Anda di halaman 1dari 8

Analisis Perhitungan Rangka Batang

E. Analisis Perhitungan Rangka Batang


Diketahui : konstruksi kuda-kuda seperti gambar dengan P1 = P5 = 100 kg, P2 = P3 = P4 = 200
kg.

Ditanyakan : Gaya-gaya batang dengan metoda keseimbangan titik simpul, Cremona, Ritter dan
Culman ?

Gaya-Gaya Batang dengan Keseimbangan Titik Simpul

Langkahnya sebagai berikut :

1. Menentukan reaksi tumpuan di A dan B (RA dan RB)Karena Simetris maka RA = RB =


(P) = (800) = 400 kg
2. Menentukan satu titik simpul yang memenuhi syarat untuk dihitung (syaratnya ialah
paling banyak dua gaya batang yang dicari)
Membuat daftar gaya batang

Gaya Batang (Kg)


No. Batang (S)
Tarik (+) Tekan (-)
S1 = S4 600
S2 = S3 400
S5 = S6 519.6
S7 = S9 200
S8 200

2. Gaya-Gaya Batang dengan Cremona

Langkah-langkah penggambaran :

1. Menentukan skala panjang dan skala gaya.


2. Gambarkan kontruksi dengan berskala berikut posisi gaya-gaya yang bekerja
3. Gambarkan resultan gaya-gaya yang bekerja pada konstruksi dengan berskala gaya
4. Pilih titik simpul yang memenuhi syarat untuk dilukis (syaratnya adalah pada titik simpul
tersebut paling banyak dua gaya batang yang dicarai)
5. Persiapkan dua buah daftar yaitu daftar urutan lukisan dan daftar gaya batang
6. Tuliskan urutan lukisan pada daftar yang tersedia berurutan mulai dari yang diketahui
hingga batang yang dicari untuk titik simpul yang dipilih
7. Buatlah segi banyak yang tertutup dan pada waktu melukis supaya menuruti urutan
lukisan yang ada dalam daftar.
8. Ukurlah panjang sisi segi banyak yang menggambarkan skala batang pada konstruksi dan
kalikan dengan skala gaya maka gaya batang pada titik simpul diketahui besarnya.
9. Pilih titik simpul yang berikutnya sudah barang tentu yang memenuhi syaratdan lakukan
hal yang sama dengan diatas yaitu poin f, g dan h. Apabila dalam lukisan berikutnya
menggunakan garis yang ada maka haruslah berlawanan dengan arah semula.

Maka untuk soal diatas dapat diselesaikan dengan mengikuti langkah-langkah yang sama :

Untuk soal diatas skala panjang 1 cm = 1 m dan skala gaya 1 cm = 100 kg


Daftar urutan Lukisan

Titik Urutan Lukisan


AC RA, P1, S1, S5S1, P2, S2, S7

D S2, P3, S3, S8

F S5, S7, S8, S9, S6

E S9, S3, P4, S4

B S6, S4, P5, RB

Daftar gaya batang

No. Batang Gaya Batang (Kg)


(S) Tarik (+) Tekan (-)
S1 = S4 600
S2 = S3 410
S5 = S6 519.61
S7 = S9 196.78
S8 194.14

3. Gaya-Gaya Batang dengan Ritter

Menurut Ritter jika suatu konstruksi seimbang, jumlah momen pada tiap-tiap titik simpul adalah
nol. Mengingat cara penyelesaiannya menggunakan momen, pengertian jarak-jarak harus benar-
benar dipahami dan perlu diingat bahwa gaya dapat dipindahkan maju atau mundur asal tetap
dalam garis kerjanya.
Potongan Ritter hanya boleh memotong batang tidak lebih dari tiga batang. Syarat untuk titik
simpul yang dapat dijadikan sebagai dasar perhitungan adalah bahwa dengan mengambil jumlah
momen sma dengan nol pada titik tersebut hanya akan muncul satu gaya batang yang dicari.

Setelah sebuah konstruksi dipotong Ritter maka dapat dipandang salah satu bagian dari
konstruksi yang terpotong (pilihlah potongan yang paling sederhana). Ujung-ujung batang yang
terpotong diberi panah arah keluar. Menurut Ritter jika suatu konstruksi seimbang, walaupun
dipotong-potong, potongannya tetap dapat dianggap seimbang asal diikutkan gaya-gaya pada
batang yang terpotong.

Pandang potongan kiri x x

MF = RA.3 P1.3 P2.1,5 + S2.b = 0

400.3 100.3 200.1,5 + S2.1,5 = 0

1200 300 300 + 1,5 S2 = 0

600 + 1,5 S2 = 0

S2 = 600/1,5 = 400 kg

MA = P2.1,5 + S7.a = 0
200.1,5 + S7.1,5 = 0

300 + 1,5 S7 = 0

S7 = 300/1,5 = 200 kg

MC = RA.1,5 P1.1,5 S5.c = 0

400.1,5 100.1,5 S5.0,866 = 0

600 150 0,866 S5 = 0

450 0,866 S5 = 0

S5 = 450/0,866 = 519.63 kg

1. Gaya-Gaya Batang dengan Culman

Metoda Culman digunakan untuk memeriksa hasil dari metoda Cremona dan Ritter.

Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :

1. Mencari reaksi tumpuan di A dan B


2. Buat potongan melalui batang 2, 5 dan 7.
3. Menentukan RL (RL = RA (P1 + P2)
4. Resultan dari S7 dan S5 ialah R7 5.
5. Dilukis segitiga RL S2 R5 7
6. R5 7 diuraikan menjadi dua komponen S7 dan S5.