Anda di halaman 1dari 11

Jurnal Ilmu Hukum, Jilid 12, No 2, September 2017 Dinamika Pemekaran Daerah...

(Kristian) 15-25

DINAMIKA PEMEKARAN DAERAH DI INDONESIA MENURUT


UNDANG-UNDANG NOMOR 23 TAHUN 2014
TENTANG PEMERINTAHAN DAERAH

Oleh: Kristian
Dosen Fakultas Hukum Universitas Palangka Raya
Email: uluhbakena@gmail.com

Abstrak : Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945


(UUD NRI 1945) mengisyaratkan tentang tujuan negara Indonesia yakni: mewujudkan
kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban
dunia. Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang terdiri dari Pemerintahan Pusat
dan satuan Pemerintahan Daerah mengamanahkan kepada setiap daerah untuk menjalankan
pemerintahan di daerahnya sesuai amanah Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang
Pemerintahan Daerah demi terwujudnya salah satu dari tujuan negara mewujudkan
kesejahteraan umum berdasarkan asas otonomi dan desentralisasi. Polemik kemudian
timbul pada beberapa daerah yang memiliki wilayah luas namun hanya memiliki satu
pemerintahan daerah, akibatnya roda pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat
menjadi lambat. Pemekaran daerah merupakan solusi yang tepat bagi daerah karena
menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku memenuhi persyaratan untuk
dilakukan pemekaran.

Kata kunci: Pemekaran Daerah, Kesejahteraan Umum, Asas Otonomi.

LATAR BELAKANG wilayah Jawa dan wilayah lainnya.


Disparitas pembangunan, prosedur
Negara Kesatuan Republik Indonesia administrasi dan pelayanan kepada
(selanjutnya disebut NKRI) terdiri dari 34 masyarakat tampak antara Kalimantan
Provinsi, 415 Kabupaten dan 93 Kota.1 dengan Jawa.
Wilayah negara memiliki beberapa pulau Selain persoalan diatas, banyak hal
besar seperti Papua, Kalimantan dan yang memerlukan kecepatan proses dan
Sumatera dan memiliki satuan keputusan yang cepat justru terhambat
pemerintahan daerah yang lebih sedikit karena akses yang masih sulit, jarak
apabila dibandingkan dengan pulau Jawa tempuh yang jauh bahkan jalan darat yang
yang wilayahnya lebih kecil namun satuan masih belum tembus atau rusak parah.
pemerintahan daerahnya lebih banyak. Hal Ketika masyarakat hendak berurusan ke
ini berpengaruh terhadap berjalannya roda pusat kota harus mengeluarkan biaya yang
pemerintahan daerah beserta implementasi mahal, waktu yang lama bahkan resiko
pelayanan publik yang tidak sama antara kecelakaan di perjalanan. Mengacu
kompleksitas persoalan diatas, pemekaran
daerah merupakan keniscayaan bagi daerah
1
http:// otda.kemendagri.go.id (diakses pada yang memang sudah seharusnya untuk
tanggal 3 September 2017)
ISSN : 2085-4757 15
Jurnal Ilmu Hukum, Jilid 12, No 2, September 2017 Dinamika Pemekaran Daerah...(Kristian) 15-25

dimekarkan selama memenuhi syarat dan Tahun 1945 (selanjutnya disebut UUD
ketentuan yang diatur dalam perundang- NRI 1945) memuat tentang pemerintahan
undangan. daerah di Indonesia. Pasal tersebut
Tujuan pemekaran daerah adalah berbunyi:
meningkatkan kesejahteraan masyarakat, 1) Negara Kesatuan Republik Indonesia
percepatan pelayanan, perekonomian dibagi atas daerah-daerah provinsi dan
daerah, pengelolaan potensi daerah, daerah provinsi itu dibagi atas
keamanan dan ketertiban, hubungan yang kabupaten dan kota, yang tiap-tiap
serasi antara pusat dan daerah, peningkatan provinsi, kabupaten, dan kota itu
sumber daya berkelanjutan, meningkatkan mempunyai pemerintahan daerah,
keserasian dan perkembangan antar sektor, yang diatur dengan Undang-Undang.
serta memperkuat integrasi nasional. 2) Pemerintahan daerah provinsi, daerah
Untuk mencapai tujuan tersebut perlu kabupaten, dan kota mengatur dan
adanya peningkatkan kualitas sumber daya mengurus sendiri urusan pemerintahan
aparatur disegala bidang, karena peran menurut asas otonomi dan tugas
sumber daya manusia diharapkan dapat pembantuan.
meningkatkan kinerja organisasi dalam 3) Pemerintahan daerah provinsi, daerah
memberikan pelayanan prima (service kabupaten, dan kota memiliki Dewan
excellent) kepada masyarakat serta Perwakilan Rakyat Daerah yang
mendukung dalam pengembangan wilayah anggota-anggotanya dipilih melalui
di daerah. Strategi pengembangan sumber pemilihan umum.
daya manusia yang dilakukan secara 4) Gubernur, Bupati dan Walikota
konsisten dan berkesinambungan melalui masing-masing sebagai Kepala
proses pendidikan dan pelatihan bagi Pemerintah Daerah Provinsi,
aparatur telah terbukti memiliki peran Kabupaten dan Kota dipilih secara
strategis bagi upaya peningkatan demokratis.
kesejahteraan masyarakat sehingga mampu 5) Pemerintahan daerah menjalankan
berkontribusi bagi peningkatan daya saing otonomi seluas-luasnya, kecuali
bangsa secara berkesinambungan. urusan pemerintahan yang oleh
Pemekaran daerah Kabupaten, Kota undang-undang ditentukan sebagai
bahkan Provinsi menjadi daerah otonom urusan Pemerintah Pusat.
baru atau administrasi baru pada dasarnya 6) Pemerintahan daerah berhak
merupakan upaya untuk meningkatkan menetapkan peraturan daerah dan
kualitas pelayanan dan kesejahteraan peraturan-peraturan lain untuk
masyarakat. Untuk pengembangan wilayah melaksanakan otonomi dan tugas
sendiri calon daerah baru yang akan pembantuan.
dibentuk memerlukan keseimbangan 7) Susunan dan tata cara
antara sumberdaya yang satu dengan penyelenggaraan pemerintah daerah
lainnya. Hal ini perlu diupayakan agar diatur dalam Undang-Undang.
tidak terjadi disparitas atau kesenjangan
nantar daerah otonom baru tersebut di Ketentuan pasal 18 tersebut hanya
masa yang akan datang. mengatur secara umum tentang
Pasal 18 (perubahan Kedua) Undang- pemerintahan daerah dalam Negara
Undang Dasar Negara Republik Indonesia Kesatuan Republik Indonesia (selanjutnya
ISSN : 2085-4757 16
Jurnal Ilmu Hukum, Jilid 12, No 2, September 2017 Dinamika Pemekaran Daerah...(Kristian) 15-25

disebut NKRI). Peraturan lebih lengkap pemerintahan daerah dalam kerangka


diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 NKRI. Implementasinya dilakukan dengan
Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah memberikan keleluasaan kepada daerah
(Selanjutnya disebut UU 23/2014) dengan untuk menyelenggarakan kewenangan
maksud untuk melancarkan jalannya yang dimiliki.
pemerintahan daerah dan sarana untuk Asas Otonomi yang diberikan kepada
mencapai tujuan nasional bernegara yakni daerah kabupaten dan kota dilaksanakan
mewujudkan persatuan dan kesatuan dengan memberikan kewenangan kepada
NKRI. pemerintah daerah secara luas, transparan
Pemerintahan daerah dimaksud terdiri dan akuntabel secara profesional dan
dari pemerintahan provinsi, pemerintahan proporsional. Pelimpahan kewenangan
kabupaten dan pemerintahan kota. Provinsi tersebut seyogyanya diikuti oleh
dipimpin gubernur, kabupaten dipimpin pengaturan pembagian, pemanfaatan
bupati dan kota dipimpin walikota yang sumber daya nasional yang berkeadilan,
dipilih secara langsung secara periodik 5 serta perimbangan keuangan pusat dan
tahun sekali melalui pemilihan kepala daerah.
daerah. Provinsi selain berstatus sebagai Kendala terjadinya proses pemekaran
daerah juga merupakan wilayah daerah nampak pada kecenderungan
administratif yang menjadi wilayah kerja daerah induk tidak mau melepas wilayah
bagi gubernur sebagai wakil Pemerintah yang akan dimekarkan, terlebih wilayah
Pusat dan wilayah kerja bagi gubernur tersebut potensial, strategis bahkan
dalam menyelenggarakan urusan memiliki sumber daya alam yang kaya.
pemerintahan umum di wilayah Daerah Seharusnya apabila daerah induk tidak
provinsi (Pasal 4 ayat 1 UU 23/2014). mau melepaskan atau memekarkan
Daerah kabupaten/kota selain berstatus sebagian wilayahnya maka persoalan yang
sebagai daerah juga merupakan wilayah sudah di paparkan di atas seperti
administratif yang menjadi wilayah kerja pemerataan pembangunan, ekonomi, sosial
bagi bupati/wali kota dalam dan kesejahteraan masyarakat wajib
menyelenggarakan urusan pemerintahan dilakukan secara merata tanpa diskriminasi
umum di wilayah Daerah kabupaten/kota terhadap daerah tertentu sehingga roda
(Pasal 4 ayat 2 UU 23/2014). pembangunan dan pelayanan publik dapat
Ketentuan dalam Pasal 18 ayat (5) berjalan secara optimal. Namun yang
UUD NRI 1945 menentukan bahwa terjadi pada beberapa daerah justru
pemerintahan daerah menjalankan otonomi sebaliknya, daerah induk hanya mengambil
seluas-luasnya, kecuali urusan keuntungan dari potensi daerah tetapi tidak
pemerintahan yang oleh Pasal 10 ayat 1 diimbangi dengan pembangunan daerah
UU 23/2014 ditentukan sebagai urusan tersebut secara merata.
pemerintah pusat yakni 6 (enam) urusan Berdasarkan persoalan tesebut maka
pemerintahan absolut (Politik luar negeri, penulis mengangkat permasalahan
Pertahanan, Keamanan, Yustisi, Moneter bagaimanakah pemekaran daerah
dan Fiskal Nasional, Agama). dilakukan untuk meningkatkan
Penyelenggaraan otonomi daerah kesejahteraan masyarakat ?
sebagaimana diamanatkan secara jelas di
dalam UUD NRI 1945, bertujuan menata
ISSN : 2085-4757 17
Jurnal Ilmu Hukum, Jilid 12, No 2, September 2017 Dinamika Pemekaran Daerah...(Kristian) 15-25

METODE PENELITIAN perbuatan sewenang-wenang, atau


tindakan lainnya. Seorang kepala daerah
Penelitian yang digunakan dalam sering dianalogikan sebagai raja kecil yang
tulisan ini menggunakan metode Yuridis punya otoritas kekuasaan didaerahnya dan
Normatif (Legal Research) yakni meneliti merasa berwenang melakukan tindakan
bahan pustaka, sedangkan bahan hukum yang melampaui batas, sehingga sering
yang dipakai dalam penelitian ini adalah pula kepala daerah ditangkap dan diadili
bahan hukum primer dan bahan hukum karena tindakan-tindakan tersebut.
sekunder. Penelitian ini menggunakan Asas desentralisasi yang digunakan
Pendekatan Konseptual (Conseptual dalam penyelenggaraan pemerintahan
Approach) yakni melihat berbagai konsep daerah sebagai perwujudan penyerahan
dan kebijakan terkait dengan permasalahan kewenangan dari pusat kepada daerah
yang diangkat serta Pendekatan Kasus otonom saat ini sangat baik bagi akselerasi
(Case Approach) untuk melihat berbagai roda pemerintahan di daerah untuk
kasus yang berkaitan dengan judul serta mewujudkan tujuan negara yang adil,
permasalahan yang diangkat. Bahan-bahan makmur, dan sejahtera secara merata tanpa
hukum itu kemudian disusun secara diskriminasi.
sistematis dikaji secara mendalam untuk Sedangkan pengertian daerah otonom
selanjutnya ditarik kesimpulan. menurut Siswanto Sunarno adalah
kesatuan masyarakat hukum yang
PEMBAHASAN mempunyai batas-batas wilayah, yang
berwenang mengatur dan mengurus urusan
Asas Otonomi dan Desentralisasi pemerintahan dan kepentingan masyarakat
Menurut Pasal 1 Angka 7 UU setempat menurut prakarsa sendiri,
23/2014 asas otonomi adalah prinsip dasar berdasarkan aspirasi masyarakat dalam
penyelenggaraan pemerintahan daerah sistem NKRI.2
berdasarkan otonomi daerah. Sedangkan Pemerintahan daerah di Indonesia
Pasal 1 Angka 8 Desentralisasi adalah terdiri dari provinsi, kabupaten dan kota.
penyerahan urusan pemerintahan oleh Pemerintahan daerah tersebut terdiri dari
pemerintah pusat kepada daerah otonom wilayah administratif dan daerah otonom.
berdasarkan asas otonomi. Wilayah administratif hanya dimiliki oleh
Asas Otonomi dalam Provinsi DKI Jakarta yang terdiri dari
penyelenggaraan pemerintahan daerah Jakarta Pusat, Jakarta Utara, Jakarta
menjadi dasar terselenggaranya Selatan, Jakarta Barat, Jakarta Timur dan
pemerintahan dan pembangunan di setiap kepulauan seribu. Sedangkan kabupaten
daerah otonom. Daerah otonom mendapat dan kota lain di Indonesia merupakan
penyerahan urusan pemerintahan dari pusat daerah otonom.
untuk menyelennggarakan pemerintahan
yang menjadi urusan pemerintahan daerah. Pelayanan Publik
Prinsip otonomi daerah yang dimiliki Definisi pelayanan publik Pasal 1
daerah seringkali disalahgunakan oleh ayat (1) Undang-Undang Nomor 25 Tahun
kepala daerah yang berkuasa.
2
Penyalahgunaan tersebut dapat berbentuk Siswanto Sunarno, 2014, Hukum
Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN), Pemerintahan Daerah di Indonesia, Sinar Grafika,
Jakarta, hlm. 6
ISSN : 2085-4757 18
Jurnal Ilmu Hukum, Jilid 12, No 2, September 2017 Dinamika Pemekaran Daerah...(Kristian) 15-25

2009 tentang Pelayanan Publik pengguna jasa pelayanan harus


(Selanjutnya disebut UU 25/2009) : dirumuskan secara jelas dengan
Pelayanan publik adalah kegiatan atau membuat bagan tugas dan distribusi
rangkaian kegiatan dalam rangka kewenangan.
pemenuhan kebutuhan pelayanan sesuai 6. Transparansi biaya. Biaya pelayanan
dengan peraturan perundang-undangan harus ditetapkan minimal dan
bagi setiap warga negara dan penduduk transparan.
atas barang, jasa, dan/atau pelayanan 7. Kepastian jadwal dan durasi
administratif yang disediakan oleh pelayanan. Jadwal dan durasi
penyelenggara pelayanan publik. pelayanan juga harus pasti, sehingga
UU 25/2009 memberi makna masyarakat memiliki gambaran yang
pelayanan publik sebagai kegiatan atau jelas kapan selesainya.
rangkaian kegiatan dalam rangka 8. Minimalisasi formulir. Formulir harus
pemenuhan kebutuhan pelayanan sesuai dirancang secara efisien, sehingga
dengan peraturan perundang-undangan akan dihasilkan formulir komposit
bagi setiap warga negara dan penduduk (satu formulir yang dapat dipakai
atas barang, jasa dan atau pelayanan untuk berbagai keperluan).
administratif yang disediakan oleh 9. Maksimalisasi masa berlakunya izin.
penyelenggara pelayanan publik.3 Untuk menghindarkan terlalu
Terdapat beberapa asas dalam seringnya masyarakat mengurus izin,
penyelenggaraan pelayanan pemerintahan maka masa berlakunya izin harus
dan perizinan yang harus diperhatikan, ditetapkan selama mungkin.
yaitu: 10. Kejelasan hak dan kewajiban penyedia
1. Empati dengan masyarakat. Pegawai jasa (providers) dan pengguna jasa
yang melayani urusan perizinan dari (customers). Hak dan kewajiban baik
instansi penyelenggara jasa perizinan bagi providers maupun bagi customers
harus dapat berempati dengan harus dirumuskan secara jelas, dan
masyarakat pengguna jasa pelayanan. dilengkapi dengan sanksi serta
2. Pembatasan prosedur. Prosedur harus ketentuan ganti rugi.
dirancang pendek dan sederhana. 11. Efektivitas penanganan keluhan.
3. Kejelasan tatacara pelayanan. Tatacara Pelayanan yang prima sedapat
pelayanan harus didesain dengan mungkin menghindari keluhan. Jika
sederhana dan dikomunikasikan muncul keluhan maka harus dirancang
kepada masyarakat pengguna jasa suatu mekanisme yang dapat
pelayanan. memastikan bahwa keluhan tersebut
4. Minimalisasi persyaratan pelayanan. akan ditangani secara cepat dan efektif
Persyaratan dalam mengurus sehingga permasalahan yang ada dapat
pelayanan harus dibatasi dan sebatas tuntas tanpa berlarut-larut.
yang diperlukan.
5. Kejelasan kewenangan. Kewenangan Upaya mewujudkan kesejahteraan
pegawai yang melayani masyarakat masyarakat di daerah secara adil, merata,
makmur dan sejahtera akan sulit tercapai
3
Sirajudin, 2011, Hukum Pelayanan Publik: tanpa akumulasi dari berbagai hal,
Berbasis Partisipasi & Keterbukaan Informasi, diantaranya struktur pemerintahan, aturan
Setara Press, Malang.
ISSN : 2085-4757 19
Jurnal Ilmu Hukum, Jilid 12, No 2, September 2017 Dinamika Pemekaran Daerah...(Kristian) 15-25

yang dibuat termasuk implementasinya, a. Pemecahan daerah provinsi atau


serta pelayanan publik dan masyarakat daerah kabupaten/kota untuk menjadi
yang peduli terhadap kemajuan daerahnya. dua atau lebih daerah baru; atau
Pelayanan publik menjadi poin b. penggabungan bagian daerah dari
penting dalam kemajuan suatu daerah. daerah yang bersanding dalam 1 (satu)
Kepala daerah beserta jajaran birokrasi daerah provinsi menjadi satu daerah
yang melaksanakan pelayanan kepada baru.
masyarakat secara optimal dan berkualitas
akan menghasilkan daerah yang maju. Pemekaran daerah mengandung arti
Sebaliknya daerah otonom yang tertinggal pembentukan wilayah administratif baru
tentu belum menerapkan pelayanan yang atau daerah otonom baru baik itu pada
yang baik dalam penyelenggaran tingkat provinsi, kabupaten atau kota yang
pemerintahan daerahnya. berpisah dari provinsi, kabupaten/kota
Pelayanan publik yang baik tidak induk. Pemekaran daerah bertujuan untuk
dapat lepas dari inprastruktur yang baik percepatan pembangunan dan roda
pula. Akses jalan, jembatan dan moda perekonomian di daerah otonom baru.
transportasi dari dan menuju pusat kota Sehingga kehidupan warga di daerah yang
tentu sangat berpengaruh terhadap baru dimekarkan akan lebih sejahtera,
kecepatan proses dan pekerjaaan dalam segala urusan lebih cepat terselesaikan
pelayanan kepada masyarakat. Sulit karena jarak tempuh menuju pusat kota
dibayangkan apabila warga dari pelosok menjadi lebih dekat, akses inprastruktur
desa berniat mengurus surat menyurat ke jalan dan jembatan semakin baik karena
kota yang seharusnya bisa selesai dalam jenjang birokrasi lebih pendek. Daerah
satu hari tetapi memakan waktu berhari- otonom baru memiliki kewenangan dalam
hari karena akses jalan yang tidak layak, mengelola anggaran sendiri melalui
belum lagi aparatur yang tidak berada di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah
lokasi atau suka menunda pekerjaanya. (APBD). Pemekaran daerah seyogyanya
menjadi solusi atas suatu permasalahan
Pemekaran Daerah yang dihadapi, bukan menambah atau
Menurut Pasal 1 Angka 20 UU menciptakan masalah baru. Pembentukan
23/2014 pembentukan daerah adalah daerah otonomi baru bertujuan untuk
penetapan status daerah pada wilayah meningkatkan kualitas pelayanan publik
tertentu. Pada Pasal 32 ayat (1) UU guna mempercepat terwujudnya
23/2014 pembentukan daerah terdiri dari kesejahteraan masyarakat yang adil dan
pemekaran daerah dan penggabungan makmur.
daerah. Kemudian pada ayat (2) Setiap daerah yang akan dimekarkan
pembentukan daerah sebagaimana harus memiliki daerah persiapan untuk
dimaksud pada ayat (1) mencakup dijadikan pusat pemerintahan daerah baru.
pembentukan daerah provinsi dan Daerah persiapan diusulkan oleh Gubernur
pembentukan daerah kabupaten/kota. kepada Pemerintah Pusat, Dewan
Pemekaran Daerah sebagaimana Perwakilan Rakyat Republik Indonesia
dimaksud dalam Pasal 32 ayat (1) huruf (a) (DPR RI), atau Dewan Perwakilan Daerah
berupa: Republik Indonesia (DPD RI) untuk
membentuk sebuah tim kajian independen
ISSN : 2085-4757 20
Jurnal Ilmu Hukum, Jilid 12, No 2, September 2017 Dinamika Pemekaran Daerah...(Kristian) 15-25

serta wajib memenuhi beberapa daerah, dan kemampuan


persyaratan dalam pemekaran daerah. penyelenggaraan pemerintahan.
Persyaratan tersebut terdiri dari Aspek geografi yang dimaksud
persyaratan dasar dan persyaratan meliputi lokasi ibukota, hidrografi dan
administratif. kerawanan bencana. Aspek demografi
a. Persyaratan dasar, meliputi 2 (dua) meliputi kualitas sumber daya manusia
syarat yaitu dasar kewilayahan dan dan distribusi penduduk. Aspek
kapasitas daerah. Syarat pertama, keamanan sebagaimana disebutkan
untuk pemenuhan persyaratan wilayah adalah tindakan kriminal umum dan
terdiri dari luas wilayah minimal, konflik sosial. Aspek sosial politik,
jumlah penduduk minimal, batas adat, dan tradisi meliputi partisipasi
wilayah dan cakupan wilayah serta masyarakat dalam pemilihan umum,
batas usia minimal untuk daerah kohesivitas sosial, dan organisasi
provinsi, daerah kabupaten/kota dan kemasyarakatan. Aspek potensi
kecamatan. Kemudian dijelaskan ekonomi pertumbuhan ekonomi dan
dalam pembentukan (pemekaran) potensi unggulan daerah. Parameter
daerah baru, Pasal 35 ayat (4) UU keuangan daerah meliputi kapasitas
23/2014 mensyaratkan untuk pendapatan asli daerah induk, potensi
pemekaran provinsi diperlukan pendapatan asli calon daerah
minimal 5 (lima) daerah persiapan, dan pengelolaan keuangan
kabupaten/kota (butir a), pemekaran dan aset daerah. Aspek kemampuan
kabupaten diperlukan minimal 5 penyelenggaraan pemerintahan
(lima) kecamatan (butir b) serta untuk meliputi aksesibilitas pelayanan dasar
pemekaran Daerah Kota diperlukan pendidikan, aksesibilitas pelayanan
setidaknya 4 (empat) kecamatan (butir dasar kesehatan, aksesibilitas
c). Pada Pasal 35 ayat (6) UU 23/2014 pelayanan dasar infrastruktur, jumlah
butir a diterangkan pemekaran Daerah pegawai aparatur sipil negara di
provinsi bisa dilakukan bila batas usia daerah induk dan rancangan tata ruang
provinsi yang akan dimekarkan adalah wilayah daerah persiapan.
10 tahun dan daerah kabupaten/kota b. persyaratan administrasi, terkait
yang akan bergabung membentuk dengan permasalah persetujuan dan
sebuah provinsi maka batas usia kemampuan dalam
minimalnya adalah 7 (tujuh) tahun mempersiapkan, Pasal 37 UU
sejak pembentukan dilakukan. 23/2014 (butir a) menyatakan
Sedangkan untuk syarat kedua, terkait persetujuan untuk pemekaran
dengan kapasitas daerah adalah sebuah Provinsi didapatkan dari
kemampuan daerah untuk berkembang semua Bupati/Walikota dan Dewan
dan mewujudkan kesejahteraan Perwakilan Rakyat Daerah
masyarakatnya. Pasal 36 UU 23/2014 (Selanjutnya disebut DPRD)
menjelaskan bahwa kemampuan ini Kabupaten/Kota yang akan menjadi
dilihat dari aspek geografi, demografi, cakupan wilayah provinsi baru dan
keamanan, sosial politik, adat dan persetujuan bersama antara DPRD
tradisi, potensi ekonomi, keuangan dan Gubernur daerah provinsi
induk. Kemudian pada (butir b),
ISSN : 2085-4757 21
Jurnal Ilmu Hukum, Jilid 12, No 2, September 2017 Dinamika Pemekaran Daerah...(Kristian) 15-25

untuk Daerah kabupaten/kota perkembangan pembinaan, pengawasan


meliputi: dan evaluasi terharap daerah tersebut,
1. keputusan musyawarah Desa sebagaimana diatur pada Pasal 43 ayat (4)
yang akan menjadi Cakupan UU 23/2014 apabila daerah persiapan itu
Wilayah Daerah layak menjadi daerah otonom baru maka
kabupaten/kota; statusnya ditetapkan melalui Undang-
2. persetujuan bersama DPRD undang. Sebaliknya pada Pasal 43 ayat (5)
kabupaten/kota induk dengan UU 23/2014 apabila dinilai tidak layak
bupati/wali kota Daerah induk; untuk dimekarkan maka daerah persiapan
dan tersebut dikembalikan ke daerah induk
3. persetujuan bersama DPRD melalui Peraturan Pemerintah (PP).
provinsi dengan gubernur dari
Daerah provinsi yang Daerah Pemekaran Baru
mencakupi Daerah Persiapan Beberapa daerah yang sudah
kabupaten/kota yang akan dimekarkan untuk tingkat Provinsi antara
dibentuk. lain Banten, Kepulauan Riau, Bangka
Setelah semua persyaratan terpenuhi Belitung, Maluku Utara, Papua Barat,
serta mendapat persetujuan untuk Kalimantan Utara, Gorontalo, Sulawesi
dimekarkan, maka Pemerintah Pusat Barat. Sementara untuk Kabupaten/ Kota
Peraturan Pemerintah (PP) untuk antara lain Katingan, Seruyan, Pulang
pembentukan Daerah Persiapan Provinsi Pisau, Gunung Mas, Sukamara, Lamandau,
selama 3 (tiga) tahun. Daerah yang baru Barito Timur, Murung Raya.
dimekarkan dipimpin oleh kepala daerah Dilihat dari sisi positifnya beberapa
persiapan, seorang Pegawai Negeri Sipil daerah baru terbukti berhasil meningkatkan
(PNS) yang diangkat dan diberhentikan kesejahteraan masyarakat, sedikit banyak
oleh Presiden atas usul Menteri Dalam sudah memberikan kontribusi dan
Negeri. Pada masa persiapan ini, kemudahan bagi masyarakat karena
pembangunan dan perekonomian dan pembangunan yang lebih cepat, akses yang
pengawasan dilakukan bersama oleh lebih dekat, aspirasi cepat sampai dan
Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi segera ditindaklanjuti. Sedangkan dari sisi
induk serta pengawasan dari masyarakat negatif akan muncul stigma kehadiran raja
dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja baru, Pemerintahan yang ekslusif, bahkan
Negara (APBN) dan Pendapatan Asli grafik korupsi yang meningkat.
Daerah (PAD) Persiapan. Sedangkan Pemekaran daerah tidak selamanya
kewajiban dari Provinsi induk adalah berdampak baik tetapi juga menimbulkan
membantu melakukan persiapan dan dampak negatif. Oleh karena setiap
pernyataan kesediaan bila melewati masa wilayah yang akan dimekarkan harus
ini untuk sarana dan prasarana, pendataan dikaji secara matang dari berbagai aspek
aparatur, pembiayaan peralatan, dan sehingga layak dimekarkan menjadi
dokumentasi serta dukungan pendanaan. sebuah Daerah Otonom Baru (DOB).
Selama 3 (tiga) tahun pembangunan Sebagai contoh beberapa daerah yang saat
dan perkembangan akan selalu dipantau ini memeiliki niat untuk memekarkan diri
oleh Pemerintah Pusat, DPR RI dan DPD terletak di Provinsi Kalimantan Tengah.
RI. Pemerintah Pusat wajib menyampaikan Daerah barat provinsi ini hendak
ISSN : 2085-4757 22
Jurnal Ilmu Hukum, Jilid 12, No 2, September 2017 Dinamika Pemekaran Daerah...(Kristian) 15-25

memekarkan diri menjadi Provinsi Pembentukan Daerah dalam rangka


Kotawaringin Raya, bahkan sudah kepentingan Stategis Nasional. Dalam
memiliki Badan Persiapan Provinsi (BPP). pasal 49 dikatakan bahwa bisa dibentuk
Namun berita yang berkembang hanya 4 sebuah daerah baru (pemekaran daerah)
(empat) Kabupaten yang sepakat maka untuk daerah perbatasan, pulau-pulau
hingga kini belum terwujud menjadi terluar dan daerah tertentu untuk menjaga
Provinsi baru, karena syarat jumlah dan kedaulatan NKRI dalam jangka waktu
minimal menjadi sebuah provinsi 5 (lima) tahun. Pembentukannya tidak
setidaknya 5 (lima) Kabupaten sesulit dari pemekaran daerah sebagaimana
sebagaimana termuat dalam Pasal 35 ayat dipaparkan diatas, karena batas wilayah
(4) UU 23/2014. Daerah Timur hendak yang jelas parameternya dilihat dari
memekarkan diri menjadi Provinsi Barito pertahanan dan keamanan, potensi
Raya namun sampai saat ini belum ekonomi serta lainnya untuk memperkuat
terwujud. kedaulatan NKRI. Prosesnya hampir sama
Beberapa hal yang menjadi kendala hanya lebih cepat tanpa memerlukan
dalam pemekaran provinsi baru di Provinsi persetujuan provinsi induk karena
Kalimantan Tengah antara lain sejumlah Pemerintah Pusat yang memberikan
persyaratan dasar atau administrasi yang dukungan secara penuh dan mutlak.
belum terpenuhi serta keinginan politik
(political will) dari daerah induk dan Langkah Pemekaran Daerah
daerah yang akan dimekarkan. Bagi daerah Pemekaran daerah terwujud dengan
induk, wilayah barat menjadi sumber baik apabila sesuai prosedur sebagaimana
pemasukan daerah yang potensial dari diamanahkan oleh UU 23/2014 yakni :
sektor perkebunan diantaranya kelapa 1. Kajian Daerah
sawit dan karet serta pertambangan seperti berupa kajian provinsi dan
tambang biji besi dan nikel. Sedangkan kabupaten/kota yang secara legal
wilayah timur termasuk penyumbang formal disusun oleh Tim yang
Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang besar dibentuk oleh kepala daerah untuk
bagi daerah induk dengan tambang batu menilai kelayakan pembentukan
bara yang menjadi primadona. Dapat daerah secara obyektif yang memuat
dibayangkan jika wilayah barat yang penilaian kuantitatif terhadap faktor-
meliputi Kabupaten Kotawaringin Timur, faktor teknis yang dilengkapi dengan
Seruyan, Kotawaringin Barat, Lamandau penilaian kualitatif terhadap faktor
dan Sukamara memisahkan diri atau lainnya yang memiliki karakteristik
wilayah timur yang meliputi Kabupaten tersendiri.
Barito Timur, Barito Selatan, Barito Utara, 2. Peran DPRD Kabupaten/Kota
Murung Raya, Serta satu kabupaten lagi Peran DPRD dalam konteks
melepaskan diri dari Provinsi Kalimantan pemekaran daerah cukup menentukan.
Tengah selaku daerah induk. Provinsi Hal ini disebabkan karena
induk akan jatuh miskin karena keputusannya dapat dijadikan sebagai
kabupaten/kota yang tersisa sangat kecil penentu dari sebuah proses
PAD nya. pemenuhan persyaratan administratif.
Menurut Pasal 49 sampai dengan
Pasal 53 UU 23/2014 mengatur mengenai
ISSN : 2085-4757 23
Jurnal Ilmu Hukum, Jilid 12, No 2, September 2017 Dinamika Pemekaran Daerah...(Kristian) 15-25

3. Peran Bupati/Walikota menilai pemekaran daerah juga berdampak


Bupati/Walikota dapat memutuskan negatif. Pemekaran daerah membuka
untuk menyetujui atau menolak dalam peluang untuk terjadinya bureaucratic and
bentuk keputusan Bupati/Walikota political rentseeking yakni kesempatan
yang didasarkan atas hasil kajian untuk memperoleh keuntungan dari
daerah. Kajian daerah yang dimaksud pemekaran wilayah, baik dana dari
merupakan persyaratan teknis seperti pemerintah pusat maupun dari penerimaan
yang telah dipaparkan di atas. daerah sendiri. Pemekaran daerah
4. Peran Gubernur dan DPRD Provinsi dianggap sebagai langkah kelompok elit di
Gubernur menyetujui usulan daerah yang menginginkan jabatan dan
pembentukan provinsi sebagaimana posisi. Partai politik menjadi kendaraan
yang diusulkan oleh Bupati/Walikota dijadikan kendaraan untuk menyuarakan
berdasarkan hasil kajian daerah serta aspirasi termasuk mendorong pemekaran
memenuhi persyaratan dasar dan daerah.
administrasi. pembentukan provinsi Sebagai daerah otonom baru,
tersebut selanjutnya disampaikan pemerintahan daerah dituntut untuk
kepada DPRD provinsi untuk diminta menunjukkan kemampuan dalam menggali
persetujuannya. Setelah adanya potensi daerah yang parameternya adalah
keputusan persetujuan dari DPRD peningkatan PAD. Pemekaran daerah
Provinsi, maka Gubernur selayaknya tidak memberikan beban bagi
menyampaikan usulan pembentukan keuangan negara secara nasional dalam
Provinsi kepada Presiden melalui meningkatkan pelayanan masyarakat dan
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) percepatan pembangunan wilayah.
dengan melampirkan: Kegiatan evaluasi pemekaran daerah
a) hasil kajian daerah; antara lain :
b) peta wilayah calon wilayah a) Pelaksanaan evaluasi perkembangan
pemekaran; daerah otonom baru dalam
c) keputusan dari DPRD memberikan pelayanan kepada
Kabupaten/Kota serta keputusan masyarakat;
Bupati/Walikota; b) pelaksanaan kebijakan pemekaran
d) keputusan DPRD provinsi. daerah otonom baru termasuk
perumusan kebijakan dan pelaksanaan
Mendagri selanjutnya membentuk tim upaya alternatif bagi peningkatan
khusus untuk melakukan penelitian pelayanan masyarakat dan percepatan
terhadap usulan pemekaran daerah dan pembangunan wilayah;
menyampaikan rekomendasi usulan c) Penyelesaian status kepemilikan dan
pembentukan daerah ke Dewan pemanfaatan aset daerah secara
Pertimbangan Otonomi Daerah optimal;
(DPOD) yang ditindak lanjuti ke d) Penataan penyelenggaraan
Presiden oleh Mendagri. pemerintahan daerah otonom baru.

Evaluasi Pemekaran Daerah Evaluasi pemekaran daerah terkait


Selain sisi positif yang diperoleh dari erat dengan kemampuan daerah dalam
pemekaran daerah, beberapa wilayah justru penyelenggaraan otonomi daerah. Apabila
ISSN : 2085-4757 24
Jurnal Ilmu Hukum, Jilid 12, No 2, September 2017 Dinamika Pemekaran Daerah...(Kristian) 15-25

setelah 5 (lima) tahun terbentuk ternyata Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009


hasilnya tidak tercapai maka daerah yang Tentang Pelayanan Publik
bersangkutan akan dihapus dan
digabungkan dengan daerah lain. Melalui Internet
evaluasi terdapat gambaran secara umum http:// otda.kemendagri.go.id (diakses pada
kondisi daerah hasil pemekaran apakah tanggal 3 September 2017)
menjadi semakin maju atau justru semakin
tertinggal.

KESIMPULAN

Pemekaran daerah memiliki dampak


negatif dan positif. Dampak negatif dapat
dilihat dengan meningkatnya
penyalahgunaan wewenang, korupsi,
kepala daerah seolah raja kecil yang
bersifat absolut dan bersikap diskriminasi.
Dampak positif antara lain roda
pembangunan dan perekonomian semakin
cepat, proses administrasi lebih mudah
dengan jenjang birokrasi yang lebih
pendek. Pelayanan publik semakin baik
sehingga pada akhirnya bermuara kepada
kesejahteraan masyarakat sebagaimana
tertuang dalam pembukaan UUD NRI
1945 dalam bingkai NKRI.

DAFTAR RUJUKAN

Buku
Siswanto Sunarno, 2014, Hukum
Pemerintahan Daerah di Indonesia,
Sinar Grafika, Jakarta

Sirajudin, 2011, Hukum Pelayanan Publik:


Berbasis Partisipasi & Keterbukaan
Informasi, Setara Press, Malang

Peraturan Perundang-Undangan
Undang-Undang Dasar Negara Republik
Indonesia Tahun 1945

Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014


Tentang Pemerintahan Daerah
ISSN : 2085-4757 25