Anda di halaman 1dari 33

ASUHAN KEBIDANAN

PADA NY I GI P00000 USIA KEHAMILAN 11 - 12 MINGGU


DENGAN ABORTUS INCOMPLETE
DI RUMAH SAKIT MUHAMMADIYAH SURABAYA

DI SUSUN OLEH

NURMA PERMATASARI ARIF


NIM. P 27824306027

DEPARTEMEN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


POLTEKKES DEPKES SURABAYA JURUSAN KEBIDANAN
PRODI KEBIDANAN BANGKALAN
2008 - 2009
BAB I
LANDASAN TEORI
ABORTUS INCOMPLETE

I. PENGERTIAN
Abortus adalah dikeluarkannya hasil konsepsi sebelum mampu hidup
diluar kandungan dengan berat badan kurang dari 1000
gram atau umur kehamilan kurang dari 28 minggu.
(Manuaba, 1998 : 214)
Abortus adalah pengeluaran hasil konsepsi sebelum janin hidup diluar
kandungan.
(Rustam Mochtar,1998 : 209)
Abortus adalah pengakhiran kehamilan sebelum mencapai berat 500 gram
atau kurangdari 20 minggu.
( UNPAD,1998 : 4 )
Abortus istilah yang diberikan untuk semua kehamilan yang berakhir
sebelum periode viabilitas janin, yaitu yang berakhir
sebelum janin 500 gram. Bila berat badan tidak diketahui,
maka perkiraan lama kehamilan kurang dari 20 minggu
lengkap ( 139 hari ) dihitung dari hari pertama terakhir
normal yang dapat dipakai
( Ben Zion Taber, 1994 : 54 )

II. Jenis jenis abortus


a.Abortus iminen
Adalah abortus yang mengancam dan akan terjadi. Dalam hal ini keluarnya
fetus masih dapat dicegah dengan memberikan obat obatan dan istirahat
b. Abortus incomplet / keguguran tidak lengkap
Adalah sebagian dari buah kehamilan dapat dilahirkan tapi dilahirkan
sebagian ( biasanya teraba jaringan plasenta ) tertinggal dalam rahim
c.Abortus insipien / keguguran berlangsung
Adalah abortus ini sudah berlangsung dan tidak dapat dicegah lagi
d. Abortus complete / keguguran lengkap
Adalah seluruh buah kehamilan telah dilahirkan dengan lengkap
e.Missed abortion
Adalah keadaan dimana janin telah mati sebelum minggu ke 22 tetapi
tertahan di dalam rahim selama 2 bulan atau lebih setelah janin mati
III. PENYEBAB ABORTUS
Penyebab abortus sebagian besar tidak diketahui secara pasti,tetapi terdapat
factor yaitu :
Faktor Pertumbuhan Hasil Konsepsi
Kelainan pertumbuhan hasil konsepsi dapat menimbulkan kematian janin
dan cacat bawaan yang menyebabkan hasil konsepsi dikeluarkan.Ini dapat
terjadi karena :
1. Faktor Kromosom
2. Faktor Lingkungan Endometrium
Endometrium belum siap menerima implantasi
Gizi ibu kurang karena anemia
3. Pengaruh Luar
Obat obatan dan radiasi
Kelainan Pada Placenta
- Infeksi pada placenta
- Gangguan pembuluh darah
Penyakit Ibu
- Penyakit Infeksi seperti : Malaria,Sifilis,dan sebagainya.
- Anemia
- Penyakit menahun seperti : Hipertensi,ginjal,hati,dan sebagainya.
Kelainan Yang Terdapat Dalam Rahim
Seperti : Mioma Uteri,Uterus Arkuatus,Uterus Septus,Bekas Operasi,pada
serviks dan sebagainya.

IV. PATOFISIOLOGI ABORTUS


Terjadi keguguran mulai terlepasnya sebagian atau seluruh jaringan placenta
yang menyebabkan perdarahan sehingga bayi kekurangan nutrisi dan
O2.Karena dianggap asing,sehingga rahim berusaha untuk mengeluarkannya
dengan kontraksi.Keguguran memberikan gejala umum dan sakit perut
karena kontraksi rahim,terjadi perdarahan dan disertai dengan pengeluaran
seluruh atau sebagian hasil konsepsi.
Bentuk Pengeluaran Hasil Konsepsi Bervariasi
Umur kehamilan < 14 minggu dimana placenta belum terbentuk
sempurna langsung terjadi pengeluaran hasil konsepsi seluruhnya.
Diatas 16 minggu dengan bentuk placenta sempurna,didahului
dengan ketuban pecah kemudian pengeluaran hasil konsepsi dan
pengeluaran placenta.
Hasil konsepsi tidak dikeluarkan >16 minggu,menimbulkan
ancaman baru dalam bentuk gangguan pembekuan darah.

V. DASAR DIAGNOSA ABORTUS


Dugaan abortus diperlukan beberapa kriteria,yaitu :
Terdapat keterlambatan datang bulan
Terjadi perdarahan disertai sakit perut
Dapat diikuti oleh pengeluaran hasil konsepsi
Pemeriksaan hasil test kehamilan bisa + /-
Hasil pemeriksaan fisik bervariasi pada tiap penderita,yaitu :
1. Pemeriksaan fisik bervariasi tergantung dari jumlah perdarahan
2. Pemeriksaan fundus uteri
o Tinggi dan besarnya tetap dan sesuai dengan usia kehamilan
o Tinggi dan besarnya sudah mengecil
o Fundus uteri tidak teraba diatas symphisis
3. Pemeriksaan Dalam
o Serviks uteri masih tertutup
o Serviks sudah terbuka dan dapat teraba ketuban dan hasil konsepsi
dalam kavum uteri atau pada kanalis servikalis.
o Besarnya rahim dan (uterus) telah mengecil
o Konsepsi lunak
Berdasarkan hasil pemeriksaan dapat ditetapkan diagnosa klinik pada
abortus Inkomplete.
Gejala klinis yang dapat terjadi :
o Perdarahan memanjang,sampai terjadi keadaan anemis
o Perdarahan mendadak banyak menimbulkan keadaan gawat
o Terjadi infeksi dengan ditandai suhu tinggi
o Dapat terjadi degenerasi ganas (Korio Karsinoma)
Pada pemeriksaan dijumpai gambaran
o Kanalis servikalis terbuka
o Dapat diraba jaringan dalam rahim atau di kanalis servikalis
o Kanalis servikalis tertutup dan perdarahan berlangsung terus
o Dengan pemeriksaan sonde perdarahan bertambah

VI. THERAPY
1. Bila ada tanda tanda shock atasi dulu dengan pemberian cairan
dan tranfusi darah
2. Keluarkan jaringan secepatnya mungkin dengan metode digital
atau curetage
3. Setelah itu beri obat uterotonika dan antibiotika
4. Jika perdarahan tidak seberapa banyak dan kehamilan kurang dari
16 minggu evakuasi dapat dilakukan secara digital atau dengan cunam
ovum untuk mengeluarkan hasil komnsepsi yang keluar melalui servik.
Jika perdarahan berhenti beri ergometrin 0,2 mg IM atau misoprostol 400
mcg per oral
5. Jika perdarahan banyak atau tereus berlangsung dan usia
kehamilan kurang dari 16 minggu, evakuasi sisa hasil konsepsi dengan :
- Aspirasi vakum Manual ( AVM ) merupakan metode evakuasi yang
terpilih. Evakuasi dengan kuret tajam sebaiknya hanya dilakukan jika
aspirasi vakum manual tidak tersedia
- Jika evakuasi belum dapat dilakukan segera, beri ergometrin 0,2
mg IM ( diulangi setelah 4 jam jika perlu )
6. Jika kehamilan lebih dari 16 minggu
- Berikan infus oksitosin 20 unit dalam 500 ml cairan IV ( garam
fisiologi atau ringer laktat ) dengan kecepatan 40 tetes / menit sampai
terjadi ekspulsi hasil konsepsi
- Jika perlu berikan misoprostol 200 mcg pervaginam setelah 4 jam
sampai terjadi ekspulsi hasil konsepsi ( maksimal 800 mcg )
- Evakuasi sisa hasil konsepsi yang tertinggal dalam uterus
7. Pastikan untuk tetap memantau kondisi ibu setelah penanganan

VII. PEMANTAUAN PASCA ABORTUS


Sebelum ibu diperbolehkan pulang, beritahu ibu bahwa abortus merupakan
hal yang biasa terjadi pada paling sedikuit 15% ( satu dari tujuh kehamilan )
dari seluruh kehamilan yang diketahui secara klinis. Berilah keyakinan akan
kemungkinan keberhasilan berikut kecuali jika terdapat sepsis atau adanya
penyebab abortus yang dapat mempunyai efek samping pada kehamilan
berikutnya ( hal ini jarang terjadi )
Beberpa wanita mungkin ingin hamil langsung setelah abortus inkomplit.
Ibu sebaiknya diminta untuk menunda kehamilan berikut sampai benar
benar pulih. Untuk ibu dengan riwayat abortus tidak aman, konseling
merupakan hal yang penting. Jika kehamilan tersebut merupakan kehamilan
yang tidak diinginkan, bebrapa metode kontrasepsi dapat segera dimulai
( dalam waktu 7 hari ) dengan syarat :
- Tidak terdapat komplikasi berat yang membutuhkan penangan
lebih lanjut.
- Ibu menerima konseling dan bantuan secukupnya dalam memilih
metode kontrasepsi yang paling sesuai
Kontrasepsi pasca abortus
- Kondom : waktu aplikasi segera
- Pil hormonal : waktu aplikasi segera
- Suntikan : waktu aplikasi segera
- AKDR : waktu aplikasi segera atau setelah kondisi
pasien pulih kembali
- Tubektomi : waktu aplikasi segera
Juga kenali pelayanan kesehatanreproduksi lainnya yang dibutuhkan oleh
ibu tersebut sebagai contoh beberapa wanita mungkin membeutuhkan :
- Jika pasien pernah diimunisasi, berikan booster tetanus teksoid 0,5
ml. Jika dinding vagina atau kanalis servikalis tampak luka
terkontaminasi
- Jika riwayat imunisasi tidak jelas, berikan serum anti tetanus ( ATS
) 1500 unit Im diikuti dengan tetanus Toksoid 1,5 ml setelah 4 minggu
- Penatalaksanaan untuk penyakit menular seksual
- Penapisan kanker serviks
DAFTAR PUSTAKA

FK UPB.1984. Obstetri Patologi. Bandung ; Elstor offset


Manuaba, Ida Bagus Gde.1998. Ilmu KebidananPenyakit kandungan Tujuan
untuk keluarga berencana. Jakarta ; EGC
Mochtar,Rustam.1994. Kapita Selekta Kedaduratan Obstetri dan Ginekologi.
Jakarta ; EGC
YBP.SP.2002. Buku Panduan Praktis Pelayanan Ksehatan Maternal Neonatal.
Jakarata; YBP.SP
BAB II
ASKEB TEORI

I.. PENGERTIAN
BIODATA
Nama : Nama penderita dan suaminya ditanyakan untuk mengenal dan
memanggil penderita dan tidak keliru dengan penderita lain.
(Christina, 1993 :83)
Nama yang jelas dan lengkap diperlukan dan ditanyakan nama
panggilan sehari - hari.
(Depkes RI, 1995 : 13)
Umur :Untuk mengetahui keadaan ibu,termasuk primipara muda atau
tua.Menurut para ahli baik antara usia 19-35 tahun dimana otot-
otot masih bersifat sangat elastis dan mudah diregangkan.
(Christina,1993 :84)
Agama :Hal ini berhubungan dengan perawatan klien yang berkaitan
dengan ketentuan agama antara lain dalam keadaan gawat ketika
memberi pertolongan dan perawatan dapat diketahui dengan
siapa harus berhubungan.
(Christina, 1993 :84)
Pendidikan :Ditanyakan untuk mengetahui tingkat intelektualnya,tingkat
pendidikannya dapat mempengaruhi sikap perilaku kesehatan
seseorang.
(Depkes RI, 1995 :14)
Pekerjaan :Untuk mengetahui taraf hidup dan sosial ekonomi pasien agar
nasehat yang diberikan sesuai.
(Christina, 1993 : 84)
Penghasilan :Untuk mengetahui perekonomian atau keuangan pasien agar
nasehat yang akan diberikan dapat disesuaikan.
(Christina, 1993 : 84)
Alamat :Untuk mengetahui ibu tinggal dimana, menjaga kemungkinan
bila ada ibu yang namanya sama.Ditanyakan alamatnya agar
dapat dipastikan nama ibu yang hendak ditolong dan diperlukan
untuk mengadakan kunjungan.
(Christina, 1993 : 84)

A. DATA SUBYEKTIF
1. Keluhan Utama
Ditanyakan untuk mengetahui apakah pasien datang untuk memeriksakan
kehamilannya atau pengaduan-pengaduan lain yang penting.
(Obstetri Fisiologi, 154)
Keluhan-keluhan ibu hamil dengan abortus incomplete adalah :
- Ibu mengatakan tidak haid < 5 bulan
- Ibu mengatakan sakit perut
- Ibu mengatkan keluar darah sedikit atau banyak
- Ibu mengatakan keluar darah agak menggumpal
- Ibu mengatakan mengalami perdarahan
- Ibu mengatakan meanstruasi terakir tanggal . . .
- Ibu mengatakan takut akan keadaannya
2. Riwayat Kesehatan
a. Riwayat penyakit ibu
Hal ini penting untuk mengetahui kemungkinan adanya penyakit yang
menyertai dan yang dapat mempengaruhi kehamilan seperti :
Penyakit Jantung
Pertambahan denyut jantung dapat menguras cadangan kekuatan
jantung sehingga terjadi payah jantung.
( Manuaba Ida Bagus , 1998 : 272 - 273 )

Dapat terjadi abortus, prematuritas, dismaturitas, lahir dengan apgar


rendah, kematian janin dalam rahim.
(Sinopsis Obstetri,1998)
Hypertensi
Merupakan kelainan vaskuler yang terjadi sebelum kehamilan atau
timbul dalam kehamilan, pada permulaan penyakit ini di tandai dengan
kadang-kadang oedema, hypertensi dapat menyebabkan pre-eklamsi,
kematian ibu, kelahiran mati, kematian neonatal.
( Obstetri patologi, FKUNPAD, 1984 : 89 )
Tubercolosis
Dapat mengakibatkan gangguan pertumbuhan janin sampai dengan
keguguran, penyakit TBC memerlukan pengobatan yang tepat dan
pengawasan yang efektif sehingga dapat mengurangi bahaya
terhadap bayi saat menyusui.
( Manuaba Ida Bagus , 1998 : 274 )

Diabetes Militus
Dapat mempengaruhi metabolisme secara prematurus dan kematian
janin dalam kandungan. Penyakit TBC memerlukan pengobatan yang
tepat dan pengawasan yang efektif sehingga dapat mengurangi bahaya
terhadap kehamilan dan bayi saat menyusui
Asma
Asma yang berat dapat mempengaruhi pertumbuhan dan
perkembangan janin dalam rahim melalui gangguan pertukaran 0 2 dan
CO2
( Manuaba Ida Bagus , 1998 : 274 )
Hepatitis
Penularan bayi terjadi melalui pencernaan bayi yang menelan darah
dari permukaan jalan lahir, melalui asi, abortus dan partus prematurus
biasanya terjadi pada penderita hepatitis berat
( Obstetri patologi, FKUNPAD, 1984 : 89 )
Kelainan yang terdapat dalam rahim
Rahim merupakan tempat tumbuh kembangnya janin dijumpai
keadaan abnormal dalam bentuk mioma uteri, uterus arkuatus,
retrofleksia uteri, servik incompetent, bekas operasi pada servik.
Dimana kelainan ini bias menyebabkan keguguran
TORCH
TORCH adalah toxoplasmosis Rubella Citomegallo dan herpes
simplek virus. Penyakit penyakit onfeksi ini sangat berpengaruh
dalam kehamilan karena dapat menyebabkan IUGR, IUFD, abortus
serta bayi lahir dengan terinfeksi virus. Virus tersebut karena penyakit
ini ditularkan transplasenta dari ibu ke janin.
b. Riwayat penyakit keluarga
Untuk mengetahui apakah dari keluarga ibu atau orang yang tinggal
bersama ibu mempunyai penyakit menular seperti HIV/AIDS, TBC,
Hepatitis. Penyakit menurun seperti DM, Asma. Penyakit kronis seperti
Hypertensi dan jantung.
(Christina,1993)
3. Riwayat menstruasi
Menarche
Adalah terjadinya haid pertama kali, menarche terjadi pada usia
pubertas, yaitu sekitar 12-16 tahun.
(Rustam Mochtar,1998)
Usia 10-16 tahun, namun rata-rata pada usia 12,5 tahun.
(Sarwono P,1990)
Siklus haid
Siklus haid pada setiap wanita tidak sama. Panjang siklus haid yang
normal atau dianggap sebagai siklus adalah 28 hari.
(Sarwono P,1990)
Lama haid
Lama haid biasanya antara 3- 5 hari dan ada yang sampai 7-8 hari.
(Sarwono P,1990)
Jumlah darah haid
Jumlah darah sekitar 50 cc tanpa terjadi bekuan darah karena banyak
mengandung fermen. Bila terdapat gumpalan darah menunjukkan
perdarahan menstruasi cukup banyak.
(Ida Bagus Gde Manuaba,1998)
Dysmenorhoe
Adalah nyeri pada waktu haid.
(Dorland,1998)
Flour albus
Adalah cairan atau secret berwarna putih dan kental dari vagina dan
rongga uterus.
(Dorland,1998)
HPHT
Dapat dijabarkan untuk memperhitungkan tanggal tafsiran persalinan
bila siklus haid 28 hari. Rumus yang dipakai adalah rumus Naegele
+7, bulan -3 dan tahun +1.
(Sarwono P,1999:155)
4. Riwayat perkawinan
Untuk mengetahui kemungkinan pengaruh status perkawinan terhadap
masalah kesehatan. Bila perlu ditanyakan kawin atau tidak, lamanya kawin
dan berapa lama kawin.
(Depkes RI,1995:14)
5. Riwayat kehamilan, persalinan dan nifas yang lalu
Untuk mengetahui apakah persalinan yang lalu berjalan dengan lancar,
biasa dan tidak pernah mengganggu keadaan umum ibu. Atau ibu pernah
mengalami kelainan waktu persalian
( Ibrahim Christina,1993:85)
6. Riwayat kehamilan sekarang
Untuk mengetahui apakah aat hamil terdapat factor factor yang
menyebabkan keguguran, missal :
- Kelainan pertumbuhan hasil konsepsi sehingga dapat menimbulkan
kematian janin dan cacat bawaan yang menyebabkan hasil konsepsi
dikeluarkan
- Kelainan plasenta
- Penyakit ibu
- Kelainan yang terdapat dalam rahim
7. Riwayat KB
Ditanyakan bila ibu pernah ikut KB, yaitu apakah ibu pernah ikut KB atau
tidak. Jenis kontrasepsi, berapa lama, dan ada keluhan atau tidak.
8. Riwayat sosial spiritual
Ibu dan keluarga cemas dengan keadaan sekarang, dukungan keluarga
baik. Selama hamil ibu mnegrjakan kegiatan seperti biasa. Hubungan ibu
dan keluarga baik dan anak diharapkan. Pengambil keputusan adalah
suami
9. Pola aktivitas sehari-hari
- Nutrisi :
Hal ini penting dalam pengawasan ibu hamil, karena kekurangan /
kelebihan nutrisi dapat menyebabkan kelahiran yang tidak diinginkan
( Sarwono P : 161 )
Pada dasarnya dianjurkan 4 sehat 5 sempurna. Nilai gizi dapat ditentukan
dengan bertambahnya berat badan sekitar 0,5 15 kg selama hamil
kenaikan berat badan tidak boleh lebih dari kg perminggu.
( Manuaba : 136 )
- Eleminasi
BAK
Keluhan dari saluran kencing sering kali menyerang dalam kehamilan,
oleh karena itu perlu ditanyakan rasa nyeri waktu kencing. Seringnya
kencing, retensi urin, kencing tidak lancer / tidak tertahan
BAB
Untuk mengatasi sembelit dianjurkan untuk meningkatkan gerak atau
aktivitas jasmani, banyak makan makanan berserat.
- Personal hygine :
kebersihan tubuh merupakan salah satu pokok-pokok yang harus
diperhatikan dalam hygiene kehamilan meliputi: rambut harus sering
dicuci, gigi, buah dada, kebersihan vulva, kebersihan kuku dan kebersihan
kulit dilakukan dengan mandi.
(Christina,1993:159)
- Istirahat
Untuk mengetahui berapa lama ibu bisa tidur dengan nyenyak sehingga
ibu dapat memulihkan kembali tenaganya.
(Christina,1993:167)
- Aktifitas
Ditanyakan untuk mengetahui aktifitas apa saja yang dilakukan oleh ibu
karena aktifitas yang berat juga dapat mempengaruhi kehamilan ibu.
(Depkes RI,1995:60)
- Seksualitas
Riwayat abortus sebelum kehamilan sekarang. Coitus ditunda sampai
kehamilan 26 minggu. Umumnya coitus diperbolehkan selama kehamilan
tetapi harus hati hati pada kahir kehamilan, jika kepala sudah masuk
panggul, coitus sebaiknya dihentikan karena menimbulkan rasa sakit dan
perdarahan

B. DATA OBYEKTIF
1. Pemeriksaan umum
a. Keadaan umum
Periksa yang lengkap dari penderita untuk mengetahui keadaan /
kebaikan dari penderita, membantu dalam penetapan diagnosa dan
pengobatan.
( Zr. Dra. Christina : 50 )
b. Kesadaran
Pada saat ini diperhatikan pula bagaimana sikap tubuh, keadaan
punggung dan cara berjalan apakah cenderung membengkak, terdapat
lordosis, kiposis, skiolisis atau berjalan pincang dan sebagainya
( Pusdiknakes : 69 )
c. TTV
- Tekanan darah
1. Tekanan darah dikatakan tinggi bila lebih dari 140 / 90
mmHg. Bila keadaan tekanan darah meningkat, yaitu sistolik 30
mmHg atau lebih. Kelainan ini dapat berlanjut menjadi
preeklampsi dan eklampsi kalau tidak ditangani dengan cepat
2. Tekanan darah yang normal rata rata pada wanita hamil
yang berumur 20 tahun 120 / 70 mmHg antara 20 30 tahun 110 /
70 mmHg, bila dalam keadaan pemeriksaan terdapat desakan dari
130/80 mmHg keatas maka penderita mendapat pengawasan
(Christina,1993 : 94)
- Denyut nadi
1. Nadi yang normal adalah sekitar 80x/menit bila nadi lebih
dari 120x/menit maka hal ini menunjukkan adanya keluhan
2. Diukur dengan alat pengukuran dengan nadi / jam tangan.
Ukuran denyut nadi dihitung berdasarkan frekuensi denyut nadi
permenit.
( Managemen Kebidanan : 19 )
- Suhu
Pertanda sehat tanda suhu tubuh 37 / 98,6 F. Pertanda buruk suhu
tubuh di atas 37 / 98,6 F menendakan demam, tubuh ibu merasa
panas
(Pusdiknakes,2000 : 67)
- Respirasi
Sesak nafas ditandai frekuensi penafasan yang meningkat dan
kesulitan bernafas serta merasa lelah. Bila ini timbul setelah
melakukan pekerjaan fisik / berjalan tugas sehari hari. Maka
kemungkinan terdapat penyakit jantung, frekuensi pernafasan 16
24x/menit
(Depkes RI,1995:11)
d. Antropometri
Berat badan
Pertambahan berat badan yang berlebihan dapat diperkirakan resiko
seperti bengkak, kehamilan kembar, hydramnion dan bayi
besar.pertambahan berat badan sekitar 6,5 -12 Kg selama hamil.
Kenaikan berat badan tidak boleh lebih besar dari 0,5 kg/minggu.
( Ida Bagus Gde manuaba,1998)
Tinggi badan
Ibu hamil dengan tinggi badan kurang dari rata-rata (145 cm)
kemungkinan panggul sempit dan merupakan factor resiko untuk ibu
hamil dan bersalin.
(Depkes RI,1995:10)
Lingkar lengan atas
Lila kurang dari 23,5 cm merupakan indicator untuk status gizi ibu
yang kurang atau buruk. Sehingga ibu melahirka beresiko BBLR.
(Depkes RI,1995)
2. Pemeriksaan fisik
a. Inspeksi
Periksa pandang disaat ketemu pasien, diperhatikan bagaimana sikap
tubuh, keadaan punggung dan cara berjalan apakah cenderung
membungkuk terdapat lordosis, kiposis, skoliosis atau berjalan pincang
( Pusdiknakes : 69 )
1. Muka
Tampak cloasma gravidarum sebagai akibat pigmentasi yang
berlebihan, tidak oedema, tidak pucat, bentuk simetris
( Askeb ibu hamil, 1993 : 69)
2. Mata
Bentuk simetris, conjungtiva normal merah muda, bila pucat
menumbuhkan anemia, sklera normal berwarna putih, bila kuning ibu
menandakan ibu mungkin terinfeksi hepatitis, bila merah mungkin ada
konjungtivitis. Kelopak mata bengkak kemungkinan adanya
preeklampsi
(Depkes RI,2000:19)
3. Mulut
Adakah sariawan bagaimana kebersihannya. Dalam kehamilan sering
timbul stonalitis degingifitis yang mengandung pembuluh darah dan
mudah berdarah. Maka perlu perawatan mulut agar selalu bersih.
( Sarwono P : 495 )
4. Gigi
Adakah caries yang menandakan ibu kurang kalsium. Saat hamil
sering terjadi caries yang berkaitan dengan emisis, hyperemisis
gravidarum adanya kerusakan gigi dapat menjadi sumber infeksi
( Ida Bagus Gde manuaba,1998)
5. leher
Normal tidak ada pembesaran kelenjar tyroid
Dalam kehamilan biasa kelenjar tyroid mengalami hyperfungsi dan
kadang disertai pembesaran ringan. Metabolisme basal dapat
meningkat 15 95% walaupun tampak gejala gejala yang
menyerupai hyperfungsi glandula tyroid namun wanita hamil normal
tidak menjalani hypertyroidismus
( Sarwono P : 526 )
Normal tidak ada pembesaran kelenjar limfe dan pembendungan vena
jugularis
6. Dada
a.Paru paru
Auskultasi respirasi normal, tidak weesing, perkusi paru paru
normal adalah presonan yang terdengar adalah dug . . dug . . dug
( Robert Prihardjo, 1996 : 79 )
b. Jantung
Irama normal pada kehamilan terjadi peningkatan denyut jantung
pada janin untuk mengimbangi pertumbuhan dan perkembangan
janin dalam rahim sekitar 10 denyut tiap menit
( Ida Bagus Gde manuaba,1999 :272)
7. Mamae
Penampakan payudara pada ibu hamil adalah sebagai berikut :
a.Payudara menjadi lebih lebih besar, pada primigravida payudara
tegang putting susu runcing
b. Areola dan papila makin hyperpigmentasi ( hitam )
c.Granulla montgomery makin tampak
d. Pengeluaran ASI belum berlangsung karena prolaktin
belum berfungsi karena hambatan pil untuk imunisasi
8. Abdomen
Tidak ada linea alba
Perut lebih kecil dari pada seharusnya
9. Genetalia
Keluar darah agak menggumpal dan jumlah perdarahan cenderung
lebih banyak dari pada darah haid, perdarahan mungkin hebat dan bisa
menyebabkan syok
b. Palpasi
Leher
Diraba apakah ada benjolan/tidak pada saat menelan.
(Christina,1995)
Mammae
Terdapat benjolan apa tidak yang abnormal,colostrums keluar atau
tidak saat dilakukan pengurutan.
(Obstetri Fisiologi)
Abdomen
Menentukan besarnya rahim dan dengan ini menentukan tuanya
kehamilan.Menentukan letak anak dirahim.
(Obstetri Fisiologi)
Leopold I : TFU lebih kecil dari usia kehamlan
VT : servik lunak, dilatasi dan mendatar, jaringan plasenta dapat
teraba, adneksa normal
c. Auskultasi
DJJ ( - )
d. Perkusi
- Reflek patella
Normal : tungkai bawah akan bergerak sedikit ketika tendon ditekuk,
bila digerakkan berlebihan dan cepat maka hal ini mungkin pre
eklampsi
(Depkes RI,2000:19)
- Dengan menggunakan reflek hammer dilakukan pengolahan lutut
bagian depan, bila reflek negative kemungkinan pasien mengalami
kekurangan vitamin B
( Pusdiknakes :68 )
3. Pemeriksaan penunjang
a. Pemeriksaan urine
Dalam pemeriksaan urine ada 2 hal yang diperiksa yaitu :
1. Pemeriksaan untuk mengetahui ada tidaknya protein dalam urine.
Tujuannya untuk mengetahui apakah itu mempunyai indikasi toxomia.
Cara menilai :
Negatif ( - ) : urine tidak keruh
Positif ( ++ ) : kekeruhan dapat dinilai dan ada endapan halu
Positif ( +++ ) : urine lebih keruh dan ada endapan yang jelas terlihat
Positif ( ++++ ) : urine sangat keruh dan disertai endapan yang
menggumpal
2. Pemeriksaan gula urine
Yitu untuk mengetahui apakah urine itu mengandung glukosa atau
tidak. Tujuannya untuk mengetahui apakah ibu mempunyai indikasi
DM. Cara menilai :
Menjadi hijau : hasil negative ( - )
Menjadi kuning : hasil positif ( + )
Menjadi orange : hasil positif ( ++ )
Menjadi coklat : hasil positif tiga ( +++ )
( Zr. Dra. Christina : 105 )
b. Pemeriksaan darah
Pemeriksaan darah ( HB ) minimal 2x selama hamil yaitu pada trimester
I dan II. Hasil pemeriksaan dengan sahli dapat digolongkan sebagai
berikut :
Anemia ringan : 9 10 gr% tidak anemia 11 gr%
Anemia sedang : 7 8 gr %
Anemia berat : < 7 gr%
( Ida Bagus Gde manuaba,1999 30)
c. Golongan darah
Golongan darah yang cocok jika ibu memerlukannya
( Ida Bagus Gde manuaba,1999 30)
d. PP test ( + )

II. INTREPRETASI DATA DASAR


Dx : Diagnosa ditegakkan oleh bidan dalam lingkup praktek
kebidanan dan memenuhi standar nomenkan latur (tata usaha)
diagnosa kebidanan.
(Pelatihan Manajemen Askeb)
Diagnosa :GP,usia kehamilan < 20 minggu,dengan abortus incomplit
Ds :Dari data pasien yang didapat dari anamnesa.
(Pelatihan Manajemen Askeb)
- Ibu mengatakan hamil kurang dari 5 bulan
- Ibu mengatakan sakit perut
- Ibu mengatakan keluar darah sedikit atau banyak
- Ibu mengatakan mengalami perdarahan
- Ibu mengatakan meanstruasi terakhir tanggal
- Ibu mengatkan takut akan keadaannya
Do : Hasil pemeriksaan fisik ,pemeriksaan diagnosa dan pendukung
lain,juga catatan medik.
(Pelatihan Manajemen Askeb)
- Keadaan umum lemah
- Genetalia : keluar darah agak menggumpal dan jumlah
perdarahan mungkin hebat dan bisa menyebabkan syok
- Abdomen : perut / uterus lebih kecil dari seharusnya
- Hasil VT : servik lunak, dilatasi mendatar. Dapat diraba
jaringan dalam kanalis servikalis atau cavum terbuka, adneksa
normal
Masalah : cemas dengan keadaannya
Kebutuhan : memberikan HE tentang keadanya
III. IDENTIFIKASI DIAGNOSA / MASALAH POTENSIAL
Mengidentifikasi diagnosa/masalah potensial yang akan terjadi berdasarkan
masalah/diagnosa yang sudah di identifikasikan.
(Manajemen askeb,2003)

Diagnosa Dasar - dasarnya Antisipasi


Abortus complet - seluruh hasil
konsepsi telah
dikeluarkan
- Perdarahan telah
mengecil
- Perdarahan sedikit
- Pada pemeriksaan
dalam dijumpai
kanalis servikalis
tertutup
Abortus infeksional - Perdaraha - Pemberian
n tranfusi darah dan
- Pada pemeriksaan cairan
dalam dijumpai - Berikan antibiotik
kanalis servikalis - Penicilin 1 juta
terbuka dan teraba satuan / 6 jam
jaringan - Lakukan dilatasi
dan kuretage

IV. IDENTIFIKASI KEBUTUHAN SEGERA


Mengidentifikasikan perlu tindakan segera oleh dokter / bidan untuk
dikonsultasikan / ditangani dengan anggota tim kesehatan lain dengan
kondisi lain.
(Askeb 2003)
V. INTERVENSI
Merencanakan asuhan yang menyeluruh yang rasional sesuai dengan
lanjutan dari langkah sebelumnya
( Managemen askeb 2003 )
1. Jelaskan pada ibu tentang keadaan ibu dan janinnya berdasarkan
hasil pemeriksaan
2. Beritahu ibu tentang tindakan yang akan dilakukan curetase
( kolaborasi dengan dokter SPOG )
3. Beri dukungan pada ibu ( motivasi sebelum tindakan curetase )
4. Persiapkan ibu untuk tindakan curetase
5. Bantu tindakan curetase oleh dokter obgyen dan observasi post
curetase
6. Anjurkan ibu untuk menjaga personal hygiene
7. Anjurkan ibu untuk banyak istirahat
8. Anjurkan ibu untuk kontrol ulang jika ada keluhan

VI. IMPLEMENTASI
Tindakan dilakukan sesuai rencana

VII. EVALUASI
Sesuai situasi dan kondisi
ASUHAN KEBIDANAN
Pada Ny. I GI P00000 UK 11 12 minggu dengan Abortus Inkomplit
Di Ruang Bersalin Rumah Sakit Muhammadiyah Surabaya
Pada Tanggal 2 Desember 2008

I. PENGKAJIAN
Tempat : Di ruang bersalin Rumah sakit Muhammadiyah Surabaya
Hari / tanggal : Selasa / 02 Desember 2008
Jam : 22.15 wib
Biodata
Nama Ibu : Ny I Nama Suami :TnM
Umur : 23 tahun Umur : 24 tahun
Agama : Islam Agama : Islam
Pendidikan : SMA Pendididkan : SD
Pekejaan : Swasta Pekejaan : Swasta
Alamat : Jln. Tenggumung Alamat : Jln. Tenggumung
Gg. Apel no 2 Gg. Apel no 2

A. DATA SUBYEKTIF
1. Keluhan Utama
Ibu mengatakan hamil 3 bulan dengan keluhan keluar perdarahan sedikit
sejak 6 hari yang lalu dan kadang kadang disertai dengan sakit perut, tadi
keluar darah agak menggumpal sedikit dan ibu takut akan keadaannya. Ibu
mengatakan kurang istirahat dan tubuhnya merasa lemas.
2. Riwayat Kesehatan
a. Riwayat Kesehatan Ibu
Ibu mengatakan dalam keluarga tidak ada yang pernah menderita
penyakit kronis seperti jantung, hipertensi. Penyakit menular seperti
hepatitis, TBC dan penyakit keturunan seperti DM, asma, dan hipertensi
b. Riwayat Penyakit Keluarga
Ibu mengatakan tidak pernah menderita penyakit kronis seperti jantung,
hipertensi. Penyakit menular seperti hepatitis, TBC dan penyakit
keturunan seperti DM, asma, dan hipertensi

3. Riwayat Menstruasi
-Menarche :13 tahun
-Siklus/lama : 30 hari/ 4 - 5 hari
-Jumlah/warna : banyak / merah
-Disminorhoe :(-)
-Flour Albus : tidak ada
-HPHT : 14 09 - 08
-HPL : 21 6 - 09
4. Riwayat Perkawinan
-Status : Kawin 1x
-Lama : 1 tahun
-Usia saat kawin: 22 tahun
5. Riwayat Kehamilan,Persalinan dan Nifas yang lalu
Hamil ini
6. Riwayat Kehamilan Sekarang
Ibu mengatakan hamil yang pertama dengan usia kehamilan 3 bulan
Ibu mengatakan dan mengeluh perdarahan sedikit sejak 6 hari yang lalu
dan kadang kadang disertai mules
Usia Kehamilan : 3 bulan
ANC Tempat : Rs. muhammadiyah
Berapa kali :3x
Imunisasi TT :-
Terapi : B6
Keluhan hamil muda : mual mual
Keluhan hamil tua : -
7. Riwayat KB
Ibu belum pernah mengikuti alat kontrasepsi apapun
8. Riwayat Psikososial Spiritual
- Ibu dan keluarga cemas dengan keadaannya sekarang
- Dukungan keluarga baik
- Selama ibu hamil ibu mengerjakan kegiatan seperti biasa setiap
hari. Ibu bekerja, memasak, mencuci dan bersih bersih
- Hubungan keluarga ibu dan petugas baik
- Anak yang dikandung merupakan anak ayng diharapkan
- Pengambil keputusan adalah suami
9. Pola Aktivitas Sehari-hari
Nutrisi
- Sebelum hamil : Ibu makan 3x/hr porsi sedang
( nasi, lauk, sayur ) kadang makan buah dan ibu tidak
minum susu
- Selama hamil : Ibu makan 3x/hr porsi sedang ( nasi,
lauk, sayur ) lebih sering makan buah tetapi ibu tetap
tidak minum susu
Eliminasi
- Sebelum hamil : BAK 4x sehari, warna kuning
jernih, keluhan saat BAK tidak ada. BAB 1x/hr,
konsistensi lunak, keluhan saat BAB tidak ada
- Selama hamil : BAK 4x sehari, warna kuning jernih,
keluhan saat BAK tidak ada. BAB 1x/hr, konsistensi
lunak, keluhan saat BAB tidak ada
Aktifitas
- Sebelum hamil : Ibu melakukan kegiatan rutin,
mulai dari bekerja, memasak, mencuci dan
membersihkan rumah
- Selama hamil : Ibu melakukan kegiatan
Istirahat
- Sebelum hamil : ibu tidur siang 1 jam/hr. Tidur
malam 8 jam / hari
- Selama hamil : ibu tidur siang 1 jam/hr. Tidur
malam 8 jam / hari. Istirahat terganggu sejak perdarahan 6
hari yang lalu sampai sekarang
Coitus : tidak terkaji

B. DATA OBYEKTIF
1. Pemeriksaan Umum
K/U : lemah
Kesadaran :Composmentis
TTV
TD : 100 / 60 mmHg
Nadi : 88 x/menit
Suhu : 37 C
Rr : 20 x/menit
Antropometri
BB : 49 kg
PB : 150 cm
Lila : 23,5 cm
2. Pemeriksaan Khusus
Inspeksi
Kepala : rambut hitam, bersih, tidak berketombe, tidak ada benjolan
Muka : tidak oedema, tidak ada cloasma gravidarum dan tidak pucat
Mata : Conjungtiva tidak pucat,sclera mata tidak ikerus.
Mulut : bibr lembab, tidak stomatitis, gigi tidak berlubang dan tidak ada
caries
Mamae : Simetis, bersih, putting menonjol
Abdomen :bersih, tidak ada strie gravidarum, terdapat linea nigra, tidak
ada luka bekas operasi
Genetalia : keluar darah agak menggumpal dan mengalir, warna merah
segar jumlah 50 cc
Ekstremitas :Tidak oedema, tidak ada varices
Palpasi
Leher : tidak ada pembesaran kelenjar tyroid, tidak ada pembesaran
kelenjar limfe, tidak ada bendungan vena jugularis
Mamae : tidak ada benjolan abnormal, colostrum tidak keluar
Axilla : tidak ada pembesaran kelenjar limfe
Abdomen :Tinggi fundus tidak teraba
Auskultasi
DJJ ( - )
Frekuensi : -
Perkusi
Reflek patella ka / ki : ( + / + )
3. Pemeriksaan penunjang
Hb :tidak dilakukan
Golongan darah : tidak dilakukan
Urine albumin dan reduksi tidak dilakukan
4. Pemeriksaan dalam ( VT )
Pembukaan 1 cm, teraba stoucel

II. INTERPRETASI DATA DASAR


Dx : G I P 00000 UK 11 12 minggu dengan abortus incomplit
Ds : Ibu mengatatakan tidak haid selama 3 bulan
Ibu mengatakan mengalami perdarhan dari jalan lahir sejak 6 hari
yang lalu dan kadang kadang disertai mules
Ibu mengatakan keluar darah agak menggumpal
Ibu mengatakan khawatir dengan kehamilannya
Ibu mengatakan kurang istirahat dan tubuhnya terasa lemas
Do : K/U : lemah
Kesadaan : Composmentis
TTV : TD :100/60 mmHg
Nadi : 88 x/menit
Suhu : 37 C
RR : 20x/ menit
Abdomen :Tinggi fundus tidak teraba
Genetalia : keluar darah agak menggumpal dan mengalir, warna
merah segar jumlah 50 cc
Auskultasi : DJJ ( - )
Pemeriksaan dalam : 1 cm, teraba stolsel
Antropometri : BB : 49 kg
PB : 150 cm
Lila : 23,5 cm
Masalah : Ibu kurang istirahat dan ibu merasa cemas
Kebutuhan : HE tentang tindakan yang akan dilakukan
Memberikan penjelasan pada ibu tentang pentingnya tindakan
kuretase bagi keselamatan ibu

III. IDENTIFIKASI DIAGNOSA / MASALAH


POTENSIAL
Potensial : infeksi
Dasar : adanya pengeluaran jaringan dan sebagian masih tertinggal dalam
rahim
Antisipasi : kolaborasi dengan dokter obgyen untuk tindakan curetase

IV. IDENTIFIKASI KEBUTUHAN SEGERA


Kolaborasi dengan Dr.SPoG

V. INTERVENSI
Dx : G I P 00000 Usia kehamilan 11 12 minggu dengan abortus inkomplit
Tujuan : kondisi ibu baik dengan kriteris sebagai berikut :
TTV : TD dengan batas normal
Sistole : 110 130 mmHg, diastole : 70 80 mmHg
Nadi : 80 90 x /menit, suhu : 36,5 37,5 C
Tidak terjadi perdarahan
Tidak terjadi infeksi
HB diatas 8 gr%
Intervensi
1. Jelaskan pada ibu tentang keadaan ibu dan janinnya berdasarkan
hasil pemeriksaan
Rasional : dengan diberitahukan ibu dapat mengetahui keadaannya sendiri
dan juga janinnya sehingga rasa cemas dapat di kurangi
2. Beritahu ibu tentang tindakan yang akan dilakukan yaitu curetase
(kolaborasi dengan dokter SPOG ) dan lakukan inform concent
Rasional : dengan diberitahu ibu dapat mengerti terhadap tujuan tindakan
yang dilkuakn dan ibu siap dan dengan inform concent ibu bisa
ikut mempertanggung jawabkan keputusan yang diambil
3. Beritahu dsan dukung ibu ( motivasi sebelum dilakukan curetase )
Rasional : agar ibu bisa sabar dan berani menghadapi tindakan yang akan
dilakukan
4. Persiapan ibu untuk tindakan curetase
Rasional : untuk mempercepat proses pelaksanaan curetase
5. Persiapan alat dan obat untuk tindakan curetase
Rasional : untuk memperlancar proses curetase
6. Lakukan tindakan curetase oleh dokter obgyen jam 07.00
Rasional : untuk mengeluarkan sisa jaringan yang ada di rahim ibu
7. Anjurkan ibu untuk menjaga personal hygiene yang adekuat
Rasional : agar kebersihan tubuh dapat terjaga dengan baik
8. Anjurkan ibu untuk banyak makan makanan yang bergizi
Rasional : agar nutrisi ibu terpenuhi dengan baik
9. Anjurkan ibu untuk banyak istirahat
Rasional : agar proses penyembuhan terhadap rahim cepat

VI. IMPLEMENTASI
Hari / tanggal : selasa / 02 12 2008
Jam : 23. 00 wib
Dx : G I P 00000 UK 11 12 minggu dengan abortus incomplit
1. Menjelaskan pada ibu tentang kondisi ibu dan janinnya, bahwa
ibu mengalami keguguran dan janinnya tidak terselamatkan. Sedangkan
kondisi ibu cukup baik dimana TTV dalam batas normal
2. Memberitahu pada ibu tentang tindakan yang akan dilakukan
( Kolaborasi dengan dokter SpOG ) yaitu curetase dan infus RL drip
induksin 1 amul 20 tetes tiap menit. Dan melakukan inform concent antara
petugas dengan ibu
3. Memberikan dukungan pada ibu sebelum dilakukannya tindakan
curetse agar ibu siap. Sabar dan tidak takut dalam menghadapi tindakan
yang akan dilakukan
4. Mempersiapkan ibu untuk dilakukan curetase yaitu seperti ibu
dianjurkan untuk berpuasa dan memasang infus RL drip induxin 1 amp 20
tetes / menit
5. Mempersiapkan alat dan obat untuk tindakan curetase
Alat : handscoon, spekulum, tampongtang, tenakulum, sonde uterus, busi,
sendok kuret, klem ovum, cucing
Obat : pospargin, stesolit, pethidin, induxin, atropine
6. Membantu melakukan tindakan curetase oleh dokter obgyn /
asisten pada tanggal 3 12 08 jam 07.00 dan observasi post curetase
TTV : TD : 110 mmHg
N : 80 x / menit
S : 36,5 C
Rr : 20 x / menit
Inspeksi : muka tidak pucat, pengeluaran pervaginam 50 cc
Palpasi : TFU tidak teraba
7. Menganjurkan ibu untuk menjaga personal hygienennya agar ibu
terhindar dari infeksi terutama bagian jalan lahirnya
8. Menganjurkan ibu untuk mengkonsumsi makanan yang bergizi
untuk memulihkan kondisi ibu tertuma rahim ibu
9. Menganjurkan ibu untuk banyak beristirahat agar proses
penyembuhan terhadap ibu berjalan lancar dan cepat terutama rahim ibu
( proses involusio )
VII. EVALUASI
Hari / Tanggal : Selasa / 3 12 - 2009
Jam : 09.00 WIB
S : Ibu mengatakan mengerti dengan penjelasan petugas
Ibu mengatakan tidak pusing
O : K / U : cukup
Kesadaran : composmentis
Pemeriksaan TTV : TD : 110 / 70 mmHg
N : 84 x / menit
S : 36,6 C
Rr : 20 x / menit
Inspeksi : muka tidak pucat
Palpasi : TFU tidak teraba, uc keras
A : Post curetase abortus incomplit
P : Anjurkan ibu untuk kontrol ulang 1 minggu lagi
Anjurkan ibu untuk menjaga personal hygiennya
Anjurkan ibu mengkonsumsi makanan bergizi dan banyak
istirahat
Anjurkan ibu untuk mengikuti KB