Anda di halaman 1dari 15

LAPORAN PRAKTIKUM

KIMIA FISIKA IV
TEGANGAN PERMUKAAN

By :
Aprianto / 14030194041
Maftukhatun Nimah / 14030194071
Yunissa R.A / 14030194093
PKU 2014

CHEMISTRY DEPARTMENT
FACULTY OF MATHEMATIC AND SCIENCES
STATE UNIVERSITY OF SURABAYA
2017

I. Judul Percobaan : Tegangan Permukaan


II. Hari/Tanggal Percobaan: Kamis, 27 April 2017
III. Selesai Percobaan : Kamis, 27 April 2017
IV. Tujuan
Menentukan tegangan permukaan larutan deterjen degan metode pipa kapiler
V. Identifikasi masalah
Setelah penambahan detergen penjepit kertas bergerak menjauhi lokasi penambahan
detergen dan pada suhu yang berbeda, sapu tangan memiliki kebasahan yang berbeda.
VI. Tinjauan Pustaka
Tegangan permukaan dan tegangan antar muka diukur dari energi yang dibutuhkan
untuk meningkatkan area permukaan cairan dalam satuan luas. Pada suatu fulida molekul
yang berada pada antarmuka cair-udara (permukaan) memiliki energi lebih tinggi
daripada molekul dalam interior cairan. Berikut gambar tegangan permukaan pada air:

Molekul yang berada di permukaan air tidak semuanya dikelilingi oleh molekul
air yang lain. Sedangkan molekul yang berada di tengah (balki) dikelilingi oleh
molekul air yang lain. Molekul yang berada di permukaan hanya bertahan selama 10-
6
detik kemudian akan tertarik ke daerah balki. Ketidakseimbangan gaya tarik yang
dialami molekul yang berada di permukaan cenderung menyebabkan molekul
tersebut tertarik menuju daerah balki sehingga jumlah molekul yang berada di
permukaan menjadi berkurang. Akibatnya butuh energi untuk meningkatkan luas
permukaan cairan karena permukaan yang luas mengandung lebih banyak molekul
yang berada dalam kondisi tidak seimbang.
Semakin banyak molekul yang meninggalkan permukaan akan menyebabkan
kecenderungan ternjadinya kontraksi secara spontan, oleh karena itu tetesan cairan,
gelembung gas cenderung berbentuk bulat.

Tegangan permukaan bervariasi antara berbagai cairan. Air memiliki tegangan


permukaan yang tinggi dan merupakan agen pembasah yang buruk karena air
membentuk droplet, misalnya tetesan air hujan pada kaca depan mobil. Permukaan
air membentuk suatu lapisan yang cukup kuat sehingga beberapa serangga dapat
berjalan diatasnya (Suminar, 2001)..
Tegangan yang terjadi pada air akan bertambah dengan penambahan garam-
garam anorganik atau senyawa-senyawa elektrolit, tetapi akan berkurang dengan
penambahan senyawa organik tertentu antara lain sabun. Didalam teori ini dikatakan
bahwa penambahan emulgator akan menurunkan dan menghilangkan tegangan
permukaan yang terjadi pada bidang batas sehingga antara kedua zat cair tersebut
akan mudah bercampur (Mawarda, 2009).

Ada beberapa metode dalam melakukan atau menemukan tegangan permukaan


diantaranya :
1. Metode pipa kapiler
Menurut metode kapiler, tegangan permukaan diukur dengan melihat ketinggian
air/cairan yang naik melalui satu pipa kapiler. Metode kenaikan pipa kapiler hanya
dapat digunaka untuk mengukur tegangan permukaan, tidak bisa untuk mengukur
tegangan antar muka salah satu besaran yang berlaku pada sebuah pipa kapiler adalah
sudut kontak, yaitu sudut yang dibentuk oleh permukaan zat cair yang dekat dengan
dinding. Sudut kontak ini timbul akibat gaya tarik menarik antar zat yang sama (gaya
kohesi) dan gaya tarik menarik antar molekul zat yang berbeda (adesi).
Metode pipa kapiler hanya digunakan jika sudut kontak adalah nol, karena
ketidakpastian dalam mengukur sudut kontak dengan benar.
( =cair uap) dengan uap air = 0.804 g/litre dan cair= kg/litre)

Pada sudut kontak= 0

Keterangan :

= tegangan permukaan (dyne cm-1)

r = jari-jari pipa kapiler (cm)


h = tinggi pipa kapiler (cm)

= selisih cairan dalam pipa kapiler (cm)

g = konstanta gravitasi (m/s2)


Kekurangan metode ini adalah keseimbangan gaya yang mengakibatkan sudut
kontak, c sulit ditentukan padalah Sudut kontak memberi informasi tentang
kemampuan permukaan membasahi dinding.
2. Metode berat tetes
Metode ini didasarkan pada kenyataan bahwa berat tetesan yang jatuh dari suatu
pipa berjari-jari dan bergantung pada tegangan permukaan cairan tersebut. Metode
ini membutuhkan factor koreksi karena hanya sebagiantetesan tersebut yang
mencapai ukuran ketidakstabilan untuk jatuh yaitu suatu keseimbangan yang tetap
menempel pada ujung kapiler.
3. Metode lempeng wilhelmy
Yaitu suatu metode atau pengukuran langsung dari gaya yang dikenakan pada
selembar lempeng platina yang terdapat pada antarmuka. Metode lempeng wilhelmy
relative sederhana dan memberikan hasil yang teliti, metode ini baik untuk
mempelajari umur permukaan dan biasanya metode ini digunakan untuk mengukur
tegangan permukaan selama eksperimen keseimbangan lapisan tetapi metode ini
tidak dapat digunakan untuk mengukur tegangan antarmuka.
4. Metode pelepasan
Merupakan metode yang paling luas digunakan untuk menentukan tegangan
permukaan dan tegangan antar muka dalam farmasi. Metode ini tergantung pada
pengukuran gaya yang diperlukan untuk melepaskan suatu cincin kawat dari
permukaan cairan.
5. Metode kenaikan kapiler
Bila suatu tabung kapiler diletakkan dalam cairan disebuah beker (gelas piala),
biasanya cairan tersebut naik kedaam pipa sampai ketinggian tertentu. Hal ini
disebabkan karena kekuatan adhesi antara molekul-molekul cairan dan dinding
kapiler lebih besar dari pada kohesi antara molekul-molekul cairan itu membasahi
dinding kapiler, menyebar dan meninggi dalam pipa, namun dengan menggunakan
metode kenaikan kapiler tidak dapat memperoleh tegangan antarmuka.
6. Tensiometer dunouy
Prinsip dari alat ersebut tergantung pada kenyataan bahwa gaya yang diperlukan
untuk melepaskan suatu cincin platina-iridium yang dicelupkan pada permukaan
antarmuka adalah sebanding dengan tegangan permukaan dan tegangan antamuka.
VII. Rumusan masalah
Bagaimana pengaruh konsentrasi detergen terhadap tegangan permukaan?
VIII. Rumusan hipotesis
Semakin tinggi konsentrasi detergen maka semakin kecil tegangan permukaannya.
IX. Penentuan Variabel
1. Variabel Kontrol : Volume Larutan
2. Variabel Manipulasi : konsentrasi detergen
3. Variabel Respon : tegangan permukaan

X. Alat, bahan, rangkaian alat percobaan, prosedur percobaan


1. Alat dan bahan:
Alat
a. Pipa kapiler
b. Neraca Mohr
c. Gelas kimia
d. Piknometer
Bahan
a. Aquades
b. Larutan garam
c. Larutan detergen
c. Etanol

2. Rangkaian alat dalam eksperimen saya

Piknometer Piknometer
dibersihakan diisi aquades
Piknometer kosong
ditimbang Piknometer
ditimbang kembali
Piknometer
diisi sampel
Piknometer
ditimbang kembali

Gelas Kimia Pipa kapiler Ditunggu naiknya


diisi dengan ditegakkan di larutan deterjen ke
Diukur tinggi
larutan deterjen tengah gelas kimia pipa kapiler
kenaikan larutan
pada pipa kapiler

3. Prosedur

1. Menentukan berat jenis aquades

Aquades

- menimbang piknometer dengan necara mohr


-memasukkan 50mL aquades kedalam piknometer
-menimbang piknometer yang telah diisi dengan aquades dengan
neraca mohr
- menghitung berat jenis aquades

Berat jenis Aquades


2. Menentukan tegangan permukaan aquades
Aquades

- dari piknometer dimasukkan kedalam gelas kimia


- dimasukkan pipa kapiler yang telah diberi tanda sebatas tanda
yang telah ditentukan
- mengukur tinggi kenaikan dalam pipa kapiler dengan penggaris
- menghitung volume aquades dalam pipa kapiler
- menghitung jari-jari pipa kapiler
- menghitung tegangan permukaan aquades

Tegangan permukaan Aquades

3. Menentukan berat jenis larutan detergen

Larutan detergen konsentrasi 5%,10%, dan 15%

- menimbang piknometer dengan necara mohr


-memasukkan 50mL larutan detergen konsentrasi
kedalam piknometer
-menimbang piknometer yang telah diisi dengan larutan detergen
dengan neraca mohr
- dari piknometer
menghitung beratdimasukkan
jenis larutankedalam gelas
detergen kimia
konsentrasi
- dimasukkan pipa kapiler yang telah diberi tanda sebatas tanda
yang telah ditentukan
Berat jenis larutan detergen konsentrasi 5%,10%, dan 15%
- mengukur tinggi kenaikan dalam pipa kapiler dengan penggaris
- menghitung volume larutan detergen dalam pipa kapiler
- menghitung
4. Menentukan tegangan jari-jari
permukaan pipalarutan
kapilerdetergen
- menghitung tegangan permukaan larutan detergen konsentrasi
Larutan detergen konsentrasi 5%,10%, dan 15%

Tegangan permukaan larutan detergen konsentrasi 5%,10%, dan 15%


XI. Data Hasil Pengamatan
No. Prosedur Percobaan Hasil pengamatan Dugaan Reaksi Kesimpulan Dokumentasi
Perc. Sebelum Sesudah
Semakin tinggi
Aquades
1. - Aquades - Aquades : konsentrasi
- menimbang piknometer
: larutan larutan detergen maka
dengan neraca mohr tidak tak semakin kecil
- memasukkan 50ml aquadest berwarna berwarna tegangan
kedalam piknometer permukaannya.
- menimbang piknometer yang
telah diisi dengan aquades
dengan mohr
- menghitung berat jenis
aquades

Berat jenis aquades


2. - Aquades Aquades : Semakin tinggi
Aquades : larutan larutan tak konsentrasi
tidak berwarna detergen maka
dari piknometer dimasukkan berwarna semakin kecil
kedalam gelas kimia tegangan
dimasukkan pipa kapiler yang
permukaannya.
telah diberi tanda sebatas tanda
yang telah ditentukan
mengukur tinggi kenaikan dalam
pipa kapiler
menghitung jari-jari pipa kapiler
menghitung tegangan permukaan
aquades

Tegangan permukaan aquades


3. Detergen : Detergen +
Larutan detergen konsentrasi
serbuk putih aquades =
3%,6%,9%
Aquades : larutan putih
tidak keruh
berwarna
- menimbang piknometer
dengan neraca mohr
- memasukkan 50ml aquadest
kedalam piknometer
- menimbang piknometer yang
telah diisi dengan aquades
dengan mohr
- menghitung berat jenis
detergen

Berat jenis detergen


4. Detergen : Detergen +
Larutan dengan konsentrasi serbuk putih aquades =
3%,6%,9%
Aquades : larutan putih
tidak keruh
dari piknometer dimasukkan berwarna
kedalam gelas kimia
dimasukkan pipa kapiler yang
telah diberi tanda sebatas tanda
yang telah ditentukan
mengukur tinggi kenaikan dalam
pipa kapiler
menghitung jari-jari pipa kapiler
menghitung tegangan permukaan
larutan detergen

Tegangan permukaan detergen


XII. Analisis Data

Penentuan Tegangan Permukaan :

1. Konsentrasi sampel 3%

2. Konsentrasi sampel 6%

3. Konsentrasi sampel 9%

4. Konsentrasi aquades

Data hasil pengamatan


No Konsentrasi Jari-jari pipa (dyne/cm) Berat jenis Ketinggian
Sampel kapiler (cm) (g) (cm)
1 Aquadest 0,75 105,9135 1,1
2 3% 0,75 87,3080775 0,0392 0,9
3 6% 0,75 98,53998 0,0398 1,0
4 9% 0,75 99,24705 0,0411 1,0
XIII. Pembahasan
Berdasarkan perhitungan diatas, didapatkan nilai tegangan permukaan pada
konsentrasi 3%, 6%, dan 9% berturut-turut 87,3080775 Dyne/cm; 98,53998
Dyne/cm ; dan 99,24705%. Perbandingan antara kenaikan konsentrasi dengan nilai
tegangan permukaan dapat dijelaskan dalam grafik berikut :

Menurut teori bahwa, semakin tinggi konsentrasi deterjen maka semakin


berkurang nilai tegangan permukaan, sedangkan hasil percobaan yang telah kami
lakukan, nilai tegangan permukaan semakin naik diikuti dengan kenaikan konsentrasi.
Jika dibandingkan dengan nilai tegangan permukaan yang dimiliki oleh aquades
yaitu 105,9135 dyne/cm, penambahan detergen dapat menurunkan tegangan
permukaan dengan konsentrasi tertentu. Dalam hal ini, detergen merupakan zat yang
berfungsi menurunkan tegangan permukaan zat cair. Yang membuat detergen bisa
menurunkan tegangan permukaan air adalah zat yang ada di dalam detergen yang
disebut surfaktan. Surfaktan merupakan zat yang dapat mengaktifkan permukaan
karena cenderung untuk terkonsentrasi pada permukaan. Surfaktan mempunyai
orientasi yang jelas sehingga cenderung pada rantai lurus.

XIV. Kesimpulan
Menurut teori bahwa semakin tinggi konsentrasi detergen maka semakin kecil
tegangan permukaannya, sedangkan berdasarkan hasil percobaan yang telah
dilakukan, semakin tinggi konsentrasi deterjen maka semakin tinggi tegangan
permukaan.
XV. Daftar Pustaka
Atkins, PW., 1994, Kimia Fisik edisi ke-4 jilid 1, Jakarta.:Erlangga.
Bird., 1993. Kimia Fisika Untuk Universitas. Jakarta: PT.Gramedia Pustaka Utama.
Herinaldi. 2004. Mekanika Fluida, terjemahan dari Fundamental of Fluids Mechanic oleh
Donald F. Young. Jakarta: Erlangga.
Maksud,L., 1992. Dasar-dasar Analisis Aliran Disfungsi dan Muatan. Yogyakarta: UII
Press.
Mawarda. 2009. Tegangan Permukaan dan Kapasitas. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Prijono, Arko.1995. Mekanika Fluida, tejemaham dari Fluids of Mechanic oleh Victor L.
Streeter. Jakarta: Erlangga.
Suminar.2001. Prinsip-Prinsip Kimia Modern, tejemaham dari Principles of Modern
Chemistry oleh David Oxtoby. Jakarta: Erlangga.
Tim Dosen. 2014. Panduan Praktikum Mata kuliah Kimia Fisika IV. Surabaya: FMIPA
UNESA
Wyle,B.E., 1988. Mekanika Fluida. Jakarta: Erlangga.
Yuniawan H, Sentot BR dan Syarief, 2010, Optimasi Kapasitas Gliserol Pada gA1203 Dan
Efek Tegangan Permukaannya Terhadap Daya Serap Absorbansinya Sebagai Kajian
Awal Pemisahan Gliserol Pada Limbah Biodiesel, Jurnal Ekosa