Anda di halaman 1dari 8

LAPORAN PRAKTIKUM

LABORATORIUM LINGKUNGAN
STERILISASI DAN PEMBUATAN MEDIA MIKROBIA

OLEH :

NAMA : MUHAMMAD SADIQUL IMAN


NIM : H1E108059
KELOMPOK : 5 (LIMA)
ASISTEN : NOOR HARIYATI
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Tahapan penting yang mutlak harus dilakukan selama bekerja di


ruang praktikum mikrobiologi adalah prinsip sterilisasi. Sterilisasi adalah proses
ataukerja untuk membebaskan suatu bahan seperti medium pertumbuhan mikroba
atau peralatan laboratorium dari semua bentuk kehidupan. Proses sterilisasi
dapatdibedakan menurut teknik pengerjaannya, yaitu sterilisasi dengan
penyaringan,khususnya untuk bahan cair yang bersifat termolabil, seperti
ekstrak enzim,serum, toksin bakteri, dan medium pertumbuhan, sterilisasi
dengan pemanasanmelalui teknik pemijaran, udara panas, uap air panas maupun
uap air panas bertekanan, sterilisasi dengan senyawa kimia, seperti etilen
oksida, maupun beta propiolacton dan sterilisasi melalui medium UV
(Hadioetomo, 1993).
Sterilisasi dilakukan terhadap bahan dan alat sehingga terbebas
darikontaminasi mikroorganisme lain. Sterilisasi perlu dilakukan karena
kontaminasimikroba lain akan memberikan dampak yang tidak menguntungkan
sebagai berikut :
1.Kontaminan meningkatkan persaingan di dalam mengkonsumsi substrat
sehingga akan mengurangi perolehan.
2.Kontaminan dapat menghambat turbiditas sehingga dapat mengacaukan
pengukuran terhadap jumlah sel setiap saat.
3.Kontaminan dapat menghambat proses metabolism sel sehingga akan
mengurang perolehan (Volk & Wheeler, 1993).
Mikroorganisme dapat dibiakan dalam air yang sudah ditambah dengan
nutrien yang sesuai. Medium biakan adalah larutan encer yang mengandung
nutrient penting, yang menyediakan kebutuhan bagi sel mikroba supaya dapat tumbuh dan
menghasilkan banyak sel yang serupa. Di samping sumber energi berupa
senyawa organik dan anorganik atau cahaya, medium biakanharusmemiliki
sumber karbon, nitrogen dan nutrien penting lainnya. Medium biakandapat disiapkan
dalam keadaan cair maupun gel (semi padat). Dari cair dapatdiubah menjadi
padat dengan penambahan agar. Medium biakan yangmengandung agar dapat
disimpan dalam bentuk lempeng pada cawan Petritertutup, dimana sel mikroba dapat
tumbuh dan membentuk massa yang terlihatsebagai koloni sel. Disamping itu
medium biakan yang mengandung agar dapat pula disimpan dalam tabung
reaksi dengan kemiringan tertentu, dimana selmikroba dapat tumbuh dengan
memberikan karakteristik pertumbuhan yang khas(Kusnadi et al , 2003).
Berdasarkan komposisi kimiawi medium dikenal medium sintetik,medium
semi sintetik dan medium non sintetik atau kompleks. Komposisi kimiawi medium sintetik
diketahui dengan pasti dan biasanya dibuat dari bahan- bahan kimia yang
kemurniannya tinggi dan ditentukan dengan tepat. Medium semacam ini dapat
diulangi perbuatannya kapan saja dan akan diperoleh hasilyang sama. Medium
semi sintetik komposisi kimianya hanya diketahui sebagiansaja. Sedangkan
komposisi medium non-sistetik tidak diketahui dengan pasti komposisinya
(Lay & Hastowo, 1992).
Konsistensi medium dapat dibuat bermacam-macam bergantung
padakeperluannya. Misalnya medium cair seperti kaldu nutrient atau kaldu
glukosa dapat digunakan untuk berbagai keperluan seperti pembiakan organism
dalam jumlah besar. Penelaahan fermentasi dan berbagai macam uji. Bila
diinginkanmedium padat dapat ditambahkan bahan pemadat ke dalam medium
kaldu.Medium padat biasanya digunakan untuk mengamati penampilan atau
morfologikoloni dan mengisolasi biakan murni. Sedangkan medium dengan
konsistensi pertengahan disebut dengan medium setengah padat. Kegunaan antara
lain untuk menguji ada tidaknya motilitas dan kemampuan fermentasi. Medium
setengah padat seringkali mengandung baik gelatin maupun agar-agar namun
dalamkonsentrasi lebih kecil dari pada medium padat (Hadioetomo, 1993).

Media yang padanya ditumbuhkan bakteri akan beranak dalam


sesuaikebutuhan jenis-jenis yang bersangkutan. Beberapa bakteri dapat hidup
baik padamedium yang sangat sederhana yang hanya mengandung garam
anorganik ditambah sumber karbon organic, seperti gula. Bakteri lain
memerlukan suatumedium yang sangat kompleks yang kepadanya ditambahkan darah
atau bahan- bahan kompleks lain (Suriawirnia, 1995).
Kebanyakan bakteri dapat hidup paling baik dalam keadaan sekitar
netral,oleh karena itu sebelum digunakan biasanya medium disesuaikan pada
pH nya 8,5atau 2,2. Karena itu pH harus disesuaikan dengan jenis mikroba
yangditumbuhkan (Volk & Wheeler, 1993)
Faktor-faktor yang dapat menyebabkan berhentinya pertumbuhan mikroba
antara lain:
1. Penyusutan konsentrasi nutrisi yang dibutuhkan dalam pertumbuhanmikroba karena
habis terkonsumsi.
2. Produk akhir metabolisme yang menghambat pertumbuhan mikrobakarena
terjadinya inhibisi dan represi (Banyu, 2010).
1.2 Tujuan
Tujuan dari praktikum ini adalah untuk mempelajari proses sterilisasi dan
tahapan preparasi media tumbuh mikroba.

BAB II
METODE PRAKTIKUM

2.1 Waktu Dan Tempat


Praktikum dilaksanakan pada pukul 10.30-13.00 WITA, hari selasa 5Oktober 2010.
Bertempat di Laboratorium Mikrobiologi Lab. Dasar FakultasMIPA UNLAM,
Banjarbaru.

2.2 Alat dan Bahan


Alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah labu ukur, erlenmeyer,
hot plate,magnetic stir , neraca analitik,autoclave, dan inkubator.

Bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah nutrien agar,


potato dextrose agar (PDA) dan aquades.

2.3 Prosedur Kerja


2.3.1 Pembuatan Media Nutrient Agar

1.Dimasukkan aquades ke dalam gelas beker sebanyak 500 mL.


2.Dituangkan aquades 500 mL tersebut ke dalam labu erlenmeyer.
3.Dilarutkan 11,5 gr Nutrien Agar (NA) yang telah ditimbang ke dalam
aquadesdan diletakkan di atas hot plate.
4.Dimasukkan magnetic stir dalam erlenmeyer kemudian dipanaskan
hinggamendidih.
5.Diangkat media dan didinginkan.
6.Ditutup erlenmeyer menggunakan kapas.
7.Disterilkan dalam autoclave,dengan suhu 121C dan tekanan 1-2 atm, selama 15
menit.
8.Diinkubasi paling sedikit selama 2 x 24 jam.

2.3.2 Pembuatan Media Potato Dextrose Agar


1.Dimasukkan aquades ke dalam gelas ukur sebanyak 500 mL.
2.Dimtuangkan aquades 500 mL tersebut ke dalam labu erlenmeyer.
3.Dilarutkan 19,5 gram Potato Dextrose Agar yang telah ditimbang ke dalam
aquades dan diletakkan di atas hot plate.
4.Dimasukkan magnetic stir ke dalam erlenmeyer kemudian dipanaskan hingga
mendidih.
5.Diangkat media agar dan didinginkan.
6.Ditutup erlenmeyer menggunakan kapas.
7.Disterilkan dalam Autoclave pada temperatur 121 C, tekanan 1-2 atm selama 15
menit.
8.Media yang sudah steril dapat dibuat dalam berbagai bentuk.

BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN

3.1 Hasil
Hasil yang didapat dari praktikum ini adalah :
Media Tumbuh Mikrobia
1. Nutrient Agar (NA)

keterangan :
Warna :Kuning
Komposisi: - Bacterial pepton 5gr/1
- Meal extract 3 gr/1
- Agar 15 gr/l
- Aquades 500 ml
2. Potato Dextrose Agar (PDA)

Keterangan:
Warna :Kuning pucat
Komposisi:- Potato extract 4 gr/1
- Glukosa 70 gr/l
- Agar 15 gr//1
- Aquades 500 ml

3.2 Pembahasan
Sterilisasi adalah proses atau kerja untuk membebaskan suatu bahan seperti
medium pertumbuhan mikroba atau peralatan laboratorium dari semua bentuk
kehidupan. Proses sterilisasi dapat dibedakan menurut teknik pengerjaannya, yaitu
sterilisasi dengan penyaringan, khususnya untuk bahan cair yang bersifat termolabil,
seperti ekstrak enzim, serum, toksin bakteri, dan medium pertumbuhan,
sterilisasi dengan pemanasan melalui teknik pemijaran, udara panas, uap air
panas maupun uap air panas bertekanan, sterilisasi dengan senyawakimia,
seperti etilen oksida, maupun beta propiolacton dan sterilisasi melalui medium
UV.

Untuk sterilisasi dengan menggunakan pemanasan, biasanya yang digunakan


adalah pemanasan kering yaitu menggunakan oven sebagai alatsterilisasinya,
dimana dengan menggunakan suatu siklus oven modern yangdilengkapi udara yang
dipanaskan dan disaring. Rentang suhu khas yang dapatditerima di dalam bejana
sterilisasi kosong adalah lebih kurang 15, jika alatsterilisasi beroperasi pada suhu
tidak kurang dari 250. selain menggunakan oven, pemanasan kering juga bisa
menggunakan alat yang disebut bunsen dan spiritus,dimana alat ini biasanya
untuk mensterilisasi jarum ose yang akan digunakan pada proses inokulasi
mikroba. Sedangkan pada pemanasan basah yaitu menggunakanalat yang disebut
autoclave, dimana alat ataupun bahan yang akan disterilisasiakan dipanaskan
dengan suhu 121C, dengan tekanan 1-2 atm, selama 15 menit.

Medium pertumbuhan mikrobia adalah suatu bahan yang terdiri dari


campuran nutrient yang diperlukan mikrobia untuk pertumbuhannya.
Untuk memberikan kondisi hidup yang cocok bagi pertumbuhan bakteri maka media harus
mengandung semua zat hara yang mudah digunakan oleh mikroba, harusmempunyai
tekanan osmosis, tegangan permukaan, dan pH yang sesuai dengan kebutuhan
mikroba yang ditumbuhkan serta tidak mengandung zat-zat yang dapat menghambat
pertumbuhan mikroba, dan harus berada dalam kondisi yang sterilsebelum digunakan.

Medium NA berdasarkan susunan kimianya merupakan medium


nonsintetik/semi almiah, berdasarkan konsistensinya merupakan medium
padat.Medium ini digunakan untuk pertumbuhan bakteri. Medium PDA
menurutkonsistensinya termasuk medium padat, berdasarkan susunan kimianya
termasuk non sintetik/semi alamiah. Medium PDA digunakan untuk
menumbuhkan jamur (fungi).

Komposisi yang digunakan untuk membuat medium NA seberat 11,5gram adalah


bacterial pepton 5 gr/l,meal extract 3 gr/l, agar 15 gr/l dan aquades500 ml. Sedangkan
untuk media PDA seberat 19,5 gram, bahan yang digunakanmeliputi potat extract 4 gr/l,
glukosa 70 gr/l, agar 15 gr/l dan aquades 500 ml.

Komposisi NA yang terdiri dari: meal ekstract berfungsi sebagai


sumber karbohidrat, mengandung senyawa nitrogen organik yang dibutuhkan
mikroba.Pepton merupakan sumber protein dan penghasil nitrogen, agar
berfungsi sebagai pemadat medium, dan aquades berfungsi sebagai pelarut.
Komposisi PDA yangterdiri dari: glukosa berfungsi sebagai sumber karbon.Potato
ekstract sebagai sumber karbohidrat, agar berfungsi memadatkan medium serta aquades
berfungsisebagai pelarut dan sumber oksigen. Medium NA pada tahap akhir
berwarna kuning sedangkan medium PDA berwarna kuning pucat.

BAB IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan dapat diperoleh suatu
kesimpulan, dimana sterilisasi merupakan suatu proses pemusnahan mikrobia
yang tidak kita inginkan dengan cara membunuh mikroorganisme tersebut.
Metode sterilisasi dapat menggunakan cara pemanasan, menggunakan bahan
kimia, penyaringan serta radiasi. Pemanasan dapat terbagi menjadi 2
meliputi pemanasan basah dengan uap air panas dan autoclave, sedangkan
pemanasankering dengan cara dibakar serta uap panas.

Tahapan pembuatan medium tumbuh mikroba meliputi pencampuransemua


bahan yang digunakan, yang kemudian dengan proses sterilisasi basah
(aut oclave) dan terakhir menginkubasi medium tersebut paling sedikit 2 x 24 jam.
Medium NA pada tahap akhir berwarna kuning, sedangkan medium PDA
berwarna kuning pucat. Medium NA berguna untuk menumbuhkan bakteri danmedium
PDA berguna untuk menumbuhkan fungi.
4.2 Saran
Karena waktu yang dibutuhkan sangat sedikit, maka praktikan kurang
memahami cara pembuatan medium. Untuk itu kecermatan dan ketelitian
praktikan sangat diperlukan agar tidak terjadi kekeliruan dalam memperoleh
hasilyang diinginkan.

DAFTAR PUSTAKA
Banyu. 2010. Fermentasi.
http://banyublogz.blogspot.com/2010_01_01_archive.html
Diakses tanggal 10 Oktober 2010

Hadioetomo, R.S. 1993.Mikrobiologi Dasar dalam Praktik : Teknik dan


Prosedur Dasar Laboratorium. PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

Kusnadi, Peristiwati, Ammi Syulasmi, Widi Purwianingsih, & Diana


Rochintaniawati. 2003. Mikrobiologi.

Lay, B.W & S. Hastowo. 1992.Mikrobiologi. Rajawali Pers, Jakarta.

Suriawirnia, U. 1995. Pengantar Biologi Umum. Angkasa, Bandung.

Volk & Wheeler. 1993.Mikrobilogi dasar. Penerbit Erlangga, Jakarta.

Waluyo, L. 2005.Mikrobiologi Umum. UMM Press, Malang.

Anda mungkin juga menyukai