Anda di halaman 1dari 5

Hubungan Mineral Berat Magnetit dengan Kondisi Vulkanik di

Semarang
Edo Istimawan Adiputra
21100116140068
edoistimawan36@gmail.com
Departemen Teknik Geologi,Universitas Dipnegoro Semarang

Abstract
This research is aimed to find out the heavy mineral content located in Jabungan River located in Semarang. In this
research, we aim to analyze a heavy mineral mangnetite located in Jabungan river. Due to the presence of a
magnetite heavy mineral located in the Jabungan river area is indicated to be directly related to the volcanic system
located in Semarang known volcano near Semarang is Mount Ungaran.Because on Mount Ungaran has a wide
spread, and the Jabungan River can be included in the spreading spread of Mount Ungaran, because the Jabungan
River itself is a river in Semarang that belongs to a broad river. The making of this paper uses the method directly to
the field by taking samples in the Jabungan river area by taking samples in the upstream and downstream areas, after
which doing it a heavy mineral picking on the sample of the area.

Keywords : Semarang,Mount Ungaran,Jabungan,heavy minerals,Magnetit

Sari
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan mineral berat yang terdapat di Sungai Jabungan yang terletak
di Semarang. Dalam penelitian ini, kami bertujuan untuk menganalisis mangnetit mineral berat yang terletak di
sungai Jabungan. Karena adanya mineral berat magnetite yang terletak di sistem vulkanik yang terletak di Semarang
diketahui gunung api di dekat Semarang adalah Gunung Ungaran. Karena di Gunung Ungaran memiliki penyebaran
yang luas, dan Sungai Jabungan dapat dimasukkan dalam penyebaran Gunung Ungaran, karena Sungai Jabungan
sendiri merupakan sungai di Semarang yang merupakan milik sebuah sungai yang luas. Pembuatan makalah ini
menggunakan metode pengambilan sampel di wilayah sungai Jumpungan dengan mengambil sampel di daerah hulu
dan hilir, setelah itu dilakukan pengambilan mineral berat pada sampel daerah tersebut.

Kata kunci: Semarang, Gunung Ungaran, Jabungan, mineral berat, Magnetit

Pendahuluan Tinjauan Pustaka


Untuk mencari sebuah data yang valid Pada tinjauan pustaka ini Mineral ini
dilakukannya sebuah pengambilan sampel yang terbentuk dari hasil sublimasi dalam
berada pada daerah Jabungan tersebut.Dengan hubungannya dengan gunung api. Terjadi juga
pengambilan sampel dilakukan di dua tempat dalam endapan metamorfosa kontak dan sebagai
yang pertama di bagian hulu dan yang kedua d mineral tambahan dan terbentuk pada suhu yang
bagian hilir.Masing masing mengambil tinggi sekitar 8000C - 900oC, maka mineral ini
sebanyak 500gr.Setelah itu dilakukan sebuah mempunyai bentuk yang sempurna dan idiomrf.
pengeringan pada sampel tersebut dan setelah itu Dijumpai pada batuan beku granit dan batu pasir
melakukan sebuah picking dengan bertujuan merah sebagai penyemen. Berasosiasi dengan
untuk mengetahui kandungan mineral berat yang zircon. Hematit dan pyrite.
berada pada sampel tersebut.Ditemukannya
mineral berat pada sampel tersebut antaranya Endapan ini juga biasanya dijumpai
200 mineral berat pada di daerah hulu dan pada daerah kontinen dimana terjadi pada daerah
daerah hilir.Supaya untuk mendapatkan hasil supergen endrichment. Dimana daerah tersebut
yang akurat agar dapat mewakiliki penyebaran berada pada Oxidezet zone dan reduxed zone.
mineral berat tersebut. Dimana pada saat magma tersebut naik dan
melebihi dari batas water table maka akan Struktur geologi yang mempengaruhi
teroksidasi yang dapat membentuk mineral daerah ini berupa sesar mendatar berarah utara-
tersebut. Pada saat mengalami oksidasi Endapan selatan dan sesar naik maupun sesar normal di
ini terangkat permukaan bumi akibat adanya sekitarnya. Dimana struktur ini biasa terjadi
gaya tektonik yang dapat berupa perlipatann pada formasi kerek, formasi kalibeng, dan
atau pensesaran ataupun injeksi magma menuju formasi kaligetas.
kepermukaan dikarenakan adanya unsur volatil
sebagai motor penggerak. Dan hasil dari proses Daerah Semarang Selatan atau daerah
oksidasi ini yang akan muncul kepermukaan Tembalang memiliki morfologi dataran tinggi
sedangkan hasil dari reduksi akan mengendap yaitu mulai dari kaki gunung ungaran. Lalu
kebawah permukaan water table.Endapan yang susunan stratigrafi yang dapat ditemukan pada
ada dipermukaan bumi mengalami oksidasi daerah ini yaitu formasi kaligetas, kalibeng,
dengan adanya pencampuran ion oksigen dengan formasi kerek, serta endapan recent. Dimana
unsur Fe, atau Mg, dan karna unsur ini saling litologi yang khas ditemukan berupa perselingan
mengikat sehingga terjadi persenyawaan, yang batupasir batulempung, batupasir tufan, batu
kemudian sisa-sisa unsur yang dulunya lempung karbonatan, dan juga breksi vulkanik.
bersamaan dengan Fe atau Mg itu memisah Pada didaerah Jabungan ini memiliki sebuah
sehingga terjadi pembentukan persenyawaan formasi kerek yaitu adanya sebuah Perselingan
baru misanya Fe, O dan H.Atau pembentukan batu lempung, napal, batu pasir tufaan,
endapan ini setelah terputusnya batuan karbonat konglomerat, breksi volkanik dan batu gamping.
dibawah lingkungan tropis dan subtropis. Proses Batu lempung kelabu muda - tua, gampingan,
oksidasi ini berasal dari pada mineral pyrite sebagian bersisipan dengan batu lanau atau batu
yang mengalami oksidasi menghasilkan endapan pasir, mengandung fosil foram, moluska dan
ini koral-koral koloni. Lapisan tipis konglomerat
terdapat dalam batu lempung di K. Kripik dan di
Geologi Regional dalam batupasir. Batu gamping umumnya
berlapis, kristallin dan pasiran, mempunyai
Secara geografis, wilayah Kotamadya
ketebalan total lebih dari 400 m
Semarang, Propinsi Jawa Tengah terletak pada
koordinat 1101620 - 110 3029 Bujur Gerakan tanah di daerah ini tergolong
Timur dan 6 5534 - 7 0704 Lintang menengah dimana memiliki slope yang agak
Selatan dengan luas daerah sekitar 391,2 Km2. miring sehingga berpotensi adanya gerakan
Wilayah Kotamadya Semarang sebagaimana tanah. Adapun iklim daerah Semarang memiliki
daerah lainnya di Indonesia beriklim tropis, iklim tropis dengan curah hujan sedang.
terdiri dari musim kemarau dan musim hujan
yang silih berganti sepanjang tahun. Besar rata- Metodologi
rata jumlah curah hujan tahunan wilayah
Semarang utara adalah 2000 - 2500 mm/tahun Pengambilan data dilakukan dengan
dan Semarang bagian selatan antara 2500 - 3000 pengambilan data secara langsung di lapangan
mm/tahun. Sedangkan curah hujan rata-rata per yang berada di sungai Jabungan dengan
bulan berdasarkan data dari tahun 1994 - 1998 mengambil sebuah sampel yang berada di hulu
berkisar antara 58 338 mm/bulan, curah hujan dan berada di hilir.Setelah itu melakukan sebuah
tertinggi terjadi pada bulan Oktober sampai picking untuk menemukan sebuah mineral
bulan April dengan curah hujan antara 176-338 berat.Mendapatkan sebuah mineral berat dengan
mm/bulan, sedangkan curah hujan terendah sekitar 260 an.Dan untuk memperkuat hal
terjadi pada bulan Mei sampai bulan September tersebut dengan pengambilan data sekunder
dengan curah hujan antara 58 - 131 mm/bulan. melalui google map. Selain itu dalam pembuatan
Temperatur udara berkisar antara 240 C sampai paper ini juga ditambahkan informasi informasi
dengan 330 C. yang berasal dari paper,jurnal,internet yang
keterpadatan informasi tentang paper ini.
Deskripsi Pembahasan
Jika dilihat dari penampakannya yang Hasil yang didapat pada penelitian ini
berada pada sungai Jabungan yang berada di yang terdapat sungai Jabungan tersebut yang
bagian hulu dan hilir tersebut mengalami sebuah banyak mengandung magnetit yang cukup
perbedaan dari segi morfologinya.Dengan banyak.Pada magnetit ini memiliki sebuah ciri
bagian hulu tersebut termasuk pada stadia muda memiliki warna hitam dan mineral ini termasuk
hingga stadia dewasa dikarenakan karena arus dalam mineral opaq.Mineral ini mudah tertarik
pada daerah hulu tersebut masih jika adanya sebuah magnet.Dengan banyak
kencang,memiliki diameter singkapan sungainya ditemukan berada pada batuan beku,batuan
masih kecil dan daerah tersebut terdapat sedimen dan metamorf.Berarti diinterpretasikan
batuannya masih besar besar.Jika pada mineral berat magnetit ini termasuk pada batuan
morfologi pada bagian hulu tersebut adanya beku dikarenakan dari hasil sublimasi dalam
sebuah meander lalu adanya sebuah channel bar hubungannya dengan gunung
dan point bar dibagian hulu tersebut serta adanya Ungaran.Dikarenakan mineral berat magnetit
tanggul alam. tersebut merupakan awalnya sebuah bijih besi
Jika penampakannya pada bagian hilir yang mengalami proses oksidasi maupun
sungai Jabungan tersebut termasuk pada stadia alterasi.Pada zaman pleistosen bawah pada
dewasa hingga stadia dewasa.Dikarenakan pada gunung Ungaran tersebut mengalami sebuah
bagian hilir tersebut memiliki tingkat arus yang vulkanisme yang menerus,sehingga
cukup tenang dengan dengan diameter terbentuknya sebuah bijh besi.
sungainya yang cukup besar sehingga pada
bagian tersebut memiliki batuan yang cukup Bijih besi ini lama kelamaan mengalami
halus dibandingkan dengan bagian hulu sungai. sebuah perubahan dikarenakan adanya kontak
Dari kenampakan sungai tersebut dengan air dan oleh perubahan suhu yang
diambil sebuah sampel tersebut dan berbeda menyebabkan biji besi tersebut
melakukannya sebuah analisis mineral berat mengalami sebuah perubahan menjadi sebuah
tersebut yaitu dengan picking menggunakan alat mineral magnetit.Mineral magnetit ini
mikroskop polarisasi.Melakukan picking digunakan sebagai endapan placer.Magnetit ini
tersebut ditemukannya banyaknya mineral berat bersifat stabil pada suatu oksidasi,tetapi mudah
yang ditemukan saat proses picking larut dengan adanya reduksi.Magnetit ini juga
tersebut.Yang paling banyak ditemukan adalah dapat mengalami sebuah perubahan menjadi
mineral berat berupa magnetit,hematite,ilimenit. hematit atau limonit.Hal tersebut dikarenakan
Pada sebuah mineral berat magnetit karena mengalami proses pembekuan magma
tersebut sendiri memiliki sebuah sifat fisik yang cukup cepat sehingga.Sehingga mengalami
mineral yaitu memiliki warna hitam dengan kristal yang cepat.Oleh karena itu pada hasil
cerat hitam,kilapnya termasuk kilap logam picking yang didapat ditemukannya sebuah
terdapat sifat kimia yaitu adanya mineral kaya hematit dan ilmenit,diindikasikan mineral
Fe dan O.Mengandung sebuah unsure oksida tersebut merupakan dari perubahan magnetit.
dan hidroksida.
Selain adanya sebuah mineral magnetit Dikarenakan jaraknya yang tidak begitu
terdapat adanya mineral lain yang terdapat jauh dari gunung Ungaran tersebut makan pada
ditemukan saat melakukan sebuah picking.Pada zaman recent mengalami sebuah persebaran
bagian hulu terdapat ditemukannya 260 mineral mineral magnetite yang dipengaruhi oleh produk
berat termasuk juga pada magnetit dengan nilai sebuah vulkanisme pada gunung Ungaran dan
yang terdapat pada di lampiran(Tabel 3. adanya sebuah alterasi yang berada disekitar
Presentase mineral berat di hulu yang gunung Ungaran.
didapat).Lalu ditemukannya mineral berat pada Dengan presentase nilai dari magnetit
daerah hilir yaitu sebanyak 261 mineral berat yang berada dibagian hulu dan hilir yaitu
yang dapat dilihat pada table di lampiran(Tabel bernilai 138 dan 156 dari jumlah total 260 dan
4. Presentase mineral berat di hilir yang 261 diinterpretasikan mineral berat magnetit
didapat).
mengalami penyebaran yang cukup luas yang http://obdum.blogspot.co.id/2010/10/magnetit.html
terdapat pada sungai Jabungan tersebut akibat (diakses pada hari Senin,9 Oktober 2017
adanya faktor dari Ungaran yang mengalami pukul 4.39WIB)
vulkanisme.Sehingga dapat ditentukan http://www.geologinesia.com/2016/09/mineral-
magnetit-pengertian-sifat-fisik-dan-
provenence pada mineral berat tersebut berasal
kegunaannya.html9(diakses pada hari Senin,9
dari gunung Ungaran Oktober 2017 pukul 4.41 WIB)
http://smiagiunsoed.hol.es/pengertian-dan-definisi-
Kegunaan magnetit yaitu sebagai bijih mineral-berat/(Diakses pada hari Senin,9
utama besi saat ini,sebagan besar bijih besi Oktober 2017 pukul 4.43 WIB)
ditambang dari batuan sedimen banded yang http://www.geologinesia.com/2016/09/mineral-
dikenal sebagai taconite,berisi campuran magnetit-pengertian-sifat-fisik-dan-
magnetit,hematit dan rijang.Taconites yang kegunaannya.html(Diakses pada hari Selasa
bernilai komersial saat ini mengandung berat 10 Oktober 2017 pukul 12.48 WIB)
25%-30% besi.Bijih taconite dalam bentuk tanah Lampiran
hingga bubuk halus.Selain itu ahli geologi dapat
mempelajari sifat magnetik batuan dari berbagai
umur dan merekonstruksi sejarah perubahan
sebuah medan magnet bumi hanya dari orientasi
mineral magnetik.Dan dapat digunakan untuk
mempelajari pergerakan sebuah benua dari
waktu ke waktu.Lalu orientasi serupa dari
butiran kecil magnetit dapat untuk mengetahui
sebuah pengendapan partikel sedimen dan dapat
digunakan sebagai petunjuk magnet bumi dari
jenis batuan sedimen. Gambar 1. Sungai Jabungan, Jawa Tengah; gambar diambil
menggunakan google earth

Kesimpulan
Pada kesimpulan yang didapat pada
didaerah sungai Jabungan dengan berhubungan
dengan Gunung Ungaran tersebut merupakan
mengalami adanya sebuah persebaran mineral
berat di sungai Jabungan dikarenakan adanya
sebuah produk vulkanisme pada gunung
Ungaran tersebut.sehingga banyak mengandung
mineral opaq yaitu magnetit.Yang berada pada Gambar 2. Gunung Ungaran; memperlihatkan posisi yang dekat
zaman recent terdapat sebuah keterdapatan yang dengan daerah penelitian

melimpah.Dengan fungsi magnetic yaitu jadikan


sebagai mengetahui umur dan merekontruksi
sebuah sejarah perubahan medan magnet bumi
serta mengetahui pengendapan partikel sedimen.

Daftar Pustaka
Nichols, Gerry.2012. Sedimentology and
Stratigraphy, 2nd Edition
Tim Asisten Praktikum Sedimentologi dan Stratigrafi
2016..Buku Panduan Praktikum Gambar 3.Picking sampel daerah Hulu Jabungan
Sedimentologi & Stratrigrafi,Departemen
Teknik Geologi Universitas
Diponegoro,Semarang
Tabel 4. Presentase mineral berat di hilir yang didapat
No Mineral Berat Nilai
1 Magnetit 156
2 Hematit 27
3 Ilmenit 24
4 Piroksen 6
5 Olivine 9
6 Zircon 1
7 Apatit 29
8 Garnet 3
9 Andalusit 6
Gambar 4.Picking sampel daerah Hilir Jabungan
Total 261

Tabel 1. Grafik mineral berat pada di hulu

300 260

200 138

100 40
17 4 7 15 17 22
0
total
apatit
Hulu

olivin
Magnetit
piroksen

ilmenit
andalusit
zircon

garnet

Tabel 2. Grafik mineral berat pada di hilir

300 261

200 156

100 29
27 24 6 9
1 3 6
0
total
Magnetit
Hematit
Ilemenit

Garnet
Apatit
Hilir

Olivin
Piroksen

Zircon

Andalusit

Tabel 3. Presentase mineral berat di hulu yang didapat

No Mineral Berat Nilai


1 Magnetit 138
2 Piroksen 40
3 Apatit 17
4 Andalusit 4
5 Zircon 7
6 Olivine 15
7 Garnet 17
8 Ilmenit 22

Total 260