Anda di halaman 1dari 3

Kode Etik -- Global ---Code of Ethics ---IESBA (International Ethics Standards Boards For

Accountants)

Kode Etik--Nasional---Kode Etik Profesi Akuntan Publik---IAPI (Ikatan Akuntan Publik


Indonesia)

Ciri istimewa profesi akuntansi ialah pengakuan akan tanggungjawab untuk bertindak atas nama
kepentingan umum. Oleh karenanya, tanggungjawab akuntan profesional tidaklah semata-mata
memuaskan kebutuhan klien atau pegawainya.

Bagian A : Fundamental Principles etika profesi akuntansi

(General Application of the Code)

Bagian B : Fundamental Principles untuk akuntan publik

(Professional Accountants in Public Practice)

Bagian C : Fundamental Principles untuk akuntan internal

(Professional Accountants in Business)

Fundamental Principles yang menjadi kerangka konseptual yang wajib diterapkan akuntan ketika :

Mengidentifikasi ancaman (threats) terhadap kepatuhan atas prinsip-prinsip dasar

Mengevaluasi seberapa signifikannya ancaman yang diidentifikasi (threats identified)

Melakukan pengamanan (safeguards) untuk mengeliminasi atau menekan ancaman


(threats) ke tingkat yang dapat diterima (acceptable level)

Fundamental Principles in Code Of Ethics :

Integrity

Objectivity

Professional Competence and Due care

Confidentiality

Professional Behavior

Code Of Ethics membagi threats ke dalam 5 kategori :

Self interest threat ---Ancaman terhadap kepentingan pribadi

Self review threat---Ancaman akibat mereviu pekerjaan sendiri

Advocacy threat---Ancaman berkenaan dengan nasihat yang diberikan

Familiarity Threat---Ancaman akibat kedekatan


Intimidation Threat----Ancaman Intimidasi

Penangkal terhadap threats disebut Safeguards

Safeguards ditetapkan oleh profesi akuntan, oleh undang-undang, oleh KAP atau entitas itu sendiri

Contoh Safeguards :

1. Persyaratan mengenai jenjang pendidikan, jenis dan jumlah pelatihan, serta jenis dan
lamanya pengalaman, ketika akan memasuki profesi

2. Persyaratan mengenai pengembangan profesional berkelanjutan, di Indonesia, disingkat PPL


(Pendidikan Profesi Berkelanjutan)

3. Peraturan tentang tata kelola perusahaan (corporate governance regulation)

4. Standar profesi

5. Prosedur pemantauan dan prosedur disiplin profesi

6. Reviu oleh pihak eksternal atas laporan keuangan, komunikasi atau informasi yang
dihasilkan akuntan

7. Sistem Keluhan (complaint system) yang efektif

8. Kewajiban melaporkan pelanggaran terhadap ketentuan etika profesi

Faktor-faktor yang relevan dalam proses Penyelesaian pelanggaran etika (ethical conflict resolution) :

Fakta-fakta yang relevan

Butir-butir etika yang dipermasalahkan

Potensi pelanggaran terhadap prinsip dasar yang mana

Apa prosedur internal yang ada untuk konflik seperti ini

Tindakan apa saja yang bisa diambil

Jika Konflik tetap tidak terselesaikan, akuntan profesional perlu berkonsultasi untuk membantunya
mencari penyelesaian ;

Orang-orang tertentu di KAP-nya

Entitas yang mempekerjakannya

Lembaga atau badan yang relevan tanpa melanggar prinsip konfidensialitas karena dilakukan
tanpa menyebut nama-nama pihak yang terkait (anonymous basis) atau dengan penasihat di
bawah perlindungan hukum.

Jika Konflik tetap tidak terselesaikan setelah melakukan berbagai upaya penyelesaian, akuntan
profesional wajib menentukan apakah ia :
Mengundurkan diri dari anggota tim atau penugasan tersebut

Mundur dari klien yang bersangkutan

Mundur dari entitas yang mempekerjakannya

Kode Etik Ikatan Akuntan Indonesia terdiri dari tiga bagian:


1. Prinsip Etika : Prinsip Etika memberikan kerangka dasar bagi Aturan Etika, yang
mengatur pelaksanaan pemberian jasa profesional oleh anggota. Prinsip Etika
disahkan oleh Kongres dan berlaku bagi seluruh anggota,
2. Aturan Etika : Aturan Etika disahkan oleh Rapat Anggota Himpunan dan hanya
mengikat anggota Himpunan yang bersangkutan.
3. Interpretasi Aturan Etika : Interpretasi Aturan Etika merupakan interpretasi yang
dikeluarkan oleh Badan yang dibentuk oleh Himpunan setelah memperhatikan
tanggapan dari anggota, dan pihak-pihak berkepentingan lainnya, sebagai panduan
dalam penerapan Aturan Etika, tanpa dimaksudkan untuk membatasi lingkup dan
penerapannya