Anda di halaman 1dari 13

LAPORAN KUNJUNGAN PROYEK

PEMBANGUNAN TRANSMART DI KAWASAN


PERUMAHAN GRAHA RAYA BINTARO,
TANGERANG SELATAN

DI SUSUN OLEH :

Ariska Andreani 41115010001


Ferdian Susilotomo 41115010051
Nara Pandan Maurizka 41115010024

Universitas Mercu Buana Jakarta


Fakultas Teknik
Program Studi Teknik Sipil
Tahun Akademik
2016 / 2017
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT karena dengan rahmat, karunia,
serta taufik dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan ini dengan baik meskipun banyak
kekurangan didalamnya. Dan juga kami berterima kasih pada Ir. Desiana Vidayanti, MT,
selaku Dosen Mekanika Tanah II yang telah memberikan.
Kami sangat berharap laporan ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan serta
pengetahuan kita mengenai mata kuliah mekanika tanah II. Kami juga menyadari sepenuhnya
bahwa di dalam laporan ini terdapat kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Oleh sebab itu,
kami berharap adanya kritik, saran dan usulan demi perbaikan laporan yang telah kami buat
di masa yang akan datang, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna.
Semoga laporan ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya. Sekiranya laporan
yang telah disusun ini dapat berguna bagi kami sendiri maupun orang yang membacanya.
Sebelumnya kami mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan
dan kami memohon kritik dan saran yang membangun dari Anda demi perbaikan laporan ini
di waktu yang akan datang.

Jakarta, 20 Desember 2016

Penyusun
BAB I
PENDAHULUAN

I. LATAR BELAKANG

Mahasiswa memerlukan pengetahuan tentang bagaimana dunia


lapangan kerja yang sesungguhnya. Karena banyaknya lapangan kerja yang
membutuhkan tenaga kerja dengan berbagai keahlian dan terkadang mata kuliah
yang di ajarkan di dalam kelas terasa kurang cukup, maka untuk
menyeimbangkan mata kuliah yang telah di ajarkan. Mahasiswa perlu terjun
langsung ke lapangan, untuk melihat secara langsung penggunaan dan penerapan
Teknik Sipil di dalam dunia pekerjaan dan perindustrian
Analisis Stabilitas lereng ditunjukan untuk mendapatkan angka faktor
keamanan dari suatu bentuk lereng tertentu. Dengan diketahuinnya faktor
keamanan memudahkan pekerjaan pembentukan / perkuatan lereng untuk
memastikan apakah lereng yang telah dibentuk mempunyai reseiko longsor atau
cukup stabil.

Oleh karena itu, Kami bekerja sama dengan perusahaan yang bergerak
di bidang konstruksi, pada kesempatan kali ini kami memilih PT. Pembangunan
Perumahan yang sedang melakukan konstruksi proyek Pembangunan Transmart.
Sehingga mahasiswa pun memiliki pandangan kedepannya tentang pembuatan
lereng di dalam dunia kerja. Selain itu dapat dijadikan pandangan untuk mencari
sebuah lapangan pekerjaan. Dalam sudut pandang yang lain, pembelajaran kasus
ini juga bertujuan untuk memperkenalkan mahasiswa Program Studi Teknik
Sipil, Fakultas Teknik Universitas Mercu Buana dalam dunia Teknik Sipil yang
sebenarnya.
II. TUJUAN

1. Untuk lebih memahami kasus yang sedang berlangsung .


2. Untuk menilai kemungkinan terjadinya kelongsoran yang melibatkan
lereng alam atau lereng buatan .
3. Untuk menganalisa kelongsoran dan untuk memahami kesalahan
mekanisme dan pengaruh dari faktor lingkungan.
4. Untuk mempelajari efek atau pengaruh dari beban gempa pada lereng dan
tanggul .

III. PROFIL PERUSAHAAN

PT Pembangunan Perumahan (Persero)Tbk, disingkat PT PP


(Persero).Tbk namun lebih populer dipanggil PT PP atau PP saja, adalah salah
satu BUMN yang bergerak di bidang perencanaan dan konstruksi bangunan (real
estate). Perusahaan ini berdiri tanggal 26 Agustus 1953 dengan
nama NV Pembangunan Perumahan. Namanya berganti menjadi PN
Pembangunan Perumahan melalui Peraturan Pemerintah No 63 tahun 1960.
Berdasarkan Peraturan Pemerintah RI no. 39 tahun 1971 statusnya berubah
menjadi PT Pembangunan Perumahan (Persero).
Sebagai suatu BUMN, mayoritas (51%) kepemilikan saham PT PP dipegang
oleh Pemerintah Republik Indonesia dan sisanya (49%) dipegang karyawan dan
manajemen PT PP. Sejak IPO, mayoritas (51%) saham dipegang pemerintah,
21,4% saham publik dan 27,6% saham dipegang karyawan dan manajemen PT
PP.
Bidang usaha utama BUMN ini adalah pelaksana konstruksi bangunan gedung
dan sipil. PT PP juga mengerjakan bidang usaha terkait lainnya, seperti
manajemen gedung, pengembangan properti dan realti
BAB II
PEMBAHASAN

I. LANDASAN TEORI
Lereng adalah permukaan bumi yang membentuk sudut kemiringan tertentu dengan
bidang horizontal Lereng dapat terbentuk secara alamiah karena proses geologi
ataukarena dibuat oleh manusia. Lereng yang terbentuk secara alamiah misalnya lereng
bukitdan tebing sungai, sedangkan lereng buatan manusia antara lain yaitu galian dan
timbunanuntuk membuat jalan raya dan jalan kereta api, bendungan, tanggul sungai dan
kanal sertatambang terbuka.Suatu longsoran adalah keruntuhan dari massa tanah yang
terletak pada sebuahlereng sehingga terjadi pergerakan massa tanah ke bawah dan ke luar.
Longsoran dapatterjadi dengan berbagai cara, secara perlahan-lahan atau mendadak serta
denganataupun tanpa tanda-tanda yang terlihat.Setelah gempa bumi, longsoran
merupakan bencana alam yang paling banyak mengakibatkan kerugian materi maupun
kematian. Kerugian dapat ditimbulkan oleh suatulongsoran antara lain yaitu rusaknya
lahan pertanian, rumah, bangunan, jalurtransportsi serta sarana komunikasi.Analisis
kestabilan lereng harus berdasarkan model yang akurat mengenai kondisimaterial bawah
permukaan, kondisi air tanah dan pembebanan yang mungkin bekerja padalereng. Ini
adalah macam macam lereng :

1. Lereng Alam (Natural Slopes)


Lereng alam terbentuk karena proses alam. Gangguan terhadap
kestabilan terjadi bilamana tahanan geser tanah tidak dapat mengimbangi
gaya-gaya yang menyebabkan gelincir pada bidang longsor. Lereng alam
yang telah stabil selama bertahun-tahun dapat saja mengalami longsor akibat
hal-hal berikut :

1) Gangguan luar akibat pemotongan atau timbunan baru.

2) Gempa.

3) Kenaikan tekanan air pori (akibat naiknya muka air tanah) karena hujan
yang berkepanjangan, pembangunan dan pengisian waduk, gangguan pada
sistem drainase dan lain-lain.

4) Penurunan kuat geser tanah secara progresif akibat deformasi sepanjang


bidang yang berpotensi longsor.

5) Proses pelapukan.
Pada lereng alam, aspek kritis yang perlu dipelajari adalah kondisi geologi dan
topografi, kemiringan lereng, jenis lapisan tanah, kuat geser, aliran air bawah
tanah dan kecepatan pelapukan.

2. Lereng Buatan (Man Made Slopes)


Lereng buatan dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu :

Lereng buatan tanah asli / lereng galian (Cut Slope)


Lereng ini dibuat dari tanah asli dengan memotong dengan kemiringan
tertentu. Untuk pembuatan jalan atau saliran air untuk irigasi. Kestabilan
pemotongan ditentukan oleh kondisi geologi, sifat teknis tanah, tekanan air
akibat rembesan, dan cara pemotongan.

Lereng Buatan Tanah yang Dipadatkan/lereng timbunan (Embankment)


Tanah dipadatkan untuk tanggul-tanggul jalan raya, bendungan, badan
jalan kereta api. Sifat teknis tanah timbunan dipengaruhi oleh cara
penimbunan dan derajat kepadatan tanah.

Klasifikasi Longsor
Suatu keruntuhan teknis yang paling umum adalah longsornya suatu
galian atau timbunan. Apabila terjadi suatu longsoran dalam tanah lempung,
seringkali didapat merupakan sepanjang suatu busur lingkaran. Busur
lingkaran ini dapat memotong permukaan lereng, melalui titik kaki lereng
(toe) atau memotong dasar lereng (deep seated) dan menyebabkan
II. STUDI KASUS

2.1 Kondisi Lapangan


Proyek yang kami kunjungi berada di kawasan perumahan Graha Raya
Bintaro samping Mcdonalds.Kecamatan Serpong Utara , Kelurahan Paku Jaya , Kota
Tangerang Selatan , Provinsi Banten. Proyek tersebut dipegang oleh PT Pembangunan
Perumahan (Persero) dengan kepala proyek bapak Fauzi. Proyek tersebut akan
membangun sebuah supermarket Transmart 4 lantai dengan 2 basement dan 3 lantai
atas, proyek tersebut akan rampung 265 hari lagi saat kami berkunjung pada tanggal 6
Desember 2016.
Pada saat kami berkunjung kondisi nya masih dalam tahap pembangunan basement 2
lantai

2.2 Kasus yang didapat di proyek


Kasus yang kami dapat saat berkunjung, karena tugas kami adalah belajar
mengenai stabilitas lereng maka kami meneliti tentang keadaan lereng di dalam
proyek tersebut. Dari pengamatan di proyek yang kami lakukan terdapat lereng yang
longsor, penyebab nya adalah karena curah hujan yang tinggi sehingga membuat
tanah yang berada di permukaan jenuh sedangkan yang di bawah nya tidak dan
membuat tanah tersebut bergerak dan longsor. Pencegahan dan penanggulangan nya
yang dilakukan berdasarkan yang kami tanyakan kepada kepala proyek, yang
dilakukan adalah dengan memotong sebagian lereng dan mengangkat tanah tersebut
keatas. Penyegahan yang dilakukan adalah dengan menutupi bagian lereng dengan
terpal dan mengepret lereng tersebut.

3.1 Data
Kami tidak mendapatkan data secara lengkap, karena pihak kontraktor tidak memiliki
data soil.
BAB III
PENUTUP

4.1 Kesimpulan
Dari apa yang telah kami lakukan di proyek dan yang kami pelajari bahwa
stabilitas lereng itu memiliki kondisi yang berbeda-beda di berbagai tempat
dan memiliki banyak factor factor yang mempengaruhi nya. Metode
metode, penyegahan dan penaggulangan nya yang dilakukan pun berbeda
sesuai dengan di lapangan. Kondisi lereng yang kami dapat di proyek
pembangunan Transmart sudah bagus, hanya saja ada sebagian sisi nya yg
mengalami longsor tetapi tidak terlalu parah pencegahan yang dilakukan
hanya dengan memotong sebagian tanah dan mengangkatnya keatas tidak
menggunakan metode khusus.

4.2 Lampiran