Anda di halaman 1dari 6

TUGAS RESUME

ILMU ANESTESI

Disusun oleh :
Winda Nur Annisa
J510 1650 58

KEPANITRAAN KLINIK ILMU ANESTESI


RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KARANGANYAR
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH
SURAKARTA
2016
PNEUMOTHORAX

A. Definisi
Pneumotoraks merupakan keadaan dimana cavum pleura terdapat
udara. Terdapat 2 jenis pneumotoraks, yaitu jenis spontan dan traumatik.
B. Etiologi
1. Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK)
2. Tuberkulosis
3. Kanker paru
4. Pneumonia
5. Emfisema
6. Kistik Fibrosis
C. Epidemiologi
1. Pneumotoraks primer, sekunder, dan primer berulang
Pneumotoraks spontan primer terjadi pada orang berusia antara 20-
30 tahun, dengan insiden tertinggi pada awal usia 20-an.
Pneumotoraks spontan sekunder lebih sering terjadi pada pasien
berusia 60-65 tahun.
Risiko pneumotoraks spontan pada pria 102 kali lebih tinggi pada
perokok berat dibandingkan bukan perokok.
2. Pneumotoraks traumatik
Pneumotoraks terjadi pada 1-2% dari semua neonatus, dengan
insiden lebih tinggi pada bayi dengan sindrom neonatal gangguan
pernapasan.
D. Penegakkan Diagnosis
1. Anamnesis
a. Sesak napas
b. Nyeri dada
c. Batuk
d. asimptomatik
2. Pemeriksaan Fisik

2
Suara napas dan fremitus melemah sampai menghilang, resonansi perkusi
dapat normal atau meningkat. Pneumotoraks dengan ukuran yang kecil
menimbulkan takikardi ringan dan gejala yang tidak khas. Pada
pneumotoraks ukuran besar, didapatkan suara napas yang melemah
bahkan sampai menghilang pada auskultasi, fremitus raba menurun dan
perkusinya hipersonor.
3. Pemeriksaan Penunjang
a. Analisis gas darah arteri dapat memberikan gambaran hipoksemia
b. PO2 <55 mmHg
c. PCO2 >50 mmHg
d. Pneumotoraks primer paru kiri sering menimbulkan perubahan aksis
QRS dan gelombang T prekordial pada rekaman EKG dan dapat salah
ditafsirkan sebagai infark miokard akut
e. Pemeriksaan foto dada, garis pleuran viseralis tampak putih, lurus atau
cembung terhadap dinding dada dan terpisah dari garis pleura
parietalis
E. Patofisiologi
Pneumotoraks spontan terjadi karena lemahnya dinding alveolus dan
pleura visceralis. Dinding alveolus dan pleura visceralis yang lemah pecah,
maka akan timbul fistula yang menyebabkan terjadinya udara masuk ke
cavum pleura. Mekanismenya pada saat inpirasi rongga dada mengembang,
disertai pengembangan kavum pleura menyebabkan paru ikut mengembang
seperti balon yang dihisap. Pengembangan paru menyebabkan tekanan
intraaveolar menjadi negatif sehingga udara luar masuk.
F. Tata Laksana
1. Penatalaksaan pneumotoraks (umum)
Primary survey dengan memperhatikan:
a. Airway
b. Breathing
c. Circulation
2. Tindakan bedah emergensi
a. Krikotiroidotomi

3
b. Trakheostomi
c. Torakostomi
3. Tindakan dekompresi
4. Rehabilitasi
G. Prognosis
Prognosis pasien pneumotoraks spontan tergantung pada penyakit yang
mendasarinya.

4
DAFTAR PUSTAKA

Al-hameed, FM. 2013. Pneumothorax Imaging. Available at :


http://emedicine.medscape.com/article/360796-overview diakses pada 9 Juli
2016.
Alsgaff, Hood, Mukty, H., Abdul. 2009. Dasar-Dasar Ilmu Penyakit Paru.
Surabaya: Airlangga University Press. Hal: 162-179.

Bowman, Jeffery, Glenn. 2010. Pneumotoraks, Tension and Traumatic. Available


from http://emedicine.medscape.com/article/827551 diakses pada 9 Juli
2016.

Daley, Brian James. 2014. Pneumotoraks. Available at:


http://emedicine.medscape.com/article/424547-overview#aw2aab6b2b4
diakses pada 9 Juli 2016.

Fishman, P. A., Elias A., Grippi M. 2008. Fishmans Pulmonary Disease and
Disorder 4th edition. United States of America: The McGraw Hill
Companies.

Guyton, Arthur, C. Hall, John, E. 2007 Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Edisi 11.
Jakarta: EGC; Hal. 598.

Hisyam, Barmawi, Eko Budiono. 2009. Pneumotoraks Spontan dalam Buku Ajar
Ilmu Penyakit Dalam. Jakarta: Interna Publishing. Hal: 2341-2342.

Hsu N. Y., Shih C. S., Hsu C. P., Chen P. R. 2005. Spontaneous


Hemopneumotoraks Revisited: Clinical Approach and Systemic Review of
the Literature. Ann Thorac Surg; 80(5): 1859-1863.

Luh S. P., Tsao T. C. 2007. Video-Assisted Thoracic Surgery for Spontaneous


Haemopneumotoraks. Respirology; 12(3): 443-447.

Luh, Shi-ping. 2010. Diagnosis and Treatment of Primary Spontaneous


Pneumotoraks. J Zhejiang Univ Sci B; 11 (10): 735-744.

Martin, Kevin T. 2007. Pneumotoraks. California: Respiratory Care Educational


Consulting Service.

Noppen, M. 2010. Review: Endoscopy, Spontaneous Pneumotoraks:


Epidemiology, Pathophysiology and Cause. European Respiratory Review
2010. Vol. 19 Hal. 117, 217-219.

5
Sudoyo, Aru, W., Setiyohadi, Bambang, Alwi, Idrus K., Marcellus, Simadibrata,
Setiati, Siti. 2009. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Jilid II. Edisi V.
Jakarta: Pusat Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas
Kedokteran Universitas Indonesia. Hal: 1063.

Van Schil P. E., Hendriks J. M., de Maeseneer M. G., Lauwers P. R. 2005.


Current Management of Spontaneous Pneumotoraks. Monaldi Arch Chest
Dis: 63 (4): 204-212.

Wu Y. C., Lu M. S., Yeh C. H., Liu Y. H., Hsieh M. J., Lu H. I., Liu H. P. 2002.
Justifying Video-Assisted Thoracic Surgery for Spontaneous
Hemopneumotoraks. Chest; 122 (5): 1844-1847.