Anda di halaman 1dari 2

EBOLA

EBOLA
Causa Ribonucleic acid (RNA) bersntai negatif
Sifat agen Dapat bertahan di luar tubuh penderita selama beberapa hari
Virus ebola stabil pada suhu 20C tetapi menjadi inaktif pada suhu 60 selama 30 menit
Virus ebola dapat inaktif olah sinar ultraviolet, sinar gamma, pelarut lemak, beta propiolakton serta
desinfektan seperti hipoklorit dan fenol

Gejala klinis (a) a. Pada Hewan :


hewan Primata non manusia merupakan inang incidental. Sebelum mati, hewan yang rentan tersebut
menunjukkan gejala klinis berupa muntah, diare, bulu rontok dan kekurusan serta terjadi pendarahan dari
lubang hidung.
(b) manusia b. Pada Manusia
Masa inkubasi bervariasi yaitu antara 2-21 hari, namun sebagian besar antara 4-10 hari. Gejala klinis yang
muncul tidak spesifik dan hanya berupa demam ringan, nyeri kepala bagian depan, kelemahan tubuh dan
mialgia. Sebagian besar dari pasien merasakan nyeri di bagian dada, diare, muntah, kekeringan dan rasa
nyeri di tenggorokan, erupsi dan deskuamasi kulit.pasien dengan penyakit berat menunjukkan gejala
kegelisahan, kebingungan dan disusul dengan koma sebelum meninggal.
Cara penularan (a) Penularan dari manusia ke manusia melalui kontak langsung atau dekat dengan orang yang terinfeksi
Manusiamanusia pasien, dan terutama melalui kontak dengan darah dan cairan tubuh yang terinfeksi
(b)hewan b. Sebagian besar penularan ke manusia diakibatkan oleh kontak dengan hewan atau manusia dan bangkai
manusia hewan yang terinfeksi.
Cara Virus Ebola dan virus Filo dapat diinaktifkan dengan cara fisika seperti dengan pemanasan
penanggulangan menggunakan autoklaf dan secara kimiawi dengan menggunakan desinfektan. Virus Ebola
dilaporkan sensitif terhadap 2% natrium hipoklorit, 2% glutaraldehid, asam perasetat 5% dan 1%
formalin. Virus ini juga dapat diinaktivasi oleh sinar ultraviolet, radiasi gamma, 0,3%
betapropiolactone selama 30 menit pada 37C (98,6F), atau pemanasan sampai 60C (140F)
selama 1 jam.
Tidak ada vaksin untuk manusia atau hewan. Dengan tidak adanya pengobatan yang efektif dan
vaksin manusia, meningkatkan kesadaran akan faktor risiko infeksi Ebola dan tindakan
perlindungan yang dapat dilakukan individu adalah satu-satunya cara untuk mengurangi infeksi
manusia dan kematian.
Terapi suportif seperti rehidrasi dengan oral atau cairan intravena serta perlakuan sesuai dengan
gejala akan meningkatkan kesembuhan pasien . Untuk hewan yang terinfeksi biasanya dietanasi.