Anda di halaman 1dari 20

MAKALAH

ADVANCE II

LABA ATAS TRANSAKSI ANTAR PERUSAHAAN- PERSEDIAAN

OLEH KELOMPOK 1:

REZKI WULANDARI YUSUF B1C1 14 047

RIZKI PUJA KHUMAERAH B1C1 14 048

MELANI RUDITA B1C1 14 051

ANDI MAYASARI TENRI PADA B1C1 14 053

HALIN BAHAYULANDA B1C1 14 059

JURUSAN AKUNTANSI

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS HALU OLEO

KENDARI

2017
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat
rahmatnya jugalah, kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul LABA ATAS
TRANSAKSI ANTARPERUSAHAAN PERSEDIAAN. Makalah ini diajukan guna
memenuhi tugas mata kuliah Akuntansi Keuangan Lanjutan II.

Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu sehingga
makalah ini dapat diselesikan tepat pada wwaktunya. Kami menyadari bahwa makalah ini masih
memiliki kekurangan, oleh karena itu kami mengharapkan kritik dan saran yang membangun
untuk memperbaiki kekurangan makalah ini.

Semoga makalah ini dapat memberikan informasi bagi yang memerlukannya dan
bermanfaat untuk pengembangan wawasan dan peningkatan ilmu pengetahuan bagi kita semua.

Kendari, Maret 2017

Penyusun

i
DAFTAR ISI

Halaman

HALAMAN JUDUL ................................................................................................................. i

KATA PENGANTAR .............................................................................................................. ii

DAFTAR ISI............................................................................................................................. iii

BAB I PENDAHULUAN ...................................................................................................... 1

1.1 Latar Belakang ..................................................................................................... 1


1.2 Rumusan Masalah................................................................................................ 1
1.3 Tujuan Makalah ................................................................................................... 1

BAB II PEMBAHASAN .........................................................................................................

2.1 Transaksi Persediaan antar Perusahaan ............................................................... 2


2.1.1 Eliminasi Pembelian dan Penjualan Antar Perusahaan ............................. 2
2.1.2 Eliminasi Laba Yang Belum Realisasi Dalam Persediaan Akhir .............. 3
2.1.3 Pengakuan Laba yang Belum Direalisasi dalam Persediaan Awal ............ 6
2.1 Laba yang belum direalisasi dari Penjualan Downstream (Arus Ke Bawah)...... 8
2.2.1 Penangguhan Laba Antarperusahaan Dalam Periode Penjualan
Antarperusahaan ......................................................................................... 8
2.2.2 Pengakuan Laba Antarperusahaan Atas Penjualan Kepada Entitas Luar . 10
2.3 Laba Yang Belum Direalisasi Dari Penjualan Upstream (Arus Keatas) ............ 11
2.3.1 Penangguhan Laba Antar Perusahaan Dalam Periode Penjualan
Antar Perusahaan ...................................................................................... 12

BAB III PENUTUP ............................................................................................................... 15

DAFTAR PUSTAKA .............................................................................................................. 16

ii
iii
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Laporan keuangan konsolidasi perusahaan induk dan perusahaan anak yang didalamnya
terdapat transaksi persediaan antar perusahaan afiliasi. Laporan konsolidasi dibuat untuk
menunjukkan posisi keuangan dan hasil operasi dari dua atau lebih perusahaan afilasi seolah-
olah perusahaan tersebut merupakan satu perusahaan. Oleh karena itu, pengaruh transaksi antar
perusahaan afiliasi harus dieliminasi dari laporan keuangan konsolidasi.
Transaksi antar perusahaan mengakibatkan saldo akun resiprokal pada buku perusahaan
afiliasi. Contohnya, transaksi penjualan antar perusahaan menimbulkan saldo resiprokal
penjualan dan pembelian (atau harga pokok penjualan) dan juga piutang dan hutang usaha
resiprokal. Oleh karena transaksi antar perusahaan ini adalah transaksi internal perusahaan dari
sudut pandang entitas yang dikonsolidasikan, maka pengaruhnya harus dieliminasi dalam proses
konsolidasi. Selain saldo akun resiprokal, keuntungan dan kerugian dari transaksi antar
perusahaan juga harus dieliminasi sampai terjual kepada pihak-pihak di luar entitas yang
dikonsolidasikan. Seperti disebutkan dalam Accounting Research Bulletin (ARB) No. 51,
laporan konsolidasi tidak boleh memasukkan keuntungan atau kerugian transaksi antar
perusahaan didalam grup sehingga laba atau rugi yang terjadi harus dieliminasi; konsep yang
biasanya diterapkan untuk tujuan ini adalah laba atau rugi kotor (bruto).

1.2 Rumusan Masalah


Adapun yang menjadi rumusan masalahnya yaitu:
1. Bagaimana transaksi persediaan antar perusahaan?
2. Bagaimana laba yang belum direalisasi dari penjualan downstream dan upstream?

1.3 Tujuan Makalah


Adapun tujuan dari makalah ini adalah,
1. Untuk mengetahui mengenai transaksi persediaan antar perusahaan.
2. Untuk mengetahui mengenai yang belum direalisasi dari penjualan downstream dan
upstream.

1
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Transaksi Persediaan Antar Perusahaan


Pendapatan diakui ketika pendapatan tersebut direalisasi, yaitu ketika pendapatan tersebut
diperoleh.Dari sudut pandang entitas yang dikonsolidasikan, pendapatan yang diperoleh
harus berasal dari penjualan kepada entitas luar (pihak luar).Pendapatan atas penjualan
antara perusahaan-perusahaan afiliasi tidak dapat diakui sampai barang tersebut dijual keluar
dari entitas yang dikonsolidasikan.
2.1.1 Eliminasi Pembelian dan Penjualan Antar Perusahaan
Penjualan dan pembelian antar perusahaan afiliasi dieliminasi dalam proses
konsolidasi untuk melaporkan penjualan dan pembelian (atau harga pokok penjualan)
kepada entitas luar. Berikut contoh transaksi eliminasi pembelian dan penjualan
antarperusahaan afiliasi.

Contoh Kasus 1
Fren Corporation mendirikan sebuah anak perusahaan, Smart Company pada tahun
2006 untuk menjual lini produk Fren Corporation.Semua pembelian Smart berasal dari Fren
dengan harga 20% di atas harga perolehan Fren. Selama tahun 2003 Fren membeli barang
dagang dari entitas lain sebanyak Rp 20.000.000 dan menjual barang dagangan senilai Rp
20.000.000 tersebut kepada Smart dengan harga Rp 24.000.000, dan Smart menjual semua
barang dagangannya pada para pelanggannya dengan harga Rp 30.000.000, ayat jurnal yang
berhubungan dengan barang dagangan dicatat dengan buku terpisah Fren dan Smart adalah
sebagai berikut:

PEMBUKUAN FREN( dalam ribuan )


Persediaan (+A) Rp 20.000
Hutang dagang (+L) Rp 20.000
Untuk mencatat pembelian kredit dari
entitas lain
Piutang Usaha Smart (+A) Rp 24.000
Penjualan (R, +SE) Rp 24.000
Untuk mencatat penjualan antar
perusahaan kepada Smart
Harga pokok penjualan (E, -SE) Rp 20.000
Persediaan (-A) Rp 20.000
Untuk mencatat harga pokok penjualan
kepada Smart

2
PEMBUKUAN SMART( dalam ribuan )
Persediaan (+A) Rp 24.000
Hutang dagang (+L) Rp 24.000
Untuk mencatat pembelian
antarperusahaan dari Fren
Piutang Usaha (+A) Rp 30.000
Penjualan (R, +SE) Rp 30.000
Untuk mencatat penjualan kepada
entitas lain
Harga pokok penjualan (E, -SE) Rp 24.000
Persediaan (-A) Rp 24.000
Untuk mencatat harga pokok penjualan
kepada entitas lain

Pada akhir tahun 2006, penjualan Fren termasuk yang dijual ke Smart, adalah Rp
24.000.000 dan harga pokok penjualannya termasuk harga barang dagangan yang ditransfer
ke Smart sebesar Rp 20.000.000. Penjualan Smart termasuk penjualan barang dagang
kepada entitas lain, Rp 30.000.000 dan harga pokok penjualannya sebesar Rp 24.000.000.
Karena Fren dan Smart dianggap sebagai entitas tunggal untuk tujuan pelaporan, penjualan
dan harga pokok penjualan gabungan disajikan terlalu besar sejumlah Rp
24.000.000.Kelebihan tersebut dieliminasi dalam kertas kerja konsolidasi.
Eliminasi kertas kerja adalah sebagai berikut: (dalam ribuan)
100% Penyesuaian dan
Fren Konsolidasi
Smart Eliminasi
Penjualan Rp 24.000 Rp 30.000 a. 24.000 Rp 30.000
Harga pokok
penjualan 20.000 24.000 a. 24.000 20.000
Laba kotor Rp 4.0000 Rp 6.000 Rp 10.000

Eliminasi kertas kerja tidak mempengaruhi laba bersih konsolidasi karena jumlah
eliminasi penjualan dan harga pokok penjualan adalah sama, dan gabungan laba bruto sama
dengan laba bruto konsolidasi. Selain eliminasi pos laba untuk perusahaan, eliminasi piutang
dan hutang antar perusahaan harus dilakukan dalam proses konsolidasi.

2.1.2 Eliminasi Laba yang Belum Realisasi dalam Persediaan Akhir


Entitas konsolidasi merealisasikan dan mengakui laba atas penjualan antar
perusahaan afiliasi pada saat barang dijual kepada entitas luar. Persediaan akhir perusahaan
afiliasi pembeli mencerminkan laba dan rugi atas penjualan antar perusahaan karena
persediaan tersebut lebih mencerminkan harga transfer perusahaan. Contoh transaksi

3
eliminasi laba yang belum direalisasi dalam persediaan akhir masih melanjutkan kasus 1
diatas.
Contoh Kasus 2
Selama tahun 2007 Fren membeli barang dagang dari entitas lain sebanyak Rp
30.000.000 dan menjual barang dagang senilai Rp 30.000.000 tersebut kepada Smart
sehargaRp 36.000.000. Smart menjual barang dagangnya sebanyak Rp 30.000.000 kepada
para pelanggannya dengan harga Rp 37.500.000. Ayat jurnal yang berhubungan dengan
transfer barang dagang antar perusahaan selama tahun 2007 adalah sebagai berikut:

PEMBUKUAN FREN ( dalam ribuan )


Persediaan (+A) Rp 30.000
Hutang dagang (+L) Rp 30.000
Untuk mencatat pembelian kredit dari
entitas lain
Piutang Usaha Smart (+A) Rp 36.000
Penjualan (R, +SE) Rp 36.000
Untuk mencatat penjualan kepada Smart
Harga pokok penjualan (E, -SE) Rp 30.000
Persediaan (-A) Rp 30.000
Untuk mencatat harga pokok penjualan
kepada Smart

PEMBUKUAN SMART( dalam ribuan )


Persediaan (+A) Rp 36.000
Hutang dagang (+L) Rp 36.000
Untuk mencatat pembelian
antarperusahaan dari Fren
Piutang Usaha (+A) Rp 37.500
Penjualan (R, +SE) Rp 37.500
Untuk mencatat penjualan kepada
entitas lain
Harga pokok penjualan (E, -SE) Rp 30.000
Persediaan (-A) Rp 30.000
Untuk mencatat harga pokok penjualan
kepada entitas lain
Penjualan Fren tahun 2007 kepada Smart Rp 36.000.000 dan harga pokok
penjualannya mencerminkan harga pokok dagangan yang ditransfer kepada Smart sebesar
Rp 30.000.000, Penjualan Smart tahun 2007 sebesar Rp 37.500.000 terdiri dari barang
dagang yang diperoleh dari Fren, dan harga pokok penjualannya sebesar Rp 30.000.000 dari

4
Rp 36.000.000 harga transfer barang dagangan yang diperoleh Fren. Hal ini sama dengan Rp
30.000.000/Rp 36.000.000 atau 5/6. Sisa barang dagang yang diperoleh dari Fren tahun
2007 tetap ada dalam persediaan Smart pada tanggal 31 Desember 2007 dengan harga
transfer Rp 6.000.000, termasuk laba yang belum direalisasi sebesar Rp 1.000.000 ( berasal
dari sisa laba 1/6 x Rp 6.000.000).
Jurnal eliminasi dalam kertas kerja oleh Fren Corporation adalah sebagai berikut :
a. Penjualan resiprokal (dari Fren ke Smart), yaitu penjualan sebesar Rp 36.000.000
Jurnal eliminasi yang dibuat :
Penjualan Rp 36.000.000
Harga pokok penjualan Rp 36.000.000

b. Laba yang belum direalisasi, pada persediaan akhir tahun masih tersisa sebesar Rp
1.000.000 ( 1/6 dari harga transfer Rp 6.000.000)
Jurnal eliminasi yang dibuat :
Harga pokok penjualan Rp 1.000.000
Persediaan Rp 1.000.000

Kertas kerja eliminasi yang dibuat oleh Fren tahun 2007 sebagai berikut : (dalam ribuan)
100% Penyesuaian dan
Fren Konsolidasi
Smart Eliminasi
Laporan laba
rugi Rp 36.000 Rp 37.500 a. 36.000 Rp 37.500
Penjualan 30.000 b. 1.000 a. 36.000 25.000
H.pokok 30.000 Rp 7.500 Rp 12.500
penjualan Rp 6.000
Laba kotor Rp 6.000 b. 1.000 Rp 5.000
Neraca
Persediaan

Debit harga pokok penjualan pada jurnal eliminasi diatas mengurangi laba dengan
peningkatan harga pokok penjualan konsolidasi, dan kredit mengurangi nilai persediaan dari
harga transfer antar perusahaan menjadi harga perolehan. Dari sudut pandang entitas yang
dikonsolidasikan, persediaan akhir Smart disajikan terlalu besar sejumlah laba yang belum
direalisasi Rp 1.000.000 Oleh karena persediaan akhir yang disajikan terlalu besar
menyebabkan harga pokok penjualan terlalu rendah dan laba bruto menjadi terlalu tinggi,
kesalahan tersebut diperbaiki dengan ayat jurnal kertas kerja b, yang menambah (debit)
harga pokok penjualan dan mengurangi (kredit) persediaan akhir yang disajikan terlalu besar
tersebut. Ayat jurnal eliminasi ini mengurangi laba bruto konsolidasi sebesar Rp 1.000.000 (
pengaruh pada laporan laba rugi) dan persediaan akhir konsolidasi sebesar Rp 1.000.000
(pengaruh pada neraca).

5
METODE EKUITAS Pada tanggal 31 Desember 2007, Fren menghitung
pendapatan investasinya dengan cara yang biasa kecuali bahwa laba antar perusahaan
sebesar Rp 1.000.000 harus ditangguhkan. Dalam ayat jurnal konsolidasi satu baris Fren,
pendapatan dari Smart akan dikurangi dengan laba yang belum direalisasi dalam persediaan
akhir sebesar Rp 1.000.000, karenanya , akun investasi pada Smart juga akan dikurangi
sebesar Rp 1.000.000.
2.1.3 Pengakuan Laba yang Belum Direalisasi dalam Persediaan Awal
Laba yang belum direalisasi dalam persediaan akhir akan direalisasi ketika barang
dagang dijual kepada pihak diluar entitas konsolidasi. Realisasi terjadi pada periode fiskal
berikutnya, sehingga pengakuan ditunda sampai tahun berikutnya. Pengakuan laba yang
belum direalisasi mengharuskan kredit pada harga pokok penjualan pada kertas kerja karena
jumlah persediaan tercermin dalam harga pokok penjualan jika sistem perpetual yang
digunakan. Berikut ini contoh kasus untuk transaksi pengakuan laba yang belum direalisasi
pada persediaan awal.Contoh transaksi masih melanjutkan kasus 1 dan 2 diatas.

Contoh kasus 3,
Selama tahun 2008 Fren Corporation menjual barang dagang senilai Rp 40.000.000
kepada Smart Company dengan harga Rp 48.000.000 dan Smart menjual 75% dari barang
dagang tersebut dengan harga Rp 45.000.000, Smart juga menjual barang dagang dari
persediaan awalnya (harga perolehan Rp 6.000.000) kepada para pelanggannya dengan
harga Rp 7.500.000. ayat jurnal yang berhubungan dengan barang dagang yang ditransfer.

PEMBUKUAN FREN ( dalam ribuan )


Persediaan (+A) Rp 40.000
Hutang dagang (+L) Rp 40.000
Untuk mencatat pembelian kredit dari
entitas lain
Piutang Usaha Smart (+A) Rp 48.000
Penjualan (R, +SE) Rp 48.000
Untuk mencatat penjualan kepada Smart
Harga pokok penjualan (E, -SE) Rp 40.000
Persediaan (-A) Rp 40.000
Untuk mencatat harga pokok penjualan
kepada Smart

PEMBUKUAN SMART( dalam ribuan )

6
Persediaan (+A) Rp 48.000
Hutang dagang (+L) Rp 48.000
Untuk mencatat pembelian
antarperusahaan dari Fren
Piutang Usaha (+A) Rp 52.500
Penjualan (R, +SE) Rp 52.500
Untuk mencatat penjualan kepada
entitas lain sebesar Rp 45.000.000 dan
7.500.000
Harga pokok penjualan (E, -SE) Rp 42.000
Persediaan (-A) Rp 42.000
Untuk m encatat harga pokok penjualan
kepada entitas lain (harga transfer Rp
48.000.000 x 75% yang dijual dan Rp
6.000.000 dari persediaan awal)

Transaksi penjualan dan pembelian oleh Fren dan Smart sebagai entitas konsolidasi
berakibat pada akhir tahun 2008, Smart masih memiliki persediaan akhir sebesar 25% yaitu
sebesar Rp 12.000.000 (Rp 48.000.000 x 25%) karena Smart baru menjual barang dagangan
yang dibeli dari Fren sebanyak 75%. Persediaan akhir Smart tahun 2008 termasuk laba yang
belum direalisasi sebesar Rp 2.000.000 {Rp 12.000.000 (Rp 12.000.000/1,2 harga
transfer)} atau nilai persediaan akhir harga transfer (fren) Rp 10.000.000.
Ayat jurnal yang dibuat oleh Fren untuk mengeliminasi transaksi resiprokal dan
mengakui laba yang sebelumnya ditangguhkan dari persedian awal tahun adalah sebagai
berikut :
a. Mengeliminasi transaksi penjualan dan pembelian antarperusahaan
Jurnal yang dibuat :
Penjualan Rp 48.000.000
Harga pokok penjualan Rp 48.000.000
b. Mengakui laba dari persediaan awal yang sebelumnya ditangguhkan
Jurnal yang dibuat :
Investasi dalam Smart Rp 1.000.000
Harga pokok penjualan Rp 1.000.000
c. Mengeliminasi laba antarperusahaan pada persediaan akhir (laba yang belum direalisasi
dalam persediaan akhir
Jurnal yang dibuat :
Harga pokok penjualan Rp 2.000.000
Persediaan Rp 2.000.000

Kertas kerja eliminasi yang dibuat oleh Fren tahun 2008 sebagai berikut : (dalam ribuan)

7
100% Penyesuaian dan
Fren Konsolidasi
Smart Eliminasi
Laporan laba rugi
Penjualan Rp 48.000 Rp 52.500 a. 48.000 Rp 52.500
H.pokok penjualan 40.000 42.000 c. 2.000 a. 48.000
b. 1.000 35.000
Laba kotor Rp 8.000 Rp 10.500 Rp 17.500
Neraca
Persediaan Rp 12.000 c. 2.000 Rp 10.000
Investasi dalam
Smart XXX b. 1.000

Ayat jurnal kertas kerja a dan c pada dasarnya sama seperti ayat jurnal untuk tahun
2007. Tujuannya adalah untuk mengeliminasi pembelian dan penjualan antar perusahaan
dan menangguhkan laba yang belum direalisasi dalam persediaan akhir. Dari sudut pandang
konsolidasi, kelebihan persediaan awal sebesar Rp 1.000.000 menyebabkan harga pokok
penjualan dalam tahun 2008 menjadi terlalu besar. Ayat jurnal b mengakui laba yang
sebelumnya ditangguhkan (tahun 2007) dengan mengurangi harga pokok penjualan
konsolidasi dan karenanya meningkatkan laba bruto konsolidasi. Debit akun investasi dalam
Smart merupakan penyesuaian untuk ayat jurnal konsolidasi satu baris yang mengurangi
akun investasi pada Smart tahun 2007 untuk menangguhkan laba yang belum direalisasi
dalam persediaan akhir tersebut. Contoh tersebut diatas tidak mencakup pengaruh transaksi
persediaan antar perusahaan terhadap perhitungan hak minoritas atau terhadap akuntansi
perusahaan induk menurut metodee ekuitas.

2.2 Laba yang belum direalisasi dari Penjualan Downstream (Arus Ke Bawah)
Penjualan oleh perusahaan induk kepada perusahaan anaknya akan meningkatkan
penjualan, harga pokok penjualan dan laba kotor perusahaan induk tetapi tidak
mempengaruhi laba perusahaan anak sampai barang dagang tersebut dijual kepada entitas
luar. Berikut ini akan diilustrasikan penangguhan laba antar perusahaan atau laba yang
belum direalisasi atas penjualan downstream.

2.2.1 Penangguhan Laba Antarperusahaan Dalam Periode Penjualan Antarperusahaan


Contoh kasus 4,
Park Corporation mempunyai 90% saham berhak suara Sori Corporation. Laporan
laba rugi terpisah Park dan Sori untuk tahun 2006, sebelum mempertimbangkan laba yang
belum direalisasi, adalah sebagai berikut :
Park Corp Sori Corp
Penjualan Rp 100.000 Rp 50.000

8
Harga pokok penjualan (60.000) (35.000)
Laba Kotor 40.000 15.000
Beban 15.000 5.000
Laba Operasi 25.000 10.000
Laba dari Sori 9.000 -
Laba Bersih 34.000 10.000

Transaksi selama tahun 2006 adalah sebagai berikut :


a. Penjualan Park kepada Sori sebesar Rp 15.000 dengan laba sebesar Rp 6.250.
b. Persediaan Sori per 31 Desember 2006, termasuk 40% barang dagang dari transaksi
antarperusahaan.
Pada pembukuan yang terpisah Park mengambil bagiannya atas laba Sori dan
menangguhkan pengakuan laba yang belum direalisasi dengan membuat ayat jurnal berikut :
Investasi dalam Sori Rp 9.000
Laba dari Sori Rp 9.000
Laba dari Sori Rp 2.500
Investasi dalam Sori Rp 2.500

Ayat jurnal kedua pada pembukuan Park mengurangi laba dari Sori yaitu dari Rp
9.000 menjadi Rp 6.500.Oleh karena bagian Park hanya sebesar Rp 9.000 (kepemilikan
90%) maka beban hak minoritas pada kertas kerja Park dicatat sebesar Rp 1.000.
Jurnal elimasi yang dibuat oleh Park per 31 Desember 2006 untuk mengeliminasi
akun resiprokal adalah sebagai berikut :
Jurnal eliminasi :
a. Mengeliminasi penjualan dan pembelian resiprokal
Jurnal :
Penjualan Rp 15.000
Harga pokok penjualan Rp 15.000
b. Mengeliminasi laba antarperusahaan dari harga pokok penjualan dan persediaan
Jurnal :
Harga pokok penjualan Rp 2.500
Persediaan Rp 2.500
c. Mengeliminasi laba investasi dan menyesuaikan akun investasi dalam Sori per 1 Januari
2006 (dalam laporan konsolidasi tidak boleh ada laba atas transaksi antarperusahaan
afiliasi)
Jurnal :
Laba dari Sori Rp 6.500
Investasi dalam Sori Rp 6.500

9
KERTAS KERJA PARK DAN PERUSAHAAN ANAK, SORI
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2006

90% Penyesuaian dan Laporan


Park
Sori Eliminasi Konsolidasi
Laporan laba rugi
Penjualan Rp 100.000 Rp 50.000 a.15.000 Rp 135.000
Laba dari Sori 6.500 b.6.500
H.pokok penjualan (60.000) (35.000) c.2.500 a.15.000 ( 82.500)
Beban (15.000) (5.000) ( 20.000)
Beban hak minoritas ( 1.000)
( Rp 10.000 x 10%) Rp 31.500 Rp 10.000 Rp 31.500
Laba Bersih
Neraca
Persediaan Rp 7.500 b.2.500 Rp 5.000
Investasi dalam Sori XXX c.6.500

2.2.2 Pengakuan Laba Antarperusahaan Atas Penjualan Kepada Entitas Luar


Contoh Kasus 5,
Barang dagang yang diperoleh dari park selama tahun 2006 dijual oleh Sori pada
tahun 2007, asumsi tidak ada transaksi antarperusahaan antara Park dan Sori selama tahun
2007. Laporan laba rugi terpisah tahun 2007 sebelum mempertimbangkan laba yang belum
direalisasi dalam persediaan awal Sori sebesar Rp 2.500 adalah sebagai berikut :
Park Corp Sori Corp
Penjualan Rp 120.000 Rp 60.000
Harga pokok penjualan (80.000) (40.000)
Laba Kotor 40.000 20.000
Beban 20.000 5.000
Laba Operasi 20.000 15.000
Laba dari Sori 13.500 -
Laba Bersih 33.500 15.000
Laba operasi Park tahun 2007 tidak dipengaruhi oleh laba yang belum direalisasi
dalam persediaan Sori per 31 Desember 2006. Namun laba Sori tahun 2007 terpengaruh
karena persediaan awal Sori lebih saji Rp 2.500 demikian pula untuk harga pokok penjualan.
Dari sudut pandang Park laba investasinya akan dicatat dan disesuaikan sebagai berikut ;
Investasi dalam Sori Rp 13.500
Laba dari Sori Rp 13.500
(Mencatat laba investasi dari Sori )

10
Investasi dalam Sori Rp 2.500
Laba dari Sori Rp 2.500
( Untuk mencatat realisasi laba dari penjualan antarperusahaan tahun 2006 kepada Sori)

Pada akhir tahun 2007 ayat jurnal diatas akan meningkatkan investasi dalam Sori
dari Rp 13.500 menjadi Rp 16.000 dan laba bersih Park dari Rp 33.500 menjadi Rp 36.000.
Berikut ini jurnal eliminasi dan kertas kerja konsolidasi Park dan Sori :
a. Menyesuaikan atau mengakui laba dari persediaan awal yang sebelumnya ditangguhkan.
Jurnal :
Investasi dalam sori Rp 2.500
Harga pokok penjualan Rp 2.500
b. Mengeliminasi laba investasi dan menyesuaikan akun investasi ke dalam saldo awal.
Jurnal :
Laba dari Sori Rp 16.000
Investasi dalam Sori Rp 16.000

SEBAGIAN KERTAS KERJA PARK CORPORATION DAN PERUSAHAAN ANAK,


SORI CORPORATION
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2007

Penyesuaian dan
Laporan
Park Sori eliminasi
Konsolidasi
Debet Kredit
Laporan laba rugi
Penjualan Rp 120.000 Rp 60.000 Rp 180.000
Laba dari Sori 16.000 b. 16.000
H.pokok penjualan (80.000) (40.000) a. 2.500 (117.500)
Beban (20.000) ( 5.000) ( 25.000)
Beban hak minoritas
(Rp 15.000x10%)
( 1.500)
Laba bersih Rp 36.000 Rp 15.000 Rp 36.000
Neraca
Investasi dlm Sori XXX a. 2.500 b. 16.000

2.3 Laba Yang Belum Direalisasi Dari Penjualan Upstream (Arus Keatas)
Penjualan oleh anak perusahaan kepada induk perusahaannya akan meningkatkan
penjualan, harga pokok penjualan dan laba kotor anak perusahaan, tetapi tidak memengaruhi

11
laba operasi induk sampai barang dagang dijual kembali kepada entitas lain. Laba bersih
induk perusahaan dipengaruhi, karena induk perusahaan mengakui bagiannya atas
pendapatan anak perusahaan berdasarkan metode ekuitas. Jika anak perusahaan penjual
adalah perusahaan afiliasi yang dimiliki 100%, induk perusahaan menangguhkan 100% dari
laba yang belum direalisasi pada tahun terjadinya penjualan antar perusahaan. Jika anak
perusahaan adalah perusahaan afiliasi yang hanya dimiliki sebagian, induk perusahaan juga
hanya menangguhkan sebatas bagiannya atas laba anak perusahaan yang belum direalisasi.

2.3.1 Penangguhan Laba Antar Perusahaan Dalam Periode Penjualan Antar Perusahaan
Diasumsikan bahwa Salt Corporation (perusahaan anak) menjual barang dagang,
yang dibeli seharga Rp 7.500.000, kepada Park Corporation (perusahaan induk) dengan
harga Rp 20.000.000 selama tahun 2006 dan menjual 60% dari barang dagang tersebut
kepada pihak luar dengan harga Rp 15.000.000 pada akhir tahun laba persediaan yang belum
direalisasi sebesar Rp 5.000.000 (harga perolehan sebesar Rp 3.000.000 tetapi dimasukkan
dalam persediaan Park sebesar Rp 8.000.000). Jika Salt melaporkan laba bersih tahun 2006
sebesar Rp 50.000.000, bagian Park diakui seperti dalam Peraga dibawah ini.Peraga tersebut
membandingkan konsolidasi satu baris atas kepemilikan 100% dan kepemilikan sebesar
75% pada perusahaan anak.
Seperti diilustrasikan, Jika Park mencatat 100% dari pendapatan/laba Salt
berdasarkan metode ekuitas, Park harus mengeliminasi 100% dari setiap laba yang belum
direalisasi yang termasuk dalam laba tersebut. Jika Park hanya mencatat 75% dari laba Salt
berdasarkan metode ekuitas, Park harus mengeliminasi hanya 75% dari laba yang belum
direalisasi yang termasuk dalam laba Salt tersebut. Pada kedua kasus, semua laba yang
belum direalisasi yang dicatat oleh Park dieliminasi dari akun laba dan investasi.
(dalam ribuan)
Bagian A
Jika Salt adalah anak perusahaan yang dimiliki 100%

Investasi pada Salt (+A) 50.000


Laba dari SaltR,+SE) 5.000
Untuk mencatat 100% pendapatan Salt yang
dilaporkan sebagai pendapatan dari anak perusahaan.

Laba dari Salt (-R,-SE) 5.000


Investasi pada Salt
5.000
Untuk menangguhkan 100% laba persediaan yang
Belum direalisasi yang dilaporkan Salt sampai direalisasi.
Ayat jurnal tunggal sebesar Rp 45.000
[(50.000 - 5.000) x 100%] dapat juga digunakan.

12
Bagian B
Jika Salt adalah anak perusahaan yang dimiliki 75%

Investasi pada Salt (+A) 37.500


Laba dari Salt (R,+SE) 37.500
Untuk mencatat 75% pendapatan/laba Salt yang dilaporkan
sebagai pendapatan/laba dari anak perusahaan.

Laba dari Salt (-R,-SE) 37.500


Investasi pada Salt (-A) 37.500
Untuk menangguhkan 75% laba persediaan yang belum
direalisasi yang dilaporkan Salt sampai direalisasi.
Ayat jurnal tunggal sebesar Rp 33.750
[(50.000 - 5.000) x 75%] dapat juga digunakan.

PARK DAN ANAK PERUSAHAAN, SALT (KEPEMILIKAN 75%)


SEBAGIAN KERTAS KERJA
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2006 (DALAM
RIBUAN)

Penyusaian dan
75% Laporan
Park Eliminasi
Salt
Debit Kredit Konsolidasi
Laporan laba rugi
Penjualan Rp250 Rp150 a 20 Rp380
Pendapatan dari
33,75 c 33,5
Salt
Harga pokok
(100) (80) b 5 a 20 (165)
penjualan
Beban-beban (50) (20) (70)
Beban hak minoritas
[($50.000- (11,25)
$5.000)x25%]
Rp 50
Laba bersih Rp133,75 Rp 133,75

Neraca Rp 10 b 5 Rp 5
c
Investasi pada Salt XXX
33,75

13
a. Mengeliminasi penjualan resiprokal dan harga pokok penjualan
b. Menyesuaikan harga pokok penjualan dan persediaan akhir atas dasar harga
perolehan
c. Mengeliminasi pendapatan investasi dan menyesuaikan akun investasi pada Salt
menjadi saldo awal periode.

14
BAB III

PENUTUP

Transaksi antar perusahaan afiliasi harus dieliminasi dari laporan keuangan konsolidasi
karena akan mengakibatkan saldo akun resiprokal pada buku perusahaan afiliasi. Keuntungan
dan kerugian dari transaksi antar-perusahaan harus dieliminasi sampai direalisasi melalui
penggunaan atau melalui penjualan kepapda pihak-pihak diluar entitas yang dikonsolidasi.

Laba antar perusahaan yang dieliminasi tidak dipengaruhi oleh keberadaan minoritas dan
harus dieliminasi semuanya. Alas an pengeliminasian laba dan rugi perusahaan adalah bahwa
manajemen dari perusahaan dapat mengendalikan semua transaksi antar-perusahaan, termasuk
otorisasi dan penetapan harga, tanpa tawar-menawar antar-perusahaan afiliasi.

15
DAFTAR PUSTAKA

Alva. 2014. Laba atas transaksi antar perusahaan. [Online]. Tersedia dalam:
http://aetherians.blogspot.co.id/2014/11/laba-atas-transaksi-antar-perusahaan.html. [ 16
Maret 2017].

Purba, Chandra. 2014. Penjualan ( Transfer ) Dengan Arus Upstream dan Downstream. [Online].
Tersedia dalam: http://candraekonom.blogspot.co.id/2014/11/penjualan-transfer-dengan-
arus-upstream.html. [ 15 Maret 2017].

16