Anda di halaman 1dari 7

Jurnal Ilmu Hukum, Jilid 10, No 2, September 2015 Implikasi Peraturan Daerah...

(Kristian) 21-27

IMPLIKASI PERATURAN DAERAH KOTA PALANGKARAYA


NOMOR 11 TAHUN 2011 TENTANG RETRIBUSI TEMPAT KHUSUS PARKIR

Oleh: Kristian
Dosen Fakultas Hukum Universitas Palangka Raya
Email: uluhbakena@gmail.com

Abstraksi : Retribusi parkir merupakan satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang
pengelolaannya diatur secara rinci dalam sebuah peraturan atau regulasi. Kota Palangka
Raya memiliki Peraturan Daerah Nomor 11 Tahun 2011 Tentang Tempat Khusus
Retribusi Parkir. Retribusi Parkir berupa jenis retribusi yang dikenakan oleh pemerintah
daerah untuk pengguna/pemilik kendaraan dengan menggunakan tempat parkir khusus
atau fasilitas milik pemerintah daerah serta fasilitas individu.

Kata Kunci : Peraturan Daerah, Pengelolaan, Retribusi Parkir

A. PENDAHULUAN Sebagian wilayahnya masih berupa hutan,


termasuk hutan lindung, konservasi alam
Palangka Raya adalah sebuah kota serta hutan lindung Tangkiling.
sekaligus merupakan ibukota Propinsi Pemerintahan Kota Palangka Raya
Kalimantan Tengah. Dahulu dikenal merupakan bagian integral dari
dengan Palangkaraja (1957-1972). Kota ini pembentukan provinsi Kalimantan Tengah
memiliki luas wilayah 2.400 km dan berdasarkan Undang-undang Darurat
berpenduduk sebanyak 220.962 jiwa Nomor 10 Tahun 1957, lembaran Negara
dengan kepadatan penduduk rata-rata Nomor 53 berikut penjelasannya
92.067 jiwa tiap km (hasil Sensus (Tambahan Lembaran Negara Nomor
Penduduk Indonesia 2010). Sebelum 1284) berlaku mulai tanggal 23 Mei 1957
otonomi daerah pada tahun 2001, Kota yang selanjutnya disebut Undang-undang
Palangka Raya hanya memiliki 2 Pembentukan Daerah Swatantra provinsi
kecamatan, yaitu: Pahandut dan Bukit Kalimantan Tengah.
Batu. Kini secara administratif, Kota Berdasarkan Undang-undang Nomor 21
Palangka Raya terdiri atas 5 kecamatan, Tahun 1958, Parlemen Republik Indonesia
yakni: Pahandut, Jekan Raya, Bukit Batu, tanggal 11 Mei 1959 mengesahkan
Sebangau, dan Rakumpit. Undang-undang Nomor 27 Tahun 1959
Kota ini dibangun pada tahun 1957 yang menetapkan pembagian provinsi
(Undang-Undang Darurat Nomor 10 Kalimantan Tengah dalam 5 (lima)
Tahun 1957 tentang Pembentukan Daerah Kabupaten dan Palangka Raya sebagai
Swatantra Tingkat I Kalimantan Tengah) Ibukotanya. Dengan berlakunya Undang-
dari hutan belantara yang dibuka melalui undang Nomor 27 Tahun 1959 dan Surat
Desa Pahandut di tepi sungai kahayan. Keputusan Menteri Dalam Negeri
Palangka Raya merupakan kota dengan Republik Indonesia tanggal 22 Desember
luas wilayah terbesar di Indonesia. 1959 Nomor Des. 52/12/2-206, maka

ISSN : 2085-4757 21
Jurnal Ilmu Hukum, Jilid 10, No 2, September 2015 Implikasi Peraturan Daerah...(Kristian) 21-27

ditetapkanlah pemindahan tempat dan posisi kendaraan yang di parkir dalam


kedudukan Pemerintah Daerah Kalimantan keadaan diam beberapa waktu dan dalam
Tengah dari Banjarmasin ke Palangka area parkir yang disediakan. Apabila kita
Raya terhitung tanggal 20 Desember baca dan pelajari Perda No. 11/2011, pada
19591. Pasal 8 sudah ditetapkan tarif retribusi
Seiring berjalannya waktu, Palangka Raya parkir berdasarkan jenis kendaraan dan
semakin menunjukkan jati diri sebagai lokasi parkir yang digunakan sesuai
kota yang diperhitungkan, ini dapat dilihat dengan Surat Ketetapan Retribusi Daerah
dari beberapa aspek seperti aspek sosial, (selanjutnya disingkat SKRD) berupa surat
ekonomi, serta kesejahteraan masyarakat ketetapan retribusi yang menentukan
yang semakin meningkat. Pusat besarnya jumlah pokok retribusi yang
perbelanjaan, pusat rekreasi dan wahana terutang atau yang dipersamakan dengan
keluarga lainnya yang semakin bertambah itu seperti karcis, kupon, kartu langganan
berbanding lurus dengan jumlah kendaraan dan lain sebagainya. Permasalahan yang
bermotor yang juga semakin meningkat. saat ini muncul dan menurut penulis
Karena itu, satu hal yang perlu dipikirkan dibutuhkan solusi adalah seringnya
dan dikelola oleh Pemerintah Kota pungutan parkir yang diminta oleh
Palangka Raya adalah area parkir yang pengelola parkir tidak menggunakan
luas, layak dan memadai. Hal ini yang SKRD, karcis, kupon, kartu langganan atau
menyebabkan perlu ditetapkan regulasi yang sejenisnya. Hal inilah yang menarik
hukum yang mengatur tentang parkir dan minat penulis untuk mengangkat tulisan ini
model pengelolaan parkir yang baik demi dengan maksud agar ada perbaikan
ketertiban dan kenyamanan para pengguna pengelolaan parkir yang memberikan rasa
area parkir. aman dan nyaman bagi masyarakat
Persoalan parkir selalu menjadi topik yang pengguna jasa parkir di wilayah Kota
menarik untuk dibahas, karena Palangka Raya.
menyangkut ketertiban dan kenyamanan
masyarakat pengguna jasa tersebut. Karena B. PERMASALAHAN
itu atas berbagai masukan dan
pertimbangan para ahli maka pada tahun Berdasarkan uraian diatas permasalahan
2011 Pemerintah Kota Palangka Raya yang akan diangkat oleh penulis adalah :
secara khusus membuat regulasi berupa 1. Bagaimana pengelolaan retribusi
Peraturan Daerah Kota Palangkaraya parkir di Kota Palangka Raya saat
Nomor 11 Tahun 2011 Tentang Retribusi ini ?
Tempat Khusus Parkir (selanjutnya 2. Bagaimana model pengelolaan
disingkat Perda No. 11/2011). retribusi parkir yang digagas
Pada Pasal 1 angka 9 Perda No. 11/2011, sehingga dapat menambah
Parkir adalah keadaan tidak bergerak suatu Pendapatan Asli Daerah (PAD)
kendaraan yang tidak bersifat sementara, Kota Palangka Raya ?
yang ditinggalkan pengemudi dalam waktu
dan tempat tertentu. Dengan demikian
1

https://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Palangka_Raya,
di akses pada tanggal 28 Desember 2015

ISSN : 2085-4757 22
Jurnal Ilmu Hukum, Jilid 10, No 2, September 2015 Implikasi Peraturan Daerah...(Kristian) 21-27

C. DINAMIKA PENGOLAAN dilaksanakan. Tujuan pemerintah


PARKIR KOTA PALANGKA mengelola retribusi parkir selain sebagai
RAYA PAD, juga merupakan satu upaya agar
pungutan retribusi parkir dapat dijalankan
Menurut Ahmad Yani2 arti kata dengan baik. Dengan kata lain,
pengelolaan dalam administrasi adalah pengelolaan dan pelaksanaan retribusi
merupakan suatu proses yang dimulai dari parkir diharapkan mampu dilaksanakan
proses perencanaan, pengawasan, melalui manajemen yang baik disertai
penggerakan sampai dengan proses dengan perencanaan (planing),
pencapaian tujuan. Sedangkan menurut pengorganisasian (organization) yang
Anwar Sulaiman3 kata pengelolaan berasal matang serta pengawasan dan
dari kata kelola yang berarti sama dengan pengendalian yang akuntabel dan
mengurus. Jadi pengelolaan diartikan transparan.
sebagai pengurusan yaitu merubah suatu Pada taraf implementasinya, pengelolaan
nilai kearah yang lebih tinggi, lebih baik parkir tidak terlepas dari adanya beberapa
dan lebih memberi manfaat kepada orang faktor penunjang dan faktor penghambat
lain maupun lingkungan, dengan demikian yakni pengelola (SDM), sistem (cara
pengelolaan juga mengandung makna pelaksanaannya), dan teknologi (alat atau
sebagai pembaharuan, yaitu melakukan media yang digunakan). Apabila faktor
usaha-usaha untuk membuat sesuatu lebih penunjang lebih dominan maka sasaran
sesuai atau cocok dengan kebutuhan yang dicapai akan mudah terwujud,
sehingga menjadi lebih baik dan lebih sebaliknya jika faktor penghambat lebih
bermanfaat. dominan, maka sasaran yang dicapai akan
Sebagaimana penulis paparkan diatas, jauh dari harapan.
retribusi parkir merupakan salah satu dari Dengan demikian antara tahap regulasi
sekian banyak sumber Pendapatan Asli hingga tataran implementasinya,
Daerah (PAD) Kota Palangka Raya. Pada pengelolaan retribusi parkir harus sesuai.
Perda No. 11/2011 Pasal 1 angka 23, Setiap poin yang termaktub dalam regulasi
Retribusi Parkir adalah jenis pungutan menjadi dasar implementasi
yang dikenakan oleh pemerintah daerah pemberlakuannya, karena itu dibutuhkan
kepada pemakai/pengguna pemilik berbagai elemen yang mampu menunjang
kendaraan yang menggunakan tempat terselenggaranya pengelolaan retribusi
khusus parkir atau fasilitas milik parkir yang baik.
pemerintah daerah maupun fasilitas milik Pada Peraturan Daerah No. 11/2011 Pasal
pribadi/perorangan. Besaran retribusi 8, Tarif Retribusi digolongkan berdasarkan
tergantung pada jenis kendaraan dan lokasi jenis tempat parkir yang disediakan dan
parkir yang digunakan serta model jenis kendaraan yang menggunakan jasa
pengelolaan retribusi parkir yang parkir tersebut, yakni;

2
Ahmad Yani, Hubungan Keuangan antara
a. Lingkungan Parkir :
Pemerintah Pusat dan Daerah di 1. Truck gandeng, trailer, container dan
Indonesia, Jakarta : Rajawali Pers,2009, hal. 89. sejenisnya Rp. 10.000,-
3
Anwar Sulaiman. Pengantar Keuangan Negara dan 2. bus, box/truck Rp. 5.000,-
Daerah, Jakarta : STIA-LAN 3. Kendaraan bermotor
Press, 2000, hal. 8.

ISSN : 2085-4757 23
Jurnal Ilmu Hukum, Jilid 10, No 2, September 2015 Implikasi Peraturan Daerah...(Kristian) 21-27

roda empat Rp. 3.000,- roda empat untuk 3


4. Kendaraan bermotor jam pertama Rp. 5.000,-
roda tiga dan sejenisnya Rp. 2.000,- Untuk setiap jam
5. Sepeda motor roda dua berikutnya Rp. 2.000,-
dan sejenisnya Rp. 1.000,- 4. Kendaraan bermotor
6. Sepeda, Becak Rp. 500,- roda tiga untuk 3 jam
pertama Rp. 4.000,-
b. Pelataran Parkir : Untuk setiap jam
1. Truck gandeng, trailer, berikutnya Rp. 1.500,-
container untuk 3 jam 5. Sepeda motor roda
pertama Rp. 15.000,- dua untuk 3jam pertama Rp. 2.000,-
Untuk setiap jam Untuk setiap jam
perkir berikutnya Rp. 3.000,- berikutnya Rp. 1.000,-
2. bus, box/truckuntuk 6. Sepeda, Becak Rp. 1.000,-
3 jam pertama Rp. 10.000,-
Untuk setiap jam d. Tempat penitipan :
parkir berikutnya Rp. 2.000,- 1. Kendaraan bermotor roda
3. Kendaraan bermotor roda empat perhari Rp. 30.000,-
empat,untuk 3 jam 2. Kendaraan bermotor
pertama Rp. 4.000,- roda dua perhari Rp. 15.000,-
Untuk setiap jam
parkir berikutnya Rp. 1.000,- Pada pasal tersebut setiap tarif parkir
4. Kendaraan bermotor dirinci sesuai jenis kendaraaan yang
roda tiga untuk 3 jam digunakan, lokasi parkir dan durasi parkir
pertama Rp. 3.000,- yang digunakan. Karena itu setiap
Untuk setiap jam masyarakat sudah mengetahui akan
parkir berikutnya Rp. 500,- menggunakan kendaraan jenis apa beserta
5. Sepeda motor roda dua beserta besaran tarifnya. Demikian pula
untuk 3 jam pertama Rp. 2.000,- dengan pihak pengelola, tidak seharusnya
Untuk setiap jam menyimpang dari tarif yang sudah
parkir berikutnya Rp. 500,- ditetapkan oleh pemerintah kota. Namun
6. Sepeda, Becak Rp. 1.000,- persoalan yang sering terjadi adalah
retribusi parkir yang dipungut oleh petugas
c. Gedung Parkir : seringkali tidak mengikuti ketentuan
1. Truck gandeng, trailer, regulasi yang sudah dibuat oleh pemangku
container untuk 3 jam jabatan dalam hal ini pemerintah kota.
pertama Rp. 20.000,- Sebagai contoh seringkali pungutan yang
Untuk setiap jam dilakukan tidak menggunakan SKRD,
parkir berikutnya Rp. 5.000,- karcis, kupon atau yang sejenisnya.
2. bus, box/truckuntuk Sebaliknya masyarakat pengguna jasa dari
3 jam pertama Rp. 15.000,- yang penulis amati bervariasi
Untuk setiap jam tanggapannya, ada yang langsung
parkir berikutnya Rp. 3.000,- membayar namun tidak sedikit yang
3. Kendaraan bermotor mengkonfirmasi bukti penagihannya.

ISSN : 2085-4757 24
Jurnal Ilmu Hukum, Jilid 10, No 2, September 2015 Implikasi Peraturan Daerah...(Kristian) 21-27

Persoalan seperti diatas sudah terjadi dan disertai SKRD, karcis, kupon atau
menjamur dari waktu kewaktu, belum lagi sejenisnya. Misalnya ditaman kota yang
persoalan parkir liar yang tidak ada berada di area bundaran besar, pinggir
habisnya. Karena itu perlunya penegakan jalan protocol, pusat perbelanjaan dan
hukum berupa sanksi yang tegas, pasar, padahal area parkir itu merupakan
kesadaran dari pengelola dan petugas sarana yang diperuntukkan buat publik
parkir, serta perlunya keterlibatan dan yang disediakan oleh pemerintah Kota
kesadaran dari masyarakat demi ketertiban Palangka Raya serta memberikan
dan kenyamanan bersama. tambahan pemasukan bagi kas daerah Kota
Palangka Raya. Mungkin secara angka
D. GAGASAN PENGELOLAAN nominalnya, tarif retribusi parkir itu tidak
RETRIBUSI PARKIR seberapa besar, akan tetapi jika itu terjadi
dalam jumlah besar dan merata dibanyak
Setiap kebijakan pemerintah yang dibuat lokasi parkir, maka dipastikan akan
dalam bentuk regulasi memiliki tujuan berdampak berkurangnya pemasukan
akhir yaitu memberikan kesejahteraan dan daerah.
kenyamanan bagi masyarakat. Selain itu Menurut penulis hal semacam itu tidak
kebijakan berbentuk regulasi yang dibuat bisa diabaikan oleh pemerintah kota,
merupakan suatu capaian dalam meskipun regulasi beserta pengelolaaanya
pemerintahan, artinya kesuksesan suatu sudah ada namun pada tingkat
periode pemerintahan tolok ukurnya adalah penerapannya masih belum maksimal
pemerintahan itu bisa berjalan sesuai bahkan cenderung diabaikan oleh individu
program dan target yang sudah ditetapkan maupun kelompok. Sanksi hukum yang
termasuk adanya regulasi yang dibuat diberikan harus lebih tegas dan
tentang pengelolaan dan retribusi parkir. memberikan efek jera. Pada kesempatan
Beberapa permasalahan dalam pengelolaan ini penulis ingin menawarkan beberapa
retribusi parkir di Kota Palangka Raya gagasan pengelolaan parkir yang menurut
antara lain sering terlihat pungutan yang penulis cukup ideal jika diterapkan di Kota
dilakukan oleh petugas parkir tidak disertai Palangka Raya.
pemberian SKRD, karcis, kupon atau yang Pertama , mengoptimalkan model parkir
sejenisnya. Hal tersebut dapat berindikasi yang sudah tersedia:
adanya tindak pidana penyelewengan uang 1. Petugas parkir harus disiplin dalam
retribusi parkir sehingga tidak masuk ke mengeluarkan SKRD, karcis,
kas daerah, akan tetapi masuk kantong kupon parkir yang diterbitkan oleh
individu atau kelompok. Peraturan yang Pemerintah Kota melalui Unit
tertuang dalam Perda No. 11/2011 jelas Pelaksana Teknis Daerah (UPTD)
mensyaratkan pungutan retribusi parkir yang ditunjuk;
harus disertai bukti berupa SKRD, karcis,
kupon atau sejenisnya dengan nominal 2. Pengguna jasa parkir dalam hal ini
tarif sesuai dengan jenis kendaraan yang masyarakat dapat menolak
digunakan dan lokasi parkir yang termuat penarikan parkir yang tidak disertai
dalam Perda No. 11/2011. SKRD, karcis atau kupon parkir,
Penulis pernah menyaksikan sendiri untuk poin yang satu ini perlu
pungutan retribusi parkir yang tidak adanya perlindungan bagi

ISSN : 2085-4757 25
Jurnal Ilmu Hukum, Jilid 10, No 2, September 2015 Implikasi Peraturan Daerah...(Kristian) 21-27

masyarakat penguna jasa parkir dan memberatkan karena masyarakat dapat


sanksi tegas bagi petugas dan membeli pulsa parkir sesuai keperluan
pengelola parkir tanpa SKRD, masing-masing dan akan dikenai tarif
karcis atau kupon termasuk dalam sesuai dengan seberapa sering masyarakat
hal ini adalah parkir liar. Pada parkir.
beberapa titik parkir dapat dibuat Untuk memancing suksesnya program
papan pengumuman mengenai parkir prabayar ini, masyarakat bisa saja
aturan parkir disertai nomor diberi bonus penghitungan parkir jika
pengaduan. Pemerintah kota juga dalam satu hari memarkir kendaraannya
dapat melibatkan aparat penegak mencapai beberapa kali atau dalam
hukum demi kelancaran dan seminggu parkir kendaraan mendapat
ketertiban pengelolaan parkir di bonus gratis parkir satu kali. Selain ringan
lapangan; dan mudah, model parkir ini juga
menyenangkan bagi masyarakat. Kegiatan
3. Pengelolaan parkir yang perekonomian diharapkan akan lebih
bekerjasama dengan pihak ketiga meningkat lagi karena pemilik kendaraan
(misalnya CV), karcis parkir tetap tidak terlalu terbebani untuk terlalu banyak
dikeluarkan oleh Pemerintah Kota membayar parkir.
Palangka Raya dan pihak CV akan Dengan menggunakan model penggunaan
membeli karcis tersebut dan telah kartu prabayar ini area parkir dapat
menyetor sejumlah uang beserta diperluas , sehingga diharapkan akan
persentase bagi hasil yang menambah PAD. Dampak positif adanya
disepakati kedua belah pihak. Poin kesempatan kerja untuk petugas parkir
ini mempunyai keunggulan bagi baru. Model parkir prabayar ini tentu
UPTD parkir yakni tidak terlalu memerlukan peralatan secara digital yang
terlibat langsung dalam berbasis komputerisasi serta dengan
pengelolaan parkir dan dalam program dan tersambung ke internet,
pengawasannya. PAD Kota sehingga hal ini memerlukan programer
Palangka Raya pasti masuk karena yang handal dan mampu mengoperasikan
adanya kontrol melalui pembelian sistem itu dengan baik. SDMnya dapat
karcis oleh pihak ketiga dan adanya menggunakan pegawai Pemerintah Kota
persentase bagi hasil tersebut. Palangka Raya yang berasal dari lulusan
computer yang menguasai teknologi
Kedua, menggunakan model parkir
informasi maupun kontrak dengan pihak
prabayar. Model ini dilakukan dengan
ketiga yang menangani bidang tersebut.
ketentuan pemilik kendaraan bermotor
Ketiga, menggunakan sistem parkir
membeli pulsa parkir dengan nominal
berlangganan. Sistem ini dilakukan dengan
tertentu. Pemilik kendaraan bermotor
cara penarikan retribusi parkir yang
sudah memiliki kartu parkir prabayar dan
dilaksanakan 1 kali dalam periode tertentu
harus disiapkan perangkat untuk kegiatan
misalnya1(satu) tahun. Cara
parkir ini, Para petugas parkir sudah harus
penghitungannya berdasarkan survei rata-
memiliki peralatan untuk menghitung
rata masyarakat sebagai pengguna parkir.
setiap pelanggan yang melakukan parkir
Dengan sistem ini diharapkan pemasukan
kendaraannya. Model ini cukup efektif dan
dapat lebih pasti ke kas daerah. Pelanggan
nyaman bagi masyarakat, tidak

ISSN : 2085-4757 26
Jurnal Ilmu Hukum, Jilid 10, No 2, September 2015 Implikasi Peraturan Daerah...(Kristian) 21-27

dibuatkan sebuah kartu berlangganan E. KESIMPULAN


seperti kartu ATM beserta kode nomor
pelanggan yang bisa dibayarkan ke nomor Berdasarkan uraian diatas maka dapat
rekening kas daerah melalui ATM atau disimpulkan:
melalui Short Massages Service Banking 1. Saat ini pengelolaan parkir di Kota
(SMS Banking) via mobile phone. Palangka Raya masih belum
Cara pembayaran dalam parkir maksimal baik itu dari segi teknis
berlangganan ini adalah : pelaksanaan, model pengelolaan
1. Pelaksanaan pembayaran parkir maupun hasil yang diterima dan
berlangganan dapat dilakukan di masuk kedalam kas daerah.
kantor samsat bersama pada saat 2. Gagasan yang ditawarkan penulis
pembayaran pajak kendaraan diharapkan bisa diadopsi dan
bermotor; diterapkan untuk dibuatkan regulasi
dan diimplementasikan demi
2. Melalui kas daerah lewat bank mencapai target PAD,
yang ditunjuk. sehingga dengan kesejahteraan serta kenyamanan
bukti pembayaran, pemilik bagi semua pihak di lingkungan
kendaraan bermotor dapat Kota Palangka Raya.
mengurus kartu berlangganan.;
DAFTAR PUSTAKA
3. Melalui ATM atau SMS Bangking.
Ada beberapa hal yang perlu dilakukan Sulaiman Anwar. Pengantar Keuangan
oleh pemerintah kota dalam meningkatkan Negara dan Daerah, Jakarta : STIA-LAN
PAD dari parkir. Pertama, ada baiknya Press, 2000
pemerintah kota memetakan area parkir
yang dijadikan target sebagai sumber PAD, Yani Ahmad, Hubungan Keuangan antara
dengan demikian pemerintah kota akan Pemerintah Pusat dan Daerah di
mengetahui skim-skim mana saja yang Indonesia. Jakarta : Rajawali Pers, 2009
bisa dimaksimalkan dari area parkir
tersebut. Kedua, reformasi Satuan Kerja Peraturan Daerah Kota Palangka Raya
Perangka Daerah (SKPD) atau UPTD Nomor 11 Tahun 2011 Tentang Retribusi
yang khusus yang menangani urusan parkir Tempat Khusus Parkir
bahkan sampai kepada petugas lapangan
(tukang parkir), karena tidak dapat https://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Palangk
dipungkiri bahwa salah satu sumber a_Raya, di akses pada tanggal 28
kebocoran dari PAD kota dari parkir Desember 2011
adalah kualitas SDM yang perlu
ditingkatkan. Ketiga, pemberian sanksi
yang tegas bagi yang melanggar ketentuan
dari Perda No. 11/2011. Keempat,
mengadopsi dan menerapkan gagasan yang
penulis tawarkan sehingga PAD
diharapkan akan semakin meningkat serta
memberi kesejahteraan bagi masyarakat.

ISSN : 2085-4757 27