Anda di halaman 1dari 13

HORMON PADA MANUSIA

Makalah
Disusun untuk Memenuhi Tugas Pribadi Biokimia

Oleh:
Bayu Permana ( G2A215012 )

PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN LINTAS JALUR


FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN DAN KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SEMARANG
TAHUN AJARAN 2015/2016
BAB I

PEMBAHASAN

1. Sistem Hormon

Asal kata hormon dari bahasa Yunani yakni hormaen yang berarti

menggerakkan. Hormon merupakan suatu zat yang dihasilkan oleh suatu bagian

dalam tubuh. Organ yang berperan dalam sekresi hormon dinamakan kelenjar

endokrin. Disebut demikian karena hormon yang disekresikan diedarkan ke

seluruh tubuh oleh darah dan tanpa melewati saluran khusus. Di pihak lain,

terdapat pula kelenjar eksokrin yang mengedarkan hasil sekresinya melalui

saluran khusus. Hormon adalah zat kimia dalam bentuk senyawa organic yang

dihasilkan oleh kelenjar endokrin. Hormon mengatur aktivitas seperti :

metabolisme, reproduksi, pertumbuhan, dan perkembangan. Hormon mengatur

aktivitas seperti metabolisme, reproduksi, pertumbuhan dan perkembangan.

Pengaruh hormon dapat terjadi dalam beberapa detik, hari, minggu, bulan, dan

bahkan beberapa tahun. Walaupun jumlah yang diperlukan sedikit, namun

keberadaan hormon dalam tubuh sangatlah penting. Ini dapat diketahui dari

fungsinya yang berperan antara lain dalam proses pertumbuhan dan

perkembangan tubuh, proses reproduksi, metabolisme zat, dan lain sebagainya.


2. Jenis-Jenis Kelenjar Hormon dan Hormon yang Dihasilkan

a. Kelenjar Hipotalamus

Kelenjar hipotalamus terletak di bawah otak besar dan berperan dalam

koordinasi sistem saraf dan sistem endokrin dalam tubuh. Pada kelenjar

hipotalamus terdapat sel-sel khusus yang menghasilkan hormone

pelepas/pembebas dan hormone penghambat. Hormon pelepas bekerja

menggiatkan kelenjar hipofisis untuk menghasilkan hormone, sedangkan

hormone penghambat bekerja dengan cara menghambat kelenjar hipofisis

untuk mensekresikan hormone. Contoh hormon pelepas antara lain TRH

(thyroid releasing hormone) dan GnRH (gonadotrofin releasing hormone).

TRH akan memacu pengeluaran TSH dikelenjar Tiroid, sedangkan GnRH

memacu kelenjar hipofisis anterior mengeluarkan FSH (fiollicle stimulating

hormone) dan LH (luteinizing hormone).

b. Kelenjar Hipofisis

Kelenjar Hipofisis ini terletak pada lekukan tulang selatursika di bagian tulang

baji dan menghasilkan bermacam-macam hormon yang mengatur kegiatan

kelenjar lainnya. Oleh karena itu kelenjar hipofisis disebut master gland.

Kelenjar hipofisis dibagi menjadi tiga bagian, yaitu:


1. Kelenjar anterior hipofisis

Kelenjar anterior hipofisis merupakan penghasil hormon yang paling

beragam dan memengaruhi bermacam-macam organ. Hormon yang

dihasilkan yaitu terdapat pada table dibawah ini:

No Hormon Fungsi

1 Hormon Pertumbuhan sel dan anabolisme protein


Somatrotof

2 Hormon Tiroid Mengontrol sekresi hormone oleh kelenjar


(TSH) tiroid

3 Hormon Mengontrol sekresi beberapa hormone oleh


Adrenokortikotro korteks adrenal
pik (ACTH)

4 Follicle a. Pada wanita : merangsang perkembangan


Stimulating folikel pada ovarium dan sekresi estrogen
Hormon (FSH) b. Pada testis : menstimulasi testis untuk

mengstimulasi sperma

5 Luteinizing a. Pada Wanita : bersama dengan estrogen


hormone (LH) menstimulasi ovulasi dan pembentukan
progesterone oleh korpus luteum

b. Pada pria : menstimulasi sel sel interstitial


pada testis untuk berkembang dan
menghasilkan testoteron

6 Prolaktin Membantu kelahiran dan memelihara sekresi


susu oleh kelenjar susu
2. Kelenjar posterior hipofisis

Hormon yang dihasilkan yaitu:

No. Hormon Fungsi

1 Oksitosin Menstimulasi kontraksi otot polos pada rahim


wanita selama proses melahirkan

2 Hormon ADH Menurunkan volume urine dan meningkatkan


tekanan darah dengan cara menyempitkan
pembuluh darah

3. Kelenjar intermediet hipofisis

Hormon yang dihasilkan yaitu:

No. Hormon Fungsi

1 Melanocyte stimulating Mempengaruhi warna kulit individu


hormon (MSH)

c. Kelenjar gondok (kelenjar tiroid)

Kelenjar gondok merupakan Kelenjar yang terdapat di leher bagian depan

di sebelah bawah jakun dan terdiri dari dua buah lobus. Kelenjar tiroid

menghasilkan dua macam hormon yaitu tiroksin (T4) dan Triiodontironin (T3).

Hormon ini dibuat di folikel jaringan tiroid dari asam amino (tiroksin) yang

mengandung yodium. Yodium secara aktif di akumulasi oleh kelenjar tiroid dari

darah. Oleh sebab itu kekurangan yodium dalam makanan dalam jangka waktu
yang lama mengakibatkan pembesaran kelenjar gondok hingga 15 kali. Hormon

yang dihasilkan yaitu:

No. Hormon Fungsi

1 Tiroksin Mengatur metabolisme, pertumbuhan, perkembangan,


dan kegiatan system saraf

2. Triiodontironin Mengatur metabolisme, pertumbuhan, perkembangan


dan kegiatan sistem saraf

3. Kalsitonin Menurunkan kadar kalsium dalam darah dengan cara


mempercepat absorpsi kalsium oleh tulang.

d. Kelenjar Anak Gondok ( Paratiroid )

Kelenjar Paratiroid (kelenjar anak gondok) terletak disetiap sisi kelenjar

tiroid yang terdapat di dalam leher, kelenjar ini berjumlah 4 buah yang bersusun

berpasangan yang menghasilkan hormon pada tiroksin. Masing-masing melekat

pada bagian belakang kelenjar tiroid, kelenjar ini menghasilkan hormon yang

berfungsi mengatur kadar kalsium dan fosfor di dalam tubuh . Fungsi umum

kelenjar paratiroid adalah:

1. Mengatur metabolisme fosfor

2. Mengatur kadar kalsium darah


e. Kelenjar Timus

Kelenjar ini merupakan kelenjar yang mmenghasilkan hormon timosin

yang berfungsi untuk merangsang limfosi. Terletak di sepanjang rongga trachea di

rongga dada bagian atas. Timus membesar sewaktu pubertas dan mengacil setelah

dewasa. Kelenjar ini merupakan kelenjar penimbunan hormon somatotrof atau

hormon pertumbuhan dan setelah dewasa tidak berfungsi lagi.

f. Kelenjar Langerhans (kelenjar Pankreas)

Kelenjar pankreas merupakan sekelompok sel yang terletak pada

pankreas, sehingga dikenal dengan pulau pulau Langerhans. Kelenjar pankreas

menghasilkan hormon insulin dan glukagon. Insulin mempermudah gerakan

glukosa dari darah menuju ke sel sel tubuh menembus membrane sel. Di dalam

otot glukosa dimetabolisasi dan disimpan dalam bentuk cadangan. Di sel hati,

insulin mempercepat proses pembentukan glikogen (glikogenesis) dan

pembentukan lemak (lipogenesis). Kadar glukosa yang tinggi dalam darah

merupakan rangsangan untuk mensekresikan insulin. Sebaliknya glukogen

bekerja secara berlawanan terhadap insulin.

Peningkatan glukosa darah diatas titik pasang (sekitar 90mg/100ml pada

manusia) merangsang pankreas untuk mensekresi insulin, yang memicu sel sel

targetnya untuk mengambil kelebihan glukosa dari darah. Ketika kelebihan itu

telah dikeluarkan atau ketika konsentrasi glukosa turun dibawah titik pasang,
maka pankreas akan merespons dengan cara mensekresikan glukagon, yang

mempengaruhi hati untuk menaikkan kadar glukosa darah.

g. Kelenjar anak ginjal ( Kelenjar Adrenal )

Kelenjar anak ginjal merupakan dua struktur kecil yang terletak di atas

ginjal dan dan banyak mengandung darah. Baik secara anatomi maupun secara

fungsional, kelenjar ini terdiiri atas dua bagian yang berbeda. Bagian luar disebut

korteks adrenal dan bagian dalam disebut medulla adrenal. Berbentuk seperti bola

atau topi terletak di atas ginjal. Hormon dari kelenjar anak ginjal dan fungsinya :

No. Hormon Fungsi

1 Bagian korteks adrenal Mengontol metabolisme ion anorganik

a. Mineralokortikoid Mengontrol metabolisme glukosa


b. Glukokortikoid

2 Bagian Medula Adrenal Kedua hormon tersebut bekerja sama dalam

Adrenalin (epinefrin) hal berikut:


dan noradrenalin dilatasi bronkiolus
vasokonstriksi pada arteri
vasodilatasi pembuluh darah otak dan otot
mengubah glikogen menjadi glukosa
dalam hati
gerak peristaltik
bersama insulin mengatur kadar gula
darah
h. Kelenjar kelamin

1. Ovarium

Merupakan kelenjar kelamin wanita yang berfungsi menghasilkan sel telur,

hormone estrogen dan hormone progesterone. Sekresi estrogen dihasilkan

oleh folikel de Graaf dan dirangsang oleh FSH. Estrogen berfungsi

menimbulkan dan mempertahankan tanda tanda kelamin sekunder pada

wanita, misalnya perkembangan pinggul, payudara, serta kulit menjadi halus.

Progesteron dihasilkan oleh korpus luteum dan dirangsang oleh LH.

Progesteron berfungsi mempersiapkan dinding uterus agar dapat menerima sel

telur yang sudah dibuahi.

2. Testis

Testis mensekresikan hormon testosterone yang berfungsi merangsang

pematangan sperma (spermatogenesisi) dan pembentukan tanda tanda

kelamin pria, misalnya pertumbuhan kumis, janggut, bulu dada, jakun, dan

membesarnya suara. Sekresi hormon tersebut dirangsang oleh ICTH yang

dihasilkan oleh hipofisis bagian anterior. Sewaktu pubertas, hipofisis anterior

memproduksi gonadotrofin, yaitu hormone FSH dan LH. Sekresi kedua

hormone ini dipengaruhi oleh GnRF (Gonadotropin Releasing Factor) yang

berasal dari hipotalamus.


3. Penyakit akibat kekurangan hormon dan tanda tandanya

a. Hormon Hipofisis

1. Dwarfisme ( penyakit kekurangan hormon pertumbuhan ). Ciri cirinya

penderita tampak bertumbuh pendek ( hanya sekitar 1 meter bahkan

kurang dari 1 meter ) tapi tetap memiliki proporsi tubuh yang normal

2. Gigantisme ( Kelebihan hormon pertumbuhan ). Ciri cirinya terjadi

pertumbuhan berlebihan bahkan dapat sampi mencapai 8 kaki ( terjadi

pada masa kanak kanak ).

3. Akromegali ( Kelebihan hormon pertumbuhan yang terjadi saat dewasa,

pendertia mengalami pembesaran rahang dan tulang wajah dan kulit

bertambah tebal ).

b. Hormon Tiroid

1. Grave disease/morbus basedow ( kelebihan hormon tiroid ). Ciri cirinya

penderita mengalami metabolism yang meningkat, penderita cenderung

bertambah kurus walaupun disaat yang sama penderita memiliki nafsu

makan yang meningkat , keringat berlebih, denyut nadi yang cepat, tidak

tahan panas, dan dapat ditemukan penonjolan bola mata,

2. Kretinisme kerdil ( Terjadi pada anak anak. Penderita tidak dapat

mencapai pertumbuhan fisik dan mental yang normal ).

3. Mix Oedema / miksadema ( Penyakit kekurangan hormon tiroid yang

terjadi pada orang dewasa. Ciri cirri nya metabolism rendah, berat badan

berlebihan, bentuk badan menjadi kasar, dan rambut rontok ).


4. Strauma ( Pembengkakan kelenjar tiroid yang disebabkan kekurangan

yodium ).

c. Hormon Paratiroid

1. Hiperparathormon ( Kelebihan sekresi hormon paratiroid dapat

menyebabkan kelainan tulang. Kelainan tulang tersebut seperti tulang

rapuh, bentuk abnormal, dan mudah patah, kelebihan kalsium yang

disekresikan dalam air seni bersama ion fosfat dapat menyebabkan batu

ginjal ).

2. Hipoparathormon ( Kekurangan hormon paratiroid dapat menyebabkan

terjadinya gejala kekejangan otot, hilangnya kesadaran akibat kejang,

malformasi gigi, mempengaruhi enamel dna akar gigi, gangguan fungsi

ginjal, aritmia jantung, gagal jantung ).

d. Hormon Kelenjar Adrenal

1. Cushings syndrome ( Penyakit yang disebabkan kelebihan hormon

kelenjar adrenal. Penderita mengalami peningkatan tekanan darah, gula

darah akibat pengeluaran hormon kortisol yang berlebihan. Gejala yang

tampak berupa otot otot tubuh mengecil dan menjadi lemah,

osteoporosis, luka sulit tembus, gangguan mental ).

2. Addisons disease ( penyakit yang disebabkan karena kekurangan hormon

kelenjar adrenal. Gejala berupa hipoglikemia, gangguan pembentukan

glukosa oleh jaringan, penurunan kadar glikogen di liver yang menjadi


cadangan glukosa dalam tubuh, pengeluaran cairan yang berlebihan di

ginjal, dehidrasi, penurunan tekanan darah, shock ).

e. Hormon Kelenjar Pankreas

1. DM Tipe I

Penyakit ini sepenuhnya bergantung dengan insulin, penyakit ini sering

didapatkan pada anak anak atau dewasa muda. Pengobatan dengan

mengganti insulin sesuai dengan jumlah yang diperlukan.

2. DM Tipe II

Pada penyakit ini insulin diproduksi dalam jumlah memadai tatapi

terdapat gangguan dalam mekanisme kerjanya. Faktor resiko penyakit ini

seperti riwayat keluarga dengan DM dan obesitas.

f. Hormon Kelenjar Gonad

Terjadinya gangguan atau kelainan kelenjar gonad dapat mengakibatkan

terganggunya reproduksi manusia.


DAFTAR PUSTAKA

Campbell, N.A dkk.( 2007),Biology Third. Jakarta : Erlangga.


Anonim. Makalah hormon pertumbuhan 3, tersedia dalam
http://www.slideshare.net/AanDuisterLeven/makalah-hormon-pertumbuhan-
3 [ Diakses tanggal 25 Desember 2015 ]
Satria Herpratama. Makalah Hormon Academia.edu tersedia dalam
http://www.slideshare.net/FaridaLz/hormon-15540938?from_action=save
[Diakses tanggal 25 Desember 1993]