Anda di halaman 1dari 16

Pengertian Objek Biaya, Keterlacakan, dan Penelusuran (Akuntansi Manajemen)

Hallo temen-temen??? Pertama-tama gue ucapin trimakasih buat para pengunjung blog gue
:). Slamat datang di blog paling bermanfaat sedunia.
Dan gue doaian semoga orang-orang yang ngunjungin blog gue pada masuk surga semua, trs
selama hidupnya selalu di beri kemudahan, trs all the best deh buat kalian :D
Udah kaya ulang tahun aja ya ???.... Sorry ya klo penulis suka bercanda :)
Kembali lagi bersama gue muhamad pajar sidik, gue adalah seorang penulis blogger yang
ganteng dan baik hati :D cieeee.....
Di hari yang indah ini alhamdulillah gue bisa nulis artikel kembali, yang mudah-mudahan
artikel ini bisa bermanfaat buat kalian semua.
Kali ini gue bakalan nulis artikel tentang Pengertian Objek Biaya, Keterlacakan, dan
Penelusuran (Akuntansi Manajemen), Tanpa panjang lebar lagi yo check it out !

Objek Biaya (Cost Object)

Objek biaya adalah objek apapun, seperti :

Produk;

pelanggan;

departemen;

proyek;

aktivitas;

dan lain-lain.

Contoh :

Sebuah mobil adalah objek biaya jika kita ingin menentukan biaya yang dikeluarkan untuk
memproduksi sebuah mobil. Akhir-akhir ini, aktivitas sebagai objek biaya.

Misalnya :

Pemindahan bahan dan barang;

Pemeliharaan peralatan;

Perancangan produk;
Pemeriksaan Produk;

dan lain-lain.

Keterlacakan (tracebility)

Keterlacakan adalah kemempuan untuk membebankan biaya pada suatu objek biaya yang
layak secara ekonomis melalui suatu hubunga sebab akibat.

Biaya bahan langsung adalah biaya yang dapat dengan mudah dan akurat dilacak ke objek
biaya. Contoh : biaya bahan baku, biaya tenga kerja langsung.

Biaya tidak langsung adalah biaya yang tidak dapat dengan mudah dan akurat dilacak ke
objek biaya. Contoh : Biaya bahan tidak langsung, dan biaya tenaga kerja tidak langsung.

Penelusuran (Tracing)

Penelusuran adalah pembebanan biaya ke objek biaya dengan menggunakan ukuran yang
dapat diamati atas sumber daya yang dikonsumsi oleh objek biaya. Penelusuran biaya ke
objek biaya dapat terjadi melalui cara beriktu :

Penelusuran langsung, merupakan proses pengidentifikasian dan pembebanan biaya yang


secara khusus dan secara fisik berhubungan dengan suatu objek biaya. Biasanya dilakukan
melalui pengamatan secara fisik. Contoh : pengguanaan roda, suku cadang, dan upah tenaga
perakitan dalam menentukan produksi mobil.

Penelusuran tidak langsung, merupakan penggunaan penggerak untuk membebankan biaya


pada objek biaya. Penggerak merupakan faktor penyebab teramati yang mengukur konsumsi
sumber daya oleh objek. Walaupun tidak seakurat penelusuran langsung, namun jika
hubungan sebab akibatnya baik, maka tingkat keakuratan yang tinggi dapat diharapkan.

Penggerak sumber daya, mengukur permintaan daya ke aktivitas dan digunakan untuk
membebankan biaya sumber daya ke aktivitas. Contoh : untuk membebankan biaya sumber
daya listrik yang dikonsumsi oleh aktivitas pemeliharaan peralatan, digunakan penggerak
sumber daya yaitu jam mesin.

Penggerak aktivitas, mengukur permintaan aktivitas oleh objek biaya, dan digunakan untuk
membebankan biaya aktivitas ke objek biaya. Contoh : untuk membebankan biaya aktivitas
pemeliharaan peralatan ke objek biaya departemen produksi, digunakan penggerak aktivitas
yaitu jumlah jam kerja pemeliharan
Perilaku

Orang perlu memahami perilaku biaya karena perilaku tersebut dapat menjadi informasi yang sangat berguna untuk m
menunjang usaha perbaikan berkelanjutan, pengambilan keputusan taktis dan perhitungan harga pokok produk. Perilak
sebagai

biaya tetap,

biaya variabel

biaya semi variabel.

Sebagai catatan yakni penjelasan lebih jauh tentang biaya tetap, biaya variabel dan biaya semi variabel dapat di cari di Goo
kunci:
Referensi Anggaran - Perilaku dan kara

Pembebanan

Ada setidaknya dua persoalan dalam pembebanan biaya, yakni:

Keakuratan Pembebanan

Pembebanan biaya secara akurat pada obyek biaya adalah hal yang sangat penting. Pentingnya keakuratan pembeban
berapa biaya yang terjadi. Namun lebih didasarkan pada konsep relatif yang menyangkut kelogisan metode pembebanan b
mengukur dan membebankan seakurat mungkin biaya sumber daya kepada obyek biaya. Artinya bahwa apa yang dibeb
dikonsumsi.

Sebagai ilustrasi, misalnya kita ingin mengetahui beban biaya listrik sebuah departemen katakan saja departemen pela
Salah satu pendekatan adalah menghitung jumlah biaya listrik yang dikeluarkan oleh perusahaan dalam bulan terse
membaginya dengan jumlah departemen yang ada dalam perusahaan (10). Dengan pendekatan yang seperti itu, diperoleh
pelatihan mengkonsumsi listrik sebesar 10.000 pada bulan tersebut. Pedekatan lainnya adalah mencoba mengamati dan m
listik departemen pelatihan ternyata departemen pelatihan tidaklah menggunakan listrik sepanjang hari dan fasilitas yang
besar. Setelah dihitung ternyata konsumsi listrik departemen pelatihan dalam satu bulan tersebut adalah 7.500. Dengan demi
dibebankan biaya listrik sebesar 10.000 maka angka tersebut adalah angka yang tyerdistorsi oleh pola penggunaan

Pembebanan yang terdistorsi dapat menghasilkan evaluasi yang salah dan keputusan yang salah pula. Misalnya pimpi
perampingan organisasi dengan tetap mempertahankan divisi pemeliharaan atau menutupnya dan menyerahkan pada peru
yang akurat mengenai biaya yang dikeluarkan dan dikonsumsi oleh divisi pemeliharaan merupakan hal mendasar untuk a
lebih hitung dapat mengarah pada keputusan menutup divisi pemeliharaan dan menyerahkan pada perusahaan outsourchin
yang lebih akurat mungkin saja akan merekomendasikan hal yang sebaliknya. Bagaimanapun, pembebanan yang buruk terbu

Ketertelusuran Biaya

Hubungan antara biaya dan obyek biaya dapat digunakan untuk membantu meningkatkan keakuratan pembebanan
langsung maupun yang tidak langsung berhubungan dengan obyek biaya. Berdasarkan ketertelusurannya, biaya
yaitu, pertama, biaya langsung adalah biaya yang dapat dengan mudah dan akurat ditelusuri ke obyek biaya. Mudah ditelus
dapat dibebankan dengan cara seekonomis mungkin. Secara akurat ditelusuri berarti bahwa biaya dibebankan dengan men
Oleh karena itu arti dapat ditelusuri adalah kemampuan untuk membebankan biaya secara langsung pada obyek biay
memungkinkan dengan sarana hubungan penyebab. Semakin banyak biaya yang dapat ditelusuri, semakin aku
dilakukan. Kedua, biaya tidak langsung adalah biaya-biaya yang tidak dapat dengan mudah dan akurat ditelusuri ke obyek b

Metoda Pembebanan

Penelusuran berarti bahwa biaya-biaya dapat dibebankan dengan mudah dan akurat. Penelusuran adalah pembebanan
dengan menggunakan ukuran yang dapat diamati dari sumber daya yang dikonsumsi oleh obyek biaya. Penelusuran biaya k
dengan salah satu dari dua metode berikut

1. Penelusuran langsung

Penelusuran langsung adalah proses indentifikasi dan pembebanan biaya pada obyek biaya yang secara spesifik atau fis
biaya. Sebagai contoh Departemen pemasaran adalah obyek biaya. Gaji Sales Supervisor merupakan biaya yang dapat dia
produk adalah obyek biaya. Biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung untuk membuat produk tersebut merupakan
diidentifikasi secara fisik. Oleh karenanya biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung dapat dikenakan secara la
semua biaya harus bisa dikenakan secara langsung pada obyek biaya dengan menggunakan metode penelusuran langsung. A
tidak mungkin untuk dapat secara fisik mengamati jumlah pasti sumber daya yang dikonsumsi.

2. Penelusuran Pendorong.

Sehubungan dengan kenyataan bahwa tidak semua biaya dapat diamati secara fisik pada obyek biaya, maka unt
konsumsi sumber daya dari obyek biaya digunakan pendekatan pertimbangan sebab akibat atau disebut pendorong/ peng
adalah faktor yang menyebabkan perubahan pada penggunaan kegiatan, biaya dan pendapatan. Penelusuran pendorong/
pendorong/ penggerak untuk membebankan biaya-biaya pada obyek biaya. Meskipun kurang tepat dibandingkan pene
hubungan sebab akibat logis maka tingkat keakuratan yang tinggi

Penelusuran pendorong/ penggerak menggunakan dua jenis pendorong/ penggerak untuk menelusuri biaya pada obyek

Pendorong/ penggerak sumber daya. Pendorong sumber daya mengukur permintaan akan sumber daya oleh kegiatan dan d
biaya sumber daya pada kegiatan. Misalnya kegiatan memelihara mesin. Kegiatan ini mengkonsumsi sumber daya sepe
tenag kerja dll. Biaya peralatan mungkin dapat ditelusuri secara langsung pada kegiatan memelihara. Namun biaya listrik d
dapat ditelusuri secara langsung

Pendorong/ penggerak kegiatan.Pendorong kegiatan mengukur permintaan akan kegiatan menurut obyek biaya dan digunak
kegiatan pada obyek biaya. Misalnya untuk membebankan biaya kegiatan pemeliharaan pada obyek biaya departemen
jumlah jam pemeliharaan. Jika biaya untuk melakukan kegiatan pemeliharaan adalah Rp2.000,- per jam pemelihara
menggunakan 100 jam pemeliharaan untuk memelihara mesin-mesin produksinya biaya kegiatan pemeliharaan yang dibeb
adalah sebesar 100 jam x Rp2.000,- = Rp.200.000, berikut diberikan contoh-contoh aktivitas dan penggerak aktivitas tersebu
Aktivitas Penggerak Aktivitas Potensial

Pemasangan peralatan Jumlah pemasangan

Pemindahan bahan Jumlah pemindahan

Pemesanan bahan Jumlah pesanan pembelian

Pengeboran lobang Jumlah jam mesin

Perancangan kembali produk Jumlah pesanan rekayasa

Pembayaran tagihan Jumlah faktur

Pemeriksaan barang jadi Jumlah contoh yang


diproduksi

Pemeliharaan peralatan Jumlah jam pemeliharaan

Penyediaan listrik Jumlah kilowattjam

Pengepakan barang Jumlah kotak

Penjadwalan produksi Jumlah produk yang berbeda

Penelusuran pendorong/ penggerak merupakan kunci dari pendekatan pembebanan biaya yang dikenal dengan Perhitung
Kegiatan. Perhitungan Harga Pokok Berdasar Kegiatan membebankan biaya pada obyek biaya dengan penelusuran biay
kemudian penelusuran biaya pada obyek biaya. Secara skematik dapat digambarkan sebagai berikut
Hubungan Antara Kegiatan, Pendorong/ Penggerak Biaya Dan

Setiap kegiatan memiliki masukan dan keluaran. Masukan kegiatan dalah sumber daya yang dikonsumsi oleh kegiatan
Masukan kegiatan adalah semua faktor yang memungkinkan kegiatan tersebut dilakukan. Masukan kegiatan setidaknya d
empat kategori yakni bahan baku, energi, tenaga kerja dan modal yang digunakan untuk menghasilkan keluaran. Kelua
produk dari kegiatan. Misalnya kegiatannya adalah memindahkan barang maka keluarannya adalah perpindahan barang.

Ukuran Kegiatan/ Aktivitas

Ukuran keluaran kegiatan merupakan ukuran keluaran yang dikuantifikasi dengan memberikan suatu penilaian
dilakukan. Misalnya dalam hal kegiatan memindah barang maka jumlah perpindahan adalah ukuran keluaran dari kegita
secara efektif merupakan ukuran permintaan yang dilakukan pada kegiatan dan karenanya pula berhubungan dengan pe
Identifikasi ukuran keluaran kegiatan dilakukan dengan cara mengklasifikasikan kegiatan ke dalam salah satu empat katego
batch, tingkat produk dan tingkat fasilitas. Klasifikasi ini berguna karena biaya kegiatan berhubungan dengan tingkat tan
jenis pendorong/ penggerak kegiatan yang berbeda. Berikut beberapa konsep tentang kegiatan dan kaitannya dengan pengge

Kegiatan/ AktivitasTingkat Unit

Kegiatan tingkat unit adalah kegiatan yang dilakukan setiap kali suatu unit diproduksi atau dibuat. Contoh kegiatan
pengasahan, pemolesan merupakan kegiatan tingkat unit. Ukuran keluaran dari kegiatan tingkat unit, mengacu pada pendor
produk, jam tenaga kerja langsung atau jam mesin.

Kegiatan/ Aktivitas Tingkat Batch

Kegiatan tingkat batch adalah kegiatan yang dilakukan setiap kali suatu batch barang diproduksi. Biaya kegitan tin
jumlah batch tetapi bersifat tetap dalam kaitannya dengan jumlah unit pada setiap batchnya. Contoh kegiatan tingkat b
rencana produksi, penanganan bahan baku dll. Ukuran keluaran untuk kegiatan tingkat batch disebut pendorong tingkat b
mungkin saja dapat dalam bentuk jumlah batch, jam pemeriksaan, jumlah pesanan produksi atau jumlahn perpindahan.

Kegiatan/ Aktivitas (Penunjang) Tingkat Produk

Kegiatan (penunjang) tingkat produk adalah kegiatan yang dilakukan jika diperlukan untuk mendukung untuk m
Kegiatan-kegiatan ini mengkonsumsi masukan untuk membangun produk dan memungkinkan produk untuk diproduksi da
termasuk biayanya cenderung meningkat seiring dengan peningkatan keragaman produk. Misalnya pengembangan prosedu
produk, proses pemasaran, perekayasaan produk. Ukuran keluaran kegiatan untuk kegiatan tingkat produk adalah pendoro
seperti permintaan perubahan, jumlah produk, jumlah proses dll.

Kegiatan/ Aktivitas Tingkat Fasilitas.

Kegiatan tingkat fasilitas adalah kegiatan yang menunjang proses produksi umum pabrik. Contohnya penyediaa
kebersihan, kemanan pabrik dll. Kegiatan kategori ini sangat sulit menentukan ukuran keluarannya. Yang mungkin dip
ukuran ruang, luas taman, jumlah tenaga pengaman dll. Berikut tabel kaitan antara kegiatan dan penggerak biaya

TINGKAT UNIT TINGKAT BATCH

Pengujian produk Pembelian bahan

Penerimaan Bahan

Persiapan batch
TINGKAT PRODUK TINGKAT FASILITAS

Pengembangan program pengujian Penyediaan utilitas

Rancangan rekayasa Penyediaan ruangan

Pembayaran kepada pemasok

3. Alokasi Biaya

Biaya tidak langsung tidak dapat ditelusuri ke obyek biaya karena tidak ada hubungan penyebab antara biaya dan ob
tidak langsung ke obyek biaya disebut Alokasi Biaya. Karena tidak ada hubungan penyebab antara biaya dan obyek biaya m
langsung didasarkan hubungan dekat atau beberapa asumsi. Misalnya biaya penerangan untuk dua produk pisang goreng da
hubungan penyebab jelas sulit maka untuk mengalokasikan biaya dilakukan dengan proporsi terhadap penggunaan jam
digunakan untuk setiap produk.. Pengalokasian biaya tidak langsung yang dilakukan secara acak akan mengurangi keaku
pembebanan biaya. Yang terbaik mungkin hanya mebebankan biaya tidak langsung yang dapat ditelusuri pada obyek bia
pelaporan eksternal alokasi biaya tidak langsung pada obyek biaya

Secara ringkas hubungan antara ketiga metode Metode Penelusuran Langsung, Penelusuran Pendorong/ Penggera
pembebanan pada obyek biaya dapat digambarkan sebagai berikut:

Pembebanan Biaya: Penelusuran Langsung dan Penggerak Biaya, Alokasi Biaya


AKUNTANSI BIAYA dan Klasifikasi Biaya dalam MANAJEMEN KEUANGAN

Maret 02, 2015

KLASIFIKASI BIAYA

AKUNTANSI BIAYA

Definisi Akuntansi Biaya

Menurut Mulyadi (1993) akuntansi biaya adalah proses pengidentifikasian, pencatatan,


penghitungan, peringkasan, pengevaluasian dan pelaporan biaya pokok suatu produk baik
barang maupun jasa dengan metode dan sistem tertentu sehingga pihak manajemen
perusahaan dapat mengambil keputusan bisnis secara efektif dan efisien.

Perbedaan akuntansi biaya, akuntansi keuangan dan akuntansi manajemen menurut Mulyadi
(1993) adalah:

Akuntansi biaya dipergunakan untuk menghitung biaya suatu produk yang mengandung
unsur bahan baku, upah langsung, dan overhead pabrik serta memusatkan pada akumulasi
biaya, penilaian persediaan dan perhitungan serta penetapan harga pokok suatu produk, hanya
menekankan pada sisi biaya.

Akuntansi keuangan mengarah pada proses penyusunan laporan keuangan yang akan
diberikan pada pemilik perusahaan.
Akuntansi manajemen menekankan penggunaan data akuntansi untuk pengambilan keputusan
bisnis, menenkankan pada aspek pengendalian manajemen atas biaya.

Tujuan Akuntansi Biaya

Akuntansi biaya bertujuan untuk:

Penentuan harga pokok produksi dengan mencatat, menggolongkan dan meringkas biaya
pembuatan produk.

Menyediakan informasi biaya untuk kepentingan manajemen, yaitu biaya sebagai ukuran
efisiensi.

Alat perencanaan, adanya perencanaan bisnis pasti berkaitan dengan penghasilan dan biaya.
Dengan adanya perencanaan biaya akan memudahkan dalam pengendalian biaya.

Pengendalian biaya, yaitu dengan cara membandingkan biaya yang seharusnya dikeluarkan
untuk memproduksi satu satuan produk dengan biaya yang sesungguhnya terjadi.

Memperkenalkan berbagai metode, ada berbagai macam metode dalam akuntansi biaya dapat
dipilih sesuai dengan kepentingan yang diperlukan dengan hasil yang paling efektif dan
efisien.

Pengambilan keputusan khusus, akuntansi biaya berfungsi sebagai alat manajemen dalam
mengawasi dan merekam transaksi biaya secara sistematis dan menyajikan informasi biaya
dalam bentuk laporan biaya.

Menghitung laba perusahaan pada periode tertentu, untuk mengetahui laba maka diperlukan
biaya yang dikeluarkan, biaya merupakan salah satu komponen dalam laba.

Menghitung dan menganalisis terjadinya ketidakefektifan dan ketidakefisienan yaitu dengan


mambahas batas maksimum yang harus diperhatikan dalam menentapkan biaya suatu produk,
menganalisis dan menentukan solusi terbaik jika ada perbedaan antara batas maksimum tsb
dengan yang sesungguhnya terjadi.

Fungsi Akuntansi Biaya

Akuntansi biaya mempunyai fungsi antara lain:

Melakukan perhitungan dan pelaporan biaya (harga) pokok suatu produk.

Memperinci biaya (harga) pokok produk pada segenap unsurnya.

Memberikan informasi dasar untuk membuat perencanaan biaya dan beban.

Memberikan data bagi proses penyusunan anggaran.


Memberikan informasi biaya bagi manajemen guna dipakai di dalam pengendalian
manajemen.

Konsep dan Klasifikasi Biaya

Biaya merupakan obyek yang dicatat, digolongkan, diringkas, dan disajikan oleh akuntansi
biaya. berikut adalah beberapa definisi tentang biaya dari berbagai sumber:

Supriyono (2000) mengartikan biaya adalah harga perolehan yang dikorbankan atau
digunakan dalam rangka memperoleh penghasilan atau revenue yang akan dipakai sebagai
pengurang penghasilan.

Henry Simamora (2002) mendefinisikan biaya adalah kas atau nilai setara kas yang
dikorbankan untuk barang atau jasa yang diharapkan memberi manfaat pada saat ini atau di
masa mendatang bagi organisasi.

Mulyadi (2001) menjelaskan biaya adalah pengorbanan sumber ekonomis yang diukur dalam
satuan uang, yang telah terjadi, sedang terjadi atau yang kemungkinan akan terjadi untuk
tujuan tertentu.

Masiyah Kholmi (dalam Simamora, 2002) mengartikan biaya adalah pengorbanan sumber
daya atau nilai ekuivalen kas yang dikorbankan untuk mendapatkan barang atau jasa yang
diharapkan memberi manfaat di saat sekarang atau di masa yang akan datang bagi
perusahaan.

Sutrisno (2000) menjelaskan biaya merupakan pengorbanan ekonomis yang dikeluarkan oleh
perusahaan untuk mendapatkan suatu barang atau jasa.

Biaya dalam arti luas diartikan sebagai pengorbanan sumber ekonomi yang diukur dalam
satuan uang, yang telah terjadi atau yang kemungkinan akan terjadi untuk tujuan tertentu.
Unsur pokok yang terkandung dalam arti biaya di atas yaitu:

Biaya merupakan pengorbanan sumber ekonomi.

Diukur dalam satuan uang.

Yang telah terjadi atau yang secara potensial akan terjadi.

Pengorbanan tsb untuk tujuan tertentu.

Dalam arti sempit biaya didefinisikan sebagai pengorbanan sumber ekonomi untuk
memperoleh aktiva. Biaya merupakan:

Penggunaan sumber-sumber ekonomi yang diukur dengan satuan uang, yang telah terjadi
atau kemungkinan akan terjadi untuk tujuan tertentu.

Manfaat yang dikorbankan untuk memperoleh barang dan jasa.


Karakteristik Biaya

Biaya mempunyai karakteristik sebagai berikut:

Uang, biaya aktiva harus dinyatakan dengan uang.

Hak pemakaian, perusahaan akan mempunyai hak untuk menggunakan aktiva atau
mendapatkan berbagai manfaat dari pengunaan aktiva tsb.

Nilai, biaya suatu aktiva mencerminkan nilai ekonomis yang nantinya akan digunakan oleh
perusahaan.

Kondisi dan pembatasan, hak atas pemakaian bersifat tak bersyarat dan jika aktiva tsb milik
perusahaan melalui pembelian maka hak perusahaan akan aktiva menjadi tidak dapat dibatasi.

Unsur waktu, jika aktiva memberikan waktu pemakaian yang lama maka akan mencerminkan
biaya yang berbeda.

berwujud dan tak berwujud, karena kativa merupakan hak yang memiliki umur ekonomis.

Nilai guna, keguanaan merupakan esensi dari biaya aktiva, tanpa nilai guna perusahaan tidak
akan melakukan pengadaan (perolehan) aktiva.

Klasifikasi Biaya

Biaya diklasifikasikasikan menjadi:

I.Biaya berdasarkan Unsur produk

Bahan-bahan: bahan utama yang dipakai di dalam produksi yang kemudian diproses menjadi
produk jadi melalui penambahan upah langsung dan FOH, dibedakan atas: a) bahan langsung
yaitu semua bahan yang dapat dikenal sampai menjadi produk jadi, dapat dengan mudah
ditelusuri dan merupakan bahan utama produk jadi, dan b) bahan tidak langsung yaitu semua
bahan yang dimasukkan ke dalam proses produksi yang tidak dapat dengan mudah ditelusuri
seperti bahan langsung.

Tenaga kerja/buruh: usaha fisik atau usaha mental yang dikeluarkan dalam produksi suatu
produk. Tenaga kerja/buruh digolongkan menjadi: a) tenaga kerja langsung, adalah semua
tenaga kerja yang secara langsung terlibat dengan produksi produk jadi dan dapat ditelusuri
dengan mudah, merupakan biaya tenaga kerja langsung utama dalam menghasilkanla suatu
produk, b) tenaga kerja tidak langsung, adalah semua tenaga kerja terlibat dalam proses
produksi produk jadi, tetapi bukan tenaga kerja langsung.
Overhead pabrik (FOH); semua biaya yang terjadi di pabrik selain bahan langsung (BB) dan
upah tenaga kerja langsung, merupakan kumpulan dari berbagai rekening yang terjadi di
dalam eksploitasi pabrik.

II. Biaya hubungannya dengan Produksi

Biaya prima (prime cost) adalah biaya bahan baku langsung dan biaya tenaga kerja langsung
dimana biaya tsb berhubungan langsung dengan produksi.

Biaya konversi (convertion cost) adalah biaya yang berhubungan dengan pengolahan bahan
baku menjadi produk jadi sehingga CC terdiri dari biaya tenaga kerja langsung dan biaya
overhead pabrik.

III. Biaya hubungannya dengan Volume

Biaya variabel (variable cost) adalah biaya yang secara total cenderung berubah-ubah secara
proporsional sesuai dengan perubahan volume produksi sedangkan per unitnya cenderung
konstan.

Biaya tetap (fixed cost) adalah biaya yang dalam unit berubah-ubah dan dalam total selalu
konstan, meskipun dalam batas interval tertentu.

Biaya semi variabel (semi variable cost) adalah biaya yang mengandung dua unsur biaya
yaitu biaya tetap dan biaya variabel (FC & VC).

Biaya penutupan (shut down cost) adalah biaya tetap yang akan dibebankan ketika
perusahaan tidak melakukan aktivitas produksi.

IV. Biaya pembebanannya terhadap Departemen

Departemen produksi merupakan departemen yang secara langsung memberi kontribusi


untuk memproduksi suatu item dan memasukkan departemen dimana proses konversi atau
proses produksi berlangsung.

Departemen jasa merupakan departemen yang berhubungan dengan proses produksi secara
tidak langsung dan berfungsi memberikan jasa (layanan) untuk departemen lain.

V. Biaya daerah Fungsional

Biaya manufaktur, yaitu biaya yang berhubungan dengan produksi suatu barang, merupakan
jumlah dari biaya bahan baku, tenaga kerja langsung, dan overhead pabrik.

Biaya pemasaran, yaitu biaya yang dibebankan di dalam penjualan suatu barang atau jasa dari
keluarnya barang dari gudang sampai ke tangan pembeli.
Biaya administrasi, yaitu biaya yang dibebankan untuk mengarahkan, mengawasi, dan
mengoperasikan suatu perusahaan dan memasukkan gaji yang dibayar untuk manajemen serta
staf pembukuan.

VI. Biaya yang periode pembebanannya terhadap pendapatan

Biaya produk, adalah biaya yang secara langsung dapat diidentifikasikan sampai ke produk
jadi, meliputi biaya bahan langsung, tenaga kerja langsung dan overhead pabrik.

Biaya periodik, adalah biaya yang secara tidak langsung berhubungan dengan produk dan
karenanya tidak dimasukkan dalam unsur persediaan. Biaya ini dibedakan atas: a) revenue
expenditure: jika manfaat biaya hanya satu periode, b) capital expenditure: jika manfaat biaya
lebih dari suatu perode.

VII. Biaya dalam hubungannya dengan pengawasan manajemen

Biaya rekayasa, merupakan taksiran unsur biaya yang dibebankan dengan jumlah yang paling
tepat dan wajar.

Biaya kebijakan/discretionary cost, merupakan semua unsur biaya yang jumlahnya bervariasi
sesuai dengan kebijakan manajer pusat pertanggungjawaban.

Biaya Komite/sunk cost, adalah biaya yang merupakan konsekuensi dari komitmen yang
sebelumnya telah dibuat dan yang tidak dapat dihindarkan.

DIFFERENT COST FOR DIFFERENT PURPOSES (Biaya yang Berbeda untuk Tujuan
Berbeda)

Biaya produk adalah suatu pembebanan biaya yang mendukung objek manajerial tertentu.
Definisi biaya produk tergantung pada tujuan manajerial yang ingin dicapai. Hal ini sesuai
dengan prinsip dasar manajemen biaya, yakni biaya yang berbeda untuk tujuan berbeda
(different cost for
different purposes). Jika tujuan manajemen adalah melakukan analisis laba strategis, maka
semua aktivitas yang ada dalam rantai nilai (merancang, mengembangkan, memproduksi,
memasarkan, mendistribusikan dan melayani produk) dibebankan ke produk. Namun jika
tujuan manajerial adalah jangka pendek/analisa laba taktis, seperti pada keputusan
menerima / menolak pesanan khusus, maka hanya aktivitas yang terdapat dalam rantai nilai
yang relevan (perancangan & pengembangan tidak lagi relevan) yang digunakan untuk
membebankan biaya aktivitas ke produk (biaya produk operasi). Demikian pula halnya jika
tujuan manajerial adalah untuk penyusunan laporan keuangan eksternal, maka hanya biaya
produksi yang digunakan dalam perhitungan biaya produk (biaya produk tradisional).