Anda di halaman 1dari 7
FLUIDISASI PADAT GAS Ir. Agus Djauhari_ MT. L_ PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Flui seperti fluida karena dialiri fluida. Manfaat dari sifat padatan yang terfluidisasi adalah sifatnya yang dapat dialirkan sehingga memungkinkan operasi menggunakan padatan dapat bersifat kontinyu, Selain itu keuntungan lain adalah dengan terangkatnya butiran sampai mengapung ini membuat luas permukaan kontak sangat besar sehingga operasi menjadi sangat efektif. Peristiwa fluidisasi digunakan dalam industri petrokimia dalam reaktor cracking, Katalis padat dalam butiran dapat diregenerasi secara kontinyu dengan mengalirkan katalis dari reaktor ke unit aktivasi katalis. Contoh pemakaian dari reaktor ini adalah pembuatan alkil klorida dati gas klorin dengan olefin dan pembuatan phthalic-anhidride dari oksidasi naphtalena oleh udara. Pemakaian lain tanpa reaksi katalitik antara lain untuk pembakaran kapur, pengambilan tembaga, perak atau emas dari bijinya. Pada pembakaran kapur aliran uudara digunakan untuk suplai oksigen untuk pembakaran, sedangkan pada Pengambilan logam dari bijinya aliran gas yang digunakan adalah gas pereduksi, sehingga oksida logam tereduksi menjadi logam murni. Beberapa incenerator menggunakan prinsip fluidisasi, digunakan untuk pembakaran lumpur dari proses mikrobiologi dan juga penyelesaian akhir untuk perlakuan limbah B3. selain pembakaran juga dihasilkan panas yang dapat digunakan sebagai pengasil steam asi adalah peristiwa dimana unggun berisi butiran padat berkelakuan 1.2 Tujuan 1. Membuat kurva karakteristik fluidisasi 2. Menentukan rapat massa butiran padat. 3. Menentukan harga kecepatan alir minimum Um dari kurva karakteristik dan dari perhitungan, 4, Mengetahui pengaruh ukuran partikel dan tinggi unggun terhadap Umf Il, LANDASAN TEORY Ketika fluida atau gas mengalir dengan laju keeil pada kolom berisi unggun padatan maka tekanan gas akan berkurang sepanjang unggun padatan. Apabila laju aliran gas diperbesar terus maka besarnya penurunan tekanan gas sepanjang unggun juga akan bertambah, hingga pada suatu saat dimana butiran padatan tersebut {erangkat oleh aliran gas maka penurunan tekanan menjadi tetap. Keadaan dimana padatan terangkat schingga tidak lagi berupa unggun diam disebut terfluidisasi, artinya padatan tersuspensi dalam gas dan pada keadaan ini sifat dari padatan tidak lagi seperti semula tetapi berubah seperti fluida, yaitu dapat dialirkan melalui pipa ‘Agus Oj ‘halaman 1 dari 7 maupun keran, Besamya kecepatan minimum yang diperlukan untuk membu: padatan unggun diam menjadi terfluidisasi tergantung beberapa faktor seperti besamya diameter padatan, porositas padata, rapat massa padatan dan faktor bentuk. dari butiran padat Log AP Gambar 1. Kurva hubungan laju alir gas terhadap drop tekanan Pada kecepatan sedikit diatas Vmin unggun yang terjadi adalah laminer, apabila Kecepatan gas diperbesar unggun yang tetjadi disebut _fluidisasi gelembung/bubbling dan apabila kecepatan ini bertambah terus fluidisasi yang terjadi disebut fluidisasi bergolak/turbulent. Batasmaksimum kecepatan fluidisasi turbulen disebut —kecepatan— fluidisasi maksimum (Vmak), apabila kecepatan gas diperbesar lagi maka yang terjadi bukan fluidisasi, akan tetapialiran gas ya membawa padatan, sehingga penurunan tekanan akibat adanya padatan tidak berpengaruh lagi. u u mbar 2. Ungun Diam dan Terfluidisasi Untuk unggun yang mulai terfluidisasi yaitu pada kecepatan aliran udara minimum Une dengan asumsi partikel terdistribusi merata, ukuran dan bentuk partikel seragam persamaan fluidisasi adalah: ‘Agus Bj Thalaman 2 dari 7 1,75(Nre)* , 150(1- 6)(Nre) _ Die, (e, 42 fe # Wen dan Yu menemukan hubungan bahwa, l-e €e dan Persamaan (1) menjadi, 2) 5 Wi DU, Di - PrbrsPo | (33,7)? 40,0408 22 PP) | 33.7 z # Keadaan Khusus : aNre<20; (Nre= 222 # Suku pertama d: menjadi : persamaan (1) bisa diabaikan, sehingga persamaan u,, = Pelep= Py) 1650;0 3) b.Nre> 1000; (Nre= 222) au Suku kedua dari persamaan (1) dapat diabaikan, sehingga persamaan menjadi: Plo, 24,50; U, (4) Daftar Notasi Dy = Diameter padatan (m) P, = Rapat massa padatan (kg/m3) P; = Rapat massa udara (kg/m3) Ung — = Laju alir tinier gas (m/dt) g H © € = Porositas ‘Agus Oj ‘halaman 3 dari? i. Il]. PERCOBAAN 3.1 Alat dan Bahan Peralatan terdiri dari satu set unit peralatan utama fluidisasi yang terdi a, Kolom fluidisasi b. Pompa udara cc. Rotameter udara d. Kerangan pengatur laju alir udara e. Kerangka tempat peratan Peralatan pendukung terdiri dari : a, Piknometer b. B. Jangka sorong, c. Neraca timbang Bahan Partikel polimer dengan diameter 267 dan 480 jum dari: 3.2. Prosedur Kerja Penentuan massa jenis partikel ‘a. Siapkan piknometer yang suadah bersih dan kering b.Timbang dengan neraca piknometer kosong c. Isi dengan air sampai penuh (batas volume piknometer) kemudian timbang dengan neraca. d. Kosongkan piknometer dan keringkan. e. Isi piknometer yang telah siap dengan partikel padat yang akan digunakan percobaan fluidisasi, yaitu polimer dengan diameter 267 um sebanyak lebih Kurang setengah volume kemudian timbang. f Isi pikno yang telah berisi butiran padat dengan air sampai penuh dan timbang dengan neraca. g. Ulangi presedur diatas dengan menggunakan partikel polimer dengan diameter 480 pm. Percobaan fluidisasi a. Nyalakan pompa udara dan atur kecepatan udara yang kecil, kemudian rmatikan pompa udara. b._ Isi tabung dengan partikel padatan dengan diameter 267 um setinggi + 3em c. Nyalakan pompa dan catat AP unggun dan laju alir udara Q 4. Besarkan laju alir udara dengan membuka keran secara bertahap dan ukur AP tiap kenaikan laju alir udara. €. Ulangi prosedur a sampai d untuk ketinggian unggun 4 dan 5 cm. Lakukan percobaan fluidisasi seperti diatas untuk diameter partikel 480 jum. “gus Oj Tralaman 4 dori? 3.3. Tabel Data Pengukuran rapat massa partikel Berat Partikel (gram) Diameter 267 um | Diameter 480 um Piknometer Kosong, Ws Piknometer isi air penuh, Wy Piknometer isi padatan setengah, We Piknometer isi padatan + alr, Wy Fluidisasi partikel berdiameter 267 um Laju AlirQ ‘Unggun 3. em Fluidisasi partikel berdiameter 267 pm ene Unggun 3 em “Agus Oj ‘halaman 6 dari 7 IV. KESELAMATAN KERJA Hati-hati pada saat menjalankan operasi, sebab apabila penerapan laju ali udara terlalu besar akan menyebabkan partikel terbang keluar kolom fluidisasi dan berpotensi mengenai mata. V. CARA PENGOLAHAN DATA 5.1, Perhitungan (Gunakan satuan SI) Mengitung Rapat Massa Partikel ‘a. Menghitung volume piknometer Volume piknometer = volume air penuh ‘Massa air penuh Volume air penuh = Rapat massa air Massa air = Wy - Wa Rapat massa air p, (1Atm 25 °C) = 0,971 gr/ml = 997,1 kg/m? b. Menghitung volume air pada pikno berisi padatan dan sampai penuh Massa air dalam piknometer Volume air penuh = Rapat massa air Massa air dalam piknometer = Wy~ We c. Menghitung rapat massa butiran Masssa butiran Rapat massa butiran P, Volume butiran Massa butiran = We- Wa Volume butiran = Volume piknometer~ Volume air Menghitung Une a. Hitung Rapat massa udara dengan menggunakan rumus (P=1 Atm): 12732. a BIN dimana 7; adalah suhu udara dalam kalvin b. Hitung taju alir tinier udara U dengan cara membagi laju alir volume yang ditunjukkan rotameter G” dengan luas permukaan “Agus Bj Thalaman 6 dari 7 Luas permukaan A=1/4 (TID)? c, Hitung harga bilangan Reynold d. Untuk harga Nre < 20 gunakan persamaan (3) e. Untuk harga Nre > 1000 gunakan persamaan (4) f. Untuk harga 20

Beri Nilai