Anda di halaman 1dari 6

ASESMEN KEBERBAKATAN

Tes Kraepelin

Oleh :

Rahmah Nur Istiqomah 2012102303111038

FAKULTAS PSIKOLOGI

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG

MEI 2017
1. TES KRAEPELIN
A. Sejarah
Tes kraepelin diciptakan oleh seorang psikiater jerman bernama Emilie kraepelin
pada tahun 1856 1926. Alat tes ini terlahir karena adanya dasar pemikiran dari faktor-
faktor yang khas pada sensori sederhana, sensori motor, perseptual dan tingkah laku.
Pada mulanya merupakan tes kepribadian. Namun dalam pekembangannya telah berubah
menjadi tes bakat, dengan cara merubah tekanan skoring dan interpretasi. Satu hal yang
perlu anda ketahui bahwa alat tes ini akan mengungkap beberapa faktor bakat
diantaranya: kecepatan, ketelitian, keajegan, dan ketahanan kerja di dalam tekanan.
Emil Kraepelin dilahirkan pada tanggal 15 Pebruari 1856 di Neustrelitz dan wafat pada
tanggal 7 Oktober 1926 di Munich. Ia menajdi dokter di Wurzburg tahun 1878, lalu
menjadi dokter di rumah sakit jiwa Munich. Pada tahun 1882 ia pindah ke Leipzig untuk
bekerja dengan Wundt yang pernah menjadi kawannya semasa mahasiswa. Dari tahun
1903 sampai meninggalnya, ia menjadi profesor psikiatri di klinik psikiatri di Munich
dan sekaligus menjadi direktur klinik tersebut. Emil Kraepelin adalah psikiatris yang
mempelajari gambaran dan klasifikasi penyakit-penyakit kejiwaan, yang akhirnya
menjadi dasar penggolongan penyakit-penyakit kejiwaan yang disebut sebagai Diagnostic
and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM), diterbitkan oleh American
Psychiatric Association (APA). Emil Kraepelin percaya bahwa jika klasifikasi gejala-
gejala penyakit kejiwaan dapat diidentifikasi maka asal usul dan penyebab penyakit
kejiwaan tersebut akan lebih mudah diteliti. Kraepelin menjadi terkenal terutama karena
penggolongannya mengenai penyakit kejiwaan yang disebut psikosis. Ia membagi
psikosis dalam dua golongan utama yaitu dimentia praecox dan psikosis manic-depresif.
Dimentia praecox merupakan gejala awal dari penyakit kejiwaan yang disebut
schizophrenia. Kraepelin juga dikenal sebagai tokoh yang pertama kali menggunakan
metode psikologi pada pemeriksaan psikiatri, antara lain menggunakan test psikologi
untuk mengetahui adanya kelainan-kelainan kejiwaan. Salah satu test yang diciptakannya
di kenal dengan nama test Kraepelin. Test tersebut banyak digunakan oleh para sarjana
psikologi di Indonesia pada era tahun 1980an.
B. Teori
Aspek aspek tes Kraepelin
Alat tes ini terlahir karena adanya dasar pemikiran dari faktor-faktor yang khas
pada sensori sederhana, sensori motor, perseptual dan tingkah laku. Pada mulanya
merupakan tes kepribadian. Namun dalam pekembangannya telah berubah menjadi tes
bakat, dengan cara merubah tekananskoring dan interpretasi. Satu hal yang perlu anda
ketahui bahwa alattes ini akan mengungkap beberapa faktor bakat diantaranya:
kecepatan, ketelitian, keajegan, dan ketahanan kerja di dalam tekanan.
Kraepelin menjadi terkenal terutama karena penggolongannya mengenai penyakit
kejiwaan yang disebut psikosis. Ia membagi psikosis dalam dua golongan utama yaitu
dimentia praecox dan psikosis manic-depresif. Dimentia praecox merupakan gejala awal
dari penyakit kejiwaan yang disebut schizophrenia.

Kraepelin juga dikenal sebagai tokoh yang pertama kali menggunakan metode
psikologi pada pemeriksaan psikiatri, antara lain menggunakan test psikologi untuk
mengetahui adanya kelainan-kelainan kejiwaan. Salah satu test yang diciptakannya di
kenal dengan nama test Kraepelin. Test tersebut banyak digunakan oleh para sarjana
psikologi di Indonesia pada era tahun 1980an.

Menurut Dr. J. de Zeeuw, tes Kraepelin digolongkan sebagai tes yang mengukur
faktor faktor khusus non intelektual (tes konsenterasi). Sedangkan menurut Anne
Anestesi, tes Kraepelin merupakan tes kecepatan. Ini ditunjukan dengan banyaknya soal
yang dibatasi waktu dimana testi dipastikan tidak dapat menyelesaikan seluruh soal. Jadi
pada tes Kraepelin memang testi tidak diharapkan untuk menyelesaikan seluruhnya setiap
lajur. Yang dilihat disini adalah kecepatan kerja testi. Selain kecepatan kerja, faktor
faktor lain yang diungkapkan adalah ketelitian, konsenterasi dan stabilitas kerja. Aspek
aspek yang berpengaruh bermacam macam, misalnya persepsi visual, konseptual,
koordinasi senso-motorik, pushing power, ketahanan, learning effect.
C. Administrasi
Waktu : 5 detik per kolom. Total waktu 12,5 menit
Tujuan : untuk mengungkap ketelitian, ketepatan, keajegan dan ketahanan kerja
Instruksi :
Isi identitas
Mulai mengerjakan 3 kolom contoh bawah ke atas
Jawaban ditulis di antara 2 angka di kolom sebelah kanan
Tulis angka satuannya saja, misalnya 12 ditulis anka 2 saja
Jangan ada baris dan kolom yang terlewati
Jika ada aba-aba pindah , segera pindah ke kolom berikutnya
Kerjakan secepat-cepatnya

D. Scoring
Hasil pengerjaan dijumlahkan kemudian pindahkan pada grafik bagian
belakang
Menentukan Y (jawaban) tertinggi dan Y terendah
Mencari sum of errors
Mencari sum of skipped
Menghitung Panker
Menghitung Tianker
Menghitung Janker
Menghitung Hanker

Rumus :

Tianker (Ketelitian kerja)

Tianker = SOE + SOS

Ket: SOE = jumlah yang salah


SOS = jumlah yang terlewati
Panker (Kecepatan kerja)

Panker = Y/N
Janker (Keajegan kerja)

Janker = Yt - Yr

Ket: Yt = jawaban tertinggi


Yr = jawaban terendah
Hanker (ketahanan kerja)
Hanker = X50 X0

Didapatkan dari:

A. N. XY
B. N. X2 (X)2
C. X/N
a = A-(X).(Y)/B
b = PANKER-(a.c)
X50 = b+(a.50)
X0 = b+(a.0)
SUMBER:

Anastasi, Anne dan Susana Urbina. (2007). Tes Psikologi. Jakarta: Indeks.

Prasetyono, Dwi Sunar. (2013). Ragam Tes Psikologi. Yogyakarta: DIVA Press.

Tim Asesemen Bakat & Minat. 2011. Hand out Pelatihan Asesmen Bakat & Minat.
Laboratorium Psikologi UMM