Anda di halaman 1dari 21

Contoh Perhitungan Tikungan Gabungan Searah

Berikut ini diberikan contoh penerapan penggunaan prinsip-prinsip geometrik jalan


dengan kurva berbentuk tikungan searah.

Adapun data-data koordinat titik-titik penting pada sketsa di atas adalah seperti
ditampilkan pada Tabel 4 dibawah ini.

Koordinat
Titik
X (m) Y (m)
A 5.125 5.025
PI1 5.325 5.115
PI2 5.515 5.110
B 5.715 5.165

Hitunglah kurva data untuk PI1 dan PI2 serta jelaskan apakah kalau ditinjau dari aspek
perencanaan geometrik jalan, tikungan gabungan balik yang dicakup oleh garis A-PI1-
PI2-B memenuhi syarat jika diantara PI1- PI2 direncanakan pembuatan jembatan dengan
as jembatan berupa garis lurus, panjang jembatan 20 meter dan titik awal jembatan
berada pada jarak 85 meter dari titik PI1.

Jawaban:

Urutan Perhitungan:

a. Menentukan Kecepatan Rencana


Dengan diketahui fungsi jalan Arteri dan klasifikasi medan Perbukitan, maka
kecepatan rencana dapat ditentukan dari Tabel 3.8 (Bab III) yaitu 60 80 Km/jam.
Dalam hal ini ditetapkan kecepatan rencana, VR = 60 Km/jam.
Nilai VR yang telah ditetapkan akan digunakan untuk perhitungan kurva data pada
tikungan PI1 dan PI2.

b. Menentukan Radius Tikungan Minimum


Kurva data untuk PI1 dan PI2 diperhitungkan dengan memberikan kemungkinan
bentuk tikungan S-C-S, S-S, atau F-C. Tipe tikungan manapun yang akan dipilih,

1
semua pilihan mengharuskan terlebih dahulu menentukan nilai radius tikungan
minimum (Rmin).
2
VR
Radius minimum dihitung dengan rumus: R min (rumus 4.1)
127(e maks fmaks )

emaks = 10% = 0,01 (jalan antar kota)


fmaks = - 0,00065 VR + 0,192 untuk VR < 80 km/jam, (rumus 4.2)
fmaks = - 0,00065*60 + 0,192 = 0,15
60 2
Rmin = 112,04 m
127(0,10 0,15)

c. Menghitung sudut 1 dan 2


Untuk menghitung besarnya sudut 1 dan 2 didasarkan atas data koordinat yang
ditentukan pada soal (perhatikan Tabel dan gambar dibawah).
Garis A-PI1-PI2-B adalah merupakan trase jalan yang akan direncanakan.

Koordinat
Titik
X Y
A 5.125 5.025
PI1 5.325 5.115
PI2 5.515 5.110
B 5.715 5.020

1
PI1 1
2
2 PI2

3
2

1
A

Gambar 4. Trase Jalan dengan Tikungan Gabungan Searah

2
Perhitungan sudut 1 dan 2 (perhatikan gambar 4. ):
1 = 1 + 2
(1 )
1 = arc tg
(1 )
(5.1155.025)
= arc tg
(5.3255.125)

= arc tg (0,45)
= 24,23

(2 1 )
2 = arc tg
(2 1 )
(5.1105.115)
= arc tg
(5.5155.325)

= arc tg (0,08)
= 4,51

1 = 24,23 + 4,51

= 28,74

2 = 3 - 2
( 2 )
3 = arc tg
( 2 )
(5.020 5.110)
= arc tg
(5.715 5.515)
(5.020 5.110)
= arc tg
(5.715 5.515)

= arc tg (0,45)
= 24,23
2 = 24,23 - 4.51
= 19,71

3
Tikungan PI1:

Direncanakan bentuk tikungan adalah S-C-S

Ambil jari-jari rencana, Rrenc = 120 m > Rmin = 112,04 m

Hitung panjang lengkung peralihan (Ls) berdasarkan 3 rumus di bawah ini dan diambil
nilai yang terbesar:

1. Berdasarkan waktu tempuh maksimum di lengkung peralihan:

VR .T
Ls (rumus 4.4)
3,6

60 x 3
Ls = 50,00 m
3,6

2. Berdasarkan antisipasi gaya sentrifugal:

3
0,022.VR 2,727.VR .e
Ls (rumus 4.5)
R c .C C

3. Berdasarkan tingkat pencapaian perubahan kelandaian:

emaks en
Ls VR (rumus 4.6)
3,6.e .

Ls
0.10 0.02 x 60 = 38,10 m
3,6 x 0,035

Keterangan:

T = waktu tempuh pada lengkung peralihan = 3 det,

VR = kecepatan rencana = 60 km/jam

Rc = jari-jari busur lingkaran = 120 m

C = perubahan percepatan, diambil 1 3 m/det2.

e = superelevasi

emaks = superelevasi maksimum = 10% (rural way)

en = superelevasi normal = 2%

e = tingkat perubahan pencapaian superelevasi

4
= 0,035 m/m/det untuk VR 70 km/jam

Diambil nilai Ls = 50,00 m

Selanjutnya hitung besaran parameter (kurva data) untuk tikungan S-C-S:

Ls 2
Xc Ls 1
2
(rumus 4.13)
40Rc

50 2
50 x 1 = 49,78 m
2
40 x 120

Ls 2
Yc (rumus 4.14)
6 Rc

50 2
= 3,47 m
6 x 120

90 Ls
s (rumus 4.15)
Rc

90 50
x = 11,94
120

Ls 2
p Rc 1 cos s (rumus 4.16)
6Rc

50 2
120 1 cos 11,94
6 x 120

= 0,88 m

Ls 3
k Ls Rc sin s (rumus 4.17)
40 Rc 2

50 3
50 120 sin11,94
40 x120 2

= 24,96 m

5
1
Ts Rc p tan 1 k (rumus 4.18)
2

1
120 0,88 tan (28,74 ) 24,96 m
2

= 55,93 m

1
Es Rc p sec 1 Rc (rumus 4.19)
2

1
120 0,88 sec (28,74 ) 120
2

= 4,78 m

Lc
1 2 s x x Rc (rumus 4.20)
180


28,74 2 x11,94 x x 120 m
180

= 10,20 m

Ltot = Lc + 2 Ls (rumus 4.21)

= 10,20 m + (2 x 50 m)

= 110,20 m

Panjang bagian Circle dari perhitungan di atas, Lc = 10,20 m < 20 m (tidak memenuhi
syarat untuk bentuk tikungan S-C-S), karena itu jari-jari rencana diperbesar sampai
diperoleh nilai Lc > 20 m.

Dicoba jari-jari rencana, Rc = 140 m.

Selanjutnya hitung parameter (kurva data) tikungan S-C-S dengan mengikuti urutan
perhitungan seperti di atas.

Ls 2
Xc Ls 1
2
(rumus 4.13)
40Rc

6
50 2
50 x 1 = 49,84 m
2
40 x 140

Ls 2
Yc (rumus 4.14)
6 Rc

50 2
= 2,98 m
6 x 140

90 Ls
s (rumus 4.15)
Rc

90 50
x = 10,23
140

Ls 2
p Rc 1 cos s (rumus 4.16)
6Rc

50 2
140 1 cos 10,23
6 x 140

= 0,75 m

Ls 3
k Ls Rc sin s (rumus 4.17)
40 Rc 2

50 3
50 140 sin10,23
40 x140 2

= 24,97 m

1
Ts Rc p tan 1 k (rumus 4.18)
2

1
140 0,75 tan (28,74 ) 24,97 m
2

= 61,04 m

1
Es Rc p sec 1 Rc (rumus 4.19)
2

7
1
140 0,75 sec (28,74 ) 140
2

= 5,30 m

Lc
1 2 s x x Rc (rumus 4.20)
180


28,74 2 x10,23 x x 140 m
180

= 20,23 m 20,00 m (memenuhi syarat)

Ltot = Lc + 2 Ls (rumus 4.21)

= 20,23 m + (2 x 50 m)

= 120,23 m 2Ts = 2 x 61,04 = 122,08 m (memenuhi syarat)

Superelevasi:

Kemiringan melintang rencana dihitung dengan rumus:


2
VR
erencana f maks
127 Rrenc

60 2
0,15
127x140

= 4,95%

Kesimpulan:

8
Ts
PI
Ts

Xc
Yc Es 1
k
SC CS
ST
TS p Lc S
Ls
Ls Rc Rc

s c s

Gambar 4. Tikungan bentuk Spiral-Circle-Spiral (S-C-S)

9
Pada soal 1 dengan jari-jari rencana sebesar 120 m diperoleh nilai Lc = 10,20 m. Karena
Lc = 10,20 m < 20 m maka tikungan bentuk S-C-S tidak dapat dipakai karena pada
tikungan S-C-S nilai Lc > 20 m (syarat). Selanjutnya tikungan S-C-S harus diganti dengan
tikungan bentuk S-S.

Tikungan Bentuk Spiral-Spiral (S-S)

Pada tikungan bentuk S-S:

Lc = 0 dan

s = 1

= (28,74) = 14,37

Karena Lc = 0, maka Ltotal = 2 Ls

Parameter (kurva data) untuk tikungan bentuk S-S adalah sebagai berikut:

s. .Rc
Ls (rumus 4.22)
90

14,37. .120
= 60,20 m
90

Ls 2
Xc Ls 1
2
40Rc
60,20 2
60,20 1

2
40 x120

= 59,82 m

Ls2
Yc
6 Rc

60,20 2

6 x120

= 5,03 m

Ls 2
p Rc 1 cos s (rumus 4.23)
6Rc

10
60,20 2
120 1 cos 14,37 = 1,28 m
6 x120

Ls 3
k Ls Rc sin s (rumus 4.24)
40 Rc 2

60,20 3
60,2 0 120 sin14,37 = 30,03 m
40 x120 2

1
Ts Rc p tan 1 k (rumus 4.25)
2

1
120 1,28 tan 28,74 30,03
2

= 61,11 m

1
Es Rc p sec 1 Rc (rumus 4.26)
2

1
120 1,28 sec 28,74 120
2

= 5,20 m

Ltotal = 2 Ls = 2 x 60,20 =120,40 m

Superelevasi:

Kemiringan melintang rencana dihitung dengan rumus:


2
VR
erencana f maks
127 Rrenc

60 2
0,15
127x120

= 8,32%

11
Kesimpulan:

PI
=28,74o
Ts=61,11 m
Es=5,20 m

Yc=5,03 m
Xc=59,82 m
Ls Ls=60,20 m
SCS
k=30,03 m

s s=14,37 m ST
TS
p=1,28 m

Gambar 4.8 Tikungan bentuk Spiral-Spiral (S-S)

Tikungan PI2:

2 = 19,71

Direncanakan tikungan bentuk F-C

Apabila direncanakan tikungan bentuk F-C, maka untuk Vrencana = 60 km/jam, nilai jari-
jari minimum adalah, Rmin = 500 m (lihat Tabel 4.6).

Tentukan jari-jari rencana, Rrenc = 510 m > Rmin = 500 m

Selanjutnya dihitung parameter (kurva data) tikungan bentuk F-C:

1
Tc Rc.tan 2 (rumus 4.10)
2

1
510.tan 19,71 = 88,61 m
2

1
Ec Tc.tan 2 (rumus 4.11)
4

12
1
88,61.tan 19,71
4

= 7,64 m

2 .2. .Rc
Lc (rumus 4.12)
360 0

19,71. 2. . 510
= 175,48 m
360 0

Kesimpulan:

Tc = 88,61 m

Ec = 7,64 m

Lc = 175,48 m

PI Tc
Tc=88,61 m =19,71o
Ec=7,64 m

Lc=175,48 m CT
TC

Rc=510 m Rc

=19,71o

Gambar 4.4 Tikungan bentuk Full-Circle (F-C)

13
Superelevasi:

14
d. Menghitung jarak A-PI1, PI1-PI2 dan PI2-B

dA-PI1 = (1 )2 + (1 )2

= (5.325 5.125)2 + (5.115 5.025)2


= 40.000 + 8.100 = 219,32

dPI1PI2 =(2 1)2 + (2 1)2

=(5.515 5.325)2 + (5.110 5.115)2


= 36.000 + 25 = 190,06

e. dA-PI 1= ( 2)2 + ( 2)2 =(5.715 5.515)2 + (5.020 5.110)2


f. = 40.000 + 8.100 = 219,32

g. Hitung 1 dan 2 didasarkan atas data koordinat yang diberikan dalam soal.
h. Hitung kurva data pada PI 1
- Pilih terlebih dahulu bentuk kurva data, bisa bentuk FC, SCS, atau SS. Urutannya
adalah bentuk FC dulu jika diperkirakan A-PI 1, PI 1- PI 2, dan PI 2-B mempunyai
jarak yang cukup panjang. Jika tidak, pilih alternatif berikutnya yaitu SCS, jika masih
belum memenuhi syarat juga pilih aternatif SS.
- Dicoba memilih bentuk kurva S-C-S :
1. Hitung besar-besaran kurva data.
2. Cek apakah panjang bagian circle Lc > 25 m, jika persyaratn ini dipenuhi maka
proses jalan terus dengan perhitungan kurva data pada PI 2. Jika persyaratan
tersebut tidak dipenuhi, maka dicoba dengan mengganti R mendekati Rmin dengan
bentuk kurva tetap S-C-S. Kia penggantian nilai Rini masih juga belum memenuhi
syarat maka pilihan bentuk kurva beralih ke S-S, hitung kurva data sesuai dengan
bentuk terakhir.
3. Jika kurva data pada PI 1 telah selesai dihitung, maka perhitungan dilanjutkan ke
PI 2.
i. Hitung Kurva Data Pada PI 1 :
Proses perhitungan sama dengan yang dilakukan pada PI 2.

15
j. Hitung panjang bagian yang lurus antara PI 1 dan PI 2 dan posisi rencana letak jembatan :
- Setelah perhitungan kurva pada PI 1 dan PI 2 selesai, periksa berapa panjang Ts 1 dan
Ts 2 dari kurva data pada PI 1 dan PI 2
- Panjang bagian yang lurus antara PI 1- PI 2 = Panjang jarak PI 1- PI 2 (Ts 1 Ts 2)
=d
- Jika d/20,00 m berati tikungan gabungan balik memenuhi persyaratan geometrik,
sebaliknya jika d 20,00 m tikungan gabungan balik tidak memenuhi persyaratan
geometrik.
- Jika tikungan gabungan balik telah memenuhi persyaratan geometrik, periksa apakah
lokasi jembatan masih terdapat pada bagian lurus dari tikungan gabungan balik. Jika
ya maka kurva data untuk oprit jembatan dapat dinyatakan sukses
- Jika lokasi jmenbatan tidak sepenuhnya berada pada bagian lurus dari tikungan
gabungan balik, maka disarankan agar perhitungan kurva data diulang sehinggan
diperoleh bagian lurus yang cukup untuk menempatkan jembatan.
- Jika tetap sulit mendapatkan bagian lurus yang cukup untuk menempatkan jembatan
maka design jembatan yang perlu disesuaikan, misalnya dengan meninjau apakah
bentang jembatan dapat dikurangi ; demikian seterusnya.

Contoh Perhitungan Tikungan Gabungan Searah

Berikut ini diberikan contoh penerapan penggunaan prinsip-prinsip geometrik


jalan dengan kurva berbentuk tikungan searah.

Adapun data-data koordinat titik-titik penting pada sketsa di atas adalah seperti
ditampilkan pada Tabel 4 dibawah ini.

Koordinat
Titik
X (m) Y (m)
A 5.125 5.025
PI1 5.325 5.115
PI2 5.515 5.110
B 5.715 5.165

Hitunglah kurva data untuk PI1 dan PI2 dan jelaskan apakah ditinjau dari aspek
perencanaan geometrik jalan, tikungan gabungan searah yang dicakup oleh garis A-PI 1-

16
PI 2- B memenuhi syarat jika diantara PI 1-PI 2 direncanakan pembuatan jembatan dengan
as jembatan berupa garis lurus, panjang jembatan 20 meter dan titik awal jembatan berada
pada jarak 82 meter dari PI 1.

Jawaban :

Jembatan terletak pada jalan arteri dengan klasifikasi medan daerah perbukitan, maka
berdasarkan Tabel II-6 Tata Cara Perencanaan Geometrik Jalan Antar Kota No.
038/T/BM/1997 yang diterbikan oleh Direktrorat Jenderal Bina Marga Departemen
Pekerjaan Umum tahun 1997 atau Tabel 3-2 (Bab 3), kecepatan rencana VR = 60-80
km/jam. Tetapkan VR = 60 km/jam dan gunakan pemilihan kecepatan rencana ini untuk
menghitung jari-jari tikungan minimum dengan rumus :

2
R= 127 (+)
2
Rmin= 127 (+)

emax untuk jalan antar kota = 10% (lihat hal 5-7 dan 5-18 modul ini), sedangkan gesekan
melintang f berkisar antara 0,14-0,24 (hal 5-12). Menurut AASHTO, A Policy on
Geometric Design Standard of Rural Highways 1965, untuk VR = 60 km-jam (atau = 37,26
mph) side friction f=0,152 (lihat grafik di bawah ), maka :

Tabel

602 3600
Rmin= 127 (0,152+0,10) = = 112,50 m
32

Untuk perencanaan tikungan pada PI1, dicoba memilih bentuk tikungan S-C-S dengan R
circle =160 m > Rmin

A. Menghitung Panjang Jarak A-PI 1, PI 1-PI 2, PI 2-B

dA-PI 1= (1 )2 + (1 )2 =(5.325 5.125)2 + (5.115 5.025)2

= 40.000 + 8.100 = 219,32

dPI1PI2=(2 1)2 + (2 1)2 =(5.515 5.325)2 + (5.110 5.115)2

17
= 36.000 + 25 = 190,06

dA-PI 1= ( 2)2 + ( 2)2 =(5.715 5.515)2 + (5.020 5.110)2

= 40.000 + 8.100 = 219,32

B. Menghitung 1 dan 2
(21) (21)
1 = 1+2 = arc tg + arc tg
(1) (21)
(5.1155.025) (5.1105.115)
= arc tg (5.3255.125) + arc tg (5.5155.325)

= arc tg (0,45) + tg (0.0263) = 24,23 + 4,59


(2) (5.0205.110)
2 = -2 = arc tg (2) = tg (5.7155.515) - 4,59

= 24,23-459 = 19,64
C. Perhitungan Bagian-bagian Tikungan
1. Titik P1
Dipilih bentuk tikungan S-C-S
gambar
Notasi :
Xs = Absis titik SC pada garis tangen, yaitu jarak dari titik TS ke proyeksi SC
pada garis tangen
Ys = Ordinat titik SC pada garis yang tegak lurus garis tangen
Ls = Panjang lengkung peralihan (panjang lengkung dari SC ke TS atau dari
SC ke ST)
Lc = Panjang busur lingkaran dari SC ke cs
Ts = Panjang tangen dari titik PI ke titik TS atau ke titik ST
TS = Titik yang menunjukkan perubahan dari tangen ke spiral
SC= Titik yang menunjukkan perubahan dari spiral ke circle
CS= Titik yang menunjukkan perubahan dari circle ke spiral
TS = Titik yang menunjukkan perubahan dari spiral ke tangen
Es = Jarak dari PI ke busur lingkaran
s= Sudut lengkung spiral
R, Rc= Jari-jari circle
p=Pergeseran tangen terhadap spiral

18
k=Absis dari p pada garis tangen spiral

R = 160 m
1 = 28,79
3
Panjang lengkung peralihan Ls = . (hal 5-5)

VR = 60 km/jam = 60.000 m/60x60 dt = 16,67 m/dt


R = 160 m
C = 0,4 m/dt3
Ls = (16,67)3 / 160 x 0,4 m = 72,38 m
Cek dengan rumus hal 5-14 modul ini, yaitu Ls min = v x t = (v / 3,6) x t
= (60 / 3,60) x 3 m = 50 m
Ambil Ls = 7,20 m > Ls minimum
2 702
Xs = (1- 40.2).Ls = (1- 40.1602)x72 m = 68.36 m

2 722
Ys = = = 4,98 m
6. 6.160

90 90 72
s = x = = 12,90
160
2 722
P= - R (1-cos s) = - 160 (1-cos 12,9) = 5,4-160(1-0975) m
6. 6.160

= (5,40-4m) = 1,40 m

2 723
K = Ls - - R sin s = 40.160 - 160 sin 12,9
40.2

= (72-0,36-35,72) m= 35,92 m

Ts = (R+ p) tg 1 + k = (160 + 1,40 ) tg (28,79) + 35,92 m


= 161,40 tg 14,395 m = 41,43 + 35,92 m = 77,35 m

Es = (R+ p) sec 1 R = (160 + 1,40) sec 14,395 - 160


= (166,63 160) m = 6,63 m

(2) 28,7925,60
Lc = . R = . 160 m = 8,34 m
180 180

19
L total = Ls+Lc+Ls = 72 + 8,34 +72 =152,4 m

Panjang bagian circle dari perhitungan di atas = 8,34 m < 25 m. Kondisi Lc < 25
m ini terlalu pendek untuk digunakan pada tikungan S-C-S, sehingga bentuk
tikungan S-C-S harus diganti dengan tikungan berbentuk S-S.

b. Dipilih bentuk tikungan S-S


Lc = 0
s = ; Ltotal = 2 Ls
2 2.160
Ls = x 2s = . 28,79 = 80,36 m
360 360

Gambar
2 80,362
Xs = (1-40. ). Ls = (1-40.1602). 80,36 = 79,85 m
2 80,362
Ys = = = 6,73 m
6. 6.160
2 80,362
P= - R ( 1-cos s) = - 160 ( 1-cos 14,395)
6. 6 160

= (6,73 5,20) m = 1,71 m


3 80,363
K = Ls - R sin s = 80,36 - 160 sin 14,395
40.2 401602

= (80,36-0,51-39,78) m = 40,07 m
Ts = ( R+ p). 1+ k =(160+1,71) tg 14,395+40,07=41,51+40,07 = 81,58 m
Es = (R+ p) sec 1 R = (160 + 1,71) sec 14,395 - 160 = 161,71 x (1/ 0,9686)
160 m = 6,95 m
Ltotal = 2 x 80,36 m = 160,72 m

Superelevasi
2 2 602
R= 127 (+) e= 127. - f = - 0,152 = 0,177 0,152
127160

= (0,177-0,152) m = 0,025 e = 2 %

Dari panjang / jarak lurus PI1-PI2 =190,06 m , sepanjang 81,58 m merupakan


wilayah tikungan PI1. Yang perlu kita perhitungkan berikutnya adalah berapa dari
panjang jarak lurus PI1-PI2 =190,06 m, tersebut merupakan wilayah tikungan PI2.

2. Titik PI2
Dipilih bentuk tikungan full circle (fc) dengan Rc = 520 m > Rmin = 500 m
20
Tc = Rc.tg 2 = 500 tg .(19,64) = 500 tg 9,82 = 86,54 m

Ec = Tc tg 2 = 86,54 tg 4,91 = 86,54 x 0,0859 m = 7,43 m

.2. 19,64.2.500
Lc = = = 178,16 m
360 360

Kesimpulan
Gambar
- Pada sketsa di atas dapat diperhatikan bahwa jarak antara PI1-PI2 = 190,06 m,
digunakan untuk Ts = 81, 58 dan Tc = 86,54 m. Dengan demikian masih terdapat sisa
panjang bagian lurus dari tikungan gabungan searah tersebut = 21,94 m > 20 m, yaitu
panjang bagian lurus minimal yang diizinkan pada tikungan gabungan searah.
- Dari bagian lurus sepanjang 21,94 m tersebut, digunakan untuk penempatan jembatan
dengan panjang = 20,00 m, berarti masih ada sisa = 1,94 m. Yang penting sekarang
adalah dimana lokasi ujung-ujung jembatan yang direncanakan tersebut, apakah masih
berada di dalam bagian lurus ataukah sudah masuk ke dalam wilayah tikungan.
Ternyata dari contoh soal diberikan, ujung jembatan sebelah kiri berada pada jarak
82,0 m 81,58 m = 0,42 m dari titik ST. Jadi jembatan sepanjang 20,00 m berada
sepenuhnya pada bagian lurus diaantara tikungan gabungan searah.
- Dengan demikian perencanaan alinyemen horizontal oprit jembatan di atas memenuhi
persyaratan geometrik, dengan bentuk tikungan pada wilayah PI1 berupa bentuk spiral-
spiral pada wilayah PI 2 berupa full circle.

21

Anda mungkin juga menyukai