Anda di halaman 1dari 12

CORPORATE GOVERNANCE (CG)

Corporate Social Responsibility, Peranan Investor Insitusional, Investor


Asing, Kreditur

KELOMPOK 9

1. Ida Ayu Made Widiantari (1415351192)


2. Putu Intan Trisna Dewi (1415351206)
3. Kadek Dwi Apriyantari (1415351209)

Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Universitas Udayana

2017
A. PENGERTIAN CORPORATE SOSIAL RESPONSIBILITY
Walaupun konsep CSR dewasa ini sangat popular, namun belum dijumpai keseragaman
dalam mendefinisikan konsep CSR. Istilah CSR diperkenalkan pertama kali dalam tulisan Social
Responsibility of the Bussinessman tahun 1953. CSR digagas Howard Rothman Browen untuk
mengeleminasi keresahan dunia bisnis. CSR adalah sebuah pendekatan dimana perusahaan
menintregasikan kepedulian sosial dalam operasi bisnis mereka. CSR bisa dikatakan komitmen
yang berkesinambungan dari kalangan bisnis, untuk berprilaku seraya meningkatkan kualitas
kehidupan dari karyawan dan keluarganya, serta komunitas lokal dan masyarakat luas pada
umumnya. Dalam interaksi dengan para pemangku kepentingan (stakeholder) berdasarkan
prinsip kesukarelaan dan kemitraan.
Dibawah ini beberapa definisi yang dikutip beberapa ahli, yaitu sebagai berikut :
a. World Business Council for Sustainable Development (WBCSD) dalam publikasinya
Making Good Business Sense mendefinisikan CSR atau Tanggung Jawab Sosial
Perusahaan, sebagai:Continuing commitment by business to be have ethically and
contribute to economic development while improving the quality of life of the workface
and their families as well as of the local community and society at large. (Maksudnya
adalah komitmen dunia usaha untuk terus menerus bertindak secara etis, beroperasi
secara legal dan berkontribusi untuk peningkatan ekonomi, bersamaan dengan
peningkatan kualitas hidup dari karyawan dan keluarganya sekaligus juga peningkatan
kualitas komunitas lokal dan masyarakat secara lebih luas.)
b. Masyarakat Uni Eropa (European Commission) memberikan pengertian CSR yaitu : "A
concept where by companies decide voluntarily to contribute to a better society and a
cleaner environment. A concept where by companies integrate social and environmental
concerns in their business operations and in their interaction with their stakeholders on
a voluntary basis".(Artinya suatu konsep dimana perusahaan memutuskan secara
sukarela untuk memberikankontribusi yang lebih baik kepada masyarakat dan lingkungan
yang bersih.Suatu konsep dimana perusahaan mengintegrasikan kepedulian sosial dan
lingkungan dalam operasi bisnis mereka dan dalam interaksi mereka dengan para pihak
yang berkepentingan secara sukarela.)
c. Magnan & Farrel (2004) yang mendefinisikan Corporate Social Responsibility (CSR)
sebagai: A business acts in socially resposible manner when its decision and account for
and balance diverse stakeholders interest.(suatu bisnis dikatakan telah melaksanakan
tanggungjawab sosialnya jika keputusan-keputusan yang diambil telah
mempertimbangkan keseimbangan antar berbagai pemangku kepentingan yang berbeda-
beda.)
d. A.B. Susanto ,mendefinisikan CSR sebagai tanggungjawab perusahaan baik ke dalam
maupun ke luar perusahaan. Tanggungjawab ke dalam diarahkan kepada pemegang
saham dan karyawan dalam wujud profitabilitas dan pertumbuhan perusahaan, sedangkan
tanggungjawab ke luar dikaitkan dengan peran perusahaan sebagai pembayar pajak dan
penyedia lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan dan kompetensi masyarakat, serta
memelihara lingkungan bagi generasi mendatang.
e. Elkington mengemukakan bahwa tanggaungjawab social perusahaan mencakup tiga
dimensi, yang lebih popular dengan singkatan 3P, yaitu: mencapai keuntungan (profit)
bagi perusahaan, memberdayakan masyarakat (people), dan memelihara kelestarian alam
(planet).
f. Kotler dan Nancy CSR didefinisikan sebagai komitmen perusahaan untuk meningkatkan
kesejahteraan komunitas melalui praktik bisnis yang baik dan mengkontribusikan
sebagian sumber daya perusahaan.
g. CSR Forum, CSR didefinisikan sebagai bisnis yang dilakukan secara transparan dan
terbuka serta berdasarkan pada nilai-nilai moral dan menjunjung tinggi rasa hormat
kepada karyawan, komunitas dan lingkungan

Berdasarkan dari konsep 3P yang dikemukakan Elkington, konsep CSR sebenarnya ingin
memadukan 3 fungsi perusahaan secara seimbang yaitu :
a. Fungsi ekonomis. Fungsi ini merupakan tradisional perusahaan, yaitu untuk memperoleh
keuntungan (profit) bagi perusahaan.
b. Fungsi sosial. Perusahaan menjalankan fungsi ini melalui pemberdayaan manusianya,
yaitu para pemangku kepentingan (people) baik pemangku kepentingan primer maupun
pemangku kepentingan sekunder. Selain itu, melalui fungsi ini perusahaan berperan
menjaga keadilan dalam membagi manfaat dan menanggung beban yang ditimbulkan dari
aktivitas perusahaan.
c. Fungsi alamiah. Perusahaan berperan dalam menjaga kelestarian alam (planet).
Perusahaan hanya merupakan salah satu elemen dalam sistem kehidupan bumi ini. Bila
bumi ini rusak maka seluruh bentuk kehidupan dibumi ini terancam musnah.

B. PROGRAM CSR
Menurut philips Kotler, 6 Program ini adalah langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk
mencapai tujuan CSR, yaitu :
1) Cause Promotions
Perusahaan menyediakan sejumlah dana atau kontribusi lainnya atau menggelar
sebuah kegiatan dengan tujuan membantu meningkatkan awareness masyarakat dalam
suatu program CSR. Contoh untuk hal ini mungkin adalah Body Shop. Melalui
produknya dan promotion/marketing kit-nya, mereka tak henti-hentinya menghimbau
masyarakat untuk menentang tes obat dan kosmetik terhadap binatang, menjaga
kelestarian alam dan isyu lingkungan lainnya.
2) Cause-Related Marketing
Perusahaan mendukung suatu program CSR tertentu dengan cara
menyumbangkan dana hasil penjualan produk perusahaan, biasanya dilakukan untuk jenis
produk tertentu dan untuk periode tertentu saja. Contoh, Misalnya, jika anda membeli
produk A, maka sekian persennya akan otomatis disumbangkan untuk Yayasan B.
Mungkin contoh paling gress yang ada di Indonesia adalah program air mineral Aqua.
Dimana setiap membeli seliter Aqua akan digunakan untuk menghasilkan 10 liter air
bersih buat warga yang kekeringan di NTT (atau NTB?) sana..
3) Corporate Social Marketing
Perusahaan mendukung program CSR yang sifatnya kampanye perubahan
perilaku yang tidak baik menjadi baik atau lebih baik seperti peningkatan kesehatan
masyarakat, keselamatan kerja, kerusakan lingkungan, dll. Bisa dilakukan sendiri atau
mencari mitra yang mempunyai kepedulian terhadap isu yang sama. Contoh, Misalnya,
produk popok sekali pakai Pampers yang melalui kemasannya mengkampanyekan tips-
tips mencegah terjadinya SIDS (Sudden Infant Death Syndrome), atau kalau di Indonesia
mungkin sabun Lifebuoy yang selalu mengajak kita untuk cuci tangan.
4) Corporate Philanthropy
Program CSR ini dilakukan dengan cara memberikan bantuan langsung, baik
dana maupun tenaga terhdap isu sosial tertentu. Contoh, Microsoft memberikan bantuan
uang tunai dan software gratis kepada sekolah-sekolah.
5) Community Volunteering
Perusahaan memberikan bantuan untuk isu tertentu dengan cara memberikan
bantuan tenaga sukarela yang diperlukan dalam program CSR tersebut. Contoh, misalnya
karyawan bergiliran menjadi guru tamu di sekolah-sekolah lokal, karyawan dan
pelanggan bekerja bakti membersihkan taman kota, dan banyak contoh lainnya
6) Socially Responsible Business Practices
Program CSR ini dilakukan untuk tujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat
dengan cara memilih cara-cara operasi yang sesuai dengan kondisi masyarakat. Contoh,
produk Kraft yang menghentikan penjualan beberapa produknya di sekolah-sekolah di
Amerika karena mereka memandang produk itu kurang sehat buat anak-anak atau
McDonald yang menghentikan penjualan French Fries ukuran besar karena alasan yang
sama. Hasilnya, Body Shop memiliki reputasi yang sangat baik di mata konsumen dan
turut mempengaruhi tingginya angka penjualan (meskipun di Indonesia orang beli Body
Shop karena gengsinya, bukan karena isu against animal testing-nya).

C. MANFAAT CSR
CSR timbul sejak era dimana kesadaran akan sustainability perusahaan jangka panjang
adalah lebih penting daripada sekedar profitability. Manfaat bagi masyarakat dan keuntungan
bagi perusahaan.
Manfaat bagi masyarakat dan perusahaan itu sangat bagus dengan adanya CSR ini,
karena didalam CSR ini terdapat point-point seperti :
Pengembangan Ekonomi
Misalnya kegiatan dibidang pertanian, peternakan, koperasi dan Usaha Kecil
Menengah (UKM).

Kesehatan dan Gizi Masyarakat


Misalnya penyuluhan, pengobatan, pemberian gizi bagi balita, program sanitasi
masyarakat dan sebagainya.
Pengelolaan Lingkungan
Misalnya penanganan limbah, pengelolaan sampah rumah tangga, reklamasi dan
penanganan dampak lingkungan lainnya.
Pendidikan Keterampilan dan Pelatihan
Misalnya pemberian beasiswa bagi siswa berprestasi dan siswa tidak mampu,
magang atau job training, studi banding, peningkatan keterampilan, pelatihan dan
pemberian sarana pendidikan.
Sosial, Budaya, Agama dan Infrastruktur
Misalnya kegiatan bakti sosial, budaya dan keagamaan serta perbaikan
infrastruktur di wilayah masyarakat setempat.

Dari point-point tersebut jadi bisa diambil kesimpulan bahwa manfaat CSR bagi
masyarakat itu ialah :
a) Masyarakat jadi lebih mudah dalam mendapatkan haknya sesuai dengan sila ke-4
Pancasila,
b) Dapat membantu masyarakat apabila ingin melakukan kegiataan perekonomian,
c) Meningkatkan tingkat kesehatan,
d) Mengurangi tingkat penggangguran dan,
e) Mengurangi tingkat putus sekolah masyarakat.

Kemudian manfaat bagi perusahaan adalah


a) Perusahaan lebih mudah mengalokasikan dana yang mengendap melalui kegiatan
pemberian kredit bagi masyarakat yang ingin melakukan kegiatan ekonomi seperti
(KUR);
b) Dapat meningkatkan penghasilan perusahaan juga, sebab apabila taraf hidup masyarakat
maju maka daya beli masyarakat juga akan bertambah, hal ini yang akan dapat
meningkatkan penghasilan bagi perusahaan;
c) Mempertahankan dan mendongkrak reputasi serta citra merek perusahaan;
d) Mendapatkan lisensi untuk beroperasi secara sosial;
e) Mereduksi resiko bisnis perusahaan;
f) Melebarkan akses sumber daya bagi operasional usaha;
g) Membuka peluang pasar yang lebih luas;
h) Mereduksi biaya misalnya terkait dampak lingkungan;
i) Memperbaiki hubungan dengan stakeholders;
j) Meningkatkan semangat dan produktivitas karyawan;
k) Peluang mendapatkan penghargaan.

Lalu jika dikelompokkan, sedikitnya ada empat manfaat CSR terhadap perusahaan:
a. Brand differentiation.
Dalam persaingan pasar yang semakin kompetitif, CSR bisa memberikan citra
perusahaan yang khas, baik dan etis di mata publik yang pada gilirannya menciptakan
customer loyalty. The Body Shop dan BP (dengan bendera Beyond Petroleum-nya),
seiring dianggap sebagai memiliki image unik terkait isu lingkungan.
b. Human resources.
Program CSR dapat membantu dalam perekrutan karyawan baru, terutama yang
memiliki kualifikasi tinggi. Saat interview, calon karyawan yang memiliki pendidikan
dan pengalaman tinggi sering bertanya tentang CSR dan etika bisnis perusahaan, sebelum
mereka memutuskan menerima tawaran. Bagi staf lama CSR juga dapat meningkatkan
persepsi, reputasi dan dedikasi dalam bekerja.
c. License to operate.
Perusahaan yang menjalankan CSR dapat mendorong pemerintah dan publik
memberi izin atau restu bisnis, karena dianggap telah memenuhi standar operasi dan
kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat luas.
d. Risk management.
Manajemen resiko merupakan isu sentral bagi setiap perusahaan. Reputasi
perusahaan yang dibangun bertahun-tahun bisa runtuh dalam sekejap oleh skandal
korupsi, kecelakaan karyawan atau kerusakan lingkungan. Membangun budaya doing
the right thing berguna bagi perusahaan dalam mengelola resiko-resiko bisnis.

D. PERANAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN


Tanggung jawab Sosial Perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) adalah suatu
konsep bahwa organisasi, khususnya (namun bukan hanya) perusahaan adalah memiliki suatu
tanggung jawab terhadap konsumen, karyawan, pemegang saham, komunitas dan lingkungan
dalam segala aspek operasional perusahaan.
1. Tanggung jawab terhadap Pelanggan
Tanggung jawab perusahaan kepada pelanggan jauh lebih luas daripada hanya
menyediakan barang atau jasa. Perusahaan mempunyai tanggung jawab ketika
memproduksi dan menjual produknya, yang akan didiskusikan kemudian.
Praktik tanggung jawab produksi.
Produk sebaiknya dihasilkan dengan cara yang menjamin keselamatan
pelanggan. Produk sebaiknya memiliki label peringatan yang semestinya guna
mencegah kecelakaan yag dapat ditimbulkan dari penggunaan yang salah. Untuk
beberapa produk, informasi mengenai efek samping yang mungkin terjadi perlu
disediakan.
Praktik Tanggung Jawab Penjualan
Perusahaan perlu petunjuk yang membuat karyawan tidak berani
menggunakan strategi penjualan yang terlalu agresif atau advertensi yamg
menyesatkan dan juga memakai survei kepuasan pelanggan untuk meyakinkan
bahwa pelanggan diperlakukan dengan semestinya oleh karyawan bagian
penjualan
Cara Perusahaan Menjamin Tanggung Jawab Sosial kepada Pelanggan
Perusahaan dapat menjamin tanggung jawab social kepada pelanggannya
dengan beberapa tahap yaitu:
Ciptakan kode etik. Perusahaan dapat menciptakan kode etik bisnis
yang memberikan serangkaian petunjuk untuk kualitas produk,
sekaligus sebagai petujuk bagaimana karyawan, pelanggan, dan
pemilik seharusnya dipelihara.
Pantaulah semua keluhan. Perusahaan harus yakin bahwa
pelanggan mempunyai telephone yang dapat mereka hubungi
apabila mereka mempunyai keluhan mengenai kualitas produk atau
bagaimana mereka diperlakukan oleh para karyawan. Perusahaan
dapat berusaha mencari sumber keluhan dan harus dapat
menyakinkan bahwa problem tersebut tidak timbul lagi.
Umpan balik pelanggan. Perusahaan dapat meminta pelanggan
untuk memberikan umpan balik atas barang atau jasa yang mereka
beli akhir-akhir ini, walaupun pelanggan tidak menghubungi untuk
memberikan keluhan. Proses ini dapat mendeteksi beberapa
masalah lain dengan kualitas produk atau cara perlakuan terhadap
pelanggan.

2. Tanggung Jawab terhadap Karyawan


Bisnis mempunyai sejumlah tanggung jawab terhadap karyawan. Pertama, mereka
mempunyai tanggung jawab untuk menciptakan lapangan pekerjaan jika mereka ingin
tumbuh. Perusahaan juga memiliki tanggung jawab terhadap karyawannya guna
memastikan keselamatan mereka, perlakuan yang semestinya oleh karyawan lain, dan
peluang yang setara.
Keselamatan Karyawan
Perusahaan yang menciptakan lingkungan kerja yang aman mencegah
terjadinya cedera dan meningkatkan moral karyawan. Banyak perusahaan saat ini
mengidentifikasikan keselamatan tu di tempat kerja sebagai salah satu tujuan
utamanya. Pemilik perusahaan mengakui bahwa perusahaan akan mengeluarkan
biaya guna memenuhi tanggung jawab seperti keselamatan karyawan. Usaha
perusahaan untuk menyediakan lingkungan kerja yang aman mencerminkan biaya
penting dalam menjalankan usaha.
Perlakuan yang semestinya oleh karyawan lain
Perusahaan bertanggung jawab untuk memastikan bahwa karyawan
diperlakukan dengan semetinya oleh karyawan lain. Dua masalah utama berkaitan
dengan perlakuan karyawan adalah keragaman dan pencegahan terjadinya
pelecehan seksual.
3. Tanggung Jawab kepada Pemagang Saham (Investor)
Perusahaan bertanggung jawab untuk memuaskan pemiliknya(para pemegang
saham). Karyawan dapat tergoda untuk membuat keputusan yang memuaskan
kepentingan mereka sendiri dan bukannay kepentingan pemilik saham. Misalnya saja,
bebrapa karyawan megambil uang perusahaan untuk kepentingan pribadinya dan bukan
kepentingan perusahaan. investor yang dikenal sebagai pedagang dalam telah
memilihcara-cara tidak etis untuk meningkatkan kesehatan financial mereka sendiri.
Perdangan dalam (insider trading) melibatkan orang dalam yang menggunakan
informasi rahasia perusahaan untuk memperkaya diri sendiri atau keluarga dan teman-
teman mereka. Sebuah kasus yang terjadi pada Martha Steward, meskipun Steward tidak
pernah dituntut dengan perdagangan dalam, ia diputuskan bersalah karena otoritas yang
menyelediki kemungkinan adanya perdagangan sejenis.
Konflik dalm usaha untuk memastikan Tanggung jawab. Mengaitkan kompemsasi
karyawan dengan kinerja perusahaan dapat menyelesaikan sebagian dari konflik
kepentingan tetapi menciptakan masalah lainnya. Terdapat banyak kasus perusahaan yang
menyesatkan investor potensial maupun investor yang ada saat ini dengan sengaja tidak
menyebutkan informasi relevan yang dapat membuat saham mereka menjadi jatuh.

4. Tanggung Jawab terhadap Kreditor


Perusahaan bertanggung jawab untuk memenuhi kewajiban keuangannya kepada
kreditor. Jika suatu perusahaan mengalami masalah keuangan dan tidak mampu
memenuhi kewajibannya, maka perusahaan tersebut harus menginformasikan hal ini
kepada kreditornya. Suatu perusahaan memiliki insentif yang kuat untuk memenuhi
tanggung jawabnya terhadap kreditor. Jika perusahaan tidak membayar utangnya kepada
kreditor, perusahaan tesebut dapat dipaksa pailit.

5. Tanggung Jawab terhadap lingkungan


Kualitas lingkungan adalah kebaikan public, dimana setiap orang menikmatinya
tanpa peduli siapa yng membayar untuknya. Jika suatu produk yang dihasilkan suatu
perusahaan tentunya membawa dampak negative tehadap lingkungan (pencemaran
lingkunga) seperti, polusi udara, tanah dan air.
6. Tanggung Jawab terhadap Komunitas
Suatu perusahaan ketika mendirikan basisnya di suatu komunitas, maka
perusahaan tersebut menjadi bagian dari komunitas itu dan mengandalkan komunitas
tersebut sebagai pelanggan dan karyawannya. Perusahaan mendemonstrasikan acara-
acara local atau memberikan sumbangan ke yayasan local, misalkan perusahaaan yang
telah mendonasikan dana ke unversitas-universitas.

E. PERAN INVESTOR INSTITUSIONAL, INVESTOR ASING, DAN KREDITUR


a) Investor institusional
Cara investor institusional untuk berperan serta dalam mendorong penerapan GCG adalah
dengan investasi yang bertanggung jawab. Yang dimaksud dengan investasi yang bertanggung
jawab adalah dengan membuat kebijakan hanya akan melakukan penempatan investasi pada
perusahaan-perusahaan yang menerapkan GCG, dan tentu secara konsisten menerapkan
kebijakan tersebut dalam melakukan investasi. Dengan cara ini, institusi tersebut bertanggung
jawab terhadap masyarakat karena penempatan yang salah menjadi lebih keccil, dan di lain pihak
perusahaan yang sahamnya menjadi lirikan investor dan masuk dalam dafta saham yang
desirable atau ingin dimiliki oleh investor, lebih jauh hal ini akan menaikan nilai saham yang
secara tidak langsung juga menaikan nilai perusahaan.
Tentu untuk bisa menerapkan investasi yang bertanggung jawab dibutuhkan usaha tambahan
oleh investor institusional, karena harus ada fungsi di dalam institusi tersebut yang bertanggung
jawab melakukan analisis secara berkesinambungan terhadap penerapan GCG perusahaan-
perusahaan target dengan menggunakan acuan yang benar sebagai dasar penerapan GCG. Hal ini
bukan sesuatu yang mustahil jika memang sudah menjadi sebuah itikad dalam melakukan
investasi yang bertanggung jawab, dalam mengelola dana masyarakat.

b) Investor asing
Sesuai dengan teori stakeholder, semakin banyak dan kuat posisi stakeholder, semakin besar
kecenderungan perusahaan untuk mengadaptasi diri terhadap keinginan stakeholdernya. Hal
tersebut diwujudkan dengan cara melakukan aktivitas pertanggungjaawaban terhadap sosial dan
lingkungan atas aktivitas yang dilakukan perusahaan tersebut. Perusahaan yang berbasis asing
kemungkinan memiliki stakeholder yang lebih banyak dibanding perusahaan berbasis nasional
sehingga permintaan informasi juga lebih besar dan dituntut untuk melakukan pengungkapan
yang lebih besar juga.
Sehingga :
Investasi asing akan menciptakan perusahaan-perusahaan baru, memperluas pasar atau
merangsang penelitian dan pengembangan teknologi lokal yang baru.
Investasi asing akan meningkatkan daya saing industri ekspor, dan merangsang ekonomi
lokal melalui pasar kedua (sektor keuangan) dan ketiga (sektor jasa/pelayanan).
Investasi asing akan meningkatkan pajak pendapatan dan menambah pendapatan
lokal/nasional, serta memperkuat nilai mata uang lokal untuk pembiayaan impor.
Pembayaan utang adalah esensial untuk melindungi keberadaan barang-barang finansial
di pasar internasional dan mengelola integritas sistem keuangan. Kedua hal ini, sangat
kusial untuk kelangsungan pembangunan.
Sebagian besar negara-negara dunia ketika tergantung pada investasi asing untuk
menyediakan kebutuhan modal bagi pembangunan karena sumberdaya-sumberdaya lokal
tidak tesedia atau tidak mencakupi.
Para pengajur investasi asing berargumen bahwa sekali investasi asing masuk, maka hal
itu akan menjadi batu alas bagi masuknya investasi lebih banyak lagi, yang selanjutnya
menjadi tiang yang kokoh bagi pembangunan ekonomi keseluruhan.

c) Kreditur
Perusahaan yang mempunyai leverage tinggi mempunyai kewajiban lebih untuk memenuhi
kebutuhan informasi kreditur jangka panjang. Dengan semakin tinggi leverage, yang mana akan
menambahbeban untuk program corporate social responsibility menjadi terbatas atau semakin
tinggi leverage, maka semakin rendah program CSR.

DAFTAR PUSTAKA

http://fekool.blogspot.co.id/2016/05/corporate-governance-corporate-social.html

https://ardana45.wordpress.com/2013/05/14/peranan-investasi-dalam-pembangunan-ekonomi-di-
indonesia-olehi-ketut/