Anda di halaman 1dari 10

K

o
m
u

SA Seksi 380

KOMUNIKASI DENGAN KOMITE AUDIT

Sumber: PSA No. 48

PENDAHULUAN

01 Seksi ini menetapkan persyaratan bagi auditor untuk menentukan bahwa


masalah-masalah tertentu yang bersangkutan dengan pelaksanaan audit
dikomunikasikan kepada or-ang yang memiliki tanggung jawab pengawasan dalam
proses pelaporan keuangan.I Untuk tujuan Seksi ini, penerima komunikasi disebut
dengan komite audit (audit committee). Komunikasi yang diharuskan oleh Seksi ini
berlaku terhadap (1) entitas yang mempunyai komite audit atau pihak yang secara
formal ditunjuk untuk mengawasi proses pelaporan keuangan yang bertanggung
jawab kepada badan yang setara dengan komite audit (seperti komite keuangan atau
komite anggaran) dan (2) semua perikatan dengan Bapepam. 2
02 Seksi ini mengharuskan auditor menjamin bahwa komite audit menerima
informasi tambahan tentang lingkup dan hasil audit yang dapat membantu komite
audit dalam

______________________________________

1
Komunikasi dengan komite audit oleh auditor independen tentang hal-hal tertentu
ketika is melaksanakan audit dituntut oleh standar lain, yang mencakup:
a. SA Seksi 325 [PSA. No. 35] Komunikasi Masalah Pengendalian Intern yang Ditemukan dalam Audit.
b. SA Seksi 316 [PSA No. 70] Pertimbangan Kecurangan dalam Audit Laporan Keuangan. c. SA Seksi
317 [PSA No. 31 ] Unsur Tindakan Pelanggaran Hukum oleo Klien.
d. SA Seksi 801 [PSA No. 621 Audit Kepatuhan yang Diterapkan dalam Audit atas Entitas Pemerintahan
dan
Penerima Lain Bantuan Keuangan Pemerintah
Sebagai tambahan, SA Seksi 722 [PSA No. 72] Informasi Keuangan Interim mensyaratkan bahwa
informasi tertentu dikomunikasikan kepada komite audit sebagai hasil pelaksanaan review
atas informasi keuangan interim atau dengan membantu entitas dalam penyusunan
informasi tersebut.
2 Untuk tujuan Seksi ini, perikatan Bapepam didefinisikan sebagai perikatan yang berupa
audit atas laporan keuangan:
1. Emiten yang melakukan penawaran efek perdana, termasuk perubahannya sesuai
dengan peraturan pasar modal yang berlaku.
2. Perusahaan publik yang menyerahkan laporan kepada Bapepam sesuai dengan
peraturan pasar modal yang berlaku.
3. Bank atau lembaga penyedia pinjaman yang lain yang menyerahkan laporan berkala
kepada Bank Indonesia. 4. Perusahaan yang laporan keuangannya digunakan sebagai

380.1
Standar Profesional Akuntan Publik

mengawasi pelaporan keuangan dan proses pengungkapan yang menjadi tanggung jawab
manajemen. Seksi ini tidak mengharuskan komunikasi dengan manajemen; namun, Seksi
ini tidak menghalangi komunikasi dengan manajemen atau individu lain dalam
entitas yang menurut pertimbangan auditor, dapat memperoleh manfaat dari
komunikasi ini.

03 Komunikasi dapat berbentuk lisan atau tertulis. Jika informasi dikomunikasikan


secara lisan, auditor harus mendokumentasikan komunikasi tersebut dengan catatan
atau memo memadai dalam kertas kerja. Bila auditor berkomunikasi dalam bentuk lisan,
laporan harus menunjukkan bahwa hal itu hanya dimaksudkan untuk digunakan oleh
komite audit atau dewan komisaris dan, jika diperlukan, oleh manajemen.

04 Komunikasi yang ditentukan dalam Seksi ini bersifat insidental dalam


perikatan audit. Oleh karena itu, komunikasi tidak diharuskan terjadi sebelum
diterbitkannya laporan auditor atas laporan keuangan entitas, sepanjang komunikasi
dilakukan tepat waktu. Namun dapat terjadi, menurut pertimbangan auditor, diperlukan
pembahasan tentang masalah tertentu (sebagaimana yang diatur dalam paragraf 06 sampai
dengan 14) dengan komite audit sebelum penerbitan laporan auditor.

05 Mungkin sudah semestinya jika manajemen melakukan komunikasi dengan komite


audit tentang masalah tertentu yang dijelaskan dalam Seksi ini. Dalam keadaan
tersebut, auditor harus puas bahwa komunikasi telah benar-benar terjadi. Umumnya,
tidaklah perlu untuk mengulangi komunikasi masalah yang selalu terjadi berulang
setiap tahun. Namun, secara berkala, auditor harus mempertimbangkan apakah
semestinya dan tepat waktu untuk melaporkan masalah tersebut, dengan adanya
perubahan komite audit atau hanya karena berlalunya waktu. Akhirnya, Seksi ini
tidak dimaksudkan untuk membatasi komunikasi masalah lain.

MASALAH YANG DIKOMUNIKASIKAN

Tanggung Jawab Auditor Berdasarkan Standar Auditing yang


Ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia

0 6 Audit yang dilaksanakan berdasarkan standar auditing yang ditetapkan Ikatan


Akuntan Indonesia dapat ditujukan ke berbagai masalah yang menjadi
kepentingan komite audit. Sebagai contoh, komite audit biasanya berkepentingan
dengan pengendalian intern dan apakah laporan keuangan bebas dari salah saji
material. Agar komite audit memahami sifat keyakinan yang diberikan oleh suatu
audit, auditor harus mengkomunikasikan tingkat tanggung jawab yang dipikulnya
mengenai masalah-masalah tersebut berdasarkan standar auditing yang ditetapkan
Ikatan Akuntan Indonesia. Juga penting bagi komite audit untuk memahami bahwa
standar auditing yang ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia didesain untuk memperoleh

380.2
Komunikasi dengan Komite Audit

Kebijakan Akuntansi Signifikan

07 Auditor harus menentukan bahwa komite audit mendapatkan informasi


tentang pemilihan dan perubahan kebijakan akuntansi atau pelaksanaannya. Auditor
juga harus menentukan bahwa komite audit mendapatkan informasi tentang metode
yang digunakan untuk mempertanggungjawabkan transaksi signifikan yang tidak biasa
dan dampak kebijakan akuntansi signifikan untuk isu akuntansi yang bare atau
kontroversial yang belum ada panduan atau kesepakatan mengenai perlakuan
akuntansinya dari badan berwenang. Sebagai contoh, mungkin terdapat isu akuntansi
signifikan dalam bidang seperti pengakuan pendapatan, pendanaan tidak disajikan di
neraca (off-balance sheet financing), dan akuntansi untuk investasi ekuitas (equity
investment).

Pertimbangan Manajemen dan Estimasi Akuntansi

08 Estimasi akuntansi merupakan bagian terpadu dari laporan keuangan yang


disusun oleh manajemen dan didasarkan atas pertimbangan kini manajemen.
Pertimbangan tersebut biasanya didasarkan atas pengetahuan dan pengalaman tentang
peristiwa sekarang dan masa lalu serta asumsi tentang peristiwa masa yang akan
datang. Estimasi akuntansi tertentu sangat sensitif karena estimasi tersebut signifikan
bagi laporan keuangan dan karena kemungkinan bahwa peristiwa masa yang akan
datang yang mempengaruhinya dapat sangat berbeda dari pertimbangan sekarang
manajemen. Auditor harus menentukan bahwa komite audit mendapatkan infor-
masi tentang proses yang digunakan oleh manajemen dalam merumuskan estimasi
akuntansi yang sangat sensitif tersebut dan tentang dasar yang dipakai oleh auditor
dalam menyimpulkan kewajaran estimasi tersebut.

Penyesuaian Audit Signifikan

09 Auditor harus memberikan informasi kepada komite audit tentang


penyesuaian yang timbul dari audit yang menurut pertimbangannya dapat berdampak
signifikan atas proses pelaporan entitas, baik secara individu atau secara bersama-
sama. Untuk tujuan Seksi ini, penyesuaian audit, baik yang dicatat maupun yang
tidak dicatat oleh entitas, merupakan koreksi yang diusulkan terhadap laporan
keuangan yang menurut pertimbangan auditor, mungkin tidak akan terdeteksi
kecuali melalui prosedur audit yang dilaksanakan. Masalah yang menjadi dasar
penyesuaian yang diusulkan oleh auditor, namun tidak dicatat oleh entitas dapat secara
potensial menyebabkan salah saji material dalam laporan keuangan masa yang akan
datang, meskipun auditor berkesimpulan bahwa penyesuaian tersebut tidak
material bagi laporan keuangan sekarang.

Informasi Lain dalam Dokumen yang Berisi Laporan Keuangan Auditan

10 Komite audit seringkali mempertimbangkan informasi yang disusun oleh


manajemen yang menyertai laporan keuangan entitas. Perusahaan tertentu yang
menyerahkan laporan kepada Bapepam diharuskan untuk menyajikan informasi
"Analisis dan Pembahasan Umum oleh Manajemen" terhadap kondisi keuangan dan
hasil usaha dalam laporan tahunan

380.3
Standar Profesional Akuntan Publik

kepada pemegang saham. SA Seksi 550 [PSA No. 44] Informasi Lain dalam Dokumen
yang Berisi Laporan Keuangan Auditan menetapkan tanggung jawab auditor untuk
informasi semacam itu.3 Auditor harus membicarakan dengan komite audit mengenai
tanggung jawabnya atas informasi lain dalam dokumen yang berisi laporan keuangan
auditan, dan prosedur yang telah dilaksanakan, serta hasilnya.

Ketidaksepakatan dengan Manajemen

11 Ketidaksepakatan dengan manajemen dapat terjadi sehubungan dengan penerapan


prinsip akuntansi terhadap transaksi dan peristiwa khusus entitas serta basis yang
digunakan oleh manajemen untuk membuat estimasi akuntansi. Ketidaksepakatan
dapat juga timbul berkaitan dengan lingkup audit, pengungkapan yang dicantumkan
dalam laporan keuangan entitas, serta kata-kata yang digunakan oleh auditor dalam
laporan auditnya. Auditor harus membahas dengan komite audit setiap
ketidaksepakatannya dengan manajemen, baik yang dapat diselesaikan dengan
memuaskan maupun yang tidak, tentang masalah-masalah yang secara individual
maupun bersama-sama signifikan terhadap laporan keuangan entitas atau laporan
auditor. Untuk tujuan Seksi ini, ketidaksepakatan tidak mencakup perbedaan pendapat
berdasarkan fakta yang tidak lengkap atau informasi awal yang dapat diselesaikan
kemudian.

Konsultasi dengan Akuntan Lain

12 Dalam beberapa hal, manajemen dapat memutuskan untuk berkonsultasi


dengan akuntan lain tentang masalah auditing dan akuntansi. Bila auditor
mengetahui bahwa konsultasi semacam ini terjadi, ia harus membahas dengan komite
audit mengenai pandangannya terhadap masalah signifikan yang dikonsultasikan oleh
manajemen.4

Isu Utama yang Dibicarakan dengan Manajemen sebelum


Keputusan Mempertahankan Auditor

13 Auditor harus membahas dengan komite audit mengenai isu utama yang
telah dibahas dengan manajemen yang berkaitan dengan usaha mula-mula atau usaha
selanjutnya untuk tetap mempertahankan penggunaan jasa auditor tersebut termasuk,
di antaranya, pembahasan mengenai penerapan prinsip akuntansi dan standar
auditing.
_________________________
3 Panduan untuk pertimbangan auditor atas informasi lain juga disediakan dalam SA
Seksi 558 [PSA No.50] Informasi Tambahan yangDiharuskan; SA Seksi 551 [PSA No. 36]
Pelaporan Informasi yangMenyertai Laporan Keuangan Pokok dalam Dokumen yang
Diserahkan oleh Auditor, dan SAT Seksi 700 [PSAT No. 08] Analisis dan Pembahasan
oleh Manajemen.

Keadaan yang di dalamnya auditor harus diberitahu mengenai konsultasi semacam itu
dijelaskan dalam SA Seksi 625 [PSA No. 42] Laporan Akuntan atas Penerapan Prinsip
Akuntansi, paragraf 07.
380.4
Komunikasi dengan Komite Audit

Kesulitan yang Dijumpai dalam Pelaksanaan Audit

14 Auditor harus memberikan informasi kepada komite audit bila terdapat


kesulitan serius yang dijumpainya dalam berhubungan dengan manajemen mengenai
pelaksanaan audit. Hal ini termasuk, di antaranya, penundaan yang tidak beralasan oleh
manajemen mengenai saat dimulainya audit atau penyediaan informasi yang
diperlukan, dan apakah jadwal waktu yang dibuat oleh manajemen masuk akal dalam
keadaan tersebut. Masalah lain yang mungkin dijumpai oleh auditor adalah tidak
tersedianya personel klien dan kegagalan personel klien untuk menyelesaikan daftar
yang dibuat klien pada waktunya, Jika auditor menganggap masalah ini signifikan, ia
hares memberi tahu komite audit.

TANGGAL BERLAKU EFEKTIF

15 Seksi ini berlaku efektif tanggal 1 Agustus 2001. Penerapan lebih awal dari
tanggal efektif berlakunya aturan dalam Seksi ini diizinkan. Masa transisi
ditetapkan mulai dari 1 Agustus 2001 sampai dengan 31 Desember 2001. Dalam masa
transisi tersebut berlaku standar yang terdapat dalam Standar Profesional Akuntan
Publik per 1 Agustus 1994 dan Standar Profesional Akuntan Publik per 1 Januari 2001.
Setelah tanggal 31 Desember 2001, hanya ketentuan dalam Seksi ini yang berlaku.

380.5
1. KOMUNIKA SI ANTARA AUDITOR UTAMA DENGA N AUDITOR
LAIN

[Sumber IPSA No. 38.01; Tanggal Penerbitan 29 April 1994]

PERTANYA AN

01 Seorang auditor independen sedang melaksanakan audit atas laporan keuangan


suatu komponen5 berdasarkan standar auditing yang ditetapkan Ikatan Akuntan
Indonesia dan akan menerbitkan laporan audit atas laporan keuangan kliennya yang
akan digunakan oleh auditor independen lain yang bertindak sebagai auditor utama. 6
Auditor utama meminta kepada auditor lain untuk melaksanakan prosedur tertentu,
sebagai contoh, menyerahkan atau menguji jumlah yang akan dieliminasi dalam
konsolidasi, seperti laba antarperusahaan atau membaca informasi dalam dokumen
yang berisi laporan keuangan auditan. Dalam keadaan ini, siapakah yang
bertanggung jawab untuk menentukan luasnya prosedur yang harus dilaksanakan?

02 SA Seksi 543 [PSA No. 38], Bagian Audit Dilaksanakan oleh Auditor Independen
Lain memberikan panduan bagi auditor utama dalam melakukan permintaan
keterangan kepada auditor lain. Paragraf 03 Seksi tersebut juga menyebutkan bahwa
"auditor lain tetap bertanggung jawab atas pelaksanaan pekerjaan maupun laporannya
sendiri." Haruskah audior lain mengajukan pertanyaan kepada auditor utama untuk
memenuhi tanggung jawab tersebut?

03 Jika auditor lain yakin bahwa permintaan keterangan kepada auditor


utama merupakan prosedur yang semestinya dilaksanakan, dalam bentuk apa
permintaan keterangan tersebut dilakukan dan kapan hal tersebut dilakukan?

04 Jika auditor utama menerima pertanyaan yang diajukan oleh auditor lain
yang melaksanakan audit atas laporan keuangan komponen mengenai transaksi,
penyesuaian, atau batasan atas audit yang dilaksanakan oleh auditor utama, dalam
bentuk apakah auditor utama memberikan jawaban kepada auditor lain?

______________________________
5 Untuk keperluan Interpretasi ini, suatu entitas yang laporan keuangannya secara
bersama-sama merupakan laporan keuangan konsolidasian atau yang lain disebut dengan
komponen.
6 Lihat definisi auditor utama dalam SA Seksi 543 [PSA No. 38], Bagian Audit
Dilaksanakan oleh Auditor Independen Lain. Untuk kepentingan Interpretasi ini, auditor
yang pekerjaannya digunakan oleh auditor utama disebut dengan auditor lain.

380.6
Komunikasi dengan Komite Audit

05 Langkah apakah yang harus ditempuh oleh auditor utama dalam menjawab
pertanyaan yang diajukan oleh auditor lain sebagaimana disebutkan paragraf 04?

06 Jika auditor utama memutuskan untuk mengacu ke pekerjaan auditor lain,


prosedur apakah yang harus ditempuh oleh auditor utama untuk memperoleh
informasi mengenai cukup atau tidaknya audit yang dilaksanakan oleh auditor lain?

INTERPRETASI

07 Paragraf 10 SA Seksi 543 [PSA No. 38] Bagian Audit Dilaksanakan oleh Auditor
Independen Lain menyebutkan bahwa auditor utama "harus memakai cara-cara
memadai untuk menjamin koordinasi kegiatannya dengan kegiatan auditor lain
dalam upaya untuk m e - re vi ew dengan tepat mengenai hal-hal yang mempengaruhi
pengkonsolidasian atau penggabungan akun-akun di dalam laporan keuangan." Di
samping itu, paragraf l Oc(iv) SA Seksi 543 menyebutkan cara tersebut dapat mencakup
prosedur seperti penentuan melalui komunikasi dengan auditor lain bahwa suatu
review akan dilakukan terhadap hal-hal yang mempengaruhi eliminasi transaksi dan
akun antara perusahaan yang berafiliasi. Oleh karena itu, bila auditor utama meminta
auditor lain untuk melakukan prosedur, auditor utama hares memberikan instruksi
tertentu tentang prosedur yang harus dilaksanakan tersebut, pertimbangan
materialitas untuk tujuan tersebut, dan informasi lain yang mungkin diperlukan dalam
keadaan tersebut. Auditor lain harus melaksanakan prosedur yang diminta sesuai dengan
instruksi yang diberikan oleh auditor utama dan, jika diminta untuk menyerahkan
laporan tertulis, is dapat mengacu ke SA Seksi 622 [PSA No. 51], Laporan Khusus-
Penerapan Prosedur yang Disepakati atas Unsur, Akun, atau Pos suatu Laporan Keuangan.

08 Pertimbangan auditor lain tentang apakah perlu mengajukan pertanyaan


kepada auditor utama didasarkan atas faktor-faktor seperti kesadarannya mengenai
adanya transaksi atau hubungan yang tidak biasa atau kompleks antara komponen
yang diaudit olehnya dan komponen yang diaudit oleh auditor utama, atau atas
pengetahuannya bahwa di masa lalu, telah timbul masalah-masalah yang berkaitan
dengan auditnya, yang hanya diketahui oleh auditor utama saja dan yang tidak
diketahuinya. Jika auditor lain yakin bahwa permintaan keterangan semestinya
dilakukan, is dapat menyerahkan draft laporan keuangan yang diharapkan akan
diterbitkan dan draft laporan auditnya kepada auditor utama dengan tujuan semata-
mata untuk membantu auditor utama agar dapat memberikan jawaban atas pertanyaan
yang diajukan oleh auditor lain. Pengajuan pertanyaan berkaitan dengan transaksi,
penyesuaian, dan masalah lain yang diketahui oleh auditor utama yang memerlukan
penyesuaian terhadap atau pengungkapan dalam laporan keuangan komponen yang
sedang diaudit oleh auditor lain. Auditor lain juga harus mengajukan pertanyaan
mengenai batasan relevan atas lingkup audit yang dilaksanakan oleh auditor utama.

380.7
Standar Profesional Akuntan Publik

09 Permintaan keterangan harus dilakukan dalam bentuk tertulis. Komunikasi tersebut


harus menunjukkan apakah jawaban dikehendaki dalam bentuk tertulis, dan
harus menyebutkan tanggal penerimaan jawaban dari auditor utama yang
diharapkan. Tanggal penerimaan jawaban biasanya mendekati tanggal yang
diharapkan oleh auditor lain. Suatu contoh permintaan keterangan tertulis yang dibuat
oleh auditor lain disajikan berikut ini:

[Auditor yang ditujuJ

Kami sedang mengaudit laporan keuangan [nama klien] tanggal 31 Desember 19X1
dan untuk [periode yang diaudit] dengan tujuan untuk menyatakan pendapat
apakah laporan keuangan tersebut menyajikan secara wajar, dalam semua hal yang
material, posisi keuangan, hasil usaha, dan arus kas [nama klien] sesuai dengan
prinsip akuntansi yang berlaku umum.

Bersama surat ini kami lampirkan draft laporan keuangan tersebut di atas dan draft
laporan audit kami untuk membantu Saudara dalam memberikan jawaban atas
pertanyaan yang kami ajukan. Kami mengharapkan Saudara memberikan jawaban
secara [tertulis] [lisan] atas informasi berikut ini dalam kaitannya dengan
pemeriksaan Saudara yang sedang berjalan atas laporan keuangan konsolidasian
[nama induk perusahaan].
1. Transaksi atau masalah lain (termasuk penyesuaian yang dibuat selama proses
konsolidasi atau yang terjadi pada tanggal jawaban Saudara) yang Saudara
ketahui memerlukan penyesuaian terhadap atau pengungkapan dalam laporan
keuangan [nama klien] yang sedang kami audit.
2. Adanya batasan atas lingkup audit Saudara yang berkaitan dengan laporan
keuangan [nama klien] yang sedang kami audit, atau yang membatasi
Saudara dalam menyediakan informasi yang kami perlukan sesuai dengan
pertanyaan yang kami ajukan kepada Saudara.

Kami mengharapkan jawaban Saudara dapat kami terima pada tanggal menjelang
[tanggal laporan audit auditor lain yang direncanakan].

[Tanda tangan, nama, nomor izin akuntan publik, dan/atau nomor register negara
auditor]

[TanggalJ

10 Auditor utama harus memberikan jawaban segera atas pertanyaan yang


diajukan oleh auditor lain, berdasarkan auditnya, dan jika berlaku, atas hasil pembacaan
terhadap draft laporan keuangan dan laporan yang diterima dari auditor lain. Jawaban
yang diberikan oleh auditor utama dapat berbentuk tertulis atau lisan, sebagaimana
yang diminta oleh auditor

380.8
Komunikasi dengan Komite Audit

lain. Namun, jawaban auditor utama harus berbentuk jawaban tertulis jika berisi
informasi yang dapat berdampak signifikan terhadap audit yang dilaksanakan oleh
auditor lain tersebut.

11 Auditor utama harus menunjukkan tahap penyelesaian auditnya pada


tanggal pemberian jawaban atas pertanyaan yang diajukan oleh auditor lain. Ia juga harus
menunjukkan bahwa tidak ada prosedur audit yang dilaksanakan untuk tujuan
pengidentifikasian masalah-masalah yang tidak akan berakibat terhadap audit dan
laporan auditnya, dan oleh karena itu, tidak semua informasi yang diminta oleh auditor
lain perlu diungkapkan. Jika auditor utama telah menerima draft laporan keuangan yang
sedang diaudit oleh auditor lain dan draft laporan audit auditor tersebut, auditor utama
harus menyatakan bahwa is telah membaca draft tersebut hanya untuk membantu
memberikan jawaban kepada auditor lain.

12 Contoh jawaban tertulis dari auditor utama disajikan berikut ini:

Surat ini kami tulis untuk memberikan jawaban atas permintaan yang Saudara
ajukan kepada kami untuk memberikan informasi tertentu berkaitan dengan
audit Saudara atas laporan keuangan [nama komponen], suatu anak perusahaan,
divisi, cabang atau investasi] [induk perusahaan] untuk tahun yang berakhir pada
[tanggal].

Kami sedang dalam proses pelaksanaan audit atas laporan keuangan konsolidasian
[nama induk perusahaan] untuk tahun yang berakhir pada [tanggal] (namun
pada saat ini audit kami belum selesai kami laksanakan). Tujuan audit kami
adalah untuk memungkinkan kami menyatakan suatu pendapat atas laporan
keuangan konsolidasian [nama induk perusahaan] dan, oleh karena itu, kami
tidak melaksanakan prosedur untuk mengidentifikasi masalah-masalah yang
tidak berdampak terhadap audit atau laporan kami. Namun, terutama untuk
tujuan menjawab pernyataan yang Saudara ajukan, kami telah membaca draft
laporan keuangan [nama komponen] [tanggal] dan untuk [periode audit] serta draft
laporan audit Saudara atas laporan keuangan tersebut, yang Saudara lampirkan
bersama pernyataan Saudara bertanggal [tanggal surat pertanyaan].

Berdasarkan terutama atas pekerjaan yang kami laksanakan sampai dengan


[tanggal] berkaitan dengan audit kami atas laporan keuangan konsolidasian, yang tidak
mengungkapkan semua atau masalah apa pun yang tercakup dalam pertanyaan
yang Saudara ajukan, kami memberitahu Saudara berikut ini:
1. Tidak ada transaksi atau masalah lain (termasuk penyesuaian yang kami
lakukan selama proses konsolidasi atau yang telah kami selesaikan sampai dengan
tanggal ini) yang kami ketahui, yang memerlukan penyesuaian terhadap atau
pengungkapan dalam laporan keuangan [nama komponen] yang sekarang sedang
Saudara audit.
2. Tidak ada pembatasan yang dilakukan oleh [induk perusahaan] atas lingkup
audit kami yang, sepanjang yang kami ketahui, berkaitan dengan laporan keuangan
[nama komponen] yang sedang Saudara audit, yang membatasi kemampuan
kami untuk memberikan informasi yang Saudara perlukan dalam surat Saudara.
380.9
13 Langkah yang harus ditempuh oleh auditor utama dalam memberikan jawaban
pertanyaan yang diajukan oleh auditor lain adalah sebagai berikut:
1. Jawaban auditor utama harus dibuat oleh auditor yang bertanggung jawab
akhir terhadap penugasan audit atas laporan keuangan induk perusahaan.
2. Auditor tersebut harus mengambil langkah-langkah yang dipandang memadai
sesuai dengan keadaan untuk mendapatkan informasi yang berkaitan dengan
masalah-masalah yang diketahuinya berkaitan dengan yang ditanyakan oleh auditor
lain. Sebagai contoh, auditor tersebut harus meminta keterangan kepada asisten
utama7 yang bertanggung jawab atas berbagai aspek penugasan atau is dapat
mengarahkan asisten untuk memberitahu masalah-masalah signifikan yang
diketahuinya selama audit dilaksanakan.
3. Auditor utama tidak diharuskan untuk melaksanakan prosedur apa pun yang
diarahkan untuk mengidentifikasi masalah-masalah yang tidak akan berdampak
terhadap audit atau laporannya.

Jika di antara tanggal jawabannya dengan tanggal penyelesaian auditnya, auditor


utama mengetahui informasi yang seharusnya dimasukkan kedalam jawaban
atas pertanyaan yang diajukan oleh auditor lain, auditor utama harus segera
mengomunikasikan informasi tersebut kepada auditor lain. 8

14 Jika auditor utama memutuskan untuk mengacu ke pekerjaan auditor lain,


pertimbangan auditor utama mengenai lingkup prosedur tambahan, jika ada, yang
harus dilaksanakan dipengaruhi oleh berbagai faktor termasuk pengetahuannya
mengenai kebijakan dan prosedur pengendalian mutu auditor lain yang memberikan
keyakinan memadai mengenai kesesuaian dengan standar auditing yang ditetapkan
Ikatan Akuntan Indonesia. Faktor lain yang dapat dipertimbangkan oleh auditor
dalam memutuskan pengacuan ke pekerjaan auditor lain adalah pengalaman
sebelumnya dengan auditor lain tersebut, materialitas bagian laporan keuangan yang
diaudit oleh auditor lain, pengendalian yang dilakukan oleh auditor utama terhadap
audit yang dilaksanakan oleh auditor lain, dan basil prosedur lain yang
dilaksanakan oleh auditor utama yang dapat menunjukkan diperlukan atau tidaknya
bukti audit tambahan.

TANGGAL BERLAKU EFEKTIF

15 Interpretasi Seksi ini berlaku efektif tanggal 1 Oktober 1994. Penerapan lebih awal
dari tanggal efektif berlakunya aturan dalam Interpretasi ini diizinkan.
7 Lihat SA Seksi 311 [PSA No. 05], Perencanaan dan Supervisi, untuk definisi
"asisten."
8
Lihat SA Seksi 561 [PSA No. 47], Penemuan Kemudian Fakta yangAda Setelah
Tanggal Laporan Auditor, yang berkaitan dengan prosedur yang harus dilaksanakan oleh
auditor lain jika is menerima informasi setelah penerbitan laporan auditnya.

380.10

Anda mungkin juga menyukai