Anda di halaman 1dari 3

KONVENSI JENEWA 1949

Tenatang perlindungan korban perang

Konvensi bertujuan untuk menyelamatkan nasib para tentara dan warga sipil dari dampak
perang.
Pembuatan konvensi jewea ini juga melalui ratifikasi lebih dari 194 negara
1. Tahab perumdingan :yang di lakukai sesuai perang dunia ke 2
2. Tahab penandatanganan :Menanda tangani :20 negara menandatangani pada tahun
1970,dan 20 lainya amerika di lakukan pada tahun 1980
3. Tahab ratifikasi :di lakukan oleh 194 negara yang bersangkutan
: Ratfikasi :74 amerika meratifikasi konvensi selama tahun
1950. 48 negara melakukanya selama 1960, 26 negara
meratifikasi konvensi di awal tahun 1990,7 ratifikasi baru
di tahun 2000 membawa Negara pihak untuk 194
,konvensijenewa menjadi universal

Ratifikasi tersebut di lakukan mulai dari beberapa konvensi dan protocol


A. Perbedaan isi konvensi dan isi protokol
a. Konvensi (Convention)
Istilah konvensi digunakan untuk memberi nama suatu catatan dari persetujuan mengenai
hal-hal penting, tetapi yang tidak bersifat politik tinggi. Konvensi juga dipergunakan untuk
menyebut persetujuan formal yang bersifat multilateral yang diadakan di bawah wibawa
organisasi internasional, termasuk instrumen-instrumen yang dibuat oleh organ-organ lembaga
internasional. Konvensi memerlukan legalisasi dari wakil-wakil yang berkuasa penuh 1
b. Protokol (Protocol)
Protokol adalah persetujuan yang isinya melengkapi suatu konvensi. Protokol hanya
mengatur masalah-masalah tambahan seperti penafsiran klausul-klausul tertentu dari konvensi
atau pembatasan-pembatasan oleh negara penanda tangan. Misalnya, berita acara mengenai hasil
suatu kongres atau konferensi yang ditandatangani oleh peserta. Protokol juga dapat berupa alat
tambahan bagi konvensi, tetapi sifat dan pelaksanaannya bebas dan tidak perlu diratifikasi. Ada
juga protokol sebagai perjanjian yang benar-benar berdiri sendiri (independen).

1. Konvensi Jenewa Pertama (First Geneva Convention), mengenai Perbaikan Keadaan


Anggota Angkatan Bersenjata yang Terluka dan Sakit di Darat, 1864
:12 negara baden,belgia,Denmark,prancis,hesse,italia,belanda,spanyol,wurtenburg
2. Konvensi Jenewa Kedua (Second Geneva Convention), mengenai Perbaikan Keadaan
Anggota Angkatan Bersenjata yang Terluka, Sakit, dan Karam di Laut, 1906
3. Konvensi Jenewa Ketiga (Third Geneva Convention), mengenai PerlakuanTawanan
Perang, 1929

1
Arlina Permanasari et. al, (1999). Pengantar Hukum Humaniter. Jakarta: ICRC.
4. Konvensi Jenewa Keempat (Fourth Geneva Convention), mengenai Perlindungan Orang
Sipil di Masa Perang, 1949

Protokol
1. Konvensi-konvensi Jenewa 1949 telah dimodifikasi dengan tiga protokol
amandemen, yaitu:
2. Protokol I (1977), mengenai Perlindungan Korban Konflik Bersenjata Internasional
3. Protokol II (1977), mengenai Perlindungan Konflik Bersenjata Non-internasional
4. Protokol III (2005), mengenai Adopsi Lambang Pembeda Tambahan

Ketentuan rinci mengenai aplikabilitas Konvensi-konvensi Jenewa diuraikan dalam Pasal 2


dan 3 Ketentuan yang Sama. Masalah aplikabilitas ini telah menimbulkan sejumlah kontroversi.
Ketika Konvensi-konvensi Jenewa berlaku, maka pemerintah harus merelakan sebagian tertentu
dari kedaulatan nasionalnya (national sovereignty) untuk dapat mematuhi hukum internasional.
Konvensi-konvensi Jenewa bisa saja tidak sepenuhnya selaras dengan konstitusi atau
nilai-nilai budaya sebuah negara tertentu. Meskipun Konvensi-konvensi Jenewa menyediaka
keuntunganbagi individu, tekanan politik bisa membuat pemerintah menjadi enggan untuk
menerima tanggung jawab yang ditimbulkan oleh konvensi-konvensi tersebut.
Karena protocol merupakan tapahan tambahan dan aturan aturan di dalam isi kovensi
sehingga protocol sangat penting. Jika tidak ada protocol maka tidak ada tambahan tambahan
dalam kovensi
B. Kewajiban para pihak
1. Bekewajiban melindungi Negara Negara yang bersengketa
2. Bagi Negara yang bersengketa wajib memberikan fasilitas fasilitas kepada utusan
Negara Negara pelindung
3. Pelindung tidak dapat di batasi akan aksi kemanusiaan

Dalam pasal 12-19 KJ I sudah di tegaskan kewajiban Negara Negara peserta konvensi terhadap
orang yang sakit dan luka 2

1. Pasal 12 peserta wajib melindungi dan menghormati orang yang terluka dan sakit
tanpa melihat perbedaan suku, kelamin ,kebangsaan,politik, agama .
2. Pasal 19 perlindungan dalam bangunan dan kesatuan kesatuan kesehatan

Kewajiban Negara yang meratifikasi konvensi jenewa


- mencari seseorang yg dituduh melakukan pelanggaran
- Kewajiban untuk mengadili orang tersebut
- Kewajiban untuk menerbitkan perundangan yg berhubungan degan persoalan ini

2
Konvensi jenewa I 1949 tentang mengenai Perbaikan Keadaan Anggota Angkatan Bersenjata yang Terluka dan
Sakit di Darat
- Kewajiban untuk Pihak pelindung diatur dalam pasal 8 KJ I,II,III pasal 9 KJ IV yang
terdiri dari 3 ayat

C. Sanksi dalam kovensi jenewa

Sudah tertulis jelas padapasal 49 (1) konvensi jenewa. negara yg meratifikasi konvensi
jenewa mempunyai kewajiban untuk menerbitkan perundang-undangan nasional yg memberikan
sanksi pidana efektif bagi setiap orang yg melakukan atau memerintahkan untuk melakukan
pelanggaran berat terhadap konvensi.3

3
Konvensi jenewa I 1949 tentang mengenai Perbaikan Keadaan Anggota Angkatan Bersenjata yang Terluka dan
Sakit di Darat