Anda di halaman 1dari 13

Pemanfatan Feses Sapi Sebagai Biogas

Disusun oleh :

Giri Akbar Atori (J3I126114)

Hawa Anggita W (J3I216086)

Ira Safitri (J3I216130)

Zahra Hamada Aziz (J3I216120)

TEKNOLOGI DAN MANAJEMAN TERNAK


PROGRAM DIPLOMA
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
2016
Kata Pengantar

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, berkat
limpahan rahmat dan karunia-Nya sehingga kami dapat menyusun makalah ini
dengan baik dan selesai tepat pada waktunya.Dalam makalah ini kami membahas
Pemanfaatan Feses Sapi Sebagai Biogas.

Makalah ini dibuat setelah melakukan observasi dan studi litelatur. Serta
bantuan dari berbagai pihak.Oleh karena itu, kami ucapkan terimakasih kepada
semua pihak yang telah membantu dalam menyusun makalah ini.

Kami harap makalah ini dapat berguna baik secara teoritis maupun secara
praktis untuk menambah wawasan serta pengetahuan kita mengenai manfaat dari
feses sapi menjadi biogas yang dapat menggantikan bahan bakar fosil.

Kami menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam makalah


ini.Oleh karena itu, kami mengundang pembaca untuk memberikan saran dan
kritik yang dapat membangun kami dan menyempurnakan makalah selanjutnya.

Sukabumi, 13Desemberr 2016

Penulis

i
Daftar Isi
Kata Pengantar ..................................................................................................................... i
Daftar Isi..............................................................................................................................ii

Bab I.................................................................................................................................... 1
Pendahuluan ........................................................................................................................ 1
1.1Latar Belakang ........................................................................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah ..................................................................................................... 2
1.3 Tujuan ....................................................................................................................... 2
1.4 Tinjauan Pustaka ....................................................................................................... 2
1.5 Teknik Penulisan....................................................................................................... 3
Bab II .................................................................................................................................. 4
Pembahasan ........................................................................................................................ 4
2.1 Dasar Teknologi Biogas............................................................................................ 4
2.1 Prinsip Kerja Reaktor Biogas ................................................................................... 5
2.3 Biogas Dalam Kehidupan Sehari-Hari...................................................................... 6
Bab III ................................................................................................................................. 8
Simpulan dan Saran ............................................................................................................ 8
3.1 Simpulan ................................................................................................................... 8
3.2 Saran ......................................................................................................................... 8
Lampiran ............................................................................................................................. 9
Dafar Pustaka ..................................................................... Error! Bookmark not defined.

DAFTAR TABEL

Table 1 Komposisi Biogas .................................................................................................. 5

ii
Bab I

Pendahuluan
1.1 Latar Belakang

Permintaan kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) dan gas alam di


Indonesia baik untuk keperluan industri, transportasi, dan rumah tangga dari
tahun-ketahun semakin meningkat.Hal ini menyebabkan ketersediaan minyak
bumi menjadi langka dan harganya melambung tinggi. Pemerintah indonesia pun
mulai mencari terobosan baru dalam menciptakan energi alternatif yang jauh lebih
murah dari energi minyak bumi.

Salah satu terobosan terbaru adalah dengan memanfaatkan feses sapi


menjadi energi alternatif (Biogas).Meskipun masih dalam skala rumah
tangga,sumber energi Biogas dapat dimanfaatkan ditengah kelangkaan energi
minyak bumi.Selain untuk mengantisipasi kelangkaan energi minyak,penggunaan
dari energi Biogasadalah upaya dalam mengurangi pencemaran lingkungan akibat
feses sapi.Sangat diharapkan penggunaan terobosan ini dapat membantu
mengatasi kelangkaan energi minyak bumi yang terjadi saat ini.

1
1.2 Rumusan Masalah

1. Bagaimana cara memanfaatkan feses sapi menjadi Biogas?


2. Apakah pemanfaatan tersebut berhasil menjadi Biogas?
3. Bagaimana mengaplikasikan Biogas sebagai bahan bakar alternatif
kepada masyarakat?

1.3 Tujuan
1. Untuk mengetahui pemanfaatan limbah feses
2. Untuk memanfaatkan Biogas sebagai pengganti bahan bakar
3. Untuk mengurangi pencemaran lingkungan

1.4 Tinjauan Pustaka

1. Menurut jurnal yang disusun oleh Tuti Haryanti yang dimuat dalam
Wartazoa Vol. 16 No.3 th 2006 yang berjudul BIOGAS: Limbah
Peternakan yang Menjadi Suatu Energi Alternatif mengatakan Biogas
adalah bahan bakar yang tidak mengahasilkan asap merupakan suatu
pengganti yang unggul untuk menggantikan bahan bakar minyak atau gas
alam. Gas ini dihasilkan oleh suatu proses yang disebut proses pencemaran
anaerobik, merupakan gas campuran methan (CHu), karbon dioksida(CO2),
dan sejumlah kecil nitrogen amonia, sulfur oksida, hidrogen sulffida dan
hidrogen.
2. Menurut Sunari (2006) dalam bukunya yang berjudul Beternak Kerbau
menyatakan kotoran ternak kerbau dapat dijadikan bahan pembuatan gas
bio yang diproduksi dalam lubang pencerna(dipgester) secara tertutup
rapat selama 1 3 bulan. Gas ini dibutuhkan untuk penerangan, kompor,
petromaks, dan lain-lain. Sementara itu kotoran sisa gas bio dapat
digunakan menjadi pupuk organik atau dikeringkan menjadi bahan bakar
(arang).

2
3. Menurut Chafidz Baihaki dalam bukunya yang berjudul Beternak Sapi
mengatakan limbah sapi dapat dimanfaatkan menjadi pupuk, bahan pakan,
dan substrat produksi Biogas.
4. Chafidz Baihaki juga mengatakan dalam bukunya yang berjudul Beternak
Sapi tentang berpenguraian zat organik yang kompleks menjadi suatu
asam organik melalui proses fermentasi ini melibatkan mikroorganisme
yang terdiri dari kelompok bakteri asam.
5. Chafidz Baihaki juga mengatakan dalam bukunya yang berjudul Beternak
Sapi tentang pengaliran limbah tinja dan urine, harus harus berpedoman
terhadap jumlah populasi ternak yang dipelihara, jumlah dan bentuk
ransum yang dikonsumsi serta penggunaan air.

1.5 Teknik Penulisan

Untuk mendapatkan data dan informasi penulis menggunakan


metode, meliputi teknik pengamatan langsung atau observasi, teknik
wawancara dan teknik studi kepustakaan.Kami juga mencari bahan dan
sumber-sumber dari beberapa jurnal dan beberapa buku referensi.

3
Bab II
Pembahasan

2.1 Dasar Teknologi Biogas

Biogas adalah gas yang mudah terbakar yang dihasilkan oleh


fermentasi bahan-bahan organik oleh bakteri-bakteri anaerob.Pada umumnya
semua jenis bahan organik bisa diproses untuk menghasilkan Biogas, namun
hanya bahan organik homogen seperti kotoran dan urine hewan ternak yang
cocok.Selain feses ternak, kita juga bisa memanfaatkan feses manusia sebagai
bahan untuk menghasilkan Biogas.

Jenis bahan organik yang diproses dapat mempengaruhi sistem kerja


Biogas seperti temperatur digester, pH, tekanan, dan kelembapan udara.
Bahan organik dimasukan ke dalam ruangan tertutup (digester) sehingga
bakteri aka aktif berperan membusukan bahan organik yang kemudian
menghasilkan gas (Biogas). Gas yang terkumpul lalu disalurkan melalui pipa
menuju tabung penyimpanan gas atau langsung ke tempat penggunaan.

Manfaat energi Biogas adalah pengganti bahan bakar, khususnya


minyak tanah dan biasanya digunakan untuk memasak. Kotoran ternak akan
menjadi sangat berharga jika kebersihan kandang dan ternak dapat dirawat dan
dijaga kebersihanya.

Limbah atau ampas Biogas, yaitu kotoran ternak yang sudah hilang
gasnya adalah pupuk organik yang sangat bermanfaat bagi tanaman. Pupuk
organik ampas ini kaya akan unsur-unsur tertentu sebagai protein, selulosa,
lignin dan lain-lain.

Penerapan teknologi baru kepada masyakat merupakan sebuah


tantangan berat karena rendahnya sumber daya manusia terlebih lagi dengan
teknologi Biogas ini.Menurut Bapak Jumu dari salah satu komunitas bernama
Gede Jaya penerapan Biogas ini sangat sulit diaplikasikan kepada masyarakat

4
karena kebanyakan dari masyarakat yang ada di Indonesia menginginkan
sesuatu yang praktis dan gratis.Masyarakat sudah sangat setuju dengan adanya
Biogas sebagai bahan bakar pengganti bahan bakar minyak bumi, tetapi
mereka belum mempunypai fasilitas untuk mengoperasikannya secara
mandiri.Perlu adanya sosialisasi untuk bisa mengembangkan Biogas ini
kepada masyarakat luas.

2.2 Prinsip Kerja Reaktor Biogas

Pada dasarnya prinsip kerja menghasilkan Biogas merupakan hasil dari


aktivitas bakteri sianya adalah CO2.Bakteri ini hidup tanpa udara (anaerob).
Proses anareb ini bergantung pada kelangsungan bakteri dalam reaktor
sehingga perkembangbiakan bakteri perlu diperhatikan, misalnya temperatur,
keasaman, dan jumlah bahan organik yang dicerna bakteri.

Untuk membuat reaktor Biogas sehari-hari diperlukan beberapa hal


berikut:

Table 1 Komposisi Biogas

Air Untuk
Pengisian JumlahTenak
Pengisian Diganti
Ukuran Slurry Yang
Perdana Dengan
Reaktor Harian Dibutuhkan (di
(Kg) Slurry
(Kg) dalam kandang)
(Liter)

4 1600 32 32 3-4

6 2400 48 48 5-6

8 3400 64 64 7-8

10 4000 80 80 9-10

12 4800 96 96 11/12/10

5
Proses-proses reaktor Biogas :

1. Buat campuran kotoran ternak dan air dengan perbandingan 1 : 1


2. Masukkan bahan Biogas ke dalam reaktor melalui tempat
pengisian, lalu berlangsung proses produksi Biogas di dalam
reaktor.
3. Kurang dari 10 hari reaktor dan penampungan Biogasakan
mengembung dan mengeras karena Biogas yang telah dihasilkan.
4. Sesekali reaktor gas digoyangkan agar gas yang berada dibawah
naik keatas.
5. Pengisian bahan Biogas dapat dilakukan setiap hari.

Menurut Chafidz Baihaki dalam bukunya yang berjudul Beternak


Sapi mengatakan 1 KWH dapat dihasilkan dari 250 ekor sapi.Dan suatu
digester, setiap harinya dapat memproduksi gas antara 1.1 1.5 m3 dari
jumlah tersebut, 18%-nya dapat dihasilkan energi listrik dan 55%-nya
dapat diproduksi energi panas.

2.3 Biogas Dalam Kehidupan Sehari-Hari

Setelah dilakukan pengamatan dan uji coba pemanfaatan feses sapi


menjadi Biogas berhasil menurut Bapak Jumu keberhasilan Biogas ini
ternyata ditandai dengan penyalaan kompor.Gas tersebut disalurkan langsung
dari tabung penampungan dialiri melalui selang lalu langsung ke kompor.
Nyala apinya pun sama seperti gas-gas umum lainnya. Pendapatnya juga
dengan menggunakan Biogas ini dapat mengurangi biaya membeli bahan
bakar minyak dan mengurangi pengunaan kayu bakar. Walaupun masyarakat
masih awam akan pengunaan Biogas ini.

Biogas ini merupakan energi alternatif karena bisa mengantikan


pemakaian gas-gas lain. Hal ini dibuktikan dengan feses sapi merupakan

6
senyawa organik dan dapat diperbaharui tidak seperti bahan bakar minyak
bumi.Teknologi Biogas ini sudah banyak dijadikan alternatif masyarakat
khususnya para peternak dalam menjalankan kegiatan sehari-hari baik dalam
memasak maupun penerangan.Sebagian masyarakat bukan dari para peternak
beberapa dari mereka sudah memanfaatkan hasil gas dari feses ini.Walaupun
masih ada masyarakat yang masih meragukan Biogas ini, karena
menimbulkan bau yang tidak sedap. Padahal menurut Bapak Jumu yang kami
wawancarai, gas yang dihasilkan oleh Biogas ini tidak berbau apapun bahkan
hampir sama dengan gas pada umumnya. Penggunaan gas ini tergantung pada
pemakaian kita sehari-hari seperti gas umum lainnya.

7
Bab III
Simpulan dan Saran

3.1 Simpulan

Simpulan dari makalah ini adalah untuk memberi tahu kepada pembaca
bahwa feses sapi tidak hanya dapat dimanfaatkan sebagai pupuk dan bahan pakan,
melainkan juga dapat digunakan sebagai sumber bahan bakar alternatif pengganti
bahan bakar minyak (BBM) dan gas alam yaitu Biogas. Biogas dapat dijadikan
alternatif ditengah kelangkaan dan mahalnya harga BBM dan gas alam yang
terjadi di Indonesia. Biogas dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan
energi gas skala rumah tangga dan untuk mengurangi pencemaran lingkungan
yang dihasilkan oleh feses sapi.

3.2 Saran

Penulis berharap dengan ditulisnya makalah ini para peternak dan


masyarakat dapat memanfaatkan feses sapi sebagai Biogas, karena saat ini
ketersediaan bahan bakar minyak dan gas di Indonesia mulai berkurang. Biogas
dapat dimanfaatkan untuk skala rumah tangga dan cara pembuatannya pun tidak
terlalu rumit sehingga sangat berguna bagi kalangan menegah ke bawah untuk
memiliki energi gas dengan harga yang terjangkau.

8
Lampiran

9
DAFTAR PUSTAKA

Atohira. 2010. Pedoman Pengguna Biogas Rumah. Bandung(ID). Biogas Rumah.

Haryati T. 2006. Biogas:Limbah Peternakan yang Menjadi Sumber Energi Alternatif.


Bogor (ID). Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan Badan Penelitian
dan Pengembangan Pertanian.

10