Anda di halaman 1dari 11

ALAT UKUR TEKANAN

MANOMETER

MATA KULIAH : TEKNIK PENGUKURAN

DISUSUN OLEH :

1. NADYA AMALIA PRATIWI ( 011500418 )


2. NINDIA PUTRI PRIHANTINI ( 011500420 )

ASISTEN PRAKTIKUM : SUYATNO S.T

PROGRAM STUDI TEKNOKIMIA NUKLIR

SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI NUKLIR

BADAN TENAGA NUKLIR NASIONAL

YOGYAKARTA

2017
Kata Pengantar
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkat rahmat dan hidayahnya penulis
berhasil menyelesaikan makalah yang berjudul ALAT UKUR TEKANAN
MANOMETER. Makalah ini berhasil disusun atas dasar laporan mata kuliah praktikum
proses kimia.
Kami mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam
menyelesaikan makalah kami. Kami juga menyadari dalam pembuatan makalah ini masih
banyak kekurangan dalam penyusunannya, untuk itu kritik dan saran yang membangun dari
semua pihak sangat diperlukan demi perbaikan selanjutnya. Semoga dengan adanya makalah
ini dapat memberikan manfaat bagi pembaca.

Yogyakarta, Oktober 2017

Penulis
BAB I
PENDAHULUAN
1. 1 Latar Belakang Masalah
Saat fluida dalam keadaan tenang, fluida memberikan gaya yang tegak lurus di
luas permukaannya. Sebagai contoh air dalam gelas, dalam hal ini permukaan air
tegak lurus terhadap dinding gelas. Fenomena ini sesuai dengan fluida statis yakni
fluida dalam kondisi diam. Gaya persatuan luas adalah tekanan.
Secara matematis, tekanan dapat dinyatakan dengan persamaan berikut ini :

F
P=
A

Dimana: P = tekanan (N/m2(Pa))

F = gaya (kg.m/s2, g.cm/s2, lb.ft/s2)

A = luas permukaan(m2, cm2, ft2)

Untuk mengukur tekanan fluida dapat digunakan macam macam alat


diantaranya : manometer, alat ukur Bourdon, barometer, dan lain-lain.
Namun pada kali ini alat yang dibahas adalah manometer. Manometer adalah
alat ukur tekanan. Alat ukur ini sangat sederhana, pengamatan dapat dilakukan
langsung dan cukup teliti pada beberapa daerah pengukuran. Manometer kolom cairan
biasanya digunakan untuk pengukuran tekanan yang tidak terlalu tinggi (mendekati
tekanan atmosfir).

1. 2 Rumusan Masalah
a. Apa pengertian manometer
b. Bagaimana prinsip kerja manometer
c. Apa saja jenis manometer

1. 3 Tujuan
a. Mengerti dan paham definisi manometer
b. Mengerti dan paham prinsip kerja manometer
c. Mengerti dan paham jenis manometer
BAB II.
PEMBAHASAN
2.1. Definisi Manometer
Manometer adalah suatu alat pengukur tekanan yang menggunakan kolom
cairan untuk mengukur perbedaan tekanan antara suatu titik tertentu dengan tekanan
atmosfer (tekanan terukur), atau perbedaan tekanan antara dua titik. Manometer ialah
salah satu alat pengukuran tekanan secara mekanik.
Manometer adalah alat yang digunakan secara luas pada audit energi untuk
mengukur perbedaan tekanan di dua titik yang berlawanan. Jenis manometer tertua
adalah manometer kolom cairan. Versi manometer sederhana kolom cairan adalah
bentuk pipa U yang diisi cairan setengahnya (biasanya berisi minyak, air atau air raksa)
dimana pengukuran dilakukan pada satu sisi pipa, sementara tekanan (yang mungkin
terjadi karena atmosfir) diterapkan pada tabung yang lainnya. Perbedaan ketinggian
cairan memperlihatkan tekanan yang diterapkan.

Ilustrasi Skema Manometer Kolom Cairan

2.2. Prinsip Kerja Manometer


Gambar a. Merupakan gambaran sederhana manometer tabung U yang diisi
cairan setengahnya, dengan kedua ujung tabung terbuka berisi cairan sama tinggi.
Gambar b. Bila tekanan positif diterapkan pada salah satu sisi kaki tabung,
cairan ditekan kebawah pada kaki tabung tersebut dan naik pada sisi tabung yang
lainnya. Perbedaan pada ketinggian, h, merupakan penjumlahan hasil pembacaan
diatas dan dibawah angka nol yang menunjukkan adanya tekanan.
Gambar c. Bila keadaan vakum diterapkan pada satu sisi kaki tabung, cairan
akan meningkat pada sisi tersebut dan cairan akan turun pada sisi lainnya. Perbedaan
ketinggian h merupakan hasil penjumlahan pembacaan diatas dan dibawah nol yang
menunjukkan jumlah tekanan vakum.
Ada tiga tipe utama manometer: 1. Manometer satu sisi kolom yang mempunyai
tempat cairan besar dari tabung U dan mempunyai skala disisi kolom sempit. Kolom
ini dapat menjelaskan perpindahan cairan lebih jelas. Kolom cairan manometer dapat
digunakan untuk mengukur perbedaan yang kecil diantara tekanan tinggi. 2. Jenis
membran fleksibel: jenis ini menggunakan defleksi (tolakan) membran fleksibel yang
menutup volum dengan tekanan tertentu. Besarnya defleksi dari membran sesuai
dengan tekanan spesifik. 3. Jenis Pipa koil: Sepertiga bagian dari manometer ini
menggunakan pipa koil yang akanmengembang dengan kenaikan tekanan. Hal ini
disebabkan perputaran dari sisi lengan yang disambung ke pipa.

2.3. Jenis Manometer


a. Piezometer
Alat ini mengukur tekanan dalam cairan bila tekanan itu lebih besar daripada
nol relatif. Sebuah tabung kaca dipasang secara vertikal sedemikian hingga tabung
itu berhubungan dengan ruangan di dalam bejana. Cairan naik di dalam tabung
sampai tercapainya keseimbangan. Maka tekanan ditunjukkan oleh jarak vertikal h
dari meniskus (permukaan cairan) sampai titik tempat tekanan harus di ukur, yang
dinyatakan dalam satuan panjang cairan di dalam bejana. Alat ini tidak dapat
digunakan untuk mengukur tekanan negatif, karena udara akan mengalir ke dalam
bejana melalui tabung. oleh karena itu dikembangkan manometer dengan
menggunakan pipa U agar tekanan positif atau negatif dapat terukur.

Gambar piezometer sederhana


PA = gh1
PB = gh2
Dimana : PA = tekanan pada A(N/m2)
PB = tekanan pada B(N/m2)
= densitas fluida(kg/m3, g/cm3, lb/ft3)
g = gaya grafitasi(m/s2, cm/cm2)
h = ketinggian(m, cm, ft)

b. Manometer Tabung U ( U Tube Manometer)


Manometer ini tidak banyak bedanya dengan tabung piezometer, hanya saja
manometer ini berbentuk pipa U (U tube) dimana ujung yang satu melekat pada
titik yang diukur tekanannya sedang ujung yang lain berhubungan langsung dengan
udara luar (atmosfer).

Pipa U tersebut diisi dengan cairan yang berbeda dengan cairan yang mengalir
di dalam pipa yang akan diukur tekanannya. Misalnya berat jenis cairan di dalam
pipa adalah 1 dan berat jenis cairan di dalam manometer adalah 2 dimana 2> 1.

Gambar Manometer Tabung U

Perbedaan tinggi cairan di dalam manometer adalah h2. Untuk menghitung


besarnya tekanan di dalam pipa A ditarik garis horizontal z-z. Tekanan pada bidang
z-z dari dua kali pipa U adalah sama besar, yaitu:
PA + h11 = Patm + h22
atau
PA = Patm + h22 - h11
Dimana:Patm = tekanan atmosfer
Pada Gambar (a) tampak bahwa tekanan di dalam pipa A lebih besardari pada
tekanan atmosfer dimana kondisi ini tekanan di dalam adalah positif. Sebaliknya
pada Gambar( b) tekanan di dalam pipa lebih kecil daripada tekanan atmosfer,
dalam hal ini tekanan di dalam pipa adalah negatif.

c. Manometer Diferensial
Alat ukur ini digunakan untuk mengukur tekanan antara dua tempat pada satu
pipa atau antara dua pipa. Manometer diferensial terdiri dari pipa U dimana kedua
ujungnya terletak pada tempat yang diukur, seperti pada gambar.

Gambar Manometer Diferensial Pada Dua Pipa


Dengan mengikuti prosedur yang diuraikan untuk monometer sederhana persamaan
untuk perbedaan tekanan antara pipa A dan pipa B adalah:
PA + h11 = h22 + h33 + PB
atau
PA - PB = h22 + h33 - h11
Manometer diferensial tersebut juga dapat dipasang diatara dua penampang pada satu
aliran saluran tertutupseperti tampak padaGambar dibawah ini.
Gambar Manometer Diferensial Pada Satu Pipa

d. Manometer Miring
Manometer miring seringkali digunakan untuk mengukur perbedaan tekanan
gas yang kecil. Manometer ini diatur agar menunjukkan nol, bila A dan B terbuka.
Karena tabung yang miring memerlukan perpindahan meniskus yang lebih besar
untuk perbedaan tekanan tertentu daripada tabung vertikal, maka tabung miring
memungkinkan ketelitian pembacaan skala yang lebih baik.

Gambar Manometer Miring

Untuk mengukur perbedaan tekanan dapat digunakan persamaan berikut ini.

Dimana : p1-p2 = beda tekanan (N/m2)


= density fluida (kg/m3, g/cm3)
g = gaya grafitasi (m/s2)
= sudut yang tebentuk oleh manometer miring
2.4. Penggunaan Manometer
Selama pelaksanaan audit energi, manometer digunakan untuk menentukan
perbedaan tekanan diantara dua titik disaluran pembuangan gas atau udara. Perbedaan
tekanan kemudian digunakan untuk menghitung kecepatan aliran di saluran dengan
menggunakan persamaan Bernoulli (perbedaan tekanan=V^2/2g). Manometer harus
sesuai untuk aliran cairan.
Kecepatan aliran cairan diberikan oleh perbedaan tekanan = f LV2/2gD,
Dimana: f = faktor gesekan dari bahan pipa
L = jarak antara dua titik berlawanan dimana perbedaan tekanan
diambil
D = diameter pipa
g = kontanta gravitasi.
Manometer yang paling sederhana adalah piezometer, kemudian manometer
pipa U, dan yang lebih rumit adalah manometer diferensial
BAB III.
PENUTUP
3.1. Kesimpulan
a. Manometer adalah suatu alat pengukur tekanan yang menggunakan kolom
cairan untuk mengukur perbedaan tekanan antara suatu titik tertentu dengan
tekanan atmosfer (tekanan terukur), atau perbedaan tekanan antara dua titik.
b. Prinsip kerja dari manometer adalah perbedaan tekanan pada tabung sehingga
menimbulakn beda ketinggian.
c. Ada 4 jenis manometer yang biasa digunakan, yaitu :
i. Piezometer
ii. Manometer tabung U
iii. Manometer differensial
iv. Manometer miring

3.2. Saran
d. Pembaca dapat menambahkan tinjauan pustaka dari sumber lain untuk lebih
memahami konsep pengukuran tekanan, khususnya menggunakan Manometer.
e. Pembaca dapat menambahkan ilustrasi atau petunjuk gambar yang didapat dari
sumber lain untuk lebih memahami konsep pengukuran tekanan dengan
menggunakan Manometer.
f. Bila mengukur tekanan yang berada dibawah 1 atm atau dibawah tekanan
atmosfer disarankan untuk menggunakan alat pengukur tekanan secara listrik
DAFTAR PUSTAKA

http://www.chem-is-try.org/materi_kimia/kimia-industri/instrumentasi-dan-
pengukuran/manometer/

http://id.wikipedia.org/wiki/Massa_jenis

http://www.gurumuda.com/tekanan-dalam-fluida/

Sistanto, Bambang Aris,dkk.Penuntun Praktikum Mekanika Fluida. Universitas Padjadjaran:


2010

Streeter, Victor L. Mekanika Fluida Jilid 1.Jakarta:Erlangga.1996

Anda mungkin juga menyukai