Anda di halaman 1dari 8

RETURN DAN RESIKO AKTIVA TUNGGAL

KHAIRIL WIJANARKO, 1115040023, BAB 7

Hartono, Jogiyanto, 2000, Teori Portofolio dan Analisis Investasi Edisi Kedelapan, Yogyakarta,
BPFE-YOGYAKARTA

Tandelilin, Eduardus, 2001, Analisis Investasi dan Manajemen Portofolio, Edisi Pertama,
Yogyakarta, BPFE-YOGYAKARTA

Return merupakan hasil yang diperoleh dari hasil investasi. Return ada dua, yakni return
realisasian dan return ekspektasian.

Return realisasian adalah return yang telah terjadi dari hasil investasi, sedangkan return
ekspektasian merupakan return yang diharapkan dimasa yang akan dating.

Pengukuran return realisasian Dalam melakukan pengukuran return realisasian memiliki


banyak cara, yaitu return total, relative return, kumulatif return dan return disesuaikan.
Sedangkan rata-rata dari return dapat dihitung berdasarkan rata-rata aritmatika dan rata-rata
geometric.

Return total merupakan return keseluruhan dari suatu investasi pada periode tertentu. Return
total terdiri dari capital gain dan yield

= +

Capital gain / capital loss adalah selisih antara harga jual investasi sekarang relative dengan
harga periode lalu. Jika investasi sekarang harga jual lebih tinggi makan mendspatkan
keuntungan (capital gain) dan begitu sebaliknya (capital loss).

Yield adalah persentase penerimaan kas periodic terhadap harga investasi periode tertentu dari
suatu investasi.

Lalu pengukuran return realisasian selanjutnya adalah Relative Return

= + 1

Kumulatif Return
Return total mengukur perubahan kemakmuran yaitu perubahan harga dari saham dan perubahan
pendapatan dari dicviden yang diterima. Perubahan kemakmuran : tambahan kekayaan dari
kekayaan sebelumnya. Return total hanya mengkur perubahan kemakmuran tetapi tidak total
kemakmuran.
Untuk mengetahui total kemakmuran, indeks kemakmuran kumulatif mengukur semua
return mulai dari kemakmuran awal yang dimiliki sebagai berikut.
1. IKK=KK0 ( 1+R1)(1+R2)....(1+Rn)
2. IKK = indeks Kemakmuran Kumulatif
3. KK0 = Kekayaan Awal, biasanya digunakan nilai Rp1
4. Rt = return periode ke-t, muali dari awal periode (t=1) sampai ke akhir periode
(t=n)

Perhitungan IKK berdasarkan perkalian nilai-nilai komponennya :


1. IKK = PHK*YK
2. IKK = indeks Kemakmuran Kumulatif
3. PHK = Perubahan Harga Kumulatif
4. YK = Yield Kumulatif

Return disesuaikan
Return nominal yang hanya mengukur perubahan nilai uang tetapi tidak
mempertimbangkan tingakt daya beli dari nilai uang tersebut. Untuk mempertimbangkan hal ini,
return nominal perlu disesuaikan dengan inflasi yang ada. Return ini disebut return riel atau
return yang disesuaikan dengan inflasi. Diversifikasi internasional menurunkan tingkat risiko
yang sudah tidak dapat diturunkan lagi akibat divertifikasi luar negeri.

Rata-Rata Geometrik digunakan untuk memperhitungkan rata-rata yang memperhatikan


tingkat pertumbuhan kumulatif dari waktu ke waktu. Sedangkan rata rata aritmatika biasa tidak
mempertimbangkan pertumbuhan.

Rata rata geometrik cocok untuk menghitung rata-rata return dari surat-surat berharga
RG-[(1+R1)(1+R2)....(1+Rn)]1/n-1
RG = Rata-rata geometrik
Ri=return untuk periode ke i
N=jumlah dari return

Rata-rata Geometrik
Rata rata geometrik untuk menghitung indeks kemakmuran kumulatif.
IKKt=(1+RG)nbv
t=periode ke-t
n=lama periode
bv=nilai dasar

hubungan antara return rata-rata aritmatika dan rata-rata geometrik


(1+RG)2 = (1+RA)2-(SD)2
Return Ekspektasian
Return yang digunakan untuk pengambilan keputusan investasi. Return ekspektasian adalah
return yang merupakan harapan dari investasi yang dilakukan.
Cara perhitungan :
1. Berdasarkan nilai ekspektasian masa depan.
2. Berdasarkan nilai-nilai return historis.
3. Berdasarkan model return ekspektasian yang ada.

Berdasarkan nilai ekspektasian masa depan

Dengan adanya ketidakpastian maka investor akan memperoleh return dimasa mendatang
yang belum diketahui persis nilainya. Untuk itu, return yang akan diterima perlu diestimasi
nilainya dengan segala kemungkinan yang dapat terjadi. Dari hal ini, dapat diperoleh bahwa
bukan hanya kejadian hasil dimasa depan yang terjadi tetapi juga probabilitas terjadinya.
Return ekspektasian dapat dihitung dengan metode nilai ekspektasian yaitu mengalihkan
masing-masing hasil masa depan dengan probabilitas kejadiannya yang menjumlah smeua
produk perkalian tersebut. Yang dirumuskan :

( ) = (: )
=1

E(Ri) = return ekspektasian suatu aktiva atau sekuritas ke-i


Rij = hasil masa depan ke-J
N = jumalh hasil nilai masa depan.

Berdasarkan Nilai-Nilai return Historis


Kenyataannya menghitung hasil masa depan dan probabilitasnya merupakan hal yang tidka
mudah dan bersifat subjektif. Akibatnya ketidakakuratan dan data historis digunakan sebagai
dasar ekspektasi.
Terdapat tiag metode yang digunakan :
1. Metode rata-rata ( sama dengan nilai historisnya )
2. Metode trend ( pertumbuhan yang difokuskan )
3. Metode jalan acak ( distribusi dna treturn bersifat acak )

Model model yang digunakan yaitu pada umumnya single index model dan model CAPM.
Risiko

Risiko juga menjadi hal pertimbangan dalam hal investasi karena mengukur return saja
tidaklah cukup. Return dan risiko merupakan factor yang harus diperhitungkan . semakin besar
return yang diharapkan untuk didapat, semakin besar pula risiko yang akan diterima.

Risiko berdasarkan probabilitas

Penyimpangan standar atau standar deviasi merupakan pengukuran yang digunakan


untuk menghitung risiko

= (([ ( 2 )]) 12

Risiko berdasarkan data historis

Risiko yang diukur dengan standar deviasi dengan menggunakan data historis

Koefisien variansi

Koefisien variasi digunakan untuk memperhitungkan dua factor yang dapat berfungsi
ebagai analsisi investasi yakni return ekspektasian dan risiko aktiva.

Properti return ekpspektasian dan varian

1. Properti 1 = ( + ) = () +
2. Properti 2 (. ) = . ()
3. Properti 3 ( + ) = ()
4. Properti 4 (. ) = 2. ()

Mean absolute deviation

Baik variance atau maupun semi variance sangat sensitive terhadap jarak dari nilai
ekspektasian, Karena pengkuadratan aakan memberikan bobot yang lebih besar dibandingkan
jika tidak dilakukan pengkuadratan. Pengukuran risiko untuk menghindari pengkuadratan adala
mean absolute deviation

= [| ()|}

RETURN DAN RESIKO PORTOFOLIO

KHAIRIL WIJANARKO, 1115040023, BAB 8

Hartono, Jogiyanto, 2000, Teori Portofolio dan Analisis Investasi Edisi Kedelapan, Yogyakarta,
BPFE-YOGYAKARTA

Tandelilin, Eduardus, 2001, Analisis Investasi dan Manajemen Portofolio, Edisi Pertama,
Yogyakarta, BPFE-YOGYAKARTA

Return realisasi dan Return Ekspektasian merupakan rata-rata tertimbang dari return-return seluruh
sekuritas tunggal. Resiko portofolio tidak harus sama dengan rata-rata tertimbang bahkan dapat lebih
kecil dari rata-rata tertimbang resiko masing-masing sekuritas tunggal.

Return Portofolio

Return realisasian portofolio adalah rata-rata tertimbang dari return-return realisasian tiap-tiap sekuritas
tunggal di dalam portofolio

Rp = =1(. )

Notasi:
Rp = return realisasi portofolio
Wi = porsi dari sekuritas I terhadap seluruh sekuritas di portofolio
Ri = return realisasian dari sekuritas ke i
n = jumlah dari sekuritas tunggal

Return ekspektasian portofolio adalah rata-rata tertimbang dari return-return ekspektasian tiap-tiap
sekuritas tunggal di dalam portofolio

E (Rp) = =1(. ())

Notasi:

E(Rp) = return ekspektasian dari portofolio


Wi = porsi dari sekuritas I terhadap seluruh sekuritas di portofolio
E (Ri) = return realisasian dari sekuritas ke i
n = jumlah dari sekuritas tunggal

Resiko Portofolio

Konsep dari resiko portofolio pertama kali diperkenalkan secara formal oleh Hari M. Markowitz di
tahun 1950-an. Dia menunjukkan bahwa secara umum resiko mungkin dapat dikurangi dengan
menggabungkan beberapa sekuritas tunggal kedalam bentuk portofolio. Dengan syarat utama untuk dapat
mengurangi resiko di dalam portofolio ialah return untuk masing-masing sekuritas tidak berkorelasi
secara positif dan sempurna.

a. Portofolio dengan dua aktiva


Misalnya suatu portofolio terdiri dari dua aktiva yaitu sekuritas A dan B. porsi sekuritas A di
dalam portofolio adalah sebesar a dan B sebesar b atau (1-a). return realisasian sekuritas A dan B
berturut-turut adalah RA dan RB. dengan demikian return realisasian dari portofolio yang
merupakan rata-rata tertimbang return sekuritas rata-rata sekuritas A dan B adalah sebesar :
Rp = a . RA + b. RB

Return portofolio ekspektasian adalah sebesar :


E(Rp) = E (a . RA) + E (b. RB)

Dengan demikian bahwa nilai ekspektasian suatu variable dikalikan dengan suatu konstanta
adalah sama dengan nilai konstantanya dikalikan dengan nilai ekspektasian variablenya. Maka :
E (Rp) = a . E (RA) + b . E (RB)

Salah satu pengukur resiko adalah deviasi standar atau varian yang merupakan kuadrat dari
deviasi standart. Resiko portofolio adalh varian return sekuritas-sekuritas yang membentuk
portofolio tersebut.

Kovarian antara return saham A dan B menunjukkan hubungan arah pergerakan dari nilai nilai
dari nilai return sekuritas A dan B. kovarian adalah pengukur yang menunjukkan arah pergerakan
dua buah variabel. Dengan kovarian yang positif menunjukkan nilai-nilai dari dua variabel
bergerak kea rah yang sama yaitu jika satu meningkat maka yang lainnya juga meningkat dan
sebaliknya. Nilai kovarian yang negative menunjukkan nilai-nilai dari dua variabel bergerak ke
arah yang berlawanan yaitu jika yang satunya meningkat yang lainnya menurun begitu
sebaliknya. Nilai varian yang nol menunjukkan nilai-nilai dari dua variabel yang independen
yaitu pergerakan satu variabel tidak ada hubungannya dengan pergerakan variabel yang lainnya.

Kovarian dengan cara probabilitas


Kovarian yang dihitung dengan menggunakan probabilitas dapat dihitung dengan rumus :

Cov(RA,RB) = =1[ ()]. [ ()].

Notasi:
Cov (RA,RB) = kovarian return antara saham A dan saham B
RAi = return masa depan saham A kondisi ke-i
RBi = return masa depan saham B kondisi ke-i
E (RA) = return ekspektasian saham A
E (RB) = return ekspektasian saham B
Pi = probabilitas terjadinya masa depan untuk kondisi ke i
n = jumlah dari kondisi masa depan dari I = 1,n

Kovarian dengan menggunakan data historis


Kovarian yang dihitung dengan menggunakan data historis dapat dihitung dengan rumus:

[ (). ()]
Cov (RA,RB) = =1

Notasi:
Cov (RA,RB) = kovarian return antara saham A dan saham B
RAi = return masa depan saham A kondisi ke-i
RBi = return masa depan saham B kondisi ke-i
E (RA) = return ekspektasian saham A
E (RB) = return ekspektasian saham B
n = jumlah dari observasi data historis untuk sampel besar (minimal 30
observasi) dan untuk sampel kecil digunakan (n-1)

Koefisien korelasi
Menunjukkan besarnya hubungan pergerakan antara dua variabel relative terhadap
masing-masing deviasinya. Nilai koefisien korelasi antara variabel A dan B (rAB =
AB) dapat dihitung dengan membagi nilai kovarian dengan deviasi variabel-
variabelnya. Rumus :

( .)
(rAB = AB) = .

Nilai dari koefisien korelasi berkisar dari +1 hingga -1. Nilai koefisien korelasi +1
menunjukkan bahwa korelasi positif sempurna. Nilai koefisien korelasi nol menunjukkan
bahwa tidak ada korelasi dan nilai koefisien korelasi -1 menunjukkan bahwa korelasi
negatf sempurna.
Apabila dua buah aktiva mempunyai return dengan koefisien korelasi +1 maka semua
resiko tidak dapat diversifikasikan dengan resiko aktiva individualnya. Jiak dua buah
aktiva mempunyai return dengan koefisen korelasi -1 maka semua resiko akan = 0. Jika
korelasi efisien diantara =1 dan -1 maka akan terjadi penurunan resiko tetapi tidak
menghilangkan semua resiko.

b. Portofolio dengan banyak aktiva


Bagian ini membahas tentang portofolio dengan banyak aktiva yaitu terdiri dari n buah sekuritas.
Resiko dari portofolio merupakan jumlah dari proporsi varian dank ovarian masing-masing
aktiva. Matriks varian-kovarian adalah menunjukkan varian (bagian diagonal) dan k ovarian
(bagian bukan diagonal) dari seluruh aktiva. Penjumlahan semua varian dank ovarian adalah
resiko dari portofolio. Karena resiko portofolio adalah penjumlahan dari varian dank ovarian
sesuai dengan proporsi masing-masing aktiva sehingga resiko dapat dituliskan dalam bentuk
perkalian matrik antara matrik dengan matrik proporsi masing-masing aktiva.

Resiko Total

Resiko sekuritas yang dapat dhilangkan disebut dengan resiko yang dapat di diversifikasi karena
resiko ini unik untuk suatu perusahaan yaitu hal yang buruk tejadi disuatu perusahaan dapat diimbangi
dengan hal yang baik di perusahaan lain. Resiko yang tidak dapat di diversifikasi disebut dengan non
diversifiable risk (resiko pasar), resiko ini terjadi karena kejadian-kejadian diluar kegiatan perusahaan
seperti inflasi, resesi dan lain-lain. Resiko yang tidak dapat diversifikasi adalah resiko sekuritas yang
tidak dapat dihilangkan dengan membentuk portofolio. Rumus resiko total :

Resiko total = resiko dapat di diversifikasi + resiko tidak dapat ditambah didiversifikasi = resiko
perusahaan + resiko pasar