Anda di halaman 1dari 4

MASA KENABIAN

Awal Kenabian

Pada 17 Ramadhan sebelum Hijriah, saat Nabi Muhammad SAW berusia 40 tahun ketika
menerima wahyu pertama kali dari Allah melalui malaikat Jibril di Gua Hira. Wahyu pertama berisi Sural
Al-Alaq. Setelah peristiwa itu, Rasulullah bergegas pulang dan menceritakan kejadian tersebut kepada
Khadijah binti Khuwailid. Khadijah memercayai kisah yang diceritakan Rasulullah, akhirnya dakwah
secara sembunyi dimulai. Beberapa anggota keluarga dekat dan sahabat Rasulullah saw memeluk Islam,
diantaranya : Khadijah binti Khuwailid, Ali bin Abi Thalib, Zaid bin Haritsah bin Syarahil al-Kalbi, dan Abu
Bakar ash-Shiddiq. Mereka inilah orang-orang yang paling dahulu masuk Islam dan dikenal dengan as-
Sabiqun al-Awwalun. Agama Islam lambat laun mulai menyebar ke seantero Makkah melalui hubungan
persaudaraan dan persahabatan. Tak sedikit penduduk Makkah yang masuk Islam pada masa dakwah
secara sembunyi, termasuk beberapa budak. Salah satunya Bilal bin Rabah al-Habsyi.

Dakwah Terbuka

Setelah 3 tahun menjalani dakwah secara sembunyi, Allah menurunkan firman-Nya kepada
Rasulullah saw untuk melakukan dakwah terbuka melalui Surah al-Hijr ayat 94 dan surah asy-Syuara
ayat 214. Rasulullah saw segera mengajak anggota keluarga terdekat beliau, Bani Hasyim untuk
memeluk Islam, ajakan ini disambut gembira oleh paman beliau; Abu Thalib dan sebaliknya ditentang
oleh Abu Lahab. Rasulullah berkhutnah di Bukit Shafa mengajak seluruh kaum di segenap pelosok negeri
untuk memeluk Islam. Fase- fase dakwah Islam mulai memasuki tahapan berat, berbagai rintangan dan
hadangan datang bagai gelombang. Hinaan, cacian hingga terror fisik menjadi teman akrab Rasuullah
saw dan para sahabat.

Hijrah ke Habasyah

Para pengikut Nabi saw kerap disiksa, itu terjadi padapertengahan tahun ke-5 masa kenabian.
Akhirnya, Rasulullah saw memutuskan menghijrahkan kaum Muslim ke Habasyah. Rombongan hijrah ini
dipimpin oleh Utsman bin Affan dan istrinya Ruqayyah binti Rasulullah saw , Jafar bin Abu Thalib,
Abdurrahman bin Auf dan Ummu Habibah binti Abi Sufyab. Habasyah adalah sebuah negeri di Afrika
yang penduduknya beragama Nasrani. Disana terdapat seorang raja yang arif dan bijak ; tak bersikap
zalim bernama Ashimah an-Najasyi. Selama disana, kaum Muslim hidup dengan bekerja keras tanpa
mengharapkan belas kasih orang lain dengan membuat kerajinan dari kulit yang disukai penduduk
Habasyah. Hijrah pertama ke Habasyah dianggap sukses maka Rasulullah saw mengutus rombongan
hijrah kedua dengan jumlah lebih besar, terdiri atas 83 laki-laki dan 18 wanita.

Boikot Terhadap Kaum Muslim

Kondisi kaum Muslim semakin solid terlebih dengan masuknya Islam Umar bin Khattab dan
Hamzah. Dakwah Islam kian berkembang dan membuat kaum Quraisy semakin khawatir hingga mereka
merencanakan melakukan boikot dan memutuskan hubungan dengan Bani Hasyim dan Bani al-
Muthallib yang tetap membela Rasulullah saw. Pemboikotan ini berlangsung selama 3 tahun di
perkampungan Abu Thalib yang mana membuat kondisi kaum Muslim menderita karena hal itu.
Tahun Dukacita

Dua peristiwa yang menyesakkan dada Rasulullah saat berusia 49 tahun. Pertama, meninggalnya
Abu Thalib ; paman yang selalu setia dan tegar melindungi beliau. Abu Thalib meninggal karena jatuh
sakit setelah pemboikotan Islam di perkampungan Abu Thalib. Enam bulan setelah keluar dari
perkampungannya, Abu Thalib wafat. Kedua, meninggalnya Khadijah ; istri beliau yang hanya berselang
3 bulan setelah wafatnya Abu Thalib.

Hijrah ke Madinah

Kaum Quraisy semakin mengancam keselamatan kaum muslim hingga akhirnya Rasulullah
memutuskan untuk hijrah ke Madinah. Kaum Quraisy berencana membunuh rasulullah saw dengan
mengepung kediaman beliau namun tidak berhasil karena Allah SWT menyelamatkan beliau. Rasulullah
mengelabui kaum Quraisy dengan meninggalkan Ali bin Abi Thalib ditempat tidur beliau. Rasulullah
bersembunyi dengan Abu bakar di Gua Tsur dan melanjutkan perjalanan ke Madinah menyusul kaum
Muslim yang berangkat lebih dahulu.

Baiat Aqabah

Baiat aqabah pertama terjadi pada tahun ke-12 kenabian. Ada 12 penduduk Madinah yang di
baiat untuk selalu mendengar dan taat kepada Allah dan rasul-Nya. Baiat aqabah kedua terjadi pada
tahun ke-13 kenabian, terdapat 73 laki-laki dan 2 wanita yang di baiat untuk melindungi dan
mendukung rasulullah saw dari kaum musyrik.

Isra Miraj

Rasulullah diperjalankan pada malam hari dari Masjid al-Haram ke Masjid al-Aqsa kemudian
dinaikkan ke beberapa langit yang tinggi untuk menerima perintah shalat dari Allah swt pada malam itu
juga, beliau kembali ke Makkah.

Ke Thaif

Perjuangan dakwah rasulullah saw bersama Zaid bin Haritsah setelah mendapat perlawanan
hebat oleh kaum Quraisy di Makkah. Perlakuan penduduk Thaif yang tak jauh beda dari kaum Quraisy
yang menolak ajakan rasulullah saw. Mereka menyuruh anak-anak muda untuk melempari rasulullah
saw dengan batu hingga kedua kakinya berdarah. Akhirnya beliau kembali ke Makkah.
PERIODE MADINAH
Awal Peradaban Islam

Rasulullah mengusung taktik strategis sebagai awal peradaban Islam :

1. Membangun Majid Nabawi di Madinah sebagai pusat aktivitas masyarakat. Setelah 12 hari,
Masjid Nabawi akhirnya rampung dan beliau memerintahkan untuk azan. Azan dikumandangkan
sebanyak lima kali sehari.
2. Mempersaudarakan kaum Muhajirin dan Anshar agar saling membantu dan saling mewarisi
walaupun tidak punya hubungan darah. Persaudaraan ini dilakukan agar fanatisme Jahiliyah
luntur, perbedaan nasab, warna kulit, dan Negara menjadi sirna.
3. Membuat Piagam Madinah yang isinya termasuk perjanjian dengan pihak Yahudi

Izin Perang

Kaum musyrik kerap melanggar Piagam Madinah maka Allah mengizinkan berperang untuk
memberantas pelanggaran yang terjadi. Perang Badar Kubra menjadi perang pertama yang dilakukan
kaum Muslim. Pada perang ini Abu Jahal terbunuh dan kemenangan dari perang ini membuat banyak
manusia memeluk Islam. Pada perang ini juga anak Rasulullah, Ruqayyah meninggal dunia ketika
ayahandanya belum pulang dari medan perang.

Ujian di Uhud

Kekalahan kaum Muslim saat Perang Uhud dikarenakan pasukan pemanah di bukit tergoda
ghanimah (harta rampasan perang). Sebanyak 40 orang pemanah turun dari bukit untuk mengambo
ghanimah dan tersisa 10 orang pasukan pemanah yang akhirnya dibunuk oleh kibasan pedang milik
Khalid bin Walid. Pada peperangan ini Hamzah mati syahid ditangan seorang budak Hindun (istri Abu
Sufyan) bernama Wahsyi. Kaum musyrik berhasil membalas kekalahan yang mereka derita di Perang
Badar Kubra

Mengusir Yahudi Madinah

Sikap tegas Rasulullah saw pada kelompok Yahudi yang selalu melanggar Piagam Madinah.
Mereka adalah Yahudi Bani Nadhir dan Bani Qainuqa.

Koalisi Musyrikin

Kaum musyrik yang terdiri dari kabilah-kabilah Arab berkoalisi melawan kaum Muslim setelah dihasut
oleh seorang Yahudi bernama Huyai bin Akhthab. Kaum Muslim membangun parit yang mengelilingi
Madinah untuk membendung serangan mereka

Tahun Diplomasi

Ada dua diplomasi penting yang dilakukann Rasulullah saw. Pertama, membuat perjanjian dengan kaum
Quraisy yang dikenal dengan Perjanjian Hudaibiyah. Setelah kekalahan kaum Quraisy di Perang
Khandaq, kekuatan fisik dan mental kaum Quraisy anjlok. Kabilah-kabilah yang memusuhi kaum Muslim
tidal bisa lagi melakukan intervensi. Perjanjian Hidaibiyah adalah gencatan senjata yang membuat orang
Quraisy bersikap netral dan membuat wilayah Arab taka da lagi konflik. Perjanjian ini memiliki dampak
besar terhadap keberlangsungan dakwah. Beberapa tokohkunci kaum Quraisy sukarela memeluk Islam
Mereka adalah Amr bin Ash, Khalid bin Walid, dan Utsman bin Thalhah. Mereka dibaiat Rasulullah saw
untuk membela Islam. Kedua, melakukan korespondensi dengan para penguasa di luar Jazirah Arab dan
mengajak mereka memeluk Islam.

Berkuasa Mutlak

Pada masa ini Rasulullah saw focus membersihkan kaum Yahudi dari Madinah yang terus
merongrong pemerintahan Islam. Setelah itu, Rasulullah saw menangani kaum Yahudi yang berada di
luar Madinah.

Pembebasan Makkah

Salah satu pasal perjanjian Hubaidiyah dilanggar kaum Quraisy. Perang pun diumumkan
Rasulullah saw. Bersama kaum Muslim beliau berangkat ke Makkah. Pada saat ini, Abu Sufyan memeluk
Islam. Setelah sekitar satu dasawarsa Rasulullah diusir oleh kaum Quraisy akhirnya beliau dan
rombongan pasukan kaum muslim lainnya menginjakkan kaki, tanah kelahiran yang menjadi
perjuangannya. Rasulullah memasuki kota Makkah dengan tawadhu tanpa kesombongan. Beliau
memerintahkan para sahabat memasuki kota Makkah dari berbagai arah. Ini adalah strategi Rasulullah
saw yang bijaksana, karena itu para penduduk Makkah tidak memiliki kesempatan untuk melancarkan
serangan.

Setelah memasuki Makkah, Rasulullah mmasuki Masjid al-Haram dan melakukan thawaf dan
memerintahkan Utsman bin Thalhah untuk menyingkirkan dan menghancurkan ratusan berhala yang
berada dalam Kabah. Kemudian Rasulullah saw shalat dua rakaat di dalam Kabah dan mengelilingi
ruangan Kabah setelahnya dengan memuji keesaan Allah. Setelah keluar dari Kabah, Rasulullah
berkhutbah dihadapan orang-orang Quraisy yang menyelimuti Masjid al-Haram untuk melihat apa yang
akan dilakukan beliau. Setelah khutbah, Rasulullah memberikan kunci-kunci Kabah kepada Utsman bin
Thalhah. Saat shalat pun tiba dan rasulullah saw memerintahkan Bilal untuk mengumandangkan azan di
Kabah. Rasulullah shalat kemenangan, yang diyakini shalat dhuha delapan rakaat.

Setelah membebaskan Makkah, Rasulullah memintakan ampunan untuk kaum Quraisy dan
membebaskan mereka. Sikap ini hanya dimiliki seorang utusan mulia yang dengan dakwahnya tidak
ingin meraih jabatan maupun kekuasaan.

Pada hari itu pula, rasulullah saw membuat keputusan penting, yaitu memerintahkan
pasukannya mengeksekusi Sembilan tokoh Quraisy yakni Abdul Uzza bin Khathal, Abdullah bin Abi Sarh,
Ikrimah bin Abi Jahal, al-Harits bin Nufail bin Wahb, Miqyas bin Shubabah, Hubbar bin al-Aswad, dua
penyanyi milik Abdul Uzza bin Khathak yang syair-syairnya selalu mencela Rasulullah, dan Sarah serta
budan Bani Abdul Muthalib yang membawa surat Hathib bin Abi Baltahaah.