Anda di halaman 1dari 47

BAB 45

KERANGKA BAB

45.1. Interaksi yang Melibatkan


Neutron
45.2. Fisi Nuklir
45.3. Reaktor Nuklir
45.4. Fusi Nuklir
45.5. Kerusakkan akibat Radiasi
45.6. Detektor Radiasi
45.7. Berbagai Kegunaan Radiasi

San onofre Nuclear Generating Station,


disebelah selatan San Clemente California
merupakan salah satu dari sekian banyak
pembangkit tenaga nuklir di seluruh dunia
menghasilkan energy dari uranium. Pembangkit ini
beroprasi menggunakan proses fisi, sedangkan
pembangkit yang beroprasi menggunakan proses
lainnya. (Tony Freeman/Index Stock Imagery)
Bab ini akan membahas tentang dua cara untuk mendapatkan
energi dari reaksi nuklir. Pertama fisi dimana inti akan terbagi
menjadi dua inti yang lebih kecil, kedua fusi dimana inti yang
telah terbelah akan melebur menjadi sebuah inti yang lebih besar.
Dalam kedua kasus tersebut, energi yang dihasilkan dapat
digunakan untuk membangun atau mengahancurkan sesuatu. Bab
ini akan diakhiri dengan pembahasan mengenai beberapa aplikasi
radiasi dalam dunia industri dan biologi.

45. 1 Interaksi Yang Melibatkan Neutron


Fisi nuklir adalah proses yang terjadi dalam reaktor nuklir dan
meghasilkan energi yang dialirkan ke suatu pemukiman melalui
lintasan transmisi listrik. Fusi nuklir berada dalam tahap
penelitian, tetapi secara komersial belum dikembangkan untuk
pembangkit listrik. Pertama-tama kita akan membahas fisi terlebih
dahulu, sedangkan fusi akan dibahas pada subbab 45.4.

Untuk memahami fisi nuklir dan fisika reaktor nuklir pertama-


tama kita harus, memahami bagaimana neutron berinteraksi
dengan inti. Oleh karena neutron adalah muatan netral, neutron
tidak akan terpengaruh gaya coulomb dan sebagai hasilnya
neutron tidak akan berinteraksi dengan secara kelistrikkan dengan
elektron atau inti. Oleh karena itu neutron dengan mudah dapat
menembus ke dalam sebuah atom dan bertumbukan dengan inti.

Neutron cepat yang bergerak melalui bahan mengalami


banyak tumbukkan dengan inti. Dalam setiap tumbukkan, neutron
akan memberikan sebagian energi kinetiknya kepada inti. Untuk
beberapa bahan dan untuk neutron cepat, tumbukkannya
cenderung lenting (elatis). Bahan yang mengalami tumbukkan ini
disebut moderator karena memperlambat (memoderasi) neutron
yang berenergi tinggi dengan efektif. Inti moderator harus
memiliki massa yang rendah sehingga energi kinetik yang
dipindahkan dalam tumbukkan lenting akan lebih banyak. Oleh
karena alasan tersebut, bahan yang didominasi oleh hindrogen
seperti paeafin dan air menjadi moderator neutron yang baik.

Cepat atau lambat, sebagian besar neutron yang menembaki


sebuah moderator aklan menjadi neutron termal yang berada
dalam kesetimbangan termal dengan bahan moderator. Energi
kinetik rata-rata untuk neutron termal pada suhu diberikan oleh
persamaan 21.4
3 3
Krata-rata = 2 kBT 2 kB (300 K) 0.04 eV

Dimana persamaan tersebut bersesuaian dengan kelajuan rms


neutron sebesar 2.800. Neutron termal memiliki distribusi
kelajuan, sama halnya dengan molekul dalam sebuah wadah
berisi gas. Neutron berenergi tinggi, yang memiliki ebergi
HATI-HATI! beberapa MeV, akan mengalami termalisasi (energi rata-rata
45.1 Pengingat tentang neutronnya akan menjadi Krata-rata) dalam waktu kurang dari 1 ms
Energi Ikat ketika neutron mendatangi sebuah moderator
Energi ikat di Bab 44
adalah nilai mutlak dari Ketika neutron mengalami termalisasi untuk pertama kalinya
sistem energi dan berkaitan dan energi neutron tersebut cukup rendah, akan ada probabilitas
dengan massa sistemnya. yang tinggi bahwa neutron tersebut ditangkap oleh inti, yang
Oleh karena itu, ketika kemudian akan disertai oleh emisi sinar gamma. Reaksi
melihat figur 44.5, penangkapan neutron dapat ditulis sebagai berikut
bayangkan kita
1 +1 +1
membalikkanya untuk 0 + + (45.1)
suatu kurva yang
mempresentasikan massa Setelah menagkap neutron, inti +1 berada dalam keadaan
sistem. Dalam sebuah tereksitasi selama waktu yang sangat singkat sebelum mengalami
reaksi fisi, sistem massa peluruhan gamma. Inti yang dihasilkan +1 biasanya bersifat
akan berkurang. radio aktif dan meluruh dengan cara emisi beta.
Berkurangnya massa
sistem muncul sebagai Laju pengkapan neutron untuk neutron yang melewati sampel
energi kinetik dari hasil- apa pun bergantung pada jenis atom dan energi neutron yang
hasil reaksi fisi. datang. Interaksi neutron dengan bahan akan bertambah seiring
berkurangnya energi neutron karena neutron yang lambat
mengahabiskan waktu yang lebih lama didaerah dekat inti
sasaran.

45.2 Fisi Nuklir


235
Fisi nuklir terjadi ketika inti besar, misalnya , terbelah
menjadi dua inti yang lebih kecil. Fisi terjadi ketika inti besar menangkap
sebuah neutron termal. Absorpsi neutron menciptakan sebuah inti yang tidak
stabil dan dapat berubah ke konfigurasi energi lebih rendah dengan cara
membelah menjadi dua inti yang lebih kecil. Dalam reaksi seperti ini, massa
gabungan dari inti anak lebih kecil dari massa inti induk dan perbedaan massa
itu disebut defek massa. Mengalihkan defek massa dengan 2 akan
memberikan nilai numerik dari energi yang dilepas. Energi dapat dilepas karena
energi ikat per nucleon dari inti anak adalah sekitar 1 MeV lebih besar dari pada
energi induknya.

Fisi nuklir pertama kali diamati pada tahun 1938 oleh Otto Hahn (1879-
1968) dan Fritz Strassman (1902-1980) setelah dilakukannya penelitian oleh
Fermi. Setelah menembaki uranium dengan neutron, Hahn dan Strassman
menemukan dua hasil reaksi elemen bermassa menengah, yakni barium dan
lanthanum, diantara beberapa hasil lainnya. Beberapa waktu kemudian, Lise
Meitner (1904-1978) dan keponakannya Otto Frisch (1904-1979) menjelaskan
bagaimana proses tersebut terjadi. Inti uranium terbelah menjadi dua pecahan
yang hampir sama disertai beberapa neutron setelah mengabsorpsi neutron.
Kejadian ini banyak menarik perhatian fisikawan yang mencoba memahami
hal ini, tetapi konsekuensinya sungguh sangat jauh dan tak terduga. Hasil
pengukuran menunjukkan bahwa energi sekitar 200 MeV dilepaskan dalam
setiap peristiwa fisi, dan fakta ini pada saat itu mengubah jalanya sejarah.

Fisi 235 oleh neutron-neutron termal dapat direspresentasikan oleh reaksi


1
0 + 235
92
236
92 X + Y + neutron (45.2)
Reaksi Fisi Umum

Dimana 235 adalah keadaan tereksitasi perantara yang bertahan selama untuk
1012 s saja sebelum terbelah menjadi inti bermassa menengah X dan Y yang
disebut fragmen fisi. Dalam reaksi fisi apapun terdapat banyak kombinasi X
dan Y yang dapat memenuhi syarat-syarat dari kekekalan energi dan kekekalan
muatan. Dalam kasus uranium, sebagai contoh terdapat 90 inti anak yang dapat
terbentuk.

Fisi juga menghasilkan beberapa neutron, biasanya dua atau tiga. Rata-
ratanya, sekitar 2,5 neutron dilepaskan per kejadian. Reaksi fisi untuk uranium
adalah
1
0 + 235
92
141
56
92
+ 36 + ( 10) (45.3)
Figur 45.1 adalah grafik distribusi hasil-hasil fisi terhadap nomor massa A.
Hasil yang paling memungkinkan memiliki nomor massa A 140 dan A 95.
Anggap hasil-hasil tersebut adalah 235 95
53 (dengan 87 neutron dan 39 (dengan 56
neutron). Jika inti tersebut terletak pada grafik figur 44.4, dapat dilihat bahwa
keduanya berada diatas garis stabilitas. Fragmen-fragmen ini, karena tidak
stabil akibat jumlah neutronnya yang sangat banyak, hampir secara bersamaan
melepaskan dua atau tiga neutron.

Inti uranium yang terbelah dapat dibandingkan dengan apa yang terjadi pada
suatu tetesan air saat energi dalam jumlah berlebihan ditambahkan kepadanya.
Pada awalnya, semua atom dalam tetesan memiliki sejumlah energi, namun energi
ini masih belum cukup untuk membelah tetesanya. Bayangkan kita sedang
menambahkan energi pada setetes air yang mengambang dalam ruang kosong agar
tetesan air tersebut mulai memanjang dan terkompresi. Jika energi yang cukup
telah ditambahkan, maka tetesan tersebut akan bergetar hingga amplitude
getaranya menjadi cukup besar untuk dapat membelah tetesan. Dalam inti
uranium, terjadi proses yang sama, yang dijelaskan pada figur 45.2

Figure 45.2 sebuah peristiwa fisi nuklir yang dijelaskan oleh model tetes
cairan dari inti. (a) Neutron lambat mendekati inti 235. (b) neutron diabsorpsi
oleh inti 235, mengubah menjadi 236 , yakni inti 236 berada dalam
keadaan tereksitasi. (c) intinya terdedeformasi dan bersosialisasi layaknya
setetes cairan. (d) Inti mengalami reaksi fisi, menghasilkan dua inti yang lebih
ringan, X dan Y serta sejumlah neutron.

Kuis Cepat 45.1 Manakah kelompok produk yang mungkin untuk reaksi fisi
235 141 93 142 93
92 yang melepaskan dua neutron? (a) 56 , 36 (b) 55, 37 (c)
139 96 140 93
54 , 38 (d) 53 , 38

Mari kita perkirakan energi desintegrasi yang dilepaskan dalam proses fisi
yang umum. Menurut Figur 44.5, energy ikat pernukleon adalah sekitar 7,2
MeV untuk inti besar (A 240) dan 8,2 MeV untuk inti
bermassa menengah. Hal ini berarti didalam fisi, fragmen-fragmennya akan
berikatan lebih kuat dan oleh karena itu akan memiliki massa gabungan yang
lebih kecil dari pada massa inti induknya. Pengurangan massa tersebut berubah
menjadi energi yang dilepaskan saat fisi terjadi. Besanya energi yang dilepaskan
adalah 8,2 MeV 7,2 MeV = 1 MeV pernukleon. Oleh karena itu terdapat 235
nukleon dalam 23592, kita perkirakan bahwa energy yang dilepaskan pada peristiwa
fisi adalah

(235 nukelon)(8,2 MeV/nucleon 7,2 MeV/nucleon) = 235 MeV

nilai tersebut realtif besar terhadap besarnya energi yang dilepaskan dalam proses-
proses kimia. Sebagai contoh, energi yang dilepaskan dalam pembakaran satu
molekul yang digunakan dalam mesin bensin adalah sekitar sepersejuta energi
yang dilepaskan dalam peristiwa fisi!

Kuis Cepat 45.2 ketika inti mengalami fisi, dua inti anak umunya bersifat radiokatif.
Pada proses manakah inti anak tersebut akan meluruh? (a)peluruhan alfa (b) peluruhan
beta (c) peluruhan beta +

Kuis Cepat 45.3 Mana sajakah reaksi fisi yang memungkinkan?

(a) 01 + 235
92
140 94 0
54 + 38 + 2( 1)
0 235 132 101 0
(b) 1 + 92 50 + 42 + 3( 1 )
(c) 01 + 239
94Pu
137 97 0
53 + 41 + 3( 1)

235
Contoh 45.1 energi yang dilepaskan dalam fisi

Hitunglah energy yang dilepaskan dalam Dengan demikian, energi desintegrasi adalah
peristiwa fisi 1,00 kg 235, dengan energy
E = N = (2, 56 x 1024 inti) (208 MeV/nucleus)
desintegrasi perkejadian sebesar 208
MeV. = 5,32 x 1026 MeV

Penyelesaian Pertama-tama kita harus Kita ubah energy ini kedalam kWH
mengetahui terlebih dahulu banyaknya
1,60 1013
inti dalam 1,00 kg uranium. Oleh karena E = (5, 32 x 1026 MeV) ( )

itu uranium A = 235, dapat kita ketahui 1
(3,60 106 )
bahwa massa molar dari isotop tersebut
adalah 235g/mol. Oleh karena itu,
= 2, 36 x 107 kWH
jumlah inti dalam sampel ini adalah
Energi ini cukup untuk menyalakan lampu
6,02 1023 / 3
N= ( ) (1,00 10 ) 100 w selama 30.000 tahun! Jika energi fisi
235 /
= 2, 56 x 10 24
inti dalam 1 kg 235 dilepaskan seketika, energi
TNT.
45.3 Reaktor Nuklir

Dalam fisi 235 , rata-rata 2,5 neutron akan terpancar per kejadian. Neutron
akan memicu inti lainya untuk mengalami fisi, dengan kemungkinan terjadinya
reaksi berantai. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa reaksi berantai tidak
dapat dikendalikan (jika rekasinya tidak terjadi secara pelahan) maka akan
terjadi ledakan, karena energi yang sangat besar dilepaskan tiba-tiba. Ketika
reaksinya dapat dikendalikan, energi yang dilepaskan dapat dimanfaatkan.
Sebagai contoh di Amerika Serikat hampir 20% listrik yang dihasilakan setiap
tahunya berasal dari pembangkit tenaga nuklir. Tenaga nuklir juga digunakan
secara ekstensif di beberapa Negara lainnya, seperti Prancis, Jepang dan
jerman.

Reaktor nuklir adalah sebuah sistem yang dirancang untuk menjaga apa
yang disebut reaksi berantai berkelanjutan mandiri. Proses penting ini
pertama kali ditemukan pada tahun 1942 oleh Enrico Fermi dan Timnya di
University Of Chicago menggunakan uranium sebagai bahan bakarnya. 1Dalam
reakator nuklir pertama Fermi meletakkan susunan grafit (karbon) diantara
elemen bahan bakarnya. Inti karbon 12 kali lebih masif dari pada neutron,
tetapi setelah beberapa tumbukkan dengan inti karbon, sebuah neutron
diperlambat secukupnya untuk meningkatkan kemungkinan bereaksi dengan
fisi 235U. Dalam rancangan ini, karbon adalah moderator. Sebagian besar
reaktor moderator modern menggunakan air sebagai moderatornya.

Sebagian besar reaktor yang beroprasi saat ini menggunakan uranium


sebagai bahan bakarnya. Akan tetapi secara alami uranium hanya mengandung
sebesar 0,7% isotop 235U, sedangkan 99,3% sisanya adalah 238U. fakta ini
sangatlah penting bagi oprasi sebuah reaktor karena 238U hampir tidak pernah
mengalami fisi. Bahkan 238U lebih memungkinkan untuk mengabsorpsi
neutron tanpa mengalami kejadian fisi, lalu menghasilkan neptunium dan
plutonium. Oleh karena alasan inilah bahan bakar reaktor harus terlebih dahulu
diperkaya secara artificial agar mengandung setidaknya beberapa persen
235
U.
1
Meskipun reaktor Fermi adalah reaktor nuklir pertama, terdapat bukti bahwa reaksi fisi
alami sedang terus-menerus berlangsung selama beberapa ratus ribu tahun dalam deposit
uranium di Afrika Barat. Lihat G.Gowan, A Natural Fission Reactor, Scientific
American 235(5): 36, 1976.

Fermi dianugrahi
nobel fisika pada
tahun 1938 atas
keberhasilannya
menghasilkan
elemen transuranik
oleh iradiasi
neutron dan untuk
Dalam proses perlambatannya, neutron mungkin dapat di tangkap oleh inti penenmuan reaksi-
yang tidak mengalami fisi. Jenis yang paling umum dari kejadian ini adalah reaksi nuklir yang
neutron yang ditangkap oleh 238, yang terjadi pada 90% uranium dalam
dihasilkan oleh
bahan bakar. Probabilitas neutron tertangkap oleh 238 sangatlah tinggi ketika
neutron termal. Ia
neutron memiliki energy kinetic rendah. Jadi, perlambatan neutron oleh
juga meberikan
moderator juga memiliki tujuan lain yang cukup penting, yakni membuat
kontribusi lainnya
mereka siap bereaksi dengan 235 dan memperkecil peluang mereka
kepada dunia
ditangkap oleh 238.
fisika, termasuk
Untuk mendapat reaksi berantai berkelanjutan mandiri, rata-rata satu teori peluruhan
neutron yang terpancarkan dalam setiap fisi harus dapat tertangkap oleh inti beta, teori electron
235
lainnya dan menyebabkan inti tersebut mengalami fisi. Suatu parameter bebas dari logam
yang berguna untuk menjelaskan tingkat oprasi reaktor adalah konstanta
dan
reproduksi K, yang didefinisikan sebagai jumlah rata-rata neutron dari
pengmebangan
setiap kejadian fisi yang menyebabkan kejadian fisi lainnya. Seperti yang
reactor fisi
kita lihat, K memiliki nialai rata-rata 2,5 dalam fisi uranium yang tidak
pertama didunia
terkendali.
pada tahun 1942.
Reaksi berantai berkelanjutan mandiri dapat tercapai jika K=1. Dalam Fermi adalah
kondisi tersebut, reaktor dikatakan kritis. Ketika K < 1, reaktornya dikatakan seorang fisikawan
subkritis dan reaksinya akan sirna. Ketika K > 1, reaktornya dikatakan
eksperimental dan
superkritis dan akan terjadi reaksi berantai tidak terkendali. Dalam sebuah
teiritis yang sangat
reactor nuklir yang digunakan untuk menasilkan daya, nilai K harus dijaga
berbakat.
pada angka mendekati 1. Jika melebihi nilai tersebut, maka energi yang
Figur 45.5 komponen-komponen utama dari sebuah reaktor nuklir air bertekanan.

dihasilkan dalam reaksi tersebut dapat melelehkan reaktornya.

Beberapa jenis sistem reaktor dapat mengubah energi kinetik dari fragme-fragmen
fisi menjadi energi lain dan akhirnya dialirkan keluar dari reaktor oleh lintasan
transmisi listrik. Reaktor yang paling umum digunakan di Amerika Serikat adalah
reaktor air bertekanan (figur 45.5). kita harus mempelajari reaktor ini karena
peralatan utamanya adalah peralatan yang lazim dijumpai disemua rancangan
reaktor. Kejadian fisi dalam bahan bakar uranium di inti reaktornya akan
meninggalkan suhu air yang ditampung oleh loop primer yang tertutup, yang dijaga
pada tekanan tinggi sehingga air tidak akan mendidih (air tersebut juga bertindak
sebagai moderator untuk memperlambat neutron dengan energi 2 MeV yang
dilepaskan dalam kejadian fisi). Air panasnya akan dipompa keluar melalui sebuah
alat penukar panas, dimana energi dalam air akan dikeluarkan melaui konduksi ke air
yang terkandung dalam loop sekunder. Air panas dalam sekunder akan diubah
menjadi uap, yang berfungsi menjalankan sistem turbin-generator yang
menghasilkan tenaga listrik. Air dalam loop sekunder tersebar dari air dalam loop
primer untuk mencegah kontaminasi air sekunder dan uapnya olrh inti-inti radioaktif
dari reactor.

Dalam reaktor apapun, sebagian dari neutron yang dihasilkan dalam reaksi fisi akan
mengalami kebocoran dan keluar dari elemen bahan bakar uranium sebelum
menyebabkan kejadian fisi lainnya. Jika kebocoran fisi terlalu besar, maka reaktor
akan berhenti bekerja.

Persentase kehilangan ini cukup besar jika bahan bakarnya sangat kecil karena
kebocoran tersebut adalah fungsi rasio luas permukaan terhadap volume. Oleh karena
itu, sebuah ciri penting dari rancang reactor adalah rasio luas permukaan
terhadap volume yang optimal bagi elemen bahan bakarnya.

Kendali Tingkat Daya

Keamanan sangatlah penting dalam pengoprasian reaktor nuklir. Konstanta


reproduksi K tidak boleh melebihi angka 1, jika tidak maka akan terjadi reaksi
yang tak terkendali. Sebagai akibatnya, rancangan reaktor harus memiliki cara
untuk mengendalikan nilai K.

Rancangan dasar sebuah reaktor nuklir ditunjukkan pada figur 45.6. elemen
bahan bakarnya mengandung uranium yang telah diperkaya oleh isotop 235.
Untuk mengendalikan tingkat dayanya, batang kendali dimasukkan kedalam Figure 45.6
Penampangan
inti reactor. Batang ini terbuat dari bahan yang sangat efektif dalam
silang dari inti
mengabsorpsi electron, misalnya cadmium. Dengan mengatur jumlah dan posisi reaktor
dari batang kendali dalam inti reakor, nilai K diubah-ubah dan tingkat energi menunjukkan bahan
berapapun dalam rancangan reaktornya dalam dicapai. bakar yang telah
diperkaya, dan
Kuis Cepat 45.4. Manakah yang berfungsi sebagai meperlambat neutron yang bahan moderator
yang semua
cepat? (a) batang kendali (b) moderator (c) elemen bahan bakar
dikelilingi oleh
Kuis Cepat 45.5. Untuk dapat mengurangi nilai konstanta reproduksi K, pelindung radiasi
yang harus anda lakukan adalah (a) mendorong batang kendali lebih dalam
kedalam inti reaktor, atau (b) menarik batang kendali kea rah luar dari inti
reaktor?

Keamana dan Pembuangan Limbah

Pada tahun 1979 terjadi kecelakaan dipembangkit tenaga nuklir Three Mile
Island di Pennsylvania, dan pada tahun 1986 di reaktor Chernobly, Ukraina.
Kedua kecelakaan ini terjadi karena kurangnya keamanan pada reaktor. Insiden
di Three Mile Island terjadi karena kurang memadainya kendali instrument dan
kurangnya respon terhadap keadaan darurat. Meskipun insiden ini tidak
menimbulkan korban jiwa, namun sepertiga bahan bakarnya meleleh.

Hal ini berbeda dengan insiden Chernobly, dimana aktivitas bahan yang
dilepaskan segera setelah terjadinya insiden adalah 1,2 x 1019 Bd, dan
menyebabkan 135.000 orang harus dievakuasi. Tiga puluh jiwa menjadi korban,
dan berdasarkan data dari Ukraine Radiologocal Institute, terdapat lebih dari
2.500 kematian akibat insiden tersebut. Dalam periode 1986-1997 jumlah anak
yang menderita kanker tiroid naik sebanyak 10 kali lipat karena anak-anak
tersebut meminum susu dari sapi yang memakan rumput yang yang telah
terkontaminasi oleh radiasi akibat insiden Chernobly. Berdasarkan kesimpulan
dari konferensi internasional yang menyelidiki insiden Chernobly, penyebab
utama terjadinya kecelakaan adalah rancangan reaktor yang kurang baik dan
adanya pelanggaran prosedur keamanan. Sebagian besar dari kekurangan ini
telah diatasi dalam reaktor-reaktor sejenis Rusia dan negara-negara disekitanya
(pecahan Uni Soviet).

Reaktor komersial dapat mencapai tingkat keamanan tinggi dengan cara memiliki
rancangan reaktor yang baik dan protokol oprasional disiplin, dan jika variable-
variabel tersebut tidak dapat terpenuhi maka reaktornya dapat bereaksi dalam
konsidi yang berbahaya. Radiasi dan risiko ancaman kesehatan yang terkait dengan
paparan radio aktif seperti itu dikendalikan oleh tiga lapisan pelindung reaktor.
Bahan bakar dan hasil-hasil fisi radioaktif ditampung dengan wadah reaktor.
Seandainya wadah ini pecah, bangunan reaktornya akan bertindak sebagai wadah
kedua untuk mencegah kontaminasi ke lingkungan. Terakhir, fasilitas reaktor harus
berlokasi ditempat yang terpencil untuk mencegah terjadinya kontaminasi terhadap
penduduk sekitar seandainya radiasi bocor dari bangunan reaktor.

Ancaman lainnya dari reaktor fisi nuklir adalah keamanan pembuangan bahan
radio aktif ketika inti reactor akan diganti. Limbah tersebut mengandung isotop
yang sangan radioaktif dengan paruh waktu yang sangat lama dan harus ditampung
dalam jangka waktu yang sangat lama agar tidak menimbulkan kontaminasi
terhadap lingkungan. Pada masa kini, penyimpanan limbah yang akan dibuang,
dilakukan dengan cara menyimpan limbah dalam sebuah wadah tahan air kemudian
wadah tersebut dikubur pada kedalaman tertentu, ini dianggap solusi terbaik.

Transportasi bahan bakar reaktor dan limbah reaktor juga memberikan ancaman
tambahan. Kecelakaan selama pengiriman bahan bakar dapat menyebabkan
kontaminasi dan menyebabkan paparan radiasi bagi masyarakat. Departemen Energi
As mewajibkan seluruh wadah yang digunakan dalam pengiriman bahan bakar
harus dipastikan terlebih dahulu bahwa wadah tersebut tidak akan hancur ketika
bertumbukkan dengan kecepatan tinggi.

Meskipun resiko-resiko yang dihadapi sangat berbahaya, namun keuntungan yang


didapat cukup sebanding. Sebagai contoh, pembangkit tenaga nuklir tidak
menghasilkan polusi udara dan gas-gas rumah kaca, seperti yang dihasilkan oleh
pembangkit listrik berbahan fosil, dan persediaan uranium dibumi di prediksi lebih
tahan lama jika dibandingkan dengan persediaan bahan bakar fosil. Untuk setiap
sumber energy, baik itu nuklir, air, bahan bakar fosil, angin ataupun sinar matahari
resiko yang dihadapi haruslah dibandingkan dengan keuntungan yang akan
diperoleh dan dengan ketersediaan sumber energy.

45.4 Fusi Nuklir

Di Bab 44, kita ketahui bahwa energy ikat untuk inti ringan (A<20) lebih kecil dari
pada energy ikat untuk inti yang lebih berat. Hal ini menunjukkan suatu proses yang
merupakan kebalikan dari proses fisi. Seperti yang telah dibahas di Subbab 35.5,
ketika dua inti ringan digabungkan untuk mebentuk inti yang lebi berat, prosesnya
Disebut fusi nuklir. Oleh karena massa inti akhir lebih kecil dari massa gabungan dua inti
awal, maka terdapat massa yang hilang yang disertai dengan pelepasan energi.

Dua contoh reaksi fusi seperti itu adalah:

Reaksi ini terjadi di dalam inti sebuah bintangdan menyebabkan tercurahnya energi dari
bintang. Reaksi kedua diikuti oleh fusi hidrogen-helium atau fusi helium-helium:

Reaksi tersebut adalah reaksi dasar dalam siklus proton-proton yang diyakini merupakan
salah satu siklus dasar yang menghasilkan energi di dalam matahari dan bintang lainnya di
mana hidrgen sangat melimpah. Sebagian besar dari produksi energinya terjadi di bagian
dalam matahari, yang suhunya mencapai 1,5 x 107 K. Oleh karena itu dibutuhkan suhu
sedemikian tinggi untuk menghasilkan reaksi tersebut, maka reaksi ini juga disebut reaksi
termonuklir. Seluruh reaksi dalam siklus proton-proton adalah reaksi eksoterm. Siklus
tersebut pada dasarnya penggabungan empat proton untuk membentuk sebuah partikel alfa
dan positron.
Kuis cepat 45.4 Dalam inti sebuah bintang, inti hidrogen mengalami reaksi fusi. ketika
hidrogennya telah habis, fusi inti helium dapat terjadi. Ketika helium telah habis ,Jika bintang
cukup masif, maka fusi inti yang lebih berat juga dapat terjadi. Bayangkan sebuah reaksi fusi
yang melibatkan dua inti dengan nilai A yang sama. Untuk reaksi jenis ini manakah nilai A
yang tidak memungkinkan ?

(a) 12 (b) 20 (c) 28 (d) 64

Contoh 45.2 Energi yang dilepaskan dalam fusi

Hitung energi total yang dilepaskan dalam reaksi fusi dari siklus proton-proton.

Penyelesaian

Seperti yang telah kita bahas sebelumnya, siklus proton-proton pada dasarnya adalah empat proton yang
melebur membentuk sebuah partikel alfa. Massa awal dari keempat proton, berdasarkan nilai massa atom
dari tabel A.3, adalah

4 (1,007 825 u) = 4,031 300 u

Perubahan massa dari sistem adalah nilai ini dikurangi massa partikel alfa yang dihasilkan

4,031 300 u 4,002 603 u = 0,028 697 u

Sekarang kita dapat mengkonversi perubahan massa tersebut ke dalam satuan energi :

E = 0,028 697 u X 931, 494 MeV/u = 26,7 MeV


Reaksi reaksi fusi di Bumi

Energi sangat besar yang dilepaskan dalam


Gaya tolak menolak reaksi fusi menunjukkan peluang untuk memanfaatkan
Coloumb
energi tersebut untuk kehidupan. Telah dilakukan berbagai
upaya untuk memanfaatkan energi ini, salah satunya adalah
pengembangan sebuah reaktor termonuklir yang stabil dan
terkendali sebuah reaktor fusi, fusi yang terkendali sering
dibuat sebagai sumber energi terhebat yang ada, karena
sumber bahan bakar yang digunakan adalah air. Sebagai
contoh, jika deuterium digunakan sebagai bahan bakar, maka
0,12 g deuterium dapat dihasilkan dari 1 galon air dengan
seharga $0,04 saja. Deuterium sebanyak 0,12 g dapat
melepaskan energi sekitar 1010 J jika seluruh inti didalamnya
dapat mengalami reaksi fusi. Sebagai perbandingan, satu
galon bensin dapat melepaskan energi 108 J dalam proses
Gaya tarik menarik
Nuklir pembakaran, dan memerlukan biaya lebih tinggi dari $0,04.

Keunggulan lainnya dari reaktor fusi adalah hasil


Gambar 45.7 energi potensial radioaktif yang dihasilkan lebih sedikit bila dibandingkan
sebagai fungsi dari jarak di antara
dua deuteron. Gaya tolak menolak dengan reaktor fisi. Untuk siklus proton-proton, hasil akhir
coulomb sangat dominan pada
jarak yang jauh, dan gay anuklir yang dihasilkan adalah helium. Sayangnya, reaktor
dominan pada jarak dekat, dimana termonuklir yang dapat menghasilkan daya besar dalam
R berkisar di 1 fm. Jika kita
mengabaikan efek penerowongan selang waktu yang pendek masih belum dapat direalisasikan,
(tunneling), dua deuteon yang
akan mengalami fusi dan masih ada banyak kesulitan yang harus diatasi sebelum
membutuhkan energi E yang lebih
besar dari pada tinggi
alat tersebut dapat diciptakan.
pembatasnya.

Sebagian dari energi matahari berasal dari serangkaian reaksi dimana hidrogen diubah
menjadi helium. Akan tetap, interaksi proton-proton tidak cocok untuk digunakan dalam
reaktor fusi karena peristiwa tersebut membutuhkan suhu dan kerapatan yang sangat tinggi.
Proses ini dapat berlangsung dari matahari karena proton di bagian dalam matahari memiliki
kerapatan yang sangat tinggi.
Reaksi yang berpeluang besar untuk digunakan dalam sebuah reaktor fusi melibatkan
deuterium ( 21) dan tritium ( 31):

Seperti yang telah kita bahas sebelumnya, deuterium dapat digunakan dalam jumlah
yang nyaris tak terbatas karena berada dalam danau dan lautan kita, dan biaya yang
dibutuhkan untuk mengekstrak deuterium sangatlah murah. Sementara itu tritium bersifat
radioaktif (T1/2 = 12,3 tahun) dan mengalami peluruhan beta menjasi 3He. Oleh karena alasan
inilah, tritium tidak dijumpai di alam dan harus dihasilkan secara buatan.

Salah satu permasalahan utama dalam memanfaatkan energi dari fusi nuklir adalah
bahwa gaya tolak-menolak Coulomb antara kedua intinya, yang membawa muatan positif,
harus diatasi sebelum inti-intinya dapat melebur. Energi potonsial sebagai fungsi jarak
pemisahan antara kedua deuteron (inti deuterium yang masing-masing bermuatan +e )
ditunjukkan pada Gambar 45.7 .Energi potensial bernilai positif dalam daerah r >R, di mana
gaya tolak Coulomb mendominasi. Permasalahan yang pokok disin adalah bagaimana
caranya memberikan energi kinetik yang cukup agar kedua inti dapat melampaui gaya
tolak-menolak tersebut. Hal ini dapat dilakukan dengan cara menaikkan suhu bahan
bakarnya menjadi sangat tinggi (sekitar 108 K, lebih tinggi dari suhu di bagian dalam
Matahari). Pada suhu ini, atom-atom akan terionisasi dan sistemnya terdiri dari sekumpulan
elektron dan inti, sering disebut sebagai plasma.

Contoh 45.3 Reaksi Fusi Dua Deutron


Jarak pemisahan antara dua deuteron haruslah sebesar 1,0 x 10-14 m agar gaya nuklir dapat
melampaui gaya tolak.
(A) Hitunglah ketinggian pembatas potensialnya akibat gaya tolak-menolak.

Penyelesaian
Konseptualisasikan soal ini dengan membayangkan kedua deuteron tersebut bergerak saling
mendekat. Ketika mereka saling mendekati, gaya tolak-menolak Coulomb menjadi lebih kuat. harus
dilakukan usaha untuk mendorong serta melawan gaya tersebut, dan usaha ini muncul dalam sistem
dua deuteron sebagai energi potensial listrik. kita kategorikan soal ini sebagai soal yang melibatkan
energi potensial dari sistem dua partikel bermuatan. Untuk menganalisis persoalan ini, kita ingat
kembali bahwa besarnya energi potensial yang berkaitan dengan dua muatan yang terpisah sejauh r,
dari Persamaan 25,13 (buku 2), adalah
U=ke
dimana adalah konstanta coulomb. Unutk kasus dua deuteron, q1=q2=+e sehingga
U=ke = ke = (8.99 x 109 N . m2/C2 ) = 2.3 x J = 0.14 MeV

(B) Tntukan suhu yang dibutuhkan untuk sebuah deuteron agar dapat melewati batasan
potensia, dengan mengasumsikan energy sebesar kB T per deuteron (di mana kB adalah
konstan Boltzmann).

Penyelesaian
Oleh karena energi Coulomb total dari pasangan deuteron adalah 0,14 MeV, energi Coulomb per
deuteron adalah 0,07 MeV = 1.1 x 10-14 J. dengan membuat energi ini setara dengan energi rata-rata
per deuteron, kita peroleh
kBT = 1.1 x 10-14 J
Nilai T adalah: T= = 5.6x108 K
Perhatikan bahwa suhu yang dihitung ini terlalu tinggi karena partikel dalam plasma memiliki
distribusi kelajuan Maxwellian (subbab 21.6 pada buku 2), dan oleh karena itu beberapa reaksi fusi
dihaslkan oleh partikel-partikel yang tidak memiliki energi yang cukup untuk dapat melewati batasan
ini memiliki probabilitas untuk efek penerowongan. Ketika efek ini diperhitungkan, maka suhu 4 x
108 K saja tampakknya cukup untuk meleburkan dua deuteron tersebut dalam sebuah plasma.
(C) Cari energi yang dilepaskan dalam reaksi deuterium-deuterium
+ +
Penyelesaian
Massa satu atom deuterium adalah 2,014 102 u. jadi, massa total sebelum reaksi adalah 4.028 204 u.
setelah reaksi jumlah massa adalah 3.016049 u + 1.007 825 u = 4.023 874 u kelebihannya massanya
adalah 4.028 204 u 4.023 874 u = 0.00433 u , ekuivalen dengan energi sebesar
0.00433 u x931.494 MeV/U = 4.03 MeV
Perhatikan bahwa nilai energi tersebut konsisten dengan nilai yang telah diberikan dalam persamaan
45.4
Bagaimana Jika? Misalkan tritium yang dihasilkan dari reaksi bagian (C) akan bereaksi
dengan deuterium lainnya dalam reaksi
1 + +
Berapa banyak energi yang dilepaskan dalam rangkaian dari kedua reaksi tersebut?
Jawaban Efek keseluruhan dari rangkaian kedua reaksi tersebut adalah tiga inti deuterium yang
bergabung untuk membentuk inti helium, inti hidrogen, dan neutron. Massa awalny adalah 3 (2,014
102 u) = 6,042 306 u. Setelah reaksi, jumlah dari massanya adalah 4,002 603 u + 1,007 825 u +
1,008 665 = 6,019 093 u. Kelebihan massanya adalah 0,023 213 u, setara dengan energi sebesar 21,6
MeV. Perhatikan bahwa nilai ini adalah jumlah nilai Q untuk reaksi kedua dan ketiga Persamaan di
45,4.
garis hijau merupakan
daya hilang oleh Suhu di mana laju pembangkitan daya dalam reaksi fusi apapun
bremsstrahlung sebagai
fungsi temperatur. yang melebihi laju kerugian dayanya disebut suhu penyalaan
kritis Tpenyalaan. Suhu ini untuk reaksi deuterium-deuterium (D-
3
D) adalah 4 x 108 K. Dari hubungan E 2 kB T, suhu
penyalaan tersbut ekuivalen dengan nilai sekitar 52 keV. Suhu
penyalaan kritis untuk deuterium-tritium (D-T) reaksi adalah
sekitar 4,5 x 107 K, atau 6 keV. Sebuah grafik daya Phasil yang
dihasilkan oleh fusi terhadap suhu untuk kedua reaksi tersebut
ditunjukkan pada Gambar 45.8. garis hijau lurus
mempresentasikan daya yang hilang. Philang melalui mekanisme
radiasi yang disebut bremsstrahlung (Bagian 42,8). Dalam
Gambar 45.8 mekanisme hilangnya energi yang utama ini, radiasi (terutama
Gambar 45.8 Tenaga yang sinar X ) terpancarkan sebagai hasil dari tumbukan elektron-ion
dihasilkan versus suhu
untuk deuterium-deuterium di dalam plasma. Perpotongan garis Philang dengan kurva Phasil
(D-D) dan deuterium-
tritium (D-T) fusion. ketika memberikan suhu-suhu penyalaan kritisnya.
tingkat generasi melebihi
tingkat kerugian,
pengapian terjadi.

Selain adanya persyaratan suhu yang tinggi, terdapat dua parameter kritis lainnya
yang menentukan apakah reaktor termonuklir akan berhasil atau tidak: kerapatan ion n dan
waktu pengurungan t, yang merupakan selang waktu selama energi dimasukkan ke dalam
plasma tetap berada di dalam plasma. Fisikawan Inggris JD Lawson (1923-2008)
menunjukkan bahwa kerapatan ion dan waktupengurungan harus cukup besar untuk
memastikan bahwa lebih banyak energi fusi akan dilepaskan dari pada yang dibutuhkan
untuk menaikkan suhu plasma. Sebuah grafik nilai Nt yang dibutuhkan untukk mencapai
output energi untuk reaksi D-T dan reaksi D-D pada berbagai temperatur yang berbeda
ditunjukkan pada Gambar 45,9. Hasil Nt disebut sebagai bilangan lawson dari sebuah
raksi. Kriteria lawson menyatakan bahwa output energi neto memungkinkan untuk nilai-
nilai nt yang memenuhi persyaratan sebagai berikut:

(45.5)
Daerah berwarna di atas Nilai-nilai tersebut mempresentasikan minimal dari kurva pada
kurva mewakili
menguntungkan kondaisi Gambar 45.9
untuk fusion.
kriteria Lawson diperoleh dengan cara membandingkan energi
yang dibutuhkan untuk menaikkan suhu sebuah plasma dengan
energi yang dihasilkan oleh proses fusi. Energi Ein yang
dibutuhkan untuk menaikkan suhu plasma sebanding dengan
kerapatan ino n, yang dapat dinyatakan sebagai Ein = C1 n, di
mana C1 adalah suatu konstanta. Energi yang dihasilkan oleh
proses fusi sebanding dengan n2, atau Ehasil=C2n2 . Hal ini
lebih mudah dipahami dengan mengetahui bahwa energi fusi
yang dilepaskan sebanding dengan laju tumbukkan ion-ion yang
berinteraksi ( 2) dan waktu pengurungan . Energi neto yang
dihasilkan ketika Ehasil > Ein.
Ketika konstanta C1 dan C2 dihitung untuk reaksi-reaksi yang
Gambar 45.9
Grafik bilangan Lowson nT di berbeda, kondisi E hasil in menghasilkan kriteria Lawson.
mana output energi neto
memungkinkan, terhadap suhu
untuk reaksi fusi D-D dan D-T.
Daerah di atas gari kurva (abu-
abu) mempresentasikan kondisi
yang baik untuk terjadinya fusi

Singkatnya, dua persyaratan dasar dari reaktor tenaga termonuklir adalah

Suhu plasma harus sangat tinggi-sekitar 4,5x107K untuk reaksi D-T dan 4x 108 K untuk
reaksi D-D.
Untuk dapat memenuhi kriteria lawson, hasil Nt harus besar. Untuk nilai n tertentu,
pprobabilitas fusi antara dua partikel bertambah seiring t bertambah. Untuk nilai t tertentu,
laju tumbukkan antara kedua inti bertambah seiring n bertambah.

Upaya yang sedang dilakukan saat ini adalah memenuhi kriteria Lawson pada suhu yang
melebihi Tpennyalaan. Meskipun kebutuhan untuk kerapatan plasma minimum telah dicapai,
masalah waktu pengurungan adalah hal yang lebih sulit. Bagaimana caranya plasma dapat
terkurung pada 1014 s/cm3 ? Dua teknik dasar yang sedang diselidiki adalah pengurungan
magnetik dan pengurungan inersia.

Gambar 45,10 (a) Diagram dari tokamak


digunakan dalam skema kurungan
magnetik. (b) Interior pandangan tertutup
tokamak Fusi Uji Reaktor (TFTR) kapal
vakum di Laboratorium Fisika Princeton
Plasma. (c) Nasional Bulat Torus
Percobaan (NSTX) yang mulai beroperasi
Maret 1999.
Pengurungan Magnetik

Banyak eksperimen plasma (fusi) yang menggunakan pengurungan magnetik untuk


mengurung plasmanya. Sebuah perangkat toroida disebut tokamak, pertama dikembangkan
di Rusia, ditunjukkan pada Gambar 45.10a. Kombinasi dua medan magnet yang digunakan
untuk mengurung dan menstabilkan plasma: (1) bidang toroidal kuat yang dihasilkan oleh
arus dalam toroidal yang melilit pada sebuah ruang hampa dan (2) medan "poloidal" lemah
dihasilkan oleh arus toroidal. Selain itu, dari mengurung plasmanya, arus toroidal digunakan
untuk menaikkan suhu. Garis-garis medan magnet heliks yang dihasilkan membuat suatu
spiral yang mengelilingi plasma dan mencegah plasma agar tidak bersentuhan dengan
dinding ruang hampa udaranya. (Jika plasma menyentuh dinding ruang hampa udara, maka
suhunya akan berkurang dan pengotor-pengotor berat pada dinding akan meracuni
plasmanya dan menyababkan hilangnyadaya yang besar.)

Salah satu terobosan besar dalam pengurungan magnetik pada 1980-an adalah di bidang
inpput energi tambahan untuk mencapai suhu penyalaan. Eksperimen telah berhasil
menunjukkan bahwa dengan menyuntikan seberkas sinar partikel netral berenergi tinggi ke
dalam plasma, tercapainya suatu metode yang sangat efisien untuk meningkatkan suhunya
ke suhu penyalaan. Input energi berfrekuensi radio mungkin akan diperlukan untuk plasma
pada unkuran reaktor.

Ketika itu beroperasi 1982-1997, Tokamak Fusion Test Reactor (TFTR, Gambar. 45.10b) di
Princeton University melaporkan bahwa suhu ion pusatnya adalah 510 juta derajat Celcius,
30 kali lebih panas dari bagian pusat Matahari Nilai-nilai nt dalam TFTR untuk reaksi D-T di
atas 1013 s/cm 3 dan mendekati nilai yang dibutuhkan oleh kriteria Lawson. Pada tahun 1991,
17
laju reaksi dari fusi D-T diatas 6 x 10 per detik telah dicapai dalam tokamak Joint
European Torus (JET) di Abington, Inggris. Salah satu generasi baru dari eksperimen fusi
adalah Spherical Nasional.

Salah satu generasi baru percobaan fusi adalah Spherical Nasional Torus Eksperimen
(NSTX) di Princeton plasma Physics Laboratory dan ditunjukkan pada Gambar 45.10c.
berbeda dengan plasma tokamak yang berbentuk donat. NSTX menghasilkan plasma
berbentuk bola dan memiliki lubang di bagian tengahnya. Keuntungan utama dari konfigurasi
bola adalah kemampuan untuk mengurung plasma pada tekanan tinggi dalam sebuah medan
magnet. Pendekatan ini dapat mengarahkan pada perkembangan reaktor fusi yang lebih
ekonomis dan lebih kecil.
Salah satu upaya kolaborasi international yang melibatkan Amerika Serikat, Uni Eropa,
Jepang, Cina, Korea Selatan, India, dan Rusia saat ini sedang mengembangkan reaktor fusi
yang disebut ITER (international thermonuclear experimental reactor). Cina dan AS mula
berpartisipasi dalam program ini pada tahun 2003. Fasilitas tersebut akan menjawab masalah-
masalah teknologi dan ilmiah berkenaan dengan kelayakkan tenaga fusi .rancangan dari
reaktor tersebut telah diselesaikan, sedangkan tempat dan konstruksinya masih dalam tahap
negoisasi. Empat tempat yang diajukan adalah Cadarache Preancis, Clarington Kanada,
Rokkasho-mura Jepang, dan Vandellos Spanyol. Jika alat tersebut dapat berkerja, bilangan
lawson untuk ITER akan mencapai sekitar 6 kali lebih besar dari pada reaktor sementara
yang dipegang oleh tokamak JT- 60U di Jepang. ITER dapat menghasilkan daya 1,5 GW,
dan kandungan energi dari partikel-partikel alpha di dalam reaktor akan sangat kuat
sedemikian rupa hingga mereka dapat menjaga keberlangsungan reaksi fusinya, dan aliran
sumber energi tambahannya dapat diberhentikan ketika reaksinya telah dimulai.

Contoh 45.4 Di dalam Sebuah Reaktor Fusi

Pada tahun 1998, tokamak JT- 60U di Jepang beroperasi menggunakan sebuah plasma D-T
dengan kerapatan 4,8 x 10 13 cm-3+ pada suhu (dalam satuan energi) dari 24,1 keV. Reaktor
tersebut dapat mengurung plasma didalam medan magnet selama 1,1 s.

(A) Apakah tokamak tersebut memenuhi kkriteria lawson?

Penyelesaian persamaan 45.5 menyatakan bahwa untuk sebuah plasma D-T bilangan lawson nT
harus lebih besar dari 1014 s/cm3 .untuk Jt-60 U,

= (4,8 x 1013 cm-3) (1.1 s) = 5.3 x 1013 s/cm3

Nilai ini telah mendekati kriteria lawson pada kenyataannya, para ilmuan mencatat bahwa
keuntungan daya yang dihasilkan adalah 1,25, yang menandakan bahwa reaktor dapat
beroperasi diatas titik impas dan menghasilkan energi lebih dari ynga dibutuhkan untuk
menjaga plasmanya.

(B) Bagaimana perbandngan kerapatan plasma dengan kerapatan atom dalam sebuah gas ideal
ketika gas tersebut berada pada suhu dan tekanan kamar?

Penyelesaian kerapatan atom dalam sampel gas ideal dinyatakan oleh NA /V mol3 dimana NA
adalah bilangan avogadro dan v mol adalah volume molar sebuah gas ideal dengan kondisi
standar, 2.24 x 10-2 m3 / mol. Jadi kerapatan gasnya adalah

=2.7 x atoms/cm3

Nilai tersebut 500 000 kali lebih besar dari pada kepadatan plasma dalam reaktor.
Pengurungan Inersia

Teknik untuk mengurung plasma, yang kedua


disebut pengurungan inersia dan menggunakan sasaran
D-T yang memiliki kerapatan partikel yang sangat
tinggi. Dalam skema ini, waktu pengurungannya sangat
singkat (biasanya 10 211-10 29 s), hal ini disebabkan
adanya inersia dapal partikel sehingga partikel tidak
dapat bergerak bebas dari posisi awal. Jadi, kriteria
lawson dapat dipenuhi dengan cara menggabungkan
kerapatan partikel yang tinggi dengan waktu
pengurungan yang sangat pendek.

Fusi laser adalah bentuk paling umum dari


pengurungan inersia. Sebuah biji kecil D-T
bedriameter sekitar 1 mm, ditembaki secara Gambar 45.11 Dalam
pengurungan inersia, anD-T
serentak oleh beberapa sinarlaser intesitas tingggi
bakar sekering pelet bila
yang terpokus, menghasilkan pulsa energi input dipukul oleh beberapa sinar
yang besar dan menyebabkan permukaan biji bahan laser intensitas tinggi secara
bersamaan.
bakar menguap partikel-partikel yang lolos
menyebabkan gaya reaksi hukum ketiga pada inti
biji, menghasilkan gelombang kejut yang sangat
kuat. Gelombang kejut tersebut meningkatkan
tekanan dan kerapatan penyalaan, maka terjadilah
reaksi fusi.

Dua laboratorium fusi laser yang terkemuka dia AS terletak dii fasilitas omega
University of Rochester di New York dan difasilitas Nova, Lawrence Livermore National
Laboratory di Livermore, California, fasilitas omega memfokuskan 24 sinar laser pada
sasaran dan fasilitas Nova memfokuskan 10 sinar laser menunjukkan ruang ssasaran dinov,
dan menunjukkan sasaran bijih-bijih bulatb D-T yang digunakan. Nova mampu
menyuntikkan daya sebesar 2x1014 W kedalam bijih berukuran 0,5 mm dan mencapai nt
5x1014 s/cm3 dan suhu ion 5,0 keV. Nilai tersebut sudah mendekati nilai yang dibutuhkan
untuk penyalaan D-T. Kemajuan ini membuat Departemen Energi AS dan kelompok lainnya
untuk membuat sebuah fasilitas nasional yang akan melibatkan suatu perangkat fusi laser
dengan energi input antara 5MJ hingga 10MJ.

Rancangan Reaktor Fusi

Dalam reaksi fusi D-T

1 21 + 31 +

partikel alpha membawa 20% energi dan


neutron membawa 80% energi, atau sekitar 14
MeV. Diagram reaksi fusi deuterium-tritium
ditunjukkan pada gambar 45.12. Partikel alpa
karena bermuatan , akan terabsorbsin oleh plasma
dan menyababkan kenaikkan suhu plasma.
Sebalikknya, neutron 14-MeV, yang tidak Gambar 45.12
bermuatan bergerak menembus plasma dan diserap Deuterium-tritium fusi.
Delapanpuluh persen dari
oleh bahan penyelimut disekeliling plasma dimana energi yang dilepaskan
dalam
energi knetik neutron akan diserap untuk neutron 14-MeV.
menghasilkan tenaga listrik.

Salah satu skema adalah dengan menggunakan logam lithium cair sebagai bahan
pengabsorbsi neutron dan untuk mengedarkan lithium dalam sebuah kumparan penukar
panas yang tertutup, yang akan menghasilkan uap dan menggerakkan turbin, seperti dalam
sebuah pembangkit tenaga listrik biasa. Gambar 45.13 (halaman 1388) menunjukkan
diagram reaktor tersebut. Diperkirakan bahwa lapisan lithium setebal 1 makan menangkap
hampir 100 % neutron dalam fusi sebuah bijih kecil D-T.

Penangkapan neutron oleh lithium digambarkan oleh reaksi:


Gambar 45.13

Diagram Fusi
Reaktor

di mana energi kinetik dari tritium bermuatan 13 H dan partikel alpha akan diubah
menjadi energi dalam dari litium cair. Keuntungan lainnya dalam menggunakan litium
sebagai media transfer energi adalah litium yang dihasilkan dapat dipisahkan dari litium dan
dikembalikan kedalam reaktor sebagai bahan bakar.

Keuntungan dan Permasalahan dari Reaksi Fusi

Jika tenaga fusi dapat diperoleh, akan terdapat bebrapa keuntungan yang tidak
diperoleh dari reaksi fusi: (1) biaya rendah dan melimpahnya bahan bakar (deuterium), (2)
mustahilnya kecelakaan akibat reaksi yang tidak terkendali, dan (3) bahaya radiasi yang
lebih kecil. Beberapa permasalahan yang perlu diantisipasi dan kerugian dari tenaga fusi
adalah: (1) kelangkaan lithium, (2) terbatasnya pasokan helium, yang dibutuhkan untuk
mendinginkan magnet superkonduktor yang digunakan untuk menghasilkan medan
pengurungan kuat, dan (3) kerusakan struktural dan radioaktivitas terinduksi yang dihasilkan
oleh neuron. Jika masalah tersebut dapat diatasi dan faktor-faktor teknik perancangannya
dapat dipecahkan, maka pada abad ke 21 fusi nuklir boleh jadi merupakan sumber emergi
yang memungkinkan.

45.5 Kerusakkan Akibat Radiasi

Dalam Bab 34, kita telah mempelajari bahwa radiasi elektromagnetik berada disekitar
kita dalam bentuk gelombang radio, gelombang mikro, gelombang cahaya, dan sebagainya.
Pada bagian ini, kita akanmempelajari bentuk radiasi yang dapat menyababkan kerusakkan
parah ketika menembus bahan. Hal ini termasukka radiasi yang dihasilkan dari proses
radioaktif dan radiasi dalam bentuk partikel berenergi tinggi, seperti neutron dan proton.
Bentuk-bentuk inilah yang disebut radiasi dibagian ini dan dua bagian lainnya.

Tingkat dan jenis kerusakan tergantung pada beberapa faktor, termasuk jenis dan
energi radiasi dan sifat-sifat materi tersebut. Logam yang digunakan dalam struktur reaktor
nuklir dapat diperlemah oleh fluks yang tinggi dari neutro berenergi tinggi karena fluks tinggi
menyebabkan lelah logam (metal fatigue). Kerusakan di situasi seperti ini terjadi dalam
bentuk perpindahan atom, dan sering kali mengakibatkan perubahan besar dalam sifat-sifat
material.

Kerusakkan akibat radiasi dalam organisme biologis biasannya disebabkan oleh efek
ionisasi dalam sel. Kegiatan normal dalam sebuah sel dapat terganggu ketika ion yang sangat
reaktif terbentuk sebagai hasil dari radiasi yang mengionisasi. Contohny, hidrogen dan
hidroksil radikal OH- yang dihasilkan dari molekul air menyebabkan reaksi kimia yang bisa
memecahkan ikatan dalam protein dan molekul vital lainnya. Selain itu, radiasi yang
mengionisasi dapat memengaruhi molekul vital secara langsung dengan cara menghilangkan
elektron dari struktur mereka. Radiasi dalam dosis tinggi sangatlah berbahaya karena
kerusakkan dalam jumlah besar pada molekul sebuah sel dapat menyebabkan sel tersebut
mati. Meskipun kematian sel tunggal bukanlah sebuah persoalan, tetapi banyak sel yang mati
dapat menyababkan kerusakkan terhadap organisme tersebut. Sel-sel yang membelah dengan
cepat, seperti pada saluran pencernaan, organ reproduksi, dan folikel rambut, biasanya sangat
rentan. sel yang selamat dari radiasi akan mengalami cacat. Sel cacat tersebut dapat
menyebabkan cacat pada sel lainnya dan mengarah padaa kanker

Dengan cara menghilangkan electron dari struktur mereka. Radiasi dalam dosis tinggi
sangatlah berbahaya karena kerusakan dalam jumlah besar pada molekul sebuah sel dapat
menyebabkan sel tersebut mati. Meskipun kematian sel tunggal bukanlah sebuah persoalan,
tetapi banyak sel yang mati dapat menyebabkan kerusakan terhadap organisme tersebut.sel-
sel yang membelah dengan cepat, seperti pada saluran pencernaan, organ reproduksi, dan
folikel rambut biasanya sangat rentan. Sel yang selamat dari radiasi akan mengalami cacat.
Sel cacat tersebut dapat menyebabkan cacat pada sel lainnya dan mengarah pada kanker.

Dalam system biologis, kerusakan akibat radiasi biasanya dikategorikan ke dalam dua
jenis: kerusakan somatic dan kerusakan genetis. Kerusakan somatic adalah kerusakan yang
berhubungan dengan sel tubuh manapun kecuali sel reproduksi.Kerusakan genetic adalah
kerusakan pada sel reproduksi. Kerusakan gen pada sel reproduksi dapat menyebabkancacat
pada anak yang akan dilahirkan nanti. Sangat penting bagi kita untuk menyadari efek dari
pengobatan diagnostik seperti sinar-X dan bentuk paparan radiasi lainnya, dan kita perlu
menimbang antara keuntungan dari pengobatan dan efek kerusakan yang diakibatkan.
Kerusakan yang diakibatkan oleh radiasi juga bergantung pada daya penetrasi
radiasi.Partikel alfa menyebabkan kerusakan yang parah, tetapi partikel tersebut hanya dapat
menembus bahan hingga kedalaman yang dangkal karena adanya interaksi kuat dengan
partikel bermuatan lainnya. Neutron tidak dapat berinteraksi melalui gaya listrik sehingga
dapat menembuas baha lebih dalam dan menyebabkan kerusakan yang cukup signifikan.
Sinar gamma adalah foton berenergi tinggi yang dapat menyebabkan kerusakan paling luas,
tetapi biasanya akan menembus materi tanpa berinteraksi.

Beberapa satua pernah dan masih digunakan untuk mengukur besar atau dosis radiasi yang
berinteraksi dengan suatu bahan.

Roentgen (R) adalah besar radiasi ionisasi yang dihasilkan oleh muatan listrik 3,33 10-10 C
dalam 1 cm3 udara pada kondisi-kondisi standar.

Secara ekuivalen, satuan roentgen adalah jumlah radiasi yang meningkatkan energi dari 1kg
udara sebesar 8,76 10-3J.

Dalam banyak keperluan, roentgen telah digantikan oleh rad (radiation absorbed
doseatau radiasi yang terabsorsi). Meskipun rad adalah sebuah satuan fisis yang sangat baik,
rad bukanlah satuan yang cocok untuk mengukur tingkat kerusakan biologis yang disebabkan
oleh radiasi karena kerusakan tidak hanya bergantung pada banyaknya dosis radiasi, tetapi
juga pada jenis radiasinya. Sebagai contoh, suatu dosis radiasi partilek alfa menyebabkan
kerusakan 10 kali lebih besar dari dosis radiasi yag sama dari sinar-X. Faktor RBE (relative
biological effectiveness) untuk suatu jenis radiasi tertentu adalah jumlah rad dari radiasi
sinar-X atau radiasi gamma yang menghasilkan kerusakan biologis yang sama dengan
1 rad dari radiasi yang digunakan. Lihat tabel 45.1, nilai-nilai dalam tabel adalah
pendekatan karena

nilai-nilai tersebut bervariasi dengan energi partikel dan dengan bentuk kerusakannya.
Factor RBE harus dianggap sebagai sebuah panduan pendekatan terhadap efek nyata dari
radiasi sel.

Tabel 45.1

Faktor RBE untuk beberapa jenis radiasi


Radiasi Faktor RBE
Sinar-X atau sinar gamma 1,0
Partikel beta 1,0-1,7
Partikel alfa 10-20
Neutron termal 4-5
Neutron cepat dan proton 10
Ion berat 20

Akhirnya, rem (radiation equivalent in man) adalah hasil kali dosis radiasi dalam rad
dan factor RBE-nya:
Dosis dalam rem dosis dalam rad RBE

Menurut definisi tersebut, 1 rem dari dua jenis radiasi manapun akan menghasilkan
kerusakan biologis yang sama. Berdasarkan tabel 45.1, kita lihat bahwa dosis radiasi 1 rad
dari neutron cepat merepresentasikan dosis efektif sebesar 10 rem, tetapi 1 rad radiasi gamma
ekuivalen dengan dosis efektif sebesar 1 rem saja.

Radiasi tingkat rendah dari sumber-sumber alami, seperti sinar kosmis serta batuan
dan tanah radioaktif menghasilkan dosis sekitar 0,13 rem/tahun; radiasi tersebut disebut
radiasi latar. Radiasi latar berubah-ubah tergantung kondisi geografisnya.Factor penentu
utamanya adalah ketinggian (paparan terhadap sinar kosmis) dan geologi (gas radon yang
dihasilkan oleh beberapa susunan batuan, deposit mineral radioaktif alami).

Batas atas dari tingkat dosis radiasi yang direkomendasikan oleh pemerintah AS,
adalah sekitar 0,5 rem/tahun. Banyak pekerjaan yang melibatkan tingkat radiasi yang lebih
tinggi sehingga batas atas sebesar 5 rem/tahun telah ditentukan untuk gabungan dari paparan
di semua bagian tubuh.Batas atas yang elbih tinggi lagi diizinkan untuk beberapa bagian
tubuh, seperti lengan bawah dan telapak tangan. Dosis 400 hingga 500 rem akan
mengakibatkan tingkat kematian 50% (setengah dari jumlah orang yang terpapar radiasi pada
tingkat ini akan meninggal). Bentuk yang paling berbahaya dari radiasi untuk sebagian besar
orang adalah menghirup atau menelan isotope radioaktif, terutama isotope dari unsur-unsur
yang akan disimpan dan diserap oleh tubuh, seperti 90Sr.
45.6 Detektor Radiasi
Partikel yang melewati bahan akan berinteraksi dengan bahan tersebut dalam
sejumlah cara. Partikel tersebut dapat mengionisasi atom, atau terabsorbsi oleh atom, dan
lain-lain.Detector radiasi mengeksploitasi interaksi-interaksi tersebut untuk dapat mengukur
energi partikel, momentum partikel, atau muatan partikel, dan terkadang mengetahui
keberadaan partikel itu sendiri.Beragam perangkat telah dikembangkan untuk medeteksi
radiasi. Perangkat-perangkat ini digunakan untuk berbagai macam keperluan, etrmasuk dalam
diagnosis medis, penentuanumur secara radioaktif, pengukuran radiasi latar, serta pengukuran
massa, energy, dan momentum partikel yang dihasilkan dalam reaksi nuklir berenergi tinggi.

Pada awal abad ke-20, detektor radiasi masih jauh lebih sederhana bila dibandingkan
dengan detector yang digunakan saat ini.Terdapat tiga detector yang pertama kali digunakan
yaitu, sebuah emulsi fotografik merupakan contoh detector yang paling sederhana. Partikel
bermuatan akan mengionisasi atom dalam lapisan emulsi. Jejak partikel bersesuaian dengan
titik-titik dalam emulsi di mana telah terjadi perubahan kimia.Ketika emulsi telah
dikembangkan, lintasan partikelnya menjadi tampak.Sebuah kamar kabut (cloud chamber)
mengandung gas yang telah didinginkan hingga suhu di bawah titik kondensasi.Partikel
berenergi tinggi yang melewati gas akan mengionisasi gas tersebut di sepanjang lintasannya.
Ion-ionnya bertindak sebagai pusat-pusat kondensasi gas yang didinginkan.Jejak partikel
dapat dilihat dengan mata telanjang dan dapat difoto.Medan magnet dapat diterapkan untuk
menentukan muatan partikel, begitu juga dengan momentum dan energinya. Sebuah alat yang
disebut kamar gelembung diciptakan pada tahun 1952 oleh D. Glaser, adalah alat yang
menggunakan cairan (biasanya hydrogen) yang terjaga pada suhu dekat titik didihnya. Ion
yang dihasilkan oleh partikel bermuatan akan meninggalkan jejak lintasan gelembung, yang
kemudian dapat difoto (45.16). oleh karena kerapatan medium pendeteksi dalam sebuah
kamar gelembung lebih tinggi dari kerapatan dalam sebuah kamar kabut, maka kamar
gelembung memiliki tingkat sensitivitas yang lebih tinggi.

Figur 45.16 (a) lintasan partikel kamar gelembung.

Detektor yang lebih baru melibatkan proses-proses yang lebih rumit. Dalam sebuah
kamar ion (45.17), pasangan electron-ion dihasilkan ketika melewati gas dan menghasilkan
sinyal listrik. Dua keeping dalam ruang dihubungkan pada sebuah sumber tegangan, terjaga
pada potensial listrik yang berbeda-beda. Keeping positif akan menarik electron, dan keeping
negatif akan menarik ion positif, menyebabkan sebuah pulsa arus yang sebanding dengan
jumlah eletron-ion yang dihasilkan ketika suatu partikel melewati kamar tersebut. Ketika
kamar digunakan untuk mendeteksi keberadaan partikel sekaligus mengukur energinya, maka
kamar tersebut disebut pencacah proporsional.

Pencacah Geiger (45.18) mungkin adalah bentuk yang paling umum dari
kamar yang digunakan untuk mendeteksi radioaktivitas. Alat ini dianggap sebagai bentuk
dasar dari semua alat pencacah yang menggunakan ionisasi dari medium sebagai proses
deteksi dasarnya. Pencacah Geiger terdiri atas seutas electrode kawat tipis yang dihubungkan
di sepanjang sumbu pusat sebuah tabung logam berbentuk silinder (tabung ini telah diisi
dengan gas bertekanan rendah). Kawat tersebut akan menjaga potensial listrik positif yang
tinggi (sekitar 103V) relative terhadap tabung. Ketika partikel berenergi tinggi dihasilkan,
misalnya dari peluruhan radioaktif, memasuki tabung melalui jendela kecil yang berada di
salah satu ujung, beberapa atom gas terionisasi. Elektron dihapus dari atom-atom ini tertarik
ke arah kawat pusat, dan, dalam proses, mereka mengionisasi atom lain di jalan mereka. Ini
berurutan hasil ionisasi di longsoran elektron yang menghasilkan pulsa saat ini. Setelah pulsa
telah diperkuat, itu baik dapat digunakan untuk memicu counter elektronik atau dikirim ke
loudspeaker yang mengklik setiap kali sebuah partikel terdeteksi. Meskipun Geiger counter
dengan mudah mendeteksi adanya partikel, energi hilang oleh partikel di counter tidak
sebanding dengan getaran saat diproduksi. Oleh karena itu, Geiger counter tidak dapat
digunakan untuk mengukur energi partikel.

Sebuah detektor semikonduktor-dioda pada dasarnya adalah sambungan p-n bias


mundur. Kita ingat kembali di Subbab 43,7 bahwa sebuah sambungan p-n melewatkan arus
ketika biasnya maju dan melarang arus untuk lewat ketika biasnya mundur. Ketika partikel
berenergi tinggi melewati sambungan, elektron akan tereksitasi ke pita konduksi dan lubang-
lubang akan tercipta dalam pita valensi. Medan listrik internal akan menyapu electron-
elektronnya ke sisi positif (n) dari sambungan dan menyapu lubang-lubangnya ke sisi negatif
(p). Pergerakan elektron dan lubang menciptakan pulsa arus yang terukur oleh pencacah
elektronik. Dalam alat tersebut biasanya durasi pulsa adalah 10-8 s

Pencacah sintilasi biasanya menggunakan bahan padat atau cair yang atom-atomnya
lebih mudah tereksitasi oleh radiasi. Atom tereksitasi akan memancarkan foton ketika atom
tersebut kembali menjadi keadaan dasar. Bahan yang biasa digunakan sebagai sintilator
adalah kristal transparan dari iodida natrium dan plastic tertentu. Jika bahan sintilator
disambungkan pada tabung fotomultiplier (photomultiplier) (Subbab 40.2), foton yang
terpancarkan oleh sintilator dapat terdeteksi dan menghasilkan sebuah sinyal listrik.

Sintilator dan detektor semikonduktor-dioda lebih sensitive bila dibandingkan dengan


pencacah Geiger terutama karena kerapatan bahan dari sintilator dan detector semikonduktor-
dioda lebih tinggi. Kedua alat tersebut mengukur energy total yang terkumpul di dalam
detektor, yang dapat sangat bermanfaat dalam mengidentifikasi partikel. Selain itu, jika
partikel berhenti di dalam detektor, maka kedua alat ini dapat digunakan untuk mengukur
energy total partikel.

Detektor jarak adalah sebuah alat yang digunakan untuk melihat secara langsung jejak
partikel bermuatan.Partikel energi tinggi yang dihasilkan dalam akselerator partikel dapat
memiliki energi mulai 109 hingga 1012 eV.Oleh karena itu, partikel tidak dapat dihentikan dan
energy mereka tidak dapat diukur dengan detector-detektor yang disebutkan di atas. Daripada
demikian, energi dan momentum dari partikel berenergi tinggi tersebut dapat di cari dari
kelengkungan lintasan partikelnya dalam medan magnet yang besar dan arahnya diketahui.

Sebuah kamar lecutan adalah alat pencacah yang terdiri atas keeping-keping
konduktor sejajar yang mampu merekam jejak dalam tiga dimensi.Keping-keping bernomor
genap dibumikan, dan keeping-keping bernomor ganjil dijaga pada potensial listrik tinggi
(sekitar 10 kV).Ruang antarakepingnya mengandung gas inert pada tekanan atmosfer. Ketika
partikel bermuatan melewati kamar lecutan, atom-atom gas akan terionisasi dan
menghasilkan arus serta lecutan yang terlihat di sepanjang lintasan partikel. Percikan tersebut
dapat difoto atau dideteksi secara elektronik dan datanya dikirimkan ke sebuah komputer
untuk merekonstruksi lintasannya kemudian menetukan massa, momentum, dan energy dari
partikel.

Versi kamar lecutan yang lebih baru telah dikembangkan.Sebuah kamar hanyutan
memiliki ribuan kawat bertegangan tinggi yang disusun di dalam ruang detektor, yang diisi
dengan gas.Dengan demikian, terdapat susunan dari ribuan pecahan Geiger. Ketika partikel
bermuatan melewati detektor, partikel akan mengionisasi molekul gas dan elektron yang
dikeluarkan akan dibelokkan menuju kawatbertegangan tinggi sehingga menciptakan sinyal
listrik. Sebuah komputer akan mendeteksi sinyal dan merekonstruksi lintasan yang dilalui di
dalam detektor. Kamar hanyutan bervolume besar yang canggih yang telah menyediakan
hasil-hasil yang signifikan dalam mempelajari partikel yang terbentuk dalam tumbukan
antaratom adalah Solenoidal Tracker di RHIC (STAR).(RHIC adalah ankronim dari
Relativistic Heavy Ion Collider, sebuah fasilitas di Brookhaven National Laboratory yang
mulai beroperasi pada tahun 2000).Kamar hanyutan jenis ini disebut kamar proyeksi waktu
(time projection chamber). Foto dari detektor STAR dapat dilihat pada Gambar 45,17.

Figure 45.17 The STAR detector at


the Relativistic Heavy Ion Collider at Brookhaven National Laboratory.

45.7 Berbagai kegunaan Radiasi

Aplikasi fisika nuklir telah tersebar luas dalam bidang manufaktur obat-obatan dan
biologi.Bahkan pembahasan singkat dari seluruh kemungkinannya dapat memenuhi satu
buku, dan untuk membuat buku yang terkini diperlukan revisi berkali-kali. Dibagian ini, kita
akan membahas beberapa aplikasi fisika nuklir dan teori-teori yang mendasari aplikasi
tersebut.

Pelacakan

Pelacak radioaktif digunakan untuk menemukan jejak kimia yang ikut serta dalam
bermacam-macam reaksi.Salah satu kegunaan utama dari pelacak radioaktif adalah dalam
dunia obat-obatan. Misalnya, iodin, sebuah nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh manusia,
dapat diperoleh dalam jumlah besar dengan cara menyantap garam beryodium dan makanan
laut. Untuk mengevaluasi kinerja tiroid, seorang pasien meminum natrium ioida radioaktif
131
(dalam jumlah yang sangat sedikit) yang mengandung I, isotop iodine yang dihasilkan
127
secara artifisial (isotop non radioaktif yang alaminya adalah I). Besarnya jumlah iodin
dalam kelenjar tiroid sebagai fungsi waktu dengan cara mengukur intensitas radiasi pada
131
daerah leher. Berapa banyak isotop I yang tetap berada dalam tiroid adalah ukuran
seberapa baiknya fungsi kelenjar tersebut.

Aplikasi yang kedua dapat dilihat pada Gambar 45,18. Sebuah solusi yang
mengandung natrium radioaktif disuntikkan ke dalam pembuluh darah di kaki, dan pada saat
radioisotope tersebut sampai ke bagian lain dari tubuh, hal ini dideteksi menggunakan suatu
pencacah radiasi.Waktu yang dibutuhkan adalah indikasi yang baik dari adanya atau tidak
adanya masalah dalam sistem peredaran darah.

Pelacak juga dapat digunakan dalam penelitian pertanian.Misalkan kita sedang


meneliti metode yang terbaik untuk memupuk sebuah tumbuhan.Elemen tertentu dalam
pupuk, seperti nitrogen, dapat ditandai (diidentifikasi) menggunakan salah satu isotop
radioaktif.Pupuk tersebut kemudian disemprotkan pada satu kelompok tumbuhan, diteteskan
di tanah untuk kelompok kedua, dan disebarkan untuk kelompok ketiga.Sebuah pencacah
Geiger kemudian digunakan untuk melacak jejak nitrogen dalam ketiga kelompok tumbuhan
tersebut.

Teknik pelacakan jejak sangatlah luas, seluas apa yang dapat diciptakan oleh
kecerdikan umat manusia. Aplikasi yang di gunakan sekarang ini mulai dari memeriksa
bagaimana gigi mengabsorpsi fluoride hingga mengawasi bagaimana peralatan pembersih
mengontaminasi alat-alat pemrosesan makanan, hingga mempelajari kerusakan dalam mesin
mobil.Dalam kasus mesin mobil, bahan radioaktif digunakan dalam manufatun cincin piston,
dan olinya diperiksa radioaktivitasnya untuk menentukan jumlah ausnya cincin piston.
Analisis Bahan

Selama berabad-abad, metode standar untuk mengidentifikasi unsur-unsur dalam satu


sampel bahan adalah analisis kimia yang menentukan bagaimana bahan tersebut bereaksi
dengan bermacam-macam bahan kimia.Metode kedua yang digunakan adalah analisa
spektrum, yang menggunakan fakta bahwa ketika tereksitasi, setiap unsur memancarkan
panjang gelombang elektromagnetik yang meiliki karakteristiknya masing-masing.

Metode tersebut sekarang telah digantikan oleh metode ketiga, analisis aktivasi
neutron.Baik metode kimia maupun metode spectrum memiliki kekurangan, yaitu jika sampel
yang di uji cukup besar maka sampel tersebut harus dihancurkan terlebih dahulu agar dapat
dianalisis.Selain itu, sampel yang sangat kecil dari sebuah unsure tidak terdeteksi oleh kedua
metode tersebut.Analisis aktivasi neutron memiliki keunggulan yang tidak dimiliki oleh
kedua metode ini.

Ketika sebuah bahan disinari (diradiasikan)oleh neutron-neutron, inti dalam bahan


akan mengabsorpsi neutron dan berubah menjadi isotop-isotop yang berbeda. Sebagian bsar
65
isotop tersebut bersifat radioaktif. Sebuah contoh, Cu menyerap neutron untuk menjadi
66
Cu, yang mengalami peluruhan beta:

1
0 + 65
29
66
30 + +

Dapat disimpulkan bahwa terdapat tembaga dalam bahan karena kita ketahui bahwa
66
Cu memiliki waktu paruh 5,1 menit dan meluruh dengan emisi partikel beta yang memiliki
energi maksimum 2,63 MeV dan 1,59 MeV. Peluruhan 66Cu juga memancarkan sinar
gamma 1,04 MeV-. Dengan meneliti radiasi yang terpancarkan oleh bahan, setelah bahan
tersebut disinari oleh neutron kita dapat mendeteksi unsure-unsur yang jumlahlah sangat
sedikit sekalipun dalam bahan tersebut.

Analisis aktivasi neutron digunakan secara rutin oleh beberapa industry, sebagai
contoh dalam penerbangan komersial, untuk memeriksa barang bawaan penumpang untuk
melacak adanya bahan peledak yang disembunyikan (Figur 45.21).Contoh berikut ini tidak
digunakan secara rutin.Napoleon meninggal di pulau St. Helena pada tahun 1821. Konon ia
meninggal secara wajar. Selama bertahun-tahun, terjadi kecurigaan bahwa kematiannya tidak
wajar.Setelah kematiannya, kepalanya digundul dan seutas rambutnya dijual sebagai kenang-
kenangan.Pada tahun 1961, banyaknya arsenik dalam sampel rambutnya dapat diukur
menggunakan analisis aktivasi neutron, dan banyaknya arsenic yang ditemukan tidaklah
normal.(Analisis aktivasi sangat sensitif sehingga sehelai rambutpun dapat dianalisis).Hasil
analisis menunjukkan bahwa Napoleon pernah diberi makanan yang mengandung arsenic dari
waktu ke waktu.Faktanya, pola konsentrasi arseniknya bersesuaian dengan fluktuasi penyakit
yang diderita Napoleon, seperti diketahui dari catatan sejarah.

Ahli sejarah seni menggunakan analisis aktivasi neutron untuk mendeteksi pemalsuan
karya seni. Pigmen yang digunakan dalam cat akan berubah selama berabad-abad, serta
pigmen lama dan pigmen baru akan bereaksi secara berbeda terhadap aktivasi neutron.
Metode ini juga dapat melihat karya seni yang ada di bawah lukisan yang di buat, karena
lapisan cat yang tersembunyi, dan berumur lama akan bereaksi secara berbeda terhadap
aktivasi neutron jika dibandingkan dengan reaksi lapisan permukaannya.

Terapi Radiasi

Radiasi dapat menyebabkan kerusakan sel, terutama pada sel-sel yang cepat
membelah.Oleh karena itu, hal ini sangat berguna dalam pengobatan kanker karena sel tumor
dapat dihancurkan dengan mudah.Beberapa mekanisme dapat digunakan untuk mengirimkan
radiasi pada tumor. Pada beberapa kasus, seberkas sinar X yang tipis atau sumber radiasi
60
seperti Co dapat digunakan, seperti ditunjukkan pada Figur 45.22. pada kasus-kasus
lainnya, jarum radioaktif yang runcing yang disebut seeds akan ditanamkan dalam jaringan
kanker. Isotop radioaktif 131I digunakan untuk mengobati kanker tiroid.
Pengawetan makanan

Radiasi juga bermanfaat di bidang pengawetan makanan karena paparan radiasi


tingkat tinggi dapat menghancurkan atau mengurangi bakteri dan jamur (Figur 45.23).Teknik
yang digunakan diantaranya adalah menambahkan sinar gamma, sinar electron berenergi
tinggi, atau sinarX pada makanan. Pengawetan makanan dengan cara ini dapat dilakukan
dalam sebuah wadah tertutup (untuk mencegah berkembangnya bakteri dan jamur) dan
disimpan dalam jangka waktu yang cukup lama. Hal ini terbukti tidak memengaruhi rasa dan
nutrisi dari makanan yang disinari. Keamanan dari makanan yang disinari telah diakui oleh
World Health Organization (WHO), Center for Disease Control and Prevention (CDC), US
Department of Agriculture (USDA), dan Food and Drug Administration (FDA).

RANGKUMAN

Probabilitas neutron dapat tertangkap ketika neutron bergerak melalui materi akan
bertambah jika energy neutronnya berkurang. Sebuah neutron termal adalah neutron yang
bergerak lambat dan memiliki probabilitas tinggi untuk ditangkap oleh inti dalam kejadian
penangkapan neutron:

1
0n + AZ X A+1Z X* A+1Z X + y (45.1)

Dimana A+1Z X* adalah inti perantara tereksitasi yang dengan cepat memancarkan foton.
Fisi nuklir terjadi ketika inti sangat berat, seperti 225U, terbelah menjadi dua fragmen
fisi yang lebih kecil. Neutron termal dapat menciptakan fisi dalam 225U;

1
0n + 22592 U 22592 U* X + Y + neutron (45.2)

236
Dimana X dan Y adalah fragmen fisi dan U* adalah keadaan tereksitasi perantaranya.
Rata-ratanya, 2,5 neutron dilepaskan setiap kejadian fisi. Fragmen-fragmen tersebut
kemudian akan mengalami rangkaian peluruhan beta dan gamma untuk beralih menjadi
bermacam-macam isotop stabil. Energy yang dilepaskan dalam setiap kejadian fisi adalah
sekitar 200 MeV.

Konstanta reproduksi K adalah jumlah rata-rata neutron yang dilepaskan dari setiap
kejadian fisi yang menyebabkan kejadian fisi lainnya.Dalam sebuah reactor fisi, perlu untuk
menjaga agar K 1.Nilai K dipengaruhi oleh beberapa factor, seperti geometri reactor,
energy neutron, dan probabilitas penangkapan neutron. Energy neutron akan dikurangi oleh
bahan moderator yang memperlabat neutron berenergi tinggi dan oleh karena itu
235
meningkatkan probabilitas penangkapan neutron oleh inti U lainnya. Tingkat daya dari
reactor diatur menggunakan batang kendali yang terbuat dari bahan yang sangat efektif dalam
mengabsorpsi electron.

Dalam fisika nuklir, dua inti ringan melebur untuk membentuk inti yang lebih berat
dan melepaskan energy. Hambatan utama dalam mendapatkan energy yang bermanfaat dari
fusi adalah besarnya gaya tolak-menolak Coulomb diantara inti-inti bermuatan yang terpisah
pada jarak pendek. Harus diberikan energy yang cukup pada partikel sehingga partikel dapat
melewati hambatan Coulmom tersebut. Suhu yang dibutuhkan untuk menghasilkan reaksi
fusi adalah 105 K, dan pada suhu tersebutlah seluruh materi akan berubah menjadi plasma.

Dalam sebuah reactor fusi, suhu plasma hars mencapai suhu penyalaan kritis.Pada
suhu tersebut, reaksi fusi dapat menghasilkan daya yang melebihi kehilangan daya dalam
sistem. Reaksi fusi yang paling menjanjikan adalah reaksi D-T yang suhu penyalaan kritisnya
4,5 x 107 K. dua parameter kritis dalam rancangan reactor fusi adalah kerapatan ion n dan
waktu pengurungan t, selang waktu dalam partikel tarik menarik harus dijaga pada T >
Tpenyalaan. Criteria Lawson menyatakan bahwa untuk reaksi D-T, nT 1014 s/cm3.

Energy yang diabsorpsi dalam sebuah bahan akibat dari radiasi dapat diukur dengan
satuan yang disebut rad. Satu rad adalag besarnya radiasi yang menambahkan energy dari 1
kgbahan pengabsorpsi sebesar 1 x 10-2 J. dalam radiasi yang berhubungan dengan besarnya
kerusakan biologis dalam organism diukur dengan satuan rem dan merupakan hasil kali dosis
dalam rad dengan factor RBE.

Dosis dalam rem = dosis dalam rad x RBE

Dimana factor RBE (relative biological effectiveness) untuk jenis radiasi tertentu
adalah jumlah rad dari radiasi sinar X atau radiasi gamma yang menghasilkan kerusakan
biologi setara dengan 1 rad radiasi yang digunakan.

Rad dan rem secara formal telah tergantikan oleh satuan-satuan SI yang baru. Rad
digantikan oleh gray (Gy), yang setara dengan 100 rad. Rem telah digantikan oleh sievert
(Sv), yang setara dengan 100 rem.

8. pembangkit listrik dengan fisi nuklir menghasilkan daya listrik 1,00 GW . asumsikan bahwa
pembangkit tersebut memiliki efisiensi total 40,0 % dan setiap fisi mengasilkan 200MeV
hitunglah massa 235 yang diperlukan setiap harinya

9.soal Tinjauan . andaikan uranium diperkaya yang mengandung 3,40 % isotop 235 U yang
mengalami fisi digunakan sebagai bahan bakar sebuah kapal . air memberikan gaya gesek rata -
rata sebesar 1, 00 x 105 N pada kapal . berapa jauh jarak yang dapat ditempuh oleh kapal
menggunakan 1kg bahan bakar tersebut ? asumsikan bahwa energi yang dilepaskan per
kejadian fisi adalah 208 MeV dan mesin kapal memiliki efesiensi 20,0 %

45.3 Reaktor Nuklir

10. untuk meminilisasi kebocoran neutron dari sebuah reaktor , rasio luas permukaan
terhadap volume harus sekecil mungkin jika volume adalah V , hitunglah rasio
tersebut untuk (a0 sebuah bola , (b) sebuah kubus , dan (c) sebuah balok genjang
dengan dimensi a x a x 2a (d) manakah dari bentuk tersebut yang akan memiliki
kebocoran minimum ? manakah yang memiliki kebocoran maksimum ?

11. telah diperkirakan bahwa bumi menyimpan sekitar109 ton uranium alami pada
konsentrasi melebihi 100 bagian per sejuta , dimana 0,7 % nya adalah isotop
235 asumsikan bahwa seluruh penggunaan energi dunia ( 7 x 1012 j/s ) dihasilkan
oleh fisi 235 dalam reaktor nuklir konvesional yang melepaskan energy 208 MeV
untuk setiap reaksi . berapa lama persediaan uranium dapat digunakan ? perrkiraan
persediaan uranium dikutip dari K.S . Deffeyes dan I.D. Macgregor. world
uranium Resource . scientific American 242(1) 66 ,1980

12. jika reproduksi konstan untuk sebuah reaksi berantai dalam reaktor fisi adalah
1,000 25 dan rata rata rentang waktu antara fisi yang berhasil adalah 1,20 ms,
sebesar factor berapakah laju reaksi dapat bertambah dalam satu menit ?

13. reaktor tenaga nuklir menghasilkan daya 3.000Mw didalam intinya . tiga bulan
kemudian setelah reaktor dimatikan , daya inti yang dihasilkan dari hasil hasil
simpangan radioaktifnya adalah 10,0 MW . asumsikan bahwa setiap emisi
menghasilkan energi 1,00MeV cari aktifitasnya dalam beequerel tiga bulan setelah
reaktor dimatikan

45.4 FUSI NUKLIR

14. (a) sebuah generator fusi dibuat untuk mengasilkan energy 3,00 GW . tentukan
laju pembakaran bahan bakar dalam gram per jam jika digunakan reaksi D T (b)
lakukan reaksi yang sama untuk reaksi D D dengan asumsi bahwa hasil reaksinya
terbagi merata antara ( n 3 ) dan ( p 3 )

15. dua inti yang memiliki nomor atom 1 dan 2 saling mendekati dengan energI
total E (misalkanm mereka melebur secara spontan jika mendekati satu sama
lain dalam jarak 1,00 x 1014 m . carilah nilai minimum dari E yang dibutuhkan
untuk mengasilkan reaksi fusi dinyatakan dalam 1 dan 2 (b) hitunglah energi
minimum untuk reaksi fusi dengan reaksi D D dan D T ( reaksi pertama dan
ketiga dalam persamaan 45.4 )

16. soal tinjauan . perhatikan reaksi fusi deuterium tr4irium dengan inti
1
tritium berada dalam keadaan diam : 21 + 31 42 + n
0

(a) misalkan inti bereaksi spontan jika permukaannya saling bersentuhan


berdasarkan persamaan 44.1 tenteukanjarak dari pendekatan terdekat dari pusat
inti (b) berapa energi potensial listrik ( dalam Ev ) pada jarak tersebut ? (c)
misalkan deuteron ditembakan pada inti tritium ( dalam keadaan diam ) yang
hanya memiliki energi untuk dapat menempuh jarak pemisahan terdekat berapa
kelajuan inti deuterium ddan tritium ketika saling bersentuhan ,jika kelajuan awal
deuteron adalah 1 ? (saran pada titik ini kedua inti memiliki kecepatan yang
setara dengan kecepatan massa pusat ) (d) gunakan metode untuk menemukan
energy minimum awal yang dibutuhkan deuteron untuk dapat melebur (e)
mengapa reaksi fusi sering terjadi pada deuteron dengan energy yang lebih
rendah dibandingkan dengan energy yang dicari dalam (d0

17. untuk memahami mengapa pengurungan plasma sangat diperlukan , perhatikan


laju dimana suatu plasma yang tidak terkurung akan hilang (a) perkirakan kelajuan
rms dari deuteron dari sebuah plasma pada 4,00 x 108 k . (b) bagaimana jika ?
perkirakan tingkat besaran dari rentang waktu sebuah plasma akan tetap berada
didalam kubus bersisi 10cm jika pengurungan tidak dilakukan

18. dari seluruh hydrogen dalam larutan 0,030 0% massany adalah deuterium . larutan
memiliki volume 317 juta 3 (a) jika fusi nuklir dapat terkendali dan seluruh deuterium
4
dalam larutan mengalami reaksi fusi menjadi 2 berapa banyak energy (dalam joule )
yang akan dilepaskan ? (b) bagaimana jika ? penggunaan daya diseluruh dunia adalah
7,00 x 1012 w jika konsumsi tersebut 100 kali lipat lebih besar berapa tahun energy yang
dihasilkan dibagian (a) dapat bertahan ?

19. telah disimpulkan bahwa reactor fusi aman dari bahaya ledakan karena
energy plasma tidak cukup besar untuk mengakibatkan kerusakan (a) pada
tahun 1992 , reactor TFTR mencapai suhu ion 4,0 x108 k , kerapatan ion 2,0
x 1013 3 dan waktu pengurungan 1,4 s hitunglah besarnya energy yang
disimpan dalam plasma dari reactor TFTR (b) berapa kilogram air yang
dapat didihkan oleh energy tersebut ? ( volume plasma dari reactor adalah
sekitar 503 )

20. soal tinjauan untuk mengurung plasma stabil kerapatan energy magnetic dalam
medan magnetnya ( persamaan 32.14 ) harus melebihi tekanan 2nk dari plasma
sebesar 10 kali lipatnya asumsikan bahwa waktu pengurungan T = 1,00 S (a) gunakan
kriteria lewson untuk menentukan kecepaatan lon yang dibutuhkan untuk reaksi D- T
(b) berdasarkan criteria suhu penyalaan tentukan tekanan plasma yang diperlukan (c)
tentukan besarnya medan magnet yang diperlukan untuk mengurung plasma

21. cari besarnya inti 6 dan 7 yang terdapat dalam 2,00kg litium ( kelimpahan alami
6 adalah 7,5 % sisanya adalah 7
22. salah satu prediksi lama untuk masa depan adalah memiliki reactor fusi yang dapat
menghasilkan energy untuk memisahkan molekul dalam sampah menjadi atom atom
terpisah dan lalu mengionisasikan atom atom tersebut . bahan ini dapat dimasukkanke
dalam spectrometer massa besar sehingga sampah tersebut dapat diubah menjadi
sumber unsur unsur isotop murni yang baru inilah tambang dimasa depan .asumsikan
massa atom rata rata adalah 56 dan muatan rata rata adalah 26( perkiraan ini cukup
tinggi dengan mempertimbangkan semua materi organik yang ada)pada arus 1,00 MA
berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk memproses 1,00 metrik ton sampah ?

45.5 KERUSAKAN AKIBAT RADIASI

23 .sebuah bangunan telah terkontaminasi oleh bahan radioaktif bahan dengan waktu paruh
90
terlama adalah strontium - 90 ( 38 memiliki massa atom 89, 907 7 u dan waktu paruh 29,1
tahun bahan ini sangat berbahaya karena akan menggantikan kalsium dalam tulang )
asumsikan bahwa bangunan pada awalanya mengandung 5,00 kg bahan tersebut
terdistribusi merata ( situasi yang sangat kecil kemungkinanya ) dan tingkat keamanannya
sangat didefenisikan sebagai kurang dari 10,0 peluruhan / menit ( sangat kecil bila
dibandingkan dengan radiasi latar ) berapa lama bangunan tersebut berstatus tidak aman ?

24. soal tinjauan . sumber radioaktif menghasilkan 100mrad sinar Gamma 2 MeV perjam
pada ajarak 100 m (a) berapa lama seseorang dapat bertahan pada jarak tersebut sebelum
akhirnya terakumulasi dosis 1 rem dalam tubuhnya . (b) bagaimana jika ? asumsikan
sumber radioaktifnya adalah sumber titik .pada jarak berapakah seseorang akan menerima
dosis 10,0 mrad/jam ?

25 . teknisi sinar X menerima rata rata delapan sinar X per harinya dengan disis sebesar 5
rem / tahun (a) perkirakan dosis dalam rem per foto sinar X yang diambil (b) bagaimana
perbandingan paparan teknisi ini jika dibandingkan dengan radiasi latar tingkat rendah

26. ketika sinar gamma mendatangi sebuah bahan intensitas sinar gamma yang melewati
bahan akan bervariasi kedalaman X seiring l (x) = l 0 dimana adalah koefisien
absorpsi dan 0 adalah intensitas radiasi pada permukaan bahan . untuk sinar gamma 0,400
MeV didalam timbal koefisien absorpsinya adalah 1,59 1 (a) tetntukan tebal paruh (
ketebalan timbale yang dapat mengabsorpsi setengah dari sinar gamma yang datang ) (b)
berapa ketebalan yang dibutuhkan untukmengurangi radiasinya dengan faktor 104 ?
27. seorang teknisi cerdas sedang memanaskan air untuk kopinya menggunakan sebuah
mesin sinar X jika mesin menghasilkan 10,0 rad/s berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk
menaikkan suhu secangkir air sebesar 50,0 c ?28. soal tinjauan bahaya yang ditimbulkan
sinar gamma berdosis tinggi terhadap tubuh manusia bukan karena besarnya energy yang
terabsorpsi tetapi karena sifat mengionisasi dari radiasi sebgai ilustrasinya , hitunglah
kenaikan suhu yang diakibtkan oleh dosis mematikan 1000 rad yang diserap hanya
sebagai energy dalam gunakan kalor jenis makhluk hidup sebesar 4186 j/kg c

29. Technetium - 99 digunakan dalam prosedur diagnosis tertentu . asumsikan 1,00 X


108 g 99 disuntikkan ke seorang pasien 60,0 kg dan setengah dari sinar gamma 0,140
MeV akan terabsorpsi oleh tubuh tentukan dosis radiasi total yang diterima pasien

30. Storntium - 90 dari proyek percobaan bom nuklir masih dapat dijumpai
di dalam atmosfer tiap peluruhan 90 melepaskan energy 1,1 MeV kedalam
tulang seseorang yang kalsiumnya telah tergantikan oleh strontium .
asumsikan seseorang dengan berat 70,0 kg menerima 1,00 90 dari susu
terkontaminasi .hitunglah laju dosis yang terabsorpsi ( dalam j/kg )selama
satu tahun gunakan waktu paruh 90 sebesar 29,1 tahun

45.6 DETEKTOR RADIASI

31. dalam suatu tabung Geiger , tengangan antar elektrodenya adalah 1,oo
KV dan pulsa arusnya menggosongkan sebuah kapasitor 5,00 pf(a)
berapakah penguatan energy dari alat ini pada elektron 0,500 MeV (b)
berapa banyak elektron yang masuk ke dalam longsoran yangdisebabkan
oleh electron awal tunggal ?

32. asumsikan sebuah tabung fotomultiplier ( figure 40.12 ) yang memiliki


tujuh denode dengan potensial 100, 200, 300, 700 V . energy rata rata
yang dibutuhkan untuk membebaskan sebuah electron dari permukaan
dinoda adalah 10,0 eV . asumsikan bahwa hanya satu electron yang datang
dan tabungnya memiliki efisiensi 100% (a) berapa banyak electron yang
akan dibebaskan pada dinode pertama ? (b) berapa banyak electron yang
terkumpul pada denode terakhir ? (c) berapa energy yang tersedia bagi
pencacah untuk setiap electron ?
33. (a) nenek anda menceritakan bagaimana ketika anak anak , inu anda ,
bibik anda dan paman anda membanting pintu rumah secara terus menerus
ketika mereka berlari dari rumah kehalaman belakang. rentang waktu antara
satu bantingan pintu dengan yang lain bervariasi tetapi laju rata rata pintu
tetap konstan yaitu 38,0 /jam hingga fajar sampai menjelang malam setiap
hari selama musim panas jika laju bantingannya mendadask turun menjadi
nol maka anak itu akan menemukan sarang bayi tikus atau menemukan
kegiatan lainnya yang membutuhkan pengawasan orang dewasa. berapa
lamasetelah bantingan pintu saat orant tua akan menunggu sebelum
meninggalkan pekerjaan ? jelaskan jawaban anda (b) seorang siswa yang
ingimengukur waktu partuh sebuah radioaktif menggunakan sampel kecil
pencacahab geiger tersebut menghasilkan bunyi yang terdistribusi dalam
waktu alat tersebut mencatat 372 hitungan dalam rentang waktu 5,00menit
dan 337 hitungan selama 5,00 m3nit berikutnya tingkat latarnya rata- rata
15/menit carilah nilai yang memungkinkan untuk waktu paruhnya ? (c)
perkirakan ketidakpastian dalampenentuan waktu paruh ? jelaskan

45.7 BERBAGAI KEGUNAAN RADIASI

34. selama pembuatan kompenen mesin baja besi radioaktif ( 59 )


ditambhkan ke dalam massa total 0,200kgkompenan tersebut diletakan
kedalam sebuah mesin pengujian ketika aktifitas isotopnya adalah 20,0
setelah 1000 jam waktu berlalu sebagian oli yang melumasi mesin dibuang
dari mesin dan diamati mengandung 59 yangakan menghasilkan 800
disintegrasi menit/liter oli volume total oli adalah 6,50 liter hitunglah
massa total yang hilang dari kompenen mesin /jam ( waktu paruh 59
adalah 45,1 hari )

35. pada suatu waktu masa lalu atau masa depan anda mugkin masuk
kerumah sakit untuk melakukan pemindaian PET .PET adalah position
emission tomography dalam prosedurnya sebuah unsur radioaktif
yangmengalami + disuntikan kedalam tubuh anda peralatan ini kemudian
akan mendeteksi sinar gamma yang dihasilkan dari peleyapan pasangan
ketika positron dipancarkan bertemu dengan electron dalam tubuh.
andaikan anda menerima suntikan glukosa yang mengandung 1010 atom
14 Asumsikan oksigen terdistribusi merata melalui 2L darah selama 5
menit . berapa tingkat besaran dari aktivitas atom oksigen dalam 13
darah ?

36. anda ingin mengetahui berapa banyak atom isotop 65 yang


terkandung dalam sampel bahan yang kecil anda menembaki sampel
dengan neutron untuk memastikan 1% dari inti tembaga mengabsorpsi
sebuah neutron setelah mematikan fluks neutronya dan kemudian
menggunakan detector dengan efisien tinggi untuk memantau radiasi
gamma yang keluar dari sampel . asumsikan bahwa setengah inti 66
memancarkan sinar gamma 1,04 MeV dalam proses peluruhan ( sebagian
laiinya meluruh kebagian dasar 66 ) jika setelah 10 menit ( dua waktu
paruh ) anda mendeteksi energy foton sebesar 104 MeV Pada 1,04 MeV (a)
berapa banyak atom 66 dalam sampel ? (b) asumsikan sampelnya
mengandung tembaga alami . berdasarkan daftra kelimpahan isotop dalam
table A.3 perkirakan massa total tembaga dalam sampel

37. analisis aktivitas neutron metode analisis kimia pada tingkat isotop .
ketika sebuah sampel disinari oleh neutron atom radioaktif akan meluruh
(a) asumsikan bahwa salah satu jenis inti radioaktif dihasilkan pada laju
kosntan R dan akan meluruh secara radiaktif konvensional jika penyinaran
dimulaI pada waktu t = 0 tunjukkan bahwa jumlah atom radioaktif yang
terakumulasi pada waktu t adalah


N= ( 1 e v ) (b) berapa jumlah maksimum atom radioaktif yang dapat

dihasilkan ?

38. bom nuklir yang dijatuhkan di hirosimah 6 agustus 1945 melepaskan


energy 5 x 1013 yang setara dengan energy yang dilepaskan 12000 ton
235
TNT fisi satu ini 92 melepaskan rata rata 208 MeV . perkirakan (a)
235
jumlah inti yang mengalami fisi saat bom meledak (b) massa dari 92

39. detonasi karbon adalah reaksi nuklir dahsyat yang secara temporer yang
menyebabkan dalam inti bintang besar terbelah saatbintang itu terlihat tua .
ledakan tersebut dihasilkan fusi karbon yang membutuhkan suhu 6 X 108 K
untuk dapat mengatasi gaya tolak menolak coulomb yang kuat diantara
inti karbon (a) perkirakan batasan tolak menolak untuk fusi ini
menggunakan suhu yang dibutuhkan untuk fusi karbon ( dengan kata lain ,
berapa energy kinetic rata- rata inti karbon pada 6 X 108 K ) (b) hitunglah
energy ( dalam MeV ) yang akan dilepaskan dalam setiap reaksi
pembakaran karbon berikut ini

12 + 12 20 + 4

12 + 12 24 +

(c) hitunglah energy ( dalam kwh )yang dipancarkan ketika 2,00kg karbon
sepenuhnya mengalami fusi menurut reaksi yang pertama

40. soal tinjauan sebuah inti dalam keadaan diam secara spontan membelah
menjadi dua fragmen bermassa 1 dan 2 tunjukkan bahwa bagian energy
kinetic total yang dibawah oleh bagian 1 adalah :

1 2 2 2
= dan bgaian 2 adalah = dengan
1+2 1+2

mengamsumsikan bahwa koreksi relaktivistik dapat diabaikan ( jika inti


induknya bergerak sebelum peluruhan maka hasil fisi fisinya akan
tetapmebagi energy kinetic seperti yang ditunjukkan asalkan semua diukur
dengan kerangka acauan pusat massanya dimana momentum total
sistemnya nol )

236
41. sebuah inti 92 yang diam secara spontan terbelah menjadi dua
87 149
fragmen utama 35 dan 57 (a) hitung energy diitergrasinya massa atom
87
yang diperlukan adalah 86,920 711 u untuk 35 148,934 370 u untuk
149 236
57 dan 236, 045 562 u untuk 92 (b) bagaimana pembagian energy
disintergrasinya dengan dua fragmen utama ,anda boleh menggunakan
jawaban dari soal 40 (c) hitung kelanjutan setiap fragmen tepat setelah fisi
terjadi

42. bandingkan bagian energi yang hilang dalam reaksi fisi 235 dengan
bagian energy yang hilang dengan fusi D T
43. waktu paruh tritium adalah 12,3 tahun jika reasksi fusi TFTR
mengandung 50,0 3 tritium pada kerapatan yang sama dengan 2,00 X
1014 ion / 3 berapa curie tritium yang berada dalam plsma ? bandingkan
nilai ini dengan cadangan fisi ( perkirakan persedian bahan yang dapat
mngalami fisi ) 4 x 1010 CI.

44. soal tinjauan sebuah neutron yang sangat lamban ( dengan kelajauan
yang diperkirakan sama dengan nol ) dapat memulai reaksi

4
1
0 + 105 2
3 + He
2

partikel alfanya bergerak menjauh dengan kelajuan 9,25 x 106 m/s hitung energy kineteik
inti litium gunakan persamaan nonrelativistik

45. soal tinjauan sebuah pembangkit listrik tenaga nuklir beroperasi menggunakan energy
yang dilepaskan dalam fisi nuklir untuk mengubah air 20 c menjadi uap 400 c berapa
banyak air secara toritis yang dapat diubah menjadi uap dengan fisi sempurna dari 1,00 g
235 pada tingkat 200 MeV/ fisi ?

46. soal tianjauan sebuah pembangkit listrik tenaga nuklir yang beroperasi menggunakan
energy yang dilepaskan untuk mengubah air pada Tc menjadi uap pada Th berapa banyak air
secara toritis yang dapat diubah menjadi uap dengan fisi sempurna dari 235 pada bermassa
m 200 MeV/ fisi ?

47. kira kira 1dari setiap 3 300 molekul air mengandung satu atom deuterium (a) jika semua
inti deuterium dalam 1 liter air mengalami fusi secara berpasangan menurut reaksi fusi

DD 2 + 2 3 + n + 3,27 MeV berapa banyak energy dalam joule yang


dihasilkan ? (b) bagaimana jika ? membakar mesin kira kira 3,40 X 107 J / L bandingkan
energy yang diperoleh dari fusi deuterium dalam satu liter air dengan energy daripembakaran
satu liter bensin .

48. soal tijauan .bom nuklir p[ertama merupakan fisi dari massa plutonium 239 diledakan
pada tes trinity sebelum fajar tanggal 16 juli 1945 , di alamagordo new mexsico enrico Fermi
bereada 14 km jauhnya berbaring ditanah dengan bom tgersebut dibelakanganya , setelah
seluruh langit menyala dengan dengan kecerlangan yang tak terbayangkan , Fermi berdirti
dan mulai menjatuhksan lembaran lembaran kertas ke tanah awalnya kertas kertas jatuh
pada udara yang tenang dan hening kekaki Fermi ketika gelombang kejut lewat kira kira 40
s setelah ledakan kertas kertas tersebut kemudian terbang sekitar 5 cm menjauh dari titik
ledakan ( a) asumsikan bahwa gelombang kejut dalam udara merambat sama kesegala arah
tanpa absorpsi . cari perubahan volume pada bola dengan jari jari 14km ketika
bolamengembang sebesar 5cm . (b) cari usaha p yang dilakukan oleh udara dalam bola
tersebut pada lapisan udara berikutnya yang berada lebih jauh dari pusat . (c) asumsikan
bahwa gelombang kejut membawa energy kira kira sepersepul;uh dari energy ledakan (d)
satu ton TNT meledak melepaskan 4,2 gj energy berapa tingkat besarnya dari energy tes
trinity dalam satuan ton TNT ? kemudian tampak awan berbentukseperti jamur saat fajar
menyingsing pengetahuan Fermi yang diperoleh seketika itu juga mengenai kekuatan bomnya
ternyata sesuai dengan yangdihitung berhari hari setelahnya menggunakan amalisis
pengukuran yang sangat rumit

49. suatu pembangkit listrik tenaga nuklir menghasilkan energi dalam pada laju 3,065GW
dan menghantarkan energy keluar pembangkit dengan cara transmisi pada laju 1,000GW dari
energy energy yang terbuang 3,0 % ke atmosfer dan sisanya dibuang kesungai hukum
dinegara bagian AS melarang air kesungai dipanaskan lebih dari 3,50 c saat dikembalikan
kesungai (a) tentukan banyaknya air pendingin yang diperlukan( dalam kg/ jam dan 3/
) untuk mendinginkan pembangkit tersaebut (b) asumsikan reaksi fisinya menghasilkan 7,80
X 1010/ G 235U tentukan laju pembakaran bahan bakar 235U ( dalam kg /jam )

210
50. polonium 210 ( 84 ) yang memancarka alfa digunakan dlam sumber energy nuklir
dalam sebuah pesawat luar angkasa tetntukan daya dari awal sumber tersebut asumsikan
sumber tersebut mengandung 0,155kg 210 dan efisiensi konversi energy peluruhan
radioaktif menjadi energy ayng dihantarkan oleh trasmisi listrik adalah 1,000 %

51. uranium harus diproses untuk menghasilkan uranium yang kaya 235U untuk bom dan
pembangkit listrik . prosesnya menghasilkan sejumlah besar 238 u hampir murni sebagai
hasil sampingan yang disebut uranium kosong oleh karena rapat massanya yang sangat
tinggi uranium tersebut digunakan dengan selongsong arteleri penembus pelindung (a) cari
dimensi sisi dari kubus 238 bermassa 70,0kg (b) isotop 238 memiliki waktu paruh 4,47 x
238
109 tahun ketika satu inti meluruh dimulailah suatu reaksi neto 92 8 ( 42) + 6
0 206
1) + 82 + + cari energy peluruhnya (c) berikan pendapat bahwa sampel
radioaktif dengan laju peluruhan memiliki daya keluaran = (d) bayangkan senuah
selongsong arteleri dengan lapisan 238 bermassa 70,0kg cari daya keluarannya akibat
radioaktivitas uranium , asumsikan selongsong cukup tua sehingga mencapai keadaan tunak
.nyatakan daya dalam joule/ tahun (e) bagaimana jika ? seorang prajurit berusia 17 tahun
dengan massa 70,0kg bekerja di dalam sebuah gudang peluru dimana peluru banyak disimpan
asumsikan paparan radiasinya terbatas hingga 5,00 / tahun cari penyerapan energy radiasi
prajurit tersebut dalam J/tahun . asumsikan bahwa factor RBE rata rata 1,10

52. sebuah neutron 2, 0 MeV diemisikan dalam reactor fisi jika ia kehilngan setengah energy
kinetic dalam setiap tumbukan dengan sebuah atom berapa banyak tumbukan yang
dialaminya agarmenjadi atom termal dengan energy 0,39 eV ?

53. sebuah deuteron dan sebuah triton berada dalam keadaan diam ketika mengalami fusi
menurut reaksi : 21 + 31 4
2 + 10 + 17,6 MeV Tentukan energy kinetic yang diperoleh
neutron

54. sebuah kapsul yang disegel dan mengandung fospor 32 ( 32


15 ) sebuah pemancar
1

ditanam kedalam tumor seorang pasien . energy kinetic rata rata dari partikel - patikel
betanya adalah 700 KeV, aktifitas awalnya adalah 5,22 MBq. tentuka dosis selama periode
10,0 hari asumsikan partikel beta dengan massa 100g

55. (a) hitung energy yang dilepaskan jika 1,00 kg 239 mengalami fisi sempurna dan
energy yang dilepaskan fisi adalah 200 MeV (b) hitung energy yang dilepaskan dalam reaksi
fusi deutretium tritium 21 + 31 4
2 + 10 (c) hitung energy yang dilepaskan 1,00 kg
batu bara jika setiap reaksi C + 2 = c 2 Menghasilkan 4,20 eV (e) tulis keuntungan dan
kekurrangan setiapmetode tersebut

56. matahari meradiasikan energy pada laju 3,77 x 1026 w jika reaksi :

4 ( 11 +2( 10 ) 4
2 +2v+

telah mencakup semua energy yang dilepaskan hitung jumlah proton yang mengalami fusi
perdetiknya

57. perhatikan dua reaksi nukli berikut ini :

(1) A + B C+ E

(2)C+D F+G
(a) . tunjukkan bahwa untuk kedua reaksi ini Qnet = Q1 + Q2 identik dengan energy
disentrigasi untuk rasksi A+B+D E+ F+G

(b) satu reaksi dalam siklus proton proton dalam inti matahari :

1
1 + 11 2
1 + 10 + v

0
1 + 10 2v

1 3
1 + 21 2 e +v

1
1 + 32 e 42 + 10 + v

0
1 + 10 2v

berdasarkan bagian (a) berapa Qnet untuk reeaksi ini ?

58. misalkan sasaran dalam reactor fusi berdiameter 1,50 X 104m dan memiliki kecepatan
0,200g/cm 3 asumsikan bahwa setengah dari intinya 2H dan setengahnya lagi 3H (a) jika
1,00 % dari pulsa laser berenergi 200 kj berapa suhu yang dicapai bola (b) berapa jumlah
yang dilepaskan

59. selain siklus siklus proton yang dijelaskan dibab ini siuklus dimana energy dilepaskan
didalam bintang diubah dari hydrogen menjadi helium rangkaian reaksinya jika siklus proton
memerlukan suhu 1,5 X 107 K berapa suhu yang diperlukan siklus karbon

60. ketika foton melewati suatu bahan intensitas I dari sinar berkurang secara eksponesial
dimana Io adalah intensitas sinar yang datang I adalah intensitas yang melewati ketebalan X
konstanta yang dikenal dengan u sebagai koefisien linier yang nilainnya bergantung pada
materi dan panjang gelombang fotonnya . ketergantungan panjang gelombang yang tidak
diinginkan oleh sinar x yang spektrumnya lebar (a) dua sinar x dengan panjang gelombang
1 dan 2 dengan intensitas sinar datang yang sama besar melewati keeping logam yang sama
(b) hitunglah rasio sinar yang keluar

61. bom (a) pada waktu t = 0 sebuah sampel uranium dipaparkan oleh sebuah neutron yang
menyebabkan sebanyak N0 inti mengalami fisi sampel tersenut berada dalam superkritis
dengan konstanta K> 1 tunjukkan bahwa total kumulatif fisi N

N = N0 (k n+1- 1)
jawaban kuis cepat

45.1 (a) hal ini adalah satu satunya hasil kelompok dimana keempatnya memenuhi kondisi
bahwa nomoratom bertambah 92dan nomor massa bertambah 234

45.2 (b) menurut figure 44.4 rasio bertambah dengan naiknya Z akibatnya ketika inti berat
mengalami fisi dengandua inti yang lebih ringan cenderung terlalu banyak memiliki neutron
peluruhan beta dimana electron dikelurkan dan mengurangi jumlah neutron dan menambah
jumlah proton untuk menstabilkan inti

45.3 (a)dan (b) dalam kedua kasus ini Z dan A seimbang dalam kedua keadaan dalam reaksi
(c) Z kiri = Z kanan tetapi A kiri tidak sama dengan A kanan

45.4 (b) tumbukan neutron dengan inti moderator memperlambat gerakan neutron

45.5 (a) untuk mengurangi nilai K dibutuhkan lebih banyak neutron yang harus di absropsi
sehingga volume intireaktor harus lebih besar

45.6 (b) figure 44.5 menunjukkan bahwa kurva yang merepentasikan energy ikat per nucleon
mencapai titik tertingginya pada A = 60 akibatnya menggabungkan duabinti dengan nilai A
> 60 yang sama yang mengakibatkan bertambahnya massa sehingga reaksi fusi takkan terjadi