Anda di halaman 1dari 25

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Kesehatan merupakan hak dasar manusia dan tanggung jawab bersama dari setiap

individu, masyarakat, pemerintah dan swasta. Perilaku masyarakat adalah perilaku

proakftif untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan, mencegah resiko terjadinya

penyakit, melindungi diri dari ancaman penyakit serta berpartisipasi aktif dalam gerakan

kesehatan masyarakat melalui usaha kesehatan yang bersipat promotif, preventif yang

didukung oleh upaya kuratif dan rehabilitatif diharapkan dapat mengurangi angka

morbiditas, mortalitas dan kecacatan dalam masyarakat (Depkes RI, 2009). Masalah

kesehatan yang semakin komplek, menuntut asuhan keperawatan pada setiap orang dan pada

berbagai tingkat usia yang membutuhkan bantuan perawatan kesehatan, terutama yang

mempunyai gangguan fungsi tubuh yang bersifat kronis, karena dapat mengancan kehidupan

dan kesejahteraan keluarga dan masyarakat

Menjadi tua adalah proses alamiah yang akan dihadapi oleh setiap mahluk hidup

dan meninggal dengan tenang adalah dambaan setiap insan. Namun sering kali harapan

dan dambaan tersebut tidak tercapai. Dalam masyarakat kita, umur harapan hidup

semakin bertambah dan kematian semakin banyak disebabkan oleh penyakit-penyakit

kronis seperti penyakit diabetes militus, penyakit cordpulmonaldeases, penyakit arthritis.

Pasien dengan penyakit kronis seperti ini akan melalui suatu proses pengobatan dan

perawatan yang panjang. Jika penyakitnya berlanjut maka suatu saat akan dicapai stadium

terminal yang ditandai dengan oleh kelemahan umum, penderitaan, ketidak berdayaan,

dan akhirnya kematian.

Keperawatan komunitas keluarga Page 1


B. Rumusan Masalah
1. Apa yang di maksud dengan Keluarga?
2. Bagaimana konsep penyakit kronis?
3. Bagaimana perawatan anak dengan penyakit kronis?
4. Bagaimana perawatan anggota keluarga usia dewasa dengan penyakit kronis?
5. Bagaimana asuhan keperawatan pada keluarga dengan penyakit kronis?

C. Tujuan Penulisan
1. Untuk mengetahui definisi Keluarga
2. Untuk mengetahui konsep penyakit kronis
3. Untuk mengetahui perawatan anak dengan penyakit kronis
4. Untuk mengetahui perawatan anggota keluarga usia dewasa dengan penyakit
kronis
5. Untuk mengetahui asuhan keperawatan pada keluarga dengan penyakit kronis

Keperawatan komunitas keluarga Page 2


BAB II
TINJAUAN TEORI

A. Konsep Dasar Keluarga


1. Pengertian Keluarga
Keluarga berasal dari bahasa sansakerta: kula dan warga kulawarga yang
berarti anggota kelompok kerabat. Keluarga adalah lingkungan di mana beberapa
orang yang masih memiliki hubungan darah.
Keluarga sebagai kelompok sosial terdiri dari sejumlah individu, memiliki
hubungan antarindividu, terdapat ikatan, kewajiban, tanggung jawab diantara
individu tersebut (Jhonson, 2010).
2. Ciri-ciri Keluarga
Menurut Robert Mact Iver dan Charles Horton
Keluarga merupakan hubungan perkawinan.
Keluarga berbentuk suatu kelembagaan yang berkaitan dengan hubungan
perkawinan yang sengaja dibentuk atau dipelihara.
Keluarga mempunyai suatu sistem tata nama termasuk perhitungan garis
keturunan.
Keluarga mempunyai fungsi ekonomi yang dibentuk oleh anggota-anggotanya
berkaitan dengan kemampuan untukmempunyai keturunan dan membesarkan
anak.
Keluarga merupakan tempat tinggal bersama, rumah atau rumah tangga.

3. Fungsi Keluarga
Menurut Effendy (2004), fungsi keluarga adalah sebagai berikut :

1) Fungsi biologis

o Untuk meneruskan keturunan.

o Memelihara dan membesarkan anak.

o Memenuhi kebutuhan gizi keluaraga.

o Memelihara dan merawat anggota keluarga.

Keperawatan komunitas keluarga Page 3


2) Fungsi psikologis

o Memberikan rasa aman dan kasih sayang.

o Memberikan perhatian di antara anggota keluarga.

o Membina pendewasaan kepribadian anggota keluarga.

o Memberikan identitas keluarga.

3) Fungsi sosialisasi

o Membina sosialisasi pada anak.

o Membentuk norma-norma tingkah laku sesuai dengan tingkat

perkembangan anak.

o Meneruskan nilai-nilai budaya keluarga.

4) Fungsi ekonomi

o Mencari sumber-sumber penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

o Pengaturan penggunaan penghasilan keluarga untuk memenuhi kebutuhan

keluarga.

o Menabung untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang akan datang,

misalnya pendidikan anak-anak, jaminan hari tua dan sebagainya.

5) Fungsi pendidikan

o Menyekolahkan anak untuk memberikan pengetahuan, keterampilan dan

membentuk perilaku anak sesuai dengan bakat dan minat yang dimilikinya.

o Mempersiapkan anak untuk kehidupan dewasa yang akan datang dalam

mememnuhi perannya sebagai orang dewasa.

o Mendidik anak sesuai dengan tingkat perkembangannya.

o Memelihara dan merawat anggota keluarga.

Keperawatan komunitas keluarga Page 4


4. Tugas kesehatan keluarga Friedman (1998) dalam Murwani (2007) adalah sebagai

berikut :

a. Mengenal masalah kesehatan

Kemampuan keluarga mengenal masalah kesehatan, termasuk bagaimana

presepsi keluarga terhadap tingkat keparahan penyakit, pengertian, tanda dan

gejala, factor penyebab dan presepsi keluarga terhadap masalah yang dialami

keluarga.

b. Membuat keputusan tindakan kesehatan yang tepat

Kemampuan keluarga mengambil keputusan, termasuk sejauh mana keluarga

mengerti mengenai sifat dan luasnya masalah, bagaimana masalah diraskan oleh

keluarga, keluarga menyerah atau tidak terhadap masalah yang dihadapi, adakah

rasa takut terhadap akibat atau adakah sikap negative dari keluarga terhadap

masalah kesehatan, bagaimana system pengambilan keputusan yang dilakukan

keluarga terhadap anggota keluarga yang sakit.

c. Memberi perawatan pada anggota keluarga yang sakit

Kemampuan keluarga merawat anggota keluarga yang sakit, seperti

bagaimana keluarga mengetahui keadaan sakitnya, sifat dan perkembangan

perawatan yang diperlukan, sumber-sumber yang ada dalam keluarga serta sikap

keluarga terhadap yang sakit.

d. Mempertahankan atau menciptakan suasana rumah yang sehat

Kemampuan keluarga dalam memodifikasi lingkungan, seperti pentingnya

hygiene sanitasi bagi keluarga, upaya pencegahan penyakit yang dilakukan

keluarga, kekompakan anggota keluarga dalam menata lingkungan dalam dan luar

rumah yang berdampak terhadap kesehatan keluarga.

e. Mempertahankan hubungan dengan (menggunakan) fasilitas kesehatan

Keperawatan komunitas keluarga Page 5


Kemampuan keluarga memanfaatkan fasilitas kesehatan,, seperti kepercayaan

keluarga terhadap petugas kesehatan dan fasilitas pelayanan kesehatan, keberadan

fasilitas kesehatan yang ada, keuntungan keluarga terhadap penggunaan fasilitas

kesehatan, apakah fasilitas kesehatan terjangkau oleh keluarga, adakah

pengalaman yang kurang baik yang dipresepsikan keluarga.

5. Peran Perawat Keluarga

Ada banyak peran perawat dalam membantu keluarga dalam menyelesaikan

masalah atau melakukan perawatan kesehatan keluarga, diantaranya sebagai

berikut (Murwani, 2007) :

1) Pendidik

Perawat perlu memberikan pendidikan kesehatan kepada keluarga dengan

tujuan sebagai berikut : (a) Keluarga dapat melakukan program asuhan

keperawatan keluarga secara mandiri dan (b) Bertanggung jawab terhadap

masalah kesehatan keluarga.

2) Koordinator

Koordinator diperlukan pada perawatan berkelanjutan agar pelayanan yang

komperhensif dan tercapai.

3) Pelaksana

Perawat yang bekerja dengan klien dan jeluarga baik dirumah, klinik maupun

rumah sakit bertanggung jawab dalam memberikan perawatan langsung.

4) Pengawas Kesehatan

Sebagai pengawas kesehatan perawat harus melakukan kunjungan atau home

visite yang teratur untuk mengidentifikasi atau melakukan pengkajian tentang

kesehatan keluarga.

Keperawatan komunitas keluarga Page 6


5) Konsultan

Harus ada hubungan saling percaya antara perawat dengan klien agar keluarga

tidak canggung saat meminta nasihat dari perawat.

Karena perawat sebagai nara sunber bagi keluarga dalam mengatasi masalah

kesehatan.

6) Kolaborasi

Sebagai perawat di komunitas, juga harus bekerjasama dengan pelayanan rumah

sakit, puskesmas, dan anggota tim kesehatan yang lain untuk mencapai tahap

kesehatan keluarga yang optimal.

7) Fasilitator

Peran perawat komunitas disini adalah membantu keluarga dalam menghadapi

kendala untuk meningkatkan derajat kesehatan yang optimal.

8) Penemu Kasus

Peran perawat komunitas yang juga sangat penting adalah mengidentifikasi

kesehatan secara dini, sehingga tidak terjadi ledakan atau Kejadian Luar Biasa

(KLB).

9) Modifikasi Lingkungan

Perawat komunitas juga harus bisa memodifikasi lingkungan, bai lingkungan

rumah, lingkungan masyarakat, dan lingkungan sekitarnya agar dapat tercapai

lingkungan yang sehat.

Keperawatan komunitas keluarga Page 7


B. Konsep Penyakit Kronis
1. Pengertian
Penyakit kronik adalah suatu penyakit yang perjalanan penyakit berlangsung
lama sampai bertahun-tahun,bertambah berat,menetap,dan sering kambuh.
(Purwaningsih dan Karbina, 2009).
Penyakit kronis bisa menyebabkan kematian. Contoh penyakit kronis adalah
diabetes militus, TBC, kanker dan penyakit jantung
Ketidakmampuan merupakan persepsi individu bahwa segala hal yang
dilakukan tidak akan mendapatkan hasil atau suatu keadaan dimana individu
kurang dapat mengendalikan kondisi tertentu atau kegiatan yang baru dirasakan.
(Purwaningsih dan Karbina, 2009).
Kesimpulan yang didapat dari pengertian di atas adalah penyakit kronis yang
terjadi pada seseorang dalam waktu lama akan membuat orang tersebut menjadi
tidak mampu melakukan sesuatu seperti biasanya.

2. Sifat Penyakit Kronik


Menurut Wristht Le (1987) mengatakan bahwa penyakit kronik mempunyai beberapa
sifat diantaranya adalah :
Progresi
Penyakit kronik yang semakin lama semakin bertambah parah. Contoh penyakit
jantung.
Menetap
Setelah seseorang terserang penyakit, maka penyakit tersebut akan menetap pada
individu. Contoh penyakit diabetes mellitus.
Kambuh
Penyakit kronik yang dapat hilang timbul sewaktu-waktu dengan kondisi yang
sama atau berbeda. Contoh penyakit arthritis

3. Dampak Penyakit Kronik Terhadap Klien


Dampak yang dapat ditimbulkan dari penyakit kronik terhadap klien diantaranya
(Purwaningsih dan kartina, 2009) adalah :
a) Dampak psikologis
Dampak ini dimanifestasikan dalam perubahan perilaku, yaitu :

Keperawatan komunitas keluarga Page 8


Klien menjadi pasif
Tergantung
Kekanak-kanakan
Merasa tidak nyaman
Bingung
Merasa menderita
b) Dampak somatic
Dampak somatic adalah dampak yang ditimbulkan oleh tubuh karena
keadaan penyakitnya. Keluhan somatic sesuai dengan keadaan penyakitnya.
c). Dampak terhadap gangguan seksual
Merupakan akibat dari perubahan fungsi secara fisik (kerusakan organ) dan
perubahan secara psikologis (persepsi klien terhadap fungsi seksual)
d) . Dampak gangguan aktivitas
Dampak ini akan mempengaruhi hubungan sosial sehingga hubungan social
dapat terganggu baik secara total maupun sebagian.

4. Respon Klien Terhadap Penyakit Kronik


Penyakit kronik dan keadaan terminal dapat menimbulkan respon Bio-Psiko-
Sosial-Spritual ini akan meliputi respon kehilangan. (Purwaningsih dan kartina,
2009)
a. Kehilangan kesehatan
Respon yang ditimbulkan dari kehilangan kesehatan dapat berupa klien
merasa takut , cemas dan pandangan tidak realistic, aktivitas terbatas.
b. Kehilangan kemandirian
Respon yang ditimbulkan dari kehilangan kemandirian dapat ditunjukan
melalui berbagai perilaku, bersifat kekanak-kanakan, ketergantungan
c. Kehilangan situasi
Klen merasa kehilangan situasi yang dinikmati sehari-hari bersama keluarga
kelompoknya
d. Kehilangan rasa nyaman
Gangguan rasa nyaman muncul sebagai akibat gangguan fungsi tubuh seperti
panas, nyeri, dll
e. Kehilangan fungsi fisik

Keperawatan komunitas keluarga Page 9


Contoh dampak kehilangan fungsi organ tubuh seperti klien dengan gagal
ginjal harus dibantu melalui hemodialisa
f. Kehilangan fungsi mental
Dampak yang dapat ditimbulkan dari kehilangan fungsi mental seperti klien
mengalami kecemasan dan depresi, tidak dapat berkonsentrasi dan berpikir
efisien sehingga klien tidak dapat berpikir secara rasional
g. Kehilangan konsep diri
Klien dengan penyakit kronik merasa dirinya berubah mencakup bentuk dan
fungsi sehingga klien tidak dapat berpikir secara rasional (bodi image) peran
serta identitasnya. Hal ini dapat akan mempengaruhi idealism diri dan harga
diri rendah
h. Kehilangan peran dalam kelompok dan keluarga

5. Perilaku Klien Dengan Penyakit Kronis


Ada beberapa respon emosional yang muncul pada pasien atas penyakit kronis
yang dideritanya oleh klien atau individu (Purwaningsih dan kartina, 2009), yaitu:
Penolakan (Denial)
Merupakan reaksi yang umum terjadi pada penderita penyakit kronis
seperti jantung, stroke dan kanker. Atas penyakit yang dideritanya ini, pasien
akan memperlihatkan sikap seolah-olah penyakit yang diderita tidak terlalu berat
(menolak untuk mengakui bahwa penyakit yang diderita sebenarnya berat) dan
menyakini bahwa penyakit kronis ini akan segera sembuh dan hanya akan
memberi efek jangka pendek (menolak untuk mengakui bahwa penyakit kronis
ini belum tentu dapat disembuhkan secara total dan menolak untuk mengakui
bahwa ada efek jangka panjang atas penyakit ini, misalnya perubahan body
image).
Cemas
Setelah muncul diagnosa penyakit kronis, reaksi kecemasan merupakan
sesuatu yang umum terjadi. Beberapa pasien merasa terkejut atas reaksi dan
perubahan yang terjadi pada dirinya bahkan membayangkan kematian yang akan
terjadi padanya. Bagi individu yang telah menjalani operasi jantung, rasa nyeri
yang muncul di daerah dada, akan memberikan reaksi emosional tersendiri.
Perubahan fisik yang terjadi dengan cepat akan memicu reaksi cemas pada
individu dengan penyakit kanker.

Keperawatan komunitas keluarga Page 10


Depresi
Depresi juga merupakan reaksi yang umum terjadi pada penderita penyakit
kronis. Kurang lebih sepertiga dari individu penderita stroke, kanker dan penyakit
jantung mengalami depresi.

3. Dampak Penyakit Terhadap Fungsi Keluarga

a. Fungsi biologis

Dalam memenuhi kebutuhan biologis, keluarga tidak berfungsi secara maksimal

karena anggota keluarganya yang menderita Penyakit Kronik yang membutuhkan

perhatian untuk memenuhi kebutuhanya.

b. Fungsi psikologis

Penyakit Kronik sangat mempengaruhi terhadap psikologis penderita atau keluarga

karena akan menimbulkan kecemasan. Apalagi setelah tahu bahwa penyakit kronik

dapat menimbulkan komplikasi yang lebih parah..

c. Fungsi sosial

Keadaan sakit mengakibatkan aktivitas seseorang menjadi terbatas salah satunya

dalam bersosialisai dan berinteraksi baik di dalam maupun dengan masyarakat luar

sekitarnya. Kunjungan pada acara-acara tertentu seperti pengajian pun jadi

terganggu.

d. Fungsi pendidikan

Fungsi pendidikan seperti penanaman akhlak yang baik, pengetahuan dan

keterampilan sehubungan dengan fungsi lainnya akan terganggu.

e. Fungsi ekonomi

Salah satu unsur untuk meningkatkan kesehatan yaitu dengan cara melakukan

pengobatan, untuk itu biaya yang diperlukan keluarga menjadi lebih besar

sehubungan dengan adanya anggota keluarga yang sakit.

Keperawatan komunitas keluarga Page 11


C. Perawatan Pada Anak & anggota keluarga usia dewasa Dengan Penyakit Kronis
yaitu dengan menggunakan Perawatan palliative, bertujuan memperbaiki
kualitas hidup antara pasien dan keluarga yang menghadapi masalah yang
berhubungan dengan penyakit yang dapat mengancam jiwa, melalui pencegahan dan
peniadaan melalui identifikasi dini dan penilaian yang tertib serta penanganan nyeri
dan masalah-masalah lain seperti fisik, psikososial dan spiritual (WHO, 2002).
Pengobatan dan perawatan palliative adalah spesialisasi yang diakui dan fokusnya
meredakan gejala pada orang yang penyakitnya tidak dapat disembuhkan (fase
Terminal). Intervensi (tindakan) yang mungkin diberikan untuk meringankan
penderitaan pasien meliputi tindakan bedah, kemoterapi, dan monitoring gejala
(WHO,1990). tujuan perawatan paliatif ini adalah guna untuk meningkatkan kualitas
hidup anak dengan kematian minimal mendekati normal, diupanyakan dengan
perawatan yang baik hingga pada akhirnya menuju pada kematian.
Perawatan paliatif adalah setiap bentuk perawatan medis atau perawatan yang
berkonsentrasi pada pengurangan keparahan gejala penyakit, daripada berusaha untuk
menghentikan, menunda, atau sebaliknya perkembangan dari penyakit itu sendiri atau
memberikan menyembuhkan.
Palliative Care (Perawatan palliative) bertujuan meningkatkan kualitas hidup
pasien dan keluarga mereka dalam menghadapi masalah/penyakit yang mengancam
jiwa, melalui pencegahan, penilaian sempurna dan pengobatan rasa sakit masalah,
fisik, psikososial dan spiritual (Kemenkes RI Nomor 812, 2007). Kualitas hidup
pasien yang dimaksud adalah kondisi pasien yang dipersepsikan terhadap keadaan
pasien sesuai konteks budaya dan sistem nilai yang dianutnya, termasuk tujuan hidup,
harapan, dan niatnya. Dimensi dari kualitas hidup pasien
Fokus perawatan palliative adalah peredam rasa sakit dan gejala serta stress
akibat penyakit kritis seperti kanker stadium lanjut. Perawatan palliative dapat
dilakukan segera setelah diputuskan terapi yang akan diterima klien bersifat palliative
sampai pasien meninggal. Perawatan ini mencakup perawatan holistik bagi pasien dan
keluarganya, serta pemberian informasi terkini sehingga mereka dapat mengambil
keputusan ketika dihadapkan pada peristiwa anggota keluarganya akan meninggal.
Melalui pengawasan, keluarga maupun teman terdekat dapat membantu memberikan
perawatan paliative pada penderita. Perawatan spesialis berlanjut setelah kematian
pasien sampai anggota keluarga yang berduka telah memulai proses pemulihan.
Perawatan palliative merupakan kombinasi unik dukungan di rumah sakit, hospice,

Keperawatan komunitas keluarga Page 12


day-centre (tempat perawatan lansia dan orang gangguan jiwa), dan di rumah masing-
masing untuk memenuhi kebutuhan individual pasien dan keluarganya.

Palliatife Care

Menambah kualitas hidup (anak) pada kondisi kronis


Perawatan paliatif berfokus pada gejala rasa sakit (nyeri, dypsnea) dan kondisi
(kesendirian)
Mengontrol rasa nyeri dan gejala yang lain,masalah psikologi,social atau spiritualnya
dari anak dalam kondisi kronis

Prinsip Dari Perawatan Palliative Care

Menghormati atau menghargai martabat dan harga diri dari pasient dan keluarga
pasien.
Dukungan untuk caregiver
Palliateve care merupakan accses yang competent dan compassionet
Mengembangkan professional dan social support untuk pediatric palliative care
Melanjutkan serta mengembangkan pediatrik palliative care melalui penelitian dan
pendidikan

A Palliative Care Plane (Rencana Asuhan Perawatan Palliative)


Melibatkan seorang partnership antara anak, keluarga, orang tua, pegawai, guru, staff
sekolah dan petugas keseatan yang professional
Suport phisik, emosinal, pycososial, dan spiritual khususnya
Melibatkan anak pada self care
Anak memerlukan atau membutuhkan gambaran dan kondisi (kondisi penyakit
terminalnya) secara bertahap, tepat dan sesuai
Menyediakan diagnostic atau kebutuhan intervensi terapeutik guna mempe
rhatikan/memikirkan konteks tujuan dan pengaharapan dari anak dan keluarga.

Keperawatan komunitas keluarga Page 13


BAB III
ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN PENYAKIT
KRONIS

A. Pengkajian
Hal-hal yang perlu dikaji dalam keluarga adalah :

1. Data umum
Pengkajian terhadap data umum keluarga meliputi :
a. Nama kepala keluarga (KK)
b. Alamat dan telepon
c. Pekerjaan kepala keluarga
d. Pendidikan kepala keluarga
e. Komposisi keluarga
f. Tipe keluarga
Menjelaskan mengenai jenis tipe keluarga beserta kendala atau
masalah-masalah yang terjadi dengan jenis tipe keluarga tersebut.
g. Tipe bangsa
Mengkaji asal suku bangsa keleuarga tersebut serta mengidentifikasi
budaya suku bangsa tersebut terkait dengan kesehatan.
h. Agama
Mengkaji agama yang dianut oleh keluarga serta kepercayaan yang
dapat mempengaruhi kesehatan.
i. Status sosial ekonomi keluarga
Status sosial ekonomi keluarga ditentukan oleh pendapatan baik dari
kepala keluarga maupun anggota keluarga lainnya.Selain itu status social
ekonomi keluarga ditentukan pula oleh kebutuhan-kebutuhan yang
dikeluarkan oleh keluarga serta barang-barang yang dimiliki oleh keluarga.
j. Aktivitas rekreasi keluarga
Rekreasi keluarga tidak hanya dilihat kapan saja keluarga pergi
bersama-sama untuk mengunjungi tempat rekreasi tertentu namun dengan
menonton TV dan mendengarkan radio juga merupakan aktifitas rekreasi.

Keperawatan komunitas keluarga Page 14


2. Riwayat dan Tahap Perkembangan Keluarga
a. Tahap perkembangan keluarga saat ini
Tahap perkembangan keluarga ditentukan dengan anak tertua dari
keluarga inti.
b. Tahap perkembangan keluraga yang belum terpenuhi.
Menjelaskan mengenai tugas perkembangan yang belum terpenuhi
oleh keluarga serta kendala mengapa tugas perkembangan tersebut belum
terpenuhi.
c. Riwayat keluarga inti
Menjelaskan mengenai riwayat kesehatan pada kelularga inti, yang
meliputi riwayat penyakit keturunan, riwayat kesehatan masing-masing
anggota keluarga, perhatian terhadap pencegahan penyakit (status imunisasi),
sumber pelayanan kesehatan yang biasa digunakan keluarga serta pengalaman-
pengalaman terhadap pelayanan kesehatan.
d. Riwayat keluarga sebelumnya
Dijelaskan mengenai riwayat kesehatan pada keluarga dari pihak suami
dan istri.

3. Pengkajian Lingkungan
a. Karakteristik rumah
Karakteristik rumah diidentifikasi dengan melihat luar rumah, tipe
rumah, jumlah ruangan, jumlah jendela, pemanfaatan ruangan, peletakkan
perabotan rumah tangga, jenis septic tank, jarak septic tank dengan sumber air,
sumber air minum yang digunakan serta denah rumah.
b. Karakteristik tetangga dan komunitas RW
Menjelaskan mengenai karakteristik dari tetangga dan komunitas
setempat, yang meliputi kebiasaan, lingkungan fisik, aturan/kesepakatan
penduduk setempat, budaya setempat yang mempengaruhi kesehatan.
c. Mobilitas geografis keluarga
Mobilitas geografis keluarga ditentukan dengan kebiasaan keluarga
berpindah tempat.
d. Perkumpulan keluarga dan interaksi dengan masyarakat.

Keperawatan komunitas keluarga Page 15


Menjelaskan mengenai waktu yang digunakan keluarga untuk
berkumpul serta perkumpulan keluarga yang ada dan sejauh mana keluarga
interaksinya dengan masyarakat.
e. Sistem pendukung keluarga
Yang termasuk pada sistem pendukung keluarga adalah jumlah
anggota keluarga yang sehat, fasilitas-fasilitas yang dimiliki keluarga untuk
menunjang kesehatan.Fasilitas mencakup fasilitas fisik, fasilitas ppsikologis
atau dukungan dari anggota keluarga dan fasilitas social atau dukungan dari
masyarakat setempat.

4. Struktur Keluarga

a. Pola komunikasi keluarga : Menjelaskan mengenai cara berkomunikasi antara


anggota keluarga.
b. Struktur kekuatan keluarga : Kemampuan anggota keluarga mengendalikan
dan mempengaruhi orang lain untuk merubah perilaku.
c. Struktur peran : Menjelaskan peran dari masing-masing anggota keluarga baik
secara formal maupun informal.
d. Nilai atau norma keluarga : Menjelaskan mengenai nilai dan norma yang
dianut oleh keluarga, yang berhubungan dengan kesehatan.

4. Fungsi Keluarga
a. Fungsi afektif
Hal yang perlu dikaji yaitu gambaran diri anggota keluarga, perasaan
memiliki dan dimiliki dalam keluarga, dukungan keluarga terhadap anggota
keluarga lainnya, bagaimana kehangatan tercipta pada anggota keluarga, dan
bagaimana keluarga mengembangkan sikap saling menghargai.
b. Fungsi sosialisasi
Hal yang perlu dikaji bagaimana interaksi atau hubungan dalam
keluarga, sejauh mana anggota keluarga belajar disiplin, norma, budaya, dan
perilaku.
c. Fungsi perawatan kesehatan
Menjelaskan sejauh mana keluarga menyediakan makanan, pakaian,
perlindungan serta merawat anggota keluarga yang sakit.Sejauh mana

Keperawatan komunitas keluarga Page 16


pengetahuan keluarga mengenai sehat-sakit. Kesanggupan keluarga di dalam
melaksanakan perawatan kesehatan dapat dilihat dari kemampuan keluarga
melaksanakan 5 tugas kesehatan keluarga, yaitu keluarga mampu mengenal
masalah kesehatan, mengambil keputusan untuk melakukan tindakan,
melakukan perawatan terhadap anggota keluarga yang sakit, menciptakan
lingkungan yang dapat meningkatkan kesehatan, dan keluarga mampu
memanfaatkan fasilitas kesehatan yang terdapat di lingkungan setempat.
Hal-hal yang dikaji sejauh mana keluarga melakukan pemenuhan tugas
perawatan keluarga adalah :
1) Untuk mengetahui kemampuan keluarga mengenal masalah kesehatan,
yang perlu dikaji adalah sejauh mana keluarga mengetahui mengenai
fakta-fakta dari masalah kesehatan yang meliputi pengertian, tanda dan
gejala, faktor penyebab dan yang mempengaruhinya serta persepsi
keluarga terhadap masalah.
2) Untuk mengetahui kemampuan keluarga mengambil keputusan mengenai
tindakan kesehatan yang tepat, hal yang perlu dikaji adalah :
Sejauh mana kemampuan keluarga mengerti mengenai sifat dan
luasnya masalah
Apakah masalah kesehatan dirasakan oleh keluarga
Apakah keluarga merasa menyerah terhadap masalah yang dialami
Apakah keluarga merasa takut akan akibat dari tindakan penyakit
Apakah keluarga mempunyai sikap negatif terhadap masalah kesehatan
Apakah keluarga dapat menjangkau fasilitas kesehatan yang ada
Apakah keluarga kurang percaya terhadap tenaga kesehatan
Apakah keluarga mendapat informasi yang salah terhadap tindakan
dalam mengatasi masalah

3) Untuk mengetahui sejauh mana kemampuan keluarga merawat anggota


keluarga yang sakit, yang perlu dikaji adalah :
Sejauh mana keluarga mengetahui keadaan penyakit (sifat,
penyebaran, komplikasi prognosa, dan cara perawatannya).
Sejauh mana keluarga mengetahui tentang sikap dan perkembangan
perawatan yang dibutuhkan.

Keperawatan komunitas keluarga Page 17


Sejauh mana keluarga mengetahui keberadaan fasilitas yang
diperlukan perawatan.
Sejauh mana keluarga mengetahui sumber-sumber yang ada dalam
keluarga (anggota keluarga yang bertanggung jawab, sumber keuangan
/ financial, fasilitas fisik, psikososial).
4) Untuk mengetahui sejauh mana kemampuan keluarga memelihara
lingkungan rumah yang sehat, hal yang perlu dikaji adalah :
Sejauh mana keluarga mengetahui sumber-sumber keluarga yang
dimiliki.
Sejauh mana keluarga melihat keuntungan / manfaat pemeliharaan
lingkungan.
Sejauh mana keluarga mengetahui pentingnya hygiene sanitasi.
Sejauh mana keluarga mengetahui upaya pencegahan penyakit.
Sejauh mana sikap / pandangan keluarga terhadap hygiene sanitasi.
Sejauh mana kekompakan antar anggota keluarga.
5) Untuk mengetahui sejauh mana kemampuan keluarga menggunakan
fasilitas / pelayanan kesehatan di masyarakat, hal yang perlu dikaji adalah :
Sejauh mana keluarga mengetahui keberadaan fasilitas kesehatan.
Sejauh mana keluarga memahami keuntungan-keuntungan yang dapat
diperoleh dari fasilitas kesehatan.
Sejauh mana tingkat kepercayaan keluarga terhadap petugas dan
fasilitas kesehatan.
Apakah keluarga mempunyai pengalaman yang kurang baik terhadap
petugas kesehatan.
Apakah fasilitas kesehatan yang ada terjangkau oleh keluarga

d. Fungsi reproduksi
Hal yang perlu dikaji mengenai fungsi reproduksi keluarga adalah :
1) Berapa jumlah anak.
2) Bagaimana keluarga merencanakan jumlah anggota keluarga.
3) Metode apa yang digunakan keluarga dalam upaya mengendalikan jumlah
anggota keluarga.
b. Fungsi ekonomi

Keperawatan komunitas keluarga Page 18


Hal yang perlu dikaji mengenai fungsi ekonomi keluarga adalah:
1) Sejauh mana keluarga memenuhi kebutuhan sandang, pangan, dan papan
2) Sejauh mana keluarga memanfaatkan sumber yang ada di masyarakat
dalam upaya peningkatan status kesehatan keluarga.
f. Fungsi pendidikan
Menjelaskan upaya yang dilakukan keluarga dalam pendidikan selain
upaya yang diperoleh dari sekolah atau masyarakat sekitar.
g. Fungsi religious
Menjelaskan tentang kegiatan keagamaan yang dipelajari dan
dijalankan oleh keluarga yang berhubungan dengan kesehatan.
h. Fungsi rekreasi
Menjelaskan kemampuan keluarga dan kegiatan keluarga untuk
melakukan rekreasi secara bersama baik di luar dan di dalam rumah, juga
tentang kuantitas yang dilakukan.

6. Stress dan Koping Keluarga


a. Stressor jangka pendek dan panjang
1) Stresor jangka pendek yaitu stresor yang dialami keluarga yang
memerlukan penyelesaian dalam waktu 6 bulan.
2) Stresor jangka panjang yaitu stressor yang dialami keluarga yang
memerlukan penyelesaian dalam waktu lebih dari 6 bulan .
b. Kemampuan keluarga berrespon terhadap situasi / stressor.
c. Strategi koping yang digunakan
Strategi koping apa yang digunakan keluarga bila menghadapi
permasalahan.
d. Strategi adaptasi disfungsional
Dijelaskan mengenai strategi adaptasi disfungsional yang digunakan
keluarga bila menghadapi permasalahan.

2. Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan fisik dilakukan pada semua anggota keluarga.Metode yang
digunakan pada pemeriksaan fisik berbeda dengan pemeriksaan fisik di klinik.

Keperawatan komunitas keluarga Page 19


3. Harapan Keluarga
Pada akhir pengkajian, perawat menanyakan harapan keluarga terhadap
petugas kesehatan yang ada.

Pengkajian Fokus
Keluarga Dengan penyakit kronik
Pengkajian data fokus meliputi:
a. Kapan anggota keluarga mengidam penyakit?
b. Bagaimana penyakit dapat menyerang anggota keluarga?
c. Apa saja penyebab terjadinya penyakit?
d. Adakah upaya keluarga dalam penyembuhan penyakit?
e. Bagaimana respons keluarga dalam menghadapi anggota keluarga yg terkena
penyakit kronik?
f. Bagaimana kehidupan di lingkungan keluarga asal, termasuk orientasi
keluarga?
g. Siapa orang yang disenangi anggota keluarga yang sakit didalam rumah?
h. Bagaimana hubungan anggota keluarga yg sakit dengan anggota keluarga
yang sehat?
i. Apakah anggota keluarga yg sakit menerima kondisinya?
j. Bagaimana penampilan anggota keluarga yg sakit, apakah ada defisit
perawatan diri?

B. Diagnosa Keperawatan
Kemungkinan diagnosa :
1. Ansietas kematian
2. Ketidakefektifan pemeliharaan kesehatan keluarga
3. Ketidakmampuan mengenal masalah
4. Defisiensi pengetahuan
5. Ketakutan
6. Ketidakberdayaan
7. Intoleransi aktivitas
8. Ketidakefektifan manajemen kesehatan keluarga
9. Ketidakefektifan penyangkalan

Keperawatan komunitas keluarga Page 20


10. Harga diri rendah situasional
C. Intervensi
1. Ansietas kematian b.d penyakit kronis yg diderita

Tujuan Khusus Kriteria Standar hasil Intervensi keperawatan


Setelah Verbal Keluarga dapat : Beri bimbingan antisipasif
dilakukan pengetahuan Beri dukungan pengasuhan
tindakan mengidentifikasi dan (caregiver support)
keperawatan mengungkapkan gejala Beri dukungan emosional
selama cemas Ajarkan menajemen alam
kunjungan Mengatakan kecemasan perasaan
di harapkan berkurang, Ajarkan terapi relaksasi
kecemasan Penerimaan status penyakit Fasilitasi kunjungan
keluarga yang diderita Berikan terapi relaksasi
berkurang/
Peningkatan koping
hilang
keluarga
Beri dukungan
pengambilan keputusan
Peingkatan integritas
keluarga

Keperawatan komunitas keluarga Page 21


2. Defisiensi pengetahuan b.d ketidakmampuan keluarga mengenal masalah
kesehatan ( penyakit kronis).

Tujuan Khusus Kriteria Standar hasil Intervensi keperawatan


Setelah Verbal Keluarga dapat : kontrak dengan keluarga
dilakukan pengetahuan kaji tigkat pengetahuan
tindakan Menyatakan pemahaman keluarga tentang
keperawatan tentang penyakit, kondisi, penyakit
selama dan program pengobatan Pertemuan dengan
kunjungan menjelaskan pengertian keluarga dan membahas
di harapkan penyakit dengan benar tentang penyakit kronis
keluarga Pasien dan keluarga yang diderita
mampu mampu melaksanankan Berikan kesempatan
mengenal prosedur yg dijelaskan keluarga utk
dan secara benar. menanyakan penjelasan
memahami Pasien dan keluarga yg telah didiskusi.
penyakit mampu menjelaskan Beri pujian terhadap
kronis yg kembali apa yg dijelaskan kemampuan memahami
derita. perawat/ tim kesehatan materi yang diberikan.
lainnya. Berikan penjelasan
ulang bila ada materi yg
belum dipahami.
Evaluasi secara singkat
terhadap topik yg
diberikan
Pantau respon terhadap
materi yg diberikan.

Keperawatan komunitas keluarga Page 22


3. Ketidakefektifan pemeliharaan kesehatan keluarga b.d ketidakmampuan keluarga
mengenal masalah kesehatan ( penyakit kronis)
Tujuan Khusus Kriteria Standar hasil Intervensi keperawatan
Setelah Verbal Keluarga dapat : Jelaskan tentang
dilakukan pengetahuan Keluarga mampu mengenal penyakit kronis
tindakan masalah tentang pengetahuan pengajaran proses
keperawatan kesehatan dan perilaku
penyakit yang
selama Keluarga mampu
dialaminya
kunjungan memutuskan untuk
Pendidikan kesehatan
di harapkan meningkatkan atau
keluarga Dukungan membuat
memperbaiki kesehatan
mampu keputusan
Keluarga mampu merawat
mengenal Dukungan pemberi
anggota keluarga untuk
dan perawatan
meningkatkan atau
melakukan Manajemen lingkungan :
keperawtan memperbaiki kesehatan
rumah yang aman
sehari-hari
Beri pujian terhadap
tentang
kemampuan memahami
penyakit
materi yang diberikan.
kronis
Berikan penjelasan ulang
bila ada materi yg belum
dipahami.

Keperawatan komunitas keluarga Page 23


4. Ketidakberdayaan b.d regimen pengobatan penyakit yang rumit.

Tujuan Khusus Kriteria Standar hasil Intervensi keperawatan


Setelah Verbal Keluarga dapat : Bangun hubungan yg
dilakukan pengetahuan Mengatakan kompleks
tindakan penerimaan kondisi Beri dukungan emosional
keperawatan Mengatakan tingkat Ajarkan latihan asertif
selama kelelahan berkurang Peningkatan harga diri
kunjungan di Beri bimbingan
harapkan antisipasif
ketidaberdayaan Berikan pengajaran pada
keluarga individu
berkurang atau Ajarkan terapi aktivitas
hilang.

Keperawatan komunitas keluarga Page 24


BAB IV
PENUTUP

A. KESIMPULAN
Keluarga sebagai kelompok sosial terdiri dari sejumlah individu, memiliki
hubungan antarindividu, terdapat ikatan, kewajiban, tanggung jawab diantara individu
tersebut
Keluarga adalah perkumpulan dua atau lebih individu yang diikat oleh
hubungan darah, perkawinan atau adopsi, dan tiap-tiap anggota keluarga selalu
berinteraksi satu sama lain.
Penyakit kronik adalah suatu penyakit yang perjalanan penyakit berlangsung lama
sampai bertahun-tahun,bertambah berat,menetap,dan sering kambuh

B. SARAN
a. Keluarga
Senantiasa memberikan perawatan pada anggota keluarga yang sakit bronkitis kronis
dan meningkatkan kualitas kesehatan dengan memanfaatkan fasilitas kesehatan yang
ada serta membantu melaksanakan asuhan keperawatan yang telah diberikan.

b. Petugas kesehatan

Dengan adanya penulisan karya tulis ilmiah ini disarankan petugas kesehatan lebih
peka dengan penyakit yang diderita pasien dan tidak hanya memberikan pelayanan
pengobatan di pelayanan kesehatan saja tetapi juga dapat memberikan pelayanan
kesehatan yang lebih berkelanjutan seperti kunjungan ke rumah.

c. Penulis

Dari hasil penulisan ini disarankan oleh penulis jika ada penulis lain yang akan
memberikan asuhan keperawatan keluarga dapat dijadikan sebagai referensi
perbandingan.

Keperawatan komunitas keluarga Page 25