Anda di halaman 1dari 20

KODE ETIK SMA NEGERI 3 TAPUNG

BAB I
PENDAHULUAN

A. PENGERTIAN UMUM
Kode Etik [ Standar Perilaku ] Siswa SMA Negeri 3 Tapung adalah pedoman tertulis yang
merupakan Standar Perilaku bagi Siswa SMA Negeri 3 Tapung dalam berinteraksi dengan
civitas akademika dalam lingkup kegiatan pembelajaran, ekstrakurikuler dan aktivitas lainnya
serta interaksi dengan masyarakat pada umumnya. Kode etik siswa di SMA Negeri 3 Tapung
dimaksudkan sebagai rambu-rambu bagi siswa dalam bersikap, berucap, bertindak dan
melaksanakan kegiatan sehari hari di sekolah dalam rangka menciptakan iklim dan kultur
sekolah yang dapat menunjang kegiatan pembelajaran yang efektif.

B. LATAR BELAKANG
Pada hakikatnya SMA Negeri 3 Tapung selalu berusaha untuk mengikuti perkembangan
pendidikan dalam rangka meningkatkan daya saing bangsa, khususnya dalam rangka
mempersiapkan sumber daya manusia yang memiliki keunggulan nilai nilai agama, berdaya
saing nasional dan global tanpa meninggalkan keluhuran akhlaqul karimah dan budi pekerti.

Kemandirian SMA Negeri 3 Tapung ditujukan untuk mewujudkan visi SMA Negeri 3 Tapung
MEWUJUDKAN INSAN YANG CERDAS, BERPRESTASI, TERAMPIL DALAM ILMU
PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI, BERIMTAQ DAN MENJADIKAN LEMBAGA
PENDIDIKAN BERSTANDAR NASIONAL DAN BERWAWASAN LINGKUNGAN
HIDUP . Dengan mengemban misi menumbuhkan penghayatan terhadap ajaran agama
sehingga menjadi pedoman dalam berperilaku, Menggali dan mengembangkan potensi siswa
berdasarkan nilai-nilai agama, Menumbuhkan semangat berkreasi, berkompetisi, dan
berprestasi kepada seluruh warga sekolah, Menegakkan disiplin, keamanan, kebersihan,
keindahan, keserasian, dan kerindangan, Mengefektifkan kegiatan pembelajaran dan
bimbingan, Menciptakan suasana pembelajaran yang kreatif, inovatif, Menerapkan
manajemen sekolah yang partisipatif dan terbuka, Mengembangkan sekolah dengan wawasan
lingkungan, Mengantarkan anak menuju manusia baru yang cerdas dalam pemikiran, terampil
dalam tindakan dan berakhlakul karimah , Meningkatkan kesadaran dan kepedulian
masyarakat terhadap pendidikan, Meningkatkan kerjasama dengan berbagai elemen
masyarakat/organisasi.
Dalam rangka mencapai visi, misi dan tujuannya, SMA Negeri 3 Tapung telah mengupayakan
pembenahan dalam bentuk serangkaian kebijakan yang pada dasarnya adalah upaya konkrit
untuk menuju transformasi pengelolaan SMA Negeri 3 Tapung yang lebih mandiri,
transparan, akuntabel, responsible, dapat dipertanggungjawabkan, wajar dan taat terhadap
ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Rangkaian tindakan transformasi di tubuh SMA Negeri 3 Tapung layak dicapai apabila
terdapat komitmen penuh dari seluruh individu ataupun institusi yang terkait dengan
pelaksanaan kegiatan di Sekolah. Salah satu komponen penting yang berpengaruh terhadap
pencapaian visi, misi dan tujuan SMA Negeri 3 Tapung adalah siswa. Siswa SMA Negeri 3
Tapung adalah duta SMA Negeri 3 Tapung di tengah masyarakat yang merefleksikan proses
pendidikan di lingkungan Sekolah. Oleh karena itu, sudah merupakan tekad bagi SMA Negeri
3 Tapung untuk tidak saja mempersiapkan siswa sebagai bagian dari masyarakat intelektual
yang memiliki penguasaan ilmu pengetahuan tetapi juga memiliki kompetensi dalam arti
yang lebih luas, termasuk di dalamnya perilaku dan akhlak yang mulia.

Sehubungan dengan hal tersebut diatas dengan berpedoman pada :


a. UU RI No. 22 Tahun 1999 tentang Pemerintah Daerah
b. UU RI No. 25 Tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan
c. UU RI No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
d. PP No. 25 Tahun 2000 tentang Otonomi Daerah
e. PP No. 19 Tahun 2005 bagian ketiga pasal 10 dan 11 tentang Beban Belajar dalam
bentuk Sistem Paket dan Sistem SKS
f. Permendiknas No. 22 tahun 2006 tentang Standar Isi
g. Permendiknas No. 23 tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan
h. Permendiknas No. 6 tahun 2007, sebagai penyempurnaan Permendiknas No. 24 tahun
2006 tentang pelaksanaan Permendiknas No. 22 dan 23 tahun 2006

Perlu dibentuk suatu pedoman perilaku bagi siswa SMA Negeri 3 Tapung sebagai standar
etika dalam aktifitas sehari-hari dalam mengemban status sebagai siswa SMA Negeri 3
Tapung. Setiap siswa wajib melaksanakan ketentuan yang tercantum kode etik sekolah secara
konsekuen dan penuh kesadaran.

C. MAKSUD DAN TUJUAN


Maksud penyusunan Kode Etik [Standar Perilaku] Siswa SMA Negeri 3 Tapung adalah untuk
memberikan pedoman bagi seluruh siswa SMA Negeri 3 Tapung untuk berperilaku yang baik
dalam melaksanakan aktifitas di lingkungan SMA Negeri 3 Tapung dan di tengah masyarakat
pada umumnya.
Tujuan yang ingin dicapai melalui peyusunan dan pelaksanaan Kode Etik [Standar
Perilaku] Siswa SMA Negrei 3 Tapung adalah :
1. sebagai komitmen bersama siswa SMA Negeri 3 Tapung untuk mewujudkan visi, misi
dan tujuan SMA Negeri 3 Tapung
2. terbentuknya siswa yang bertaqwa, berilmu dan berbudi luhur
3. menciptakan proses pendidikan yang tertib, teratur dalam iklim akademik yang
kondusif
4. membentuk siswa yang berdisiplin, beretika, dan patuh pada norma hukum dan
norma-norma lainnya yang hidup di tengah masyarakat ;

BAB II
DEFINISI

Dalam Kode Etik [Standar Perilaku] Siswa SMA Negeri 3 Tapung yang dimaksud dengan :
1. Kode Etik [Standar Perilaku] Siswa SMA Nnegeri 3 Tapung adalah pedoman tertulis
sebagai norma dan azas yang diterima sebagai landasan ukuran tingkah laku bagi Siswa
SMA Negeri 3 Tapung dalam berinteraksi dengan civitas akademika dalam lingkup
kegiatan pembelajaran, ekstrakurikuler dan aktivitas lainnya serta interaksi dengan
masyarakat pada umumnya.
2. Norma adalah aturan atau ketentuan yang mengikat dipakai sebagai panduan, tatanan
dan pengendalian yang sesuai dan berterima.
3. Sekolah adalah SMA Negeri 3 Tapung sebagai Badan Hukum Milik Pemerintah yang
menyelenggarakan pendidikan tinggi, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
4. Guru adalah tenaga pendidik pada Sekolah yang khusus diangkat dengan tugas utama
mengajar.
5. Siswa adalah peserta didik yang terdaftar secara sah pada salah satu program
akademik, profesi dan vokasi Sekolah, termasuk di dalamnya siswa tugas belajar, siswa
pendengar dan siswa asing.
6. Ujian adalah bentuk penilaian hasil belajar yang dapat diselenggarakan melalui ujian
tengah semester, ujian akhir semester atau ulangan kenaikan kelas.
7. Sivitas Akademika adalah satuan yang terdiri dari guru dan siswa di Sekolah.
8. Pembelajaran adalah proses yang terjadi dalam perencanaan dan penyajian materi
belajar mengajar di sekolah serta evaluasi atas proses-proses itu berserta produk dan
unsur yang terlibat.
9. Kegiatan Ekstrakurikuler adalah seperangkat kegiatan aktivitas di luar kurikulum
guna meningkatkan kemampuan siswa di bidang akademik dan profesionalitas yang
dilandasi dengan akhlak yang mulia.
10. Etika Siswa adalah nilai-nilai, azas-azas akhlak yang harus dipraktekkan dalam
kehidupan sehari-hari oleh siswa SMA Negeri 3 Tapung berdasarkan norma- norma yang
hidup dalam masyarakat.

BAB III
ETIKA SISWA

A. STANDAR ETIKA SISWA


Standar etika Siswa adalah Standar Perilaku yang baik yang mencerminkan ketinggian akhlak
dan ketaatan terhadap norma-norma etik yang hidup dalam masyarakat meliputi :
1) Bertaqwa kepada Tuhan YME sesuai dengan Agama yang dianut
2) Menghargai ilmu pegetahuan, teknologi, sastra dan seni
3) Menjunjung tinggi kebudayaan nasional
4) Menjaga kewibawaan dan nama baik Sekolah
5) Secara aktif ikut memelihara sarana dan prasarana Sekolah serta menjaga kebersihan,
ketertiban dan keamanan sekolah
6) Menjaga integritas pribadi sebagai warga Sekolah
7) Mentaati peraturan dan tata tertib yang berlaku di Sekolah
8) Berpenampilan sopan dan rapi
9) Berperilaku ramah, dan menjaga sopan santun terhadap orang lain
10) Menghormati orang lain tanpa membedakan suku, agama, ras dan status social
11) Taat kepada norma hukum dan norma lainnya yang hidup di tengah masyarakat
12) Menghargai pendapat orang lain
13) Bertanggungjawab dalam perbuatannya
14) Menghindari perbuatan yang tidak bermanfaat dan/atau bertentangan denga norma
hukum atau norma lainnya yang hidup di tengah masyarakat
15) Berupaya dengan sungguh-sungguh menambah ilmu pengetahuan

B. ETIKA DALAM PROSES PEMBELAJARAN


Sebagai seorang pelajar yang memiliki tugas pokok belajar, siswa berkewajiban mengikuti
Kegiatan Belajar Mengajar (untuk selanjutnya disingkat KBM) dengan bersungguh sungguh,
tertib dan tenang.
Ketentuan Kegiatan Belajar Mengajar di SMA Negeri 3 Tapung diatur sebagai berikut :
1) Jam belajar dimulai pada pukul 07.15 WIB dan berakhir pukul 14.15 WIB.
2) Siswa yang terlambat sampai di sekolah wajib melapor ke guru piket.
3) Pintu gerbang sekolah dibuka setelah semua siswa selesai mengikuti kegiatan
pembelajaran disekolah.
4) Siswa wajib mengikuti upacara bendera setiap hari Senin dan hari hari besar lainnya
sesuai jadwal yang telah ditentukan.
5) Siswa tidak diperkenankan berada di luar kelas saat KBM berlangsung kecuali ada
izin dari guru kelas.
6) Siswa tidak diperkenankan berada di luar kelas apabila guru yang mengajar
berhalangan hadir.
7) Siswa hanya diperkenankan menerima tamu di ruang tunggu sekolah dengan izin guru
piket.
8) Siswa tidak diperkenankan melakukan aktivitas yang tidak berkaitan dengan
pelajaran.
9) Waktu KBM dan tempat pelaksanaan KBM di luar sekolah diatur oleh sekolah sesuai
dengan kesepakatan dengan instansi terkait.
10) Pada waktu jam pelajaran berlangsung tidak diperkenankan keluar masuk kelas,
kecuali ada izin guru yang bersangkutan atau panggilan dari Kepala Sekolah, BK, Guru
Piket, atau Wali Kelas.
11) Siswa tetap tinggal di kelas bila ada guru yang berhalangan mengajar dan Ketua Kelas
segera menghubungi guru piket.
12) Siswa harus mempergunakan waktu istirahat dengan sebaik-baiknya untuk makan,
minum, dan beristirahat.
13) Siswa yang berhalangan mengikuti pelajaran wajib mengirim surat dari orang tua/wali
murid. Yang sakit lebih dari tiga (3) hari harus menyerahkan surat dokter yang
disampaikan kepada wali kelas.
14) Siswa yang meninggalkan sekolah selama pelajaran, untuk suatu keperluan harus
membawa surat izin dari sekolah melalui guru piket dan diserahkan kembali kepada guru
piket setelah ditandatangani oleh orang tua/wali siswa.
15) Setiap siswa bertanggung jawab terhadap ketertiban dalam pelaksanaan KBM atau
kegiatan sekolah
1. Etika dalam Proses Pembelajaran
1.a. Etika Siswa di ruang belajar dan/atau laboratorium yaitu :
(1). Hadir tepat waktu, atau sebelum guru memasuki ruangan pembelajaran/ laboratorium
(2). Berpakaian rapi, bersih dan sopan dalam arti tidak menyimpang dari azas-azas kepatutan.
(3). Menghormati siswa lain dengan tidak melakukan perbuatan yang dapat mengganggu
perbelajaran, seperti perbuatan menggunakan handphone atau alat elekronik lainnya pada saat
pembelajaran, mengganggu ketenangan siswa lain.
(4). Tidak merokok di ruangan belajar, laboratorium atau ruang lain.
(5). Santun dalam mengeluarkan pendapat atau membantah pendapat
(6). Tidak mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas atau menyakiti perasaan orang lain
(7). Menjaga inventaris ruang belajar/ laboratorium
(8). Tidak melakukan tindakan yang dapat menimbulkan bahaya selama di laboratorium tanpa
bimbingan guru atau petugas laboratorium
(9). Tidak mengotori ruangan dan inventaris Sekolah seperti membuang sampah sembarangan,
mencoret meja, kursi dan dinding ruangan.

1.b. Etika Siswa dalam pengerjaan tugas/ laporan yaitu :


(1). Menyerahkan tugas/ laporan tepat waktu
(2). Jujur dalam arti tidak melakukan plagiat atau mempergunakan tugas/ laporan siswa lain
berupaya mempengaruhi guru agar yang bersangkutan tidak menyerahkan tugas/laporan
dengan janji imbalan baik dalam bentuk dan nama apapun.
(3). Tidak menjanjikan atau memberikan sejumlah uang atau fasilitas lainnya kepada guru atau
pihak lainnya dengan tujuan untuk mempengaruhi proses bimbingan tugas/ laporan.

1.c. Etika Siswa dalam mengikuti ujian yaitu :


(1). Mematuhi tata tertib ujian yang ditetapkan Sekolah.
(2). Jujur dan beritikad baik, tidak melihat buku atau sumber lain yang tidak dibenarkan kecuali
untuk ujian yang secara tegas membenarkan hal demikian
(3). Tidak menggangu siswa lain yang sedang mengikuti ujian
(4). Tidak mencoret inventaris Sekolah seperti meja, kursi, dinding dengan itikad yang tidak
baik untuk keperluan memudahkan menjawab soal ujian
(5). Tidak menjanjikan atau memberikan sejumlah uang atau fasilitas lainnya kepada guru atau
pihak lainnya dengan tujuan untuk mempengaruhi proses dan hasil ujian
(6). Percaya pada kemampuan sendiri, dalam arti tidak menggunakan pengaruh orang lain untuk
tujuan mempengaruhi proses dan hasil ujian

2. Etika dalam Hubungan antara Siswa dengan Guru


Etika Siswa dalam hubungan antara siswa dengan guru yaitu :
(1). Menghormati semua guru tanpa membedakan suku, agama, ras, dan tidak didasari atas
perasaan suka atau tidak suka.
(2). Bersikap sopan santun terhadap semua guru dalam interaksi baik di dalam lingkungan
maupun di luar lingkungan Sekolah
(3). Menjaga nama baik guru dan keluarganya
(4). Tidak menyebarluaskan informasi yang tidak baik dan belum tentu benar mengenai
seorang guru kepada guru atau pihak lainnya, kecuali terhadap pelanggaran hukum dan etik
yang diwajibkan berdasarkan ketentuan hukum dan peraturan di lingkungan Sekolah.
(5). Santun dalam mengemukakan pendapat atau mengungkapkan ketidak sepahaman pendapat
tentang keilmuan yang disertai dengan argumentasi yang rasional
(6). Jujur terhadap guru dalam segala aspek
(7). Tidak menjanjikan atau memberikan sejumlah uang atau fasilitas lainnya kepada guru atau
pihak lainnya dengan tujuan untuk mempengaruhi penilaian guru.
(8). Percaya pada kemampuan sendiri, dalam arti tidak menggunakan pengaruh orang lain
untuk tujuan mempengaruhi penilaian guru
(9). Tidak mengeluarkan ancaman baik secara langsung maupun dengan menggunakan orang
lain terhadap guru.
(10). Bekerjasama dengan guru dalam mencapai tujuan pembelajaran, termasuk menyiapkan
diri sebelum berinteraksi dengan guru di ruang pembelajaran.
(11). Memelihara sopan santun pada saat mengajukan keberatan atas sikap guru terhadap
pimpinannya disertai dengan bukti yang cukup.
(12). Menghindari sikap membenci guru atau sikap tidak terpuji lainnya disebabkan nilai yang
diberikan oleh guru.
(13). Mematuhi perintah dan petunjuk guru sepanjang perintah dan petunjuk tersebut tidak
bertentangan dengan norma hukum dan norma lainnya yang hidup di tengah masyarakat.
(14). Berani mempertanggungjawabkan semua tindakannya terkait interaksi dengan guru

3. Etika dalam Hubungan antara Sesama Siswa


Etika Siswa dalam hubungan antara sesama siswa yaitu :
(1). Menghormati semua siswa tanpa membedakan suku, agama, ras, status sosial dan tidak
didasari atas perasaan suka atau tidak suka.
(2). Bersikap ramah dan sopan santun terhadap semua siswa dalam interaksi baik di dalam
lingkungan maupun di luar lingkungan Sekolah
(3). Bekerjasama dengan siswa lain dalam menuntut ilmu pengetahuan
(4). Memiliki solidaritas yang kuat dan saling membantu untuk tujuan yang baik da tidak
bertentangan dengan norma hukum atau norma lainnya yang hidup di dalam masyarakat.
(5). Berlaku adil terhadap sesama rekan siswa
(6). Menghindari perkataan yang dapat menyakiti perasaan siswa lain.
(7). Tidak melakukan ancaman atau tindakan kekerasan terhadap sesama siswa baik di dalam
lingkungan maupun di luar lingkungan Sekolah.
(8). Saling menasehati untuk tujuan kebaikan
(9). Suka membantu siswa lain yang kurang mampu dalam pelajaran maupun kurang mampu
secara ekonomi.
(10). Bersama-sama menjaga nama baik Sekolah dan tidak melakukan tindakan tidak terpuji
yang merusak citra baik Sekolah.
(11). Menghormati perbedaan pendapat atau pandangan dengan siswa lain.
(12). Tidak menggangu ketenangan siswa lain yang sedang mengikuti proses pembelajaran.
(13). Tidak mengajak atau mempengaruhi siswa lain untuk melakukan tindakan tidak terpuji
yang bertentangan dengan norma hukum dan norma lainnya yang hidup di tengah
masyarakat.

4. Etika dalam Hubungan antara Siswa dan Tenaga Administrasi


Etika Siswa dalam hubungan antara siswa dengan tenaga administrasi yaitu :
(1). Menghormati semua tenaga administrasi tanpa membedakan suku, agama, ras, status sosial
dan tidak didasari atas perasaan suka atau tidak suka.
(2). Bersikap ramah dan sopan santun terhadap semua tenaga administrasi dalam interaksi baik
di dalam lingkungan maupun di luar lingkungan Sekolah
(3). Tidak menjanjikan atau memberikan sejumlah uang atau fasilitas lainnya kepada tenaga
administrasi untuk mendapatkan perlakuan istimewa atau untuk melakukan tindakan yang
bertentangan dengan hukum dan peraturan di lingkungan Sekolah
(4). Tidak mengeluarkan ancaman baik secara langsung maupun dengan menggunakan orang
lain terhadap tenaga administrasi.
(5). Tidak mengajak atau mempengaruhi tenaga admiistrasi untuk melakukan tindakan tidak
terpuji yang bertentangan dengan norma hukum dan norma lainnya yang hidup di tengah
masyarakat.

5. Etika dalam Hubungan antara Siswa dan Masyarakat


Etika Siswa dalam hubungan antara siswa dengan masyarakat yaitu :
(1). Melakukan perbuatan yang meninggikan citra baik Sekolah di tengah masyarakat.
(2). Suka menolong masyarakat sesuai ilmu pengetahuan yang dimiliki.
(3). Menghindari perbuatan yang melanggar norma-norma yang hidup di tengah masyarakat,
baik norma hukum, norma agama, norma kesopanan, dan norma kepatutan.
(4). Mengajak masyarakat berbuat yang baik dan tidak mengajak pada perbuatan tidak terpuji.
(5). Memberikan contoh perilaku yang baik di tengah masyarakat.
(6). Tidak merokok di lingkungan masyarakat.

C. ETIKA DALAM KEGIATAN EKSTRAKURIKULER


1. Etika dalam Kegiatan Keolahragaan
Etika Siswa dalam bidang keolahragaan yaitu :
(1). Menjunjung tinggi kejujuran dan sportifitas dalam setiap kegiatan keolahragaan
(2). Menjaga sopan santun dalam tutur kata dan perbuatan dalam setiap kegiatan keolahragaan
(3). Mengindarkan diri dari tindakan-tindakan yang bersifat anarkhis, merusak dan mengganggu
ketertiban
(4). Bekerjasama dalam memperoleh prestasi dengan cara-cara yang terpuji
(5). Menjaga nama baik dan citra Sekolah serta menghindarkan diri dari perbuatan yang dapat
merusak nama baik dan citra baik Sekolah
(6). Tidak melakukan tindakan yang bertentangan dengan hukum dalam kegiatan keolahragaan
seperti mengkonsumsi obat-obatan terlarang dan tindakan melawan hukum lainnya.
(7). Tidak menjanjikan atau memberikan sejumlah uang atau fasilitas lainnya kepada pihak-pihak
pengambil keputusan dalam setiap kegiatan keolahragaan.
(8). Menghindari dari perbuatan yang bertujuan dengan sengaja merugikan atau mencelakai
orang lain.
(9). Mematuhi aturan-aturan yang diwajibkan dalam bidang keolahragaan.

2. Etika dalam Kegiatan Seni


Etika Siswa dalam bidang seni yaitu :
(1). Menghargai ilmu pegetahuan, teknologi, sastra dan seni
(2). Menjunjung tinggi kebudayaan nasional
(3). Menjunjung tinggi nilai kejujuran dalam setiap kegiatan seni
(4). Tidak melakukan plagiat (menciplak secara melawan hukum) hasil karya seni orang lain
(5). Mengindarkan diri dari tindakan-tindakan yang bersifat anarkhis, merusak dan
mengganggu ketertiban
(6). Bekerjasama dalam menghasilkan prestasi dan karya seni yang baik dengan cara-cara yang
terpuji
(7). Menjaga nama baik dan citra Sekolah serta menghindarkan diri dari perbuatan yang dapat
merusak nama baik dan citra baik Sekolah
(8). Tidak melakukan tindakan yang bertentangan dengan hukum dan norma-norma lain yang
hidup di tengah masyarakat.
(9). Tidak menjanjikan atau memberikan sejumlah uang atau fasilitas lainnya kepada pihak-pihak
pengambil keputusan dalam setiap kegiatan kesenian.
(10). Bertanggugjawab terhadap karya seni yang dihasilkan
(11). Menghormati hasil karya orang lain
(12). Tidak melakukan tindakan yang dapat merendahkan harkat dan martabat orang lain.

3. Etika dalam Kegiatan Keagamaan


Etika Siswa dalam bidang keagamaan yaitu :
(1). Menghormati semua orang yang sedang beribadah.
(2). Menghindari perbuatan yang dapat menghina agama.
(3). Mengindarkan diri dari tindakan-tindakan yang bersifat anarkhis, merusak dan mengganggu
ketertiban
(4). Berupaya semaksimal mungkin untuk taat dan patuh terhadap nilai-nilai ajaran agama Islam.
(5). Menjaga nama baik dan citra Sekolah serta menghindarkan diri dari perbuatan yang dapat
merusak nama baik dan citra baik Sekolah dalam kegiatan-kegiatan keagamaan
(6). Tidak melakukan tindakan yang bertentangan dengan hukum dan norma-norma lain yang
hidup di tengah masyarakat, terutama yang terkait dengan masalah keagamaan.
(7). Tidak melakukan tindakan yang memaksakan agama yang dianut kepada orang lain.
(8). Mematuhi aturan-aturan Sekolah dalam kegiatan keagamaan.
4. Etika dalam Kegiatan Minat dan Penalaran
Etika Siswa dalam kegiatan minat dan penalaran yaitu:
(1). Menghargai ilmu pengetahuan, teknologi, sastra dan seni
(2). Menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran
(3). Menjunjung tinggi kebudayaan nasional
(4). Menjaga sopan santun dalam tutur kata dan perbuatan dalam setiap kegiatan
(5). Bekerjasama dalam memperoleh prestasi dengan cara-cara yang terpuji
(6). Menjaga nama baik dan citra Sekolah serta menghindarkan diri dari perbuatan yang dapat
merusak nama baik dan citra baik Sekolah
(7). Mengindarkan diri dari tindakan-tindakan yang bersifat anarkhis, merusak dan mengganggu
ketertiban
(8). Menghargai pendapat dan pemikiran orang lain
(9). Suka menyebarkan ilmu pengetahuan dan kebenaran
(10). Tidak melakukan tindakan yang bertentangan dengan hukum dan norma-norma lain yang
hidup di tengah masyarakat.

5. Etika dalam Kegiatan Pengembangan Keorganisasian


Etika Siswa dalam bidang Pengembangan Keorganisasian, yaitu :
(1). Menghargai ilmu pengetahuan, teknologi, sastra dan seni
(2). Menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran
(3). Menjunjung tinggi kebudayaan nasional
(4). Menjaga sopan santun dalam tutur kata dan perbuatan dalam setiap kegiatan
(5). Mengutamakan kearifan dan kebijaksanaan dalam bertindak
(6). Mengharga perbedaan pendapat dan menyikapinya dengan arif dan bijaksana
(7). Bertanggungjawab terhadap semua keputusan dan tindakan
(8). Peka terhadap masalah-masalah kemasyarakatan dan suka memberikan kontribusi dengan
cara-cara yang baik
(9). Menjaga nama baik dan citra Sekolah serta menghindarkan diri dari perbuatan yang dapat
merusak nama baik dan citra baik Sekolah
(10). Mengindarkan diri dari tindakan-tindakan yang bersifat anarkhis, merusak dan
mengganggu ketertiban
(11). Taat terhadap hukum, peraturan di lingkungan Sekolah dan norma-norma
lainnya hidup di tengah masyarakat.

D. ETIKA DALAM MENYAMPAIKAN PENDAPAT DI LUAR PROSES


PEMBELAJARAN
Sekolah sangat menghargai kebebasan mengeluarkan pendapat di luar proses pembelajaran
sepanjang dilakukan dengan memperhatikan norma-norma etika, yaitu :
(1). Tertib, dalam arti tidak dilakukan dengan tindakan-tindakan anarkis.
(2). Menjaga kesantunan dengan tidak mengucapkan kata-kata yang merendahkan martabat
seseorang.
(3). Tidak merusak barang-barang kepentingan pembelajaran atau kepentingan umum lainnya
yang terdapat di lingkungan Sekolah maupun di luar lingkungan Sekolah.
(4). Mematuhi ketentuan perundang-undangan yang berlaku, terutama untuk penyampaian
pendapat di luar lingkungan Sekolah
(5). Mempersiapkan argumentasi yang rasional yang mencerminkan citra diri seorang individu
yang berpendidikan.
(6). Didasarkan pada tujuan dan untuk kepentingan kebenaran.
(7). Menjaga nama baik dan citra Sekolah.
(8). Menghindari kepentingan lain diluar kepentingan kebenaran.
(9). Tidak melakukan paksaan atau ancaman kepada pihak lain selama melakukan penyampaian
pendapat.
(10). Tidak menimbulkan gangguan secara signifikan terhadap proses pembelajaran.
(11). Berani bertanggungjawab terhadap kebenaran fakta dan pendapat yang
disampaikan.

E. ETIKA DALAM BERSERAGAM SEKOLAH


Setiap siswa diwajibkan memakai pakaian seragam lengkap dengan atribut, ikat pinggang,
kaos kaki, dasi sekolah, topi/ jilbab beratribut SMA Negeri 3 Tapung, dan sepatu warna
hitam.

BAB IV
PENEGAKAN KODE ETIK [ STANDAR PERILAKU ]
A. PEMANTAUAN PELAKSANAAN
Pelaksanaan Kode Etik [Standar Perilaku] diawasi oleh Petugas dari Sekolah

B. PELAPORAN
1. Setiap orang yang mengetahui adanya pelanggaran atas Kode Etik [ Standar Perilaku]
memiliki hak untuk melaporkan kepada pihak yang berwenang di sekolah dengan disertai
bukti yang cukup. Atas pertimbangan pengawas [ pihak yang berwenang di sekolah ] identitas
pelapor dapat dirahasiakan, kecuali terhadap pelapor dari luar Sekolah wajib menyertakan
identitas diri dan bukti-bukti yang cukup.
2. Pihak yang berwenang di sekolah wajib mencatat semua laporan dan bukti-bukti yang
diserahkan oleh pelapor serta dan melaporkannya kepada pihak yang berwenang di sekolah

C. SANKSI
1. Pemberian sanksi terhadap pelanggar Kode Etik [ Standar Perilaku] dilakukan oleh pihak
yang berwenang di sekolah tanpa adanya intervensi dari pihak manapun.
2. Pemberian sanksi dilakukan setelah ditemukan adanya bukti-bukti terhadap terjadinya
pelanggaran Kode Etik [ Standar Perilaku ].
3. Pemberian sanksi dapat berupa teguran lisan, peringatan tertulis, dan rekomendasi skorsing
tergantung kepada pertimbangan pihak yang berwenang di sekolah dengan memperhatikan
berat ringannya pelanggaran yang dilakukan.
Sebelum dijatuhkan sanksi, pelanggar kode etik diperbolehkan membela dirinya pada proses
pemeriksaan

Kode Etik Guru Karyawan


Guru dan Karyawan SMA Negeri 3 Tapungwajib :

1. Menjunjung tinggi perintah agama Islam

2. Menjunjung tinggi peraturan perundang-undangan Negara


3. Menjunjung tinggi peraturan Lembaga / Sekolah

4. Menjunjung tinggi norma social yang berlaku dalam masyarakat

5. Disiplin, jujur, adil dan arif.

6. Loyal dan siap setiap saat dibutuhkan oleh Lembaga / Sekolah.

7. Menjadi teladan yang baik terutama bagi peserta didik didalam maupun di luar sekolah.

8. Lebih mendahulukan kewajiban daripada hak.

9. Menjaga rahasia jabatan

10. Menjaga nama baik dan kehormatan pribadi, Korp dan Lembaga / Sekolah

11. Saling menghormati satu sama lain

12. Melaksanakan tugas secara professional, penuh dedikasi dan bertanggung jawab

13. Bekerja maximal sesuai prosedur dan kewenangan.

14. Lebih mengutamakan tugas dan kepentingan sekolah dari pada tugas dan kepentingan
di tempat lain.

15. Khusus bagi guru wajib :

Mengembangkan dan mengamalkan kompetensi Guru, yakni :

a. Kompetensi pedagogik

Dengan melaksanakan pembelajaran yang mendidik, selaras dengan perkembangan potensi


peserta didik.

b. Kompetensi kepribadian

Dengan menjunjung tinggi nilai-nilai moral, kepribadian, kejujuran dan disiplin dalam
melaksanakan tugas.

c. Kompetensi sosial

Dengan menjaga hubungan yang serasi dan selaras, serta kerja sama dengan teman-teman
sejawat, peserta didik dan lingkungan masyarakat.
d. Kompetensi professional

Dengan mengembangkan ilmu pengetahuan dan ketrampilan, yang dilandasi semangat


pengabdian kepada masyarakat, bangsa dan Negara.
KODE ETIK GURU DAN KARYAWAN

SMA NEGERI 3 TAPUNG

BAB I

KODE ETIK GURU

Guru merupakan figur keteladanan bagi peserta didik dan karyawan di SMAN 3 Tapung, jadi
guru mempunyai kewajiban untuk mentaati tata tertib yang sudah ditetapkan di SMAN 3
Tapung

Pasal 1

Etika guru dalam berpakaian.

1. Pakaian guru harus disesuaikan dengan peran yang disandang oleh guru.
2. Pakaian guru harus disesuaikan dengan jadwal seragam yang telah ditentukan.
3. Pakaian guru di kantor dan diruang kelas pada saat berperan sebagai guru adalah
pakaian formal yang mencerminkan citra professional
4. Pakaian guru di luar kantor pada saat berperan sebagai utusan sekolah SMAN 3
Tapung adalah pakaian formal dan disesuaikan dengan kebutuhan pengundang agar
mencerminkan citra professional.
5. Pakaian formal bagi guru pria adalah celana panjang, pakaian yang rapi dan bersih
dengan sepatu formal.
6. Pakaian formal bagi guru wanita adalah berjilbab, celana/rok dan blous di tambah
blezer/ busana yang islami, sepatu formal dan dandanan serta perhiasan/asesoris yang
disesuaikan dengan pakaian.
7. Guru harus senantiasa berpenampilan bersih, rapih dan segar agar tidak menimbulkan
masalah sosial yang dapat mengganggu di ruang kantor atau di ruang kelas.

Pasal 2

Etika Guru terhadap komitmen waktu.

1. Guru SMAN 3 Tapung harus memiliki komitmen yang tinggi terhadap waktu.
2. Guru memulai dan mengakhiri pembelajaran tepat waktu
3. Guru harus memenuhi komitmen waktu yang telah dijanjikan kepada siswa
baik untuk bimbingan akademik maupun non akademik.
4. Guru harus menginformasikan ke kepala sekolah atau wakil apabila tidak
hadir pada jam dimana guru yang bersangkutan seharusnya berada di kantor atau di
ruang kelas untuk mendapatkan kepastian dalam kontak komunikasi.

Pasal 3

Etika Guru dalam melaksanakan tugas

1. Menjunjung tinggi perintah agama


2. Menjunjung tinggi peraturan perundang undangan Negara
3. Menjunjung tinggi peraturan sekolah
4. Menjunjung tinggi norma social yang berlau dalam masyarakat
5. Disiplin, jujur, adil dan arif
6. Guru pada awal proses pembelajaran berkewajiban untuk menjelaskan tujuan
pembelajaran dan materi yang akan disampaikan.
7. Guru berkewajiban menyampaikan buku acuan materi yang digunakan.
8. Guru wajib membuat silabus sesuai dengan ketenuan yang berlaku
9. Guru wajib membuat program tahunan, dan program semester berdasarkan kalender
pendidikan yang berlaku
10. Guru wajib membuat rencana program pembelajaran (RPP)
11. Guru wajib mengembangkan RPP atau metode belajar mengajar sebagai
bentuk inovasi pembelajaran.
12. Dalam membuat RPP guru harus mengacu pada kurikulum yang sudah
ditetapkan dan tujuan pengajaran dalam rangka mencapai tujuan akhir yakni lulusan
yang terbaik.
13. Guru harus terbuka untuk menerima pertanyaan mengenai mata pelajaran baik
di ruang kelas maupun di luar kelas dan terbuka menerima perbedaan pendapat
14. Guru wajib terbuka, jujur dan adil memberikan penilaian kepada siswa.
15. Guru dilarang menerima hadiah atau pemberian dalam bentuk apapun yang
berpengaruh terhadap nilai.
16. Guru menggunakan kata ganti sapaan kepada siswa baik di dalam maupun di
luar kelas dengan kata ..anak
17. Guru menggunakan kata ganti sapaan kepada pegawai baik di dalam maupun
di luar kelas dengan kata bapak, ibu.
18. Guru menggunakan kata ganti dirinya dalam berkomunikasi dengan sesama
guru, pegawai dan siswa baik di dalam maupun di luar kelas dengan kata saya.
19. Guru tidak merokok ketika mengajar didalam kelas atau sedang bersama-sama
dengan siswa di luar lingkungan sekolah.
20. Loyal dan siap setiap saat di butuhkan oleh sekolah
21. Lebih mendahulukan kewajiban dari pada hak.
22. Menjaga rahasia jabatan
23. Menjaga nama baik dan kehormatan pribadi dan nama baik sekolah
24. Saling menghargai satu sama lain.
25. Lebih mengutamakan tugas dan kepeningan sekolah dari pada tugas dan
kepentingan di tempat lain.
26. Melaksanakan tugas secara professional, penuh dedikasi dan
beranggungjawab.
27. Mengembnagkan dan mengamalkan kompetensi guru yakni kompetensi
pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi professional.
BAB II

KODE ETIK STAF TATA USAHA/PEGAWAI

Pegawai SMAN 3 Tapung adalah figur keteladanan bagi peserta didik dibidang pelayanan
administrasi akademik dan umum karena itu pegawai SMAN 3 Tapung berkewajiban untuk
mentaati tata tertib yang ada di SMAN 3 Tapung.

Pasal 4

Etika pegawai dalam berpakaian.

1. Pakaian pegawai SMAN 3 Tapung harus disesuaikan dengan peranan yang disandang
oleh pegawai waktu berpakaian tersebut dikenakan.
2. Pakaian pegawai harus disesuaikan dengan jadwal seragam yang telah ditentukan.
3. Pakaian pegawai SMAN 3 Tapung di kantor dan di luar kantor untuk peranan sebagai
pegawai adalah pakaian formal untuk mencerminkan citra professional.

Pasal 5

Etika pegawai dalam komitmen waktu

1. Pegawai SMAN 3 Tapung harus memiliki komitmen yang tinggi terhadap waktu.
2. Pegawai memulai dan mengakhiri jam bertugas tepat waktu.
3. Pegawai harus menginformasikan ke kepala kepegawaian apabila tidak hadir untuk
mendapatkan kepastian dalam kontak komunikasi.

Pasal 6

Etika pegawai dalam melaksanakan tugas

1. Menjunjung tinggi perintah agama


2. Menjunjung tinggi peraturan perundang undangan Negara
3. Menjunjung tinggi peraturan sekolah
4. Menjunjung tinggi norma social yang berlau dalam masyarakat
5. Disiplin, jujur, adil dan arif
6. Pegawai berkewajiban menyampaikan laporan pekerjaannya.
7. Pegawai wajib terbuka dan jujur
8. Pegawai menggunakan kata ganti sapaan kepada siswa baik di dalam maupun di luar
kelas dengan kata ..anak
9. Pegawai menggunakan kata ganti sapaan kepada rekan kerja dan guru-guru baik di
dalam maupun di luar kelas dengan kata bapak, ibu.
10. Pegawai menggunakan kata ganti dirinya dalam berkomunikasi dengan guru-guru,
sesama pegawai dan siswa baik di dalam maupun di luar kelas dengan kata saya.
11. Pegawai tidak merokok ketika berada di dalam lingkungan sekolah.
12. Saling menghormati satu sama lain.
13. Menjaga nama baik dan kehormatan pribadi, serta nama baik sekolah.
14. Melaksanakan tugas secara professional, penuh dedikasi dan bertanggungjawab.
15. Loyal dan siap setiap saat di butuhkan oleh sekolah
BAB III

PENUTUP

Pasal 7

Dengan berlakunya keputusan Kepala SMAN 3 Tapung ini, maka semua ketentuan yang
berkaitan dengan sikap, perilaku dan perbuatan guru SMAN 3 Tapung yang bertentangan
dengan keputusan ini dinyatakan tidak berlaku

Pasal 8

Keputusan ini disampaikan kepada pihak-pihak yang terkait untuk dipedomani dan
dilaksanakan dengan sungguh-sungguh.

Pasal 9

Hal-hal yang belum diatur dalam keputusan ini akan ditentukan kemudian.

Pasal 10

Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

Ditetapkan di : Petapahan Jaya


Pada tanggal : 11 Juli 2017
Kepala SMAN 3 Tapung

SYAFRUDIN ILYAS, M.Si


NIP. 19670204 198807 1 001