Anda di halaman 1dari 9

Jurnal Materi dan Pembelajaran Fisika (JMPF) 1

Volume - Nomor - 2017 ISSN : -

PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN FISIKA BERBASIS SOMATIC


AUDITORY VIZUALIZATION INTELLECTUALLY (SAVI) PADA MATERI
MOMENTUM, IMPULS, DAN TUMBUKAN UNTUK SISWA SMA KELAS X

Alif Utama Mahanani*, Yohanes Radiyono, Ahmad Fauzi


Universitas Sebelas Maret
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sebelas Maret
Jl. Ir. Sutami 36 A, Surakarta, Telp/ Fax (0271) 648939
E-mail : alifumt@gmail.com

ABSTRAK

Tujuan penelitian ini adalah (1) Mengembangkan modul pembelajaran Fisika berbasis Somatic,
Auditory, Vizualization, Intellectually (SAVI) pada materi Momentum, Impuls, dan Tumbukan untuk peserta
didik SMA kelas X. (2) Menghasilkan modul pembelajaran Fisika berbasis Somatic, Auditory, Vizualization,
Intellectually (SAVI) pada materi Momentum, Impuls, dan Tumbukan untuk peserta didik SMA kelas X yang
memenuhi kriteria baik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan didukung data kuantitatif.
Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang berdasarkan model pengembangan 4-D oleh
Thiagarajan sampai pada tahap develop. Teknik analisis data kualitatif yang digunakan yakni model interaktif
dari Miles dan Huberman, sedangkan data kuantitatif dianalisis dengan menggunakan penilaian penskoran
standar dari Saifudin Azwar yang kemudian dibagi menjadi lima kategori. Berdasarkan analisis data dan
pembahasan penelitian dapat disimpulkan bahwa (1) Pengembangan modul dimulai dari tahap define (analisis
kebutuhan) kemudian dibuat desain modul yang meliputi tujuan, advance organizer, gambar dan ilustrasi,
kegiatan, contoh soal, rangkuman, refleksi, literasi, latihan soal, kegiatan proyek, ringkasan, dan uji kompetensi.
Setelah draft modul selesai dibuat maka dilakukan validasi dan revisi berdasarkan saran dan komentar. Modul
diuji coba I (awal) dan uji coba II (utama). Berdasarkan hasil saran dan komentar selama uji coba, modul direvisi
dan akhirnya dihasilkan modul pembelajaran Fisika berbasis SAVI pada materi Momentum, Impuls, dan
Tumbukan yang sesuai untuk siswa SMA kelas X. (2) Berdasarkan penilaian validator dan penilaian responden
dalam uji coba awal dan utam modul pembelajaran Fisika berbasis SAVI pada materi Momentum, Impuls, dan
Tumbukan yang sesuai untuk siswa SMA kelas X yang dikembangkan memiliki kriteria sangat baik.

Kata kunci : Fisika, Modul, Momentum Impuls dan Tumbukan, SAVI

Pengembangan Modul Pembelajaran Fisika Alif Utama Mahanani


Berbasis SAVI Pada Materi Momentum, Imp
Jurnal Materi dan Pembelajaran Fisika (JMPF) 2
Volume X Nomor X 2017 ISSN : 2089-6158

1. Pendahuluan sedangkan untuk penunjang menjelaskan materi


yang lain belum ada.
Upaya peningkatan mutu pendidikan pada Refinta (2016:42) menyebutkan bahwa salah
saat ini terus dilakukan oleh berbagai pihak. Upaya- satu upaya mengatasi kendala dalam
upaya tersebut dilandasi suatu kesadaran akan mengimplementasikan kurikulum 13 adalah dengan
pentingnya peranan pendidikan dalam penggunaan bahan ajar yang baik dalam proses
pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) dan pembelajaran. Bahan ajar dapat dikemas dalam
pengembangan watak bangsa (Nation Character bentuk cetakan, non cetak, dan dapat bersifat audio
Building) untuk kemajuan masyarakat dan bangsa. visual. Bahan ajar yang disusun dalam bentuk
Salah satu cara untuk meningkatkan mutu cetakan yang dapat digunakan untuk pendidik dan
pendidikan adalah dengan menerapkan kurikulum 13 peserta didik dapat berupa modul. Modul adalah
di semua jenjang pendidikan. bahan ajar yang dirancang secara sistematis
Permendikbud No. 81 A Tahun 2013 berdasarkan kurikulum tertentu dan dikemas dalam
menegaskan bahwa pendekatan yang digunakan bentuk satuan pembelajaran terkecil dan
dalam kurikulum 2013 adalah pendekatan saintifik memungkinkan dipelajari secara mandiri dalam
yang lebih berpusat pada siswa. Pendekatan saintifik satuan waktu tertentu (Purwanto dkk, 2007:1).
dalam pembelajaran meliputi mengamati, menanya, Hasil observasi tahap dokumentasi
mencoba, mengolah informasi, dan didapatkan beberapa modul yang telah
mengkomunikasikan. Materi pembelajaran dalam dikembangkan yaitu modul pembelajaran Fisika
pendekatan saintifik berbasis pada fakta atau berbasis SAVI pada materi Kalor dan
fenomena di sekitar. Hakikat sains menurut Siahaan Perpindahannya oleh Linda Novitayani (2015),
dan Suyana (2010:3) meliputi proses, produk, dan modul pembelajaran Fisika berbasis SAVI oleh
sikap ilmiah. Duwita Sekar Indah (2016), modul pembelajaran
Fisika merupakan salah satu mata pelajaran Fisika berbasis Scientific Approach pada materi
pokok yang dalam proses pembelajarannya Suhu dan Kalor oleh Apriyanto Budi Utomo (2015),
menggunakan pendekatan ilmiah. Permendiknas No. dan modul pembelajaran Fisika berbasis Scientific
22 tahun 2006 tentang Standar Kompetensi dan Approach oleh Dwi Eta Darmawati (2015). Modul
Kompetensi Dasar Fisika Sekolah Menengah yang didapatkan tersebut kebanyakan cenderung
menyebutkan bahwa Fisika merupakan salah satu hanya berisi materi yang sederhana, latihan soal
mata pelajaran yang dianggap penting sehingga yang monoton dengan kegiatan belajar yang tidak
perlu untuk diajarkan sebagai mata palajaran menuntun peserta didik untuk belajar aktif dengan
tersendiri. Fisika mengajarkan kepada peserta didik peserta didik lainnya. Perlu suatu penggunaan model
untuk mengenal sains melalui proses sains yang belajar yang baik di dalam modul agar peserta didik
dihubungkan dengan kehidupan keseharian mereka. menjadi lebih tertarik pada modul tersebut. Modul
Berdasarkan hasil observasi terhadap guru seharusnya memiliki prinsip untuk membangun
dan siswa dalam tahap analisis kebutuhan yang aktivitas individual maupun kelompok di dalam
telah dilakukan di beberapa Sekolah Menengah Atas proses pembelajaran melalui keberagaman aktivitas
(SMA) yaitu SMA Negeri 7 Surakarta, SMA Negeri (Naval, 2014:146).
2 Boyolali, dan SMA Batik 2 Surakarta Model pembelajaran yang menggunakan
permasalahan yang sering terjadi dalam penerapan variasi gaya belajar salah satunya adalah model
kurikulum 2013 diantaranya adalah (1) Keterbatasan pembelajaran Somatic Auditory Vizualization
waktu terlebih lagi pada semester genap dikarenakan Intellectually (SAVI). Model pembelajaran SAVI
waktu terpotong untuk agenda kelas XII. (2) merupakan bagian dari pendekatan saintifik. Hal ini
Keterbatasan sarana prasarana seperti alat dikarenakan model pembelajaran SAVI memiliki
praktikum, keadaan sekolah, dan bahkan bahan ajar empat gaya belajar, yaitu somatis, auditori, visual,
menjadi alasan umum pembelajaran Fisika di dan intelektual. Meier (2000:50) menegaskan bahwa
sekolah tidak menerapkan kurikulum 2013 dengan belajar bisa optimal jika keempat gaya belajaran
maksimal. (3) Bahan ajar yang digunakan belum dalam SAVI ada dalam satu peristiwa pembelajaran.
tersedia dikarenakan revisi kurikulum 2013 tahun Misalnya, seorang siswa dapat belajar sedikit dengan
2016. (4) Guru belum memperhatikan gaya belajar mengamatai fenomena dalam kehidupan sehari-hari
yang disukai siswa dalam menjelaskan materi Fisika. yang disajikan dalam modul (Visual). Namun, siswa
(5) Buku panduan praktikum untuk materi dapat belajar lebih banyak jika melakukan
Momentum, Impuls, dan Tumbukan hanya terbatas percobaan untuk mengumpulkan data (Somatic).
pada percobaan Hukum Kekekalan Momentum, Siswa memikirkan cara mengolah data hasil
percobaan tersebut (variabel yang diukur) untuk

Pengembangan Modul Pembelajaran Fisika Alif Utama Mahanani


Berbasis SAVI Pada Materi Momentum, Imp
Jurnal Materi dan Pembelajaran Fisika (JMPF) 3
Volume X Nomor X 2017 ISSN : 2089-6158

menyelesaikan pertanyaan berdasarkan percobaan penemuan konsep, pemahaman, dan aplikasi yang
yang dilakukan dengan cara berdiskusi dengan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini sesuai
kelompoknya (Intellectual). Siswa dengan kerucut pengalaman Edgar Dale dalam
mengkomunikasikan hasil pengamatan di depan Susilana & Riyana (2007:7) yang menyatakan
kelas dan siswa lainnya menanggapi hasil pekerjaan bahwa belajar dengan pengalaman langsung atau
temannya tersebut (Auditory). Cara belajar pada kontekstual merupakan tingkatan belajarn yang
model SAVI adalah dengan mengajak siswa terlibat paling konkrit, karena siswa dihadapkan langsung
sepenuhnya. Gerakan-gerakan fisik meningkatkan dengan lingkungan sekitarnya. Oleh karena itu,
proses mental. semua materi harus disampaikan dengan metode dan
Miratus (2013:1) menjelaskan bahwa bahan ajar yang sesuai dengan isi materinya agar
kelebihan model pembelajaran SAVI, diantaranya siswa dapat mudah menerima materi tersebut.
adalah (1) membangkitkan kecerdasan siswa secara Metode penelitian yang diterapkan pada
terpadu melalui penggabungan gerak fisika dengan penelitian ini adalah metode penelitian
aktivitas intelktual, (2) siswa tidak mudah lupa pengembangan. Berdasarkan proses pelaksanaanya,
karena siswa membangun sendiri pengetahuannya, penelitian pengembangan ini menggunakan model 4-
(3) suasana dalam proses pembelajaran D oleh Tiagharajan, Semmel dan Semmel yang
menyenangkan, (4) memupuk kerja sama, (5) mengambil tiga tahapan yaitu define (pendefinisian),
membangkitkan kreativitas dan ketrampilan belajar design (peracangan), dan develop (pengembangan).
siswa, (6) memaksimalkan ketajaman konsentrasi Sementara peneliti tidak melakukan tahap keempat
siswa, (7) siswa akan lebih termotivasi untuk belajar yaitu tahap disseminate (penyebaran) dikarenakan
lebih baik, (8) melatih siswa untuk terbiasa berpikir keterbatasan distribusi dalam penyebaran bahan ajar.
dan mengemukakan pendapat dan berani Pelaksanaan ketiga tahapan tersebut dalam
menjelaskan jawabannya, (9) variasi yang cocok penelitian ini dijelaskan dalam prosedur penelitian.
untuk semua gaya belajar. Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas X
Penelitian yang dilakukan oleh Ginting IPA pada tiga sekolah yaitu SMA Negeri 7
(2012:104) tentang penerapan model pembelajaran Surakarta, SMA Negeri 2 Boyolali, dan SMA Batik
SAVI ternyata mampu meningkatkan keaktifan 2 Surakarta sebagai subjek uji coba. Selain itu,
belajar siswa dari 70 % hingga 90% serta dapat penelitian ini juga melibatkan dosen, guru, serta
meningkatkan kualitas hasil belajar.Sementara, teman sejawat sebagai validator kelayakan modul.
penelitian tentang penggunaan model pembelajaran Pemilihan ketiga sekolah tersebut didasarkan nilai
SAVI dalam modul pembelajaran Fisika dilakukan akreditasi sekolah dan masukan dari beberapa pihak
oleh Novitayani (2016:28) dalam materi Kalor dan untuk melakukan penelitian di sekolah-sekolah
Perpindahannya yang mampu meningkatkan tersebut.
kreativitas belajar di kelas. Kedua penelitian tersebut Tekni pengumpulan data yang digunakan
menunjukkan keberhasilan model SAVI dalam dalam penelitian ini meliputi: (1) Teknik Observasi,
pembelajaran di kelas maupun diterapkan dalam observasi dilakukan dalam penelitian ini adalah
suatu bahan ajar. melakukan pengumpulan dokumen berupa modul
Materi yang akan dibahas dalam modul ini atau bahan ajar yang telah beredar sebelumnya.
adalah Momentum, Impuls, dan Tumbukan. Bahan ajar atau modul yang telah beredar tersebut
Pemilihan materi ini berdasarkan hasil ujian nasional dianalisis kelebihan dan kekurangannya serta
(BSNP SMA/MA Tahun Pembelajaran 2016/2017) keberhasilan dalam pembelajarannya. Modul
menunjukkan bahwa daya serap siswa pada materi didapatkan melalui penelitian-penelitian yang telah
Momentum, Impuls, dan Tumbukan tergolong masih dikembangkan sebelumnya, sementara bahan ajar
rendah. Pada tingkat sekolah sebesar 25,71%, berdasarkan buku-buku yang telah beredar
tingkat kabupaten 56,03%, tingkat provinsi sebesar disekolah-sekolah. (2) Teknik Wawancara,
69,77% dan tingkat nasional 68,39%. Daya serap wawancara dilakukan diawal sebelum penelitian.
pada materi tersebut masih tergolong rendah Wawancara ini dilakukan untuk mengetahui
dibandingkan dengan daya serap pada materi yang kesulitan atau kendala yang terjadi dalam penerapan
lain. Hal ini berarti bahwa materi Momentum, pembelajaran Fisika dalam kurikulum 2013, serta
Impuls, dan Tumbukan masih menjadi materi yang penggunaan bahan ajar yang digunakan. Wawancara
sulit bagi siswa. dilakukan terhadap guru Fisika sekolah yang telah
Syaifudin (2011:2) mengungkapkan bahwa ditentukan. (3) Teknik Angket, teknik angket terdiri
materi Momentum, Impuls, dan Tumbukan terutama dari dua yaitu angket analisis kebutuhan dan angket
saat membahas pada Hukum Kekekalan Momentum penilaian produk. Angket analisis kebutuhan
dan Tumbukan menjadikan materi tersebut sulit ditunjukan kepada siswa dan guru untuk mengetahui
untuk dibayangkan. Materi ini memerlukan permasalahan yang terjadi dalam proses

Pengembangan Modul Pembelajaran Fisika Alif Utama Mahanani


Berbasis SAVI Pada Materi Momentum, Imp
Jurnal Materi dan Pembelajaran Fisika (JMPF) 4
Volume X Nomor X 2017 ISSN : 2089-6158

pembelajaran Fisika dan penggunaan bahan ajar. pembelajaran. Tujuan pembelajaran ditujukan untuk
Angket penilaian produk ditujukan pada dosen, memberikan batasan capaian yang akan didapat oleh
guru, dan teman sejawat sebagai validator modul, siswa selama pembelajaran.
sedangkan siswa sebagai subjek uji coba. Angket Tahap selanjutnya setelah melakukan analisis
yang digunakan berupa angket dengan menggunakan kebutuhan adalah tahap design (perancangan). Tahap
skala Likert dan Guttman yang kemudian dianalisis design merupakan bagian utama dari sebuah
sesuai dengan analisis Saifuddin Azwar. penelitian pengembangan, karena dalam tahap ini
dibuat modul pembelajaran yang akan
2. Pembahasan dikembangkamn atau produk dalam penelitian ini.
Penelitian pengembangan ini dimulai dengan Tahap design diawali dengan penyusunan tes, hal ini
tahap define (pendefinisian) untuk mengetahui ditujukan untuk menentukan tes atau kompetensi
permasalahan yang terjadi dalam pembelajaran dan yang akan digunakan dalam modul. Tes yang dibuat
bahan ajar yang dibutuhkan. Tahap define dilakukan haruslah memenuhi aturan dari taksonomi bloom
dengan jalan wawancara dan angket. Wawancara mulai dari C1-C5. Sehingga hal ini menjadikan
dilakukan terhadap guru sekolah SMA Negeri 7 siswa membentuk urutan berpikir siswa. Langkah
Surakarta, SMA Negeri 2 Boyolali, dan SMA Batik setelah penyusunan tes adalah melakukan pemilihan
2 Surakarta. Wawancara yang dilakukan berupa media. Pemilihan media disini berupa pemasukan
pertanyaan dalam hal pelaksanaan kurikulum 2013, konten atau desain yang akan digunakan dalam
sarana prasarana, dan bahan ajar. Teknik angket modul seperti gambar, alat praktikum, dan animasi.
dilakukan dengan menggunakan model angket Hal terpenting dalam tahap design adalah
Guttman dengan skala 1-4 dengan kriteria kurang pemilihan format, pemilihan format akan
hingga sangat baik. Teknik angket ini diberikan menentukan isi, konten, dan garis besar modul.
untuk mengetahui permasalahan atau kebutuhan Melalui pemilihan format yang tepat maka akan
dalam proses pembelajaran Fisika yang didukung menentukan pula sebuah modul tersebut baik atau
bahan ajar dari sudut pandang siswa dan guru. tidak. Hasil rancangan modul yang telah dibuat pada
Hasil wawancara dan angket pada tahap tahap perancangan ini adalah:
define ini menunjukkan bahwa permasalahan yang a. Judul materi Momentum, Impuls, dan Tumbukan
sering terjadi dalam proses pembelajaran Fisika saat untuk kelas X semester genap.
ini adalah cara mengajar guru, pelaksanaan kurikulu, b. Modul pembelajaran Fisika yang dikembangkan
2013, dan bahan ajar yang digunakan. Cara terbagi menjadi tiga Bab. Bab I berjudul Konsep
mengajar guru masih sering menggunakan teacher Momentum dan Impuls, Bab II berjudul Hukum
centered, hal ini dikarenakan keterbatasan waktu dan Kekekalan Momentum, dan Bab III berjudul
sarana prasarana yang tidak memadai. Pelaksanaan Konsep Tumbukan. Ketiga Bab tersebut terdiri
kurikulum 2013 yang seharusnya mengajak siswa dari komponen-komponen berikut:
lebih aktif jarang dilakukan oleh guru karena banyak 1) Tujuan
hal seperti keterbatasan guru dalam menyiapkan Tujuan berisi kompetensi yang harus
materi, keterbatasan bahan ajar, keterbatasan guru dicapai siswa setelah mempelajari materi.
dalam mempersiapkan kegiatan pembelajaran. Tujuan ini berfungsi agar pembelajaran dari
Selain itu, permasalahan yang terakhir adalah setiap aktivitas belajar lebih terarah.
tentang bahan ajar. Masih belum terdapat bahan ajar 2) Advance Organizer
yang beredar secara pasti di sekolah-sekolah saat ini Advance Organizer berisi gambar dan
dikarenakan pergantian kurikulum yang mendadak kalimat pembuka. Advance organizer ini
sehingga materi yang digunakan berbeda dengan berfungsi untuk menambah motivasi dan
bahan ajar yang digunakan sebelumnya. Selain itu, daya tarik siswa untuk mempelajari materi.
bahan ajar yang digunakan sementara waktu masih 3) Gambar dan Ilustrasi
menggunakan Lembar Kerja Siswa (LKS) dari Gambar dan ilustrasi berfungsi
sekolah yang sangat singkat dalam materi maupun sebagai sarana untuk pemahaman materi dan
kegiatan. sarana diskusi. Gambar dan ilustrasi yang
Dalam tahap define juga dilakukan analisis jelas akan mempermudah siswa untuk
materi yang berupa penyusunan indikator sesuai memahami materi tersebut.
dengan Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar 4) Kegiatan
(KD) untuk materi Momentum, Impuls, dan Lembar kegiatan bertujuan untuk
Tumbukan sesuai dengan kurikulum 2013 revisi menuntun siswa menemukan sendiri konsep
2016. Melalui analisis kurikulum tersebut maka akan Fisika yang akan dipelajari kemudia
mampu dijabarkan tujuan pembelajaran, tugas-tugas menerapkan konsep Fisika tersebut. Lembar
dan juga tes yang akan digunakan dalam modul kegiatan juga berfungsi untuk

Pengembangan Modul Pembelajaran Fisika Alif Utama Mahanani


Berbasis SAVI Pada Materi Momentum, Imp
Jurnal Materi dan Pembelajaran Fisika (JMPF) 5
Volume X Nomor X 2017 ISSN : 2089-6158

mengembangkan keaktifan dan kreativitas 10)Kegiatan Proyek


siswa dalam belajar. Kegiatan dalam modul Kegiatan proyek diberikan kepada
pembelajaran berbasis SAVI ini terbagi siswa untuk melakukan tugas kelompok yang
menjadi empat kegiatan yaitu diskusi, dikerjakan diluar pembelajaran selanjutnya
eksperimen, intelektualm dan eksplorasi. ditampilkan saat pembelajaran.
Berikut penjelasannya: 11) Ringkasan
a) Diskusi Ringkasan berisi rangkuman dari
Diskusi berisi kegiatan yang keseluruhan materi yang tersedia di dalam
disajikan melalui gambar yang dibahas modul.
secara berkelompok untuk memecahkan 12)Uji Kompetensi
masalah yang berhubungan dengan materi Uji kompetensi berisi soal-soal latihan
yang dipelajari. dalam bentuk pilihan ganda dan esai. Uji
b) Eksperimen Kompetensi ini berfungsi sebagai sarana bagi
Eksperimen berupa kegiatan siswa untuk berlatih mengerjakan soal-soal
dengan menggunakan alat-alat pendukung setelah satu Bab yang dipelajari. Bagian ini
seperti alat laboratorium maupun animasi. juga berfungsi untuk mengetahui tingkat
Kegiatan ini bertujuan mengaktifkan pemahaman siswa dalam mempelajari materi
siswa dan membuat siswa terampil dalam dalam modul.
pembelajaran. Bagian-bagian lain yang melengkapi modul
c) Intelektual yaitu identitas pemilik modul, petunjuk penggunaan
Intelektual berisi kegiatan yang modul, peta kompetensi, peta konsep, kunci
bertujuan untuk menjadikan siswa dapat jawaban, glosarium, dan daftar pustaka. Berikut
menemukan persamaan yang akan penjelasan dari pelengkap modul tersebut:
digunakan materi pembelajaran. a. Identitas Pemilik Modul
d) Eksplorasi Identitas pemilik modul berisi nama,
Eksplorasi bertujuan untuk nomor absen dan kelas, selain itu untuk pendidik
mengaka siswa lebih menghubungkan identitas pemilik modul berisi nama guru.
materi yang dipelajari dengan kehidupan Identitas pemilik modul ini bertujuan agar jika
sekitar secara nyata. modul tertukar atau hilang dapat dengan mudah
5) Contoh Soal kembali.
Contoh soal diberikan untuk b. Petunjuk Penggunaan Modul
memberikan siswa pandangan penerapan Petunjuk penggunaan modul bagi siswa
persamaan yang telah didapat didalam soal- dan guru berisi perihal ketentuan/peraturan yang
soal yang sudah dibahas. harus diketahui, dipahami, dan diikuti oleh siswa
6) Rangkuman dan guru selama belajar menggunakan modul.
Rangkuman berisi konsep-konsep Petunjuk penggunaan modul bagi siswa dan guru
ringkasan materi yang telah dipelajari dalam berfungsi untuk memberi arahan agar
setiap sub materi. pembelajaran lebih cepat berhasil sesuai dengan
7) Refleksi tujuan pembelajaran dan tujuan akhir modul.
Refleksi diberikan untuk menjadikan c. Peta Kompetensi
siswa mampu menilai diri mereka sendiri Peta kompetensi berisi sistematika
terhadap pencapaian yang didapatkan selama penyajian capaian kompetensi yang meliputi
proses pembelajaran. Refleksi ini juga Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar
digunakan untuk mengetahui keberhasilan (KD), kumpulan indikator, dan entry behaviour.
proses pembelajaran. d. Peta Konsep
8) Literasi Peta konsep berisi skema tentang materi
Literasi bertujuan untuk menambah yang dipelajari. Peta konsep berfungsi untuk
wawasan siswa mengenai kehidupan sehari- memberikan gambaran secara umum kepada
hari yang berhubungan dengan materi yang siswa terkait materi yang akan dipelajari.
sedang dipelajari. Literasi juga dimaksudkan e. Kunci Jawaban
untuk membiasakan siswa suka untuk Kunci jawaban berisi jawaban dari tes
membaca. formatif atau uji kompetensi yang berfungsi
9) Latihan Soal sebagai sarana bagi siswa untuk mengetahui
Latihan soal disajikan untuk ketepatan jawaban dari tugas dalam menguji
meningkatkan pemahaman siswa mengenai pemahaman mereka.
materi yang dipelajari. f. Glosarium

Pengembangan Modul Pembelajaran Fisika Alif Utama Mahanani


Berbasis SAVI Pada Materi Momentum, Imp
Jurnal Materi dan Pembelajaran Fisika (JMPF) 6
Volume X Nomor X 2017 ISSN : 2089-6158

Glosarium berisi penjelasan dari istilah Hasil penilaian modul oleh validator
baru yang muncul dalam modul. didukung data yang diperoleh dari masing-
g. Daftar Pustaka masing aspek yang diuraikan sebagai berikut:
Daftar pustakan berisi rujukan tentang 1) Aspek Kelayakan Isi
materi yang disajikan. Adanya daftar pustaka, Hasil evaluasi modul pembelajaran
siswa dapat mencari lebih tentang informasi Fisika dalam aspek kelayakan isi memperoleh
terkait materi pada sumber yang dijadikan acuan kriteria sangat baik dari semua validator
pembuatan modul. dengan skor yang bervariasi. Ahli I
Tahap terakhir dalam penelitian memberikan nilai 58, Ahli II memberikan
pengembangan ini adalah tahap develop nilai 55, reviewer I dan reviewer II
(pengembangan). Tahap develop terdiri dari kegiatan memberikan nilai yang sama yaitu 58,
validasi modul pembelajaran Fisika oleh validator reviewer III memberikan nilai 55, peer
dan uji coba modul pembelajaran Fisika yang terbagi reviewer I memberikan skor 55, dan peer
menjadi uji coba awal dan uji coba utama. Validasi reviewer II memberikan nilai 57.
modul dilakukan oleh validator yang terdiri dari 2 2) Aspek Penyajian
dosen pembimbing sebagai ahli, 3 guru Fisika Pada aspek penyajian, diperoleh
sebagai reviewer, dan 2 teman sejawat sebagai peer kriteria yang sangat baik dari semua validator
reviewer. Sementara, uji coba awal dilakukan dengan skor perolehan yang bervariasi. Ahli I
terhadap 4 siswa terbaik dikelas pada masing- memberi nilai 68, Ahli II memberi nilai 65,
masing sekolah sehingga didapatkan 12 siswa reviewer I memberikan nilai 64, reviewer II
sebagai subjek dalam uji coba awal. Uji coba utama memberikan nilai 62, reviewer III
dilakukan terhadap 10 siswa pada masing-masing memberikan nilai 68, peer reviewer I
sekolah sehingga didapatkan 30 siswa sebagai memberikan nilai 65, dan peer reviewer II
subjek dalam uji coba utama. Tahap develop ini memberikan nilai 64.
dilakukan dengan penyebaran angket dengan 3) Kebahasaan
menggunakan skal Guttman dengan skala 1-4 Pada aspek kebahasaan, diperoleh
(kurang-sangat baik) untuk validator dan ya kriteria yang sangat baik dari semua validator
tidak untuk uji coba. Selanjutnya, hasil yang dengan skor perolehan yang bervariasi. Ahli I
diperoleh dolah dengan menggunakan aturan dari memberikan nilai 33, Ahli II memberikan
Saifuddin Azwar. Adapun aspek yang dinilai dalam nilai 37, reviewer I memberikan nilai 40,
tahap develop ini adalah aspek kelayakan isi, aspek reviewer II memberikan nilai 33, reviewer III
penyajian, aspek kebahasaan, dan aspek kegrafisan. memberikan nilai 33, peer reviewer I
Adapun hasil dari tahap develop ini adalah memberikan nilai 33, dan peer reviewer II
sebagai berikut: memberikan nilai 36.
a. Data Hasil Validasi 4) Kegrafisan
Hasil Validasi Modul dari Semua Aspek Hasil evaluasi modul pada aspek
oleh Validator) menunjukkan bahwa jumlah skor kegrafisan memberikan hasil dengan kriteria
keseluruhan untuk setiap validator yakni sebagai sangat baik dari validator dengan skor
berikut: ahli I memberikan skor total 176, ahli II perolehan yang bervariasi. Ahli I dan Ahli II
meberikan skor total 174, reviewer I memberikan memberikan nilai 17, reviewer I memberikan
skor total 182, reviewer II memberikan skor total nilai 20, reviewer II memberikan nilai 17,
169, reviewer III memberikan skor total 174, reviewer III memberikan nilai 18, peer
peer reviewer I memberikan skor total 170, dan reviewer I memberikan nilai 17, dan peer
peer reviewer II memberikan skor total 175. reviewer II memberikan nilai 18.
Semua penilaian yang dilakukan oleh validator b. Data Hasil Uji Coba
tersebut masuk ke dalam kategori sangat baik. Hasil uji coba pada siswa berupa skor
Berdasarkan hasil analisis validasi ahli dikonversikan menjadi skor 1 untuk jawaban
dapat dikemukanan bahwa semua validator Ya dan nilai 0 untuk jawaban Tidak. Hasil
menilai sangat baik pada modul pembelajaran skor ini kemudian ditotal untuk setiap siswa dan
Fisika berbasis SAVI yang dikembangkan. Hal dikategorikan dengan kriteria. Hasil uji coba
ini menunjukkan bahwa validator menyetujui menunjukkan bahwa jumlah skor keseluruhan
bahwa modul pembelajaran Fisika berbasis SAVI untuk setiap siswa adalah sebagai berikut:
telah siap untuk digunakan dalam tahap uji coba 1) Uji Coba Awal
dengan beberapa saran dan komentar. Hasil uji coba awal didapatkan melalui
penyebaran angket penilaian produk kepada 4
siswa dari SMA Negeri 7 Surakarta, 4 siswa

Pengembangan Modul Pembelajaran Fisika Alif Utama Mahanani


Berbasis SAVI Pada Materi Momentum, Imp
Jurnal Materi dan Pembelajaran Fisika (JMPF) 7
Volume X Nomor X 2017 ISSN : 2089-6158

dari SMA Negeri 2 Boyolali, dan 4 siswa dari penggunaan, cara penghitungan evaluasi, peta
SMA Batik 2 Surakarta. Indikator dalam uji kompetensi, dan peta konsep. Isi utama modul berisi
coba ini berjumlah 36 pernyataan. Secara materi pembelajaran dengan komponen-komponen
keseluruhan sebaran untuk nilai 1 sebanyak di dalamnya berupa indikator pembelajaran, advance
87,73% dengan skor total 379. Sedangkan organizer, penjabaran materi, gambar beserta
untuk nilai 0 sebanyak 12,27% dengan skor keterangan, pengetahuan, kegiatan, diskusi, latiham
total 53. soal, rangkuman, uji kompetensi, dan umpan balik.
Hasil analisis uji coba awal Bagian akhir modul ini terdiri dari kunci jawaban uji
menunjukkan, skor maksimal 35 dan minimal kompetensi akhir, glosarium, dan daftar pustaka.
28 masing-masing diberikan oleh 1 siswa. Hasil akhir produk tersebut telah mengalami
Dari 12 siswa, semuanya memberikan penilaian secara kuantitatif dan kualitatif yang
penilaian sangat baik untuk modul kemudian direvisi bersarkan saran dan komentar dari
pembelajaran Fisika berbasis SAVI yang para validator dan siswa. Hasil kuantitatif
dikembangkan. menunjukkan bahwa ahli I dan ahli II masing-
2) Uji Coba Utama masing memberikan skor total 176 dan 174
Hasil uji coba lapangan utama dapat (keduanya termasuk dalam kategori sangat baik),
diketahui dari angket yang disebarkan kepada sementara reviewer I, reviewer II, dan reviewer III
30 siswa dari 3 sekolah yakni SMA Negeri 7 masing-masing memberikan skor total 182, 169, dan
Surakarta, SMA Negeri 2 Boyolali, dan SMA 174 (ketiganya termasuk dalam kategori sangat
Batik 2 Surakarta. Uji coba utama dapat baik), sementara peer reviewer I dan peer reviewer II
dilakukan di tiga SMA tersebut dikarena masing-masing memberikan skor total 170 dan 175
sekolah-sekolah tersebut merupakan sekolah (termasuk kategori sangat baik). Jadi, 100%
yang mengikuti kurikulum 13 revisi 2016. validator memberikan nilai sangat baik untuk modul
Ada sepuluh siswa yang dijadikan responden pembelajaran Fisika berbasis SAVI yang
dari setiap SMA sehingga total keseluruhan dikembangkan. Hasil uji coba awal dan hasil uji
responden ada 30 siswa coba utama siswa sebagai responden memberikan
Adapun analisis uji coba utama nilai yang sama dengan validator yaitu 100% sangat
menunjukkan bahwa jumlah skor keseluruhan baik. Adapun hasil penelitian kualitatif yang berupa
maksimal memberi skor 36 (sebanyak 1 saran dan komentar telah dianalisis sebagai referensi
siswa) dan minimal 28 (sebanyak 5 siswa). revisi sehingga menghasilkan produk akhir. Secara
Berdasarkan data tersebut semua siswa garis besar, validator dan siswa memberi komentar
menilai sangata baik. bahwa modul pembelajaran Fisika berbasis SAVI
Secara keseluruhan sebaran untuk nilai 1 yang dikembangkan sudah baik. Jadi, setelah
sebanyak 87,26% dengan skor total 943, dilaksanakan revisi maka dapat dikatakan bahwa
sedangkan sebaran nilai 0 sebanyak 12,74% produk akhir berupa modul pembelajaran Fisika
dengan skor total 127. Jadi sebaran nilai pada berbasis SAVI untuk siswa SMA kelas X semester
sebagian besar uraian indikator sangat dominan genap ini telah memenuhi kriteria sangat baik.
dibanding sebaran nilai 0. Oleh karena itu,
penilaian pada uji coba utama bisa dikatakan 3. Kesimpulan dan Saran
berhasil. Adapun saran dan komentar yang ada Kesimpulan
menjadi referensi revisi dan diuraikan dalam Berdasarkan hasil analisis data dan
pembahasan. pembahasan dalam penelitian maka dapat
Adapun produk akhir dalam penelitian disimpulkan: (1) Pengembangan modul
pengembangan berupa modul pembelajaran Fisika pembelajaran Fisika berbasis SAVI pada materi
berbasis SAVI terdiri atas 11 halaman awal, 50 Momentum, Impuls, dan Tumbukan dikembangkan
halaman utama, dan 2 halaman cover. Cover awal berdasarkan kriteria modul yang diadaptasi dari
produk akhir ini berupa background berwarna Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi
dengan gambar yang berhubungan dengan Pendidikan (Pustekkom) Depdiknas. Modul
Momentum, Impuls, dan Tumbukan dilengkapi judul pembelajaran Fisika berbasis SAVI pada materi
modul dan nama pembuat modul. Cover belakang Momentum, Impuls, dan Tumbukan dikembangkan
produk ini berupa ringkasan sederhana menganai dengan model 4-D meliputi define, design, develop,
modul dilengkapi logo universitas pembuat modul, dan disseminate yang disederhanakan hanya sampai
dan beberapa kontak pembuat modul. Bagian modul tahap develop. Berdasarkan tahap define berupa
berupa halaman awal judul, identitas modul, analisis siswa, kurikulum, materi, saran pra sarana,
identitas pemilik modul, kata mutiara, kata dan proses pembelajaran yang sudah diterapkan di
pengantar, daftar isi, daftar gambar, petunjuk sekolah dilakukanlah tahap design berupa

Pengembangan Modul Pembelajaran Fisika Alif Utama Mahanani


Berbasis SAVI Pada Materi Momentum, Imp
Jurnal Materi dan Pembelajaran Fisika (JMPF) 8
Volume X Nomor X 2017 ISSN : 2089-6158

penyusunan draf modul Fisika berbasis SAVI pada


materi Momentum, Impuls, dan Tumbukan. Tahap Daftar Pustaka
terakhir adalah develop, draf modul yang telah
dibuat pada tahap design divalidasi oleh dosen, Azwar, Saifuddin. 2017. Metode Penelitian.
reviewer (guru), dan peer reviewer (teman sejawat), Yagyakarta: Pustaka Pelajar.
setelah diperoleh hasil yang valid yang telah direvisi Dave, Meier. 2005. The Accelerated Learning
sesuai dengan saran dan komentar kemudian draf Handbook. Bandung: Kaifa.
modul terevisi diujicobakan 12 siswa pada uji coba Depdiknas. 2008a. Panduan Pengembangan Bahan
awal dan 30 siswa pada uji coba utama. Berdasarkan Ajar. Jakarta: Direktorat Pembinaan SMA,
hasil saran dan komentar selama uji coba, modul Dirjen Mandikdasmen, Depdiknas..
direvisi dan akhirnya dihasilnya modul pembelajaran Fatmawati. 2015. Studi Literasi Pengaruh Penerapan
Fisika berbasis SAVI pada materi Momentum, Pembelajaran Model SAVI dengan
Impuls, dan Tumbukan untuk siswa kelas X Menggunakan Metode Brainstorming
semester genap sesuai dengan kurikulum 13 revisi Terhadap Konsistensi Konsepsi dan
2016. (2) Modul pembelajaran Fisika berbasis SAVI Peningkatan Kemampuan Kognitif Siswa
pada materi Momentum, Impuls, dan Tumbukan SMA. Junal Pendidikan, 4 (1): 123 128.
divalidasi oleh 2 dosen, 3 guru, dan 2 peer reviewer. Fitri, Lidy Alimah. 2013. Pengembangan Modal
Hasil validasi total dari keseluruhan aspek adalah Fisika pada Pokok Bahasan Listrik Dinamis
176, 174, 182, 169, 174, 170, dan 175 dari skor total untuk Mengoptimalkan Mind On Siswa
maksimal 192 sehingga modul dinyatakan memiliki SMA. Jurnal EduTech, 3(7): 105 115.
kriteria sangat baik dari segi validator. Selanjutnya, Hamzah, Faiz. 2015. Studi Pengembangan Modul
modul diuji coba ketiga sekolah melalui uji coba Pembelajaran IPA Berbasis Integrasi Islam.
awal dan uji coba akhir, dari kedua uji coba tersebut Journal of Islamic Basic Education, 1 (7): 13
semua responden menyatakan modul pembelajaran 20.
Fisika berbasis SAVI memiliki kriteria sangat baik. Lasmiyati. 2014. Pengembangan Modul Fisika
Sehingga modul pembelajaran Fisika berbasis SAVI Berbasis Saintifik pada Materi Gelombang
yang dikembangkan peneliti memiliki kriteria sangat Optik. Journal of Research and Development,
baik. 9(2): 161 174.
Manullang, Belferik. 2013. Grand Desain
Saran Pendidikan Karakter Generasi Emas. Jurnal
Berdasarkan simpulan maka dapat Pendidikan, 3 (1): 1 14.
disampaikan saran-saran yang dapat dipergunakan Novitayani, Linda. 2016. Pengembangan Modul
sebagai bahan pertimbangan yaitu sebagai berikut: Fisika Berbasis SAVI untuk Meningkatkan
(1) Peneliti lain yang ingin melakukan penelitian Kreativitas Belajar Siswa Kelas X SMA/MA
sejenis dapat menjadikan modul pembelajaran Fisika dengan Topik Kalor dan Perpindahannya.
berbasis SAVI ini sebagai bahan rujukan dalam Jurnal Inkuiri, 5 (2): 20 29.
pengembangan bahan ajar selanjutnya, baik untuk Purwanto. 2012. Psikologi Pendidikan. Bandung:
pokok bahasan yang sama atau berbeda. (2) Peneliti Rosda Karya.
yang ingin melanjutkan penelitian ini dapat Rahdiyanta, Dwi. 2013. Teknik Penyusunan Modul.
menggunakan modul pembelajaran Fisika berbasis Yogyakarta : UNY.
SAVI yang telah dikembangkan peneliti lebih lanjut Rose, Collin Penfield. 2001. Super Accelerated
dengan menguji produk secara eksperimen maupun Learning. Terj. Jabal. Jakarta: Duta Media.
tindakan kelas. (3) Guru sebaiknya dapat (Buku asli diterbitkan 1997)
melaksanakan pembelajaran Fisika berbasi SAVI Russel, Lou. 2012. The Accelerated Learning
dengan modul yang dikembangkan oleh peneliti. Fieldbook. Bandung: Nusa Media.
(4) Siswa sebaiknya dapat menggunakan modul Sariono. 2014. Kurikulum 2013: Kurikulum
Fisika berbasis SAVI ini sebagi rujukan belajar Generasi Emas. Jurnal Pendidikan, 3(9): 144
sehingga memberikan kemudahan dalam belajar 151.
secara aktif dan mandiri. Shoimin, Aris. 68 Model Pembelajaran Inovatif
Peneliti menyampaikan terima kasih kepada: dalam Kurikulum 2013. Yogyakarta: Ar Ruzz
a. Bapak Drs. Yohanes Radiyono, M. Pd., selaku Thiagarajan, S. Semmel, D.S & Semmel, MI.
Dosen Pembimbing I yang telah bersedia (1974). Intructional Development for
memberikan bimbingan dalam penelitian ini. Training Teachers of Exceptional Children.
b. Bapak Ahmad Fauzi, M. Pd., selaku Dosen Indiana: Indiana University Blooming
Pembimbing II yang telah memberikan
bimbingan dalam penelitian ini.

Pengembangan Modul Pembelajaran Fisika Alif Utama Mahanani


Berbasis SAVI Pada Materi Momentum, Imp
Jurnal Materi dan Pembelajaran Fisika (JMPF) 9
Volume X Nomor X 2017 ISSN : 2089-6158

Persetujuan Pembimbing

Dosen Pembimbing I Dosen Pembimbing II

Drs. Yohanes Radiyono, M.Pd. Ahmad Fauzi, S. Pd., M.Pd.


NIP 19540831 198303 1 002 NIP. 19790205 200312 1 001

Pengembangan Modul Pembelajaran Fisika Alif Utama Mahanani


Berbasis SAVI Pada Materi Momentum, Imp