Anda di halaman 1dari 23

Pertimbangan Auditor atas Kemampuan Entitas dalam Mempertahankan Kelangsungan Hidupnya

PERTIMBANGAN AUDITOR ATAS KEMAMPUAN


ENTITAS DALAM MEMPERTAHANKAN
KELANGSUNGAN HIDUPNYA

Sumber:
Lihat
P
TAENNGGU
D
SAAPSA
Seksi
HUNG
No.
L9341
U30
JAWAB
A untuk
N Interpretasi
A UDITOR Seksi ini
01 Auditor
02 Seksi inibertanggung
memberikanjawabpanduan
untukbagi
mengevaluasi
auditor dalam
apakah
audit
terdapat
atas laporan
kesangsian
keuangan
besar
berdasarkan
terhadap kemampuan
standar auditing
entitasyang
dalam
ditetapkan
mempertahankan
Ikatan Akuntan
kelangsungan
Indonesia, dalam
hidupnya
hal auditor
dalam
mengevaluasi apakah ada kesangsian tentang kemampuan entitas untuk
periode
mempertahankan kelangsungan hidupnya.l, 2 Kelangsungan hidup entitas dipakai
sebagai asumsi dalam pelaporan keuangan sepanjang tidak terbukti adanya informasi yang
menunjukkan hal yang berlawanan. Biasanya, informasi yang secara signifikan
berlawanan dengan asumsi kelangsungan hidup entitas adalah berhubungan dengan
ketidakmampuan entitas dalam memenuhi kewajibannya pada saat jatuh tempo tanpa
melakukan penjualan sebagian besar aktiva kepada pihak luar melalui bisnis biasa,
restrukturisasi utang, perbaikan operasi yang dipaksakan dari luar, dan kegiatan serupa
yang lain.

_____________________________________

1
Seksi ini tidak untuk diterapkan dalam audit atas laporan keuangan yang didasarkan
pada asumsi likuidasi (sebagai contoh bila [a] suatu entitas dalam proses likuidasi, [b] para
pemilik sudah memutuskan untuk memulai likuidasi, [c] proses hukum, termasuk
kepailitan, sudah mencapai titik yang menunjukkan kemungkinan besar terjadinya
likuidasi).
2 Panduan dalam Seksi ini berlaku untuk audit atas laporan keuangan yang disusun
sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia atau sesuai dengan basis
akuntansi komprehensif selain prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. Pengacuan
dalam Seksi ini ke prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indone-sia dimaksudkan

341.1
Standar Profesional Akuntan Publik

waktu pantas, tidak lebih dari satu tahun sejak tanggal laporan keuangan yang sedang
diaudit (selanjutnya periode tersebut akan disebut dengan jangka waktu pantas). Evaluasi
auditor berdasarkan atas pengetahuan tentang kondisi dan peristiwa yang ada pada
atau yang telali terjadi sebelum pekerjaan lapangan selesai. Informasi tentang kondisi dan
peristiwa diperoldi auditor dari penerapan prosedur audit yang direncanakan dan
dilaksanakan untuk mencapat tujuan audit yang bersangkutan dengan asersi manajemen
yang terkandung dalam laporap keuangan yang sedang diaudit, sebagaimana dijelaskan
dalam SA Seksi 326 [PSA No. 07] Bukti Audit.

03 Auditor harus mengevaluasi apakah terdapat kesangsian besar mengenai


kemampuan entitas dalam mempertahankan kelangsungan hidupnya dalam jangka
waktu pantas dengan cara sebagai berikut:
(a) Auditor mempertimbangkan apakah hasil prosedur yang dilaksanakan dalam
perencanaan, pengumpulan bukti audit untuk berbagai tujuan audit, dan
penyelesaian auditnya, dapat mengidentifikasi keadaan atau peristiwa yang, secara
keseluruhan, menunjukkan adanya kesangsian besar mengenai kemampuan entitas
dalam mempertahankan kelangsungan hidupnya dalam jangka waktu pantas.
Mungkin diperlukan untuk memperoleh informasi tambahan mengenai kondisi dan
peristiwa beserta bukti-bukti yang mendukung informasi yang mengurangi
kesangsian auditor.
(b) Jika auditor yakin bahwa terdapat kesangsian besar mengenai kemampuan
entitas d mempertahankan kelangsungan hidupnya dalam jangka waktu pantas, is
harus:
(i) memperoleh informasi mengenai rencana manajemen yang
ditujukan untuk mengurangi dampak kondisi dan peristiwa tersebut, dan
(ii) menentukan apakah kemungkinan bahwa rencana tersebut dapat
secara efektif dilaksanakan.
(c) Setelah auditor mengevaluasi rencana manajemen, is mengambil kesimpulan
apakah ia masih memiliki kesangsian besar mengenai kemampuan entitas dalam
mempertahankan kelangsungan hidupnya dalam jangka waktu pantas. Paragraf
11 sampai dengan 18 mengatur tindakan yang harus diambil oleh auditor apabila
auditor memiliki kesangsian mengenai kemampuan entitas dalam
mempertahankan kelangsungan hidupnya.

04 Auditor tidak bertanggung jawab untuk memprediksi kondisi atau peristiwa


yang akan datang. Fakta bahwa entitas kemungkinan akan berakhir kelangsungan
hidupnya setelah menerima laporan dari auditor yang tidak memperlihatkan
kesangsian besar, dalam jangka waktu satu tahun setelah tanggal laporan
keuangan, tidak berarti dengan sendirinya menunjukkan kinerja audit yang tidak
memadai. Oleh karena itu, tidak dicantumkannya kesangsian besar dalam laporan
auditor tidak seharusnya dipandang sebagai jaminan mengenai kemampuan entitas dalam

341.2
Pertimbangan Auditor atas Kemampuan Entitas dalam Mempertahankan Kelangsungan Hidupnya

PROSEDUR AUDIT
PERTIMBANGAN ATAS KONDISI DAN PERISTIWA
06 Dalam pelaksanaan prosedur seperti yang disebutkan dalam paragraf 05, auditor
dapat05 mengidentifikasi
Auditor tidak perlu informasi
merancang
mengenai
prosedur
kondisiaudit
ataudengan
peristiwa
tujuan
tertentu
tunggal
yang,untuk
jika
mengidentifikasi kondisi
dipertimbangkan secara dankeseluruhan,
peristiwa menunjukkan
yang, jika dipertimbangkan
adanya kesangsiansecarabesar
keseluruhan,
tentang
menunjukkanentitas
kemampuan bahwa dalam
terdapat mempertahankan
kesangsian besar kelangsungan
mengenai kemampuan
hidupnya dalam entitas jangka-
dalam
mempertahankan
waktu pantas. Signifikan
kelangsungan
atau tidaknya
hidupnya
kondisi
dalam
atau jangka
peristiwa
waktu
tersebut
pantas.
akan Hasil
tergantung
prosedur
atas
audit yangdan
keadaan, dirancang
beberapa
dan dilaksanakan
di antaranyauntuk kemungkinan
mencapai tujuan
hanyaaudit
menjadi
yang lain
signifikan
harus cukup
jika
untuk bersama-sama dengan kondisi atau peristiwa yang lain. Berikut ini adalah contoh
ditinjau
tujuan tersebut.
kondisi dan peristiwa
Berikut ini adalah contoh prosedur yang dapat mengidentifikasi kondisi atau
peristiwa tersebut:
tersebut:
(a) Prosedur analitik.
Trend negatif-sebagai contoh, kerugian operasi yang berulangkali terjadi,
(b) kekurangan modal kerja,
Review terhadap
arus kasperistiwa
negatif dari
kemudian.
kegiatan usaha, ratio keuangan penting
(c) yang jelek. Review terhadap kepatuhan terhadap syarat-syarat utang dan
(b) perjanjian penarikan
Petunjuk lain utang.
tentang kemungkinan kesulitan keuangan-sebagai contoh,
(d) kegagalan dalam Pembacaan
memenuhinotulen
kewajibanrapat
utangnya
pemegang
atau perjanjian
saham, dewan
serupa,komisaris,
penunggakandan
komite atau panitia
pembayaran dividen,
penting
penolakan
yang dibentuk.
oleh pemasok terhadap pengajuan permintaan
(e) pembelian kreditPermintaan
biasa, restrukturisasi
keterangan utang,
kepada
kebutuhan
penasihatuntuk
hukum
mencari entitas
sumbertentang
atau
perkara pendanaan
metode pengadilan,baru, tuntutan,
atau penjualan
dan pendapatnya
sebagian besarmengenai
aktiva. hasil suatu perkara
(c) pengadilan
Masalahyang melibatkan entitas
intern-sebagai contoh,
tersebut.
pemogokan kerja atau kesulitan hubungan
(f) perburuhan yang Konfirmasi
lain, ketergantungan
dengan pihak-pihak
besar atas
yang
sukses
mempunyai
projek tertentu,
hubungankomitmen
istimewa
dan pihak
jangka panjang
ketigayang
mengenai
tidak rincian
bersifat perjanjian
ekonomis,penyediaan
kebutuhan atauuntukpemberian
secara signifikan
bantuan
keuangan. operasi.
memperbaiki

341.3
Standar Profesional Akuntan Publik

(d) Masalah luar yang telah terjadi-sebagai contoh, pengaduan gugatan pengadilan,
07 Jika, undang-undang,
keluarnya setelah mempertimbangkan
atau masalah-masalah
kondisi ataulainperistiwa
yang kemungkinan
yang telah
diidentifikas
membahayakan secara keseluruhan,
kemampuan auditor
entitas yakin
untuk bahwa
beroperasi;
terdapat
kehilangan
kesangsian besar
franchise,
PERTIMBANGAN ATAS RENCANA MANAJEMEN
mengenai
lisensi kemampuan
atau paten entitas
pentingdalam
kehilangan
mempertahankan
pelanggan ataukelangsungan
pemasok hidupnya
utama; kerugian
dalam
jangka
akibat waktu
bencana
pantas,
besaria seperti
harus gempa
mempertimbangkan
bumi, banjir,rencana
kekeringan,
manajemen
yang dalam
tidak
menghadapi
diasuransikan
dampak atau
merugikan
diasuransikan
dari kondisi
namunatau dengan
peristiwa
pertanggungan
tersebut. Auditor
yang harus
tidak
memperoleh
memadai.informasi tentang rencana managemen tersebut, dan mempertimbangkan
apakah ada kemungkinan bila rencana tersebut dapat secara efektif dilaksanakan, mampu
mengurangi dampak negatif merugikan kondisi dan peristiwa tersebut dalam jangka
waktu pantas. Pertimbangan auditor yang berhubungan dengan rencana manajemen dapat
meliputi:
(a) Rencana untuk menjual aktiva
(i) Pembatasan terhadap penjualan aktiva, seperti adanya pasal yang
membatasi transaksi tersebut dalam perjanjian penarikan utang atau perjanjian
yang serupa.
(ii) Kenyataan dapat dipasarkannya aktiva yang direncanakan akan dijual oleh
manajemen.
(iii) Dampak langsung dan tidak langsung yang kemungkinan timbul dari
penjualan aktiva
(b) Rencana penarikan utang atau restrukturisasi utang
(i) Tersedianya pembelanjaan melalui utang, termasuk perjanjian kredit yang
telah ada atau yang telah disanggupi, perjanjian penjualan piutang atau jual-
kemudian-sewa aktiva (sale-leaseback of assets).
(ii) Perjanjian untuk merestrukturisasi atau menyerahkan utang yang ada
maupun yang telah disanggupi atau untuk meminta jaminan utang dari
entitas.
(iii) Dampak yang mungkin timbul terhadap rencana manajemen untuk
penarikan utang dengan adanya batasan yang ada sekarang dalam menambah
pinjaman atau cukup atau tidaknya jaminan yang dimiliki oleh entitas.
(c) Rencana untuk mengurangi atau menunda pengeluaran
(i) Kelayakan rencana untuk mengurangi biaya overhead atau biaya
administrasi, untuk menunda biaya penelitian dan pengembangan, untuk
menyewa sebagai alternatif membeli.
(ii) Dampak langsung dan tidak langsung yang kemungkinan timbul dari
pengurangan atau penundaan pengeluaran.
(d) Rencana untuk menaikkan modal pemilik
(i) Kelayakan rencana untuk menaikkan modal pemilik, termasuk perjanjian
yang ada atau yang disanggupi untuk menaikkan tambahan modal.

341.4
Pertimbangan Auditor atas Kemampuan Entitas dalam Mempertahankan Kelangsungan Hidupnya

P ER(ii)
T IMBPerjanjian
A N G A Nyang D A ada
MPA atau yangOR
K INF disanggupi
MA SI Kuntuk
EL A N mengurangi
G S U N G Adividen
N HIDU atau
P
E NT10ITApabila
untuk setelah
A Dmempertimbangkan
mempercepat
A S T ERH A P distribusi
L A P O RAkas Adampak
N dari kondisiafiliasi
Uperusahaan
DIT OR dan peristiwa seperti
atau investor lain.tersebut
dalam paragraf 06, auditor tidak menyangsikan kemampuan satuan usaha dalam
mempertahankan kelangsungan
08 Dalam mengevaluasi rencanahidupnya
manajemen,dalam
auditorjangka waktu pantas unsur-
harus mengidentifikasi maka
auditor memberikan
unsur terutama yangpendapat
signifikanwajar tanpa
untuk pengecualian.
mengatasi dampak negatif kondisi atau peristiwa
dan harus merencanakan dan melaksanakan prosedur audit untuk memperoleh bukti audit
11 Apabila
tentang setelah
hal tersebut. mempertimbangkan
Sebagai contoh, auditor dampak kondisi dan peristiwa
harus mempertimbangkan cukupseperti tersebut
atau tidaknya
dalam paragraf 06, auditor menyangsikan kemampuan satuan
dukungan tentang kemampuan perusahaan untuk mendapatkan tambahan pembelanjaan usaha dalam
mempertahankan
atau penjualan aktivakelangsungan hidupnya dalam jangka waktu pantas maka auditor wajib
yang telah direncanakan.
mengevaluasi rencana manajemen sebagaimana diharuskan oleh paragraf 07. Dalam hal
satuan
09 usaha tidak memiliki
Jika informasi keuanganrencana manajemen
prospektif sangat atau auditor
signifikan bagiberkesimpulan bahwa
rencana manajemen,
rencana manajemen
auditor harus meminta entitas
kepadatidak dapat secara
manajemen untukefektif mengurangi
menyediakan dampak
informasi negatif
tersebut dankondisi
harus
atau peristiwa tersebutcukup
mempertimbangkan maka auditor menyatakan
atau tidaknya tidak memberikan
dukungan pendapat.
terhadap asumsi signifikan yang
melandasi informasi itu. Auditor harus menaruh perhatian khusus atas asumsi yang:
(a) Material bagi informasi keuangan prospektif.
(b) Rentan atau mudah sekali berubah.
(c) Tidak konsisten dengan trend masa lalu.

Pertimbangan auditor harus didasarkan atas pengetahuannya mengenai entitas, bisnis,


dan manajemennya dan harus meliputi (a) membaca informasi keuangan prospektif dan asumsi
yang melandasinya, (b) membandingkan informasi keuangan prospektif periode lalu
dengan hasil sesungguhnya yang dicapai sampai saat ini. Jika auditor mulai menyadari
faktor-faktor yang dampaknya tidak tercermin dalam informasi keuangan prospektif
tersebut, is harus membahas faktor-faktor tersebut dengan manajemen dan, jika perlu,
meminta perbaikan atas informasi keuangan prospektif tersebut.

341.5
12 Berikut ini adalah contoh laporan auditor independen yang berisi pernyataan tidak
memberikan pendapat.

Laporan Auditor Independen

[Pihak yang dituju oleh auditor]

Kami telah mengaudit neraca PT KXT tanggal 31 Desember 20X2 serta laporan
laba rugi, laporan perubahan ekuitas, dan laporan arus kas untuk tahun yang
berakhir pada tanggal-tanggal tersebut. Laporan keuangan adalah tanggung jawab
manajemen Perusahaan. Tanggung jawab kami terletak pada pernyataan pendapat atas
laporan keuangan berdasarkan audit kami.

Kami melaksanakan audit berdasarkan standar auditing yang ditetapkan Ikatan Akuntan
Indoneisa. Standar tersebut mengharuskan kami merencanakan dan melaksanakan audit
agar memperoleh keyakinan memadai bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji
material. Suatu audit meliputi pemeriksaan, atas dasar pengujian, bukti-bukti yang
mendukung jumlah-jumlah dan pengungkapan dalam laporan keuangan. Audit juga
meliputi penilaian atas prnsip akuntansi yang digunakan dan estimasi signifikan yang
dibuat oleh manajemen, serta penilaian terhadap penyajian laporan keuangan secara
keseluruhan. Kami yakin bahwa audit kami memberikan dasar memadai untuk
menyatakan pendapat.

Laporan keuangan terlampir telah disusun dengan anggapan perusahaan akan


melanjutkan usahanya secara berkelanjutan. Seperti yang diuraikan dalam Catatan X atas
laporan keuangan perusahaan telah mengalami kerugian yang berulangkali dari
usahanya dan mengakibatkan saldo ekuitas negatif, arus kas negatif dari kegiatan
usaha dan kegagalan perusahaan dalam memenuhi kewajiban pinjaman bank yang telah
jatuh tempo. Hal-hal tersebut menyebabkan timbulnya kesangsian besar mengenai
kemampuan perusahaan dalam mempertahankan kelangsungan hidupnya. Laporan
keuangan terlampir tidak mencakup penyesuaian yang berasal dari ketidakpastian
tersebut.

Karena adanya ketidakpastian besar mengenai kemampuan perusahaan dalam


mempertahankan kelangsungan hidup seperti yang kami kemukakan dalam paragraf di
atas maka keadaan ini tidak memungkinkan kami untuk menyatakan, dan kami tidak
menyatakan, pendapat atas laporan keuangan tersebut di atas.

[Tanda tangan, nama rekan, nomor izin akuntan publik, nomor izin kantor akuntan
publik

[Tanggal]

341.6
Pertimbangan Auditor atas Kemampuan Entitas dalam Mempertahankan Kelangsungan Hidupnya

13 Apabila auditor telah berkesimpulan bahwa rencana manajemen dapat secara


efektif dilaksanakan maka auditor harus mempertimbangkan mengenai kecukupan
pengungkapan mengenai sifat dan dampak kondisi dan peristiwa yang semula
menyebabkan ia yakin adanya kesangsian mengenai kelangsungan hidup satuan
usaha, mitigating factor dan rencana manajemen. Apabila auditor berkesimpulan
bahwa pengungkapan tersebut memadai maka is akan memberikan pendapat wajar
tanpa pengecualian dengan paragraf penjelasan 3 mengenai kemampuan satuan usaha
dalam mempertahankan kelangsungan hidupnya.

14 Jika auditor berkesimpulan bahwa pengungkapan tersebut tidak memadai maka


ia akan memberikan pendapat wajar dengan pengecualian atau pendapat tidak wajar
karena terdapat penyimpangan dari prinsip akuntansi yang berlaku umum di
Indonesia. Pedoman pelaporan mengenai hal ini dicantumkan dalam SA Seksi 508 (PSA
No. 29) Laporan Auditor atas Laporan Keuangan Auditan.

15 Berikut ini adalah contoh laporan auditor independen yang berisi pernyataan
wajar tanpa pengecualian dengan paragraf penjelasan mengenai kemampuan satuan
usaha dalam mempertahankan kelangsungan hidupnya.

Laporan Auditor Independen

[Pihak yang dituju oleh auditor]

Kami telah mengaudit neraca PT KXT tanggal 31 Desember 20X2 serta laporan laba
rugi, laporan perubahan ekuitas, dan laporan arus kas untuk tahun yang berakhir
pada tanggal-tanggal tersebut. Laporan keuangan adalah tanggung jawab manajemen
Perusahaan. Tanggung jawab kami terletak pada pernyataan pendapat atas laporan
keuangan berdasarkan audit kami.

Kami melaksanakan audit berdasarkan standar auditing yang ditetapkan Ikatan


Akuntan Indonesia. Standar tersebut mengharuskan kami merencanakan dan
melaksanakan audit agar memperoleh keyakinan memadai bahwa laporan keuangan
bebas dari salah saji material. Suatu audit meliputi pemeriksaan, atas dasar pengujian,
bukti-bukti yang mendukung jumlah-jumlah dan pengungkapan dalam laporan
keuangan. Audit juga meliputi penilaian atas prinsip akuntansi yang digunakan dan
estimasi signifikan yang dibuat oleh manajemen, serta penilaian terhadap penyajian
laporan keuangan secara keseluruhan. Kami yakin bahwa audit kami memberikan
dasar memadai untuk menyatakan pendapat.

Menurut pendapat kami, laporan keuangan yang kami sebut di atas menyajikan secara
wajar, dalam semua hal yang material, posisi keuangan PT KXT tanggal 31 Desember

___________________________
Dalam keadaan tertentu apabila auditor mempunyai tingkat keyakinan tinggi mengenai efektivitas rencana manajemen,
auditor dapat memberikan pendapat wajar tanpa pengecualian dengan penekanan atas hal tertentu yang mengacu ke catatan
atas laporan keuangan mengenai hal tertentu tersebut.

341.7
Standar Profesional Akuntan Publik

Lampiran keuangan terlampir telah disusun dengan anggapan perusahaan akan


melanjutkan usahanya secara berkelanjutan. Seperti yang diuraikan dalam Catatan X atas
laporan keuangan, perusahaan telah mengalami kerugian yang berulangkali dari
usahanya dan mengakibatkan saldo ekuitas negatif serta pada tanggal 31 Desember 20X2,
jumlah kewajiban lancar Perusahaan melebihi jumlah aktiva sebesar Rp YYY Rencana
manajemen untuk mengatasi masalah ini juga telah diungkapkan dalam Catatan X.
Laporan keuangan terlampir tidak mencakup penyesuaian yang berasal dari
masalah tersebut.

[Tanda tangan, nama rekan, nomor izin akuntan publik, nomor izin kantor akuntan
publik]

[Tanggal4

1 6 Kesangsian besar mengenai kemampuan entitas dalam mempertahankan


kelangsungan hidup dalam jangka waktu pantas yang timbul dalam periode sekarang
tidak berarti bahwa dasar kesangsian tersebut ada dalam periode sebelumnya. Oleh
karena itu, kesangsian ini tidak berdampak terhadap laporan auditor atas laporan
keuangan periode sebelumnya, yang disajikan dalam bentuk komparatif dengan
laporan keuangan periode sekarang. Pedoman pelaporan mengenai hal ini
dicantumkan dalam SA Seksi 508 [PSA No. 29] Laporan Auditor atas Laporan
Keuangan Auditan.

17 Jika kesangsian besar mengenai kemampuan entitas dalam mempertahankan


kelangsungan hidupnya dalam jangka waktu pantas telah ada pada tanggal laporan
keuangan tahun lalu yang disajikan dalam bentuk komparatif dengan laporan keuangan
tahun sekarang dan kesangsian tersebut telah dapat dihapuskan dalam periode
sekarang, maka:
(a) Dalam hal laporan auditor atas laporan keuangan tahun lalu berisi
pernyataan tidak memberikan pendapat, auditor harus memutakhirkan laporannya
atas laporan keuangan tahun lalu yang disajikan dalam bentuk komparatif dengan
laporan keuangan periode sekarang sebagaimana diatur dalam SA Seksi 508
[PSA No. 29] Laporan Auditor atas Laporan Keuangan Auditan; atau
(b) Dalam hal laporan auditor atas laporan keuangan tahun lalu berisi
pernyataan pendapat wajar tanpa pengecualian dengan paragraf penjelasan,
auditor tidak perlu mengadakan pengulangan pencantuman paragraf penjelasan
dalam laporan auditor.

TANGGAL BERLAKU EFEKTIF

18 Seksi ini berlaku efektif tanggal 1 Agustus 2001. Penerapan lebih awal dari tanggal
efektif berlakunya aturan dalam Seksi ini diizinkan. Masa transisi ditetapkan mulai
dari 1 Agustus 2001 sampai dengan 31 Desember 2001. Dalam masa transisi tersebut
berlaku standar yang terdapat dalam Standar Profesional Akuntan Publik per 1
Agustus 1994 dan Standart Profesional Akuntan Publik per 1 Januari 2001. Setelah
tanggal 31 Desember 2001, hanya ketentuan dalam Seksi ini yang berlaku.

341.
Pertimbangan Auditor atas Kemampuan Entitas dalam Mempertahankan Kelangsungan Hidupnya

19 LAMPIRAN
1 Berikut ini disajikan panduan untuk mempertimbangkan
pernyataan pendapat atau pernyataan tidak memberikan pendapat dalam
hal auditor menghadapi masalah kesangsian atas kemampuan entitas
dalam mempertahankan kelangsungan hidupnya.

Apakah ada Tidak


kondisi dan/atau peristiwa SA Seksi 508
yang berdampak terhadap [PSANo. 29]
kelangsungan hidup
entitas?

Apakah auditor sangsi Apakah ada


atas kelangsungan rencana
hidup entitas?
manajemen?

a Tidak
Memberikan
Pendapat

Apakah rencana Tidak


manajemen dapat
dilaksanakan?

Tidak
Apakah cukup
pengungkapan?

Pendapat Wajar Tanpa


Pendapat Wajar dengan
Pengecualian dengan Paragraf Pengecualian atau Pendapat
Penjelasan Berkaitan dengan
Tidak Wajar
Kelangsungan Hidup Entitas
atau Penekanan atas Suatu Hal
(Emphasis of a Matter)

341.9
Standar Profesional Akuntan Publik

LAPORA N AU DIT OR INDEPENDEN TENTA NG DAMPA K


MEMBURUKNYA KONDISI EKONOMI
05 Dampak memburuknya INDONESIA
kondisi ekonomi IndonesiaTERHADAP
terhadap kelangsungan hidup
K EL A Nperlu
entitas GS U N GA N HIDU P oleh
dipertimbangkan ENTIT A S dalam penyusunan laporan auditnya.
auditor
INT ERP RE T A S I
Auditor independen perlu mempertimbangkan tiga hal: (1) kewajiban auditor untuk
[Sumber
memberikanIPSA saran
No. 30.01;
bagiTanggal Penerbitan
kliennya dalam 2mengungkapkan
Maret 1998] PER TA NY A Akondisi
dampak N ekonomi
tersebut (jika ada) terhadap kemampuan entitas di dalam mempertahankan
01 Memburuknya
kelangsungan hidupnyakondisi
(2) ekonomi Indonesia
pengungkapan dan wilayah
peristiwa regional
kemudian yangAsia Pasifiktimbul
mungkin pada
umumnya, yang terjadi sejak pertengahan tahun 1997 sebagai akibat terjadinya
sebagai akibat dari kondisi ekonomi tersebut, (3) modifikasi laporan auditor bentuk baku depresiasi
matamemburuknya
jika uang di negara-negara tersebut, berdampak
kondisi ekonomi signifikan terhadap
tersebut berdampak terhadap pelaporan
kemampuan keuangan
entitas
perusahaan
untuk di Indonesia kelan
mempertahankan pada hidupnya.
umumnya untuk tahun buku 1997. Bagaimanakah laporan
auditor tentang dampak
a. Auditorkondisi
wajib tersebut terhadap
memberikan kelangsungan
saran hidup
kepada klien entitas?
untuk menambahkan
pengungkapan di dalam catatan atas laporan keuangan kliennya tentang dampak
02 Bagaimana dampak
memburuknya kondisi memburuknya
ekonomi Indonesiakondisi
danekonomi
wilayahtersebut
regionaldiungkapkan
Asia Pasifikdalam
pada
laporan auditor berbahasa
umumnya terhadap laporanInggris?

03 Bagaimana jika auditor tidak setuju dengan kebijakan pelaporan keuangan yang
diterapkan oleh manajemen entitas berkaitan dengan memburuknya kondisi ekonomi tersebut?

04 Jika memburuknya kondisi ekonomi tersebut mengakibatkan keterbatasan signifikan


lingkup audit yang dapat dilaksanakan oleh auditor, bagaimana dampak kondisi ini terhadap
laporan auditor?

341.10
Pertimbangan Auditor atas Kemampuan Entitas dalam Mempertahankan Kelangsungan Hidupnya

(1)
keuangan. Informasi
Gambaran
yang umum
perlu diungkapkan
memburuknya olehkondisi
manajemen
ekonomiterdiri
Indonesia
dari empat
dan
komponen
wilayahberikut
regional
ini:Asia Pasifik pada umumnya.
(2)
Gambaran Umum Uraian tentang tindakan
Memburuknya manajemen
Kondisi Ekonomi dalam dan
Indonesia memberikan respon Asia
Wilayah Regional atas
Pasifik pada Umumnya
memburuknya kondisi ekonomi tersebut.
(3) Uraian tentang rencana tindakan manajemen yang belum
Olehdiimplementasikan.
karena pervasifnya dampak memburuknya kondisi ekonomi Indonesia dan
wilayah
(4) regionalPernyataan
Asia Pasifik manajemen
pada umumnya terhadap
bahwa posisi keuangan
penyelesaian dan hasil usaha
memburuknya krisis
perusahaan-perusahaan di Indonesia,atas
ekonomi tersebut tergantung pengungkapan tentang kondisi
kebijakan ekonomi ini di dalam
dan moneter yangcatatan
akan
atas diambil
laporanoleh
keuangan akan Indonesia,
pemerintah memberikan gambaran
yang berada diumum situasi perusahaan.
luar kendali yang dihadapi atau
potensial akan dihadapi oleh perusahaan. Berikut ini disajikan contoh pengungkapan
mengenai hal ini dalam catatan atas laporan keuangan.

Banyak negara di wilayah regional Asia Pasifik, termasuk Indonesia, mengalami


dampak memburuknya kondisi ekonomi, terutama karena depresiasi mata uang
negara-negara tersebut. Akibat utamanya adalah sangat langkanya likuiditas,
tingginya tingkat bunga dan kurs mata uang. Kondisi ini mencakup pula
penurunan drastis harga saham, pengetatan penyediaan kredit, dan penghentian
atau penundaan pelaksanaan projek konstruksi tertentu. Sangat labilnya kurs valuta
asing dan tarif bunga berdampak buruk terhadap biaya dana, dan kemampuan
perusahaan untuk melunasi utang dalam bentuk valuta asing (misalnya U.S. Dollar)
mengingat utang perusahaan yang telah meningkat secara signifikan dalam satuan
rupiah, dan tingkat bunga untuk pinjaman dalam ru-piah yang telah meningkat
secara signifikan. Dampak memburuknya kondisi ekonomi Indonesia terhadap
customer perusahaan telah menurunkan jumlah penjualan dan meningkatnya
risiko kredit bawaan dalam piutang usaha. Dengan adanya tekanan ekonomi
terhadap pemasok perusahaan, ketersediaan beberapa komponen yang
digunakan dalam pabrik juga semakin ketat, sehingga meningkatkan harga
bahan tersebut. [Dapat pula diungkapkan di sini tentang dampak lain memburuknya
kondisi ekonomi tersebut terhadap operasi entitas].

Uraian Tentang Tindakan Manajemen dalam Memberikan Respon atas Memburuknya


Kondisi Ekonomi Tersebut

Jika memburuknya kondisi ekonomi Indonesia tidak berdampak nyata maupun potensial
terhadap kelangsungan hidup entitas, pengungkapan tentang tindakan manajemen
dalam

341.11
memberikan respon atas kondisi ekonomi tersebut tidak perlu dibuat oleh manajemen.
Namun,
Pengungkapan
Jika diperkirakan
jika memburuknya
tentang
memburuknya
hal kondisi
ini tidakkondisi
ekonomi
perluekonomi
dilakukan
tersebutIndonesia
berdampak
oleh klienberdampak
nyata
jika memburuknya
dan terhadap
potensial
terhadap ekonomi
kondisi
kelangsungankemampuan
hidup Indonesia
entitas,
entitasdan
tidak
dalam
manajemen
berdampak
mempertahankan
entitas
nyata
telahmaupun
dan
kelangsungan
merencanakan
potensial hidupnya,
terhadap
untuk
auditor perlu
kelangsungan
merespon kondisi
hidup
menyarankan
ekonomi
entitas. klien
Namun,
tersebut,
untuk
jika
auditor
mengungkapkan
memburuknya
perlu menyarankan
tindakan
kondisi ekonomi
manajemen
kepada kliennya
tersebut
dalam
memberikan
berdampak
untuk Uraian
Pernyataan
mencantumkan
nyata
respondanatas Tentang
Manajemen
potensial
pengungkapan
kondisi Rencana
terhadap
ekonomi
bahwa Tindakan
kemampuan
tersebut.
penyelesaian yang
entitas
Berikut iniBelum
dalam
memburuknya Diimplementasikan
mempertahankan
disajikan kondisi
contoh oleh
pengungkapan
kelangsungan
ekonomi Manajemen
yangmengenai
hidupnya,
telah atau
hal
auditor
akan
ini dalam
ditempuh
perlu
catatan
menyarankan
oleh
atasmanajemen
laporanklien
keuangan.
tergantung
untuk mengungkapkan
atas kebijakan
lebih lanjut
ekonomi dan tentang
moneter yang
tindakan
akan manajemen
diambil oleh pemerintah
yang belum Indonesia
diimplementasikan
dan hal ini berada
dalamdi
memberikan
luarDalam
kendali
memberikan
perusahaan.
respon atasrespon
Berikut
kondisi
terhadap
ini disajikan
ekonomi
memburuknya
tersebut.
contoh kondisi
pengungkapan
Berikutekonomi
ini disajikan
tersebut,
mengenai contoh
dalam
hal
pengungkapan
ini tahun
dalam 1997
catatan
mengenai
perusahaan
atas laporan
hal ini
menjual
catatan
keuangan.
sebagian
atas laporan portofolio
keuangan.surat berharga untuk
mendanai pembayaran utang perusahaan. Perusahaan juga melakukan program
Manajemen
pengurangan
perusahaan
biaya akan
yang melakukan
mencakup negosiasi
pula pengurangan
kembali perjanjian
tenaga penarikan
kerja. Perusahaan
pinjaman
dengan
menjual
banksaham
danperusahaan
pemasok kepadauntuk pihak
menyelesaikan
ketiga dan masalah
mengubah likuiditas
utang jangka
dan panjang
operasi
perusahaan.
menjadi ekuitas.
[Dapat [Dapat
diungkapkan
pula diungkapkan
di sini pengungkapan
di sini tindakan
tentang
lain tambahan
manajemenrencana
dalam
tindakan
memberikan
manajemen
responyangatasbelum
memburuknya
dilaksanakan].
kondisi ekonomi tersebut].

341.12
Pertimbangan Auditor atas Kemampuan Entitas dalam Mempertahankan Kelangsungan Hidupnya

Penyelesaian memburuknya kondisi ekonomi tergantung pada kebijakan fiskal dan


moneter yang akan diambil oleh pemerintah untuk menyehatkan ekonomi-suatu
tindakan yang berada di luar kendali perusahaan. Oleh karena itu, tidaklah mungkin
untuk menentukan dampak masa depan terus memburuknya kondisi ekonomi
terhadap likuiditas dan pendapatan perusahaan, termasuk dampak mengalirnya
dana investor, customers, dan pemasok ke dan dari perusahaan.
b. Fluktuasi kurs mata uang rupiah terhadap valuta asing yang terjadi
setelah tanggal neraca harus dipertimbangkan pengungkapannya oleh manajemen
dalam catatan atas laporan keuangan tentang peristiwa kemudian dan
dampaknya terhadap posisi keuangan entitas pada tanggal neraca. Jika dampaknya
signifikan, diperlukan pengungkapan secara kuantitatif tentang dampak fluktuasi
kurs rupiah terhadap valuta asing atas jumlah aktiva moneter dan utang moneter
dalam valuta asing tercatat. Auditor dapat pula menyarankan kepada manajemen
untuk membuat informasi keuangan proforma (proforma financial informa-tion) yang
menunjukkan dampak fluktuasi kurs tersebut pada tanggal laporan auditor.
Dampak fluktuasi kurs tersebut dapat diungkapkan oleh auditor dalam paragraf
penjelasan yang disajikan setelah paragraf pendapat. Berikut ini disajikan contoh
pengungkapan informasi keuangan proforma (proforma financial information) yang
menunjukkan dampak fluktuasi kurs tersebut pada tanggal laporan auditor, yang
disarankan oleh auditor kepada manajemen untuk dicantumkan dalam catatan atas
laporan keuangan.

Contoh:
Pada tanggal 14 Agustus 1997, Pemerintah Indonesia mengeluarkan kebijakan
moneter yang menghapuskan rentang intervensi kurs dollar. Pada tanggal 31
Desember 1997, kurs tengah transaksi wesel ekspor yang dikeluarkan oleh
Bank Indonesia adalah Rp4.650 per U.S. $1, sedangkan kurs tengah transaksi
wesel ekspor yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia pada tanggal xx Januari
1998 (tanggal laporan auditor) adalah Rpxx per U.S. $1. Jika digunakan kurs
tengah transaksi wesel ekspor yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia pada
tanggal xx Januari 1998 tersebut, potensi rugi selisih kurs bersih perusahaan
dalam mata uang dollar Amerika Serikat akan meningkat sebesar lebih kurang
Rpxx milyar, sehingga saldo laba proforma (defisit) perusahaan pada tanggal 31
Desember 1997 akan berkurang menjadi sebesar lebih kurang Rpxx milyar
dan ekuitas proforma perusahaan pada tanggal tersebut akan berkurang menjadi
sebesar lebih kurang Rpxx milyar.
c. Jika memburuknya kondisi ekonomi tersebut tidak berdampak
signifikan terhadap kondisi keuangan dan hasil usaha entitas, auditor tetap perlu
menyarankan kepada kliennya untuk membuat pengungkapan umum tentang
dampak memburuknya kondisi ekonomi tersebut, namun perlu dijelaskan bahwa
kondisi tersebut tidak mempunyai dampak signifikan atas kemampuan entitas
untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya. Dalam kondisi ini, jika laporan
keuangan entitas disusun sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum

341.13
di Indonesia, auditor memberikan pendapat wajar tanpa pengecualian dan
dapat mempertimbangkan untuk tidak membuat paragraf penjelasan setelah
paragraf pendapat

d. Jika memburuknya kondisi ekonomi tersebut berdampak terhadap


kondisi keuangan dan hasil usaha entitas, namun tidak menimbulkan keraguan
signifikan auditor tentang kelangsungan hidup entitas yang diaudit, auditor
perlu menyarankan kepada kliennya untuk membuat pengungkapan tentang
dampak memburuknya kondisi ekonomi tersebut dalam catatan atas laporan
keuangan klien. Dalam kondisi ini, jika menurut pendapat auditor, laporan
keuangan entitas disajikan wajar sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku
umum di Indonesia, auditor memberikan laporan berisi pendapat wajar tanpa
pengecualian dengan tambahan bahasa penjelasan setelah paragraf pendapat
untuk penekanan atas suatu hal (emphasis of a matter) tentang memburuknya
kondisi ekonomi Indonesia dan wilayah regional Asia Pasifik pada umumnya.

Contoh laporan auditor berikut ini berisi paragraf penjelasan yang disajikan setelah
paragraf pendapat yang memuat pendapat wajar tanpa pengecualian:

Laporan Auditor Independen

[Pihak yang dituju oleh auditor]

[Sama dengan paragrafpengantar laporan auditor bentuk baku]

[Sama dengan paragraf lingkup audit laporan auditor bentuk baku]

[Sama dengan paragraf pendapat laporan auditor bentuk baku]

Catatan X atas laporan keuangan berisi pengungkapan dampak memburuknya kondisi


ekonomi Indonesia terhadap perusahaan dan tindakan yang ditempuh dan rencana
yang dibuat oleh manajemen perusahaan untuk menghadapi kondisi tersebut. Laporan
keuangan terlampir mencakup dampak memburuknya kondisi ekonomi tersebut,
sepanjang hal itu dapat ditentukan dan diperkirakan.

[Tanda tangan, nama rekan, nomor izin akuntan publik, nomor izin kantor akuntan
publik]

[Tanggal]

e. Jika memburuknya kondisi ekonomi tersebut menimbulkan keraguan


besar auditor tentang kelangsungan hidup entitas yang diaudit dan sudah
diungkapkan oleh klien secara memadai pada catatan atas laporan keuangan, serta
menurut pendapat auditor, laporan keuangan entitas disajikan wajar sesuai dengan

341.14
Pertimbangan Auditor atas Kemampuan Entitas dalam Mempertahankan
Kelangsungan Hidupnya

auditor memberikan pendapat Contohwajar


paragraf
tanpa
keempat
pengecualian
yang disajikan
dengansetelah
tambahan
paragraf pendapat yang berisi
paragraf keempat setelahLaporan
pendapat
paragraf
Auditor
wajar
pendapat
tanpa
Independen
pengecualian.
untuk mengungkapkan tentang
ketidakpastian signifikan entitas dalam mempertahankan kelangsungan hidupnya.
[Pihak yang dituju oleh auditor]

[Sama dengan paragrafpengantar laporan auditor bentuk baku]

[Sama dengan paragraf lingkup audit dalam laporan auditor bentuk baku]

[Sama dengan paragrafpendapat dalam laporan auditor bentuk baku]

Laporan keuangan terlampir disusun dengan anggapan bahwa perusahaan akan


melanjutkan operasinya sebagai entitas yang berkemampuan untuk
mempertahankan kelangsungan hidupnya. Catatan X atas laporan keuangan berisi
pengungkapan dampak memburuknya kondisi ekonomi Indonesia terhadap
perusahaan dan tindakan yang ditempuh dan rencana yang dibuat oleh manajemen
perusahaan untuk menghadapi kondisi tersebut. Laporan keuangan terlampir
mencakup dampak memburuknya kondisi ekonomi tersebut, sepanjang hal itu dapat
ditentukan dan diperkirakan. Sebagai akibat memburuknya kondisi ekonomi
Indonesia dan wilayah regional Asia Pasifik pada umumnya, terdapat
ketidakpastian signifikan tentang kemampuan perusahaan untuk
mempertahankan kelangsungan hidupnya, dan oleh karena itu terdapat
ketidakpastian signifikan tentang apakah perusahaan akan dapat merealisasikan
aktiva dan menyelesaikan pembayaran kewajiban dalam bisnis normal perusahaan
dan pada nilai yang dinyatakan dalam laporan keuangan.

[Tanda tangan, nama rekan, nomor izin akuntan publik, nomor izin kantor akuntan
publik]

[Tanggal]

f. Jika manajemen tidak membuat pengungkapan memadai tentang


memburuknya kondisi ekonomi Indonesia dalam laporan keuangan tahun buku
1997, auditor memberikan pendapat wajar dengan pengecualian,4 jika laporan
keuangan secara keseluruhan menyajikan secara wajar posisi keuangan dan hasil
usaha entitas untuk tahun buku tersebut. Berikut ini disajikan contoh laporan
auditor yang berisi pengecualian yang dicantumkan sebelum paragraf pendapat.

____________________________

4
Dalam kondisi yang sangat jarang terjadi, jika memburuknya kondisi ekonomi Indonesia
tidak berdampak negatif terhadap laporan keuangan entitas dalam tahun 1997 dan tahun
buku sesudahnya, dan manajemen tidak bersedia untuk mengungkapkan gambaran umum
kondisi tersebut dalam catatan atas laporan keuangan, sedangkan laporan keuangan disajikan
wajar sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia, auditor dapat

341.15
Laporan Auditor Independen

[Pihak yang dituju oleh auditor]

[Sama dengan paragraf pengantar laporan auditor bentuk baku]

[Sama dengan paragraf lingkup audit dalam laporan auditor bentuk baku]

Prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia mewajibkan pengungkapan


faktor risiko tertentu yang berdampak signifikan terhadap kondisi perusahaan yang
dilaporkan atau operasi perusahaan di masa depan. Laporan keuangan
terlampir tidak berisi pengungkapan tentang dampak memburuknya kondisi
ekonomi Indonesia terhadap kemampuan perusahaan dalam mempertahankan
kelangsungan hidupnya. Banyak negara di wilayah Asia Pasifik, termasuk Indonesia,
mengalami memburuknya kondisi ekonomi yang terutama sebagai akibat depresiasi
mata uang di wilayah tersebut.

Menurut pendapat kami, kecuali tidak diungkapkannya informasi sebagaimana


disebutkan dalam paragraf di atas, laporan keuangan yang kami sebut di atas
menyajikan secara wajar, dalam semua hal yang material, posisi keuangan
perusahaan KXT tanggal 31 Desember 1997, hasil usaha, serta arus kas untuk
tahun yang berakhir pada tanggal tersebut sesuai dengan prinsip akuntansi yang
berlaku umum di Indonesia.

[Tanda tangan, nama rekan, nomor izin akuntan publik, nomor izin kantor akuntan

[Tanggal]

g. Jika manajemen tidak mau membuat pengungkapan tentang dampak


memburuknya kondisi ekonomi Indonesia tersebut terhadap laporan keuangan
entitas dan tidak mau melakukan penyesuaian, padahal dampaknya sangat
material, sehingga menurut pertimbangan auditor akan dapat menyesatkan
pemakai laporan keuangan, auditor memberikan pendapat tidak wajar atas
laporan keuangan auditan. Berikut ini disajikan contoh paragraf yang berisi
penjelasan tentang alasan yang menyebabkan auditor memberikan pendapat
tidak wajar yang dicantumkan sebelum paragraf pendapat.

Laporan Auditor Independen

[Pihak yang dituju oleh auditor]

[Sama dengan paragrafpengantar laporan auditor bentuk baku]

[Sama dengan paragraf lingkup audit laporan auditor bentuk baku]

341.16
Pertimbangan Auditor atas Kemampuan Entitas dalam Mempertahankan Kelangsungan Hidupnya

Memburuknya kondisi ekonomi Indonesia berdampak sangat material terhadap


posisi keuangan dan hasil usaha perusahaan untuk tahun buku 1997. [Uraikan di
sini dampak sangat material memburuknya kondisi ekonomi tersebut terhadap pos pos tertentu
dalam laporan keuangan]. Manajemen tidak mengungkapkan hal tersebut dalam
laporan keuangan dan tidak melakukan penyesuaian sebagaimana yang seharusnya
dilakukan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia.

Menurut pendapat kami, karena dampak tidak dilakukannya pengungkapan


dan penyesuaian sebagaimana disebutkan dalam paragraf di atas terhadap
laporan keuangan tahun buku 1997, laporan keuangan tersebut di atas tidak
menyajikan secara wajar, sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di
Indonesia, posisi keuangan perusahaan tanggal 31 Desember 1997 dan hasil usaha,
dan arus kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal tersebut.

[Tanda tangan, nama rekan, nomor izin akuntan publik, nomor izin kantor akuntan
publik]

[Tanggal]

h. Jika memburuknya kondisi ekonomi Indonesia berdampak sangat


material terhadap kemampuan entitas untuk mempertahankan kelangsungan
hidupnya dan kemungkinan besar hal tersebut akan terjadi, auditor memberikan
laporan yang berisi pernyataan tidak memberikan pendapat. Berikut ini disajikan
contoh laporan auditor yang di dalamnya auditor menyatakan tidak memberikan
pendapat atas laporan keuangan auditan.

Laporan Auditor Independen

[Pihak yang dituju oleh auditor]

Kami telah mengaudit neraca perusahaan KXT tanggal 31 Desember 1997 serta
laporan laba-rugi, laporan perubahan ekuitas, dan laporan arus kas untuk tahun
yang berakhir pada tanggal tersebut. Laporan keuangan adalah tanggung jawab
manajemen perusahaan. Tanggung jawab kami terletak pada pernyataan pendapat atas
laporan keuangan berdasarkan audit kami.

[Sama dengan paragraf lingkup audit laporan auditor bentuk baku]

Catatan X atas laporan keuangan terlampir berisi ringkasan dampak memburuknya


kondisi ekonomi Indonesia atas posisi keuangan dan basil usaha perusahaan dan
langkah-langkah yang ditempuh dan rencana yang dibuat oleh manajemen di dalam
merespon kondisi tersebut. Laporan keuangan terlampir mencakup dampak
memburuknya kondisi ekonomi tersebut, sepanjang hal itu dapat ditentukan dan
diperkirakan. Oleh karena sangat tidak

341.17
stabilnya kurs mata uang asing dan tarif bunga, yang berakibat terhadap kurangnya
likuidasi dan memburuknya kondisi ekonomi Indonesia, adalah tidak mungkin untuk
menentukan dampak memburuknya kondisi ekonomi tersebut terhadap kondisi
keuangan dan hasil usaha perusahaan dalam tahun 1998.

Karena adanya ketidakpastian besar mengenai kemampuan perusahaan


dalam mempertahankan kelangsungan hidup seperti yang kami kemukakan
dalam paragraf di atas, maka keadaan ini tidak memungkinkan kami untuk
menyatakan, dan kami tidak menyatakan, pendapat atas laporan keuangan tersebut
di atas.

[Tanda tangan, nama rekan, nomor izin akuntan publik, nomor izin kantor akuntan
publik]

[TanggalJ

06 Dampak memburuknya kondisi ekonomi Indonesia dan wilayah regional Asia


Pasifik pada umumnya terhadap laporan keuangan entitas diungkapkan dalam laporan
auditor berbahasa Inggris sebagai berikut:
a. Auditor wajib memberikan saran kepada klien untuk menambahkan
pengungkapan di dalam catatan atas laporan keuangan klien tentang dampak
memburuknya kondisi ekonomi Indonesia dan wilayah regional Asia Pasifik pada
umumnya terhadap laporan keuangan.

Note X: Economic Environment

Many Asia Pacific countries, including Indonesia, are experiencing adverse economic
condition mainly resulting from currency devaluation in the region, the principal
consequences of which have been an extreme lack of liquidity and highly volatile
exchange and interest rates. The crisis has also involved declining prices in shares
listed on the Indones stock exchanges, tightening of available credit, stoppage or
postponement of certain construction projects, and a growing oversupply of real
property. Volatility in exchange and interest rates has adversely affected the
Company's cost of funds, as well as its capacity to service its debts, given that balances
of the Company's borrowings denominated in (applicable nonlocal currencies like
U.S. dollar) have increased significantly in rupiah terms, and interest rates on
rupiah-denominated loans have increased significantly. Certain of the Company's
investments have been written down for impairment due to depreciation in their
specific prices attributable to the weakness of the issuer. The effects of the adverse
economic condition on the financial condition of the Company's customers have
slowed down sales and increased credit risk inherent in receivables from customers.
Given the economic pressures on the Company's suppliers, the availability of certain
components used in the manufacture of the Company's product has tightened,
increasing related prices.

341.18
Pertimbangan Auditor atas Kemampuan Entitas dalam Mempertahankan Kelangsungan Hidupnya

In response to these economic events, during 1997, the Company sold a portion of
its securities portfolio at a loss to fund repayments of debt. The Company also
initiated a cost-cutting program that included a reduction in its work force.
(Discuss other actions taken in response to the economic conditions).

The Company's liquidity needs in 1998 may require additional sales of


securities and certain real estate assets. If the economic condition persists, these
assets will be sold at a loss, which will be recognized at the time of sale. The
Company has been renegotiating its loan agreements with banks, as well as its
agreements with suppliers and identifying alter-natives sources of key components.
(Describe other actions planned but not yet implemented).

Resolution of the adverse economic condition is dependent on the fiscal and


monetary measures that will be taken by the government, actions which are beyond
the Company's control, to achieve economic recovery. It is not possible to
determine the future effect a continuation of the adverse economic condition
may have on the Company's liquidity and earnings, including the effect flowing
through from the Company's investors, cus-tomers, and suppliers.

b. Jika memburuknya kondisi ekonomi tersebut berdampak terhadap kondisi


keuangan dan hasil usaha entitas, namun tidak menimbulkan keraguan
signifikan auditor tentang kelangsungan hidup entitas yang diaudit, auditor
perlu menyarankan kepada kliennya untuk membuat pengungkapan tentang
dampak memburuknya kondisi ekonomi tersebut dalam catatan atas laporan
keuangan klien. Dalam kondisi ini, jika menurut pendapat auditor, laporan
keuangan entitas disajikan wajar sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku
umum di Indonesia, auditor memberikan laporan berisi pendapat wajar tanpa
pengecualian dengan tambahan bahasa penjelasan setelah paragraf pendapat
untuk penekanan atas suatu hal (emphasis ofa matter) tentang memburuknya
kondisi ekonomi Indonesia dan wilayah regional Asia Pasifik pada umumnya.

Contoh paragraf penjelasan dalam bahasa Inggris yang disajikan setelah paragraf
pendapat yang berisi pendapat wajar tanpa pengecualian disajikan berikut ini:

Independent Auditor's Report


[Addressee]

[Same as the introductory paragraph ofstandard audit report]

[Same as the scope paragraph of standard audit report]

341.19
Standar Profesional Akuntan Publik

Note X includes a summary of the effect of adverse economic condition in Indonesia


has had on the Company, as well as measures the Company has implemented or plans
to implement in response to the economic condition. The accompanying financial
state- ments as of December 31, 1997, include the effects of the economic condition to
the extent they can be determined and estimated.

[Auditor's signature, auditor's name, auditor's license number, firm's license number]

[Date]

c. Jika memburuknya kondisi ekonomi tersebut menimbulkan keraguan besar auditor


tentang kelangsungan hidup entitas yang diaudit dan sudah diungkapkan oleh klien
secara memadai pada catatan atas laporan keuangan, serta menurut pendapat
auditor, laporan keuangan entitas disajikan wajar sesuai dengan prinsip akuntansi
yang berlaku umum di Indonesia, auditor memberikan pendapat wajar tanpa
pengecualian dengan tambahan paragraf keempat setelah paragraf pendapat untuk
mengungkapkan tentang ketidakpastian signifikan entitas dalam mempertahankan
kelangsungan hidupnya.

Contoh laporan auditor yang berisi paragraf keempat yang disajikan setelah
paragraf pendapat yang berisi pendapat wajar tanpa pengecualian.

Independent Auditor's Report

[Addressee]

[Same as the introductory paragraph ofstandard audit report]

[Same as the scope paragraph of standard audit report]

[Same as the opinion paragraph ofstandard audit report]

The accompanying financial statements have been prepared assuming that the
Company will continue to operate as a going concern. Note X includes a summary of
the effect of the adverse economic condition in Indonesia has had on the Company, as
well as measure the Company has implemented or plans to implement in response to
the economic condition. The accompanying financial statements as of December
31, 1997, include the effects of the economic condition to the extent they can be
determined and estimated. As a result of the matters described in Note X, there is
significant uncertainty about Companys ability to continue as a going concern, and the
realizability of its assets and the extinguish ment of its liabilities in the normal course
of business and at the amounts stated in the financial statements.

341.20
Pertimbangan Auditor atas Kemampuan Entitas dalam Mempertahankan Kelangsungan Hidupnya

d. Jika memburuknya kondisi ekonomi Indonesia berdampak terhadap


kemampuan entitas di dalam mempertahankan kelangsungan hidupnya, auditor
memberikan laporan yang berisi pernyataan tidak memberikan pendapat. Berikut
ini disajikan contoh laporan audi-tor yang di dalamnya auditor menyatakan tidak
memberikan pendapat atas laporan keuangan auditan.

Independent Auditor's Report

[Addressee]

[Same as the introductory paragraph ofstandard audit report]

[Same as the scope paragraph of standard audit report]

Note X includes a summary of the effects the adverse economic condition in


Indonesia has had on the Company, as well as measures the Company has
implemented or plans to implement in response to the economic condition. The
accompanying statements include the effects of the economic condition to the extent
they can be determined and estimated. Given the volatility of the foreign exchange and
interest rates, which has resulted in a lack of liquidity and has continued to affect
the Indonesian economy, it is not possible to determine the effects the economic
condition will have on the Company's financial posi-tion and the results of its
operations during 1998.

Because of the significance of the matter discussed in the preceding paragraph, we are
unable to express, and we do not express, an opinion on the 1997 financial
statements.

(Auditor's signature, auditor's name, auditor's license number, firm's license number]

[Date]

07 Dapat terjadi auditor tidak setuju dengan manajemen tentang kebijakan yang
diterapkan dalam pelaporan keuangan tentang dampak memburuknya kondisi
ekonomi In-donesia berikut ini:
a. Ketidaktepatan kebijakan akuntansi yang dipilih oleh manajemen
untuk mempertanggungjawabkan dampak kondisi ekonomi tersebut.
b. Metode penerapan kebijakan akuntansi (termasuk ketidaktepatan estimasi
akuntansi).
c. Kecukupan pengungkapan dalam laporan keuangan (termasuk pengungkapan
tentang ketidakpastian bawaan).

Jika dampaknya material, namun secara keseluruhan laporan keuangan adalah


wajar, dalam keadaan seperti ini auditor harus memberikan pengecualian di dalam
laporan auditnya dengan menguraikan pengecualian tersebut dalam paragraf sebelum

341.21
Standar Profesional Akuntan Publik

08 Jika BERLAKU
TANGGAL lingkup audit sangat terbatas dan bukti audit kompeten yang cukup tidak
EFEKTIF
dapat
09 Interpretasi
diperoleh auditor
Pernyataanuntuk
ini berlaku
mengatasi
efektifketidakpastian
untuk laporan auditor
yang timbul
yang diterbikan
sebagai
akibat tanggal
setelah keterbatasan
2 Maret
lingkup
1998. audit
Penerapan
tersebut
untukauditor
laporanharus
auditormenyatakan
yang diterbitkan
tidak
memberikan
sebelum tanggal
pendapat
tersebutatas
diizinkan.
laporan keuangan entitas. Panduan mengenai hal ini
dapat dilihat pada Seksi 508 [PSA No. 29] Laporan Auditor atas Laporan Keuangan
Auditan paragraf 22 dan paragraf 34.

341.22
Pertimbangan Auditor atas Kemampuan Entitas dalam Mempertahankan Keiangsungan Hidupnya

LAMPIRAN: PERTIMBANGAN AUDITOR INDEPENDEN TENTANG DAMPAK MEMBURUKNYA KONDISI EKONOMI

INDONESIA TERHADAP KELANGSUNGAN HIDUP ENTITAS

Apakah Saran kepada klien untuk


memburuknya mengungkapkan
memburuknva kondisi
kondisi ekonomi Apakah laporan ekonomi Indonesia
berdampak terhadap keuangan wajar?
posisi keuangan dan
hasil usaha Pendapat wajar tanpa
entitas?
pengecualian

Saran kepada klien untuk


Apakah
mengungkapkan
memburuknya
Tidak memburuknya kondisi
kondisi ekonomi
Apakah laporan Y ekonomi Indonesia
berdampak terhadap keuangan wajar?
kelangsungan hidup
usaha entitas? Pendapat wajar tanpa
pengecualian dengan
bahasa penjelasan (emphasis
Tidak of a matter)
Ya

Apakah terdapat
tindakan yang
ditempuh dan rencana Tidak
manajemen untuk
mengatasi masalah
oing concern?

Pernyataan tidak
memberikan pendapat
Tidak

Tidak

Pendapat wajartanpa
Apakah pengecualian dengan
pengungkapan Apakah laporan paragraf keempat
klien memadai? keuangan wajar? tentang masalah going
concern

Tidak

Apakah laporan
keuangan secara Pendapat wajar dengan
keseluruhan wajar? pengecualian

Tidak

341.23

Anda mungkin juga menyukai