Anda di halaman 1dari 8

TUGAS INDIVIDU

Nama : RAFIDAH THAIB


NIRM : 1701025
Prodi : S1 KEPERAWATAN
Kelas/Semester : C/1
Mata Kuliah : Keperawatan Dasar Keperawatan 1
Dosen : Ns. Engelin Kosegeran, S.Kep

SEJARAH KEPERAWATAN DI INDONESIA

1. Sejarah Perkembangan Keperawatan Zaman Kuno

Masyarakat Indonesia di masa kuno beranggapan bahwa penyakit itu disebabkan


oleh perbuatan makhluk halus yang jahat. Kepercayaan ini begitu mengakar pada
masyarakat, sehingga ketika ada yang sakit maka mereka akan pergi ke dukun untuk
mendapatkan pengobatan. Pengobatan yang dilakukan yaitu dengan menggunakan mantra-
mantra dan bahan-bahan tertentu yang tidak terbukti khasiatnya.

Dari segi keperawatan, orang yang sakit hanya dirawat oleh kaum wanita yang
berlandaskan kepada naluri keibuan (mother instinc). Tidak ada catatan yang menyebutkan
kaum pria ikut serta melakukan perawatan dengan alasan kaum pria tidak mempunyai kasih
sayang yang cukup untuk merawat orang sakit. Pada masa kuno ini, tidak ada catatan
sejarah yang menyebutkan perkembangan yang berarti dalam bidang keperawatan.

2. Sejarah Perkembangan Keperawatan Zaman Penjajahan


1) Zaman penjajahan Belanda

Tahun 1596 Cornelis De Houtman adalah orang Belanda pertama yang


datang ke Indonesia pada zaman penjajahan. Zaman VOC, (1602 1799)
Orang-orang Belanda datang ke Indonesia pertama kali dengan maksud untuk
berdagang. Dalam usaha perdagangannya itu di bentuklah VOC. Sehubungan
dengan adanya staf dan tentara maka dua usaha kesehatan. Untuk itu didirikanlah
rumah sakit yang pertama yang bernama " Binnen Hospital " didirikan pada tahun
1641 bertempat di Batavia ( sekarang Jakarta) Tenaga perawatannya diambil dari
penduduk pribumi ( Bumi Putera ) yang diberi nama Zieken oppaser ( penjaga
orang sakit) Rumah sakit ini dibawah pengawasan dokter militer.

Pada tahun ( 1724-1744) di luar kota didirikan rumah sakit yang kedua
yang diberi nama : Buiten Hospital mengantikan Binnen Hospital yang di tutup
pada tahun1808. Karena VOC dibubarkan 1799 maka oleh pemerintahan Belanda
menyerahkan kepada pemerintah Indonesia yang kemuudian membentuk
Organisasi Negara " Hindia Belanda". Pada tahun zaman penjajahan belanda I
( 1799-1811 ) tidak ada usaha kesehatan yang boleh dikatakan menonjol pada
umumnya merupakan usaha lanjutan dari apa yang telah ada. Pengaruh
ketentaraan pada keperawatan mulai ada usaha-usaha dibidang kesehatan yang
antara lain :
- MGD ( Militaire Gezondsheids Dienst ) dinas kesehatan tentara.
- BGD (Burgerlije Gezon Dienst ) dinas kesehatan rakyat.

2) Zaman Penjajahan Inggris Tahun ( 1811-1816 )

Gubernur Jenderal Raffles sangat memperhatikan kesehatan rakyat.


Usaha-usaha di bidang kesehatan tersebut dinyatakan dalam kata-katanya
"kesehatan adalah milik manusia". Usaha-usahanya:
a. Mengadakan vaksinasi umum
b. Memperbaiki perawatan orang sakit gila (jiwa)
c. Memperbaiki perawatan dari orang-orang tahanan.

3) Zaman Penjajahan Belanda II (1816-1942)

Setelah pemerintahan diserahkan kembali pada Belanda, maka usaha-


usaha kesehatan nampak maju. Prof. Dr. Reinwardt menyusun undang-undang
kesehatan, diantaranya tentang praktek dokter, kebidanan, pengobatan dan lain-
lain untuk wilayah sekitar Batavia pada 1819 oleh Residen V Pabst didirikan
rumah sakit untuk umum di Jakarta, diantara rumah sakit Stadsverban di Glodok.
Rumah sakit ini mempunyai perlengkapan yang sederhana. Pada tahun 1919
rumah sakit Stadsverban menjadi CBZ (Central Burgerlijke Ziekeninrichting)
yang kemudian dipindahkan di Salemba.

Dr. W. de bosch yang sangat menaruh perhatian terhadap kesehatan


mendirikan sekolah dokter jawa (1852), yang kemudian berkembang menjadi
STOVIA (1898) dan akhirnya GHS (1927). Ia juga mengadakan persiapan
pendidikan kebidanan pada tahun 1852. Tahun 1875 pendidikan kebidanan ini
ditutup kembali.Rumah-rumah sakit partikelir (swasta) diadakan oleh Zending.

Muhammadiyah, bala keselamatan. Salah satu yang terkenal adalah rumah


sakit di Gang Paal yang sekarang menjadi Rumah Sakit Cikini, didirikan pada
tahun 1879. rumah skit yang lain ialah: RS St Carolus di Jakarta, RS St
Borromeus di Bandung dan RS Elizabeth di Semarang. Pendidikan perawatan
telah ada yang dimulai di RS cikini pada tahun 1900. Pendidikan juru rawat
dimulai pada tahun 1906 di RS Glodok pada tahun 1912.

4. Zaman Penjajahan Jepang (1942-1945)

Pada zaman penjajahan jepang keperawatan di Indonesia boleh dikatakan


mundur. Pimpinan rumah sakit yang tadinya adalah orang-orang belanda di ambil
alih orang-orang jepang dan sebagian oleh bangsa Indonesia. Obat-obatan sangat
kurang,oleh karenanya wabah penyakit dimana-mana. Bahan-bahan balutan sangat
kurang,sampai dipergunakannya daun pisang dan pelapah pisang.

2. Sejarah Perkembangan Keperawatan Zaman Kemerdekaan

Keadaan rumah sakit dan perawatan mengalami kekurangan-kekurangan terutama


obat-obatan. Semenjak tahun 1949 pemerintahan mulai membangun dan
menyusun kembali perbaikan-perbaikan di lapangan kesehatan.
Sejarah perkembangan keperawatan Indonesia setelah kemerdekaan adalah
sebagai berikut:
1) Sebelum tahun 1950: Indonesia belum mempunyai konsep dasar tentang
keperawatan.
2) Tahun 1950: Indonesia mendirikan pendidikan perawat yaitu Sekolah Penata
Rawat (SPR).
3) Tahun 1945 1955: Berdirinya beberapa organisasi profesi, diantaranya yaitu
Persatuan Djuru Rawat dan Bidan Indonesia (PDBI), Serikat Buruh Kesehatan,
Persatuan Djuru Kesehatan Indonesia (PDKI), Persatuan Pegawai Dalam
Kesehatan.
4) Tahun 1962: Berdirinya Akademi Keperawatan (Akper).
5) Tahun 1955 - 1974: Organisasi profesi keperawatan mengalami perubahan yaitu
Ikatan Perawat Indonesia, Ikatan Bidan Indonesia, Ikatan Guru Perawat
Indonesia, Korps Perawat Indonesia, Majelis Permusyawaratan Perawat Indonesia
Sementara (MAPPIS), dan Federasi Tenaga Keperawatan.
6) Tahun 1974: Rapat Kerja Nasional tentang Pendidikan Tenaga Perawat Tingkat
Dasar yaitu berdirinya Sekolah Perawat Kesehatan (SPK) yang mengganti
Sekolah Penata Rawat (SPR).
7) Tahun 1974: Berdirinya Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI).
8) Tahun 1876: Pendidikan Keperawatan di Indonesia yang semula menyatu dengan
pelayanan di rumah sakit, telah mulai memisahkan diri (terpisah) dari rumah
sakit.
9) Pada Januari 1983: Dilaksanakannya Lokakarya Nasional Keperawatan I yang
menghasilkan: a) Peranan Independen dan Interdependen yang lebih terintegrasi
dalam pelayanan kesehatan; b) Program gelar dalam pendidikan keperawatan; c)
Pengakuan terhadap keperawatan sebagai suatu profesi yang mempunyai identitas
profesional berotonomi, berkeahlian, mempunyai hak untuk mengawasi praktek
keperawatan dan pendidikan keperawatan.
10) Tahun 1985: Berdiri Pendidikan Keperawatan Setingkat Sarjana (S1
Keperawatan) yang pertama yaitu Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas
Indonesia yang menjadi momentum terbaik kebangkitan Profesi Keperawatan di
Indonesia.
11) Tahun 1999: Berdiri Pendidikan Keperawatan Pasca Sarjana (S2 Keperawatan).
12) Tahun 2000: Keluarnya Lisensi Praktek Keperawatan berupa Peraturan Menteri
Kesehatan.

Sumber :

https://www.scribd.com/doc/115402445/Sejarah-Perkembangan-Keperawatan-Di-Indonesia
SEJARAH PPNI

1. Sejarah PPNI

Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) lahir pada tanggal 17 Maret 1974.
Kebulatan tekad spirit yang sama dicetuskan oleh perintis perawat bahwa tenaga
keperawatan harus berada pada wadah /organisasi profesi perawat Indonesia. Pada masa
itu sebelum tahun 1974 organisasi perawat di Indonesia sudah berkembang pesat sesuai
dengan zamannya, sejak zaman penjajahan perawat Indonesia sudah ada seiring dengan
adanya Rumah Sakit, yaitu: Residen Vpabst (1819) dibatavia saat itu berubah menjadi
Stadsverband (1919) dan berubah menjadi CBZ (Central Burgerlijke Zieken Inrichting) di
daerah Salemba yang saat ini menjadi RSCM. Saat itu perawat sudah memiliki
perkumpulan-perkumpulan sebagai wadah organisasi perawat dan dapat menjalankan
pergerakan dalam menentukan martabat profesi perawat. Ketika itu terdapat beberapa
organisasi diantaranya; Perkumpulan Kaum Verpleger fster Indonesia (PKVI), Persatuan
Djuru Kesehatan Indonesia (PDKI), Persatuan Perawat Indonesia (PPI), Ikatan Perawat
Indonesia (IPI).

PPNI saat ini berproses pada kematangan organisasi dan mempersiapkan


anggotanya dalam berperan nyata pada masyarakat dengan memperkecil kesenjangan
dalam pelayanan kesehatan, mempermudah masyarakat dalam mendapatkan akses
pelayanan kesehatan, serta mendapatkan kesamaan pelayanan yang berkualitas (closing the
gap; increasing acces and equity). dan selanjutnya PPNI bersama anggotanya akan besama
mengkawal profesi keperawatan Indonesia pada arah yang benar, sehingga profesi
keperawatan dapat mandiri dan bermartabat dan bersaing secara Nasional dan
International.

2. Visi

Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) sebagai wadah nasional yang


memiliki kekuatan suara komunitas keperawatan dan peduli terhadap pemberian
pelayanan/asuhan keperawatan yang bermutu bagi kepentingan masyarakat.

3. Misi

1. Menguatkan manajemen dan kepemimpinan PPNI untuk mencapai organisasi yang


berwibawa jejaring yang kuat di tingkat kepengurusan Pusat, Provinsi,
Kabupaten/Kota, dan Komisariat.
2. Mendukung perawat Indonesia untuk melakukan praktik keperawatan yang aman,
kompeten dan professional bagi masyarakat Indonesia.
3. Menjadi pintu gerbang standar keperawatan regional dan internasional.

Sumber :

https://www.scribd.com/document/346885569/PPNI
SEJARAH PENDIDIKAN KEPERAWATAN DI INDONESIA

1. Zaman purbakala ( Primitif Culture )

Manusia percaya bahwa apa yg ada di bumi, mempunyai kekuatan spritual/mistik


yg mempengaruhi kehidupan manusia (animisme)
Sakit di sebabkan oleh:
a. kekuatan alam/kekuatan gaib (batu-batu besar, gunung tinggi & pohon-2 besar)
masyarakat lebih percaya pada dukun
b. Zaman mesir masyarakat percaya dewa ibis mampu menyembuhkan penyakit
c. Di Cina syetan sebagai penyebab penyakit, Akibatnya perawat tidak di
perkenankan untuk merawat

2. Pertengahan abad VI masehi

Keperawatan berkembang di benua asia tepatnya asia barat daya yaitu timur
tengah seiring dg perkembangan agama Islam. Abad VII jazirah Arab berkembang pesat
ilmu pengetahuan spt ilmu pasti,ilmu kimia, hygiene dan obat-obatan
Keperawatan mengalami kemajuan dg prinsip dasar kesehatan pentingnya kebersihan diri
(personal hygiene), kebersihan makanan, air & lingkungan. Tokoh yg terkenal dari dunia
arab pada masa itu adalah Rufaidah

3. Permulaan abad XVI

Orientasi masyarakat dari agama kekuasaan yaitu perang. Rumah ibadah byk yg
tutup yg biasanya di gunakan untuk merawat orang sakit. Perawat di gaji rendah dengan
jam kerja yang lama pada kondisi kerja yg buruk. Sisi positif dari perang
u/perkembangan keprwtan korban byk membutuhkan tenaga sukarela sebagai perawat
(orde-2 agama, istri yang mengikuti suami perang & tentara-2 yg merangkap sbg prwat)
konsep P3K RS yang berperan besar terhadap perkembangan keperawatan pada masa
kini (zaman pertengahan) yaitu hotel Dieu di Lion awalnya perawat mantan wts yang
bertobat,tidak lama kemudian menggunakan perawat yang terdidik dari RS tsb
Hotel Dieu di Paris orde agama,setelah revolusi orde agama di hps di ganti orang-2 bebas
yg tdk terikat agama,pelopor perawat terkenal r.s ini yaitu Genevieve Bouquet
St. Thomas Hospital, di dirikan th 1123 M Florence Nigtingale memperbaharui
keperawatan
4. Pertengahan abad XVIII XIX

Keperawatan mulai di percaya orang yaitu Florence Nigthingale


F.N lahir th 1820 dari keluarga kaya, terhormat, tumbuh & berkembang di Inggris, di
terima mengikuti kursus pendidikan perawat usia 31 th.

Sistem Pendidikan Keperawatan di Indonesia

Pendidikan keperawatan di indonesia mengacu kepada UU No. 20 tahun 2003 tentang


Sistem Pendidikan Nasional. Jenis pendidikan keperawatan di Indonesia mencakup:

1) Pendidikan Vokasional; yaitu jenis pendidikan diploma sesuai dengan jenjangnya untuk
memiliki keahlian ilmu terapan keperawatan yang diakui oleh pemerintah Republik
Indonesia.
2) Pendidikan Akademik; yaitu pendidikan tinggi program sarjana dan pasca sarjana yang
diarahkan terutama pada penguasaan disiplin ilmu pengetahuan tertentu
3) Pendidikan Profesi; yaitu pendidikan tinggi setelah program sarjana yang mempersiapkan
peserta didik untuk memiliki pekerjaan dengan persyaratan keahlian khusus.
4) Sedangkan jenjang pendidikan keperawatan mencakup program pendidikan diploma,
sarjana, magister, spesialis dan doktor.

Jenis Pendidikan Keperawatan Indonesia :

1) Pendidikan Vokasi; yaitu pendidikan yang diarahkan terutama pada kesiapan penerapan
dan penguasaan keahlian keperawatan tertentu sebagai perawat
2) Pendidikan Akademik; yaitu pendidikan yang diarahkan terutama pada penguasaan dan
pengembangan disiplin ilmu keperawatan yang mengcakup program sarjana, magister,
doktor.
3) Pendidikan Profesi; yaitu pendidikan yang diarahkan untuk mencapai kompetensi profesi
perawat.

Sumber :

https://www.scribd.com/doc/46366235/PERKEMBANGAN-PENDIDIKAN-
KEPERAWATAN-DI-INDONESIA

https://www.scribd.com/doc/215465449/Makalah-Ilmu-Keperawatan-Dasar-i-Sistem-
Pendidikan-Keperawatan-Di-Indonesia