Anda di halaman 1dari 5

LESI NERVUS ULNARIS (C8, T1)

Otot otot yang disyarafi oleh nerve ulnaris adalah M. flexor carpi ulnaris, M digitorium
profundus, M addutor policis, m abduktor digitiminimi, m flexor digitiminimi, M opponen
digitiminimi, M fleksor policis brevis, m lumbricalis, m interosseus palmaris, m interosseus
dorsalis. Sedangkan area persyarafan sensorisnya berada di kulit sisi ulnar tangan (palmar
pada 1,5 jari dorsal 2,5 jadi) dan pada kulit sisi dorsal phalank distal (1,5 jari).

1. ANAMNESIS
a. Apakah ada nyeri? Kalau ada apa lokal atau menjalar?
b. Apakah pernah mengalami jatuh sebelumnya?
c. (Kalau pernah jatuh) Bagaimana posisi tangan/siku ketika pasien terjatuh?
d. Apakah ada gerakan yang memperingan atau memperberat rasa sakit?
e. Apakah sudah pernah menjalani pengobatan sebelumnya?
KELUHAN UTAMA :
- Rasa sakit ditangan yang mengalami cedera disertai rasa tebal di
punggung tangan dan jari-jari ke-4 dan ke-5 tidak bisa digerakkan
kebelakang dan keatas.
- Faktor yang memperberat yaitu saat pasien melakukan aktivitas
menggunakan tangan yang cedera seperti berjabat tangan,
menggosok gigi dan menulis.
- Faktor yang memperingan yaitu saat pasien mengistirahatkan tangan
yang cedera dan tidak menggunakan tangan yang cedera untuk
melakukan aktivitas.

2. PEMERIKSAAN
a. Palpasi adanya nyeri tekan, nyeri gerak, ada terasa dislokasi posterior sendi siku
b. Inspeksi adanya bengkak dan dislokasi (Riangulasi pada ketiga titik oleh
olecranon,epicondylus medialis, epycondylus lateralis
c. VAS Nyeri
d. Goniometer ROM
e. Kekuatan Otot MMT
f. Pressure Provocation Test mengetes adanya Cubital Tunnel Syndrome
(terjadinya kompresi terhadap saraf ulnaris pada elbow)

- Pasien duduk dengan fleksi elbow sekitar 20 o, dan forearm posisi supinasi.
Jari telunjuk terapis diletakkan di diatas saraf ulnaris. Tekan saraf ulnaris
selama satu menit.
- Positif jika terjadi peningkatan nyeri, paresthesia atau mati rasa di area yang
diinervansi saraf ulnaris.
g. Froments Sign adanya kelemahan otot adductor Policis karena kelumpuhan
saraf ulnaris
- Pasien diminta untuk memegang selembar kertas memakai ujung ibu jari dan
sisi radial jari telunjuk.
- Hasil uji positif jika saat penguji menarik kertas dari pegangan pasien maka
phalang terminal ibu jari pasien akan terfleksikan atau jika sendi MCP di ibu
jari menjadi sangat memanjang (Jeannes sign).

h. Tes tanjam tumpul


Kulit pada area pensyarafan sensoris nervus ulnaris diberikan benda tajam atau
tumpul kemudian pasien diminta menyebutkan apakah benda tersebut tajam atau
tumpul. Dan hasilnya positif jika pasien beberapa kali salah menyebutkan hasil tes.

i. Pemeriksaan MMT
Pasien diposisikan seergonomis mungkin sebelum terapi. Pasien diminta
menggerakkan wrist aktif. Apabila pasien mampu maka dilakukan pemeriksaan gerak
resisted fleksor wrist. Selanjutnya disimpulkan kriteria MMTnya dengan kriteria
sebagai berikut :
0 = tidak terjadi kontraksi
1 = terjadi peningkatan tonus
2 = mampu bergerak dengan bantuan atau tanpa gravitasi
3 = mampu bergerak aktif melawan gravitasi
4 = mampu bergerak melawan tahanan moderat
5 = normal

j. Tes panas dingin


Kulit pada area persarafan sensoris nervus ulnaris diberikan benda panas atau dingin
kemudian pasien diminta menyebutkan apakah tadi benda panas atau dingin.Positif
jika pasien beberapa kali salah menyebutkan hasil tes.
3. ICF

a. Body Function& Structure

- Riangulasi pada ketiga titik oleh olecranon,epicondylus medialis,


epycondylus lateralis
- Dislokasi

- Kelemahan pada saat menumpu dengan tangan yang cedera

b. Activities Limitation

- Keterbatasan menekuk lengan, keterbatasan menggunakan baju dan keterbatasan


dalam melakukan perawatan kebersihan diri.

c. Participantion Restriction

- Pasien tidak mampu bekerja dengan maksimal atau mengerjakan pekerjaan rumah.

d. Environmental Factors

- Tinggal sendiri, tidak ada yang membantu pekerjaan. Tidak ada yang merawat ketika
sedang sakit. Tempat tinggal jauh dari keramaian ( pelosok)

e. Personal Factors

- Pasien kurang motivasi dari dalam dirinya untuk sembuh. Kondisi umur yang sudah
tua (manula)

4. INTERVENSI FISIOTERAPI

Tujuan Jangka Pendek :

- Mengurangi nyeri

- Menambah ROM

- Mengurangi bengkak

Tujuan Jangka Panjang :

- Mengurangi nyeri TENS

- Menambah ROM Exercise Therapy

- Mengurangi bengkak Massage

TENS.

Arus continous.
Waktu terapi 10-15 menit.

b.Persiapan Pasien

Posisi pasien senyaman mungkin. Bagian yang di terapi bebas dari pakaian. Tes
sensibilitas.

c.Pelaksanaan
Pet yang sudah dibasahi salah satunya diletakkan pada cervikas 8 atau thoracol 1,
sedangkan ujung satunya diletakkan pada epicondylus medialis. Atur lamanya waktu
terapi, atur intensitasnya kemudian tentukan katode dan anodenya. Lalu naikkan arus
perlahan-lahan sampai terjadi kontraksi minimal.

2.Massage
Untuk kasus ini terapis dapat diberikan massage berupa friction yaitu stroms friction
yang bentuk gerakkannya searah denagn sepanjang serabut jaringan dengan model
tekanan satu arah.

3.Exercise Terapi

Pemberian terapi latihan bergantung pada nilai dari otot yang dimaksud. Apabila nilai otot
1, maka latihan dengan assisted movement dapat diberikan. Ketika otot mencapai 2, bila
nilai otot sudah mencapai nilai 3, maka dapat dilakukan active movement, dan bila otot
sudah bernilai 4, maka latihan dapat di tingkatkan menjadi resisted. Baik berupa tahanan
dari terapis atau latihan beban yang progresif.

PEMBAHASAN

1.Mengurangi Nyeri

Aktivasi formasio retikularis dan system limbic lewat kolumna dorsalis dan traktus
spinotacamikus akan mendorong terjadinya aktivasi mekanis. me desenden yang dapat
memodifikasi masukan sensorik di tingkat tanduk belakang baik pada mekanisme kontrol
gerbang maupun langsung pada sec T.

2.Menambah ROM

Dengan pemberian resisted passive movement pada pasien maka meningkatkan kekuatan
otot dan dengan bertambahnya kekuatan otot akan bertambah pula lingkup gerak sendi.
3.Mencegah Devormasi Lebih Lanjut

Untuk menghindari semakin buruknya keadaan, pasien tersebut disarankan untuk supaya
mengurangi pekerjaan-pekerjaan yang berat seperti mengangkat beban. Splint dibutuhkan
agar membantu lengan bawah dan tanan supaya tidak terlalu banyak melakukan aktivitas
berat.

4.Memperbaiki Sirkulasi Darah

Kontraksi otot yang terjadi menyebabkan tekanan intermitten pada pembuluh venous dan
limfe, akibatnya darah akan terdorong ke proksimal yang berarti pada daerah tersebut
aliran darahnya makin baik. Akibat perubahan kimiawi yang terjadi di bawah electrode
menyebabkan dilatasi kapiler yang menunjang peningkatan sirkulasi darah lokal.

5. EVALUASI

- Nyeri berkurang VAS

- ROM meningkat menyebabkan Fleksibelitas meningkat Goniometer

- Kekuatan otot meningkat MMT