Anda di halaman 1dari 3

Kesamaan dan perbedaan dengan sistem penanggulangan bencana yang ada di Indonesia dan

Afrika Selatan

A. Perbedaan
Indonesia
Kebijakan Dalam Penanggulangan Kemiskinan Dan Kelaparan Di Indonesia
Untuk Target 1A (Menurunkan hingga setengahnya proporsi penduduk dengan tingkat
pendapatan kurang dari USD 1 (PPP) per hari dalam kurun waktu 1990-2015),
kebijakannya adalah :
1. Pemerintah berkomitmen untuk membangun lingkungan yang lebih kondusif bagi
semua pihak yang bekerja untuk mengurangi kemiskinan dan mencapai tujuan
pembangunan nasional.
2. Meningkatkan dan menyempurnakan kualitas kebijakan perlindungan sosial berbasis
keluarga.
3. Menyempurnakan dan meningkatkan efektivitas pelaksanaan program yang berbasis
pemberdayaan masyarakat melalui PNPM Mandiri.
4. Meningkatkan akses usaha mikro dan kecil kepada sumber daya produktif.
5. Meningkatkan sinkronisasi dan efektivitas koordinasi penanggulangan kemiskinan
serta harmonisasi antar pelaku.
6. Peningkatan upaya di daerah juga dilakukan dengan meningkatkan kapasitas dan
rencana mempercepat pencapaian Tujuan Pembangunan Milenium pada tahun 2015
dengan membantu Pemerintah Daerah menyusun Rencana Aksi Daerah dalam
mencapai Tujuan Pembangunan Milenium (RAD MDG).
7. Untuk melaksanakan itu semua, seluruh kebijakan dan program penanggulangan
kemiskinan dikoordinasikan melalui Tim Nasional yang diketuai oleh Wakil Presiden
RI dan beranggotakan kementerian teknis terkait.
Untuk Target 1B (Mewujudkan kesempatan kerja penuh dan produktif dan pekerjaan
yang layak untuk semua, termasuk perempuan dan kaum muda), kebijakannya adalah :
1. Menciptakan lapangan kerja seluasluasnya melalui investasi dan perluasan usaha.
2. Memperbaiki kondisi dan mekanisme hubungan industrial untuk mendorong
kesempatan kerja dan berusaha.
3. Menciptakan kesempatan kerja melalui program-program pemerintah.
4. Meningkatkan kualitas pekerja.
5. Meningkatkan produktivitas pekerja pertanian.
6. Mengembangkan jaminan sosial dan memberdayakan pekerja.
7. Menerapkan peraturan ketenagakerjaan utama.
Untuk target 1C (Menurunkan hingga setengahnya proporsi penduduk yang menderita
kelaparan dalam kurun waktu 19902015), kebijakannya adalah :
1. Meningkatkan akses penduduk miskin, terutama anak balita dan ibu hamil untuk
memperoleh makanan yang aman dan bergizi cukup serta mendapatkan intervensi
pelayanan lainnya.
2. Memperkuat pemberdayaan masyarakat dan merevitalisasi posyandu.
3. Meningkatkan ketahanan pangan pada tingkat daerah terutama untuk mengurangi
diparitas ketahanan pangan antar daerah.
4. Memperkuat lembaga di tingkat pusat dan daerah yang mempunyai kewenangan kuat
dalam merumuskan kebijakan dan program bidang pangan dan gizi.

Afrika Selatan

Uni Afrika dan Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) telah menyetujui langkah
baru untuk memerangi kelaparan di Afrika. Ketua Komisi Uni Afrika, Nkosazana
Dlamini-Zuma dan Direktur Jendral FAO, Graziano da Silva, hari Rabu (21/11)
menandatangani dua deklarasi peningkatan keamanan pangan di Afrika. Pertanian akan
menjadi fokus utama dalam strategi mereka, di mana 60 persen tanah subur di Afrika
tidak ditanami. Afrika berpotensi menyediakan pangan dunia untuk masa depan. FAO
dipersiapkan membantu negara-negara lain mengingkatkan kinerja pertanian mereka.
FAO menekankan pentingnya peranan kaum wanita Afrika, yang merupakan 75 persen
angkatan kerja di bidang pertanian. Mengingat 239 juta rakyat Afrika masih kekurangan
pangan, Ketua Uni Afrika, Dlamini Zuma mengatakan, membasmi kelaparan diharapkan
akan mampu mengurangi konflik di benua itu.

Kesamaan

Ada dua cara utama untuk membantu korban kelaparan. Yang pertama, disebut bantuan
kelaparan, menyediakan bantuan makanan dan perawatan kesehatan. Hal ini biasanya
melibatkan pemerintah daerah dan lembaga internasional seperti PBB, Oxfam, Save the
Children, dan lain-lain, yang mendistribusikan sejumlah besar makanan, obat-obatan, benih,
dan alat untuk korban kelaparan. Metode kedua untuk membantu korban kelaparan disebut
dukungan mata pencaharian. Ini adalah solusi jangka panjang berupa penyaluran dana,
pekerjaan, dan langkah-langkah lain untuk membantu mereka mencari nafkah.

Namun, cara terbaik untuk membantu korban kelaparan tentu saja adalah menghindari
kelaparan. Kelaparan dapat dicegah dengan menghentikan perang dan dengan meningkatkan
pendapatan dan ketersediaan pangan bagi masyarakat miskin.

Untungnya, makanan kini semakin banyak tersedia karena tanaman pengembangan teknik
pertanian memungkinkan petani untuk meningkatkan produksi. Proyek rekayasa seperti High
Dam di Sungai Nil juga meningkatkan produksi pangan dengan menampung air dari musim
hujan untuk musim kemarau, kemudian didistribusikan melalui irigasi. Proyek ilmiah lainnya
ditujukan untuk mencari sumber makanan baru. Selain itu, metode transportasi dan distribusi
yang lebih baik juga dapat mengurangi kekurangan pangan.

Efek dari kelaparan juga dapat dicegah atau diminimalkan dengan menerapkan sistem
peringatan dini yang baik untuk memprediksi badai, angin topan, kekeringan, banjir, dan
bencana alam lainnya. Hal ini memungkinkan masyarakat untuk mempersiapkan diri
menghadapi bencana sejak awal.
Sumber

https://www.voaindonesia.com/a/uni-erpa-dan-fao-sepakati-langkah-penanggulangan-
kelaparan-di-afrika/1552444.html

AsiahHamzah. Kebijakan Penanggulangan Kemiskinan dan Kelaparan Di Indonesia:


Realita Dan Pembelajaran. Jurnal AKK, Vol 1 No 1, September 2012, hal 1-55