayah merupakan anak
ke dua. anak yang pertama adalah kakak perempuan dan anak ketiga
adalah laki-laki. Kakak ayah pasien memiliki 5 orang anak, dimana
semua anaknya tinggal bersama pasien dan neneknya untuk sekolah
dan kuliah, sedangkan orang tuanya berada di Sintang. Namun
sekarang anak-anak kakak ayah pasien sudah tidak tinggal serumah
lagi dengan pasien dan neneknya karena sudah berkeluarga. Sehingga
saat ini pasien hanya tinggal bersama nenek dan adik tirinya. Ayah
pasien jarang pulang ke rumah karena bekerja kapal dan sering ke luar
kota. Jika pulang hanya beberapa hari saja.
Setelah bercerai dari ibu pasien yang merupakan istri pertama,
ayah pasien menikah siri dengan beberapa wanita dan tidak diketahui
oleh pasien. Menurut ayahnya pasien baru mengetahui setelah dia
menikah dengan istri ke empat dan memiliki seorang anak laki-laki.
Pasien sangat menyayangi adik tirinya tersebut yang dari kecil tinggal
satu rumah dengannya dan neneknya.

11
Sejak kecil pasien tinggal sekamar dengan neneknya dan baru
pisah kamar saat kelas 1 SMP. Menurut neneknya pasien sering
pindah-pindah kamar, karena sering merasa bosan.
Berikut ini adalah genogram silsilah keluarga pasien.

Nenek Kakek

Ayah
Ibu

Gambar 1. Genogram Silsilah Keluarga

Keterangan:
Laki-laki Pasien

Perempuan Tinggal serumah

Ibu tiri Adik tiri

Bercerai

12
Berikut ini adalah gambaran denah rumah pasien.

Kamar Kamar pasien Gudang

Kamar Wc

Kamar Ruang keluarga Wc

Kamar dapur

pintu samping

Kamar nenek

Ruang tamu

Pintu depan

G. Situasi kehidupan sekarang


Sekarang pasien sedang menjalani perawatan di RSJD Alianyang
dan sudah 4 hari. Pasien sudah tidak bersekolah lagi hanya sampai
kelas 2 SMP dan tidak memiliki pekerjaan. Sejak kecelakaan dan
berhenti sekolah pasien menjadi anak yang mudah emosi dan marah
dan memiliki pergaulan bebas. Pasien memiliki banyak pacar, sering

13
menemani om-om karoke, ke diskotik serta berhubungan seksual
dengan pacar maupun om-om dan menggunakan narkotika. Pasien
jarang pulang ke rumah dan sering menginap di rumah temannya.

H. Persepsi pasien tentang diri dan kehidupannya, harapan, nilai-


nilai hidup
Pasien mengaku tidak sakit jiwa dan ingin segera pulang. Jika
sudah pulang ke rumah pasien ingin menjadi orang yang berguna bagi
rumah dan keluarganya. Pasien mengaku setelah keluar dari rumah
sakit pasien ingin melanjutkan sekolahnya, namun jika ada pekerjaan
yang halal dia lebih memilih untuk bekerja daripada sekolah.

I. Persepsi keluarga tentang pasien


Sebelum menderita gangguan jiwa, pasien merupakan anak yang
baik, ramah, mudah bergaul , jarang keluar rumah dan merupakan
anak yang periang dan selalu ceria. Keluarga pasien menganggap
kecelakaan 2 tahun yang lalu yang menyebabkan pasien menjadi
seperti sekarang dan tidak merasa bahwa pasien telah diguna-guna.
Keluarga akan berusaha semaksimal mungkin agar pasien bisa
sembuh dan kembali seperti dulu lagi.

III. STATUS MENTAL


Diperiksa tanggal 21 dan 22 Juni 2014
1. Deskripsi umum
a. Penampilan: Kurang rapi, kurang bersih, rambut dikepang dua,
penampilan tidak sesuai usia (terlihat lebih muda dan kekanak -
kanakan).
b. Sikap terhadap pemeriksa: Kontak mata (+), Kurang sopan,
kooperatif.
c. Perilaku dan aktivitas psikomotor: Meningkat.

14
d. Pembicaraan: kontak verbal (+), volume cukup, artikulasi jelas,
intonasi cukup kadang meledak-ledak, pembicaraan lancar dan
relevan.

2. Mood, afek dan keserasian


Mood : Senang
Afek/Emosi : Meningkat
Keserasian : Serasi

3. Pikiran / Proses pikir


Bentuk : Non realistik
Arus : Flight of ideas, asosiasi longgar.
Isi :Waham curiga, delusion of insertion, delusion of
being control.
Persepsi : Halusinasi auditorik, halusinasi visual, halusinasi
olfaktori.

4. Sensorium dan kognisi


a. Taraf kesadaran : Kuantitatif : compos mentis
Kualitatif : berubah
b. Orientasi

Waktu : Baik. Pasien dapat membedakan pagi, siang dan


malam.

Tempat : Baik. Pasien tahu bahwa dia sedang berada di RSJD


Alianyang.

Orang : Buruk. Pasien sering menganggap orang lain sebagai


orang yang dikenalnya.

15
c. Daya ingat

Jangka panjang : Baik. Pasien masih ingat dimana pasien


sekolah saat SD dulu, alamatnya dan masuk
sekolah pada usia berapa.

Jangka sedang : Baik. Pasien masih ingat siapa yang


mengantarnya masuk ke RSJD Alianyang.

Jangka pendek : Baik. Pasien masih ingat kue apa yang


dibawa oleh permeriksa untuk pasien.

Segera : Baik. Pasien masih dengan menyebutkan


kembali 6 digit angka yang disebutkan oleh
pemeriksa, yaitu 975168.

d. Konsentrasi dan perhatian: konsentrasi terganggu, pasien tidak


mampu melakukan pengurangan 100 7 hingga 5 kali.
Perhatian pasien mudah teralih.
e. Kemampuan membaca dan menulis: Pasien mampu membaca
tulisan yang ditunjuk oleh pemeriksa.Pasien juga dapat menulis
dan membaca tulisannya sendiri serta melakukan apa yang
dituliskannya.

Tulisan tangan pasien

f. Kemampuan visuospasial: Baik. Pasien mampu


menggambarkan kembali gambar rumah bertautan setelah
melihat contoh yang diberikan.

16
Gambar pemeriksa Gambar pasien

g. Kemampuan berpikir abstrak:


Baik. Pasien mampu memberikan penjelasan yang benar
mengenai suatu peribahasa umum berakit-rakit kehulu
berenang ketepian, tapi salah menyebutkan arti pribahasa tong
kosong nyaring bunyinya. Pantun paling suka ikan hiu
bergoyang i love u sayang, ikan hiu bertutututu i love u too,
ikan hiu pergi keladang sambil melotot, yuk ngentot.

h. Bakat kreatif:
Menurut pasien dia mempunyai bakat menyanyi. Menurut
keluarga, pasien sering bernyanyi di rumah.

i. Kemampuan menolong diri sendiri: Baik, pasien dapat makan,


minum, mandi sendiri tanpa dibantu.

j. Pengendalian impuls:
Baik. Pasien dapat berespon saat dipukul tangannya.

5. Daya nilai dan tilikan


1. Kesan nilai sosial: Baik, ketika ditanya pada pasien apa yang
akan dilakukannya pada saat melihat teman sekamarnya
terpeleset di kamar mandi, pasien menjawab akan segera
menolongnya dan membantunya berdiri kembali. Berdasarkan
pengamatan pemeriksa, pasien sangat ramah dan baik kepada

17
perawat-perawat dan teman-temannya dan membagikan
makanan yang dia punya kepada teman-temannya, serta
menyuapi teman sekamarnya yang sudah agak tua yang tidak
mau makan siang, sambil berkata bunda harus makan kalau
tidak makan nanti tambah sakit.
2. Daya Nilai Realitas : Terganggu
3. Tilikan : Negatif

6. Taraf dapat dipercaya:


Pasien dapat dipercaya, karena sebagian besar pernyataan yang
diungkapkan pasien sama dengan pernyataan dari keluarganya.

IV. PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK LEBIH LANJUT


Pemeriksaan dilakukan pada tanggal 22 Juni 2014

Pemeriksaan Tanda Vital


Keadaan umum : Baik
Kesadaran : Compos mentis
Tekanan darah : 90/60 mmHg
Frekuensi pernafasan : 20x/menit
Frekuensi nadi : 76x/menit
Berat badan : 38 kg
Tinggi badan : 145 cm
IMT : 18,09 (kurang)

Status Generalis
Kulit : Warna kulit kuning langsat, sianosis (-), terdapat
bekas luka di kedua kakinya.
Kepala : Deformitas (-),sikatriks (-)
Rambut : Warna hitam, Lurus
Mata : Konjungtiva tidak anemis, sklera tidak ikterik.

18
THT : Deviasi septum nasi (-/-), perdarahan (-/-), mukosa
hidung hiperemik (-/-), pembesaran tonsil (T1 /T1),
pemeriksaan telinga luar baik, tidak terdapat
deformitas.
Gigi dan mulut : Tidak terdapat karies gigi
Leher : Tidak ada pembesaran kelenjar getah bening leher
Dada
Jantung : Bunyi jantung I dan II normal, gallop (-), murmur
(-)
Paru : Vesikular, sonor, ronkhi (-), wheezing (-)
Abdomen : Bising usus normal, nyeri tekan (-), nyeri lepas (-)
Alat Kelamin : Tidak Diperiksa
Anus : Tidak Diperiksa
Ekstremitas : Tremor halus (-/-), akral tidak dingin, edema (-/-).

Status Neurologi

Glasgow Coma Scale (GCS)


E4M6V5 = 15
Pupil bulat, Isokor, diameter 3 mm/3 mm
Refleks cahaya Langsung : +/+
Tidak langsung : +/+
Tanda Rangsang Meningeal (TRM)
Kaku kuduk: (-)
Pemeriksaan Motorik :

5555 5555

5555 5555

Pemeriksaan Refleks :
Refleks Fisiologis

19
Biseps : +/+, simetris
Triceps : +/+, simetris
Brachioradialis : +/+, simetris
Patella : +/+, simetris
Tendo achilles : +/+, simetris
Refleks Patologis : babinski (-)

Pemeriksaan Sensorik
Sensibilitas : Tidak ada kelainan

Pemeriksaan Saraf Otonom : Inkontinensia alvi dan urin (-)

V. IKHTISAR PENEMUAN BERMAKNA

Telah diperiksa seorang perempuan berusia 18 tahun, beragama Islam,


belum menikah, pendidikan terakhir SMP, saat ini tidak bekerja. Dari hasil
anamnesis didapatkan keterangan bahwa pasien dibawa ke RSJD Alianyang
atas permintaan ayahnya karena marah-marah dan mengamuk kepada ayah,
nenek, anggota keluarga lainnya sampai hendak memukul serta membanting
semua barang-barang didekatnya. Menurut pasien, pasien diantar ke RSJD
Alianyang karena stres.
Pasien mengaku baru pertama kali masuk RSJD. Pasien belum
menikah dan tidak bekerja. Pasien mengaku sering mendapatkan bisikan.
Bisikan ini pertama kali ada sejak setelah dia mengalami kecelakaan 2 tahun
yang lalu. Bisikannya menyebutkan tetangga-tetangganya mengatainya dan
menjelek-jelekannya, selain itu juga pasien mendengarkan bisikan yang
menyuruhnya untuk mengamuk selain itu pasien juga mendengar suara nabi
yang datang ke bumi sabarlah biarlah orang berkata apa yang penting kamu
sabar dalam diri kamu sendiri, selain itu juga mengatakan bersabarlah jika
ini hidup akan terlalu lama lagi dan kamu ingatlah jangan pernah takut akan
musibah nanti suatu saat akan terbukti mana yang benar suara ini bergema

20
dan bisikan ini selalu berulang-ulang didengarkannya. Pasien mengaku
sering melihat hantu yang menjulurkan lidah di dinding kemudian turun dan
menimpanya, kadang melihat pocong dan banyak setan di rumahnya.
Beberapa hari sebelum masuk RSJD Alianyang dia mengaku melihat
pocong di kamar neneknya dan merasa ketakutan, serta takut nenek akan
meninggal kemudian dirinya menjadi tidak bisa tidur. Pasien merasa sering
mencium bau-bau stanggi yang menurutnya stanggi itu untuk mayat, dimana
stanggi itu tidak pernah terlihat, tetapi jika terlihat dia mengaku akan
menghancurkannya. Pasien merasa punya kembaran. Kemudian saat
pemeriksa menanyakan kembali kembarannya itu siapa, pasien menjawab
kembarannya itu jahat dan memasuki tubuhnya pada saat kerasukan. Pasien
mengatakan lagi kembarannya tersebut jahat dan membuat dia rusak , dia
juga mengaku sering dibisikkan oleh kembarannya untuk menghancurkan
diri. Selain itu kembaran yang memasuki tubuhnya tersebut juga
mengendalikan dirinya untuk menampar orang. Pasien menyebutkan dirinya
tidak gila tapi stres karena dari kecil butuh kasih sayang dan mengatakan
hingga saat ini dia tidak tau dimana ibunya berada. Pasien tau sedang berada
di rumah sakit jiwa tempat orang gila tapi tidak merasa gila. Pasien merasa
dibenci oleh orang , orang- orang itu syirik dan iri dengan keadaanya seperti
ini. Sedangkan dia tidak iri dan syirik pada orang lain. Pasien sering merasa
bahwa banyak orang yang mengatai dan mengejeknya dan bilang dirinya
lebay. Kemudian pada saat sedang mengobrol dengan pasien tiba-tiba pasien
merasa tidak mau ditinggal oleh pemeriksa dan merasa bahwa akan ada
yang menampar pasien.
Keluarga pasien menganggap pasien adalah anak yang baik, ramah
mudah bergaul, periang dan jarang keluar rumah pada saat sebelum
kecelakaan. Sebelum sakit pasien merupakan anak yang aktif di sekolah dan
sering megikuti kegiatan ekstrakurikuler seperti pramuka dan olahraga.
Pasien juga memiliki banyak teman dan tidak pernah berkelahi dengan
temannya. Pasien jarang marah-marah pada nenek, ayah dan juga orang
dilingkungan sekitar. Pasien juga tidak pernah pacaran sebelumnya dan juga

21
sering membantu pekerjaan neneknya.
Saat ini menurut keluarga, pasien sering marah marah terhadap semua
orang, pasien tidak boleh tersinggung sedikit saja dan tidak boleh
dinasehati. Pasien juga menjadi bebas mempunyai banyak pacar, jarang
pulang ke rumah, menggunakan narkotika dan berhubungan seksual dengan
siapa saja. Keluarga menganggap pasien menderita penyakitnya akibat
kecelakaan yang dialaminya 2 tahun yang lalu. Pemeriksaan fisik
menunjukkan keadaan pasien baik.

VI. USUL PEMERIKSAAN


-

VII. DIAGNOSIS MULTIAKSIAL


Aksis 1 : F30.20 Mania dengan gejala psikotik
Aksis 2 : ciri kepribadian premorbid : periang, mudah bergaul,
ramah. Setelah kecelakaan: mudah marah, kasar,
suka berkelahi.
Aksis 3 : -
Aksis 4 : Masalah berkaitan pendidikan
Masalah berkaitan lingkungan sosial
Aksis 5 : GAF 30 21 (gangguan berat dalam komunikasi dan
kemampuan penilaian, tidak mampu berfungsi
hampir pada semua bidang)

DAFTAR MASALAH
a. Organobiologik :-
b. Psikologis
Penampilan pasien kurang rapi, kurang bersih, rambut dikepang
dua, penampilan tidak sesuai usia (terlihat lebih muda dan kekanak
- kanakan). Sikap terhadap pemeriksa kurang sopan. Pasien

22
memiliki perilaku dan aktivitas psikomotor yang meningkat. Mood
pasien senang, afek/ emosi meningkat dan terdapat keserasian afek
dan isi pembicaraan. Bentuk pikir autistik dan non realistik. Arus
flight of ideas dan asosiasi longgar. Isi berupa wahamcuriga,
delusion of insertion, delusion of being control. Terdapat gangguan
persepsi berupa halusinasi auditorik, halusinansi olfaktori dan
halusinasi visual. Kesadaranberubah secara kualitatif.Disorientasi
terhadap orang orang disekitarnya. Konsentrasi dan perhatian
terganggu. Penilaian terhadap realita terganggu,tilikan negatif.

c. Sosial
1) Masalah dengan pendidikan
2) Masalah dengan lingkungan sosial

VIII. PENATALAKSANAAN
a. Hospitalisasi
Untuk keamanan diri dan lingkungan, serta stabilisasi pengobatan
sehingga gejala yang dialami tidak bertambah berat.
b. Farmakologi
Antipsikosis :Haloperidol tablet 2mg 2x1
Trifluoperazine 2 mg, 2x1

c. Psikoterapi
1) Psikoterapi Suportif
a) CBT ( Cognitive Behavior Therapy)
Terapi kognitif perilaku yang mengutamakan perubahan
pikiran pasien terhadap kondisinya sehingga mengubah
persepsi pasien terhadap lingkungan. Terapi ini
diberikan dengan syarat apabila gejala gejala psikotik
pasien telah mereda.

23
b) Konseling
Memberikan konseling pada pasien untuk tetap
melanjutkanpendidikannya.

2) Terapi Keluarga
1. Edukasi keluarga tentang penyakit pasien, gejala,
kemungkinan penyebab, dan pengobatan yang dijalani
pasien. Memberi informasi bahwa penyakit ini sulit
disembuhkan dan memerlukan waktu lama untuk
pengobatannya, sehingga keluarga diharapkan
menerima kondisi pasien dan memberikan dukungan
positif kepada pasien.
2. Mengajak keluarga untuk berpartisipasi dalam
mendukung kepatuhan pasien terutama dalam
menjalankan terapi, terutama mengawasi pasien saat
minum obat.
3. Disarankan kepada keluarga untuk menjalin hubungan
yang harmonis dengan pasien, serta memperlakukan
pasien dengan baik (tidak mengacuhkan atau menjauhi
pasien dan tidak membuatnya tersinggung) untuk
mendukung kesembuhan pasien.

IX. PROGNOSIS

Quo ad Vitam :dubia ad malam


Quo ad Functionam : dubia ad malam
Quo ad Sanationam : dubia ad bonam

24
25