Anda di halaman 1dari 3

A.

Kerangka Teori

Pengetahuan adalah hasil tahu dan ini terjadi setelah orang mengadakan

pengindraan terhadap suatu objek tertentu, pengindraan terhadap objek terjadi

melalui panca indra manusia yaitu penglihatan, pendengaran, penciuman, rasa

dan raba (Notoatmodjo, 2003 dalam Wawan dan Dewi, 2011). Terdapat dua jenis

pengetahuan yaitu pengetahuan implisit dan eksplisit, pengetahuan implisit yaitu

pengetahuan yang berisi faktor yang tidak bersifat nyataseperti keyakinan dan

kepribadian sedangkan pengetahuan eksplisit yaitu pengetahuan yang bersifat

nyata dalam perilaku kesehatan, pengetahuan memiliki enam tingkatan yaitu

tahu, memahami, aplikasi, analisis, sintesis, dan evaluasi. Faktor-faktor yang

mempengaruhi pengetahuan diantaranya adalah pendidikan, informasi atau

media massa, sosial budaya dan ekonomi, lingkungan, pengalaman, usia, dan

pekerjaan, pengetahuan juga dapat diperoleh melalui beberapa cara yaitu cara

kuno dan cara modern, yang termasuk kedalam cara kuno yaitu cara coba salah,

cara kekuasaan, berdasarkan pengalaman pribadi, sedangkan cara modern

disebut dengan penelitian ilmiah atau metodologi penelitian.

Pemberian ASI eksklusif adalah bayi hanya diberi ASI saja, sejak usia 30

menit post natal sampai usia 6 bulan tanpa tambahan cairan lain seperti susu

formula, sari buah, air putih, madu, air teh, dan tanpa tambahan makanan seperti

buah-buahan, biscuit, bubur susu, bubuk nasi, dan nasi tim (Walyani dan

Purwoastuti, 2015). Terdapat beberapa jenis ASI diantaranya adalah kolostrum

ASI yang keluar pertama dan berwarna kuning kental, susu transisi yaitu susu
yang keluar pada hari ke tiga sampai hari ke sepuluh tetapi lebih bening

dibandingkan dengan kolostrum, susu matur atau matang adalah susu yang keluar

setelah hari ke satu pasca persalinan, di dalam ASI juga terdapat komposisi gizi

yang diperlukan oleh bayi diataranya adlah air, karbohidrat, bahan larut, vitamin,

protein, taurin, DHA dan AA, laktoferin dan lisosom, selain itu manfaat ASI

dibagi menjadi 4 yaitu bagi bayi, bagi ibu, bagi keluarga, dna bagi negara,

manfaat ASI bagi bayi yaitu bayi dapat memulai kehidupannya dengan baik,

mengandung antibody, ASI mengandung komposisi yang tepat untuk bayi,

mengurangi kejadian karies dentis, memberi rasa nyaman dan aman pada bayi

dan adanya ikatan antara ibu dan bayi, terhindar dari alergi, meningkatkan

kecerdasan bagi bayi, membantu pertumbuhan gigi karena gerakan menghisap

mulut bayi pada payudara, aspek neurologis dan persyarafan, sedangkan manfaat

ASI bagi ibu terdapat beberapa aspek diantaranya aspek kontrasepsi, aspek

kesehatan ibu, aspekpenurunan berat badan, aspek psikologis, bagi keluarga yaitu

aspek ekonomi, aspek psikologi, dan aspek kemudahan, dan manfaat ASi bagi

negara adalah menurunkan angka kesakitan dan kematian bayi, menurunkan

devisa negara, mengurangi subsidi untuk rumah sakit, peningkatan kualitas

generasi penerus. Fator-faktor yang dapat mempengaruhi pemberian ASI

eksklusif adalah iklan susu formula, pekerjaan, pendidikan, usia, budaya, dan

pengetahuan, adapun hal-hal yang mempengaruhi produksi ASI yaitu makanan,

ketenangan jiwa, penggunaan alat kontrasepsi, perawatan payudara, anatomis


buah dada, fisiologi, faktor istirahat, faktor isapan bayi, dan obat-obatan yang

diminum oleh ibu.