Anda di halaman 1dari 5

Responsi Perencanaan Geometrik jalan

BAB 4
JARAK PANDANG

4.1 JARAK PANDANG HENTI DAN MENDAHULUI


Pada jalan luar kota dengan kecepatan yang rencana yang telah ditentukan
harus memiliki jarak pandang yang memadai untuk menghindari terjadinya
kecelakaan akibat terhalangnya penglihatan dari pengemudi akibat benda ditepi
jalan maupun dari kendaraan lain. Jarak pandang minimum harus terpenuhi untuk
mendapatkan hasil geometrik yang baik dan dapat mengurangi tingkat kecelakaan
akibat kesalahan desain. Menurut kegunaannya jarak pandang dapat dibedakan dua
jarak pandang, yaitu jarak pandang henti (Jh) dan jarak pandang mendahului (Jd).
Jarak pandang pengemudi kendaraan yang bergerak pada lajur tepi sebelah
dalam lajur seringkali dihalangi oleh gedung-gedung, pepohonan, spanduk, iklan,
tebing galian, struktur bangunan seperti jembatan maupun benda-benda lain.
Ketersediaan jarak pandang harus dipenuhi disepanjang lengkung horizontal
maupun vertikal, dengan tercapainya syarat tersebut maka terdapat batas minimum
antara kendaraan dengan penghalang.
Jarak pandang henti adalah jarak yang ditempuh pengemudi untuk dapat
menghentikan kendaraan yang bergerak setelah melihat adanya rintangan pada lajur
jalannya. Rintangan itu dilihat dari tempat duduk pengemudi dengan tinggi mata
pengemudi 120 cm serta tinggi benda 10 cm dan setelah menyadari adanya adanya
rintangan, maka pengemudi tersebut mengambil keputusan untuk berhenti (
Direktorat Jenderal Bina Marga, 2005).

62
Kelompok 2 Jurusan Teknik Sipil
Universitas Gunadarma
Responsi Perencanaan Geometrik jalan

Jarak pandang henti terdiri dari dua elemen jarak, yaitu:


a. Jarak tanggap (Jht) adalah jarak yang ditempuh oleh kendaraan sejak
pengemudi melihat suatu halangan yang menyebabkan ia harus berhenti
sampai saat pengemudi menginjak rem.
b. Jarak pengereman (Jh) adalah jarak yang dibutuhkan untuk menghentikan
kendaraan sejak pengemudi menginjak rem sampai kendaraan berhenti.
Jh dalam satuan meter, dapat dihitung dengan rumus:
2
VR

V 3,6
J R T ............................................................................(4.1)
h 3,6 2gf
Dimana:
VR = Kecepatan rencana (km/jam)
T = Waktu tanggap, ditetapkan 2,5 detik
g = Percepatan gravitasi, ditetapkan 9,8 m/det2
f = Koefisien gesek memanjang perkerasan jalan aspal, ditetapkan 0,35-
0,55.
Persamaan (4.1) disederhanakan menjadi

V 2
JBhb = 0,694 VBRB + 0,004 R ........................................................(4.2)
F
Tabel 4.1 berisi Jh minimum yang dihitung berdasarkan persamaan (4.2)
dengan pembulatan-pembulatan untuk berbagai VR.

Tabel 4.1 Jarak Pandang Henti (Jh) Minimum


VR (km/jam) 120 100 80 60 50 40 30 20
Jh minimum (m) 250 175 120 75 55 40 27 16
(Sumber: Departemen PU, 1997)
Jarak pandang minimum menurut Bina Marga dalam Tata Cara Perencanaan
Geometrik Jalan Antar Kota ( TPGJAK ) No 038 / T / BM / 1997 nilai yang
diperoleh berdasarkan table 4.1 untuk setiap tikungan adalah sebagai berikut:

63
Kelompok 2 Jurusan Teknik Sipil
Universitas Gunadarma
Responsi Perencanaan Geometrik jalan

Merupakan tikungan 1 dengan kecepatan rencana VR = 60 Km/Jam, maka


diperoleh nilai jarak pandang minimum adalah 75 meter, dan tikungan 2 dengan
kecepatan 80 Km/Jam, maka diperoleh nilai jarak pandang minimum 120 meter.
Pada umumnya jalan luar kota dengan kecepatan yang cukup tinggi hanya
memiliki satu jalur, dua lajur dua arah dengan tidak terbagi. Keadaan seperti ini
mengakibatkan banyak kendaraan mendahului kendaraan lain yang memiliki
kecepatan yang lebih rendah sehingga pengemudi dapat mempertahankan
kecepatan sesuai dengan yang diinginkannya, jika jarak mendahului dari kendaraan
terencana dengan aman, pengemudi dari kendaraan yang mendahului dapat melihat
jarak yang cukup, bebas dari lalu lintas yang mendekat, sehingga dapat mendahului
dengan aman tanpa bertemu dengan kendaraan dari arah yang berlawanan ketika
mendahului. Gerakan menyiap dilakukan dengan mengambil lajur untuk arah yang
berlawanan. Jarak yang dibutuhkan pengemudi sehingga dapat melakukan gerakan
menyiap (mendahului) dengan aman dan dapat melihat kendaraan dari arah
berlawanan dengan bebas dinamakan jarak pandang menyiap.
Jarak pandang menyiap standar dihitung berdasarkan atas panjang jalan
yang diperlukan untuk dapat melakukan gerakan menyiap suatu kendaraan dengan
sempurna. Perencanaan untuk jarak pandang menyiap ini disituasikan bukan untuk
banyak kendaraan yang melewati atau dilewati, tetapi disituasikan dengan hanya
satu kendaraan yang melewati kendaraan lainnya.
Jarak pandangan menyiap standar pada jalan dua lajur dua arah dihitung
berdasarkan beberapa asumsi terhadap sifat arus lalu lintas dan kondisi pengemudi
yaitu :
1. Kendaraan yang akan disiap (didahului) harus mempunyai kecepatan yang
tetap.
2. Sebelum melakukan gerakan menyiap, kendaraan harus mengurangi
kecepatannya dan mengikuti kendraan yang akan disiap dengan kecepatan
yang sama.

64
Kelompok 2 Jurusan Teknik Sipil
Universitas Gunadarma
Responsi Perencanaan Geometrik jalan

3. Apabila kendaraan yang akan menyiap sudah pada lajur untuk menyiap,
maka pengemudi harus punya waktu untuk menentukan apakah gerakan
menyiap dapat diteruskan atau tidak.
4. Kecepatan dari kendaraan yang akan menyiap harus mempunyai perbedaan
sekitar 15 Km/Jam dengan kecepatan kendaraan yang akan disiap pada
waktu melakukan gerakan menyiap.
5. Pada saat kendaraan yang menyiap telah berada kembali pada lajur jalannya,
maka harus tersedia jarak yang cukup dengan kendaraan yang bergerak dari
arah berlawanan.
6. Tinggi mata pengemudi diukur dari dari permukaan perkerasan adalah 3,5
Ft atau sekitar 1,08 meter dan tinggi objek yaitu kendaraan yang akan disiap
adalah 4,25 Ft atau sekitar 1,25 meter (menurut AASHTO 2001). Jalan
urban, Bina Marga 2005 mengambil tinggi mata pengemudi sama dengan
tinggi objek yaitu 1,00 meter.
7. Kendaraan yang bergerak dari arah berlawanan mempunyai kecepatan yang
sama dengan kendaraan yang menyiap
Jarak Pandang Mendahului (Jd) adalah jarak yang memungkinkan suatu
kendaraan mendahului kendaraan didepannya dengan aman sampai kendaraan
tersebut kembali ke lajur semula (lihat gambar 4.1).

Gambar 4.1 Jarak Pandang Mendahului

65
Kelompok 2 Jurusan Teknik Sipil
Universitas Gunadarma
Responsi Perencanaan Geometrik jalan

Jd dalam satuan meter ditentukan sebagai berikut:


Jd = d1 + d2 + d3 + d4
Dimana:
d1 = Jarak yang ditempuh selama waktu tanggap (m),
d2 = Jarak yang ditempuh selama mendahului sampai dengan kembali ke lajur
semula (m)
d3 = Jarak antara kendaraan yang ,mendahului dengan kendaraan yang datang
dari arah berlawanan setelah proses mendahului selesai (m),
d4 = Jarak yang ditempuh oleh kendaraan yang datang dari arah berlawanan,
yangbesarnya diambil sama dengan 213 d2 (m).

Jd yang sesuai dengan VR ditetapkan dari Tabel 4.2.


Tabel 4.2 Jarak Pandang Mendahului (Jd)
VR (km/jam) 120 100 80 60 50 40 30 20
Jd (m) 800 670 550 350 250 200 150 100
(Sumber : TPGJAK)

Jarak pandang mendahului menurut Bina Marga dalam Tata Cara


Perencanaan Geometrik Jalan Antar Kota ( TPGJAK ) No 038 / T / BM / 1997 nilai
yang diperoleh berdasarkan tablel 4.2 untuk setiap tikungan adalah sebagai berikut:

Merupakan tikungan 1 dengan kecepatan rencana VR = 60 Km/Jam, maka


diperoleh nilai jarak pandang mendahului adalah 350 meter, dan tikungan 2 dengan
lecepatan rencana VR = 80 Km/Jam, maka diperoleh nilai jarak pandang
mendahului adala 550 meter.

66
Kelompok 2 Jurusan Teknik Sipil
Universitas Gunadarma