Anda di halaman 1dari 7

MAKALAH

ANATOMI DAN FISIOLOGI


KELENJAR PANKREAS

DOSEN PENGAJAR : ENY MASRUROH,Skep, Ns,M.Kep

DISUSUN OLEH:

S1 KEPERAWATAN TINGKAT IIB


STIKes HUTAMA ABDI HUSADA TULUNGAGUNG
TAHUN AJARAN 2015/2016
ANATOMI DAN FISIOLOGI PANKREAS

A. PENGERTIAN PANKREAS
Pankreas adalah organ pada sistem pencernaan yang memiliki dua fungsi utama: menghasilkan
enzim pencernaan atau fungsi eksokrin serta menghasilkan beberapa hormon atau fungsi endokrin.
Pankreas terletak pada kuadran kiri atas abdomen atau perut dan bagian kaput/kepalanya menempel
pada organ duodenum. Produk enzim akan disalurkan dari pankreas ke duodenum melalui saluran
pankreas utama.Pankreas dikenal manusia sejak lama. Pankreas diidentifikasi oleh dokter bedah Yunani
Herophilus yang hidup di tahun 335-280 SM. Pankreas dapat didefinisikan sebagai organ kelenjar yang
hadir dalam endokrin dan sistem pencernaan dari semua vertebrata. Pankreas seperti spons dengan
warna kekuningan. Bentuk pankreas menyerupai seperti ikan. Pankreas ini sekitar panjang 15 cm dan
sekitar 3,8 cm lebar. Pankreas meluas sampai ke bagian belakang perut, di belakang daerah perut dan
melekat ke bagian pertama dari usus yang disebut duodenum. Sebagai kelenjar endokrin, menghasilkan
hormon seperti insulin, somatostatin dan glukagon dan sebagai kelenjar eksokrin yang mensintesis dan
mengeluarkan cairan pankreas yang mengandung enzim pencernaan yang selanjutnya diteruskan ke usus
kecil. Enzim-enzim pencernaan berkontribusi pada pemecahan dari karbohidrat, lemak dan protein yang
hadir di paruh makanan yang dicerna.

B. Bagian-bagian Pankreas
Kepala Pankreas yang paling lebar, terletak disebelah kanan rongga abdomen dan didalam lekukan
duodenum.
Badan Pankreas merupakan bagian utama pada organ tersebut, letaknya di belakang lambung dan di
depan vertebra lumbalis pertama.
Ekor Pankreas adalah bagian yang runcing disebelah kiri, dan sebenarnya menyetuh limpa.
Pada pankreas terdapat dua saluran yang menghasilkan hasil sekresi pankreas ke dalam duodenum:
- Ductus Wirsung:yang bersatu dengan duktus choledukus, kemudian masuk ke dalam duodenum
melalui sphincter oddi.
- Ductus Sartorini:yang lebih kecil langsung masuk ke dalam duodenum di sebelah atas sphincter oddi.
Saluran ini memberi petunjuk dari pankreas dan mengosongkan duodenum sekitar 2,5 cm di atas
ampulla hepatopankreatik.

Dua jaringan utama yang menyusun pankreas:


1. Acini : Untuk mengeluarkan cairan pencernaan ke duodenum
2. Pulau Langerhans : Mensekresi insulin dan glucagon langsung ke dalam darah.Pankreas
manusia manusia mempunyai 1-2 juta pulau Langerhans. Diameter 0,3 mm, dikelilingi oleh
kapiler-kapiler kecil.

C. Fungsi Pankreas
1. Mengatur kadar gula dalam darah melalui pengeluaran glucogen, yang menambah kadar gula dalam
darah dengan mempercepat tingkat pelepasan dari hati.
2. Pengurangan kadar gula dalam darah dengan mengeluarkan insulin yang mana mempercepat aliran
glukosa ke dalam sel pada tubuh, terutama otot. Insulin juga merangsang hati untuk mengubah
glukosa menjadi glikogen dan menyimpannya di dalam sel-selnya.

Fungsi Dari Pankreas Yang Disebut Kelenjar Ganda

Fungsi endokrin
Ini bagian dari pankreas yang melakukan fungsi endokrin terbentuk dari jutaan cluster sel. Ini
cluster sel dikenal sebagai pulau Langerhans. Ini pulau terdiri dari empat jenis sel, yang diklasifikasikan
berdasarkan hormon yang mereka keluarkan. Sel mensekresi glukagon disebut sel alfa. Sel-sel
mensekresi insulin dikenal sebagai sel beta sementara somatostatin disekresikan oleh sel delta.
Polipeptida pankreas disekresikan oleh sel-sel F. Struktur pulau terdiri dari kelenjar endokrin diatur
dalam kabel dan cluster. Kelenjar endokrin yang saling silang dengan rantai tebal kapiler. Ini kapiler
yang berbaris lapisan sel endokrin yang berada dalam kontak langsung dengan pembuluh darah.
Beberapa sel endokrin berada dalam kontak langsung sementara yang lain terhubung melalui proses
sitoplasma.
Hormon-hormon yang dihasilkan :

1. Insulin
Insulin adalah suatu polipeptida yang mengandung dua rantai asam amino yang dihubungkan
oleh jembatan disulfida. Terdapat perbedaan kecil dalam komposisi asam amino molekul dari satu
spesies ke spesies lain. Perbedaan ini biasanya tidak cukup besar untuk dapat mempengaruhi
aktivitas biologi suatu insulin pada spesies heterolog tetapi cukup besar untuk menyebabkan insulin
bersifat antigenik. Insulin dibentuk di retikulum endoplasma sel B. Insulin kemudian dipindahkan ke
aparatus golgi, tempat ia mengalami pengemasan dalam granula-granula berlapis membran.
Granula-granula ini bergerak ke dinding sel melalui suatu proses yang melibatkan mikrotubulus dan
membran granula berfusi dengan membran sel, mengeluarkan insulin ke eksterior melalui
eksositosis. Insulin kemudian melintasi lamina basalis sel B serta kapiler dan endotel kapiler yang
berpori mencapai aliran darah.
Waktu paruh insulin dalam sirkulasi pada manusia adalah sekitar 5 menit. Insulin berikatan
dengan reseptor insulin lalu mengalami internalisasi. Insulin dirusak dalam endosom yang terbentuk
melalui proses endositosis. Enzim utama yang berperan adalah insulin protease, suatu enzim di
membran sel yang mengalami internalisasi bersama insulin.

Efek faali insulin bersifat luas dan kompleks. Efek-efek tersebut biasanya dibagi menjadi efek
cepat, menengah dan lambat.
a. Efek cepat (detik)
Peningkatan transpor glukosa, asam amino dan K+ ke dalam sel peka insulin.
b. Efek menengah (menit)
Stimulasi sintesis protein, penghambatan pemecahan protein, pengaktifan glikogen sintetase dan
enzim-enzim glikolitik, penghambatan fosforilase dan enzim-enzim glukoneogenik.
c. Efek lambat (jam)
Peningkatan mRNA enzim lipogenik dan enzim lain.

Efek insulin pada berbagai jaringan:

1. Jaringan Adiposa
- Meningkatkan masuknya glukosa
- Meningkatkan sintesis asam lemak
- Meningkatkan sintesis gliserol fospat
- Menungkatkan pengendapan trigliserida
- Mengaktifkan lipoprotein lipase
- Menghambat lipase peka hormon
- Meningkatkan ambilan K+
2. Otot
- Meningkatkan masuknya glukosa
- Meningkatkan sintesis glikogen
- Meningkatkan ambilan asam amino
- Meningkatkan sintesis protein di ribosom
- Menurunkan katabolisme protein
- Menurunkan pelepasanasam-asam amino glukoneogenik
- Meningkatkan ambilan keton
- Meningkatkan ambilan K+
3. Hati
- Menurunkan ketogenesis
- Meningkatkan sintesis protein
- Meningkatkan sintesis lemak
- Menurunkan pengeluaran glukosa akibat penurunan glukoneogenesis dan peningkatan
sintesis glukosa
- Umum
- Meningkatkan pertumbuhan sel

Pada orang normal, pankreas mempunyai kemampuan untuk menyesuaikan jumlah insulin
yang dihasilkan dengan intake karbohidrat, tetapi pada penderita diabetes fungsi pengaturan ini
hilang sama sekali.

Pengaturan fisiologis kadar glukosa darah sebagian besar tergantung dari: Ekstraksi glukosa
Sintesis glikogen, dan Glikogenesis

2. Glukagon
Molekul Glukagon merupakan polipeptida rantai lurus yang mengandung residu asam
amino.Sasaran utama glukagon adalah hati,yaitu dengan mempercepat konversi glikogen dalam hati
dari nutrisi lainnya seperti asam amino,gliserol dan asam laktat menjadi glukosa
(glukoneogenesis).sekresi glukagon secara langsung dikontrol oleh kadar gula darah melalui System
feed back negative. Ketika gula darah menurun maka akan merangsang sel-sel alfa untuk
mensekresi glukagon,demikian juga sebalikmya jika gula darah meningkat maka produksi glukagon
akan di hambat.Hambatan produksi glukagon juga disebabkan karena hormon somatostatin.Secara
umum funsi dari glukagon adalah i glu glikogen mensintesis glukosa dari asam laktat dan dari
molekul non karbohidrat seperti asam lemak dan asam amino (glukoneogenesis)serta pembebasan
gluosa ke darah oleh sel-sel hati.

3. Somatostatin
Somatostatin diproduksi oleh sel delta,yang merupakan hormon yanng penting dalam
metabolisme karbohidrat,lemak dan protein (keseimbangan pencernaan). Hormon ini juga
diproduksi di hypothalamus. Hormon somatostatin pankreas menghambat produksi hormon
pertumbuhan,menghambat sekresi gastrin dalam lambung serta menghambat produksi hormon
hormon yang dihasilkan oleh pankreas seperti glukagon dan insulin sehingga mencegah terjadi
kelebihan sekresi insulin.Sekresi somatostatin dari pulau langerhans meningkat oleh glukosa,asam
amino tertentu.

4. Polipeptida pankreas
Hormon ini dihasilkan sel F ,mempunyai efek menghambat kontraksi kadung empedu,pengaturan
enzim-enzim pankreas dan berpengaruh terhadaplaju absorpsi nutrien oleh saluran pencernaan.
SEL HORMON TARGET UTAMA EFEK HORMON

Sel alfa glukagon Hati dan jaringan Mobilisasi cadangan lemak,menimgkatkan


adiposa pemecahan glikogen hati,menaikan
konsentrasi glukosa darah.
Sel beta Insulin Sebagian besar sel Memfasilitasi penggunaan glukosa,oleh sel
target,stimulasi pembentukan dan
penyimpanan lemak dan glikogen
Sel delta GH-IH Sel-sel pulau Menghambat sekresi isulin dan
langerhans glukagon,mernurunkan laju absorbsi
lainnya,epitelium nutrien sekresi enzim sepanjang saluran
pencernaan pencernaan.
Sel F Polipeptida Organ digestive Menghambat kandung empedu ,pengaturan
pankreatik produksi enzim pankreas,mempengaruhi
laju absorpsi nutrien oleh saluran
pencernaan.

Fungsi Eksokrin
Pankreas eksokrin menghasilkan enzim pencernaan bersama dengan cairan alkali. Keduaduanya
ini disekresi ke dalam usus kecil melalui saluran eksokrin. Fungsi sekresi dilakukan sebagai respon
terhadap hormon usus kecil yang disebut cholecystokinin dan secretin. Enzim pencernaan yang
dihasilkan oleh kelenjar eksokrin terdiri dari chymotrypsin, tripsin, lipase pankreas, dan amilase
pankreas. Enzim pencernaan sebenarnya diproduksi oleh sel-sel asinar hadir dalam pankreas eksokrin.
Sel yang melapisi saluran pankreas disebut sel centroacinar. Sel-sel centroacinar mengeluarkan larutan
kaya isi garam dan bikarbonat ke dalam usus.
Dengan demikian, fungsi pankreas memainkan peran penting dalam aktivitas tubuh. Pankreas
berfungsi dengan benar penting karena masalah pankreas dapat menyebabkan penyakit seperti
pankreatitis dan diabetes. Pankreatitis adalah peradangan pankreas sedangkan diabetes dikaitkan dengan
sekresi insulin dari pankreas. Menghentikan konsumsi alkohol dapat menyembuhkan pankreatitis.
Berolahraga secara teratur dan mengikuti diet diabetes untuk mengontrol kadar gula darah bisa menjadi
pilihan pengobatan diabetes yang baik. Tapi, sebagai pencegahan lebih baik daripada mengobati, yang
terbaik adalah untuk mencegah masalah pankreas dan memastikan berfungsinya pankreas.