Anda di halaman 1dari 11

HALAMAN PENGESAHAN

Laporan Lengkap Praktikum genetika Dengan Judul Pengaruh Radiasi


UV terhadap Pertumbuhan Khamir di susun oleh :

nama : Prisilia Mangin


NIM : 1514041011
Kelas : Pendidikan Biologi A
Kelompok :V

telah diperiksa dan dikonsultasikan kepada asisten/koordinator


asisten,dan dinyatakan di terima.

Makassar, 16 Oktober 2017

Koordinator Asisten Asisten

Ferry Irawan, S.Pd Paewa Panennungi, S.Pd

Mengetahui,
Dosen Penanggung Jawab

Hartati,S.Si,M.Si,Ph,D
NIP : 19740405 200003 2 002
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Kita pasti tahu Spiderman bukan? Salah satu tokoh kartun rekaan manusia.
Spiderman merupakan contoh manusia mutan. Ceritanya ia menjadi mutan
karena mengalami mutasi yang dipengaruhi oleh gen laba-laba. Umumnya, gen
sebagai kesatuan kimia bersifat mantap meskipun mengalami pewarisan selama
ratusan generasi sel. Akan tetapi, akibat suatu pengaruh dalam jangka waktu
yang panjang memungkinkan terjadinya perubahan kesatuan kimiawi sehingga
ada individu yang satu di antara gennya mengalami perubahan. Bagaimanakah
mekanisme perubahan materi genetika tersebut?
Mutasi adalah suatu perubahan yang terjadi pada bahan genetika sehingga
ekspresinya berubah. Mutasi dapat terjadi pada pasangan basa, satu ruas DNA
atau bahkan pada kromosom. Perubahan DNA dapat menebabkan perubahan
kodon-kodon RNAd dan akhirnya menyebabkan perubahan jenis asam nukleat
yang disintesisnya. Perubahan protein atau enzim dapat menyebabkan
perubahan metabolism dan fenotipe mekhluk hidup. Gen, kromosom,
sel,protein atau makhluk hidup yang mengalami mutasi disebut mutan.
Mutasi merupakan sumber utama bentuk gen baru (alel) dan menimbulkan
keragaman genetic bagi seleksi alami dan untuk digunakan oleh pemulia
tanaman dan hewan dalam menciptakan varietas baru. Tipe mutasi gen ada
hubungannya dengan perubahan spontan yang terjadi dalam struktur DNA.
Perubahan ini terjadi secara spontan di alam tetapi dapat ditingkatkan oleh
mutagen seperti penyinaran energy tinggi dan macam-macam zat kimia.
Kebanyakan mutasi yang terjadi pada manusia, hewan dan tumbuhan tidak
menguntungkan.
Praktikum kali ini akan mengarahkan kita untuk mengetahui jenis-jenis
mutasi serta bagaimana proses terjadinya mutasi beserta dampak yang
ditimbulkannya dengan objek percobaan berupa mikroorganisme.
B. Tujuan
1. Mengetahui jenis-jenis mutasi secara fisik maupun
2. Mengetahui proses terjadinya mutasi dan dampak yang ditimbulkan

C. Manfaat
1. Agar praktikan mengetahui jenis-jenis mutasi
2. Agar praktikan mengetahui ciri proses terjadinya mutasi dan dampak yang
ditimbulkan
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Mutasi merupakan perubahan turun temurun pada susunan basa nukleotida dari
genom DNA (Deoxyribo Nucleic Acid) atau pada urutan angkan dari gen atau
kromosom pada sebuah sel, dapat terjadi secara spontan atau dengan melalui
media lain. Mutasi disebabkan oleh agen-agen tertentu. Satu agen yang
menyebabkan perubahan kedalam DNA dari satu organism disebut mutagen.
Agen-agen tersebut dapat berupa bahan kimiawi atau fisik yang berinteraksi
dengan DNA sehingga menyebabkan mutasi (Hartati & Ferry,2017)
Mutasi dapat muncul dengan berbagai cara. Kesalahan saat replikasi atau
rekombinasi DNA dapat menyebabkan substitusi,delesi atau insersi pasangan
basa, juga mutasi-mutasi yang memengaruhi bentangan DNA yang lebih panjang.
Beberapa agen fisik dan kimiawi disebut mutagen, berinteraksi dengan DNA
dengan cara-cara yang mneyebabkan mutasi (Campbell dkk,2008).
Bahan mutagen yang seringkali digunakan dalam induksi mutasi dengan
mutagen kimia, misalnya Ethyl Methane Sulphonate (EMS), Diethyl Sulphate
(DES), Methyl Methane Sulphonate (MMS), nitrous acids dan sebagainya . Ethyl
Methane Sulphonate (EMS) merupakan salah satu jenis mutagen kimia yang
dapat menyebabkan proses alkilasi yang efektif dalam menginduksi mutasi
berbagai jenis organisme. Mutasi dengan menggunakan mutagen kimia EMS
telah banyak dilakukan pada berbagai spesies tanaman. EMS merupakan
kelompok alkil yang dapat mengubah basa-basa DNA (guanin dan timin) menjadi
basa lain dan akan berpasangan dengan basa yang berbeda sehingga terjadi
peristiwa mutasi transisi (Pharmawati dan Rustini, 2013).
Ultraviolet merupakan suatu bagian dari spektrum elektromagnetik dan tidak
membutuhkan medium untuk merambat. Ultraviolet mempunyai rentang panjang
gelombang antara 400 100 nm yang berada di antara spektrum sinar X dan
cahaya tampak. Radiasi ultraviolet merupakan suatu sumber energi yang
mempunyai kemampuan untuk melakukan penetrasi ke dinding sel
mikroorganisme dan mengubah komposisi asam nukleatnya. Absorbsi ultraviolet
oleh DNA ( atau RNA pada beberapa virus) dapat menyebabkan mikroorganisme
tersebut tidak mampu melakukan replikasi akibat pembentukan ikatan rangkap
dua pada molekul-molekul pirimidin. Sel yang tidak mampu melakukan replikasi
akan kehilangan sifat patogenitasnya. Radiasi ultraviolet yang diabsorbsi oleh
protein pada membran sel akan menyebabkan kerusakan membran sel dan
kematian sel. Namun perlu diperhatikan bahwa beberapa mikroba khususnya
bakteri memang mempunyai suatu sistem metabolik fungsional yang bervariasi
dalam mekanisme untuk memperbaiki kerusakan asam nukleatnya
(Cahyonugroho, 2013).
Mutasi secara fisika yang banyak dilakukan dalam upaya perbaikan kualitas
dan produktivitas jamur adalah menggunakan radiasi sinar gamma (Co60) dan
sinar ultra violet (UV). Adapun mutasi secara kimiawi yang biasa dilakukan
adalah mutasi dengan menggunakan berbagai mutagen antara lain nitrous acid,
hidroksilamin, ethane methane sulfonate (EMS), dan alkylating agen. Mutasi
secara fisika biasanya dilakukan dengan cara mencoba berbagai dosis radiasi.
Setelah didapatkan dosis yang optimum, maka diuji produktivitasnya di lapangan
di mana mutan yang memberikan hasil panen terbaik selanjutnya dikembangkan
sebagai kultur induk (Djajanegara et al, 2007).
Dosis UV berbanding lurus dengan daya dan lama kontak dengan bahan,
semakin tinggi daya dan lama kontak dengan bahan maka dosis yang dihasilkan
juga semakin tinggi dan begitu juga sebaliknya. Akan tetapi dosis UV berbanding
terbalik dengan total mikroba. Apabila dosis radiasi yang diberikan rendah maka
akan menyebabkan sel lebih cepat memperbaiki rantai DNA yang telah dirusak
sehingga total mikroba dalam produk semakin tinggi. Semakin besar daya yang
digunakan dan semakin lama waktu pemaparan sinar UV-C maka akan semakin
tinggi pula dosis dan efek germidikal (efek dalam membunuh mikroba) yang
dihasilkan (Arinda,2015).
Radiasi berenergi tinggi mendatangkan bahaya terhadap materi genetic
manusia serta organism laboratorium. Radiasi mutagenic salah satu mutagen fisik
mencakup sinar ultraviolet (UV)Nyang dapat menyebabkan dimer dimin yang
mengganggu pada DNA (Campbell dkk, 2008).
BAB III
METODE PRAKTIKUM
A. Waktu dan Tempat
Hari/Tanggal : Senin/ 9 September 2017
Waktu : pukul 8.00-8.50 WITA
Tempat : Laboratorium Mikrobiologi Jurusan Biologi FMIPA UNM

B. Alat dan Bahan


1. Alat
a. Cawan petri 2 buah
b. Gelas ukur 250 mL 1 buah
2. Bahan
a. Medium PDA (Potato Dextrose Agar)
b. Ragi
c. Wrapping Plastic
d. Sunblock
C. Cara Kerja

Membuat medium PDA

Memasukkan medium ke dalam


cawan petri yang dilakukan
didalam enkas agar tetap steril

Memasukkan ragi
kedalam 1 ml air
Setelah medium agak
kering masukkan ragi
kedalam cawan petri

Memberi keterangan pada cawan


petri dengan menggunakan label,
yaitu control umum, control dan
eksperimen

Mengolesi sunblok pada


sebagian cawan petri
eksperimen yang telah dibagi
menjadi dua bagian, kemudian
bungkus dengan plastic wrap

Meletakkan cawan petri


eksperimen didalam LAF dan
menyalakan sinar UV, lalu
tunggu 30 menit

Memasukkan cawan petri


control kedalam plastic hitam
yang sebelumnya dibungkus
kertas, lalu tunggu 30 menit

Setelah 30 menit masukkan


cawan petri kedalam incubator
dan amati pertumuhannya
selama 3 hari
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Hasil pengamatan

Pertambahan Jumlah Khamir

Hari Kontrol
Eksperimen
kelompok umum

2 - - -

3 -

B. Pembahasan
Praktikum kali ini dilakukan dengan menggunakan khamir sebagai objek
percobaan. Pertama-tama dilakukan pembuatan medium. Medium yang
digunakan adalah medium PDA (Potato Dextrose Agar) yang berbahan
dasar kentang. Medium yang telah dibuat ditambahkan ragi lalu di taruh ke
cawan petri yang sebelumnya telah disterilisasi. Di sini digunakan dua
cawan petri sesuai dengan perlakuan yaitu sebagai medium control dan
medium eksperimen medium control. Terdapat dua medium control yaitu
medium kontrol pada setiap kelompok dan medium kontrol umum, dimana
medium kontrol setiap kelompok tidak diolesi sunblock dan dibungkus
dalam plastic hitam. Cawan petri medium eksperimen dibagi menjadi dua
bagian dan dibatasi dengan label. Satu bagian diolesi dengan sunblock
sedangkan satunya lagi tidak diberi sunblock. Setelah diolesi kemudian
dibungkus dengan menggunakan plastic wrap. Kemudian dimasukkan ke
dalam Lamina Air Flow dan dibiarkan terpapar oleh sinar UV selama 30
menit. Sementara itu medium control hanya dibungkus denganplastik hitam.
Tujuannya agar tidak terpapar oleh cahaya. Medium control umum tidak
diberi ragi. Setelah dibiarkan terpapar sinar UV selama 30 menit, medium
eksperimen kemudian dikeluarkan dari LAF lalu dimasukkan ke dalam
incubator dan dibiarkan selama 3 hari. Selama 3 hari itu dilakukan
pengamatan. Berdasarkan hasil pengamatan dan dokumentasi tampai hasil
seperti pada gambar. Pada medium eksperimen, bagian yang diberi sunblock
menunjukkan jumlah khamir yang lebih banyak dibandingkan dengan yang
tidak diberikan sunblock. Sementara itu jika dibandingkan antara medium
control dengan medium eksperimen maka tampak bahwa khamir lebih
banyak pada medium control sedangkan pada medium control umum tidak
terjadi perubahan karena tidak terdapat khamir di dalamnya.
Berdasarkan hasil yang diperoleh diata tampak bahwa ternyata ada
perbedaan pertumbuhan khamir pada medium konterol dan medium
eksperimen di mana pada medium eksperimen jumlah khamir lebih sedikit.
Kemudian pada medium eksperimen bagian yang diberi sunblock
menunjukkan lebih banyak khamir dibandingkan dengan yang tidak diberi
sunblock hal ini mengindikasikan bahwa ada pengaruh sinar UV terhadap
pertumbuhan khamir dimana sinar UV merupakan salah satu factor mutasi
dalam hal ini juga merusak struktur sel sehingga pertumbuhan tidak terjadi
atau perhambat bahkan dapat merusak keseluruhan sel-sel khamir itu
sendiri.
BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
1. Mutasi terdiri dari mutasi fisik dan mutasi kimia. Mutasi fisik dapat terjadi
karena pengaruh radiasi sinar UV. Mutasi kimia dapat terjadi karena
pengaruh paparan zat kimia
2. Mutasi terjadi secara spontan atau diinduksi. Agen mutasi berinteraksi
dengan DNA sehingga menyebabkan DNA mengalami perubahan struktur
B. Saran
Diharapkan agar kedepannya praktikan lebih memperhatikan ketelitian dan
kedisiplinan dalam melakukan tiap langkah kerja agar hasil yang diperoleh
maksimal.
Daftar Pustaka

Arinda, Ika Devi dan Yunianta. 2015. Pengaruh Daya dan Lama Penyinaran
Sinar Ultraviolet-C terhadap Total Mikroba Sari Buah Salak Pondoh.
Jurnal Pangan dan Agroindustri. Vol. 3 No 4 p.1337-1344

Cahyonugroho, Okik Hendriyanto. 2013. Pengaruh Intensitas Sinar Ultraviolet


terhadap Reduksi Jumlah Bakteri E.coli. Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan
Vol.2 No. 1

Campbell, Neil, dkk. 2008. Biologi Ed 1. Jakarta: Erlangga

Djajanegara, Ira, Priyo Whyudi, Donowati Tjokrokusumo, Netti WIdyastuti,


Harsono. 2007 Pengaruh Mutasi dengan Radiasi Sinar Gamma terhadap
Produktivitas Jamur Tiram Abu-abu (Pleurotus sajur-caju). Jurnal
Penelitian Hayati . Vol 13 (57-61)

Hartati dan Ferry Irawan.(2017). Modul Genetika Berbasis Pendekatan Saintifik .


Makassar : Jurusan Biologi FMIPA UNM

Rustini dan Pharmawati. 2013. Aksi Ethyl Methane Sulphonate terhadap


Munculnya Bibit dan Pertumbuhan Cabai Rawit(Capsicum frutescens
L.)(Ethyl Methane Sulphonate Action on Seed Emergence and Growth of
(Capsicum frutecens L.)). Jurnal Bioslogos. Volume 4 Nomor 1